Anda di halaman 1dari 8

Tekstur/struktur : Rapat dan berlapis

Komposisi mineral/ fragmen : Campuran silica, opal dan kalsedom dll


Cirri khas : Warna beragam, keras, kilp non logam, konkoidal
Batuan ini sering disebut sebagai batuan sedimen laut dalam. Batuan ini terbentuk oleh proses
pengendapan yang terjadi pada dasar samudra. Fosil renik Radiolaria yang dijumpai di dalam batu rijang
di daerah Karangsambung menunjuk umur 85 juta tahun hingga mencapai 140 juta tahun yang lalu.
Batuan Rijang berwarna merah karena mengandung unsur besi dan magnesium. merupakan foliasi
vertikal dengan terdapat kekar yang telah terisi oleh material. Komposisi batuan ringan yaitu rijang dan
karbonat dengan warna mrah tua karena mengandung SiO2 nonklastik.Batuan dasar samudra pada
kedalaman minimal 4.000 meter ini seharusnya horizontal, tapi menjadi tegak karena pengaruh tektonik
yang mengangkatnya. Ditemukan di pelabuhan ratu, sukabumi.

Rijang atau batu api (Bahasa Inggris: flint atau flintstone) adalah batuan
endapan silikat kriptokristalin dengan permukaan licin (glassy). Disebut "batu api" karena jika diadu
dengan baja atau batu lain akan memercikkan bunga api yang dapat membakar bahan kering.
Rijang biasanya berwarna kelabu tua, biru, hitam, atau coklat tua. Rijang terutama ditemukan dalam
bentuk nodul pada batuan endapan seperti kapur atau gamping. Sejak Zaman Batu, rijang banyak
dipergunakan untuk membuat senjata dan peralatan seperti pedang, mata anak
panah, pisau, kapak, dll.
Proses pembentukan rijang belum jelas atau disepakati, tapi secara umum dianggap bahwa batuan
ini terbentuk sebagai hasil perubahan kimiawi pada pembentukan batuan endapan terkompresi,
pada proses diagenesis. Ada teori yang menyebutkan bahwa bahan serupa gelatinyang mengisi
rongga pada sedimen, misalnya lubang yang digali oleh mollusca, yang kemudian akan berubah
menjadi silikat. Teori ini dapat menjelaskan bentuk kompleks yang ditemukan pada rijang.
Rijang terbentuk dari proses replacement terhadap batugamping oleh silica organic atau anorganik. Umumnya
berwarna kemerahan (merah hati). Rijang terdapat di Salu Mararing, Salu Tabang, Kecamatan Bastem di bagian
barat daya. Rijang berbutir sangat halus, kenampakan secara fisik berwarna kemerahan (segar), kecoklatan (lapuk),
tekstur nonklastik, struktur berlapis dengan arah/strike berarah barat laut (N350E) dan kedudukan perlapisan/dip
batuan 180-360. Komposisi batuan terdiri dari silika dan terdapat urat-urat (vein) kuarsa. Cadangan terkira mencapai
jutaan ton. Kegunaan rijang umumnya sebagai bahan batu setengah permata (ornamen).

