Anda di halaman 1dari 93

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah

Kota Kediri tahun 2017-2027


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Aktifitas manusia dalam kegiatan sehari-hari sangat erat kaitannya dengan produksi sampah yang
dihasilkan, baik dari skala domestic tiap rumah tangga hingga aktifitas manusia terkait bidang
industry, perdagangan dan lainnya. Hal itu sesuai dengan definisi sampah menurut buku
Tchobanoglous, 1993 yakni sampah adalah bahan buangan padat atau semi padat yang dihasilkan dari
aktifitas manusia atau hewan yang dibuang karena tidak diinginkan atau digunakan lagi.
Sampah yang dihasilkan setiap harinya akan menumpuk apabila tidak dilakukan pengolahan.
Pengolahan dapat dilakukan mulai dari sumber sampah (yakni rumah tangga dan sejenis rumah
tangga) hingga pengolahan bersistem seperti depo sampah/TPS. Sampah-sampah yang telah dikenai
perlakuan pengolahan nantinya masih akan diangkut menuju tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah.
Aktivitas utama pemusnahan sampah di TPA adalah dengan landfilling. Beragam tingkat
teknologi landfilling, diantaranya yang paling sering disebut adalah sanitary landfill. Dapat dipastikan
bahwa yang digunakan di Indonesia adalah bukan landfilling yang baik, karena hampir seluruh TPA di
kota-kota di Indonesia hanya menerapkan apa yang dikenal sebagai open-dumping, yang sebetulnya
tidak layak disebut sebagai sebuah bentuk teknologi penanganan sampah (Damanhuri, 2010).
Efek samping dari metode landfilling sampah adalah menghasilkan lindi dan gas yang cukup
besar. Lindi adalah cairan dari uap air yang dihasilkan selama degradasi limbah. Lindi memiliki
kandungan tinggi zat besi, klorida, nitrogen organik, fosfat dan sulfat. Ketika lindi yang sangat
terkontaminasi ini keluar dari sel TPA dan mencapai sumber daya air maka akan menyebabkan
pencemaran air permukaan dan air tanah (Warith et al, 1999). Gas TPA atau Landfill Gas ( LFG) emisi
memiliki sajumlah polutan yang dapat mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan (EPA, 1999).
Sejak isu pemanasan global mendunia, maka sorotan penggunaan landfill untuk sampah yang
mengandung bahan organik tinggi mendapat perhatian besar. Landfill bisa dipastikan akan mengemisi
gas metan, gas yang dianggap mempunyai potensi gas rumah kaca sebesar 21 kali gas CO2. Landfill
dianggap sumber utama gas rumah kaca dari kegiatan pengelolaan limbah. Berdasarkan UU18/2008,
penanganan sampah di TPA yang selama ini umum diterapkan di Indonesia yaitu dengan open
dumping harus diubah secara keseluruhan. Maka dari itu, outputan dari tugas perencanaan Tempat
Pemrosesan Akhir (TPA) ini adalah suatu rancangan TPA Kota Kediri dengan system sanitary landfill.

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 1

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
1.2. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari tugas perencanaan ini yaitu merencanakan pembangunan TPA Kota Kediri dengan
system sanitary landfill. Manfaat yang dapat dicapai dari tugas perencanaan ini yaitu:
1. Menciptakan desain tepat TPA ramah lingkungan yang sesuai dengan kota Kediri, dalam hal
ini menggunakan system sanitary landfill.
2. Sebagai bahan masukan bagi beberapa studi lain yang berhubungan dengan pengelolaan
sampah bagi wilayah yang memiliki karakteristik menyerupai kota Kediri.
1.3. Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup pada tugas perencanaan ini yaitu:
1. Periode perencanaan diproyeksikan hingga 10 tahun ke depan.
2. Perencanaan system sanitary landfill yang meliputi pengelolaan lindi dan gas, system pelapis
dasar, system penutup serta fasilitas lain yang mendukung kegiatan di TPA.
3. Pengelolaan lindi dengan perencanaan pipa lindi yang mencakup pipa pengumpul dan
penyalur lindi, serta alternative instalasi pengolahan lindi.
4. Pengolahan gas dengan penggunaan pipa vent dan unit penangkap gas methan yang
diteruskan sesuai dengan pemanfaatannya.
5. Perencanaan mencakup gambar detail desain, Bill of Quantity (BOQ) dan Rencana Anggaran
Biaya (RAB).

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 2

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
BAB II
GAMBARAN UMUM WILAYAH
2.1 Luas dan Batas Wilayah Administrasi
Kota Kediri adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia dengan kepadatan penduduk
mencapai 267.435 jiwa (tahun 2010). Kota Kediri dengan luas wilayah 63,40 km2 terbelah
Sungai Brantas yang membujur dari selatan ke utara sepanjang 7 kilometer dan terletak antara 0745'0755'LS dan 11105'-1123' BT.
Struktur wilayah Kota Kediri terbelah menjadi 2 bagian oleh sungai Brantas, yaitu sebelah timur
dan barat sungai. Wilayah dataran rendah terletak di bagian timur sungai, meliputi Kec.Kota dan
Kec.Pesantren, sedangkan dataran tinggi terletak pada bagian barat sungai yaitu Kec.Mojoroto yang
mana di bagian barat sungai ini merupakan lahan kurang subur yang sebagian masuk kawasan lereng
Gunung Klotok (472 m) dan Gunung Maskumambang (300 m).
Secara administratif, Kota Kediri dibagi 3 kecamatan yaitu

Kecamatan Kota (Tengah),dengan luas wilayah 14,900 Km2 terdiri dari 17 Kelurahan
Kecamatan Pesantren (Timur), dengan luas wilayah 23,903 Km2 tediri dari 15 Kelurahan
Kecamatan Mojoroto (Barat), dengan luas wilayah 24,601 Km2 tediri dari 14 Kelurahan

Dan berada di tengah wilayah Kabupaten Kediri dengan batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah utara: Kecamatan Gampengrejo dan Kecamatan Banyakan

Sebelah selatan: Kecamatan Kandat, kecamatan Ngadiluwih, dan Kec. Semen

Sebelah timur: Kecamatan Wates dan Kecamatan Gurah

Sebelah barat: Kecamatan Banyakan dan Kecamatan Semen


Tabel 2.1 Luas Kelurahan di Kota Kediri
Luas
Nama Desa
Pojok
Campurejo
Tamanan
Banjarmlati

(km )
3.212
1.054
1.079
1.133

Bandar Kidul
Lirboyo
Bandar Lor
Mojoroto
Sukorame
Bujel
Ngampel

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Kecamatan

1.736
1.113
1.386
2.429
3.675
1.826
1.952

Pesantren

Mojoroto

Kecamatan

Luas

Page 3

Nama Desa
Blabak
Bawang
Betet
Tosaren
Banaran
Ngletih
Tempurejo
Ketami
Pesantren
Bangsal
Burengan

(km2)
3.354
3.449
1.691
1.361
0.974
1.237
1.864
1.894
1.356
1.029
1.283

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

Kota

Gayam
Mrican
Dermo
Manisrenggo
Rejomulyo
Ngronggo
Kaliombo
Kampungdalem
Setonopande
Ringinanom
Pakelan
Setonogedong
Kemasan
Jagalan
Banjaran
Ngadirejo
Dandangan
Balowerti
Pocanan
Semampir

1.319
1.418
0.819
1.764

Tinalan
Pakunden
Singonegaran
Jamsaren

0.926
1.024
0.99
1.471

1.67
2.585
0.958
0.332
0.383
0.05
0.214
0.059
0.228
0.043
1.209
1.47
1.1
0.83
0.214
1.791

Sumber: Data BPS Kota Kediri 2010

2.2 Keadaan Fisik Wilayah Perencanaan


2.2.1

Topografi
Salah satu faktor yang cukup penting dalam perencanaan sistem pengelolaan sampah adalah

kondisi topografi daerah perencanaan. Kondisi Topografi Kota Kediri terletak pada ketinggian ratarata 87 m diatas permukaan laut, dengan tingkat kemiringan 0-40%.

abel 2.2 Kemiringan Tanah pada Kecamatan Mojoroto

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 4

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Kemiringan Tanah (Ha)
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Kelurahan
Pojok
Campurejo
Tamanan
Banjarmlati
Bandar Kidul
Lirboyo
Bandar Lor
Mojoroto
Sukorame
Bujel
Ngampel
Gayam
Mrican
Dermo
Jumlah

0-2%
134.93
140.96
107.76
95.455
129.992
103.795
111.35
213
226.003
159
146.879
129.625
110.925
65.79
1875.46

Jumlah
Luas

2-15%
207.13

15-40%
48.56

>40%
124.63

81.62

77.66

44.94

288.75

126.22

169.57

(Ha)
515.25
140.96
107.76
95.455
129.992
103.795
111.35
213
430.223
159
146.875
129.625
110.925
65.79
2460

Sumber : Badan Pertahanan Nasional Kota Kediri Tahun 2010


Tabel 2.3 Kemiringan Tanah pada Kecamatan Kota
Kemiringan Tanah (Ha)
No

Kelurahan
0-2%
2-15%
1
Manisrenggo
186.5
2
Rejomulyo
182
3
Ngronggo
235
4
Kaliombo
100.8
5
Kampungdalem
29.5
6
Setonopande
38.2
7
Ringinanom
4.5
8
Pakelan
19.4
9
Setonogedong
6
10
Kemasan
15.6
11
Jagalan
14.3
12
Banjaran
126
13
Ngadirejo
152.3
14
Dandangan
113
15 Sari
Balowerti
Adelia Puspita
[3312100084] 83
Page 5
16
Pocanan
19.2
17
Semampir
164.7
Jumlah
1690

15-40%

Jumlah
Luas
>40%

(Ha)
186.5
182
235
100.8
29.5
38.2
4.5
19.4
6
15.6
14.3
126
152.3
113
83
19.2
164.7
1490

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Sumber : Badan Pertahanan Nasional Kota Kediri Tahun 2010
Tabel 2.4 Kemiringan Tanah pada Kecamatan Pesantren
Kemiringan Tanah (Ha)
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Jumlah
Luas

Kelurahan
0-2%
2-15%
15-40%
>40%
(Ha)
Blabak
353.1
353.1
Bawang
357.4
357.4
Betet
178.2
178.2
Tosaren
142.4
142.4
Banaran
92.4
92.4
Ngletih
130.4
130.4
Tempurejo
196.3
196.3
Ketami
149.6
149.6
Pesantren
143
143
Bangsal
135.2
135.2
Burengan
103
103
Tinalan
92.6
92.6
Pakunden
102.4
102.4
Singonegaran
99
99
Jamsaren
115
115
Jumlah
2390
2390
Sumber : Badan Pertahanan Nasional Kota Kediri Tahun 2010

Gambar 2.1 Peta Administratif Kota Kediri


Sumber: Website resmi Kota Kediri, 2015
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 6

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
2.2.2

Klimatologi
Secara klimatologi, wilayah Kota Kediri merupakan daerah yang beriklim tropis dengan suhu

maksimum yaitu 280 C dan suhu minimum 240 C. Oleh karena itu, Kota Kediri memiliki dua musim
dalam satu tahun, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim kemarau terjadi pada Bulan
Oktober sampai dengan Bulan April sedangkan musim hujan terjadi pada Bulan April sampai dengan
Bulan Oktober.
2.2.3

Iklim dan Curah Hujan

Menurut Buku Kota Kediri Dalam Angka Tahun 2013, Tahun 2011 jumlah hari hujan di Kota
Kediri menjadi 93 hari, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 155 hari. Disamping
itu curah hujan mengalami penurunan dari 5.174 mm pada tahun 2010 menjadi 2.697 mm pada tahun
2011.
Jumlah Curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Maret 2011 sebesar 604 mm dan bulan
Januari sebesar 554 mm, sedangkan pada dua tahun sebelumnya (tahun 2010 dan tahun 2009) curah
hujan tertinggi terjadi pada bulan Nopember 2010 dan Januari 2009 masing-masing 951 mm dan 449
mm. Bila pada tahun sebelumnya sepanjang tahun setiap bulan berturut-turut, yaitu Januari sampai
dengan Desember 2010 di Kota Kediri selalu terjadi hujan tetapi pada tahun 2011 ini hujan tidak
terjadi pada bulan Juni s.d. September 2011.
Sama halnya seperti pada buku publikasi Kota Kediri Dalam Angka Tahun 2011 pada
publikasi kali ini juga disajikan data hujan dari dua instansi yaitu Dinas Pertanian Kota Kediri dan
Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Puncu-Selodono Kediri-Dinas PU Pengairan
Pemerintah Propinsi Jawa Timur, dengan tujuan untuk meningkatkan ketersediaan data dan pada
akhirnya akan meningkatkan validitas dan akurasi data hujan Kota Kediri.
2.2.4

Intensitas Hujan

2.2.4.1 Hujan Harian Maksimum


Perhitungan curah hujan harian maksimum dapat dilakukan dengan 3 metode yaitu metode
Gumbel, metode Log Person Type III dan metode Iwai Kadoya. Metode yang digunakan pada
perhitungan ini adalah metode gumbel yang memiliki nilai curah hujan maksimum yang besar,
kapasitas saluran untuk menampung debit air hujan menjadi lebih banyak dan efisien. Dari stasiun
pemantau didapat data curah hujan rata rata dari daerah sekitar lokasi perencanaan sebagai berikut
Tabel 2.5 Data Curah Hujan Rata Rata
No
1
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Curah Hujan
(mm)
150
Page 7

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Total

148
147
144
143
142
140
139
138
136
135
135
134
133
132
2096

Rata Rata

140

Metode Gumbel
Dalam metode ini, data curah hujan rata-rata yang dipakai dari data curah hujan yang
didapatkan dari stasiun pemantau. Dan hujan harian maksimum dihitung berdasarkan PUH yang
direncanakan yaitu 5 tahun sesuai dengan perencanaan drainase TPA. Sehingga dapat dilakukan
perhitungan sebagai berikut.:
Dengan R = 140
= 5.67; 15 = 1.0206 ; Yt PUH 5 Tahun = 1,500 ; Y15 = 0,5128
Maka,

RT 140

5.67
1,5 0,5128
1.0206

RT 145.206
mm
Rentang keyakinan (Convidence Interval) untuk hargaharga RT. Rumus :

R k t a Se

Dimana :
Rk
= rentang keyakinan (convidence interval, mm/jam)
t(a)
= fungsi
Se
= probability error (deviasi)
Untuk
: = 90 % t (a) = 1,64
Maka perhitungannya adalah :

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 8

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

Y T Y n
n

1,5 0,5128
0,967
1,0206
=

1 (1,3 (0,967)) (1,1 (0,967 2 ))


b

1,813

= 1,813

5.67
1.0206

Se =

= 10.079

Rentang keyakinan (Rk) = 1,64

10.079; 1,64 untuk keyakinan 90%

= 16.529
Sehingga curah hujan maksimum pada periode ulang hujan 5 tahunan sebesar 145.206 16.529
3.

Intensitas Hujan
Untuk menghitung intensitas hujan digunakan tiga metode yaitu :

Metode Van Breen, didasarkan pada suatu grafik.

Metode Hasper Weduwen, paling umum digunakan dan paling mendekati kebenaran.

Metode Bell.

Pada perhitungan intensitas ini digunakan metode perhitungan Hasper Weduwen


Metode Hasper-Weduwen
Pada metode ini, perhitungan intensitas hujan tetap didasarkan kepada HHM terpilih yaitu
HHM dengan metode terpilih. Sebelum melakukan perhitungan Intensitas Hujan dengan
menggunakan Metode Hasper-Weduwen, maka terlebih dahulu harus dicari nilai R pada tiap durasi
waktu dengan menggunakan rumus, sebagai berikut :

1.

1 t 24

, maka :

2.

0 t 1

11.300 t
t 3,12

Xt

100

, maka :

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 9

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

11.300 t
t 3,12

Ri

100

1218 t 54

X T 1 t 1272 t

Ri X T

R
t

Dimana :

XT
= HHM (Gumbel)
t
= durasi (jam)
R, Ri = Curah hujan
Untuk PUH = 5 tahun ; t = 5 menit = 0,0833 jam ; XT = 149,57 mm/24jam

(1218 0,0833) 54

149,57 (1 0,0833) (1272 0,0833)

Ri = 149,57
= 95,67 mm

11300 0,0833
(0,0833 3,12)

1
2

95,67
100

=
= 16,40

R
t

16,40
0,0833

I
=
=
= 196,84 mm/jam.
Untuk perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.6 Perhitungan Nilai R, Ri dan Intensitas PUH 5 Tahun (Untuk Durasi 0 t 1 Jam)
Durasi
Menit
Jam
5

0.0833

10

0.1667

20

0.3333

40

0.6667

60

1.0000

120

2.0000

Adelia Puspita Sari [3312100084]

PUH (tahun)
5
Ri
R
I
94.4334
16.1910
194.291
8
112.064
26.8258
160.955
3
0
128.253
42.3573
127.071
3
8
140.281
62.5699
93.8548
4
145.206
76.0459
76.0459
2
150.727
96.4727
48.2363
2

Page 10

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
240

4.0000

153.746
2

115.695
0

28.9237

Sumber: Hasil Perhitungan


2.3 Demografi
Kependudukan merupakan masalah yang paling penting dan mendasar dalam perencanaan
sistem pengelolaan sampah. Perencanaan sistem pengelolaan sampah, data mengenai jumlah
penduduk dan pola kenaikan penduduk akan diperlukan untuk menentukan metode proyeksi jumlah
penduduk di masa yang akan datang. Tingkat pertumbuhan penduduk di tiap kelurahan di Kota Kediri
sangat bervariasi, bahkan beberapa kelurahan mempunyai tingkat pertumbuhan negatif (terjadi
penurunan). Kepadatan penduduk tiap kelurahan bervariasi. Di pusat kota seperti Kelurahan
Mojoroto, Bandar Lor dan Lirboyo mempunyai kepadatan penduduk tinggi. Sedangkan kelurahan
lain, terutama di pinggiran kota mempunyai kepadatan penduduk relatif rendah. Data mengenai
jumlah penduduk Kecamatan Mojoroto, Kota dan Pesantren dapat dilihat pada tabel 3.5 di bawah ini.
Tabel 2.7 Jumlah Penduduk KecamatanMojoroto
Kelurahan

Pojok
Campurejo
Tamanan
Banjarmlati
Bandar Kidul
Lirboyo
Bandar Lor
Mojoroto
Sukorame
Bujel
Ngampel
Gayam
Mrican
Dermo
Jumlah

Jenis Kelamin
Lakilaki
5.375
3.661
2.242
2.972
5.443
5.464
5.691
7.229
4.269
3.602
2.982
2.041
3.073
2.155
56.199

Perempuan
5.194
3.685
2.064
2.764
5.301
3.429
5.943
7.489
4.313
3.555
2.932
1.928
3.161
2.200
53.958

Jumlah

10.569
7.346
4.306
5.736
10.744
8.893
11.634
14.718
8.582
7.157
5.914
3.969
6.234
4.355
11.0157

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil Kota Kediri Tahun 2010

Tabel 2.8 Jumlah Penduduk Kecamatan Kota


Kelurahan
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Jenis Kelamin
Page 11

