Anda di halaman 1dari 4

1. Apa yang dimaksud dengan Dokter Kelarga Mandiri?

DK memberikan pelayanan komprehensif meliputi upaya promotif, preventif, kuratif,


dan rehabilitatif dengan penekanan yang besar agar pasiennya tetap sehat. Pelayanannya
bersifat personal dan berfokus pada pasien bukan pada penyakit pasien. Bila pasien
membutuhkan pelayanan yang berada di luar kompotensinya , DK bekerjasama dengan
tenaga medis lain untuk mengatasi masalah kesehatan pasiennya.
2. Apa yang dimaksud dengan Klinik Dokter Keluarga (KDK)?
a) Merupakan klinik yang menyelenggarakan Sistem Pelayanan Dokter Keluarga (SPDK), b)
Sebaiknya mudah dicapai dengan kendaraan umum. (terletak di tempat strategis),
c) Mempunyai bangunan yang memadai,
d) Dilengkapi dengan saraba komunikasi,
e) Mempunyai sejumlah tenaga dokter yang telah lulus pelatihan DK,
f) Mempunyai sejumlah tenaga pembantu klinik dan paramedis telah lulus perlatihan khusus
pembantu KDK,
g) Dapat berbentuk praktek mandiri (solo) atau berkelompok.
h) Mempunyai izin yang berorientasi wilayah,
i) Menyelenggarakan pelayanan yang sifatnya paripurna, holistik, terpadu, dan
berkesinambungan,
j) Melayani semua jenis penyakit dan golongan umur,
k) Mempunyai sarana medis yang memadai sesuai dengan peringkat klinik ybs.
3. Apa beda fungsi DOGA pada praktek mandiri dengan klinik DOGA?
PDKM menyiratkan pengertian self employed job atau dokter yang menjalankan
profesinya di PDKM bekerja untuk dirinya sendiri, bukan PNS atau pegawai dari suatu
institusi.
PDKM lebih memilih memberikan pelayanan kepada suatu masyarakat yang jelas
batasannya (kepesertaan) dengan pembayaran secara kapitasi, sedangkan Klinik DOGA
pelayanan kepada individu kepada yang bukan peserta, bersifat episodik dan dibayar secara
fee-for-service.
4. Apa saja syarat mendirikan Klinik DOGA?
5. Ada berapa kategori klinik DOGA?
Kelas A (Ideal)
24 jam
Kedaruratan dan kejadian luar biasa
Pelayanan rawat jalan
Pelayanan rawat inap sehari
Bedah minor
Konseling
Preventif dan promotif
Kunjungan ke- dan perawatan di rumah pasien
Pemeriksaan penunjang
Penyediaan obat
Pendidikan, riset, dan pengembangan
Kelas B (Optimum)
24 jam

Kedaruratan dan kejadian luar biasa


Pelayanan rawat jalan
Pelayanan rawat inap sehari
Bedah minor
Konseling
Preventif dan promotif
Kunjungan ke- dan perawatan di rumah pasien
Pemeriksaan penunjang
Penyediaan obat
Pendidikan, riset, dan pengembangan
Kelas C (minimum)
24 jam
Kedaruratan dan kejadian luar biasa
Pelayanan rawat jalan
Pelayanan rawat inap sehari
Bedah minor
Konseling
Preventif dan promotif
Kunjungan ke- dan perawatan di rumah pasien
Pemeriksaan penunjang
Penyediaan obat
Pendidikan, riset, dan pengembangan
6. Bagaimana denah klinik DOGA?
lampiran
7. Mengapa Ibu Rini membawa Leni dengan klinik DOGA bukan Praktek DOGA?
1) Tidak terdaftar dalam sistem kapitasi, sehingga memilih pelayanan fee-for-service
2) Tidak memahami prosedur pelayanan Dokter Keluarga,kurangnya sosialisasi
8. Bagaimana dr.Rino bertindak sebagai DOGA dalam kasus ini?
Mendiagnosis secara cepat dan memberikan terapi secara cepat dan tepat
Memantau pasien yang telah dirujuk atau di konsultasikan,
Bertindak sebagai mitra, penasihat dan konsultan bagi pasiennya,
Mengkordinasikan pelayanan yang diperlukan untuk kepentingan pasien,
9. Tanda-tanda dan gejala usus buntu apa yang bukan Kompetensi DOGA?
radang pada usus buntu yang bisa dikarenakan sumbatan dari usus buntu karena peradangan
oleh bakteri atau infeksi. Kasus radang usus buntu akut yang memang sangat riskan jika
tidak dioperasi sesegera dalam 224 jam, mengikuti prosedur operasi untuk mengangkat
usus buntu yang meradang.
10. Bagaimana profil dari DOGA?
Primer/kontak pertama
Personal
Komprehensif
Kontinu
Koordinatif/kolaboratif
Preventif
Keluarga
Komunitas