Gneiss adalah typical dari jenis batuan metamorf, batuan ini terbentuk pada saat batuan sedimen
atau batuan beku yang terpendam pada tempat yang dalam mengalami tekanan dan temperatur
yang tinggi. Hampir dari semua jejak jejak asli batuan ( termasuk kandungan fosil) dan bentuk
bentuk struktur lapisan ( seperti layering dan ripple marks) menjadi hilang akibat dari mineral-mineral
mengalami proses migrasi dan rekristalisasi. Pada batuan ini terbentuk goresan goresan yang
tersusun dari mineral mineral seperti hornblende yang tidak terdapat pada batuan batuan sediment.
Pada batuan gneiss, kurang dari 50 persen dari mineral mineral menjadi mempunyai bentuk bentuk
penjajaran yang tipis dan terlipat pada lapisan-lapisan. Kita dapat melihat bahwasannya tidak seperti
pada batuan schist yang mempunyai pensejajaran mineral yang sangat kuat, batuan gneiss tidak
retak atau hancur sepanjang bidang dari pensejajaran mineral tersebut, dan terbentuk urat-urat yang
tebal yang terdiri dari butiran-butiran mineral di dalam batuan tersebut, hal ini tidak seperti
kebanyakan bentuk bentuk perlapisan yang terdapat pada batuan schist. Dengan proses
metamorfosa lebih lanjut batuan gneiss dapat berubah menjadi magmatite dan akhirnya
terkristalisasi secara total menjadi batuan granit.
Meskipun batuan ini terubah secara alamiah, gneiss dapat mengekalkan bukti terjadinya proses
geokimia di dalam sejarah pembentukannya, khususnya pada mineral mineral seperti zircon yang
bertolak belakang dengan proses metamorfosa itu sendiri. Batuan batuan keras yang berumur tua
seperti pada batuan gneiss yang berasal dari bagian barat Greenland, Isotop atom karbon dari
batuan tersebut menunjukkan bahwasannya ada kehidupan pada masa batuan tersebut terbentuk ,
yaitu sekitar 4 millyar tahun yang lalu.
Gneiss adalah batuan metamorf yang mempunyai ciri fisik seperti warnanya putih ke
merahan, teksturnya nematoblastik dengan struktur foliasi gneiss. Penyusun batuan ini
adalah orthoklas warnanya merah muda bentuk prismatik, plagioklas warnanya putih bentuk
prismatik, kuarsa warnanya putih transparan bentuk prismatik, hornblende warnanya hitam
bentuk menjarum.
Gneiss terbentuk oleh proses metamorf regional katazone dengan temperature 500C
1200C dengan tekanan sekitar 5 kilobar. Batuan ini termasuk dalam fasies amphibolites.
Proses penambangan menggunakan system penambangan terbuka karena segala kegiatan
yang dilakukan berada pada tempat yang terbuka atau berhubungan dengan udara bebas.
Penambangan ini dilakukan dalam skala kecil atau biasanya dilakukan oleh penduduk
setempat.
Kegunaannya untuk material bangunan, diantaranya sebagai interior dan sebagai pengalas
slab pada atap. Kadang kadang juga di gunakan sebagai paving pada jalan atau penahan
untuk menutupi aliran.
http://www.lintas.me/go/kamusq.blogspot.com/batu-filit-filitik-contoh-batuan-metamorf-foliasi-kamus-q?
utm_source=lintastech_detail&utm_medium=baca_selengkapnya&utm_campaign=button

Kuarsit termasuk jenis batuan metamorfosa yang kaya akan mineral-mineral


kuarsa. Dapat terbentuk dari urat-urat kuarsa, batu pasir kuarsa atau batu pasir yang
tersemen oleh silika dan kemudian mengalami proses metamorfosa akibat tekanan dan
temperatur yang tinggi selama jangka waktu tertentu. Kuarsit bersifat sangat keras,
kompak, masif dan kristalin. Dapat juga mempunyai laminasi yang sangat halus sampai
kasar dan bahkan dapat berukuran kerikil. Warnanya bervariasi dari putih, kelabu, hijau,
kemerahan sampai kecoklatan atau campuran dari warna terang. Sifatnya transparan
sampai opak. Pecahnya tidak rata, konkoidal atau menyuban (splintery).
Kuarsit lebih populer sebagai batu dimensi dalam industri konstruksi. Kuarsit juga
digunakan, untuk tingkat kecil, seperti batu hancur digunakan dalam konstruksi jalan
dan perbaikan. Batu hias dapat berasal dari batuan beku seperti granit yang karena sifatsifat fisiknya dapat dipotong dan dipoles maupun diukir.

1. Asal Mula Jadi


Kuarsit termasuk jenis batuan metamorfosa yang kaya akan mineral-mineral
kuarsa. Dapat terbentuk dari urat-urat kuarsa, batu pasir kuarsa atau batu pasir yang
tersemen oleh silika dan kemudian mengalami proses metamorfosa akibat tekanan dan
temperatur yang tinggi selama jangka waktu tertentu. Kuarsit bersifat sangat keras,
kompak, masif dan kristalin. Dapat juga mempunyai laminasi yang sangat halus sampai
kasar dan bahkan dapat berukuran kerikil. Warnanya bervariasi dari putih, kelabu, hijau,
kemerahan sampai kecoklatan atau campuran dari warna terang. Sifatnya transparan
sampai opak. Pecahnya tidak rata, konkoidal atau menyuban (splintery).
Kuarsit adalah batuan metamorf yang terbentuk nonfoliated oleh metamorfosis
dari batu pasir kuarsa murni. Panas intens dan tekanan dari metamorfosis
menyebabkan butir kuarsa untuk kompak dan menjadi erat intergrown satu sama lain,
sehingga kuarsit sangat keras dan padat. Kuarsit biasanya putih atau abu-abu, tetapi
dapat warna cahaya lain tergantung pada kotoran di batu pasir tua. Ia memiliki kilau
kaca, seperti yang diharapkan mempertimbangkan dalam batu pasir kuarsa memiliki
kilau vitreous atau kaca. Ketika cuaca kuarsit dapat memiliki penampilan granular, tetapi
permukaan yang baru patah bahkan istirahat di permukaan karena melanggar melewati
butir kuarsa intergrown, menunjukkan penampilan granular pada permukaan yang baru
saja patah. Terbentuk oleh proses panas dan tekanan tinggi pada metamorfosis
regional dan metamorfosis kontak di endapan batu pasir, sehingga menjadi kuarsit.
Kuarsit sangat tahan terhadap pelapukan dan erosi.
2. Kegunaan
Kuarsit secara geologis terjadi di daerah daerah metamorfosis, tekanan tinggi.
Kuarsit di tambang karena begitu padat dan tahan terhadap pelapukan fisik dan

