Anda di halaman 1dari 7

SOFTSKILL PERILAKU KONSUMEN

MEMPENGARUHI SIKAP DAN PERILAKU

Nama

: Yusi Yusnia

Kelas

: 3EA32

NPM

:19213621

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAGEMENT
2015 / 2016

Pengertian Sikap
Sikap merupakan kecenderungan yang dipelajari, ini berarti bahwa sikap yang berkaitan
dengan perilaku membeli terbentuk sebagai hasil dari pengalaman langsung mengenai produk,
informasi secara lisan yang diperoleh dari orang lain atau terpapar oleh iklan di media masa,
internet dan berbagai bentuk pemasaran langsung. Menurut Gordon Allpor dalam Hartono Sastro
wijoyo(2005),Sikap adalah Mempelajari kecenderungan mem berikan tanggapan pada suatu
obyek baik disenangi maupun tidak disenangi secara konsisten.
Sikap adalah cara menempatkan atau membawa diri, atau cara merasakan, jalan pikiran,
dan perilaku. Selain itu, sikap atau attitude adalah suatu konsep paling penting dalam psikologi
sosial. Pembahasan yang berkaitan dengan psikologi (sosial) hampir selalu menyertakan unsur
sikap baik sikap individu maupun sikap kelompok sebagai salah satu bagian pembahasannya.
Banyak kajian dilakukan untuk merumuskan pengertian sikap, prose terbentuknya sikap, maupun
proses perubahannya. Banyak pula penelitian telah dilakukan terhadap sikap untuk mengetahui
efek dan perannya baik sebagai variabel bebas maupun sikap sebagai variabel tergantung.
Mengerti tingkat kepercayaan yang dihubungkan dengan sikap adalah penting karena dua
alasan. Pertama, hal ini dapat mempengaruhi kekuatan hubungan di antara sikap dan perilaku.
Sikap yang dipegang dengan penuh kepercayaan biasanya akan jauh lebih diandalkan untuk
membimbing perilaku. Bila kepercayaan rendah, konsumen mungkin tidak merasa nyaman
dengan bertindak berdasarkan sikap mereka yang sudah ada. Sebagai gantinya, mereka mungkin
mencari informasi tambahan sebelum mengikatkan diri mereka.

PEMBENTUKAN SIKAP
Sikap yang dianut konsumen sekarang ini tentu saja merupakan hasil dari pengalaman mereka
sebelumnya. Konsumen yang hidup melewati era Depresi pada awal tahun 1930-an, misalnya,
secara khas memiliki sikap yang kurang mendukung terhadap pembelian berdasarkan kredit. Asal
mula dari banyak sikap dapat dirunut hingga pengalaman masa kanak-kanak, seperti perjalanan
belanja dengan ibu dan ayah. Jadi, keluarga memiliki pengaruh besar pada perkembangan sikap
selama tahun-tahun awal kehidupan konsumen. Secara lebih umum, faktor lingkungan yang

dideskripsikan akan memiliki pangaruh yang kuat pada pembentukan sikap dengan membentuk
jenis, jumlah dan kualitas informasi dan pengalaman yang tersedia bagi konsumen.

Karakteristik sikap antara lain :


1.Sikap memiliki objek
2.Konsistensi sikap
3.Sikap bisa positif, negatif, dan netral.
4.Intensitas sikap
5.Resistensi sikap
6.Persistensi sikap
7.Keyakinan sikap
8.Sikap dan situasi

MODEL STRUKTURAL SIKAP


Yang sangat penting dalam memahami peran sikap dalam perilaku konsumen adalah pengertian
mengenai struktur dan komposisi sikap. Terdapat empat kategori besar model sikap, yaitu:
1. Model Sikap Tiga Komponen
Sikap ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:
a) Komponen kognitif
b) Komponen afektif
c) Komponen perilaku
2. Model Sikap Multi Atribut
Model ini digunakan dengan maksud agar diperoleh konsistensi antara sikap dan
perilakunya, sehingga mode Fishbein ini memiliki dua komponen, yaitu kompenen sikap
dan komponen norma subyektif yang penjelasannya disajikan berikut ini :
a) Komponen sikap