11. Bagaimana konsep promotif dan preventif dari DOGA?


Prinsip pokok pertama yang harus diperhatikan oleh penyelenggara pelayanan adalah
lebih mengutamakan pelayanan pencegahan penyakit, bukan pelayanan penyembuhan
penyakit. Apabila prinsip pokok ini dapat diterapkan, pasti akan besar peranannya dalam
upaya mengendalikan biaya kesehatan. Karena memanglah biaya pelayanan pencegahan
penyakit memang jauh lebih murah dari pada biaya pelayanan penyembuhan penyakit.
Bentuk-bentuk pelayanan pencegahan penyakit yang dapat dilakukan banyak macamnya
dan berkaitan dengan konsep promosi kesehatan. Kegiatan promotif ini malah cenderung
dilakukan dalam bentuk bentuk pembinaan ke masyarakat, dengan materi seperti penyakit
yang lagi trend serta penanganan penyakit pasien sehari-hari, dengan metode ceramah, tanya
jawab, keliling bersama warga, dilakukan bukan hanya dokter saja, tapi perawat, dan
bidan.Yang terpenting di antaranya ialah melakukan penyuluhan kesehatan, pemeriksaan
kesehatan berkala, imunisasi serta pelayanan keluarga berencana.
12. Bagaimana pelayanan administrative pada klinik DOGA?
Pertama, pembiayaan secara tunai (fee for service), dalam arti setiap kali pasien datang
berobat diharuskan membayar biaya pelayanan. Kedua, pembiayaan melalui program
asuransi kesehatan (health insurance), dalam arti setiap kali pasien datang berobat tidak
perlu membayar secara tunai, karena pembayaran tersebut telah ditanggung oleh pihak
ketiga, yang dalam hat ini adalah badan asuransi.
Tentu tidak sulit dipahami, tidaklah kedua cara pembiayaan ini dinilai sesuai untuk
pelayanan dokter keluarga. Dari dua cara pembiayaan yang dikenal tersebut, yang dinilai
sesuai untuk pelayanan dokter keluarga hanyalah pembiayaan melalui program asuransi
kesehatan saja. Mudah dipahami, karena untuk memperkecil risiko biaya, program asuransi
sering menerapkan prinsip membagi risiko (risk sharing) dengan penyelenggara pelayanan,
yang untuk mencegah kerugian, tidak ada pilihan lain bagi penyelenggara pelayanan
tersebut, kecuali berupaya memelihara dan meningkatkan kesehatan, dan atau mencegah
para anggota keluarga yang menjadi tanggungannya untuk tidaksampai jatuh sakit. Prinsip
kerja yang seperti ini adalah juga prinsip kerja dokter keluarga.
1. sistem kapitasi (capitation system)
Yang dimaksud dengan sistem kapitasi adalah sistem pembayaran dimuka yang dilakukan
oleh badan asuransi kepada penyelenggara pelayanan kesehatan berdasarkan kesepakatan
harga yang dihitung untuk setiap peserta untuk jangka waktu tertentu. Dengan sistem
pembayaran ini, maka besarnya biaya yang dibayar oleh badan asuransi kepada
penyelenggara pelayanan yang tidak ditentukan oleh frekwensi penggunaan pelayanan
kesehatan oleh peserta, melainkan ditentukan oleh jumlah peserta dan kesepakatan jangka
waktu jaminan.
2. Sistem paket (packet system)
Yang dimaksud dengan sistem paket adalah sistem pembayaran di muka yang dilakukan
oleh badan asuransi kepada penyelenggara pelayanan kesehatan berdasarkan kesepakatan
harga yang dihitung untuk suatu paket pelayanan kesehatan tertentu. Dengan sistem
pembayaran ini, maka besarnya biaya yang dibayar oleh badan asuransi kepada
penyelenggara pelayanan kesehatan tidak ditentukan oleh macam pelayanan kesehatan yang
diselenggarakan, melainkan oleh paket pelayanan kesehatan yang dimanfaatkan. Penyakit
apapun yang dihadapi, jika termasuk dalam satu paket pelayanan yang sama, mendapatkan
biaya dengan besar yang sama. Sistem pernbiayaan paket ini dikenal pula dengan nama

sistem pembiayaan kelompok diagnosis terkait (diagnosis related group) yang di banyak
negara maju telah lama diterapkan.
3. Sistem anggaran (budget system)
Yang dimaksud dengan sistem anggaran adalah sistem pembayaran di muka yang
dilakukan oleh badan asuransi kepada penyelenggara pelayanan kesehatan berdasarkan
kesepakatan harga, sesuai dengan besarnya anggaran yang diajukan penyelenggara
pelayanan kesehatan. Sama halnya dengan sistern paket, pada sistem anggaran ini, besarnya
biaya yang dibayar oleh badan asuransi kepada penyelenggara pelayanan kesehatan tidak
ditentukan oleh macam pelayanan kesehatan yang diselenggarakan, melainkan oleh besarnya
anggaran yang telah disepakati.
13. Apa standar DOGA pada WHO?
1) Menyelenggarakan Rekam Medis yang memenuhi standar,
2) Melaksanakan pendidikan kesehatan bagi masyarakat,
3) Melaksanakan tindak pencegahan penyakit,
4) Mengobati penyakit akut dan kronik di tingkat primer,
5) Mengatasi keadaan gawat darurat pada tingkat awal,
6) Melakukan tindak prabedah, beda minor, rawat pascabedah di unit pelayanan
primer,
7) Melakukan perawatan sementara,
8) Menerbitkan surat keterangan medis,
9) Memberikan masukan untuk keperluan pasien rawat inap,
10) Memberikan perawatan dirumah untuk keadaan khusus.

14. Mengapa ibu Rini tetap ingin anaknya dirawat di Klinik DOGA?
1) Tidak terdaftar dalam sistem kapitasi, sehingga memilih pelayanan fee-for-service
2) Tidak memahami prosedur pelayanan Dokter Keluarga,kurangnya sosialisasi