kimiawi. Tanah lapukan dari kuarsit biasanya sangat tipis akibatnya, kuarsit digali
sangat dekat permukaan. Karena begitu keras dan padat, kuarsit belum digali sebagai
blok batuan sebelum diolah menjadi batu dimensi Industri konstruksi memperkirakan
permintaan kuarsit melebihi produksi tahunan.
Kuarsit menjadi lebih populer sebagai batu dimensi dalam industri konstruksi.
Penggunaan kuarsit sebagai batu hias di konstruksi bangunan tumbuh setiap tahunnya.
kuarsit di poles salah satu permukaan datarnya digunakan untuk menutupi dinding,
sebagai alas lantai dan anak tangga. Kuarsit juga digunakan, untuk tingkat kecil, seperti
batu hancur digunakan dalam konstruksi jalan dan perbaikan.
Popularitas kuarsit seperti batu dimensi dalam konstruksi tumbuh secara dramatis
setiap tahun. Ini adalah batu yang menarik dengan daya tahan yang besar dan tekstur
yang unik semakin banyak kontraktor dan pemilik rumah menggunakan kuarsit untuk
menyelesaikan dan menghias bangunan mereka. Bahan alternatif alam termasuk batu
pasir, granit dan marmer. Dibuat bahan termasuk batu bata, ubin keramik dan beton
Batu hias dapat berasal dari batuan beku seperti granit yang karena sifat-sifat fisiknya
dapat dipotong dan dipoles maupun diukir. Jenis batuan tersebut digunakan pada
konstruksi bangunan sebagai bahan ekslusif sebagai pelapis dinding, lantai suatu gedung,
monumen, dan keperluan lainnya. Konsumen batuan tersebut dapat dikelompokan menjadi
tiga, yaitu pihak pemerintah, swasta dan perseorangan.

3. Penyebaran
Di Indonesia umumnya terdapat di daerah-daerah kompleks batuan metamorfik
sebagai lensa-lensa atau tabular. Endapan kuarsit yang cukup potensial untuk segera
dikembangkan dan telah diselidiki (Tabel 1.).
Tabel 1. Lokasi cadangan kuarsit
Provinsi

Lokasi

Sulawesi Tengah

Poso (Pegunungan Pompangeo

Batuan Serpentinit merupakan batuan metamorf yang terbentuk dari mineral serpentin akibat perubahan
basalt dasar laut yang bertekanan tinggi pada temperatur rendah. Mineral serpentin tergolong dalam
kelas mineral Silikat yaituPhyllosilicates. Batuan Serpentinit sering digunakan untuk batu hias dan dipakai
untuk industri mineral. Batuan ini banyak ditemukan di negara Swedia, Italia, Rusia, di wilayah California,
dan pertambangan Norberg.
Mineral Serpentin mengandung chrysotile yaitu mineral serpentin yang mengkristal membentuk serat tipis
yang panjang. Mineral serpentin memiliki beberapa senyawa kimia antara lain:

Antigorite; (Mg, Fe)3 Si2 O5 (OH)4


Clinochrysotile; Mg3 Si2 O5 (OH)4
Lizardite; Mg3 Si2 O5 (OH)4
Orthochrysotile; Mg3 Si2 O5 (OH)4
Parachrysotile; (Mg,Fe)3 Si2 O5 (OH)4
Berikut karakteristik Batu Serpentinit:
Warna

Hijau kehitaman, cokelat, merah dan hitam

Kekerasan

2,5-5

Bidang Belahan (Cleavage)

Tidak ada

Kilauan (Luster)