b) Komponen norma subyektif


Secara singkat terdapat tiga model dalam model sikap sikap multi atribut
Fishbein, yaitu:
1. Model sikap terhadap obyek,
2. Model sikap terhadap perilaku,
3. Teori model tindakan yang beralasan,
3. Teori Usaha Mengkonsumsi
Suatu teori sikap yang dirancang untuk menjelaskan berbagai kasus di mana tindakan
atau outcome tidak pasti, tetapi sebaliknya merefleksikan usaha konsumen untuk
mengkonsumsi merupakan (atau membeli). Dimaksudkan untuk menerangkan berbagai
kejadian dari tindakan atau hasil tindakan yang tidak pasti tetapi sebaliknya kejadian
tersebut mencerminkan usaha konsumen untuk mengkonsumsi atau membeli.
4. Model Sikap terhadap Iklan
Dalam usaha memahami dampak iklan atau sarana promosi lainnya seperti katalog pada
sikap konsumen pada berbagai produk atau merek tertentu. Konsumen membentuk
berbagai perasaan (pengaruh) dan pertimbangan kognisi sebagai akibat keterbukaan
terhadap iklan. Perasaan dan pertimbangan ini akhirnya mempengaruhi sikap konsumen
terhadap iklan dan keyakinan terhadap merek yang diperoleh dari iklan.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBENTUKAN


SIKAP
1. Pengaruh Keluarga
2. Pengalaman langsung
3.

Kelompok teman sebaya (Peer Group Influences)

4. Pemasaran langsung
5. Kepribadian

6. Tayangan Media Massa

HUBUNGAN SIKAP-PERILAKU
Didalam banyak situasi, pemasar berkepentingan dengan peramalan perilaku pembelian.
Andaikan saja perusahaan anda baru saja mengembangkan suatu produk baru dan tertarik untuk
menentukan apakah ada permintaan yang cukup di pasar untuk menjamin pengenalan. Salah satu
ancangan terhadap pembuatan penentuan ini memerlukan pengenalan produk ke dalam satu atau
lebih pasar percobaan. Bergantung kepada hasil ini, anda pun dapat membuat penilaian
berdasarkan informasi yang lebih banyak mengenai potensi produk tersebut. Tes seperti ini juga
dapat menghabiskan biaya jutaan dolar, harga yang sangat mahal untuk menentukan bahwa suatu
produk memiliki sedikit daya tarik. Sebagai alternatif, anda dapat memeriksa apakah produk
tersebut bahkan pantas mendapatkan peluang untuk masuk ke dalam pasar percobaan dengan
lebih dahulu mempertimbangkan sikap konsumen terhadap produk tersebut. Ancangan ini sangat
langsung. Konsumen dari pasar target akan diminta untuk menunjukkan minat mereka untuk
membeli produk tersebut. Bila hanya sedikit konsumen yang menyatakan berminat, produk
tersebut harus ditinggalkan atau dimodifikasi dan diuji ulang. Sebaliknya bila konsumen sangat
tertarik pada produk tersebut, maka tibalah waktunya untuk mempertimbangkan pasar percobaan.
Ketahuilah bahwa biaya dari studi mengenai sikap ini adalah ribuan dolar.
Pemakaian sikap untuk meramalkan permintaan tidak terbatas pada produk baru. Produsen
produk yang sudah ada juga berminat untuk meramalkan penjualan masa datang. Sesungguhnya,
pengetahuan mengenai konsumsi masa datang dapat menjadi determinan kritis dari banyak
keputusan bisnis. Sebagai contoh, seberapa berminat pabrik yang beroperasi dengan kapasitas
penuh dalam mengembangkan fasilitas produksi mereka bila mereka mengetahui bahwa penjualan
akan meningkat dengan tajam? Sebaliknya, penentuan bahwa permintaan hampir mendatar
sesudah beberapa tahun pertumbuhan yang kuat akan menyingkapkan kebutuhan untuk mulai
menjajaki kesempatan alternatif untuk mencapai pertumbuhan penjualan (misalnya, mencuri
pelanggan pesaing).Walaupun ada penilaian yang pesimistis ini, penelitian terus menjajaki
hubungan sikap-perilaku tersebut. Kini diakui, bahwa di dalam keadaan yang sesuai, sikap dapat
meramalkan perilaku.

http://agusthinuz.blogspot.co.id/2012/10/mempengaruhi-sikap-dan-perilaku.html
https://ayankvoice.wordpress.com/2013/01/10/mempengaruhi-sikap-dan-perilaku/
http://ilyaszulhilmi.blogspot.co.id/2013/01/mempengaruhi-sikap-dan-perilaku.html