Anda di halaman 1dari 36

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kurikulum 2006 mengatakan bahwa guru tetap menempati kedudukan yang
sentral. Hal itu sejalan dengan pendapat Hamalik (1990) yang menyatakan bahwa
siswa hanya mungkin belajar dengan baik jika guru telah mempersiapkan
lingkungan positif bagi siswa untuk belajar.
Profesionalisme guru sangat menentukan keberhasilan belajar siswa.
Menurut Hamalik (1990), profil kemampuan dasar guru mencakupi: (1)
kemampuan menguasai bahan, (2) kemampuan mengelola program belajar
mengajar, (3) kemampuan mengelola kelas, (4) kemampuan menggunakan media
dan sumber, (5) kemampuan menguasai landasan pendidikan, (6) kemampuan
menilai prestasi belajar siswa, (7) kemampuan mengelola interaksi belajar
mengajar, dan sebagainya.
Bagi guru kelas yang juga mengajar Bahasa Indonesia, kemampuan di atas
belumlah cukup. Guru dituntut pula memiliki keterampilan berbahasa sebab guru
sering dijadikan contoh dalam pemakaian bahasa bagi para siswanya. Dalam
hubungan ini, Lado (1979) mengemukakan bahwa guru bahasa dituntut memiliki
kemahiran berbahasa, pengetahuan bahasa, pengalaman budaya, dan pemahaman
tentang teknik pengajaran bahasa.
Keberhasilan sorang guru dalam mengajar akan terlihat dari tercapainya target
kurikulum yang telah ditentukan. Tercapainya target kurikulum bisa dilihat dari
evaluasi yang diberikan kepada siswa. Apabila evaluasi bisa diselesaikan siswa
dengan baik, berarti target kurikulum tercapai. Dengan kata lain guru dikatakan
berhasil bila pembelajaran yang diberikan bisa dikuasai anak. Tingkat penguasaan
siswa terhadap materi pelajaran dapat dilihat dari keaktifan siswa dalam
menjawab pertanyaan atau memberi tanggapan. Keberhasilan siswa juga dilihat
melalui nilai yang diperoleh. Ternyata pada ulangan harian yang dilaksanakan
oleh guru khususnya tentang kompetensi dasar Menulis karangan sederhana
berdasarkan gambar seri menggunakan pilihan kata dan kalimat yang tepat
dengan memperhatikan penggunaan ejaan, huruf kapital, dan tanda titik,

memperlihatkan nilai-nilai yang diperoleh siswa rendah. Dari 20 siswa yang


mendapat nilai 70% ke atas hanya 4 siswa, sedangkan 16 siswa masih 60% ke
bawah.

B. Rumusan Masalah
Sebagai guru kelas III, penulis mempunyai masalah dalam melaksanakan kegiatan
belajar mengajar. Permasalahannya pada waktu saya mengajar mata pelajaran
Bahasa Indonesia mengenai penulisan karangan sederhana melalui gambar seri
adalah Bagaimana cara meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa
dalam menulis/membuat karangan sederhana melalui gambar seri dengan
mengoptimalkan sumber dan alat peraga yang relevan?

C. Tujuan Penelitian
Disamping untuk memperbaiki pembelajaran di kelas, pelaksanaan
perbaikan pembelajaran ini bertujuan:
1. Untuk mengetahui hambatan atau kendala dalam menyajikan materi
pelajaran karangan sederhana.
2. Mendapatkan suatu cara atau metode yang dapat meningkatkan
pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran tentang menulis karangan
sederhana.
3. Untuk menerapkan pengetahuan yang bersifat teoritis yaitu Penelitian
Tindakan Kelas (PTK)

yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk

kepentingan perbaikan proses pembelajaran di kelas guna memperbaiki


mutu guru.

D. Manfaat Penelitian
Guna meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, penulis
melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas.
Penelitian ini dilakukan sendiri oleh guru karena mempunyai beberapa manfaat,
antara lain: membantu guru memperbaiki pembelajaran, membantu guru
berkembang

secara professional,

meningkatkan rasa percaya

diri,

dan

memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan tentang


keterampilan menulis. Disamping manfaat yang dirasakan oleh guru, penelitian ini
2