Jumlah

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
LakiManisrenggo
Rejomulyo
Ngronggo
Kaliombo
Kampungdale
m
Setonopande
Ringinanom
Pakelan
Setonogedong
Kemasan
Jagalan
Banjaran
Ngadirejo
Dandangan
Balowerti
Pocanan
Semampir
Jumlah

laki
1.867
2.865
6.620
3.819

Perempuan
1.824
2.755
6.809
3.820

3.691
5.620
13.429
7.639

2.120
2.934
710
14.35
577
1.003
865
4.949
5.449
3.514
3.847
773
4.349
47.696

2.082
3.018
727
1.643
557
1.035
937
5.044
5.598
3.670
3.921
828
4.385
48.653

4.202
5.952
1.437
3.078
1.134
2.038
1.802
9.993
11.047
7.184
7.768
1.601
8.734
96.349

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil Kota Kediri Tahun 2010

Tabel 2.9 Jumlah Penduduk Kecamatan Pesantren


Kelurahan

Blabak
Bawang
Betet
Tosaren
Banaran
Ngletih
Tempurejo
Ketami
Pesantren
Bangsal
Burengan
Tinalan
Pakunden
Singonegaran
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Jenis Kelamin
Lakilaki
3.051
2.828
2.437
4.123
2.301
1.048
2.334
1.948
2.787
3.096
3.639
3.286
2.951
3.599

Perempuan
2.948
2.703
2.475
4.068
2.248
1.011
2.417
1.908
2.812
3.110
3.637
3.198
2.918
3.771
Page 12

Jumlah

5.999
5.531
4.912
8.191
4.549
2.059
4.751
3.856
5.599
6.206
7.276
6.484
5.869
7.370

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Jamsaren
Jumlah

2.953
42.381

2.855
42.079

5.808
84.460

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil Kota Kediri Tahun 2010

2.4 Tata Guna Lahan


Penggunaan lahan di wilayah perencanaan dapat dibedakan menjadi perumahan, tanah belum
terbangun, perdagangan dan jasa, ruang terbuka hijau, makam, dan kawasan khusus militer.
A. Perumahan
Kawasan perumahan terdapat hampir merata di seluruh wilayah Kota Kediri. Kawasan
perumahan tersebut terdiri dari klasifikasi berkepadatan tinggi, sedang dan rendah.Kawasan
perumahan berkepadatan tinggi berada di pusat, yaitu Kelurahan Bandar Lor, Mojoroto, Mrican,
Bandar Kidul dan Lirboyo. Kawasan ini berada di jalan utama, kecuali Mojoroto sudah membentuk
kelompok dengan pola grid. Kawasan perumahan diklasifikasikan menjadi perumahan kepadatan
rendah, sedang dan tinggi. Lebih lengkapnya akan dibahas tersendiri pada subbab perumahan dan
permukiman.
B. Lahan Belum Terbangun
Lahan belum terbangun di sini terbagi menjadi dua, yaitu lahan produktif dan lahan tidak
produktif. Tanah produktif berupa tanah sawah/pertanian menyebar, dan sebagian besar terdapat di
kelurahan Gayam, Bujel dan Banjarmlati. Lahan tidak produktif adalah lahan yang tidak
dimanfaatkan secara optimal karena faktor fisik (kesuburan) atau faktor teknis.Berdasarkan data BPS
tahun 2004, lahan sawah diklasifikasikan menjadi lahan yang diupayakan dengan pengairan dan tidak
berpengairan serta lahan yang sementara tidak diupayakan. Lahan yang sementara tidak diupayakan
sebesar 6,6% dari total luas wilayah.
C. Perdagangan dan Jasa
Kegiatan perdagangan dan jasa banyak tersebar di sekitar pemukiman penduduk. Diantaranya
adalah: toko, warung, bengkel, dan wartel. Luas penggunaan tanah untuk perdagangan dan jasa cukup
sulit untuk dipastikan, sebab selain lokasi yang tidak terintegrasi bangunannya juga menjadi satu
dengan perumahan penduduk.Kegiatan perdagangan yang utama terdapat di Kelurahan Bandar Lor.
D. Ruang Terbuka Hijau dan Makam
Wilayah perencanaan memiliki ruang terbuka hijau berupa lapangan olahraga non permanen
yang berlokasi di beberapa kawasan perumahan formal dan non formal. Lapangan olahraga ini
terdapat di Bandar Lor, Sukorame, Campurejo, Lirboyo, Tamanan dan Mojoroto. Makam terdapat di
seluruh wilayah kelurahan, kecuali Sukorame, Dermo, Tamanan, Bandar Kidul dan Lirboyo.

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 13

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Kebutuhan lahan pemakaman kelurahan-kelurahan tersebut dimungkinkan bergabung dengan
kelurahan lain di sekitarnya.
E. Kawasan Khusus Militer
Kawasan khusus militer di wilayah perencanaan berupa asrama militer yang terletak di
Kelurahan Bujel di bawah kaki Gunung Klotok.

F. Pariwisata
Wilayah Kota Kediri dan sekitarnya diyakini cukup potensial akan obyek-obyek pariwisata
yang dapat dikembangkan sebagai sumber daerah. Hal ini karena adanya obyek wisata alam yang
cukup potensial seperti Pagora, Tirtoyoso, dan wisata anak lainnya.

Taman Wisata Tirtoyoso dan Pagora


Pengembangan taman wisata Tirtoyoso dan Pagora diarahkan untuk meningkatkan kualitas

kegiatan wisata dan prasarana sarana yang ada di dalamnya, di samping itu juga peningkatan jaminan
keamanan serta kebersihan lingkungan, sehingga kawasan wisata tersebut memiliki jangkauan
pelayanan lebih baik lagi dan membuat pengunjung merasa betah serta tidak dirugikan. Taman wisata
Tirtoyoso dan Pagora yang saat ini sudah berjalan hendaknya dikembangkan menjadi taman hiburan
rakyat yang lebih lengkap, sehingga menarik perhatian masyarakat yang lebih luas. Kelengkapan
tersebut bisa dengan menambah sarana hiburan bagi anak-anak dan remaja, atau bisa juga menambah
tempat-tempat pameran dan pertunjukan kesenian daerah.

Kawasan Wisata Industri


Pengembangan kawasan wisata industri di Kota Kediri ditentukan pada kegiatan-kegiatan

industri yang ada dan memungkinkan dijadikan sebagai lokasi kegiatan wisata, seperti kawasan
industri rokok Gudang Garam. Di mana pada kawasan industri ini dilengkapi dengan jalur hijau dan
taman-taman serta lapangan golf yang selain berfungsi sebagai kawasan konservasi/hutan kota juga
sebagai kegiatan rekreasi untuk umum.
Selain itu wisata industri juga dikembangkan pada kegiatan home industry dan komplek
perdagangan tahu, makanan kecil berbahan baku tahu, kerajinan kulit dan bambu, dll.

Kawasan Wisata Pusat Perbelanjaan


Untuk meningkatkan perekonomian sekaligus memberikan kenyamanan dalam kegiatan

berbelanja, sehingga pengunjung merasa lebih betah dan nyaman berada dalam kawasan
perbelanjaan.Saat ini di Kota Kediri telah berdiri beberapa pusat perbelanjaan seperti Pasar Raya
Sri Ratu, Plasa Golden, Plasa Dhoho dll.
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 14

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 15

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Gambar 2.2 Peta Tata Guna Lahan Kota Kediri

Sumber:
Website Resmi
Kota Kediri, 2014

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 16

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
2.5 Fasilitas Umum
Untuk fasilitas umum pada daerah pelayanan di Kota Kediri terbagi atas beberapa macam fasilitas
yang tersebar di setiap kelurahan. Fasilitas umum yang ada terdiri dari:
1. Fasilitas pendidikan, meliputi taman kanak-kanak, sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah,
sekolah menengah pertama dan sederajat lainnya, sekolah menengah umum dan sederajat lainnya,
pondok pesantren dan perguruan tinggi negeri. Lokasi fasilitas pendidikan TK dan SD/sederajat
menyebar hampir di seluruh wilayah kelurahan. Untuk SMP dan SMU terkluster di wilayah
Kelurahan Bandar Lor di pertemuan ruas Jalan Veteran dengan Penanggungan .
2. Fasilitas kesehatan, meliputi rumah sakit dan Puskesmas. Fasilitas kesehatan ini terdapat di
hampir seluruh wilayah Kelurahan.
3. Fasilitas peribadatan meliputi masjid, mushola dan gereja. Masjid dan musholah tersebar di
seluruh wilayah kelurahan.Sedangkan Gereja terdapat di Kelurahan Mrican, Gayam, Campurejo,
Pojok dan Bandar Lor.Masjid dan mushola lebih banyak karena penduduk sebagian besar beragama
Islam.
4. Fasilitas pemerintahan meliputi kantor Dinas pemerintah, kantor Kecamatan dan kantor
Kelurahan. Fasilitas ini sebagian besar mengelompok di ruas Jl.Veteran, Jl.KH Wahid Hasyim dan
Jaksa Agung Suprapto.
Tabel 2.10 Jumlah Fasilitas Umum Kota Kediri
Jenis

Fasilitas
Lembaga Kursus
TK
SD/MI
SMP/MTs
SMA/MA
SLB
Pondok Pesantren
RS
RS Bersalin
Puskesmas
Klinik
Tabib/Sinshe
Masjid&Musholla
Gereja
Lainnya

Pendidikan

Kesehatan

Jumlah
79
151
156
42
49
2
38
14
8
34
24
44
593
43
2

Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Kediri

BAB III
GAMBARAN UMUM PENGELOLAAN SAMPAH

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 17

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
3. 1. Periode Perencanaan
Pada periode perencanaan TPA Kota Kediri ini direncanakan selama 10 tahun. Tahapan terdiri
atas tahapan persiapan (konstruksi) dan tahapan operasi. Tahap konstruksi dilaksanakan selama 2
tahun dari tahun 2015 hingga tahun 2016. Pada tahap operasi dilaksanakan pada tahun 2017 dan
berakhir pada tahun 2027. Pernilihan periode perencanaan didasarkan pada PP no. 81 tahun 2012
tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga. Rencana Induk
perencanaan telah ditetapkan minimal untuk jangka waktu 10 tahun.
3. 2. Kriteria Perencanaan Pengelolaan Sampah
Kriteria pengelolaan sampah di Kota Kediri direncanakan untuk sampah rumah tangga dan
sampah sejenis rumah tangga. Sampah sejenis rumah tangga yang diperhitungkan adalah sampah
untuk fasilitas umum yaitu sampah dari fasilitas pendidikan, sampah dari fasilitas kesehatan ( rumah
sakit dan puskesmas) serta sampah dari fasilitas pertokoan/industri. Untuk sampah rumah tangga
adalah sampah yang berasal dari aktifitas rumah tangga.
Pengelolaan yang akan dilakukan adalah mulai dari menghitung jumlah timbulan sampah,
pengumpulan, pewadahan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemrosesan akhir.
3. 3. Daerah Pelayanan Pengelolaan Sampah
Data kondisi eksisting berdasarkan Bappeda, di Kota Kediri terdapat satu TPA di Kelurahan
Pojok, Kecamatan Mojoroto. Pada tahun 2011, daya tampung TPA di Kota Kediri sebesar 3.285.000
m, sedangkan volume sampah yang terangkut sebanyak 121.189 m yang berasal dari 3 kecamatan
yang ada di Kota Kediri. Dengan demikian daerah perencanaan pelayanan pengelolaan sampah Kota
Kediri adalah seluruh Kecamatan yang berupa daerah pemukiman, pertokoan/perdagangan dan
fasilitas umum kesesehatan.
3. 4. Target Pelayanan Pengelolaan Sampah
Berdasarkan target MDGs (Millineum Development Goals) pada tahun 2015 tingkat pelayanan
persampahan ditargetkan mencapai 100% dengan penjambaran dilakukan pengangkutan sampah
sebesar 80% untuk keseluruhan kota Kediri dan reduksi di sumber sampah sebesar 5% dan reduksi
sebesar 20% pada MRF untuk keseluruhan sampah kota Kediri.
3.5

Skenario Pola Penanganan Sampah


Menurut UU-18/2008 Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan

berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Untuk pengurangan meliputi
kegiatan 3R (Reduce, Recycle, Reuse) Sedangkan kegiatan penanganan meliputi pemilahan,
pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir. Seperti yang tercantum pada Buku
Putih Sanitasi Kota Kediri, 2010, Pemerintah Kota Kediri berupaya mengoptimalkan kinerja
pengelolaan sampah, antara lain dengan :
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 18

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
1. Memberikan penyadaran kepada masyarakat mengenai pentingnya 3R (Reduce, Reuse dan
Recycle)
2. Peningkatan kapasitas pemulung dan lapak, pengomposan yang berbasis masyarakat.
3. Pemilahan atau bahkan pengolahan sampah sejak dari hulu.
Sehingga untuk merencanakan pengelolaan perlu adanya alternative pengelolaan persampahan
yang ada di Kota Kediri. Berikut beberapa alternative pengelolaan persampahan yang ada di Kota
Kediri:
a. Pada alternative pertama ini, pelayanan pengelolaan sampah yaitu tidak dilakukan reduksi sampah di
sumber dari total sampah RT daerah yang terlayani, namun seluruh sampah akan diangkut menuju
TPS, TPST dan TPS3R. Kemudian dilakukan reduksi sampah hingga mencapai 30-40% di TPST
maupun TPS3R, sedangkan hanya 20% reduksi yang bisa dilakukan di TPS. Sisa sampah yang belum
tereduksi (kurang lebih 60-70%) langsung diangkut menuju TPA. Di TPA sampah langsung ditimbun
tanpa melalui proses reduksi lagi.
b. Pada alternative kedua, dilakukan reduksi di sumber sampah maksimal 5% untuk sampah rumah
tangga daerah yang terlayani. Setelah itu dibawa menuju TPS/TPST/TPS3R untuk dilakukan reduksi.
Besaran reduksi disesuaikan dengan lahan TPS/TPST/TPS3R dan jumlah timbulan yang masuk
(sekitar 10-20%). Sisa sampah yang belum tereduksi diangkut menuju TPA. Di TPA 10% sampah
akan tereduksi karena masuk ke dalam proses insinerasi. Sisa sampah yang belum tereduksi akan
ditimbun di TPA.
c. Pada alternative ketiga, pelayanan pengelolaan sampah yaitu tidak ada reduksi di sumber. Kemudian
100% dari total sampah dikelola di (Tempat Pengelolaan Sampah) TPS. Di dalam TPS reduksi
dilakukan hanya 20% Sisa sampah dari TPS akan diteruskan pengelolaannya di TPST/TPS3R Di
dalam TPST/TPS3R terdapat reduksi sampah 30-40% dari total sampah yang masuk. Residu sampah
dari TPST langsung dibuang ke TPA untuk ditimbun.
Dari ketiga alternative, alternative ketiga yang akhirnya terpilih adalah alternative kedua karena
dianggap paling efektif dalam menyiasati sempitnya lahan TPA di Kota Kediri.

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 19

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
BAB IV
PENENTUAN LAHAN DAN LOKASI TPA
4. 1 Proyeksi Jumlah Penduduk dan Timbulan Sampah
4.1.1.
Proyeksi Penduduk
Pada perencanaan ini periode perencanaan adalah 10 tahun, dimulai dari tahun 2017 hingga
2027. Hal pertama yang dilakukan dalam menghitung proyeksi penduduk adalah mencari nilai
korelasi dari tiga metode yaitu aritmatika, geometric dan least square. Nilai korelasi dari ketiga
metode didapat, kemudian dipilih yang mendekati 1 (grafik linier) sehingga dapat ditentukan
metode/rumus mana yang akan digunakan menghitung proyeksi penduduk kota Kediri. Dari grafik
didapat metode geometrik yang mempunyai pendekatan terdekat, sehingga proyeksi penduduk hingga
tahun 2027dapat ditentukan seperti pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.1 Proyeksi Penduduk Kota Kediri Hingga Tahun 2027
Kecama
tan
Mojorot
o
Kota
Pesantr
en
Total

Jumlah Penduduk
2011
1150
18
9870
3
8892
1
3026
42

2012
1176
06
1009
24
9092
2
3094
53

4.1.2.

2013
1202
53
1031
95
9296
8
3164
16

2014
1229
59
1055
18
9506
0
3235
37

2015
1257
26
1078
92
9720
0
3308
18

2016
1285
55
1103
20
9938
7
3382
63

2017
1314
48
1128
03
1016
23
3458
75

2018
1344
07
1153
41
1039
10
3536
58

2019
1374
31
1179
37
1062
49
3616
17

2020
1405
24
1205
91
1086
40
3697
55

2021
1436
86
1233
05
1110
85
3780
75

2022
1469
20
1260
80
1135
84
3865
84

2023
1502
26
1289
17
1161
40
3952
83

2024
1536
07
1318
18
1187
54
4041
79

2025
1570
63
1347
84
1214
26
4132
74

2026
1605
97
1378
17
1241
59
4225
73

Proyeksi Fasilitas

Untuk memproyeksikan jumlah fasilitas yang ada, harus mengacu pada rencana tata guna lahan
dan perkembangan penduduk daerah tersebut. Selain itu, proyeksi fasilitas ini dipengaruhi oleh
kapasitas fasilitas / jumlah fasilitas yang ada dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada,
pertambahan fasilitas dipengaruhi pertambahan kepadatan penduduk sehingga perlu ditambah fasilitas
tersebut.
Untuk menghitung banyaknya fasilitas pada tahun rencana yang akan datang, dicari dengan
membandingkan jumlah fasilitas tahun sekarang dengan jumlah fasilitas tahun yang direncanakan
sama dengan jumlah penduduk tahun sekarang dengan jumlah penduduk tahun yang direncanakan.
Fasilitas umum yang diproyeksikan adalah fasilitas kesehatan, pasar dan pertokoan. Didapatkan
proyeksi fasilitas umum hingga tahun 2027 sebagai berikut :

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 20

2027
1642
11
1409
18
1269
52
4320
81

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Tabel 4.2 Proyeksi Fasilitas Pendidikan Kota Kediri Tahun 2016-2027
Kecamata
n
Mojoroto
Kota
Pesantren
Total

2016
183
194
3345
3722

2017
197
211
3446
3854

2018
211
228
3547
3986

2019
225
245
3648
4118

2020
239
262
3749
4250

Jumlah Sekolah
2021
2022
253
267
279
296
3850
3951
4382
4514

2023
281
313
4052
4646

2024
295
330
4153
4778

2025
309
347
4231
4887

2026
316
355
4281
4952

2027
323
363
1233
1919

Sumber : Hasil Perhitungan

Tabel 4.3 Proyeksi Fasilitas Pasar Kota Kediri Tahun 2016-2027

Kecamata
n
Mojoroto
Kota
Pesantren
Total

Luas
Pasar
Rata2(m
2)
17
85
22

Proyeksi Jumlah Pasar


2016
4
3
2
10

2017
5
3
2
10

2018
5
4
2
11

2019
5
4
2
11

2020
5
4
2
11

2021
5
4
2
11

2022
5
4
3
11

2023
5
4
3
12

2024
5
4
3
12

2025
5
4
3
12

2026
6
4
3
13

Sumber : Hasil Perhitungan

Tabel 4.4 Proyeksi Fasilitas Pertokoan Kota Kediri Tahun 2016-2027


Kecamata
n
Mojoroto
Kota
Pesantren

2016
258
222
200

2017
264
227
204

2018
270
232
209

Adelia Puspita Sari [3312100084]

2019
276
237
214
Page 21

2020
282
242
218

Pertokoan
2021
2022
289
295
248
253
223
228

2023
302
259
233

2024
309
265
239

2025
316
271
244

2026
323
277
250

2027
330
283
255

2027
6
4
3
13

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Total

680

695

711

727

743

760

777

795

812

831

849

869

Sumber : Hasil Perhitungan

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 22

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
4.1.3.

