Anda di halaman 1dari 20

SATUAN ACARA PENYULUHAN PHBS DI DESA HANG TUAH RT.

RW.

PEKANBARU

SATUAN ACARA PENYULUHAN PHBS DI DESA HANG TUAH RT. RW. PEKANBARU A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan
  • A. Latar Belakang Pembangunan kesehatan pada hekekatnya adalah penyelenggaraan kesehatan untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Derajat kesehatan yang optimal merupakan salah satu unsur kesejahteraan umum dari tujuan nasional (Depkes RI, 1999). Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi, serta adanya transisi demografi dan epidemologi penyakit, maka masalah penyakit akibat perilaku, gaya hidup dan sosial budaya cenderung akan semakin kompleks. Upaya penanggulangannya tidak hanya dilakukan pada aspek pelayanan kesehatan, perbaikan lingkungan akan tetapi perlu memperhatikan perilaku yang secara teoritis memiliki andil 30-35 % terhadap derajat kesehatan, yaitu perilaku hidup bersih dan sehat (Depkes RI, 2002). Menurut Bloom dalam Notoatmojo (2003) derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan. Oleh karena itu memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan pada empat faktor utama tersebut secara bersama-sama dan pada hakikatnya hal tersebut di atas dilakukan dengan upaya intervensi yang tepat yaitu pendidikan dan promosi kesehatan. Dalam mencapai tujuan tersebut telah ditetapkan kebijakan dalam visi “Indonesia Sehat 2010” yang terdiri dari tiga pilar yaitu lingkungan sehat, perilaku sehat, dan pelayanan kesehatan yang bermutu. Untuk mewujutkan Indonesia sehat 2010 telah ditetapkan misi pembangunan yang menggerakkan

1

pembangunan nasional yang bewawasan kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau serta memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat serta lingkungan (Depkes RI, 2004). Dalam program PHBS terdapat lima tatanan yaitu : rumah tangga, sekolah, tempat kerja, sarana kesehatan dan tempat umum. Setiap tatanan terdiri dari dua indikator, yaitu indikator perilaku dan indikator lingkungan. Didalam tatanan sasaran kesehatan, indikator perilaku meliputi : tidak merokok, kesehatan lingkungan dan kebersihan kamar mandi. Selain itu, indikator lingkungan meliputi : ada jamban, ada air bersih ada tempat sampah, ada (SPAL) dan (IPAL) (RS), ada ventilasi, ada tempat cuci tangan, ada pencegahan serangga (Depkes RI, 2002). Penerapan program promosi kesehatan dan PHBS yang lebih terarah, terencana, terpadu dan berkesinambungan, dikembangkan melalui Kabupaten/Kota percontohan integrasi promosi kesehatan dengan sasaran utama adalah PHBS Tatanan Rumah Tangga (Individu, Keluarga, dan Masyarakat) dan diharapkan akan berkembang kearah Desa/Kelurahan, Kecamatan/Puskesmas dan Kabupaten/Kota sehat (Kep Menkes RI, 2005). Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru sejak tahun 2002 mengembangkan PHBS tatanan rumah tangga yang jumlah indikatornya berubah menjadi enam belas dan disesuaikan dengan permasalahan kesehatan Kota Pekanbaru. Prioritas program PHBS dalam era otonomi daerah diserahkan kepada kebijakan masing-masing kabupaten atau kota, sehingga tiap-tiap daerah dapat mengimplementasikan program PHBS agar lebih sesuai dengan kondisi dan permasalahan masyarakat setempat.