Berminyak atau lilin

Bentuk Kristal

Ortorombik, monoklin, dan heksagonal

Berat Jenis

2,5-2,6

Goresan

Putih

Batuan ultrabasa serpentinit dipengaruhi oleh dampak gas suhu tinggi - metamorfosis
cair, terutama terdiri dari mineral serpentine, serat ular, dll, yang mengandung mgo
hingga 40%, dengan ketahanan panas yang kuat. Serpentinit hijau kebanyakan gelap,
hijau tua, kuning-hijau-based, dan memiliki ular-seperti biru, garis-garis hijau, warna
yang indah. Serpentinit tekstur padat keras dan halus, dengan dapat diukir, tahan api,
tahan korosi, karakteristik kebisingan isolasi. Kekerasan masif serpentinit dari 2,5-3,5,
kepadatan 2,5 ~ 2.62g/cm3, dengan fraktur berbentuk kerang atau tidak teratur
berbentuk. Serpentinit dalam medium asam dapat diuraikan, melepaskan mg, si dan
berbagai elemen.
Serpentine merupakan hydrous mineral silikat magnesium kaya pada umumnya, seperti
daun serpentine, chrysotile Lee serpentine dan sebagainya. Warna mereka umumnya
sering nada hijau, tetapi ada juga hijau, abu-abu muda, putih atau kuning dan
sebagainya. Serpentine hijau dan putih karena mereka sering sama seperti kulit ular,
dinamakan demikian.
Serpentinit adalah bahan pupuk yang baik. Serpentinit adalah industri logam penting,
bahan baku industri kimia, perubahan tekstur dan batu serpentine lebih indah sering
dipilih sebagai batu hias, yang Laoshan serpentinit yang terkenal adalah salah satu
spesies hias Cina.
Dari batuan serpentin dan mineral terutama digunakan dalam tiga aspek berikut:
(A) penggunaan efek optik serpentinit, digunakan dalam bahan bangunan dekorasi dan
giok baku;

(2) penggunaan kinerja suhu tinggi serpentinit digunakan refraktori;


(3) penggunaan karakteristik kimia kristal serpentinit, pengembangan dan penerapan
kimia dan sifat fisik, untuk produksi pupuk, magnesium porselen, bahan fluks metalurgi,
magnesium oksida cahaya dan silika berpori, obat-obatan dan sebagainya.
Serpentinit dengan batuan fosfat apatit atau dikalsinasi dapat dibuat dengan kalsium
magnesium fosfat. Selain komponen utama serpentinit mg, si, tetapi juga mengandung
ni, cr, co, mn, ti, cu dan elemen lainnya, seperti aplikasi terpisah serpentinit bedak pada
lahan pertanian, dapat memainkan peran pupuk long-acting. Penggunaan serpentinit
sebagai produksi kalsium magnesium fosfat dan kalsium fosfor magnesium dan kalium
bahan, hasil yang baik memiliki pupuk tahan lama, adalah stabil hasil pupuk yang baik.
Serpentinit adalah magnesium yang penting, sumber silikon, yang berpori
mempersiapkan cahaya magnesium oksida dan silikon oksida. Magnesium oksida
kemurnian cahaya hingga 97%, yang merupakan neoprene bahan baku penting: berpori
silika SiO2 isi 93%, untuk bahan adsorpsi, yang secara luas digunakan. Selain itu,
magnesium serpentinit logam magnesium lebih tinggi dapat diekstraksi.
Serpentinit sebagai mg, si bahan baku penting untuk mengetsa mudah nya, dll, serta
serpentinit terkait dengan banyak unsur logam dan aspek warna, tekstur dan
pengolahan beberapa keuntungan, telah menjadi penting mineral non-logam, dalam
kimia, pertanian, bahan bangunan, metalurgi dan perlindungan lingkungan dan bidang
lainnya memiliki berbagai efek, sumber daya dan prospek aplikasi.

Phyllite adalah jenis batuan metamorf foliated terutama terdiri


dari kuarsa,serisit mika, dan klorit; batu itu merupakan gradasi dalam
derajatmetamorfosis antara batu tulis
dan sekis mika. Menit kristal grafit, serisit,klorit atau memberikan kemilau, halus kadangkadang emas pada permukaanbelahan dada (atau schistosity). Phyllite terbentuk
dari metamorfosislanjutan dari batu tulis.
Para protolith (atau
batuan induk) untuk phyllite merupakan serpih ataupelite. Mineral penyusunnya plat lebih
besar daripada yang di batu tulistetapi tidak terlihat dengan
mata telanjang. Phyllites dikatakan memiliki "tekstur phyllitic" dan biasanya diklasifikasikan

sebagai memiliki nilai rendah dalam fasies metamorf regional.