Proyeksi Timbulan Sampah

Perencanaan pengelolaan sampah di Kota Kediri mencakup sampah rumah tangga dan sampah
sejenis rumah tangga. Sampah rumah tangga bersumber dari daerah pemukiman di Kota Kediri
sedangkan sampah sejenis rumah tangga bersumber dari fasilitas umum yang ada di Kota Kediri.
Untuk fasilitas umum yang direncanakan adalah fasilitas pendidikan, pasar dan pertokoan.
Perhitungan volume timbulan dimulai dari mengetahui nilai proyeksi penduduk Kota Kediri
hingga tahun 2027. Data data lain yang mendukung dalam penentuan timbulan dapat dilihat pada
tabel di bawah ini
Tabel 4.5 Timbulan Sampah Kota Kediri
Timbulan sampah rumah tangga
Timbulan sampah fasilitas

0,2 kg/org.hari
0,002 kg/org.hari

pendidikan

250 orang

SNI 19 3983
1995

Asumsi orang
Timbulan sampah pasar

0,16 kg/m2.hari

SNI 19 3983

Timbulan sampah pertokoan

0,025 kg/org.hari

1995

Densitas sampah

166,97 kg/m3

TA Rezi Adriawan, 2014

Contoh perhitungan timbulan sampah Kota Kediri dapat dilihat di bawah ini:
Sampah Rumah Tangga
Jumlah penduduk tahun 2017

: 345.875 orang

Timbulan per orang

: 0,2 kg/org.hari

Maka total timbulan sampah rumah tangga Kota Kediri tahun 2017 adalah
Total timbulan

: 345.875 orang x 0,2 kg/org.hari


: 69.170 kg/hari
: 69,17 ton/hari

Sampah Sejenis Rumah Tangga


Jumlah fasilitas pendidikan tahun 2017

: 635 unit

Timbulan sampah per orang

: 0,002 kg/org.hari

Asumsi org/unit

: 250 org/unit

Maka timbulan sampah sejenis rumah tangga pada fasilitas pendidikan adalah
Total timbulan pendidikan

: 635 unit x 0,002 kg/org.hari x 250 org/unit


: 317,5 kg/hr = 0,3 ton/hari

Jumlah pasar tahun 2017


Adelia Puspita Sari [3312100084]

: 10 unit
Page 23

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Timbulan sampah per pasar

: 0,16 kg/m2.hari x luas pasar keseluruhan


: 0,16 kg/m2.hari x 469m2

Total timbulan pasar

: 67,10 kg/hari = 0,067 ton/hari

Jumlah fasilitas pertokoan tahun 2017

: 695 unit

Timbulan sampah per orang

: 0,025 kg/org.hari

Asumsi org/unit

: 100 org/unit

Maka timbulan sampah sejenis rumah tangga pada fasilitas pertokoan adalah
Total timbulan pertokoan

: 695 unit x 0,025 kg/org.hari x 100 org/unit


: 1738,05 kg/hr = 1,74 ton/hari

Total timbulan sejenis rumah tangga

: Timbulan kesehatan + Timbulan pertokoan


: 0,317 ton/hr + 0,067 ton/hr + 1,74 ton/hr
: 2,12 ton/hari

Sehingga timbulan sampah Kota Kediri tahun 2017

: 69,17ton/hr + 2,12 ton/hr


: 71,30 ton/hr

Timbulan sampah rumah tangga, sejenis rumah tangga serta rekap timbulan sampah Kota
Kediri selengkapnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.6 Rekap Proyeksi Timbulan Sampah Kota Kediri
No

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Tahun

2017
2018
2019
2020
2021
2022
2023
2024
2025
2026
2027

Timbulan (ton/hari)

Total

Total

Timbula

Timbulan

Sampah

Sejenis

(ton/tah

RT

RT

(ton/har

un)

69.17
70.73
72.32
73.95
75.62
77.32
79.06
80.84
82.65
84.51
86.42

Adelia Puspita Sari [3312100084]

2.12
2.18
2.25
2.29
2.36
2.43
2.50
2.56
2.64
2.71
2.77
Page 24

i)
71.30
26023.63
72.91
26613.88
74.57
27219.58
76.24
27829.14
77.97
28460.81
79.74
29106.51
81.55
29766.55
83.40
30441.25
85.29
31130.95
87.22
31835.86
89.18
32552.17
Sumber : Hasil Perhitungan

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
4. 2 Penentuan Tingkat Pelayanan
Berdasarkan pada persen pelayanan sampah yang tercantum dalam RPJMN 2015-2019, setiap
kota harus sudah melayani 100% penduduknya dalam pengelolaan sampah dari sumber sampah
menuju tempat pemrosesan akhir (TPA). Persen pelayanan 100% didapat dari pelayanan
pengangkutan ditambah dengan pelayanan reduksi. Tingkat pelayanan persampahan kota Kediri
direncanakan seperti pada tabel di bawah ini :
Tabel 4.7 Tingkat Pelayanan Persampahan Kota Kediri 2017-2027
Tah
un
ke-

Tah
un

Jumla
h
Pendu
duk
(Jiwa)

Samp
ah
Total
(ton/h
ari)

Tingka
t
pelaya
nan
(%)

Samp
ah
yang
diang
kut
(ton/h
ari)

201
7

345,87
5

71.30

75%

53.47

201
8

353,65
8

72.91

75%

54.69

201
9

361,61
7

74.57

76%

56.68

202
0

369,75
5

76.24

76%

57.95

202
1

378,07
5

77.97

77%

60.04

202
2

386,58
4

79.74

77%

61.40

202
3

395,28
3

81.55

78%

63.61

202
4

404,17
9

83.40

78%

65.05

202
5

413,27
4

85.29

79%

67.38

10

202
6

422,57
3

87.22

79%

68.91

11

202
7

432,08
1

89.18

80%

71.35

Sampa
h yang
diangk
ut
(ton/ta
hun)

19517.
719
19960.
412
20686.
882
21150.
146
21914.
824
22412.
011
23217.
906
23744.
174
24593.
448
25150.
328
26041.
732

Pers
en
Redu
ksi
di
sum
ber
(%)

Pers
en
Redu
ksi
di
MRF(
%)

5%

10%

5%

11%

5%

12%

5%

13%

5%

14%

5%

15%

5%

16%

5%

17%

5%

18%

5%

19%

5%

20%

Samp
ah
yang
masu
k ke
TPA
(m3/h
ari)

101.5
99
102.7
49
105.2
92
106.4
27
109.0
07
110.1
84
112.8
03
113.9
86
116.6
41
117.8
28
120.4
98

Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa tingkat pelayanan persampahan dan pencapaian
reduksi sampah pada awal perencanaan yaitu tahun 2017 sebesar 75% dan reduksi 5% di sumber serta
10% di MRF. Dan pada akhir perencanaan, tahun 2027 target pelayanan persampahan dan pencapaian
reduksi sampah sudah sebesar 80% dan 5% reduksi di sumber serta 20% reduksi di MRF dengan
kenaikan persen reduksi di MRF setiap tahunnya seperti yang tertera pada tabel 4.7.
4. 3 Metode Penimbunan
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 25

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Tempat dan cara pengelolaan sampah dengan menggunakan metode penimbunan terdapat
beberapa macam seperti open dumping, controlled landfill, sanitary landfill, bioreactor landfill hingga
reusable sanitary landfill. Untuk perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Kediri
digunakan perencanaan dengan sistem Sanitary landfill.
Sanitary Landfill adalah sistem penimbunan sampah secara sehat dimana sampah dibuang di
tempat yang rendah atau parit yang digali untuk menampung sampah, lalu sampah ditimbun dengan
tanah yang dilakukan lapis demi lapis sedemikian rupa sehingga sampah tidak berada di alam terbuka
(Tchobanoglous, Theisen, dan Vigil, 1993). Pada teknik ini sampah dihamparkan hingga mencapai
ketebalan tertentu lalu dipadatkan untuk kemudian dilapisi dengan tanah dan dipadatkan kembali.
Pada bagian atas timbunan tanah tersebut dapat dihamparkan lagi sampah yang kemudian ditimbun
lagi dengan tanah. Demikian seterusnya hingga terbentuk lapisan-lapisan sampah dan tanah. Pada
bagian dasar dari konstruksi sanitary landfill dibangun suatu lapisan kedap air yang dilengkapi dengan
pipa-pipa pengumpul dan penyalur air lindi (leachate) serta pipa penyalur gas yang terbentuk dari
hasil penguraian sampah-sampah organik yang ditimbun.
Ketebalan lapisan sampah umumnya sekitar 2 meter, namun boleh juga lebih atau kurang dari 2
meter bergantung pada sifat sampah, metoda penimbunan, peralatan yang digunakan, topografi lokasi
penimbunan, pemanfaatan tanah bekas penimbunan, kondisi lingkungan sekitarnya, dan sebagainya.
Hal ini untuk mencegah timbulnya bau dan menjadi tempat bersarangnya binatang. Material yang
paling baik untuk dijadikan lapisan penutup pada landfill adalah tanah yang agak berpasir atau lumpur
yang mengandung batuan kecil. Sedangkan tanah yang mengandung lempung tinggi secara umum
jelek untuk dipakai sebagai material penutup
Metode penimbunan yang digunakan pada perencanaan ini adalah perpaduan antara metode
trench dan metode area. Metode ini diterapkan karena kondisi lahan memiliki level air tanah yang
tidak dangkal dan juga tidak dalam. Pada metode trench, area yang digunakan digali dan dilapisi
dengan bahan yang biasanya terbuat dari membran sintetis, tanah liat dengan permeabilitas yang
rendah (low-permeability clay), atau kombinasi keduanya, untuk membatasi pergerakan lindi dan
gasnya. Tiap sel galian umumnya berbentuk segi empat, dengan panjang dan lebar hingga 305 m dan
dengan slope 1,5:1 sampai 2:1. Galian bervariasi dengan panjang 61-305 m, kedalaman 1-3 m dan 515 m untuk lebar. Sedangkan untuk metode area, sampah dibuang menyebar memanjang pada
permukaan tanah, dan tiap lapis dalam proses pengisian (biasanya per 1 hari), lapisan dipadatkan, dan
ditutup dengan material penutup setebal 15-30 cm. Luas area penyebaran bervariasi tergantung pada
volume timbulan sampah dan luas lahan yang tersedia, dengan panjang dan lebar hingga 305 m.
Biasanya digunakan kompos sebagai intermediate cover material, atau bisa digunakan tanah atau
geomembran sebagai bahan penutup temporer. Geomembran diletakkan secara temporer setelah sel
penuh, namun jika akan dilakukan penimbunan kembali, lapisan geomembran dapat dipindahkan
terlebih dulu.
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 26

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

Gambar 4.1 Penimbunan dengan Metode Trench dan Metode Area

4. 4 Penentuan Lokasi TPA


Berdasarkan Peraturan Menteri PU No. 03 Tahun 2013 menyatakan bahwa Tempat Pemrosesan
Akhir (TPA) adalah tempat untuk memroses dan mengembalikan sampah ke media lingkungan.
Sampah residu yang tidak dimanfaatkan diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Letak TPA
suatu kota harus mengikuti persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah
melalui SNI 03-3241-1994 tentang tata cara pemilihan lokasi TPA sampah. Pada Perencanaan
Penanganan Sampah Kota Kediri ini, letak TPA direncanakan ada di 3 lokasi rencana yakni di
Kelurahan Pojok, Kelurahan Rejomulyo, dan Kelurahan Bawang.
Menurut Damanhuri (2008), penyiapan lahan untuk dijadikan TPA harus melalui beberapa
tahapan penting, yaitu :
a) Pemilihan lokasi/site (site selection)
b) Penyusunan DED (detailed engineering design)
c) Pembangunan TPA sesuai spesifikasi DED
d) Penyusunan AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan)
Ketentuan umum pemilihan lokasi TPA sampah berdasarkan SNI No. 03-3241-1994 yaitu:
1. TPA sampah tidak boleh berlokasi di danau, sungai, dan laut.
2. Penentuan lokasi TPA disusun berdasarkan 3 tahapan yaitu :
Tahap regional yang merupakan tahapan untuk menghasilkan peta yang berisi daerah atau
tempat dalam wilayah tersebut yang terbagi menjadi beberapa zona kelayakan
Tahap penyisih yang merupakan tahapan untuk menghasilkan satu atau dua lokasi terbaik
diantara beberapa lokasi yang dipilih dari zona-zona kelayakan pada tahap regional
Tahap penetapan yang merupakan tahap penentuan lokasi terpilih oleh instansi yang
berwenang.
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 27

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
3. Jika dalam suatu wilayah belum bisa memenuhi tahap regional, pemilihan lokasi TPA sampah
ditentukan berdasarkan skema pemilihan lokasi TPA sampah.
Proses pemilihan lokasi TPA idealnya melalui suatu tahapan penyaringan. Dalam setiap tahap,
lokasi-lokasi yang dipertimbangkan akan dipilih dan disaring. Penyisihan tersebut akan memberikan
beberapa calon lokasi yang paling layak dan baik untuk diputuskan pada tingkat final oleh pengambil
keputusan. Kriteria penyaringan tersebut dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
A. Kriteria regional, yaitu kriteria yang digunakan untuk menentukan zona layak atau tidak layak
sebagai berikut:
1. Kondisi geologi
Tidak berlokasi di zona holocene fault.
Tidak boleh di zona bahaya geologi.
2. Kondisi hidrogeologi
Tidak boleh mempunyai muka air tanah kurang dari 3 meter.
Tidak boleh kelulusan tanah lebih besar dari 10-6 cm / det.
Jarak terhadap sumber air minum harus lebih besar dari 100 meter di hilir aliran.
Dalam hal tidak ada zona yang memenuhi kriteria-kriteria tersebut diatas, maka harus
diadakan masukan teknologi.
3. Kemiringan zona harus kurang dari 20%.
4. Jarak dari lapangan terbang harus lebih besar dari 3.000 meter untuk penerbangan turbojet dan
harus lebih besar dari 1.500 meter untuk jenis lain.
5. Tidak boleh pada daerah lindung / cagar alam dan daerah banjir dengan periode ulang 25 tahun
B. Kriteria penyisih, terdapat 3 tata cara penentuan lokasi terbaik yaitu SNI 19-3241-1994, Metode
LeGrand, dan Metode Hagerty. Pada perencanaan ini, penentuan lokasi TPA menggunakan 2 kriteria
penyisih yakni mengacu pada SNI 19-3241-1994 dan Metode Le Grand. Kriteria penyisihan yaitu
kriteria yang digunakan untuk memilih lokasi terbaik yang terdiri dari kriteria regional ditambah
dengan kriteria berikut :
1. Iklim
-

Hujan intensitas hujan makin kecil dinilai makin baik


Arah angin dominan tidak menuju ke pemukiman dinilai makin baik

2. Utilitas : tersedia lebih lengkap dinilai lebih baik


3. Lingkungan biologis
-

Habitat : kurang bervariasi dinilai makin baik


Daya dukung : kurang menunjang kehidupan flora dan fauna, dinilai makin baik

4. Kondisi tanah
-

Produktivitas tanah : tidak produktif dinilai lebih tinggi


Kapasitas dan umur : menampung lahan lebih banyak dan lebih lama dinilai lebih baik

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 28

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Ketersediaan tanah penutup : mempunyai tanah penutup yang cukup dinilai lebih baik
Status tanah : makin bervariasi dinilai tidak baik
5. Demografi : kepadatan penduduk lebih rendah dinilai makin baik
6. Batas administrasi : dalam batas administrasi dinilai makin baik
7. Kebisingan : semakin banyak zona penyangga dinilai semakin baik
8. Bau : semakin banyak zona penyangga dinilai semakin baik
9. Estetika : semakin tidak terlihat dari luar dinilai makin baik
10. Ekonomi :semakin kecil biaya satuan pengelolaan sampah (per m/ton) dinilai semakin baik.
C. Kriteria penetapan, yaitu kriteria yang digunakan oleh instansi yang berwenang untuk
menyetujui dan menetapkan lokasi terpilih sesuai dengan kebijaksanaan instansi yang berwenang
setempat dan ketentuan yang berlaku.
4.4.1. Metode SNI
Tabel 4.8 merupakan hasil evaluasi 3 calon lokasi landfill menggunakan Tata Cara Pemilihan
Lokasi TPA SNI 19-3241-1994. Informasi yang digunakan didasarkan atas data survey pengamatan
lokasi, dan observasi lapangan. Berdasarkan evaluasi tersebut, maka calon A yakni Kelurahan Pojok
mempunyai nilai lebih tinggi dibanding calon B yakni kelurahan Rejomulyo dan calon C yakni
Kelurahan Bawang. Nilai tertinggi dari sistem penilaian ini adalah 220, dengan demikian jika
dipresentasekan maka calon A berada pada persentase yang tinggi yaitu 88,18% (= 194/220 x 100%),
sedangkan calon B berada pada posisi 69,09% (= 152/220 x 100%) dan calon C 77,27% (=170/220 x
100%). Sehingga lokasi terpilih adalah lokasi pada alternative pertama yakni Kelurahan Pojok.
Tabel 4.8 Nilai Evaluasi Lahan Landfill dengan SNI 19-3241-1994

No

Parameter

Bobot

TPA
1

Nilai
TPA
2

TPA
3

UMUM
1

Batas Administrasi

dalam batas administrasi

10

diluar batas administrasi tetapi dalam satu sistem


pengelolaan TPA sampah terpadu
diluar batas administrasi dan diluar sistem
pengelolaan TPA sampah terpadu

10

10

10

10

10

10

1
1

diluar batas administrasi


1
2

Pemilik hak atas tanah

pemerintah daerah/pusat

10

pribadi (satu)

swasta/perusahaan (satu)

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 29

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

lebih dari satu pemilik hak dan atau status


kepemilikan

organisasi sosial/agama

Kapasitas lahan

> 10 tahun

10

5 tahun - 10 tahun

3 tahun - 5 tahun

kurang dari 3 tahun

Jumlah pemilik tanah

satu (1) kk

10

2-3 kk

4-5 kk

6 10 kk

lebih dari 10 kk

Partisipasi Masyarakat

spontan

10

digerakkan

10

10
8

10

10

10

negosiasi

10

LINGKUNGAN FISIK
1

Tanah (diatas muka air tanah)

harga kelulusan < 10-9 cm / det

10

harga kelulusan 10-9 cm/det - 10 -6 cm/det


harga kelulusan > 10 -6 cm/det Totak (kecuali ada
masukan teknologi)
2

Air tanah

10

10

10

10

10

10

5
10

< 10 m dengan kelulusan < 10-6 cml /det

>= 10 m kelulusan 10-6 cm/det - 10-4 cm/det

< 10 m dengan ke1ulusan l0-6 cm/det - 10-4 cm/det

Sistem aliran air tanah

3
10

recharge area dan discharge area lokal

recharge area regional dan lokal

Kaitan dengan pemanfaatan air tanah


kemungkinan pemanfaatan rendah dengan batas
hidrolis
diproyeksikan untuk dimanfaatkan dengan batas
hidrolis

diproyeksikan untuk dmanfaatkan tanpa batas hidrolis


5

>= 10 m dengan kelulusan < 10-6 cm/det

discharge area/lokal

Bahaya banjir

10
5
1
2

tidak ada bahaya banjir

10

- kemungkinan banjir > 25 tahunan


- kemungkinan banjir < 25 tahunan Tolak (kecuali ada
masukan
teknologi).
6

Tanah penutup

tanah penutup cukup

10

tanah penutup cukup sampai 1/2 umur pakai

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 30

10

10
5

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
tanah penutup tidak ada
7

Intensitas hujan

dibawah 500 mm per tahun

10

antara 500 mm sampai 1000 mm per tahun

diatas 1000 mm per tahun

Jalan menuju lokasi

10

datar dengan kondisi buruk

naik/turun

Transport sampah (satu jalan)

antara 31 menit 60 menit dari centroid sampah

lebih dari 60 menit dari centroid sampah

Jalan masuk

13

truk sampah melalui daerah pemukiman


berkepadatan tinggi (> 300 jiwa / ha)