2

Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah tindakan yang dilakukan oleh perorangan, kelompok atau masyarakat sehingga dapat menolong dirinya sendiri dan berperan aktif dalam pembangunan kesehatan untuk memperoleh derajat kesehatan yang setinggi-tingginya (Kep Menkes RI, 2005). Menolong diri sendiri artinya masyarakat mampu menghadapi masalah-masalah kesehatan potensial (yang mengancam) dengan cara mencegahnya dan mengatasi masalah-masalah kesehatan yang sudah terjadi dengan cara menanganinya secara efektif dan efisien. Dengan kata lain, masyarakat mampu berperilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka memecahkan masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya, baik masalah kesehatan yang sudah diderita maupun yang mengancam secara mandiri. Penerapan PHBS tatanan rumah tangga, merupakan salah satu upaya strategis agar tercipta lingkungan rumah tangga sehat. Melalui upaya ini, diharapkan individu, keluarga dan masyarakat akan terhindar dari penyakit. PHBS tatanan rumah tangga dapat diwujudkan melalui tersedianya air bersih, jamban, tempat pembuangan sampah dan tersedianya tempat untuk mencuci tangan setelah melakukan kegiatan diluar rumah karena apabila semuanya sudah memadai tinggal menjaga kebesihan diri dari kuman-kuman dengan cara mencuci tangan yang bersih. Maka dengan itu sebisa mungkin setiap rumah diadakan promosi kesehatan tentang penyediaan tempat cuci tangan agar tercipta kebersihan lingkungan. Diharapkan agar setiap orang dapat mencuci tangannya sebelum dan setelah melakukan kegiatan. Mencuci tangan sebaiknya menggunakan air yang mengalir. Dengan penerapan cuci tangan, maka kita dapat meminimalisir penyebaran penyakit sehingga kita dapat terhindar dari kuman dan penyakit.

3

  • B. PELAKSANAAN KEGIATAN

    • 1. Topik/ materi

PHBS

  • 2. Sasaran

Masyarakat Desa Hangtuah

  • 3. Metoda

Ceramah

Tanya jawab

 

Diskusi

  • 4. Media

Lembar balik / flip chart

Leaflet

Microphone

  • 5. Waktu dan Tempat

Hari/Tanggal

:

Jam

:

Tempat

:

  • 6. Pengorganisasian

Penanggung Jawab : Seluruh mahasiswa PKL

  • a. Leader :

  • b. Moderator :

  • c. Fasilitator :

  • d. Observer :

  • e. Dokumentasi :

4

  • 7. Setting Tempat

Co L M CI CI W W W F F F O D
Co
L
M
CI
CI
W
W
W
F
F
F
O
D
 

Keterangan :

L

: Leader

CI

: Pembimbing

M

: Moderator

F

: Fasilitator

O

: Observer

W

: Warga

D

: Dokumentasi

  • 8. Kegiatan Penyuluhan

 

No

Waktu

Kegiatan penyuluhan

Kegiatan Peserta

1

5 menit

Pembukaan Mengucapkan salam Perkenalan mahasiswa

Menjawab salam Memperhatikan

Perkenalan dengan dosen atau CI

Memperhatikan

Menjelaskan tujuan

Memperhatikan

Menjelaskan kontrak waktu

Memperhatikan

5

 
  • 2 20 menit

Penyampaian materi Menjelaskan tentang pengertian

Memperhatikan dan

mendengarkan

PHBS Menjelaskan tentang tujuan PHBS

mendengarkan Memperhatikan dan

Menjelaskan tentang manfaat

mendengarkan

PHBS

Memperhatikan dan

Menjelaskan tentang sasaran

mendengarkan

PHBS

Memperhatikan dan

Menjelaskan tentang 10 indikator

mendengarkan

PHBS rumah tangga

Memperhatikan dan

  • 3 5 menit

Penutup

 

Meminta peserta untuk

Memberikan

memberikan pertanyaan atas penjelasan yang tidak dipahami

pertanyaan

Menjawab pertanyaan yang

Mendengar

diajukan Meminta peserta untuk

Memperhatikan dan

menyebutkan manfaat PHBS Memberikan reinforcement positif atas jawaban yang diberikan peserta

menjawab Memperhatikan

Menyimpulkan dan menutup diskusi

Memperhatikan

Mengucapkan salam

Menjawab salam

  • 9. Uraian Tugas

    • a. Penanggung Jawab Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan

    • b. Moderator

      • - Membuka acara

        • - Memperkenalkan mahasiswa dan pembimbing lapangan maupun pendidikan

      • - Menjelaskan tujuan dan topik yang disampaikan

6

  • - Meminta peserta untuk memberikan pertanyaan atas penjelasan yang tidak dipahami

  • - Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan

  • - Menyimpulkan dan menutup diskusi

  • - Mengucapkan salam

    • c. Leader Menyampaikan penyuluhan kepada pasien dan keluarga

    • d. Fasilitator

      • - Memfasilitasi peserta agar berperan aktif

      • - Membuat absensi penyuluhan

        • e. Observer

          • - Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir

          • - Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan

  • 10. Kriteria Hasil

    • a. Evaluasi struktur

      • 1. Peserta, mahasiswa menghadiri penyuluhan.

      • 2. Tempat, media serta alat penyuluhan tersedia sesuai rencana.

    • b. Evaluasi proses

      • 1. Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan

perencanaan.

  • 2. Peserta yang hadir mengikuti kegiatan dari awal

sampai akhir.

  • 3. Peserta yang hadir berperan aktif selama kegiatan

berlangsung.

  • c. Evaluasi hasil

7

1.

Peserta mampu Menjelaskan definisi PHBS

  • 2. Peserta mampu Menjelaskan dan menyebutkan manfaat PHBS

  • 3. Peserta mampu Menjelaskan indikator PHBS di rumah tangga

  • 11. Ringkasan Materi

A. Pengertian

PHBS adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran Sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat,kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat dan menciptakan lingkungan sehat dirumah tanggah. Penerapan PHBS dirumah tangga merupakan tanggung jawab setiap anggota rumah tangga,yang juga merupakan tanggung jawab setiap anggota rumah tangga ,yang juga merupakan tanggung jawab pemerintah beserta jajaran sektor terkait untuk memfasilitasi kegiatan PHBS dirumah tangga agar dapat dijalankan secara efektif .perilaku hidup bersih dan sehat adalah salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan kemandirian dibidang kesehatan baik pada masyarakat maupun pada keluarga ,artinya harus ada komunikasi antara kader dengan anggota keluarga atau masyarakat untuk memberikan informasi dan melakukan pendidikan kesehatan.

8

  • B. Tujuan PHBS

    • 1. Tujuan umum Meningkat kan rumah tangga yang berprilaku hidup bersih dan sehat diseluruh kabupaten atau kota diseluruh indonesia

    • 2. Tujuan khusus

      • a. Meningkat kan pengetahuan,kemauan dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melaksanakan PHBS

      • b. Berperan aktif dalam gerakan PHBS di masyarakat

  • C. Manfaat PHBS

    • 1. Setiap rumah tangga meningkat kesehatannya dan tidak mudah sakit

    • 2. Anak tumbuh sehat dan tidak mudah sakit

    • 3. Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat dengan meningkatnya kesehatan anggota rumah tangga maka biaya yang tadinya dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya investasi lain seperti biaya pendidikan ,pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk peningkatan pendapatn keluarga.

  • D. Tatanan

  • Adalah tempat dimana sekumpulan orang hidup, bekerja, bermain, berinteraksi dan lain-lain, dalam hal ini ada 5 tatanan PHBS yaitu : rumah tangga , sekolah, tempat kerja, sarana kesehatan dan tempat umum.

    • E. Sasaran PHBS

    9

    Sasaran PHBS dirumah tangga adalah seluruh anggota keluarga

    yaitu:

    • 1. Pasangan usia subur

    • 2. Ibu hamil dan ibu menyusui

    • 3. Anak dan remaja

    • 4. Usia lanjut

    • 5. Pengasuh anak

    • F. 10 Indikator PHBS dirumah tangga

      • 1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

      • 2. Memberi bayi ASI eksklusif

      • 3. Menimbang balita setiap bulannya

      • 4. Menggunakan air yang bersih

      • 5. Mencuci tangan dengan air yang bersih dan menggunakan sabun

      • 6. Menggunakan jamban yang bersih

      • 7. Memberantas jentik nyamuk dirumah sekali seminggu

      • 8. Makan sayur dan buah setiap hari

      • 9. Melakukan aktifitas fisik setioap hari

    10. Tidak merokok dalam rumah

    • G. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan PHBS

      • 1. Pengetahuan (Knowledge) Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan setelah terjadi melaksanakan penginderaan terhadap objek tertentu. Pengetahuan merupakan pengetahuan yang domain yang penting untuk tindakan seseorang (Notoatmojo, 1999).

    10

    Menurut Notoatmodjo (2005) ada enam tingkatan pengetahuan didalam domain kognitif yang meliputi :

    • a. Tahu (Know) Diartikan sebagai mengingat sesuatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.

    • b. Memahami (Comprehension) Kemampuan menjelaskan dengan benar dan dapat menginterprestasikan dengan benar tentang obyek yang diketahui.

    • c. Aplikasi (Applycation) Aplikasi kemampuan meggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi sebenarnya.

    • d. Analisis (Analysis) Kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek kedalam komponen-komponen tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitan satu sama lain.

    • e. Sintesis (syntesis) Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.

    • f. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi atau objek berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang ada.

    • 2. Sikap (Attitude) Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Manifestasi sikap itu

    11

    tidak bisa langsung terlihat, tetapi dapat di tafsirkan terlebih dahulu dari perilaku tertutup. Sikap secara nyata menunjukkan secara konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu. Seperti halnya dengan pengetahuan, sikap juga terdiri dari beberapa tingkatan, yakni :

    • a. Menerima (Receiving) Diartikan orang (subjek) mau dan mempertahankan stimulus yang di berikan (objek).

    • b. Merespon (responding) Memberkan jawaban apabila ditanya mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan.

    • c. Menghargai (Valuing) Mengajak orang lain untuk mengerjakan dan mendiskusikan suatu masalah.

    • d. Bertanggung jawab (Responsible) Bertanggung jawab terhadap apa yang di pilihnya dengan segala resiko.

    3.

    Tindakan/Praktek.

    Secara logis sikap akan akan dicerminkan dalam bentuk tindakan namun tidak dapat dikatakan, bahwa sikap dan tindakan memiliki hubungan sistematis. Suatu sikap belum tentu terwujud dalam suatu tindakan (Over behavior). Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu tindakan diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan antara lain fasilitas dan faktor pendukung dari berbagai pihak (Notoatmojo, 2002).

    12

    Seperti halnya dengan pengetahuan dan sikap, tindakan juga terdiri dari berbagai tindakan, yaitu :

    • a. Persepsi (perception). Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil.

    • b. Respon terpimpin (guilded respon). Sebagai suatu urutan yang benar sesuai dengan contoh.

    • c. Mekanisme (mechanism) Melakukan sesuatu dengan benar secara optimis atau sesuatu itu merupakan suatu kebiasaan.

    • d. Adaptasi (adaptation). Praktek atau tindakan yang sudah dikembangkan dengan baik. Artinya itu sudah dimodifikasi tanpa mengurangi keberadaan tindakan tersebut.

    H. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

    • 1. Perilaku Sehat

    Perilaku sehat adalah pengetahuan, sikap dan tindakan produktif

    untuk memelihara dan mencegah resiko terjadinya penyakit,

    melindungi dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat (Depkes RI,2002).

    • 2. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Adalah wujud dari keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Dalam hal ini ada 5 program prioritas

    13

    yaitu KIA, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup, Dana Sehat/Asuransi Kesehatan/JPKM (Depkes RI,2002).

