Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH MEKANIKA FLUIDA

Venturimeter

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 4
Nama

: 1. Abdillah Prasetya

(061440420813)

2. Dwi Indah Lestari

(061440420821)

3. Tiara Nanda Bella Y.

(061440420832)

4. Wahyu Jati Kusuma

(061440420836)

Kelas

: 3 K I. A

Dosen Pembimbing

: Ir. Muhammad Yerizam, M.T

Mata Kuliah

: Mekanika Fluida

JURUSAN TEKNIK KIMIA


PRODI S1 TERAPAN TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2015

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami haturkan kepada Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayah-Nya
penulis dapat menyelesaikan tugas kelompok penulisan Makalah Mekanika Fluida dengan judul
Venturimeter secara lancar dan dapat diselesaikan sesuai waktunya. Makalah ini kami buat
sebagai pendukung dan media alat dalam program belajar diperkuliahan .
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Yth. Bapak Ir. Muhammad Yerizam, M.T selaku dosen pembimbing kami yang telah banyak
memberikan arahan dan motivasi demi kelancaran pembuatan makalah ini
2. Teman-teman Mahasiswa Politeknik Negeri Siwijaya kelas 3 K.I A(Kimia Industri) yang
senantiasa mendukung dan memberi masukan terhadap makalah ini
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan
Makalah ini, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari
segenap pembaca demi kebaikan dan kesempurnaan Makalah ini.

Palembang,

Desember 2015

Tim Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap alat yang digunakan dan dioperasikan dalam sebuah pabrik dilengkapi dengan
instrumen untuk mengukur parameter - parameter tertentu sesuai kondisi operasi yang harus selalu
dipantau setiap saat. Instrumen yang dimaksud terdiri dari dua macam yaitu instrumen lokal dan
instrumen panel. Skala ukur yang terbaca dalam instrumen lokal merupakan kontrol terhadap skala
ukur instrumen panel. Instrumentasi merupakan salah satu ilmu teknik yang makin terasa
keperluannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan nilai pengukuran yang lebih akurat.
Instrumentasi merupakan salah satu ilmu teknik yang sering digunakan dalam kehidupan
sehari-hari untuk mendapatkan nilai pengukuran yang lebih akurat. Instrumentasi digambarkan
sebagai " the art and science of measurement and control", atau dengan kata lain instrumentasi
adalah seni dan ilmu pengetahuan dalam penerapan alat ukur.
Operasi di industri proses seperti kilang minyak (refinery) dan petrokimia sangat bergantung
pada pengukuran dan pengendalian besaran proses. Beberapa besaran proses yang harus diukur dan
dikendalikan pada suatu industri proses, misalnya aliran (flow) di dalam pipa, tekanan (pressure)
didalam sebuah vessel, suhu (temperature) di unit heat exchange, serta permukaan (level) zat cair di
sebuah tangki.
Pengukuran laju alir sangat diperlukan baik untuk keperluan proses, custondy transfer
maupun sekedar untuk keperluan kualitatif. Pengukuran laju alir berkembang sesuai dengan
perkembangan teknologi instrumentasi dengan beberapa tipe berikut :

Tipe head meter


Tipe positive displacement
Tipe positif elektro fisika
Tipe ultrasonic
Dalam kontek instrumentasi dan pengendalian proses pengukuran laju alir dapat dibedakan

menjadi :
Pengukuran indikasi (untuk dibaca di lokal)
Pengukururan transmisi (untuk dikirim ke elemen kendali guna kepentingan pengendalian
proses)

Untuk mendasari pengetahuan yang diperlukan dalam kegiatan pengukuran laju alir diperlukan
pemahaman terhadap dasar dasar pengukuran laju alir. Oleh karena itu penulis merasa tertarik
untuk mengetahui dan mengkaji lebih dalam lagi mengenai sistem pengukuran laju alir
terkhususnya mengenai venturimeter.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusah masalah dalam penyusunan makalah ini akan penulis
rumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :
1. Apakah definisi dari laju alir itu ?
2. Apakah aliran itu ?
3. Apa fungsi pengukuran laju alir alir ?
4. Bagaimana prinsip pengukuran laju alir ?
5. Apa saja faktor faktor yang mempengaruhi laju alir ?
6. Bagaimana mengenai venturimeter dan aplikasinya ?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui lebih jelas mengenai laju alir.
2. Mengetahui prinsip pengukuan laju alir.
3. Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi laju alir.
4. Mengetahui prinsip kerja alat pengukur laju alir terkhususnya venturimeter
1.4 Manfaat Penulisan
Hasil penulisan makalah ini diharapkan dapat berguna dalam hal :
1. Memberikan informasi tentang pengukuran laju alir.
2. Memberikan informasi tentang metode pengukuran laju alir.
3. Memberikan informasi tentang prinsip pengukuran laju alir.
4. Memberikan informasi tentang instrumen yang bisa digunakan dalam pengukuran laju alir.
1.5 Metode Penulisan
Metode yang dipakai dalam penulisan makalah ini adalah studi pustaka. Untuk menunjang
penyusunan makalah ini penulis membaca dan memahami berbagai informasi baik dari buku-buku
pengetahuan, artikel, dan internet untuk dijadikan acuan serta mengambil teori-teori yang relevan
dengan tema yang dibahas dalam makalah ini.

