Anda di halaman 1dari 4

SOFTSKILL PERILAKU KONSUMEN

PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP


PEMBELIAN DAN KONSUMSI

Nama

: Yusi Yusnia

Kelas

: 3EA32

NPM

:19213621

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAGEMENT
2015 / 2016

PENGARUH KEBUDAYAAN TERHADAP


PEMBELIAN DAN KONSUMSI
Pengertian Budaya
Budaya merupakan konsep yang meliputi banyak hal (luas). Hal tersebut termasuk segala
sesuatu dari pengaruh proses pemikiran individu dan perilakunya.Budaya adalah hal yang
diperoleh. Ia nya tidak dimasukkan mewarisi respon dan kecenderungan. Kerumitan dari
masyarakat modern merupakan kesungguhan dimana budaya jarang memberikan ketentuan yang
terperinci atas perilaku yang tepat. Budaya terutama dijalankan oleh keadaan yang batasannya
cukup bebas pada perilaku individu dan oleh pengaruh fungsinya dari institusi seperti keluarga
dan media massa. Kemudian, budaya memberikan kerangka dalam yang mana individu dan rumah
tangga gaya hidup menyusun. Batasan dimana perangkat budaya dalam perilaku disebut norma,
yang merupakan aturan sederhana dimana menentukan atau melarang beberapa perilaku dalam
situasi yang spesifik. Norma dijalankan dari nilai budaya. Dimana nilai budaya adalah
kepercayaan yang dipertahankan dimana menguatkan apa yang diinginkan. Pelanggaran dari
norma budaya berakhir dengan sangsi yang merupakan hukuman dari pencelaan sosial yang
ringan untuk dibuang dari kelompok.

Pengertian perilaku konsumen


Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah perilaku yang
diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan
produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan
kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan. Selain itu perilaku
konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993) adalah proses pengambilan keputusan dan
kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai,
mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. Menurut Ebert dan
Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan
tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Perilaku Konsumen


Faktor budaya merupakan suatu yang paling memiliki pengaruh paling luas pada perilaku
konsumen. Pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan
kelas sosial pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku
seseorang.
Kebudayaan adalah faktor penentu keinginan dan perilaku seseorang, terutama dalam
perilaku pengambilan keputusan dan perilaku pembelian. Dalam perkembangan sejarah budaya
konsumsi maka masyarakat konsumsi lahir pertama kali di Inggris pada abad 18 saat terjadinya
tekhnologi produksi secara massal. Tekhnologi yang disebabkan oleh berkembangnya revolusi
industri memungkinkan perusahaan-perusahaan memproduksi barang terstandarisasi dalam
jumlah besar dengan harga yang relatif murah.
Dengan adanya kebudayaan, perilaku konsumen mengalami perubahan. Dengan
memahami beberapa bentuk budaya dari masyarakat, dapat membantu pemasar dalam
memprediksi penerimaan konsumen terhadap suatu produk. Pengaruh budaya dapat
mempengaruhi masyarakat secara tidak sadar. Pengaruh budaya sangat alami dan otomatis
sehingga pengaruhnya terhadap perilaku sering diterima begitu saja. Budaya mengacu pada
seperangkat nilai, gagasan, artefak dan simbol yang mempunyai makna, yang membantu individu
berkomunikasi, memberikan tafsiran serta melakukan evaluasi. Budaya tidak hanya bersifat
naluriah saja, namun budaya memberikan dampak pada perilaku yang dapat diterima didalam
masyarakat. Beberapa sikap dan perilaku yang dipengaruhi budaya, meliputi: (James Engel,2002 :
70).
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Rasa dan ruang


Komunikasi dan bahasa
Pakaian, penampilan
Makanan dan kebiasaan makan\
Waktu
Hubungan (keluarga, organisasi, pemerintah, dsbnya)
Nilai dan norma
Kepercayaan dan sikap
Proses mental dan pembelajaran\
Kebiasaan kerja

Struktur Konsumsi
Dari bahasa belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau
menghabiskan daya guna suatu benda baik berupa barang maupu jasa untuk memenuhi kebutuhan
dan kepuasan secara langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang
tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun
makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk
dijual kembali (Jawa: kulakan), maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang
ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya
Konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip
holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen.
Secara matematis struktur konsumsi yaitu menjelaskan bagaimana harga beragam sebagai hasil
dari keseimbangan antara ketersediaan produk pada tiap harga (penawaran) dengan kebijakan
distribusi dan keinginan dari mereka dengan kekuatan pembelian pada tiap harga (permintaan).
Grafik ini memperlihatkan sebuah pergeseran ke kanan dalam permintaan dari D1 ke D2 bersama
dengan peningkatan harga dan jumlah yang diperlukan untuk mencapai sebuah titik keseimbangan
(equibilirium) dalam kurva penawaran (S).
Kebudayaan yang semakin berkembang mengakibatkan pembelian dan konsumsi yang
berubah pula. Kebudayaan secara tidak langsung telah mempengaruhi dalam segala aspek
kehidupan manusia. Parapemasar dapat melihat perkembangan kebudayaan dengan cara melalui
penjualan produk yang dijual pada konsumen serta pengaruhnya terhadap pembelian dan
konsumsi mereka. Seraya melihat perubahan-perubahan nilai kebudayaan yang terjadi pada
masyarakat.

https://shintaokrami.wordpress.com/2014/11/30/pengaruh-kebudayaan-terhadap-pembelian-dankonsumen/
https://nindyaklarasinta.wordpress.com/2015/01/10/pengaruh-kebudayaan-terhadap-pembeliandan-konsumsi-softskill/