    • 3. Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan komunkasi dan melakukan edukasi yang meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pendekatan pimpinan (Advocacy), bina suasana (social support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). (Depkes RI,2002) Dengan demikian masyarakt dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing dan masyarakat dan dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehat

    • 4. Kabupaten Sehat Adalah satu kesatuan wilayah administrasi pemerintah yang terdiri dari desa-desa, kelurahan, kecamatan yang secara terus menerus berupaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat dengan prasaran wilayah yang memadai, dukungan kehidupan social, serta perubahan prilaku menuju masyarakat aman, nyaman dan sehat secara mandiri

    • I. Definisi operasional

      • 1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan Adalah ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan.

    14

    • 2. Memberi ASI eksklusif adalah bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI saja sejak lahir

    • 3. Menimbang balita setiap bulan Adalah balita umur 12-60 bulan ditimbang setiap bulan dan tercatat dalam KMS atau bulan.

    • 4. Menggunakan air bersih Adalah rumah tangga yang menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Yang memenuhi syarat air bersih yaitu : tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna, sumber air harus terlindung berjarak minimal 10 meter dari sumber pencemaran seperti tempat penampungan kotoran atau limbah.

    • 5. Mencuci tangan dengan air bersih Adalah mencuci tangan sebelum makan, sesudah buang air besar, sebelum memegang bayi, setelah menceboki anak dan sebelum menyiapkan makanan menggunakan air mengalir dan sabun.

    • 6. Menggunakan jamban sehat Adalah anggota rumah tangga yang menggunakan jamban yang terjaga kebersihan

    • 7. Memberantas jentik nyamuk Rumah tangga melakukan pemberantasan jentik nyamuk didalam dan luar ruangan seminggu sekali dengn 3M atau cara lain yang dianjurkan.

    • 8. Makan sayur dan buah setiap hari Adalah anggota rumah tangga yang mengkonsumsi minimal 2 porsi sayur dan 3 porsi buah atau sebaliknya setiap harinya.

    • 9. Melakuakn aktifitas setiap hari

    15

    Adalah anggota keluarga yang tidak merokok didalam rumah ketika berada bersama anggota keluarga lainnya.

    • J. Kesimpulan PHBS adalah sekumpulan perilaku yang difraktekkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Indikator PHBS dirumah tangga

      • 1. Persalinan oleh tenaga kesehatan

      • 2. Memberi asi eksklusif

      • 3. Menimbang balita setiap bulan

      • 4. Menggunakan air bersih

      • 5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

      • 6. Menggunakan jamban sehat

      • 7. Membrantas jentik nyamuk

      • 8. Makan sayur dan buah

      • 9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari

    10. Tidak merokok dalam rumah

    • K. Saran Untuk mahasiswa kebidanan mempelajari dan mengetahui tentang penerapan dan pentingnya perilaku bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari untuk menghindari terjadinya berbagai penyakit yang dapat menular karena kebiasaan hidup anggota keluarga yang tidak menjaga kebersihan, dan diharapkan pada tenaga kesehatan agar dapat

    16

    melakukan promosi dan pendidikan kesehatan kepada anggota masyarakat atau keluarga turut berperan dalam menjaga kesehatan lingkungan.

    17

    DAFTAR PUSTAKA

    Alsa, A. (2003). Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif serta Kombinasinya dalam Penelitian Psikologi. Daftar Pustaka : Yogyakarta. Atmojo, N. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. PT. Rineka Cipta :

    Jakarta. Dainur. (1995). Materi-materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat, editor Jonatan Osmawi. PT. Widya Medika : Jakarta. Depkes RI. (1997). Laporan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

    18
    18

    SATUAN ACARA PENYULUHAN

    PHBS DI DESA HANG TUAH RT 33 RW 9 PEKANBARU

    SATUAN ACARA PENYULUHAN PHBS DI DESA HANG TUAH RT 33 RW 9 PEKANBARU OLEH KELOMPOK 33

    OLEH

    KELOMPOK 33

    FITRIA WULANDARI MAHMUDAH YUNI ASTRIANI RAHMAT HIDAYAT YANI ARDILAH PUTRI

    19

    SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) PAYUNG NEGERI PEKANBARU

    2011

    SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) PAYUNG NEGERI PEKANBARU 2011 20

    20