Lalu lintas

3
10

terletak < 500 m pada lalu lintas rendah

terletak < 500 m pada lalu lintas sedang

terletak pada lalu lintas tinggi

Tata guna tanah


mempunyai dampak sedikit terhadap tata guna tanah
sekitar
mempunyai dampak sedang terhadap tata guna tanah
sekitar
mempunyai dampak beasr terhadap tata guna tanah
sekilar

Pertanian

10

10
5
1
10

10
8

10

tidak ada dampak terhadap pertanian sekitar

terdapat pengaruh negatif terhadap pertanian sekitar

berlokasi di tanah pertanian produktif

Daerah lindung/cagar alam

terdapat daerah lindung/cagar alam disekitarnya


terkena dampak negative

Biologis

nilai habitat yang rendah

10

nilai habitat yang tinggi

habitat kritis

Page 31

5
1

10

terdapat daerah lindung/cagar alam disekitarnya yang


tidak terkena dampak negative

Adelia Puspita Sari [3312100084]

10

tidak ada daerah lindung/cagar alam di sekitarnya

15

berlokasi di lahan tidak produktif

14

10

truk sampah melalui daerah pemukiman


berkepadatan sedang (<= 300 jiwa /ha)

terletak 500 m dari jalan umum

12

10

10

antara 16 menit - 30 menit dari centroid sampah

truk sampah tidak melalui daerah pemukiman

11

10

10

kurang dari 1.5 menit dari centroid sampah

10

10

datar dengan kondisi baik

10

10
1

10

10
5

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
16

Kebisingan, dan bau

terdapat zona penyangga

17

10

terdapat zona penyangga yang terbatas

tidak terdapat penyangga

Estetika

operasi penimbunan tidak terlihat dari luar

10

operasi penimbuanani sedikit terlihat dari luar

operasi penimbunan terlihat dari luar

10

10
5

10

10
5

194

152

170

4.4.2. Metode Le Grand


Hasil pemilihan di metode SNI yaitu di alternative pertama (Kelurahan Pojok) dikaji lebih
dalam dengan metode Le Grand. Metode Le Grand menentukan kelayakan lokasi yang dipilih sebagai
-

lokasi TPA. Parameter utama yang digunakan dalam analisis ini antara lain:
Jarak antara lokasi dengan sumber air minum
Kedalaman muka air tanah terhadap dasar lahan urug
- Kemiringan hidrolis air tanah dan arah alirannya dalam hubungan dengan pusat sumber air
minum atau aliran air sungai
Permeabilitas tanah dan batuan
Sifat-sifat tanah dan batuan dalam meredam pencemaran
Jenis limbah yang akan diurug di sarana tersebut
Metode Le Grand ini terdiri dari 4 tahap, yaitu:
Tahap 1 : Deskripsi hidrogeologis lokasi
Tahap 2 : Derajat keseriusan masalah
Tahap 3 : Gabungan tahap 1 dan tahap 2
Tahap 4 : Penilaian setelah perbaikan
Diketahui dari hasil pengukuran sondir boring didapat data sebagai berikut:
- Batas lokasi landfill berjarak >500 m dari sungai
- Kedalaman muka air tanah dari data bor adalah 25 m
- Gradien kemiringan 1% menuju aliran air
- Dari analisa ayakan, campuran lempung dan pasir = 40% dan merupakan tanah
impermeable dengan ketebalan 15-19 m
Langkah 1

Karena jarak dengan badan air >500 m, maka, dari penilaian di atas diperoleh nilai 2
Langkah 2

Kedalaman dasar lahan dengan muka air tanah adalah >20 m, sehingga diperoleh nilai 2 dari
penilaian di atas.
Langkah 3

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 32

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

Kemiringan muka air tanah pada lokasi penimbunan 1% dengan arah menuju dan masuk ke
dalam aliran. Sehingga dari penilaian di atas didapat nilai 3.
Langkah 4

Kemampuan sorpsi dan permeabilitas: batuan dasar merupaka lapisan impermeable (I) dengan
lempung dan pasir 40% (<50%) dengan kedalaman 15-19 m, sehingga nilai yang didapat adalah 1.
Langkah 5
Parameter 5 yaitu tingkat keakuratan atau ketelitian data, yaitu:
A
= kepercayaan terhadap nilai parameter: akurat
B
= kepercayaan terhadap nilai parameter: cukup
C
= kepercayaan terhadap nilai parameter: tidak akurat
Karena data diperoleh dari hasil pengukuran langsung di lokasi maka tingkat kepercayaan
terhadap nilai parameter dianggap akurat, sehingga nilainya A.
Langkah 6
Paraemeter 6.1: sumber air di sekitar lokasi
W
= jika yang akan tercemar sumur
S
= jika yang akan tercemar mata air atau sungai
B
= jika yang akan tercemar daerah lain
Sumber air di sekitar lokasi yang mungkin tercemar karena adanya penimbunan ini adalah
daerah lain di sekitar seperti lahan pertanian, sehingga nilainya adalah B.
Parameter 6.2: informasi tambahan tentang calon lokasi:
C : memerlukan kondisi khusus yang memerlukan komentar
D : terdapat kerucut depresi pemompaan
E : pengukuran jarak titik tercemar dilakukan dr pinggir calon lokasi
F : lokasi berada pada daerah banjir
K : batuan dasar calon lokasi adalah karst
M : terdapat tampungan air di bawah timbunan sampah
P : lokasi mempunyai angka perkolasi yang tinggi
Q : akuifer dibawah calon lokasi adalah penting dan Rsometric
R : pola aliaran air tanah radial sampai sub radial
T : muka air tanah pada celah/retakan/rongga batuan dasae
Y : terdapat satu atau lebih akuifer tertekan
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 33

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Informasi tambahan tentang calon lokasi adalah akuifer di bawah calon lokasi adalah penting
dan sensitif (Q), dan terdapat satu atau lebih akuifer tertekan di bawahnya (Y). Nilai menjadi = QY.
Langkah 7
Rekapitulasi deskriptif hidrogeologi dari langkah langkah di atas adalah menjumlah nilai yang
diperoleh yaitu
Langkah 1
Langkah 2
Langkah 3
Langkah 4
Langkah 5
Langkah 6
Total

2
2
3
1
A
B-QY
8A-B-QY

Nilai penjumlahan tersebut dibandingkan dengan nilai standar kondisi hidrogeologi seperti pada
tabel di bawah ini
Tabel 4.7 Nilai Standar Penilaian Parameter Kondisi Hidrogeologi
Jumlah Nilai
Nilai
< 10
A
11-14
B
15-17
C
18-20
D
>20
E atau F
Dengan demikian maka site tersebut dari sisi

Keterangan
Istimewa
Sangat Baik
Baik
Cukup
Buruk/Sangat Buruk
hidrogeologi merupakan site yang istimewa

dengan nilai A.
Langkah 8

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 34

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

Gambar 4.1 Derajat Keseriusan


Tahap ini menggambarkan derajat keseriusan yang disajikan dalam bentuk matrik yang
menggabungkan kepekaan akuifer dengan tingkat bahaya limbah yang akan diurug/ditimbun. Jenis
akuifer dipilih pada ordinat sumbu-Y, yaitu mulai dari liat berpasir yang dianggap tidak sensitif
sampai batu kapur yang dianggap sangat sensitif. Sedangkan tingkat keseriusan pencemar, yang
dipilih pada absis sumbu-X, akan tergantung pada jenis limbah yang masuk, mulai dari limbah inert
yang tidak berbahaya sampai limbah B-3. Titik pertemuan garis yang ditarik dari sumbu-X dan
sumbu-Y tersebut menggambarkan derajat keseriusan pencemaran, mulai dari relatif rendah (A)
sampai sangat tinggi (I). Derajat keseriusan tersebut dibagi dalam 9 katagori. Dari data di atas, calon
lokasi mempunyai tingkat derajat keseriusan agak tinggi (E).
Langkah 9
Tahap ini merupakan penggabungan langkah 1 sampai 4 dengan langkah 8. Posisi grafis yang
digunakan pada langkah 9 digunakan kembali. Dari posisi lokasi tersebut dapat diketahui peringkat
situasi standar yang dibutuhkan agar akuifer tidak tercemar. Peringkat ini dinyatakan dalam PAR
(protection of aquifer rating). Didapatkan angka PAR 14-4 dari derajat keseriusan agak tinggi di
langkah ke 8. Hasil pengurangan PAR dari deskripsi numerik lokasi, digunakan untuk menentukan
tingkat kemungkinan pencemaran yang akan terjadi. Nilai-nilaiPAR dalam zone-zone isometrik

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 35

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
diperoleh berdasarkan pengalaman empiris yang menyatakan nilai permeabilitas serta sorpsi yang
tidak boleh terlampaui agar akuifer tidak tercemar:
Dari langkah 1 sampai 4 diperoleh nilai berturut-turut : 3-2-3-2
Dari langkah 9, diperoleh PAR = 14-4 maka penggabungannya adalah:
8

14

1
4

---------------------------------------------------- --6

-3 = -9
Tabel 4.8 Nilai Standar Penilaian Parameter Derajat Penerimaan

Nilai didapat -9 dan setelah dibandingkan dengan tabel di atas menghasilkan nilai A yang
artinya kemungkinan pencemaran sangat kecil sehingga lokasi rencan akan diterima menjadi lokasi
TPA Kota Kediri.
Langkah 10
Langkah ini digunakan bila pada lokasi dilakukan tersebut dilakukan masukan teknologi untuk
mengurangi dampak pencemaran yang mungkin terjadi, sehingga diharapkan terjadi pergeseran nilai
PAR. Perubahan dilakukan dengan memperbaiki kondisi pada langkah 8, sehingga PAR di langkah 9
juga akan berubah. Masukan teknologi yang mungkin diterapkan pada lokasi ini untuk mengurangi
potensi bahaya pencemaran antara lain :
- Desain saluran drainase di sekitar lokasi dengan baik dimana meminimalisasi air hujan yang
akan masuk ke area landfill seminimal mungkin pula.
- Pembuatan lapisan dasar (liner) yang dapat dilakukan dengan beberapa lapisan pelindung
seperti geomembran dengan tujuan agar lindi yang timbul tidak akan merembes ke dalam ailiran air
tanah
- Desain pipa lindi yang memungkinkan air lindi dapat terkumpul
- Adanya instalasi pengolahan air lindi sebelum dibuang ke badan air penerima
Sehingga secara keseluruhan dengan metode Le Grand dapat disimpulkan bahwa lokasi yang
direncanakan cukup tepat digunakan sebagai lokasi penimbunan dengan nilai A (Istimewa).

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 36

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
4. 5 Perhitungan Kebutuhan Lahan TPA
Setelah lokasi telah ditentukan, maka perhitungan luas TPA dapat ditentukan. Luas lahan TPA
ditentukan dari jumlah timbulan dan jumlah lift. Perhitungan luas lahan TPA dapat ditentukan dengan
2 cara yaitu cara cepat dan cara limas terpancung. Cara cepat digunakan untuk mendapat luas lahan
TPA secara kasar dari proyeksi timbulan hingga 10 tahun ke depan. Hasil dari cara cepat diuji lagi
dengan cara limas terpancung untuk mengetahui apakah luas zonasi penimbunan memenuhi untuk 10
tahun ke depan. Karena dengan cara limas terpancung, hasilnya lebih akurat karena dengan
memperhitungkan tanah penutupnya. Sehingga setelah menghitung dengan cara limas terpancung
didapat luas lahan TPA baru.
4.5.1

Perhitungan dengan menggunakan metode cepat

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 37

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Timbulan Sampah
Rumah Tangga Kota
Kediri tahun 2027
Timbulan Sampah
Sejenis Rumah
Tangga Kota Kediri
tahun 2027

Densitas sampah
Lepas
Volume Timbulan

86.42 ton/hari

=
=
=

2.77 ton/hari
89.18 ton/hari
89184.02 kg/hari

=
=
=

150 kg/m3
( )/""
594.5601 m3/hari

Reduksi di sumber
Volume Timbulan

=
5.00%
= Vol Timbulan ( % reduksi x vol.
= Timbulan)
564.8321 m3/hari

Persen Pelayanan
Volume Timbulan
Terlayani

=
=
=

Densitas alat angkut


Volume Timbulan di
MRF

80%
Vol.timbulan x %
pelayanan
451.8657 m3/hari

=
=
=

300 kg/m3
( )/( "" ) .
225.9328 m3/hari

Reduksi di MRF
Volume Timbulan

=
20%
= Vol Timbulan ( % reduksi x vol.
= Timbulan)
180.7463 m3/hari

Densitas di TPA
Volume yang
ditimbun di TPA

Volume yang
diinsenerasi
Volume sampah non
insenerasi
Volume Abu
Volume sampah ke
TPA
Volume timbunan per
tahun
V. Penimbunan 10
tahun
Jumlah Cell

450 kg/m3
( )/( "TPA" ) .

90.37314 m3/hari

9.037314 m3/hari

=
=

81.33582 m3/hari
0.903731 m3/hari

82.23955 m3/hari

30017.44 m3/tahun

=
=

300174.4 m3/10 tahun


2

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 38

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Volume tiap cell
Tinggi
Luas Tiap Cell

Perbandingan P: L = 2
:1
L
P
Lahan Penimbunan

Total Lahan

=
=

150087.2 m3/10 tahun


6 m
/( )

=
=
=

25014.53 m2
2.501453 Ha

=
=
=

111.8359 m
223.6718 m
50029.06 m2

=
=
=

5.029 Ha
(100 %)/(70

7.14%) Ha

Dari perhitungan metode 1 didapat hasil perhitungan bahwa sampah yang akan ditimbun untuk
kurun waktu 10 tahun sebesar 300.174 m3. Untuk menampung sampah 10 tahun tersebut didapat luas
lahan untuk zona penimbunan 5,029 dan total lahan sebesar 7,14 ha.

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 39

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
4.5.2

Perhitungan dengan menggunakan metode limas terpancung


Tabel 4.9 Perhitungan Volume Total Timbunan

Persen
Pelayan
an

Jumlah
Timbula
n
(ton/hari
)

Volume
Terlayan
i
(m3/hari
)

Reduks
i di
Sumbe
r

Volume
Setelah
Direduk
si
(m3/hari
)

Dens
itas
Alat
Angk
ut
(kg/
m3)

Jumlah
Sampa
h di
angkut
(ton/har
i)

Volume
Sampa
h di
angkut
(m3/har
i)

475.32

75%

53.47

356.48

5%

338.66

300

50.79

150

486.10

75%

54.69

364.57

5%

346.35

300

74.57

150

497.16

76%

56.68

377.84

5%

358.95

2.29

76.24

150

508.29

76%

57.95

386.30

5%

2.36

77.97

150

519.83

77%

60.04

400.27

5%

77.32

2.43

79.74

150

531.63

77%

61.40

409.35

2023

79.06

2.50

81.55

150

543.68

78%

63.61

2024

80.84

2.56

83.40

150

556.00

78%

2025

82.65

2.64

85.29

150

568.60

79%

2026

84.51

2.71

87.22

150

581.48

10

2027

86.42

2.77

89.18

150

594.56

Tahu
n

Sampah
Rumah
Tangga
(ton/hari
)

Sampah
Sejenis
Rumah
Tangga
(ton/hari
)

Jumlah
Timbula
n
(ton/hari
)

Densita
s
Sampa
h Lepas
(kg/m3)

Volume
Timbula
n
(m3/hari
)

Kons

2017

69.17

2.12

71.30

150

2018

70.73

2.18

72.91

2019

72.32

2.25

2020

73.95

2021

75.62

2022

6
7
8

Tahun
ke

Reduk
si di
MRF

Jumlah
Sampa
h di
MRF
(ton/har
i)

Volume
Sampah
di MRF
(m3/hari
)

Densita
s TPA
(kg/m3)

169.33

10%

45.72

152.39

450

51.95

173.17

11%

46.24

154.12

450

300

53.84

179.47

12%

47.38

157.93

450

366.99

300

55.048

183.49

13%

47.89

159.64

450

380.26

300

57.038

190.12

14%

49.05

163.51

450

5%

388.88

300

58.33

194.44

15%

49.58

165.27

450

424.07

5%

402.87

300

60.43

201.43

16%

50.76

169.20

450

65.05

433.68

5%

412.00

300

61.79

206.00

17%

51.29

170.98

450

67.38

449.19

5%

426.74

300

64.01

213.36

18%

52.49

174.96

450

79%

68.91

459.36

5%

436.40

300

65.45

218.19

19%

53.02

176.74

450

80%

71.35

475.64

5%

451.87

300

67.77

225.93

20%

54.22

180.74

450

FS
DED

Sumber : Hasil Perhitungan

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 40

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Tabel 4.10 Perhitungan Volume Total Timbunan (Lanjutan)

Volume
Abu
(m3/hari
)

Jumlah
sampah
yang
dilandfill
(Non
inseneras
i + abu)

Volume
sampah
yang
dilandfill
(Non
insenera
si + abu)

Massa
Tanah
galian
(ton/hari
)

Volume
Tanah
galian
(m3/hari
)

Massa
Total
(ton/hari
)

Volume
Total
(m3/hari
)

Volume
Total
(m3/tahun
)

Massa
tahunan(ton
/tahun)

Akumul
asi
Massa
Sampah

Akumulasi
Volume
Sampah

0.457

1.016

41.605

92.455

8.321

18.491

49.926

110.94

40495.3

18222.914

18222.9

40495

0.462

1.027

42.076

93.502

8.415

18.700

50.491

112.20

40953.7

18429.170

36652.0

81449

Volume
sampah
di TPA
(m3/hari
)

Jumlah
Sampah
di
Inseneras
i
(ton/hari)

Volume
sampah
di
inseneras
i
(m3/hari)

Jumlah
Sampah
non
inseneras
i
(ton/hari)

Volume
sampah
non
inseneras
i
(m3/hari)

Jumlah
Sampa
h abu
(ton/ha
ri)

101.59

4.572

10.160

41.148

91.439

102.74

4.624

10.275

41.613

92.474

105.29

4.738

10.529

42.643

94.763

0.474

1.053

43.117

95.816

8.623

19.163

51.741

114.97

41967.3

18885.303

55537.3

123416

106.42

4.789

10.643

43.103

95.784

0.479

1.064

43.582

96.848

8.716

19.370

52.298

116.21

42419.5

19088.811

74626.1

165835

109.00

4.905

10.901

44.148

98.106

0.491

1.090

44.638

99.196

8.928

19.839

53.566

119.03

43448.0

19551.618

94177.8

209284

110.18

4.958

11.018

44.624

99.165

0.496

1.102

45.120

100.267

9.024

20.053

54.144

120.32

43917.0

19762.687

113940

253201

112.80

5.076

11.280

45.685

101.523

0.508

1.128

46.193

102.651

9.239

20.530

55.431

123.18

44961.0

20232.455

134172

298162

113.98

5.129

11.399

46.165

102.588

0.513

1.140

46.677

103.728

9.335

20.746

56.013

124.47

45432.7

20444.732

154617

343594

116.64

5.249

11.664

47.240

104.977

0.525

1.166

47.765

106.143

9.553

21.229

57.317

127.37

46490.7

20920.860

175538

390085

117.82

5.302

11.783

47.720

106.045

0.530

1.178

48.250

107.223

9.650

21.445

57.900

128.66

46963.7

21133.670

196672

437049

120.49

5.422

12.050

48.801

108.448

0.542

1.205

49.344

109.653

9.869

21.931

59.212

131.58

48027.9

21612.555

218284

485077

Sumber : Hasil Perhitungan

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 41

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Dari perhitungan menggunakan metode kedua diasumsikan luas masing-masing sel dianggap sama apabila dari volume sampah 10 tahun sebesar 485.077 m3 dibagi
dengan tinggi tumpukan sebesar 6 meter didapat luas lahan yang dibutuhkan untuk kedua sel sebesar 40.423,1 m2. Apabila luas sel dibagi rata sama besar maka panjang dan
lebar tiap sel sebesar 284 meter dan 142 meter dengan perbandingan panjang : lebar = 2 : 1. Setelah itu dilakukan perhitungan volume masing-masing zona (sel).