juga bermanfaat bagi siswa, yaitu: membantu siswa menyalurkan gagasan/idenya,


meningkatkan kemampuan siswa tentang keterampilan menulis, meningkatkan
aktivitas siswa dalam menulis karangan, dan sebagainya.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. MEDIA PEMBELAJARAN
1. Pengertian Media Pembelajaran
Menurut Heinich, dkk.(1993) media merupakan alat saluran komunikasi.
Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium
yang secara harfiah berarti perantara, yaitu perantara sumber pesan (a source)
dengan penerima pesan (a receiver). Schramm (1977) menjelaskan bahwa media
adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan
pembelajaran. Media juga merupakan sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi
pembelajaran seperti buku, film, video, slide, dan sebagainya (Briggs, 1977).
Selain itu media merupakan saran komunikasi dalam bentuk cetak maupun
pandang dengar, termasuk teknologi perangkat kerasnya (NEA, 1969).
Dari beberapa pengertian media di atas dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran pada hakikatnya merupakan saluran atau jembatan dari pesan-pesan
pembelajaran (messages) yang disampaikan oleh sumber pesan (guru) kepada
penerima pesan (siswa) dengan maksud agar pesan-pesan tersebut dapat diserap
dengan cepat dan tepat sesuai dengan tujuannya.

2. Fungsi Media Pembelajaran


Dalam kaitannya dengan peranan media pembelajaran, dapat ditekankan
beberapa fungsi media pembelajaran sebagai berikut:
1. Sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi pembelajaran yang
lebih efektif.
2. Sebagai salah satu komponen yang tidak berdiri sendiri tetapi saling
berhubungan dengan komponen lainnya dalam rangka menciptakan
situasi belajar yang diharapkan.
3. Selalu melihat kepada kompetensi dan bahan ajar.
4. Untuk mempercepat proses belajar.
5. Untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
6. Dapat mengurangi terjadinya penyakit verbalisme.
4

3. Manfaat Media Pembelajaran


Selain fungsi-fungsi tersebut di atas, media pembelajaran ini juga memiliki
nilai dan manfaat sebagai berikut:
1. Membuat konkret konsep-konsep yang abstrak.
2. Menghadirkan objek-objek yang terlalu berbahaya atau sukar didapat ke
dalam lingkungan belajar.
3. Menampilkan objek yang terlalu besar atau kecil.
4. memperlihatkan gerakan yang terlalu cepat atau lambat.
5. Memungkinkan

siswa

berinteraksi

secara

langsung

dengan

lingkungannya.
6. Memungkinkan adanya keseragaman pengamatan atau persepsi belajar
pada masing-masing siswa.
7. Membangkitkan motivasi belajar siswa.
8. Menyajikan informasi belajar secara konsisten dan dapat diulang maupun
disimpan menurut kebutuhan.
9. Menyajikan pesan atau informasi belajar secara serempak bagi seluruh
siswa.
10. Mengatasi keterbatasan waktu dan ruang.
11. Mengontrol arah dan kecepatan belajar siswa.

4. Jenis-jenis Media Pembelajaran


a. Media visual
Media visual dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Media visual yang diproyeksikan (projected visual)
Pada dasarnya media visual ini menggunakan alat proyeksi (projector)
sehingga gambar atau tulisan tampak pada layer (screen). Media proyeksi
ini bisa berbentuk media proyeksi diam, misalnya gambar diam (still
pictures) dan media proyeksi gerak, misalnya gambar bergerak (motion
pictures). Jenis alat proyeksi yang saat ini bisa digunakan untuk kegiatan
pembelajaran diantaranya adalah OHP, slide projector, LCD, dan
filmstrips.
2. Media visual tidak diproyeksikan (non projected visual)
Jenis media visual tidak diproyeksikan, terdiri atas:
5

a. Gambar fotografik
Fotografik ini termasuk ke dalam gambar diam/mati, misalnya gambar
tentang manusia, binatang, tempat atau objek lainnya yang ada kaitannya
dengan isi/bahan pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.
b. Grafis (graphic)
Merupakan media pandang dua dimensi (bukan fotografik) yang
dirancang secara khusus untuk mengkomunikasikan pesan pembelajaran.
Jenis media grafis yang sering digunakan dalam kegiatan pembelajaran
adalah grafik, bagan, diagram, poster, kartun/karikatur, dan komik.
c. Media tiga dimensi
Media tiga dimensi dalam hal ini terdiri atas media realia dan model. Media
realia merupakan alat bantu visual dalam pembelajaran yang berfungsi
memberikan pengalaman secara langsung kepada para siswa (direct experiences).
Media model merupakan tiruan dari beberapa objek nyata. Model terdiri atas
beberapa jenis, yaitu model padat, model penampang, model susun, model kerja,
mock-up dan diorama. Masing-masing jenis model tersebut ukurannya mungkin
persis sama, mungkin juga lebih kecil atau lebih besar dengan objek
sesungguhnya.
b. Media audio
Media audio adalah media yamg mengandung pesan dalam bentuk auditif
(hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan
kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar. Jenis media audio terdiri atas
program kaset suara, CD audio, dan program radio.
Penggunaan media audio dalam kegiatan pembelajaran pada umumnya untuk
melatih keterampilan yang berhubungan dengan aspek-aspek keterampilan
mendengarkan.
c. Media audiovisual
Sesuai dengan namanya, media merupakan kombinasi audio dan visual atau
biasa disebut media pandang dengar. Apabila menggunakan media ini akan
semakin lengkap dan optimal penyajian bahan ajar kepada para siswa, selain itu
media ini dalam batas-batas tertentu dapat juga menggantikan peran dan tugas
guru. Contohnya program video/televise pendidikan, video/televise instruksional,
program slide suara, dan program CD interaktif.
6