BAB II
ISI
2.1 Definisi Laju Alir
Secara fundamental, laju aliran volume didefinisikan sebagai:

.
di mana:

Q = laju aliran volumetrik,

V = perubahan volume yang mengalir melalui daerah tersebut,

t = waktu interval aliran volumetrik.


Dalam batas t V dan menjadi amat sangat kecil , definisi aljabar menjadi kalkulus

definisi:

Karena ini hanya turunan waktu dari volume, kuantitas skalar, laju aliran volumetrik juga
merupakan besaran skalar. Perubahan dalam volume adalah jumlah yang mengalir setelah melintasi
perbatasan untuk beberapa durasi waktu, tidak hanya jumlah awal volume pada batas dikurangi
jumlah akhir pada batas, karena perubahan dalam volume yang mengalir melalui daerah akan nol
untuk stabil aliran (yang tidak terjadi, karena jumlah volume telah berlalu batas dalam durasi
waktu).
Laju aliran volumetrik juga dapat didefinisikan oleh:
di mana:

v = kecepatan bidang dari unsur-unsur zat yang mengalir,

A = penampang luas vektor / permukaan,


Persamaan di atas hanya berlaku untuk flat, pesawat lintas-bagian. Secara umum, termasuk

permukaan melengkung, persamaan menjadi integral permukaan :

Ini adalah definisi yang digunakan dalam praktek. Para Area yang dibutuhkan untuk
menghitung laju aliran volumetrik adalah nyata atau imajiner, datar atau melengkung, baik sebagai
area cross-sectional atau permukaan. Para wilayah vektor adalah kombinasi dari besarnya daerah
melalui volume yang melewati, A, dan vektor satuan normal untuk daerah tersebut,

. Relasi ini

.
Alasan untuk produk titik adalah sebagai berikut. Volume hanya mengalir melalui
penampang adalah jumlah normal ke daerah tersebut, yaitu paralel ke unit yang normal. Jumlah ini:
Q = A cos v

dimana adalah sudut antara unit yang normal

dan vektor kecepatan v dari elemen substansi.

Jumlah melewati penampang dikurangi oleh faktor cos . Sebagai meningkatkan volume kurang
melewati. Zat yang melewati tangensial ke daerah, yang tegak lurus ke unit yang normal, tidak
melewati daerah tersebut. Hal ini terjadi ketika = / 2 dan jadi ini jumlah laju aliran volumetrik
adalah nol: Q = v A cos ( / 2) = 0. Hasil ini setara dengan produk titik antara kecepatan dan arah
normal ke daerah.
2.2 Aliran
Aliran dapat diklasifikasikan (digolongkan) dalam banyak jenis seperti: turbulen, laminar,
nyata, ideal, mampu balik, tak mampu balik, seragam, tak seragam, rotasional, tak rotasional.

Salah satu formulasi matematis untuk bilangan Reynolds (ada beberapa rumus yang pada
dasarnya setara) diberikan di bawah ini:
Bilangan Reynolds = (v d) /

, Di mana v adalah kecepatan fluida

linier, adalah densitas, d adalah diameter tabung, dan

adalah

viskositas
Aliran fluida melalui instalasi (pipa) terdapat dua jenis aliran yaitu :
1. Aliran laminer
Definisi aliran laminer : Merampingkan aliran fluida di mana fluida bergerak dalam lapisan
tanpa fluktuasi atau turbulensi sehingga partikel berturut-turut melewati titik yang sama memiliki
kecepatan yang sama ini terjadi pada bilangan Reynolds yang rendah, kecepatan rendah yaitu. ,
viskositas tinggi, kepadatan rendah atau dimensi kecil. Aliran Laminar dapat digambarkan sesuai
dengan diagram di bawah ini :

Dalam diagram di atas gradien tekanan menetapkan arah aliran dan menarik laju aliran tidak
seragam dalam representasi cross-sectional. Arus tertinggi adalah di tengah saluran dan laju aliran
turun menjadi mendekati nol dekat dengan dinding tabung. Untuk aliran laminar, aliran akan
berbanding lurus dengan tekanan dan rasio tekanan untuk mendefinisikan resistensi aliran R, sebuah
konstanta.
2. Aliran turbulensi
Aliran turbulen sering terjadi, dengan nilai R diatas 3000.