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 42

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Tabel 4.11 Perhitungan Lift Sel (Zona) 1
Lift-1 (GALIAN kebawah H= 1 m)
Kana
n
Panjang
Lebar

13
9
28
1

Ki
ri
1.
1.5
5

3456
0
3780
8
3617
2

m
2
m
2
m
3

4032
8
3780
8
3906
1

m
2
m
2
m
3

4032
8
3780
8
3906
1

m
2
m
2
m
3

3780
8
3456
0
3617
2

m
2
m
2
m
3

3536
0
3220
8
3377
2

m
2
m
2
m
3

Volume

3372
8
3062
4
3216
4

m
2
m
2
m
3

luas alas
luas area
atas

3138
8
2838
0

m
2
m
2

luas alas
luas area
atas
Volume

Lift-2 (GALIAN kebawah H= 1 m)


Panjang
Lebar

14
2
28
4

1.5

1.
5

luas alas
luas area
atas
Volume

Lift-1 ( diatas galian tinggi = 1 m)


Panjang
Lebar

14
2
28
4

luas alas
luas area
atas
Volume

Lift-2 ( diatas galian tinggi = 1 m)


Panjang
Lebar

13
6
27
8

luas alas
luas area
atas
Volume

Lift-3 ( diatas galian tinggi = 1 m)


Panjang
Lebar

13
0
27
2

luas alas
luas area
atas
Volume

Lift-4 ( diatas galian tinggi = 1 m)


Panjang
Lebar

12
4
27
2

luas alas
luas area
atas

Lift-5 ( diatas galian tinggi = 1 m)


Panjang
Lebar
Adelia Puspita Sari [3312100084]

11
8
26
6
Page 43

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Volume

2987 m
1 3

Dari volume masing-masing lift didapatkan volume akumulasi pada Sel (zona) 1 adalah sebesar
246.273 m3
Tabel 4.12 Perhitungan Lift Sel (Zona) 2
Lift-1 (GALIAN kebawah H= 1 m)
Kana
n
Panjang
Lebar

13
9
28
1

Ki
ri
1.
1.5
5

3456
0
3780
8
3617
2

m
2
m
2
m
3

4032
8
3780
8
3906
1

m
2
m
2
m
3

4032
8
3780
8
3906
1

m
2
m
2
m
3

3780
8
3456
0
3617
2

m
2
m
2
m
3

Volume

3536
0
3220
8
3377
2

m
2
m
2
m
3

luas alas
luas area
atas

3298
4
2992
8

m
2
m
2

luas alas
luas area
atas
Volume

Lift-2 (GALIAN kebawah H= 1 m)


Panjang
Lebar

14
2
28
4

1.5

1.
5

luas alas
luas area
atas
Volume

Lift-1 ( diatas galian tinggi = 1 m)


Panjang
Lebar

14
2
28
4

luas alas
luas area
atas
Volume

Lift-2 ( diatas galian tinggi = 1 m)


Panjang
Lebar

13
6
27
8

luas alas
luas area
atas
Volume

Lift-3 ( diatas galian tinggi = 1 m)


Panjang
Lebar

13
0
27
2

luas alas
luas area
atas

Lift-4 ( diatas galian tinggi = 1 m)


Panjang
Lebar
Adelia Puspita Sari [3312100084]

12
4
26
6
Page 44

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Volume

3144 m
4 3

Lift-5 ( diatas galian tinggi = 1 m)


11
8
26
0

Panjang
Lebar

luas alas
luas area
atas
Volume

3068
0
2772
0
2918
7

m
2
m
2
m
3

Sedangkan untuk Sel (zona) 2 perhitungan dilakukan dengan metode yang sama dengan perhitungan
sel (zona) 1 didapatkan volume akumulasi 244.869 m 3.
Setelah dilakukan perhitungan didapatkan hasil total volume kedua sel sebesar 491.142 m3
dimana melampaui jumlah total timbunan untuk 10 tahun perencanaan. Luas lahan yang dibutuhkan
apabila tinggi kedua sel adalah 6 meter didapatkan luas lahan total untuk kedua sel adalah 80751,1 m2
atau 8,07 ha. Apabila diasumsikan luas lahan total TPA adalah 100/70 dari luas sel maka luas lahan
total TPA yang dibutuhkan adalah sebesar 11,53 ha.
Berikut ini merupakan rincian serta perhitungan kasar penggunaan lahan utilitas :

Area IPL
Nama Unit
sumur pengumpul

Luas Lahan
3.8
m2

kolam anaerobik

487.73

m2

kolam fakultatif

528.63

m2

kolam maturasi

660.79

m2

Total Luas

1680.9

m2

Jalur Masuk (gerbang)


Pos jaga
Jembatan Timbang
Pool
Lahan Parkir Motor dan Mobil

Kantor

Laboratorium

Rumah Genset

Menara Air

Lahan Parkir Alat Berat dan Bengkel

Adelia Puspita Sari [3312100084]

= 10 m x 1 m = 10 m
= 2 m x 2 m = 4 m2
= 4 m x 2 m = 8 m2
= 30 m x 20 m = 600 m2
= 10 m x 12 m
= 120 m2
= 10 m x 20 m4
= 200 m2
= 10 m x 8 m
= 80 m2
=6mx6m
= 36 m2
=2mx2m
= 4 m2

Page 45

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
= 17 m x 7 m
= 119 m2

Lahan Pencucian Truk Sampah

= 15 m x 20 m
= 300 m2
Area Stok Tanah Penutup
:
o Volume Tanah penutup yang diperlukan
o

Ketinggian timbunan tanah penutup

= 21.931 m3/hari
= 21.931m3/hari x 14 hari
= 307,02 m3/2 minggu
=2m

Luas yang diperlukan

Dimensi Luas untuk Stok Tanah Peutup

= 153,51 m2
= 10 m x 16 m

Sumur Monitoring(diameter)
o Jumlah Sumur
Total
Total kebutuhan lahan untuk utilitas

307,02 m3 /2minggu
2m

= 1 m2
=3
= 3 m2
2
2
= 1680.9 m + 1584 m + 153,51 m2
= 3418,41 m2

4.6 Rencana Sistem Drainase


Perhitungan dimensi saluran drainase diawali dengan menentukan blok dan koefisien
pengaliran. Penentuan blok berfungsi untuk mempermudah perhitungan dan pembuatan jaringan.
Pada perencanaan ini dibuat 12 jalur untuk melayani luas lahan total + 12 Ha. Koefisien pengaliran
(Cr) yang digunakan adalah 10% atau 0,1 yaitu untuk lahan kosong/terlantar.
Tabel 4.13 Koefisien Pengaliran
Komponen Lahan
Jalan: Aspal
Beton
Bata/ Paving
Atap
Lahan Berumput: -Tanah Berpasir, landai (2%)
-Tanah Berpasir, curam (7%)
-Tanah Berat, landai (2%)
-Tanah Berat, curam (7%)
Daerah Perdagangan: -Penting, padat
-Kurang padat
Area Permukiman: -Perumahan Tunggal
-Perumahan kopel Berjauhan
-Perumahan Koper Berdekatan
-Perumahan Pinngir Kota
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 46

Koefisien C (%)
70-95
80-95
70-85
75-95
5-10
15-20
13-17
25-35
70-95
50-70
30-50
40-60
60-75
25-40

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
-Apartemen
Area Industri: -Ringan
-Berat
Taman dan Makan
Taman Bermain
Lahan Kosong/ Terlantar
Sumber : Design and Construction of Sanitery and Storm Sewer

50-70
50-80
60-90
10-25
20-35
10-30

Untuk perhitungan debit limpasan, digunakan metode rasional. Metode ini hanya berlaku
untuk menghitung limpasan hujan untuk daerah aliran sampai dengan 80 Ha, sedangkan untuk daerah
yang lebih luas digunakan metode rasional yang dimodifikasi.
Metode rasional
Q = 100 / 36 . C . I . A
Metode rasional yang dimodifikasi
Q = 100 / 36 . Cs . I . A . C
Dimana : Q = debit aliran (m3/det)
C = koefisien pengaliran, nilainya berbedabeda sesuai dengan tata guna lahan dan
faktorfaktor yang berkaitan dengan aliran permukaan di dalam sungai terutama kelembaban tanah.
Harga C biasanya diambil untuk tanah jenuh pada waktu permulaan hujan. Beberapa harga C untuk
tata guna lahan tertentu dapat dilihat pada tabel terlampir.
Cs =

Cs
I

A =

koefisien penampungan atau storage coefficient.

2tc

2tc td

rata rata intensitas hujan (m/jam)


luas daerah tangkap (Ha)

Waktu yang diperlukan air hujan dalam saluran untuk mengalir sampai ke titik pengamatan
(td) ditentukan oleh karakteristik hidrolis di dalam saluran dimana rumus pendekatannya adalah :

td
Dimana

L
V

= panjang saluran (m)

V = kecepatan aliran (m/det)


Untuk mencari nilai V dapat digunakan rumus kecepatan Manning sebagai berikut :
2

1
V R 3 S2
n
Dimana

= harga kekasaran saluran

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 47

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
R = radius hidrolis
S

= kemiringan medan / slope (m/m)

Rumus Manning tersebut dianjurkan untuk dipakai dalam saluran buatan atau dengan
pasangan (lining). Untuk saluran alami, dianjurkan untuk memakai rumus kecepatan de Chezy.
Koefisien pengaliran (c) merupakan jumlah hujan yang jatuh dengan mengalir sebagai
limpasan dari hujan, dalam permukaan tanah tertentu. Faktorfaktor yang mempengaruhi harga
koefisien pengaliran ini adalah adanya infiltrasi dan tampungan hujan pada tanah, sehingga
mempengaruhi jumlah air hujan yang mengalir. Penerapan koefisien pengaliran (c) dalam pemakaian
metode rasional, disesuaikan dengan tata guna lahan dari rencana pengembangan tanah atau daerah
setempat.
Air hujan yang jatuh di suatu tempat pada daerah aliran sungai memerlukan waktu untuk
mengalir sampai pada titik pengamatan. Lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik
pengamatan oleh air hujan yang jatuh di tempat terjauh dari titik pengamatan disebut waktu
konsentrasi atau time of concentration (tc). Waktu konsentrasi merupakan penjumlahan antara waktu
yang dibutuhkan oleh air hujan yang jatuh di daerah pematusan untuk masuk kedalam saluran (t o)
dengan waktu yang dibutuhkan oleh air yang masuk ke dalam saluran untuk mengalir sampai ke titik
pengamatan (td) sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut :
tc = to + td
Waktu yang dibutuhkan oleh air hujan yang jatuh di daerah pematusan untuk masuk ke dalam
saluran (to), dipengaruhi oleh :
1. Kekasaran permukaan tanah yang dilewati dapat menghambat pengaliran
2. Kemiringan tanah mempengaruhi kecepatan pengaliran di atas permukan
3. Adanya lekukan pada tanah menghambat dan mengurangi jumlah air yang mengalir
4. Ukuran luas daerah aliran dan karak dari street inlet juga berpengaruh terhadap lamanya
waktu pengaliran tersebut.
Dalam mencari besarnya to pada perhitungan kapasitas saluran dapat digunakan beberapa
rumus di bawah ini :
1.

Berlaku untuk daerah pengaliran dengan tali air sepanjang 300 m


1

to

3,26 Li c Lo 2

Dimana :

1
3

So

to = waktu limpasan (menit)


c

= angka pengaliran

Lo = panjag limpasan (m)


So = kemiringan medan/slope (m/m)
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 48

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
2.

Berlaku untuk daerah dengan panjang tali air sampai dengan 1000 m

to

108n Lo

1
3

1
5

So

Dimana :

to = waktu limpasan (menit)


n

= harga kekasaran permukaan tanah

Lo = panjang limpasan (m)


So = kemiringan medan / slope (m/m)
3.

Berlaku untuk umum, baik untuk limpasan maupun waktu konsentrasi

tc

92,7 L
A 0,1 Sr 0,2

Dimana :

tc

= waktu konsentrasi (menit)

= jumlah panjang (ekivalen) aliran (Km)

A = luas daerah pengaliran kumulatif (Ha)


Sr = kemiringan / slope ratarata (m/m)
Rumus diatas lebih cocok jika digunakan untuk daerah aliran dengan sebagian besar
salurannya terbuka dan limpasan air masuk ke sepanjang tepinya.
4.

Waktu untuk mengalir dalam saluran (td)

td

L
V

(detik)

atau
td

Dimana :

L 1

V 60

(menit)

= panjang saluran (m)

V = kecepatan aliran (m/detik)


Untuk mengetahui debit limpasan perlu diketahui bentuk dan jenis saluran yang direncanakan.
Dalam perencanaan ini digunakan saluran terbuka berbentuk trapesium yang terbuat dari pasangan
batu kali. Untuk saluran sekunder ke primer perhitungan debit limpasan menggunakan PUH 25 tahun
dengan alasan untuk menangani resiko besar (sesuai dengan ketentuan PUH berbagai saluran menurut
PU. Ciptakarya)
Contoh perhitungan pada saluran A-B

Panjang limpasan terjauh (Lo)

= 355m

Beda tinggi muka tanah dengan limpasan terjauh (Ho)

=7m

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 49

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

Slope limpasan (So)

= 7 / 355
= 0,019 m

Panjang saluran (Ld)

= 177 m

vasumsi

= 2,5 m/detik

Luas (A)

Cr

= 0,25 Ha
= 0,1

Maka:
=

108 x n x Lo1/ 3
So1,385

b. td

Ld
V asumsi

0,177
2,5

c. tc

= to + td = 41,11 menit + 0,1667 menit = 41,278 menit

a. to

108 x 0,025 x 3551/ 3


0,0191,385

= 41,11 menit

= 0,1667 menit

d. Intensitas hujan yang digunakan adalah Intensitas Metode I dengan menggunakan PUH 10
tahun;
I

190,88
= t +0,59

190,88
= 41,278+0,59

= 27,08 mm/jam

e. Karena A yang terlayani <80 Ha, maka tidak digunakan nilai Cs, Sehingga perhitungan debit
adalah :
Q

100
x Cr x I x A x 1000 =
36

100
x 0,56 x 27,08 x 0,2525 x 1000 =
36

0,00107 m3/detik
Untuk perhitungan masing-masing jalur disajikan dalam tabel di bawah ini :
Tabel 4.14 Keterangan Jalur Drainase
Salura
n
A-B
B-C
C-D
D-A
E-F
F-G

Tipe
Daerah
Pengaliran
Lahan
Kosong
Lahan
Kosong
Lahan
Kosong
Lahan
Kosong
Lahan
Kosong
Lahan

%
Luas

Cr

100%

100%

Area

Zona 2
1

100%

100%

100%

100%

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 50

Zona 1

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

G-H
H-E
K-L
M-N
O-P
P-Q

Kosong
Lahan
Kosong
Lahan
Kosong
Lahan
Kosong
Lahan
Kosong
Lahan
Kosong
Lahan
Kosong

100%

100%

100%

100%

100%

100%

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 51

Jalan Bangunan
Penunjang

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Tabel 4.15 Perhitungan Debit Saluran Drainase

Salu
ran

A-B
B-C
C-D
D-A
E-F
F-G
G-H
H-E
K-L
M-N
O-P

L
o
(
m
)
2
8
4
1
4
2
2
8
4
1
4
2
2
8
4
1
4
2
2
8
4
1
4
2
1
4
2
1
3
2
4
6

Lo
(k
m)

0.2
84
0.1
42
0.2
84
0.1
42
0.2
84
0.1
42
0.2
84
0.1
42
0.1
42
0.1
32
0.0
46

Lu
as
blo
C k
(k
m2
)
1

30

32.
13

56.
1

40.
32

42.
1

5.3
4

42.
6

14.
2

63.
9

1
1

26.
4
3.6
8

Perse
ntase
Blok

Lu
as
(k
m2
)

Lu
as
(ha
)

100%

30

0.3

100%

32.
13

0.3
213

100%

56.
1

0.5
61

100%

40.
32

0.4
032

100%

42.
1

0.4
21

100%

5.3
4

0.0
534

100%

42.
6

0.4
26

100%

14.
2

0.1
42

100%

63.
9

0.6
39

26.
4
3.6
8

0.2
64
0.0
368

100%
100%

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Ele
vas
i
aw
al

92.5
93.2
93.2
87.9
93.5
95.7
95.7
88
87.8
87.7
87.5

Page 52

Ele
vas
i
akh
ir

87.5
92.5
87.9
87.5
87.9
93.5
88
87.9
87.7
87.5
87.4

H
o

5
0
.
7
5
.
3
0
.
4
5
.
6
2
.
2
7
.
7
0
.
1
0
.
1
0
.
2
0
.

