Anda di halaman 1dari 2

LAMPIRAN 1

RAGAM PENGETAHUAN
Pembuatan kisi-kisi di atas didasarkan pada ragam pengetahuan dan pembaharuan taxonomy Bloom
oleh Anderson & Krathwohl, dkk (2001), sebagai berikut :
The Cognitive Process Dimension
Knowledge
Remembe Understan Apply Analyz
Evaluat Create
Dimension
r
d
e
e
Factual
Conceptual
Procedural
Metacognitive
Mereka menyatakan bahwa ragam pengetahuan terdiri atas : fakta, konsep, prosedur, dan metakognisi.
Metakognisi disini merupakan ciri utama dari konsep mereka tentang ragam pengetahuan. Berikut
akan diperluas tentang analisis ragam pengetahuan (mudah-mudahan dapat membantu saat pembuatan
soal):
Fakta
Adalah informasi tentang nama orang, tempat, kejadian, julukan, istilah, symbol. Selain itu, fakta juga
mengenai hubungan antar informasi tersebut. Pengetahuan fakta merupakan landasan bagi seseorang
untuk menguasai ragam pengetahuan lain. Elemen fakta adalah simbol-simbol yang dikaitkan dengan
benda konkret yang dapat memberikan gambaran tentang pentingnya informasi tersebut. Jadi bisa
dikatakan ragam pengetahuan fakta berkaitan dengan:
Nama orang, tempat, yang menurut kebahasaan harus ditulis dengan huruf awal besar
1.
Benda, baik konkret maupun abstrak, termasuk didalamnya flora dan fauna, meja, kucing,
2.
berbagai jabatan, profesi, dll
Kejadian atau peristiwa, seperti proklamasi RI pada 17 Agustus 1945, siang hari dengan panas
3.
Berbagai istilah, seperti ekonomi makro, Ozon = O 3
4.

Konsep
Pada dasarnya konsep memiliki dua sifat, yaitu nyata/konkret dan abstrak. Konsep nyata mengandung
aspek kebendaan dan kasat mata. Kursi secara umum adalah benda nyata, berfungsi sebagai temapt
duduk seseorang. Usul, gagasan, pandangan, atau pendapat seseorang terhadap sesuatu hal dapat
dikategorikan sebagai konsep.
Prosedur
Adalah materi tentang pelaksanaan suatu pekerjaan atau tugas yang berurutan. Menurut Kemp (dalam
Prawiradilaga, 2007) prosedur adalah tugas atau pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh peserta didik
secara bertahap atau berurutan.
Metakognisi
Adalah kemampuan seseorang dalam berpikir secara umum. Selain itu, metakognisi juga mencakup
kemampuan seseorang dalam memilih dan menerapkan teori, teknik, atau prosedur yang berbeda
untuk proses belajar atau pekerjaan yang berbeda pula. Selanjutnya metakognitif terdiri atas:
1. Pengetahuan strategi, adalah cara berpikir seseorang dalam menentukan
langkah, strategi, atau memilih teknik dan teori dalam mengatasi suatu
masalah.
2. Pengetahuan tugas kognitif, adalah berkaitan dengan mengingat dan
menentukan tugas sederhana

3. Pengetahuan diri, dalam belajar seorang peserta didik harus mampu


mengenali dirinya sendiri, orang lain, sekelompok orang, bahkan
masyarakat dalam rangka membantu dirinya untuk mengembangkan
potensi diri.
JENJANG BELAJAR
Berikut adalah penjabaran dari matriks yang dikeluarkan oleh Anderson Krathwohl, dkk (2001):
BERPIKIR
Mengingat

URAIAN
Memunculkan pengetahuan dari jangka panjang
Membentuk arti dari pesan pembelajaran (isi) :
lisan, tulisan, grafis, atau gambar

Mengerti

Menerapkan

Melaksanakan atau menggunakan prosedur dalam


situasi tertentu

Menganalisis

Menjabarkan komponen atau struktur dengan


membedakan dari bentuk dan fungsi, tujuan, dst

Menilai

Menyusun pertimbangan berdasarkan criteria dan


persyaratan khusu

Berkreasi

Menyusun sesuatu hal baru, memodifikasi suatu


model lama menjadi sesuatu yang berbeda, dst

RINCIAN
Mengenali
Mengingat
Memahami
Membuat contoh
Mengelompokkan
Meringkas
Meramalkan
Membandingkan
Menjelaskan
Melaksanakan
Mengembangkan
Membedakan
Menyusun kembali
Menandai
Mengecek
Mengkritik
Menghasilkan
Merencanakan
Membentuk

Sumber :
Purwanto, Ngalim. Prinsip-Prinsip dan teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya,
2001
Prawiradilaga, Dewi Salma. Prinsip Disain Pembelajaran : Instructional Design Principles. Jakarta :
Kencana, 2007
Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2001
Surapranata, Sumarna. Panduan Penulisan Tes Tertulis : Implementasi Kurikulum 2004. Bandung :
Remaja Rosdakarya, 2005