Cairan dengan rapat massa yang akan lebih mudah mengalir dalam keadaan laminer. Dalam
aliran fluida perlu ditentukan besarannya, atau arah vektor kecepatan aliran pada suatu titik ke titik
yang lain. Agar memperoleh penjelasan tentang medan fluida, kondisi rata-rata pada daerah atau
volume yang kecil dapat ditentukan dengan instrument yang sesuai.
2.3 Prinsip Pengukuran Laju Alir

Laju alir ditentukan dengan mengukur kecepatan cairan atau perubahan energi kinetiknya.
Kecepatan bergantung pada perbedaan tekanan yang terjadi pada cairan melintas pipa karena
luas penampang pipa sudah diketahui, kecepatan rata rata merupakan indikasi dari laju
alirnya.

2.4 Faktor Faktor yang Mempengaruhi Laju Alir


Faktor faktor yang mempengaruhi laju alir adalah viskositas, densitas dan gaya gesek
cairan terhadap dinding pipa.
Viskositas menggambarkan besarnya kehilangan energi yang berkaitan dengan jenis
konversi.

Pada gambar di atas mempertimbangkan penurunan tekanan bergerak sepanjang panjang


tabung (dari P 1 ke P

2).

Penurunan tekanan sebanding dengan viskositas (antara lain) sebagaimana

tercermin dalam perumusan P 1 - P 2 = 8 [(T


detik;

l/

4)],

dimana Q adalah laju aliran dalam m 3 /

adalah koefisien viskositas, R adalah jari-jari, l adalah jarak antara P 1 dan P 2. Dalam hal

unit, jika R & l didefinisikan dalam meter dan tekanan dalam pascal (Pa) maka unit viskositas
pascal-detik (Pa * s)
2.5 Instrument Pengukuran Laju Alir
Dalam suatu proses, diperlukan suatu alat ukur yang dapat mengukur laju alir suatu fluida
dalam suatu pipa. Tujuannya agar jumlah fluida yang masuk dapat diketahui agar jumlah yang
masuk tidak kurang atau melebihi jumlah yang seharusnya.
Terdapat beberapa macam alat ukur untuk mengukur laju alir. Alat-alat ukur tersebut
dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu :
A. Tipe headmeter : menggunakan prinsip perbedaan tekanan. Terdiri atas :
Orificemeter
Venturimeter
Flow nozzle
Pitot tube (tabung pitot)
Elbowmeter
Rotameter
B. Perpindahan positif (Positif Displacement)
Bekerja berdasrkan pengukuran volume dari fluida yang sedang mengalir dengan menghitung
secara berulang aliran fluida yang dipisahkan kedalam suatu volume yang diketahui (chamber),
selanjutnya dikeluarkan sebagai volume tetap yang diketahui.
Piston meter
Oval gear flowmeter
C. Velocitymeter
Turbinmeter
Vortex shedding flowmeter
Magneticmeter
Ultrasonik flowmeter
D. Massmeter
Coriolis flowmeter
Termal flowmeter
2.6 Venturimeter

Venturi Meter ini merupakan alat primer dari pengukuran aliran yang berfungsi untuk
mendapatkan beda tekanan. Sedangkan alat untuk menunjukan besaran aliran fluida yang diukur
atau alat sekundernya adalah manometer pipa U. Venturi Meter memiliki kerugian karena
harganya mahal, memerlukan ruangan yang besar dan rasio diameter throatnya dengan diameter
pipa tidak dapat diubah. Alat ini dapat dipakai untuk mengukur laju aliran fluida, misalnya
menghitung laju aliran air atau minyak yang mengalir melalui pipa. Venturimeter digunakan
sebagai pengukur volume fluida misalkan minyak yang mengalir tiap detik.
Venturimeter adalah sebuah alat yang bernama pipa venturi. Pipa venturi merupakan sebuah
pipa yang memiliki penampang bagian tengahnya lebih sempit dan diletakkan mendatar dengan
dilengkapi dengan pipa pengendali untuk mengetahui permukaan air yang ada sehingga besarnya
tekanan dapat diperhitungkan. Dalam pipa venturi ini luas penampang pipa bagian tepi
memiliki penampang yang lebih luas daripada bagian tengahnya atau diameter pipa bagian tepi
lebih besar daripada bagian tengahnya. Zat cair dialirkan melalui pipa yang penampangnya lebih
besar lalu akan mengalir melalui pipa yang memiliki penampang yang lebi sempit, dengan
demikian, maka akan terjadi perubahan kecepatan.