So

Ld
(k
m)

0.0176
0563

0.1
42

0.0049
2958

0.0
71

0.0186
6197

0.1
42

0.0028
169

0.0
71

0.0197
1831

0.1
42

0.0154
9296

0.0
71

0.0271
1268

0.1
42

0.0007
0423

0.0
71

0.0007
0423

0.0
71

0.0015
1515
0.0021
7391

0.0
66
0.0
23

0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25

to
(men
it)

v
asu
msi

td
(men
it)

tc
(meni
t)

I
(mm/j
am)

Cs

Q
(m3/dt
k)

39.06
866

1.183
333

40.25
199

98.223
6507

0.82994
461

0.06793
3491

40.09
193

0.591
667

40.68
3598

97.671
0023

0.82763
0572

0.07214
569

38.61
6

1.183
333

39.79
9336

98.810
0078

0.83236
6927

0.12816
6968

44.83
99

0.591
667

45.43
1562

91.978
0785

0.80194
4228

0.08261
2644

38.19
31

1.183
333

39.37
6431

99.364
1887

0.83462
5638

0.09698
4249

31.88
541

0.591
667

32.47
708

109.37
1573

0.87072
267

0.01412
6126

35.83
64

1.183
333

37.01
973

102.56
9959

0.84712
6759

0.10281
9546

59.16
66

0.591
667

59.75
8263

78.220
8467

0.72359
7247

0.02232
5709

59.16
66

0.591
667

59.75
8263

78.220
8467

0.72359
7247

0.10046
5691

49.55
209
32.55
558

2
0.55
0.191
667

50.10
2087
32.74
7245

86.990
3901
108.94
1931

0.77641
2684
0.86934
0859

0.04952
9658
0.00968
1229

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

P-Q

2
0

0.0
2

100%

Adelia Puspita Sari [3312100084]

0.0
2

87.4

Page 53

87

1
0
.
4

0.02

0.0
1

0.0
25

15.86
71

0.083
333

15.95
0437

144.14
7025

0.94757
362

0.00758
8329

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Pada perencanaan saluran drainase ini, akan diterapkan suatu saluran terbuka dengan
bentuk trapesium untuk saluran sekunder. Hal ini dikarenakan saluran trapesium lebih kuat dan tahan
lama. Saluran berbentuk trapesium ini direncanakan berdasarkan penampang hidrolis optimum yang
berarti suatu luas penampang akan memiliki daya tampung yang maksimum.Adapun bentuk dari
saluran trapesium yang direncanakan seperti yang terlihat pada Gambar 4.4

Gambar 4. 2Bentuk saluran drainase trapesium

b2

2b1
=

b1

2
3

3h 2
A =

2 3h
P

Dimana

: b1 = lebar bawah saluran trapesium (m)


b2 = lebar atas saluran trapesium (m)
h

= tinggi air (m)

A
3h 2 1

h
P 2 3h 2
R =

h
2
R =
Dimana : R
A

= jari-jari hidrolis
= luas penampang basah saluran (m2)

= keliling basah saluran (m)

= vxA

Berdasarkan persamaan Manning


Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 54

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
2

1 3 2
R S
n

1 3 2
R S
n
Q

.A

1 h

n 2

S2

Q.n

2
3

3h 2

1,09. S

Slope yang digunakan untuk perencanaan ini sedapat mungkin mengikuti slope medan yang
ada. Namun hal tersebut juga harus dilakukan pengecekan terhadap kecepatan yang terjadi pada
saluran yaitu antara 0,6-3,0 m/detik.
Sd

= Hd : Ld

Fb (Freeboard saluran)
Fb

= 0,3 m

h total saluran = Fb + h air

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 55

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Tabel 4.16 Perhitungan Dimensi Saluran Drainase
Salu
ran
A-B
B-C
C-D
D-A
E-F
F-G
G-H
H-E
K-L
M-N
O-P
P-Q

n
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25
0.0
25

Ld
(m)

Ld
(km)

23

0.14
2
0.07
1
0.14
2
0.07
1
0.14
2
0.07
1
0.14
2
0.07
1
0.07
1
0.06
6
0.02
3

10

0.01

142
71
142
71
142
71
142
71
71
66

elevasi
tanah
aw
ak
al
hir
92.
87.
5
5
93.
92.
2
5
93.
87.
2
9
87.
87.
9
5
93.
87.
5
9
95.
93.
7
5
95.
7
88
87.
88
9
87.
87.
8
7
87.
87.
7
5
87.
87.
5
4
87.
4
87

Adelia Puspita Sari [3312100084]

H
d
5
0.
7
5.
3
0.
4
5.
6
2.
2
7.
7
0.
1
0.
1
0.
2
0.
1
0.
4

Sd
0.035
211
0.009
859
0.037
324
0.005
634
0.039
437
0.030
986
0.054
225
0.001
408
0.001
408
0.003
03
0.004
348
0.04

Page 56

Q
0.067
933
0.072
146
0.128
167
0.082
613
0.096
984
0.014
126
0.102
82
0.022
326
0.100
466
0.049
53
0.009
681
0.007
588

Vasu
msi
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2

h
air

0.15
72
0.20
42
0.19
73
0.23
86
0.17
59
0.08
94
0.16
94
0.18
94
0.33
29
0.22
12
0.11
21
0.06
75

0.31
44
0.40
83
0.39
46
0.47
71
0.35
18
0.17
87
0.33
87
0.37
88
0.66
58
0.44
24
0.22
42
0.13
50

A
0.04
94
0.08
34
0.07
79
0.11
38
0.06
19
0.01
60
0.05
74
0.07
17
0.22
17
0.09
79
0.02
51
0.00
91

R
0.07
86
0.10
21
0.09
87
0.11
93
0.08
79
0.04
47
0.08
47
0.09
47
0.16
65
0.11
06
0.05
60
0.03
37

Vce
k

1.36
57
0.86
09
1.63
72
0.72
24
1.55
83
0.87
74
1.78
15
0.30
95
0.45
16
0.50
36
0.38
25
0.82
59

0.24
00
0.24
00
0.24
00
0.24
00
0.24
00
0.24
00
0.24
00
0.24
00
0.24
00
0.24
00
0.24
00
0.24
00

Fb
1.23
55
1.08
42
1.10
29
1.00
30
1.16
81
1.63
88
1.19
04
1.12
57
0.84
91
1.04
16
1.46
33
1.88
60

Hsalu
ran

Asalu
ran

(m)

(m )

1.392
7
1.288
4
1.300
2
1.241
6
1.344
0
1.728
2
1.359
8
1.315
1
1.182
0
1.262
8
1.575
4
1.953
4

0.437
9
0.526
1
0.513
1
0.592
4
0.472
8
0.308
9
0.460
6
0.498
2
0.787
0
0.558
7
0.353
1
0.263
6

Q sal
max
0.5981
0.4529
0.8400
0.4279
0.7368
0.2710
0.8206
0.1542
0.3554
0.2814
0.1351
0.2177

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
BAB V
KONSEP DAN KRITERIA PERENCANAAN TPA
5. 1. Proses Degradasi Sampah
Landfill gas dihasilkan dari proses dekomposisi sampah yang tertimbun di dalam landfill oleh
aktivitas mikroorganisme. Proses dekomposisi berlangsung secara anaerobik dengan melalui beberapa
tahapan yaitu :
a. Hydrolisis yaitu pemecahan rantai karbon panjang menjadi rantai karbon yang lebih
sederhana pada proses degradasi sampah oleh mikroorganisme.
b. Acidogenesis, dari senyawa dengan rantai karbon yang lebih pendek dirubah menjadi asam
asam organik akibat adanya aktivitas dari mikroorgansime acidogen.
c. Methanogenesis, adalah tahap degradasi yang menghasilkan gas methan dan gas lain akibat
aktivitas mikrooganisme pembentuk methan

Gambar 5.1 Tahapan Proses Dekomposisi Sampah dan Pembentukan Gas pada Landfill
Proses dekomposisi sampah secara anerobik seperti yang disebutkan diatas akan membentuk
gas. Komposisi gas yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh mikroorganisme yang mendekomposisi
sampah dan secara umum gas yang dihasilkan sangat tekait dengan fase-fase penguraian sampah
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 57

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
secara anerobik (Gambar 5.1). Pada tahap awal disebut dengan fase aerobik, dimana terjadi saat awal
penimbunan sampah di TPA dan oksigen masih ada di dalam tumpukan sampah. Fase kedua dan
ketiga disebut dengan fase transisi asam yang terkait erat dengan proses acidogenesis dan mulai
terbentuk gas CO2. Gas mulai terbentuk pada tahap metagonesis yaitu fase ke-4 yang menghasilkan
CH 4 dan CO2. Fase ke-5 adalah fase pematangan dimana sampah sudah menjadi produk yang lebih
stabil.
Produksi gas yang dihasilkan pada landfill sangat bergantung dari komposisi sampah yang
ada. Timbulan gas landfill akan dihitung berdasarkan berat kering masingmasing komposisi sampah,
dimana persamaan timbulannya diperoleh dari persamaan kimia sebagai berikut:
CaHbOcNd +

4 ab2 c+3 d
4

4 a+ b2 c3 d
H2O
8

CH4 +

4 ab+2 c +3 d
8

CO2 +

NH3

Secara teoritis berdasarkan reaksi kimia ini maka gas CH4 dan CO2 merupakan gas yang paling
dominan dihasilkan dari proses degradasi sampah secara anerobik ini. Jumlah atau produksi gas yang
dihasilkan sangat tergantung dari beberapa faktor yaitu:

Unsur-unsur pembentukan sampah seperti karbon, hidrogen dan nitrogen serta oksigen yang

diperoleh dari analysis karakteristik sampah yaitu ultimate analysis.


Tergantung dari kecepatan degradasi sampah yang dibedakan atas sampah yang cepat terurai
dan lambat terurai. Waktu untuk penguraian bahan organik yg mudah terurai adalah 5 tahun,
sedangkan waktu penguraian bahan organik yang lambat terurai adalah 15 tahun
Karakteristik gas yang dihasilkan dari proses dekomposisi sampah ditentukan oleh

karakteristik sampah yang ditimbun. Unsur-unsur pokok gas yang timbul dari hasil dekomposisi
sampah dapat dilihat pada Tabel 1. Komposisi terbesar dari gas yang dihasilkan adalah gas methan
(CH4) dan karbon diokasida (CO2). Gas-gas ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi yang
sangat potensial dan jika tidak dikelola dengan baik juga akan menimbulkan pencemaran.

5. 2. Perhitungan Produksi Gas dan Lindi


5.2.1 Perhitungan Produksi Gas
Daley (1981) melakukan studi untuk menentukan jumlah gas TPA maksimum yang dapat
dihasilkan dari sampah kota. Studi tersebut melaporkan bahwa jumlah gas metan maksimum yang
dapat dihasilkan dari tiap kg sampah adalah bervariasi antara 0,12-0,45 m 3. Dari jumlah gas
maksimum. diperkirakan hanya seperempat yang dapat dikumpulkan karena sebagian gas lolos dan
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 58

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
karena penguraian yang tidak sempurna. Produksi metan sangat bervariasi bergantung pada
karakteristik sampah dan kondisi di landfill tersebut. Shumaher (1983) memberikan nilai 0,04 cuft/lb
sampah/tahun. Typical 0.04 ft3/lb sampah (0.0025 m3/kg).
Pada umumnya, jumlah metan yang terkandung di dalam gas tersebut antara 40-60%, jumlah
gas metan dan karbondioksida mencapai 90-99%, sedangkan sisanya antara 110% terdiri dari
nitrogen, H2S, H2O dan CH3SH (mercaptans) (Van den Broek, 1985). Dalam beberapa kasus, gas
metan yang dihasilkan tidak mencapai tingkat yang memadai hingga 2 sampai 4 tahun setelah lahan
urug ditutup.
Setelah didapatkan produksi gas per kg sampah dari perhitungan sebelumnya kemudian
dihitung laju produksi gas per tahun dan produksi gas per tahun untuk per kg sampah. Perhitungan ini
menggunakan metode segitiga sesuai Gambar 5.1 di atas. Gambar 5.1 menunjukkan laju produksi gas
maksimum untuk sampah cepat terurai pada tahun pertama. Sedangkan laju produksi gas maksimum
untuk sampah cepat terurai pada tahun kelima. Sebelum melakukan perhitungan laju produksi gas dan
produksi gas per tahun ditentukan perhitungan untuk menentukan rumus senyawa sampah yang akan
ditimbun berdasarkan tabel komposisi unsur sampah dan kadar air masing masing komposisi pada
Tabel 5.1 dan Tabel 5.2
Tabel 5.1 Komposisi Unsur pada Sampah
Persen berat (kering) %
Tipe Sampah
C
Food and food product
Fats
Food waste (mixed)
Fruit waste
Meat waste
Paper product
Cardboard
Magazines
Newsprint
Paper (mixed)
Waxed Carton
Plastics
Plastics (mixed)
Polyethylene
Polystyrene
Polyurethane
Adelia Puspita Sari [3312100084]

Ash

73.0

11.5

14.8

0.4

0.1

0.2

48.0
48.5
59.6

6.4
6.2
9.4

57.6
39.5
24.7

2.6
1.4
1.2

0.4
0.2
0.2

5.0
4.2
4.5

43.0
32.9
49.1
43.3

5.9
5.0
6.1
5.8

44.8
38.8
43.0
44.3

0.3
0.1
0.1
0.3

0.2
0.1
0.2
0.2

5.0
23.3
1.5
6.0

59.2

9.3

30.1

0.1

0.1

1.2

60.0
85.2
87.1
63.3

7.2
14.2
8.4
6.3

22.8
0.0
4.0
17.6

0.0
0.1
0.2
6.0

0.0
0.1
0.0
0.1

10.0
0.4
0.3
4.5

Page 59

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Polyvinyl chloride
Textile, rubber, leather
Textile
Rubber
Leather

45.2

5.6

1.6

0.1

0.1

2.0

48.0
69.7

6.4
8.7

40.0
0.0

22.0
0.0

0.2
1.6

3.2
20.0

50.0

8.0

11.6

10.0

0.4

20.0

48.0
50.1
49.6
49.5
48.1

6.0
6.4
6.1
6.0
5.8

38.0
42.3
43.2
42.7
45.5

3.4
0.1
0.1
0.2
0.1

0.3
0.1
0.1
0.1
0.1

6.3
1.9
0.9
1.5
0.4

0.5
4.5

0.1
0.6

0.4
4.3

0.1
0.1

0.0
0.0

98.9
90.5

24.3
66.9
44.7

3.0
9.6
6.2

4.0
5.2
38.4

0.5
2.0
0.7

0.2
0.0
0.1

68.0
16.3
9.9

Wood, trees, etc


Yard wastes
Wood (green timber)
Hardwood
Wood (mixed)
Wood chips (mixed)
Glass, metals, etc
Glass and minerals
Metals (mixed)
Miscellaneous
Office sweepings
Oil and paints
Refuse-derived fuel (RDF)
(sumber : Tchobanoglous, 1993)

Tabel 5.2 Klasifikasi Persentase berdasarkan Komposisi, Jenis, dan Kadar Air
Jenis
Sampah

Organik
cepat terurai

Anorganik

Organik lama
terurai

Komponen
Sampah
Sampah
Organik
Kertas
Daun-daun
Logam
Kaca/gelas
Lain-lain
Plastik
Kayu/halama
n
Kain/tekstil
Karet

Persenta
se
Komposi
si

Kadar
Air

75.95%
7.68%
2.14%
0.72%
0.48%
3.83%
7.91%

70.00%
10.20%
30.00%
3.00%
2.00%
15.00%
0.20%

0.59%
0.53%
0.17%

60.00%
10.00%
1.20%

Dari data pada tabel diatas ditentukan berat sampah tiap unsurnya untuk mendapatkan rumus
senyawa unsur sampah. Perhitungan dilakukan berdasarkan jenis komposisi sampah sesuai pada tabel
5.2, didapatkan data hasil perhitungan sebagai berikut

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 60

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Tabel 5.3 Persen Berat Unsur Berdasarkan Komposisi Sampah
Persen berat (kering)
Komponen
Sampah

Jenis Sampah

Sampah
Organik
Organik cepat
terurai

Kertas
Daun-daun

TOTAL
Logam
Anorganik

Kaca/gelas
Lain-lain
TOTAL
Plastik

Organik lama
terurai

Berat
basah
(kg)

Berat
kering (kg)

Ash

552734
3.1
492310.
5
518188
4.2
601965
3.6

4974608
8.1
3760233
.5
3281859
9.8
5350632
1.6

224548
3.1
293640
1.0
227094
7.5

34545
8.9
16976.
2
25909
4.2
36243
5.2

431823
6.8
509286.
7
544097
8.4
482752
3.5
666707.
8
378628.
8
702783.
3
174812
0.0
360507.
8

86537811
.9
8750630.
6
2438326.
8
95288442
.5

86364736.
3

94852848.
0

4145507
3.4
3675352
.4
4145507
3.4
4513042
5.8

820371.6

736693.7

33151.2

4420.2

31677.8

736.7

0.0

546914.4

382840.1

1914.2

382.8

1531.4

382.8

0.0

2884429
.8
2919495
.2
2163046
.5
282848.
8
231427.
9
135008.
1

413909.
2
418712.
2
259565.
6

224200.
8
257410.
0
821957.
7
243992.
8
192856.
6

86231.1

0.0

87350.6

0.0

0.0

0.0

1142.8

571.4

8571.2

106071.
1

964.3

15428.5

0.0

3099.2

38739.8

4363921.
3
5731207.
3
9012693.
8

8488111.7
1706828.7

4311554.2
5431088.0
3605077.5

Kayu/halaman

672249.0

571411.6

Kain/tekstik

603884.7

482141.5

Karet

193698.9

193698.9

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 61

34284.7
30857.1
16851.8

0.0

25464.3

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
TOTAL

10482526
.3

(sumber : hasil perhitungan)

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 62

4852329.5

2812331
.3

341559.
1

1258807
.0

107214.
0

4634.9

423247.
2

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Setiap kandungan sampah tersebut dihitung komposisi molarnya kecuali untuk Ash karena nilainya
terlalu kecil. Hasil perhitungan komposisi molar dapat dilihat pada Tabel 5.4
Tabel 5.4 Komposisi Molar Masing-Masing Jenis Sampah
Item
Berat atom
Jumlah mole
Organik cepat
terurai

C
12.01
3757737.37

Anorganik

243088.69

Organik lama
234165.80
terurai
(Sumber : Hasil Perhitungan)

H
1.01

O
16.00

N
14.01

S
32.06

5960053.
07
414566.5
4
338177.3
6

3344145.1
0

162094.7
5

11304.
90

16088.13

6234.88

0.00

78675.44

7652.67

144.57

Kemudian dihitung rumus kimianya tanpa sulfur dengan cara perbandingan dengan rasio mol nitrogen
untuk mendapatkan rumus kimia sebagai berikut :
Tabel 5.5 Rumus Kimia berdasarkan Komposisi Unsur
Jenis Sampah
Organik cepat
terurai
Anorganik
Organik lama
terurai

Rumus kimia

23.18

36.77

20.63

C23H37O21N

38.99

66.49

2.58

C39H66O3N

30.60

44.19

10.28

C30H44O10N

Rumus kimia sampah yang digunakan adalah sebagai berikut:


Terurai cepat
: C23H37O21N
Terurai lambat
:C30H44O10N
Kemudian dihitung koefisien reaksinya dan Mr masing-masing masing-masing komponen dengan
menggunakan rumus :
CaHbOcNd+

4 ab2 c+3 d
4

H2O

4 a+ b2 c3 d
8

CH4 +

4 ab+2 c +3 d
8

CO2 +

NH3
Hasil perhitungannya sebagai berikut:
Terurai cepat
Terurai lambat

Jenis Sampah
Organik cepat
terurai
Anorganik
Organik lama
terurai

:C23H37O21N + 4,56H2O -->10,96CH4 +12,82CO2 + NH3


:C30H44O10N + 14,75H2O -->17,625CH4 +12,375CO2 + NH3
Tabel 5.6 Berat Mol Berdasarkan Jenis Sampah
C

Berat
Mol

278.42

37.14

330.09

14.01

659.66

468.25

67.16

41.29

14.01

590.70

367.50

44.63

164.49

14.01

590.63

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 63

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

Sumber : Hasil Perhitungan


Perhitungan jumlah gas pertahun dapat menggunakan rumus segitiga pembentukan gas.
Sampah cepat urai akan terbentuk gas Selama sampai 5 tahun, sedangkan sampah lambat urai sampai
15 tahun.