Phyllite memiliki fissility baik (kecenderungan untuk membagi ke dalamlembar) dan akan
membentuk bawah rendah kondisi metamorf kelas.Phyllites biasanya hitam ke abuabu kehijauan atau abu-abu terang. Foliationini biasanya berkerut atau bergelombang dalam
penampilan.

Phyllite adalah jenis foliated batuan metamorf dibuat dari batu tulis yang lebih bermetamorfosis
sehingga putih berbutir sangat halus mikamencapai orientasi disukai. [1] Hal ini terutama terdiri
dari kuarsa , serisit mika , dan klorit . [2]
Phyllite telah fine-grained serpihan mika dalam orientasi yang disukai, sedangkan batu tulis memiliki
serpih tanah liat yang sangat halus yang mencapai orientasi yang disukai, dan sekis memiliki serpih
besar dalam orientasi yang disukai. [1] Di antara batuan metamorf foliated, itu merupakan gradasi di
tingkat dari metamorfosis antara batu tulis dan sekis . [ rujukan? ]
Kristal menit grafit , [3] serisit, atau klorit, atau tembus mika putih halus, [1] menanamkan
halus, [1] kadang-kadang emas [ rujukan? ] kemilau pada permukaan belahan dada , yang disebut "kilau
phyllitic ". [1]
Kata berasal dari phyllon Yunani, yang berarti "daun". [1]
The protolith (atau orangtua batu) untuk phyllite adalah shale atau pelite , atau batu tulis, yang pada
gilirannya berasal dari protolith shale. Its mineral platy konstituen yang lebih besar dibandingkan
dengan batu tulis tetapi tidak terlihat dengan mata telanjang. Phyllites yang dikatakan memiliki
tekstur yang disebut "kemilau phyllitic," dan biasanya diklasifikasikan sebagai telah terbentuk melalui
kondisi metamorf kelas rendah melalui metamorfosis regional fasies metamorf .
Phyllite memiliki fissility baik (kecenderungan untuk membagi menjadi lembaran). Phyllites biasanya
hitam menjadi abu-abu atau abu-abu kehijauan ringan dalam warna. Foliation ini biasanya berkerut
atau bergelombang dalam penampilan.
Phyllite umumnya ditemukan di Dalradian metasediments dari laut Arran .

Sekis (bahasa Inggris: schist) adalah typical dari jenis batuan metamorf, batuan ini terbentuk pada
saat batuan sediment atau batuan beku yang terpendam pada tempat yang dalam mengalami
tekanan dan temperatur yang tinggi. Hampir dari semua jejak jejak asli batuan ( termasuk
kandungan fosil) dan bentuk bentuk struktur lapisan ( seperti layering dan ripple marks) menjadi
hilang akibat dari mineral-mineral mengalami proses migrasi dan rekristalisasi. Pada batuan ini
terbentuk goresan goresan yang tersusun dari mineral mineral seperti hornblende yang tidak
terdapat pada batuan batuan sediment.
Pada batuan gneiss, kurang dari 50 persen dari mineral mempunyai bentuk penjajaran yang tipis
dan terlipat pada lapisan-lapisan. Kita dapat melihat bahwasannya tidak seperti pada batuan sekis
yang mempunyai pensejajaran mineral yang sangat kuat, batuan gneiss tidak retak atau hancur
sepanjang bidang dari pensejajaran mineral tersebut, dan terbentuk urat-urat yang tebal yang terdiri
dari butiran-butiran mineral di dalam batuan tersebut, hal ini tidak seperti kebanyakan bentuk bentuk
perlapisan yang terdapat pada batuan sekis. Dengan proses metamorfosa lebih lanjut batuan gneiss
dapat berubah menjadi magmatite dan akhirnya terkristalisasi secara total menjadi batuan granit.
Meskipun batuan ini terubah secara alamiah, gneiss dapat mengekalkan bukti terjadinya proses
geokimia di dalam sejarah pembentukannya, khususnya pada mineral mineral seperti zircon yang
bertolak belakang dengan proses metamorfosa itu sendiri. Batuan batuan keras yang berumur tua
seperti pada batuan gneiss yang berasal dari bagian barat Greenland, Isotop atom karbon dari
batuan tersebut menunjukkan bahwasannya ada kehidupan pada masa batuan tersebut terbentuk,
yaitu sekitar 4 millyar tahun yang lalu.