5. Penggunaan Media Pembelajaran


Penggunaan media pembelajaran perlu memperhatikan tujuan yang ingin
dicapai, sifat dari bahan ajar, karakteristik sasaran belajar (siswa), dan kondisi
tempat/ruangan. Yang menjadi pertimbangan antara lain: kesederhanaan, menarik
perhatian, adanya penonjolan/penekanan (misalnya dengan warna), direncanakan
dengan baik, serta memungkinkan siswa lebih aktif belajar.
Dalam melaksanakan tindakan perbaikan, penulis menggunakan media visual
yang tidak diproyeksikan.

B. METODE MENGAJAR
1. Pengertian Metode Mengajar
Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus digunakan
dalam kegiatan pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajaran
maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa diperlukan adanya suatu
metode atau cara mengajara yang efektif. Penggunaan metode mengajar harus
dapat menciptakan terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa maupun
interaksi antara siswa dengan guru sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan
secara maksimal.
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penggunaan metode
mengajar

terutama

berkaitan dengan perkembangan kemampuan siswa,

diantaranya sebagai berikut:


1. Harus memungkinkan dapat membangkitkan rasa ingin tahusiswa lebih
jauh terhadap materi pelajaran.
2. Harus memungkinkan dapat memberikan peluang untuk berekspresi yang
kreatif dalam aspek seni.
3. Harus memungkinkan siswa belajar melalui pemecahan masalah.
4. Harus memungkinkan siswa untuk selalu ingin menguji kebenaran
sesuatu.
5. Harus memungkinkan siswa untuk melakukan penemuan (inkuiri)
terhadap sesuatu topic permasalahan.
6. Harus memungkinkan siswa untuk mampu menyimak.
7. Harus memungkinkan siswa untuk belajar secara mandiri.
8. Harus memungkinkan siswa untuk belajar secara bekerja sama.
7

9. Harus memungkinkan siswa untuk lebih termotivasi dalam belajarnya.


2. Fungsi Metode Mengajar
Penggunaan metode mengajar dalam pembelajaran memiliki fungsi-fungsi
sebagai berikut:
1. Sebagai alat atau cara untuk mencapai tujuan pembelajaran atau
membentuk kompetensi siswa.
2. Sebagai gambaran aktivitas yang harus ditempuh oleh siswa dan guru
dalam kegiatan pembelajaran.
3. Sebagai

bahan

pertimbangan

dalam

menentukan

alat

penilaian

pembelajaran.
4. Sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan bimbingan dalam kegiatan
pembelajaran.

3. Faktor-faktor Metode Mengajar


Penentuan atau memilih metode mengajar dalam pembelajaran harus
mempertimbangkan beberapa faktor yang mempengaruhi pembelajaran. Faktorfaktor tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tujuan pembelajaran atau kompetensi siswa.
2. Karakteristik bahan pelajaran/materi pelajaran.
3. Waktu yang digunakan.
4. Faktor siswa
5. Fasilitas, media, dan sumber belajar.

4. Jenis-jenis Metode Mengajar


1. Metode ceramah
Merupakan suatu cara penyajian bahan atau penyampaian bahan pelajaran
secara lisan dari guru. Bentuk penyampaiannya sangat sederhana dari mulai
pemberian informasi, klarifikasi, ilustrasi, dan menyimpulkan. Ceramah yang baik
adalah ceramah bervariasi artinya ceramah yang dilengkapi dengan penggunaan
alat dan media serta adanya tambahan dialog interaktif atau diskusi sehiingga
proses pembelajaran tidak menjenuhkan.
1.1. Karakteristik metode ceramah
- Bersifat memberi informasi.
8

- Proses pembelajarannya dilakukan secara klasikal.