Gambar 5.2 (a) Laju Produksi Lindi & Gas Sampah Cepat Urai, (b) Laju Produksi Lindi & Gas
Lambat Urai
Selanjutnya dihitung volume metan dan karbon dioksida untuk masing-masing komponen
sampah dengan merujuk sketsa pada gambar diatas. Hasil perhitungannya sebagai berikut:
Tabel 5.7 Jumlah Mol Masing-masing Gas

H2O
CH4
CO2

lambat
cepat terurai
terurai
2.92
15.16
6.83
1.46
12.53
12.72
(sumber : hasil perhitungan)

Apabila diketahui :
Densitas CH4

= 0,6 kg/m3

Densitas CO2

= 1,83 kg/m3

= 94852847.95 kg
Berat kering Organik Cepat terurai
=
Berat kering Organik Lambat terurai
4852329.50 kg
Maka dapat dihitung volume gas yang terbentuk dari masing-masing jenis sampah sebagai berikut :
Organik cepat terurai
mol Metan
mol CO2
BM Metan
Adelia Puspita Sari [3312100084]

=
=
=

1.46 mol
12.53 mol
23.47081476
Page 64

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
=
=
=
=
=

BM CO2
Metan
CO2
produksi gas total
produksi gas per kg

Organik lama terurai


mol Metan
mol CO2
BM Metan
BM CO2
Metan
CO2
produksi gas total
produksi gas per kg

=
=
=
=
=
=
=
=

6.83
12.72
109.6306
4
559.8493
9
321373.8
2499843.
9
2821217.
7
0.581415
1

551.3466372
5624804.701
43088701.2
48713505.9
0.513569249

m3
m3
m3
m3/kg

mol
mol

m3
m3
m3
m3/kg

Dari total jumlah gas terbentuk per berat kering kemudian dapat dihitung produksi gas pertahun
sebagai berikut:
Tabel 5.8 Laju Produksi Gas untuk Sampah Cepat Urai

Laju
produksi
gas,
m3/tahun

Produksi
gas, m3

0.10271385

0.2054277

0.179749237

0.154070775

0.128392312

0.10271385

0.077035387

0.051356925

0.025678462

0.025678462

Akhir
tahun
ke1
2
3
4
5

6
Total

0.539247712

(sumber : hasil perhitungan)


Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 65

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Tabel 5.9 Laju Produksi Gas untuk Sampah Lambat Urai

Akhir
tahu
n ke1
2
3
4
5

Laju
produks
i gas,
m3/tahun

Produks
i gas, m3

0.008

0.016

0.023

0.031

0.039

0.047

0.054

0.062

0.070

0.078

0.074

0.070

0.066

0.062

0.058

0.054

0.050

0.047

0.043

0.039

0.035

0.031

0.027

0.023

0.019

0.016

0.012

0.008

0.004

0.004

7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
Total

0.585

(sumber : hasil perhitungan)

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 66

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Selanjutnya dihitung distribusi gas yang diproduksi dari sampah yang mudah terurai dan sampah yang
lambat terurai perkg sampah dari total sampah yang terdekomposisi. Perhitungan total fraksi sampah
terhadap berat keringnya dan produksi gas adalah sebagai berikut:

Sampah Cepat Terurai

Total fraksi sampah

Berat Kering RBW


x Sampah RBW
Berat Kering Keseluru h an

99705177,45 x 75

=
= 0,7135 kg RBW/kg total sampah
94852847,95

Produksi Gas

= Total fraksi sampah x produksi gas tahun 1


= 0,7135 x 0,102 = 0,0732 m3/kg sampah

Sampah Lambat Terurai

Total fraksi sampah

Produksi Gas

Berat Kering SBW


x Sampah SBW
Berat Kering Keseluru h an

4852329,50

x 25 = 0,0243 kg SBW/kg total sampah


99705177,45

= Total fraksi sampah x produksi gas tahun 1


= 0,024 x 0,008 = 0,0001 m3/kg sampah

Sehingga dapat dihitung produksi gas cepat terurai dan lambat terurai sebagai berikut :
Tabel 5.10 Distribusi Gas Cepat Terurai dan Lambat Terurai

Cepat terurai
Akhir
tahun
ke-

Laju
produk
si gas,
m3/tahu
n

Produk
si gas,
m3

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Lambat
terurai
Laju
produk
si gas,
m3/tahu
n

Produk
si gas,
m3

Page 67

Total (cepat +
lambat)
Laju
produk
si gas,
m3/tahu
n

Produksi
gas, m3

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
0

0.000

0.000

0.000
0.000
0.000
0.073

0.205

0.154

0.016
0.128
0.031
0.092

0.103

0.051

0.047
0.055

0.000

0.078
0.018

0.070

0.062

0.054

10

0.047

11

0.039

12

0.031

13

0.023

14

0.016

15

0.008

16

0.000

Total

0.000
0.000

0.0001
9

0.000

0.073

0.0005
7

0.221

0.129

0.0009
4

0.185

0.093

0.0013
2

0.149

0.056

0.0017
0

0.113

0.020

0.0017
9

0.078

0.020

0.0016
0

0.070

0.002

0.0014
1

0.062

0.001

0.0012
3

0.054

0.001

0.0010
4

0.047

0.001

0.0008
5

0.039

0.001

0.0006
6

0.031

0.001

0.0004
7

0.023

0.000

0.0002
8

0.016

0.000

0.0000
9

0.008

0.000

0.0000
9

0.000

0.000

0.062
0.018

0.0000
0

0.385

0.014

(sumber : hasil perhitungan)

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 68

0.399

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Tabel 5.11 Akumulasi Produksi Gas Selama 10 Tahun
Produksi Gas Landfill dari sampah TPA selama 10 tahun
Akhir
tahun
ke-

Produksi
gas, m3

Akumulasi
Produksi gas, m3

0.00
0

0.000

0.000

0.00
0

0.110

0.110

0.22
1

0.313

0.424

0.40
6

0.481

0.905

0.55
5

0.612

1.516

0.66
9

0.707

2.224

0.74
6

0.781

3.005

0.81
6

0.847

3.852

0.87
8

0.905

4.757

Laju produksi gas, m3/tahun


Tahun 1

Tahun 2

Tahun 3

Tahun 4

Tahun 5

Tahun 6

Tahun 7

Tahun 8

Tahun 9

Tahun 10

Total

0.000

0.000

0.000

0.221

0.000

0.000

0.185

0.221

0.000

0.000

0.149

0.185

0.221

0.000

0.000

0.113

0.149

0.185

0.221

0.000

0.000

0.078

0.113

0.149

0.185

0.221

0.000

0.070

0.078

0.113

0.149

0.185

0.221

0.062

0.070

0.078

0.113

0.149

0.185

0.22093
2

0.054

0.062

0.070

0.078

0.113

0.149

0.18508

0.220932
1

0.93
2

0.955

5.712

10

0.047

0.054

0.062

0.070

0.078

0.113

0.14922

0.185079

0.22093

0.97

0.998

6.710

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 69

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
7

11

0.039

0.047

0.054

0.062

0.070

0.078

0.113375

0.149227
1

0.18508

0.220932

1.01
7

0.923

7.633

12

0.031

0.039

0.047

0.054

0.062

0.070

0.07752
2

0.1133745

0.14922
7

0.18508

0.82
8

0.747

8.380

13

0.023

0.031

0.039

0.047

0.054

0.062

0.06977

0.077522

0.113375

0.149227

0.66
6

0.599

8.978

14

0.016

0.023

0.031

0.039

0.047

0.054

0.06201
8

0.069769
8

0.07752
2

0.113375

0.53
2

0.479

9.458

15

0.008

0.016

0.023

0.031

0.039

0.047

0.05426
5

0.062017
6

0.06977

0.077522

0.42
6

0.388

9.845

16

0.000

0.008

0.016

0.023

0.031

0.039

0.04651
3

0.054265
4

0.06201
8

0.06977

0.34
9

0.314

10.159

0.000

0.008

0.016

0.023

0.031

0.03876
1

0.046513
2

0.05426
5

0.062018

0.27
9

0.248

10.407

0.000

0.008

0.016

0.023

0.03100
9

0.038761

0.04651
3

0.054265

0.21
7

0.190

10.597

0.000

0.008

0.016

0.02325
7

0.031008
8

0.03876
1

0.046513

0.16
3

0.140

10.737

0.000

0.008

0.01550
4

0.023256
6

0.03100
9

0.038761

0.116

0.116

10.853

0.000

0.00775
2

0.015504
4

0.02325
7

0.031009

0.07
8

0.062

10.915

0.007752
2

0.01550
4

0.023257

0.04
7

0.035

10.950

0.00775
2

0.016

10.965

17
18
19
20
21
22
23

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 70

0.015504

0.02
3

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
24

0.007752

0.00
8

0.004

10.969

0.00
0

0.000

10.969

25

(sumber : hasil perhitungan)

Akumulasi Produksi gas


12.000
10.000
8.000
Produksi gas m3

6.000
4.000
2.000
0.000
0

10

15

20

Tahun

Gambar 5.3 Grafik Akumulasi Produksi Gas

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 71

25

30

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Tabel 5.12 Rekapitulasi Produksi Gas dari Sampah Cepat dan Lambat Urai
Cepat
terur
ai

Tahun
ke0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

0.000
0.073
0.128
0.092
0.055
0.018
0.018

Lamb
at
terur
ai
0.000
0.000
0.001
0.001
0.001
0.002
0.002
0.002
0.001
0.001
0.001
0.001

12

0.001

13
14
15
16

0.000
0.000
0.000
0.000

Produksi Gas Sampah Cepat Terurai dan Lambat Terurai


0.002
0.002
0.002
0.001
0.001
Produksi Gas

Cepat Terurai

0.001

Lambat Terurai

0.001
0.001
0.000
0.000
0.000
0

8 10 12 14 16 18

Tahun

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 72

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Gambar 5.4 Grafik Produksi Gas Sampah Cepat Terurai dan Lambat Terurai
5.2.2

Perhitungan Produksi Lindi

Air lindi (leachate), yaitu cairan yang dikeluarkan dari sampah akibat proses degradasi
biologis. Lindi juga dapat pula didefinisikan sebagai air atau cairan lainnya yang telah tercemar
sebagai akibat kontak dengan sampah. Air lindi dapat digolongkan sebagai senyawa yang sulit
didegradasi, yang mengandung bahan-bahan polimer (makro molekul) dan bahan organik
sintetik.Pada umumnya air lindi memiliki nilai rasio BOD/COD sangat rendah (<0,4). Nilai rasio yang
sangat rendah ini mengindikasikan bahwa bahan organik yang terdapat dalam air lindi bersifat sulit
untuk didegradasi secara biologis. Angka perbandingan yang semakin rendah mengindikasikan bahan
organik yang sulit terurai tinggi (Alaerts dan Santika, 1984).Komposisi air lindi sangat bervariasi
karena proses pembentukannya dipengaruhi olehkarakteristik sampah (organik-anorganik), mudah
tidaknya penguraian (larut -tidak larut), kondisitumpukan sampah (suhu, pH, kelembaban, umur),
karakteristik sumber air (kuantitas dan kualitasair yang dipengaruhi iklim dan hidrogeologi),
komposisi tanah penutup, ketersediaan nutrien dan mikroba, dan kehadiran inhibitor (Diana, 1992).
Selain itu Sulinda (2004) menyatakan bahwa proses penguraian bahan organik menjadi komponen
yang lebih sederhana oleh mikroorganismeaerobik dan anaerobik pada lokasi pembuangan sampah
dapat menjadi penyebab terbentuknya gas dan air lindi.
Sebelum merencanakan pengolahan lindi, perencana harus memastikan terlebih dahulu
pembentukan dasar TPA. Lapisan dasar TPA harus kedap air, sehingga lindi tidak meresap ke dalam
tanah. Karena tanah di Kediri tidak kedap air, maka dilakukan rekayasa teknologi yaitu menggunakan
geomembrane setebal 1,5 2 mm atau tanah lempung atau bahkan mengombinasikan keduanya. Pipa
lindi dimiringkan dengan kemiringan minimal 2% menuju IPL. Desain lapisan dasar TPA dapat dilihat
pada

gambar

di

Adelia Puspita Sari [3312100084]

bawah ini :

Page 73

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

Gambar 5.5 Pelapisan Dasar TPA dengan Geomembran dan Lempung

Gambar 5.6 Pelapisan Dasar TPA dengan Geomembran

Gambar 5.7 Potongan Lapisan-lapisan Dasar TPA


Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 74

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Produksi lindi yang dihitung pada perencanaan ini adalah selama 30 tahun. Hal tersebut
berdasarkan SNI 03-3241-1994 karena umur pakai TPA minimal 10 tahun. Perhitungan produksi lindi
pada perencanaan ini dihitung untuk variabel masing masing jenis sampah, untuk variabel masingmasing lift untuk 2 zona. Dibawah ini adalah contoh perhitungan produksi lindi sampah cepat urai lift
1 Zona 1.
Kriteria perencanaan yang digunakan adalah sebagai berikut:
volume zona 1
volume tanah penutup
volume sampah
Timbunan sampah (Berat

=
=
=

246273 m3/tahun
49254.55505 m3/tahun
197018.2202 m3/tahun

Sampah)
Berat jenis tanah
Berat tanah tutupan
Kelembaban sampah
Tinggi Timbunan
Curah hujan PUH 5
Berat jenis curah hujan
Berat jenis gas
Konsumsi air pada gas
Uap air pada gas

=
=
=
=
=
=
=
=
=
=

1954.16
1777.8
2171.31
40
6
0.103
1000
1.35
0.155567566
0.034247294

kg/tahun
kg/m3
kg/tahun
%
m
m/tahun
kg/m3
kg/m3
kg/m3
kg/m3

Keseimbangan air pada timbunan pertama yaitu sebagai berikut :


a. Berat kering sampah

= berat sampah x (1 - % kelembaban)


= 1954.16kg x 0,6 = 1172,49 kg/tahun
= berat sampah x % kelembaban
= 1954.16kg x 40%
= 781.66kg/tahun
= infiltrasi hujan x A per timbunan x densitas hujan
= 0,103 m/tahun x 1 m2 x 1000 kg/m3 = 103 kg
= b sampah + b.tanah tutupan + b. air hujan
= 4228.47 kg/tahun

b. Kelembaban sampah
c. Berat air hujan
d. Berat total timbunan

Hasil perhitungan lindi adalah sebagai berikut :


Produksi lindi RBW tahun pertama lift 1 zona 1

Produksi gas

Berat gas yang diproduksi

Berat air yang dikonsumsi

Berat air yang menguap

= berat sampah x jumlah produksi gas tahun ke 1


= 1954.16kg x 0 m3/kg = 0 m3
= produksi gas x berat jenis gas
= 0 m3 x 1,35 kg/m3 = 0 kg
= produksi gas x kadar air pada gas
= 0 m3 x 0,155 kg/m3 = 0 kg
= produksi gas x uap air dalam gas
= 0 m3 x 0,034 kg/m3 = 0 kg

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 75

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

Berat air dalam sampah

Berat kering sampah

Berat rata rata

= kelembaban sampah + berat air hujan


= 781,66 kg + 103 kg
= 884,66 kg
= berat kering sampah berat produksi gas konsumsi air
= 1172,49 0 kg 0 kg = 1172,49kg
= [0,5 x (b. kering sampah + b. air dalam sampah)] + b. tanah

tutupan

FC

Jumlah air yang tertahan

Produksi lindi

= [ 0,5 x (1172,49+884,66)] + 2171,31= 3199,89 kg


= 0,6 0,55 x (b. rata rata / (b. rata rata + 10.000))
= 0,6 0,55 x (3199,89 / (3199,89 + 10.000))
= 0,46
= FC x berat kering sampah dalam sampah
= 0,46 x1172,49kg = 547,17 kg
= b. air dalam sampah jumlah air yang tertahan dalam

sampah

Air yang tersisa

Berat total timbunan

= 884,66 - 547,17 kg
= 337,5 kg
= berat air dalam sampah produksi lindi
= 884,66 - 337,5 kg
= 547,17kg
= berat kering sampah + air yang tersisa + berat tutupan
= 1172,49+ 547,17 + 2171.31 kg = 3890,98 kg

Kemudian dihitung produksi lindi perlift per zona da per jenis sampah yaitu RBW dan SBW dengan
iterasi seperti pada contoh perhitungan diatas. Tabel berikut dan seterusnya adalah hasil dari
perhitungan produksi gas sampai zona 2 :

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 76

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Tabel 5.13 Rekapitulasi Produksi Lindi Zona 1 Sampah Cepat Urai (RBW)

Tahu
n Ke-

Produks
i Gas
(m/Kg)

Produks
i Gas
(m)

Berat
Gas
Produks
i (kg)

Konsums
i Air
(kg)

Uap Air
Dalam
Gas
(kg)

Berat
Air
Dalam
Sampa
h (kg)

Jumlah
Air Yang

Berat
Kering
Sampa
h (kg)

Berat
RataRata
(kg)

Faktor Kapasitas
Ladang

Tertaha
n Dalam
Sampah
(kg)

Produks
i
Lindi
(kg)

Air
Yang
Tersis
a (kg)

Berat
Total
Timbuna
n (kg)

M = G +L
+ berat
tanah
tutupan

B = Ax
berat
sampah

C=Bx
berat
jenis gas

D = Ax
Konsumsi
air pada
gas

E= B x
Uap air
pada
gas

0.000

F=
Berat
Curah
hujan +
Berat
kadar
air
884.66

0.073

143

193.34

22.28

4.9046

857.48

956.88

0.128

251

338.34

38.99

8.5831

809.91

579.55

0.092

179

241.67

27.85

6.1308

775.93

310.03

0.055

107

145.00

16.71

3.6784

755.54

148.31

6969.47
10243.1
9
13028.7
4
2623.24

0.018

36

48.33

5.57

1.2261

168.24

94.41

4694.30

0.42429

40.06

128.18

40.06

2305.78

0.018

35.80

48.33

5.57

1.2261

136.26

40.51

4565.48

0.42761

17.32

118.94

17.32

2229.14

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.32

40.51

4480.87

0.42981

17.41

102.91

17.41

2229.23

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

10

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

11

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

12

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

13

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

14

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

15

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

16

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 77

G=
Berat
Kering C-D

H = (0,5
x(C+D))
+ berat
tanah
tutupan

I = 0,6-((0,55xH)/
(H+10000))

J=GxI

K=F-J

L=FK

1172.49

3199.89

0.46667

547.17

337.50

547.17

3890.98

0.37411

357.98

499.50

357.98

3486.17

0.32170

186.44

623.47

186.44

0.28883

89.55

686.38

89.55

0.48570

72.04

683.50

72.04

2391.67

2937.30
2570.89

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
17

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

18

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

19

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

20

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

21

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

22

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

23

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

24

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

25

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

26

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

27

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

28

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

29

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

30

0.000

0.00

0.00

0.00

0.0000

120.41

40.51

4481.00

0.42981

17.41

103.00

17.41

2229.23

(sumber : hasil perhitungan)


Tabel 5.14 Rekapitulasi Produksi Lindi Zona 1 Sampah Lambat Urai (SBW)

Tahun
Ke-

Produks
i Gas
(m/Kg)

Produks
i Gas
(m)

Berat
Gas
Produks
i (kg)

Konsums
i Air
(kg)

Uap Air
Dalam
Gas
(kg)

B = Ax
berat
sampah

C=Bx
berat
jenis gas

D =Ax
Konsumsi
air pada
gas

E= B x
Uap air
pada
gas

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 78

Berat
Air
Dalam
Sampa
h (kg)
F=
Berat
Curah
hujan +
Berat
kadar
air
884.66

Jumlah
Air Yang

Berat
Kering
Sampa
h (kg)

Berat
RataRata
(kg)

Faktor Kapasitas
Ladang

G=
Berat
Kering C-D

H = (0,5
x(C+D))
+ berat
tanah
tutupan

I = 0,6-((0,55xH)/
(H+10000))