Untuk sebuah venturi meter tertentu dan sistem manometer tertentu, kecepatan aliran yang
dapat diukur adalah tetap sehingga jika kecepatan aliran berubah maka diameter throatnya dapat
diperbesar untuk memberikan pembacaan yang akurat atau diperkecil untuk mengakomodasi
kecepatan aliran maksimum yang baru.
Untuk Venturi Meter ini dapat dibagi 4 bagian utama yaitu :
a. Bagian Inlet
Bagian yang berbentuk lurus dengan diameter yang sama seperti diameter pipa atau
cerobong aliran. Lubang tekanan awal ditempatkan pada bagian ini.
b. Inlet Cone
Bagian yang berbentuk seperti kerucut, yang berfungsi untuk menaikkan tekanan fluida.
c. Throat (leher)
Bagian tempat pengambilan beda tekanan akhir bagian ini berbentuk bulat datar.

Hal ini dimaksudkan agar tidak mengurangi atau menambah kecepatan dari aliran yang keluar
dari inlet cone.
Pada Venturi meter ini fluida masuk melalui bagian inlet dan diteruskan ke bagian outlet
cone. Pada bagian inlet ini ditempatkan titik pengambilan tekanan awal. Pada bagian inlet cone
fluida akan mengalami penurunan tekanan yang disebabkan oleh bagian inlet cone yang
berbentuk kerucut atau semakin mengecil kebagian throat. Kemudian fluida masuk kebagian
throat inilah tempat-tempat pengambilan tekanan akhir dimana throat ini berbentuk bulat datar.
Lalu fluida akan melewati bagian akhir dari venturi meter yaitu outlet cone. Outlet cone ini
berbentuk kerucut dimana bagian kecil berada pada throat, dan pada Outlet cone ini tekanan
kembali normal.

2.6.1 Fungsi dan Kegunaan Venturimeter


Adapun fungsi dan kegunaak dari venturimeter adalah sebagai berikut :
1) Venturimeter biasa digunakan untuk pengaturan aliran bensin dalam system pengapian pada
kendaraan bemotor,
2) Digunakan untuk mengukur debit dalam pipa,
3) Sekarang juga digunakan untuk menghitung kecepatan darah dalam Arteri,
4) Menghitung laju alir suatu fluida dalam sebuah tabung,

5) Menghindari adanya cake dan kebocoran dalam pipa,


6) Menghindari adanya kekurangan tekanan sepanjang aliran.
2.7 Jenis - jenis Venturimeter
2.7.1 Venturimeter Tanpa Manometer
Prinsip kerja venturimeter tanpa manometer ini berdasarkan pada Asas Bernoulli yang
berbunyi Pada pipa mendatar (Horizontal), tekanan fluida yang paling besar adalah pada

bagian kelajuan alirnya paling kecil, dan tekanan paling kecil adalah pada bagian kelajuan alirnya
paling besar.

Air dengan massa jenis mengalir memasuki pipa berpenampang besar dengan kecepatan
v1 menuju pipa berpenampang kecil dengan kecepatan v2 dimana v2 > v1. Kecepatan fluida
mengalir pada pipa sebelah kanan, maka tekanan pada pipa sebelah kiri lebih besar. Perbedaan
tekanan fluida di dua tempat tersebut diukur oleh manometer yang diisi dengan fluida dengan massa
jenis dan manometer menunjukkan bahwa perbedaan ketinggian permukaan fluida di kedua sisi
adalah H. Terjadi perbedaan ketinggian air (h) pada kedua pipa vertikal. Dalam hal ini berlaku h1 =
h2 sehingga g h1 = g h2.
Berlaku persamaan Bernoulli sebagai berikut:

Untuk menentukan laju aliran zat cair pada pipa di atas. Kita gunakan persamaan efek
venturi yang telah diturunkan sebelumnya.

Jika, hendak mencari laju aliran zat cair di penampang besar (v1). Kita gantikan v2 pada
persamaan 1 dengan v2 pada persamaan 2.

Jika perbedaan massa jenis fluida sangat kecil, maka kita bisa menggunakan persamaan ini
untuk menentukan perbedaan tekanan pada ketinggian yang berbeda, dengan demikian menjadi :

Karena zat cair-nya sama maka massa jenisnya juga pasti sama. Kita lenyapkan dari
persamaan :

2.7.2 Venturimeter dengan Manometer

Venturimeter dengan manometer adalah aplikasi gabungan antara venturimeter dan tabung
pitot. Fungsinya untuk mengukur laju fluida. Air dengan massa jenis mengalir memasuki pipa
berpenampang besar dengan kecepatan v1 menuju pipa berpenampang kecil dengan kecepatan v2
dimana v2 v1. Kecepatan fluida mengalir pada pipa sebelah kanan, maka tekanan pada pipa
sebelah kiri lebih besar terjadi perbedaan ketinggian (h) raksa dengan massa jenis r pada kedua
pipa manometer. Dalam hal ini berlaku h1 = h2 sehingga g h1 = g h2. Berlaku persamaan
Bernoulli sebagai berikut:

Dengan menggunakan persamaan kontinuitas A1.v1 = A2.v2 untuk mendapatkan hubungan


antara v2 dan v1, maka v1 dapat dihitung.
2.8 Efek Venturi
Selain teorema Torricelli, persamaan Bernoulli juga bisa diterapkan pada kasus khusus lain
yakni ketika fluida mengalir dalam bagian pipa yang ketinggiannya hampir sama (perbedaan
ketinggian kecil). Untuk memahami penjelasan ini, amati gambar di bawah.

Pada gambar di atas tampak bahwa ketinggian pipa, baik bagian pipa yang penampangnya
besar maupun bagian pipa yang penampangnya kecil, hampir sama sehingga diangap ketinggian
alias h sama. Jika diterapkan pada kasus ini, maka persamaan Bernoulli berubah menjadi :

Ketika fluida melewati bagian pipa yang penampangnya kecil (A2), maka laju fluida
bertambah (ingat persamaan kontinuitas). Menurut prinsip Bernoulli, jika kelajuan fluida
bertambah, maka tekanan fluida tersebut menjadi kecil. Jadi tekanan fluida di bagian pipa yang
sempit lebih kecil tetapi laju aliran fluida lebih besar. Ini dikenal dengan julukan efek Venturi dan
menujukkan secara kuantitatif bahwa jika laju aliran fluida tinggi, maka tekanan fluida menjadi
kecil. Demikian pula sebaliknya, jika laju aliran fluida rendah maka tekanan fluida menjadi besar.
Selain teorema Torricelli, persamaan Bernoulli juga bisa diterapkan pada kasus khusus lain
yakni ketika fluida mengalir dalam bagian pipa yang ketinggiannya hampir sama (perbedaan
ketinggian kecil).
2.9 Kelebihan dan Kekurangan Venturi

Kelebihan :
Rugi tekanan (pressure loss) permanan relatif rendah dari pada orifice atau flow nozzle
Dapat digunakan untuk mengukur cairan yang mengandung endapan padatan (solids).
Kekurangan :
Tidak tersedia pada ukuran pipa dibawah 6 inches.
Harga 15elative mahal

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan

1. Instrumentasi merupakan salah satu ukur teknik yang makin terasa keperluannya
dalam kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan nilai pengukuran yang lebih akurat.
2. Pengukur aliran adalah alat yang digunakan untuk mengukur linier, non linier, laju alir
volum atau masa dari cairan atau gas.
3. Faktor faktor yang mempengaruhi laju alir adalah viskositas, densitas dan gaya
gesek cairan terhadap dinding pipa.
4. Pada venturimeter jika tekanan menurun dan fluida tidak penuh, maka pompa akan
secara mendadak melakukan kerja sebaliknya jika tekanan meningkat dan fluida
didalamnya penuh maka pompa tidak akan melakukan kerja secara cepat
5. Pada venturi bagian inlet lebih besar daripada outlet dikarenakan untuk membuat
perubahan tekanan (beda tekan) pada kedua ujungnya dan juga kenapa dipasang
dibagian outlet yang membesar dikarena apabila ada fluida aliran penuh maka
diharapkan fase lain tidak mengganggu kerja venturi.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2010. Makalah Laporan Laju Alir. http://Scribd.com/. Diakses pada tanggal 1
Desember 2015.
Kage, Ari. 2012. Makalah Venturi Asli. Http://Scribd.com/. Diakses pada tanggal 4
Desember 2015
Masri, Gabriel. 2011. Tugas Fisika Venturimeter. Http://Scribd.com/. Diakses pada tanggal
4 Desember 2015

Anda mungkin juga menyukai