1172.49

3199.89

0.46667

Produks
i
Lindi
(kg)

Air
Yang
Tersisa
(kg)

Berat
Total
Timbunan
(kg)

J=GxI

K=F-J

L=FK

M = G +L
+ berat
tanah
tutupan

547.17

337.50

547.17

Tertahan
Dalam
Sampah
(kg)

3890.98

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
2

0.00019

0.37

0.50

0.06

0.01262

884.59

1171.94

0.37182

435.74

448.85

435.74

0.31355

366.94

517.44

366.94

0.27380

319.66

564.37

319.66

1163.61

7090.56
10868.6
2
14575.5
9
3194.89

0.00057

1.11

1.49

0.17

0.03787

884.38

1170.27

0.00094

1.84

2.49

0.29

0.06312

884.03

1167.50

0.00132

2.58

3.48

0.40

0.08837

883.54

0.46683

543.21

340.34

543.21

3878.14

0.00170

3.32

4.48

0.52

0.11362

0.00179

3.50

4.73

0.54

0.11993

645.58

1158.62

6951.55

0.37445

433.85

211.73

433.85

3763.78

536.19

1153.35

6779.86

0.37777

435.70

100.48

435.70

0.00160

3.13

4.23

0.49

3760.37

0.10731

538.11

1148.63

6775.05

0.37787

434.03

104.08

434.03

0.00141

2.76

3.73

3753.97

0.43

0.09468

536.51

1144.47

6765.78

0.37805

432.67

103.84

432.67

3748.45

10

0.00123

2.40

11

0.00104

2.03

3.23

0.37

0.08206

535.21

1140.86

6757.80

0.37821

431.48

103.73

431.48

3743.65

2.74

0.32

0.06943

534.09

1137.81

6750.92

0.37834

430.48

103.62

430.48

12

0.00085

3739.60

1.66

2.24

0.26

0.05681

533.16

1135.31

6745.15

0.37845

429.66

103.50

429.66

13

3736.29

0.00066

1.29

1.74

0.20

0.04419

532.42

1133.37

6740.49

0.37854

429.03

103.39

429.03

3733.71

14

0.00047

0.92

1.24

0.14

0.03156

531.86

1131.98

6736.94

0.37861

428.58

103.27

428.58

3731.88

15

0.00028

0.55

0.75

0.09

0.01894

531.48

1131.15

6734.51

0.37866

428.32

103.16

428.32

3730.78

16

0.00009

0.18

0.25

0.03

0.00631

531.29

1130.87

6733.18

0.37869

428.25

103.04

428.25

3730.43

17

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.25

1130.87

6732.80

0.37870

428.26

102.99

428.26

3730.44

18

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.26

1130.87

6732.82

0.37870

428.26

103.00

428.26

3730.44

19

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.26

1130.87

6732.82

0.37870

428.26

103.00

428.26

3730.44

20

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.26

1130.87

6732.82

0.37870

428.26

103.00

428.26

3730.44

21

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.26

1130.87

6732.82

0.37870

428.26

103.00

428.26

3730.44

22

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.26

1130.87

6732.82

0.37870

428.26

103.00

428.26

3730.44

23

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.26

1130.87

6732.82

0.37870

428.26

103.00

428.26

3730.44

24

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.26

1130.87

6732.82

0.37870

428.26

103.00

428.26

3730.44

25

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.26

1130.87

6732.82

0.37870

428.26

103.00

428.26

3730.44

26

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.26

1130.87

6732.82

0.37870

428.26

103.00

428.26

3730.44

27

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.26

1130.87

6732.82

0.37870

428.26

103.00

428.26

3730.44

28

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.26

1130.87

6732.82

0.37870

428.26

103.00

428.26

3730.44

29

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.26

1130.87

6732.82

0.37870

428.26

103.00

428.26

3730.44

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 79

3779.00
3708.53
3658.47

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
30

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

531.26

1130.87

6732.82

0.37870

428.26

103.00

428.26

3730.44

(sumber : hasil perhitungan)


Dengan volume yang sama, dilakukan pula perhitungan terhadap akumulasi jumlah lindi untuk zona 2 seperti pada tabel berikut :

Tabel 5.15 Rekapitulasi Produksi Lindi Zona 2 Sampah Cepat Urai (RBW)

Tahu
n Ke-

Produks
i Gas
(m/Kg)

Produks
i Gas
(m)

Berat
Gas
Produks
i (kg)

Konsums
i Air
(kg)

Uap Air
Dalam
Gas (kg)

Berat
Air
Dalam
Sampa
h (kg)

G=
Berat
Kering C-D

Berat
Kering
Sampa
h (kg)

B =Ax
berat
sampah

C=Bx
berat
jenis gas

D =Ax
Konsumsi
air pada
gas

E= B x
Uap air
pada
gas

F=
Berat
Curah
hujan +
Berat
kadar
air

0.000

588.11

727.67

0.073

89

119.99

13.83

3.04392

571.24

593.86

0.128

156

209.98

24.20

5.32686

541.72

359.68

0.092

111

149.99

17.28

3.80490

520.63

192.41

0.055

67

89.99

10.37

2.28294

507.98

92.05

0.018

22

30.00

3.46

0.76098

146.85

58.59

0.018

22.22

30.00

3.46

0.76098

126.62

25.14

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 80

Berat
RataRata
(kg)
H=
(0,5
x(C+D)
)+
berat
tanah
tutupan
2005.4
5
4375.0
8
6441.5
5
8192.9
1
1647.5
7
2937.9
5
2857.4
2

Jumlah
Air Yang
Faktor Kapasitas
Ladang

Tertaha
n Dalam
Sampah
(kg)

Produks
i
Lindi
(kg)

Air
Yang
Tersis
a (kg)

Berat
Total
Timbuna
n (kg)

M = G +L
+ berat
tanah
tutupan

I = 0,6-((0,55xH)/
(H+10000))

J=GxI

K=F-J

L=FK

0.50813

369.75

218.37

369.75

0.43261

256.91

314.34

256.91

0.38452

138.30

403.42

138.30

0.35232

67.79

452.84

67.79

0.52220

48.07

459.91

48.07

0.47511

27.84

119.01

27.84

0.47777

12.01

114.61

12.01

2444.98
2198.32
1845.54
1607.75
1487.67
1433.99
1384.71

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
8

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.01

25.14

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

10

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

11

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

12

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

13

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

14

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

15

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

16

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

17

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

18

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

19

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

20

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

21

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

22

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

23

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

24

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

25

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

26

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

27

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 81

2802.3
4
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1

0.47961

12.06

102.95

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75
1384.75

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
28

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

29

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

30

0.000

0.00

0.00

0.00

0.00000

115.06

25.14

2802.4
1
2802.4
1
2802.4
1

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

0.47961

12.06

103.00

12.06

Produks
i
Lindi
(kg)

Air
Yang
Tersis
a (kg)

Berat
Total
Timbuna
n (kg)

M = G +L
+ berat
tanah
tutupan

1384.75
1384.75
1384.75

(sumber : hasil perhitungan)


Tabel 5.16 Rekapitulasi Produksi Lindi Zona 2 Sampah Lambat Urai (SBW)

Uap Air
Dalam
Gas (kg)

Berat
Air
Dalam
Sampa
h (kg)

Berat
Kering
Sampa
h (kg)

G=
Berat
Kering C-D

Berat
Gas
Produks
i (kg)

Konsums
i Air
(kg)

B =Ax
berat
sampah

C=Bx
berat
jenis gas

D = Ax
Konsumsi
air pada
gas

E= B x
Uap air
pada gas

F=
Berat
Curah
hujan +
Berat
kadar
air

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00

588.11

727.67

0.00019

0.23

0.31

0.04

0.00783

588.07

727.33

0.00057

0.69

0.93

0.11

0.02350

587.94

726.29

0.00094

1.14

1.54

0.18

0.03917

587.72

724.57

0.00132

1.60

2.16

0.25

0.05484

587.42

722.16

0.00170

2.06

2.78

0.32

0.07051

469.64

719.06

0.00179

2.17

2.93

0.34

0.07443

413.59

715.79

0.00160

1.94

2.63

0.30

0.06660

413.92

712.86

Tahu
n Ke-

Produks
i Gas
(m/Kg)

Produks
i Gas
(m)

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 82

Berat
RataRata
(kg)
H=
(0,5
x(C+D)
)+
berat
tanah
tutupan
2005.4
5
4450.2
3
6837.7
3
9184.1
7
2002.3
5
4378.6
6
4289.8
6
4285.5

Jumlah
Air Yang
Faktor Kapasitas
Ladang

Tertaha
n Dalam
Sampah
(kg)

I = 0,6-((0,55xH)/
(H+10000))

J=GxI

K=F-J

L=FK

0.50813

369.75

218.37

369.75

0.43062

313.20

274.87

313.20

0.37665

273.56

314.38

273.56

0.33669

243.96

343.76

243.96

0.50824

367.03

220.39

367.03

0.43251

311.00

158.64

311.00

0.43489

311.29

102.30

311.29

0.43500

310.10

103.82

310.10

2444.98
2388.08
2347.41
2316.09
2436.75
2377.62
2374.63
2370.51

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

0.00141

1.72

2.32

0.27

0.05876

412.77

710.28

10

0.00123

1.49

2.01

0.23

0.05093

411.81

708.04

11

0.00104

1.26

1.70

0.20

0.04309

410.97

706.14

12

0.00085

1.03

1.39

0.16

0.03526

410.28

704.59

13

0.00066

0.80

1.08

0.12

0.02742

409.72

703.39

14

0.00047

0.57

0.77

0.09

0.01959

409.29

702.53

15

0.00028

0.34

0.46

0.05

0.01175

409.01

702.01

16

0.00009

0.11

0.15

0.02

0.00392

408.86

701.84

17

0.00009

0.11

0.15

0.02

0.00392

408.80

701.67

18

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

408.75

701.67

19

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

408.75

701.67

20

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

408.75

701.67

21

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

408.75

701.67

22

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

408.75

701.67

23

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

408.75

701.67

24

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

408.75

701.67

25

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

408.75

701.67

26

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

408.75

701.67

27

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

408.75

701.67

28

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

408.75

701.67

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 83

8
4279.5
9
4274.4
0
4269.9
2
4266.1
7
4263.1
3
4260.8
1
4259.2
2
4258.3
5
4258.0
0
4257.7
4
4257.7
4
4257.7
4
4257.7
4
4257.7
4
4257.7
4
4257.7
4
4257.7
4
4257.7
4
4257.7
4
4257.7

0.43516

309.09

103.68

309.09

0.43531

308.21

103.59

308.21

0.43543

307.47

103.50

307.47

0.43553

306.87

103.41

306.87

0.43561

306.40

103.32

306.40

0.43567

306.07

103.22

306.07

0.43572

305.88

103.13

305.88

0.43574

305.82

103.04

305.82

0.43575

305.75

103.05

305.75

0.43576

305.75

102.99

305.75

0.43576

305.75

103.00

305.75

0.43576

305.75

103.00

305.75

0.43576

305.75

103.00

305.75

0.43576

305.75

103.00

305.75

0.43576

305.75

103.00

305.75

0.43576

305.75

103.00

305.75

0.43576

305.75

103.00

305.75

0.43576

305.75

103.00

305.75

0.43576

305.75

103.00

305.75

0.43576

305.75

103.00

305.75

2366.92
2363.81
2361.17
2359.02
2357.35
2356.16
2355.44
2355.21
2354.97
2354.98
2354.98
2354.98
2354.98
2354.98
2354.98
2354.98
2354.98
2354.98
2354.98
2354.98

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

29

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

408.75

701.67

30

0.00000

0.00

0.00

0.00

0.00000

408.75

701.67

(sumber : hasil perhitungan)

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 84

4
4257.7
4
4257.7
4

0.43576

305.75

103.00

305.75

0.43576

305.75

103.00

305.75

2354.98
2354.98

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
Dari data perhitungan yang didapat dapat dihitung pula akumulasi debit lindi setiap tahunnya dari
masing-masing zona, berikut merupakan hasil perhitungan dan grafik untuk masing-masing zona :
Tabel 5.16 Produksi Lindi dari Sampah Cepat Urai Zona 1
Tahun
Ke-

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Produksi
Lindi
(kg/m)

Debit Lindi (m/hari)

Debit
Lindi
(m/detik)

Produksi
Lindi
(L/detik)

B = (A x Area
Penimbunan)/(365x1000)

C=
B/86400

D=Cx
1000

337.49
5
499.50
0
623.46
9
686.38
2
683.50
2
128.18
3
118.94
1
102.91
1
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00

Adelia Puspita Sari [3312100084]

37.289
55.189
68.886
75.837
75.519
14.163
13.142
11.370
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
Page 85

0.0004
3
0.0006
4
0.0008
0
0.0008
8
0.0008
7
0.0001
6
0.0001
5
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001

0.432
0.639
0.797
0.878
0.874
0.164
0.152
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0

11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380

3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3

0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132

Produksi Lindi Zona 1 (RBW)


1.000
0.900
0.800
0.700
0.600
0.500
Produksi Lindi L/detik
0.400
0.300
0.200
0.100
0.000
Tahun

Gambar 5.8 Grafik Produksi Lindi (RBW) Zona 1


Tabel 5.17 Produksi Lindi dari Sampah Lambat Urai Zona 1
Tahun
Ke-

Produksi
Lindi
(kg/m)

Debit Lindi (m/hari)

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 86

Debit
Lindi
(m/detik)

Produksi
Lindi
(L/detik)

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
A

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25

B = (A x Area
Penimbunan)/(365x1000)

337.49
5
448.84
8
517.43
9
564.37
3
340.33
6
211.72
8
100.48
1
104.07
9
103.84
0
103.73
1
103.61
6
103.50
2
103.38
7
103.27
1
103.15
6
103.04
1
102.99
2
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00

Adelia Puspita Sari [3312100084]

37.289
49.592
57.171
62.356
37.603
23.393
11.102
11.499
11.473
11.461
11.448
11.436
11.423
11.410
11.397
11.385
11.379
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
11.380
Page 87

C=
B/86400

0.0004
3
0.0005
7
0.0006
6
0.0007
2
0.0004
4
0.0002
7
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001

D=Cx
1000

0.432
0.574
0.662
0.722
0.435
0.271
0.128
0.133
0.133
0.133
0.133
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132
0.132

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

26
27
28
29
30

0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0

11.380
11.380
11.380
11.380
11.380

3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3
0.0001
3

0.132
0.132
0.132
0.132
0.132

Produksi Lindi Zona 1 (SBW)


0.800
0.700
0.600
0.500
0.400
Produksi Lindi L/detik
0.300
0.200
0.100
0.000
Tahun

Gambar 5.9 Grafik Produksi Lindi (SBW) Zona 1


Tabel 5.18 Produksi Lindi dari Sampah Cepat Urai Zona 2

Tahun
Ke-

1
2
3
4

Produks
i Lindi
(kg/m)

Debit Lindi (m/hari)

Debit
Lindi
(m/detik
)

Produksi
Lindi
(L/detik)

B = (A x Area
Penimbunan)/(365x1000)

C=
B/86400

D=Cx
1000

218.36
6
314.33
8
403.41
7
452.84
2

Adelia Puspita Sari [3312100084]

45.695

0.001

0.529

65.778

0.001

0.761

84.419

0.001

0.977

94.762

0.001

1.097

Page 88

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

459.91
1
119.01
1
114.61
0
102.95
4
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0

Adelia Puspita Sari [3312100084]

96.241

0.001

1.114

24.904

0.000

0.288

23.983

0.000

0.278

21.544

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

Page 89

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

Produksi Lindi Zona 1 (RBW)


0.4
0.35
0.3
0.25
Produksi Lindi L/detik

0.2
0.15
0.1
0.05
0
Tahun

Gambar 5.10 Grafik Produksi Lindi (RBW) Zona 2


Tabel 5.19 Produksi Lindi dari Sampah Lambat Urai Zona 2

Tahun
Ke-

1
2
3
4
5
6
7
8

Produks
i Lindi
(kg/m)

Debit Lindi (m/hari)

Debit
Lindi
(m/detik
)

Produksi
Lindi
(L/detik)

B = (A x Area
Penimbunan)/(365x1000)

C=
B/86400

D=Cx
1000

218.36
6
274.87
2
314.38
4
343.76
4
220.38
6
158.64
1
102.30
1
103.82
2

Adelia Puspita Sari [3312100084]

45.695

0.001

0.529

57.520

0.001

0.666

65.788

0.001

0.761

71.936

0.001

0.833

46.118

0.001

0.534

33.197

0.000

0.384

21.408

0.000

0.248

21.726

0.000

0.251

Page 90

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

103.68
3
103.59
3
103.50
0
103.40
8
103.31
5
103.22
3
103.13
0
103.03
7
103.04
7
102.99
5
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0
103.00
0

Adelia Puspita Sari [3312100084]

21.697

0.000

0.251

21.678

0.000

0.251

21.659

0.000

0.251

21.639

0.000

0.250

21.620

0.000

0.250

21.600

0.000

0.250

21.581

0.000

0.250

21.561

0.000

0.250

21.564

0.000

0.250

21.553

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

21.554

0.000

0.249

Page 91

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027

Produksi Lindi Zona 1 (SBW)


0.3
0.29
0.28
0.27
Produksi Lindi L/detik

0.26
0.25
0.24
0.23
0.22
Tahun

Gambar 5.11 Grafik Produksi Lindi (SBW) Zona 1


Dari data-data di atas berikut adalah akumulasi jumlah total lindi yang dihasilkan dari zona 1 dan 2 :
Tabel 5.19 Akumulasi Total Produksi Lindi
Tahun
ke-

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Sel I (l/det)

Sel II (l/det)

RBW

SBW

RBW

SBW

0.4316
0.6388
0.7973
0.8777
0.8741
0.1639
0.1521
0.1316
0.1317
0.1317
0.1317

0.4316
0.5740
0.6617
0.7217
0.4352
0.2708
0.1285
0.1331
0.1328
0.1327
0.1325

Adelia Puspita Sari [3312100084]

0.5289
0.7613
0.9771
1.0968
1.1139
0.2882
0.2776
0.2494
0.2495
0.2495
0.2495

0.5289
0.6657
0.7614
0.8326
0.5338
0.3842
0.2478
0.2515
0.2511
0.2509
0.2507

Page 92

Total
Lindi
(l/det)

Total Lindi
(m3/hari)

e=
a+b+c+d

f = e x 86400
/1000

1.92
2.64
3.20
3.53
2.96
1.11
0.81
0.77
0.77
0.76
0.76

165.9687397
228.0789096
276.2634356
304.8910152
255.4805882
95.6576145
69.63426186
66.13974521
66.10398895
66.07286069
66.04089491

Perencanaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah


Kota Kediri tahun 2017-2027
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317

0.1324
0.1322
0.1321
0.1319
0.1318
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317
0.1317

0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495

0.2505
0.2502
0.2500
0.2498
0.2496
0.2496
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495
0.2495

0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76
0.76

66.00887281
65.97678302
65.94464027
65.91245854
65.88025184
65.87694565
65.8670582
65.86810557
65.8680759
65.86807674
65.86807671
65.86807671
65.86807671
65.86807671
65.86807671
65.86807671
65.86807671
65.86807671
65.86807671

Produksi Lindi Per Tahun


350
300
250
200
Total Lindi (m3/hari) 150
100
50
0
Tahun ke-

Gambar 5.12 Grafik Akumulasi Total Lindi

Adelia Puspita Sari [3312100084]

Page 93