- Lebih bersifat monoton, guru lebih banyak berbicara.
- Perlu adanya dukungan kondisi yang efektif dari guru.
1.2. Prasyarat untuk mengoptimalkan pembelajaran ceramah
-

Guru menguasai teknik-teknik ceramah yang dapat membangkitkan


minat, dan motivasi siswa.

Guru mampu memberikan ilustrasi yang sesuai dengan bahan


pembelajaran.

Guru menguasai materi pelajaran.

Guru menjelaskan pokok-pokok bahan pelajaran secara sistematik.

Guru menguasai aktivitas seluruh siswa dalam kelas.

Siswa mampu mendengarkan dan mencatat bahan pelajaran yang


dijelaskan guru.

Kemampuan awal yang dimiliki siswa berhubungan dengan materi yang


akan dipelajari.

- Siswa memiliki emosional yang mendukung untuk memperhatikan dan


memiliki motivasi

mengikuti pelajaran.

1.3. Keunggulan metode ceramah


-

Dianggap ekonomis waktu dan biaya.

Target jumlah siswa akan lebih banyak.

Bahan pelajaran sudah dipilih/dipersiapkan.

Apabila bahan pelajaran belum dikuasai oleh sebagian siswa maka guru
akan merasa mudah untuk menugaskan dan memberikan rambu-rambu
pada siswa yang bersangkutan.

1.4. Kelemahan metode ceramah


-

Sulit bagi yang kurang memiliki kemampuan menyimak dan mencatat


dengan baik.

Kemungkinan menimbulkan verbalisme.

Sangat kurang memberikan kesempatan pada siswa untuk berpartisipasi


secara total.

Peran guru lebih banyak sebagi sumber pelajaran.

Materi pelajaran lebih cenderung pada aspek ingatan.


9

2. Metode Diskusi
Merupakan cara mengajar yang dalam pembahasan dan penyajian materinya
melalui suatu problema atau pertanyaan yang harus diselesaikan berdasarkan
pendapat atau keputusan secara bersama. Kegiatan diskusi dapat dilaksanakan
dalam kelompok kecil, kelompok sedang, dan kelompok besar ataupun diskusi
kelas. Kegiatan diskusi dipimpin oleh seorang ketua atau moderator untuk
mengatur pembicaraan cara mencapai target.
2.1 Karakteristik metode diskusi
-

Bahan pelajaran dikemukakan dalam topic permasalahan..

Adanya pembentukan kelompok.

Kelancaran kegiatan diskusi ditentukan oleh moderator.

Guru berperan sebagai pembimbing, fasilitator atau motivator supaya


interaksi dan aktivitas siswa dalam diskusi menjadi efektif.

2.2. Prasyarat untuk mengoptimalkan pembelajaran diskusi


-

Guru mampu merumuskan permasalahan sesuai pembelajaran diskusi.

Guru

mampu

membimbing

siswa

untuk

merumuskan

dan

mengidentifikasi permasalahan serta menarik kesimpulan.


-

Guru mampu mengelompokkan siswa sesuai dengan kebutuhan


permasalahan dan pengembangan kemampuan siswa.

Guru mampu mengelola pembelajaran melalui diskusi.

Guru menguasai permasalahan yang didiskusikan.

Siswa memiliki motivasi, perhatian, dan minat dalam diskusi.

Siswa mampu melaksanakan diskusi.

Siswa mampu menerapkan belajar secara bersama.

Siswa mampu mengeluarkan isi pikiran atau pendapat/ide.

Siswa mampu memahami dan menghargai pendapat orang lain.

2.3. Keunggulan metode diskusi


-

Bertukar pikiran.

Menghayati permasalahan.

Merangsang siswa untuk berpendapat.

Mengembangkan rasa tanggung jawab.

Membina kemampuan berbicara.

Belajar memahami pendapat atau pikiran orang lain.


10

Memberikan kesempatan belajar.

2.4. Kelemahan metode diskusi


-

Relatif memerlukan waktu yang cukup banyak.

Apabila siswa tidak memahami konsep dasar permasalahan maka diskusi


tidak akan efektif.

Materi pelajaran dapat menjadi luas dan yang aktif hanya siswa tertentu.

Dalam pembuatan laporan ini, penulis menggunakan metode ceramah,


diskusi, tanya jawab, penugasan dan presentasi.

11

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. Lokasi dan Subjek Penelitian
Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di SD Negeri Pejagan 03 kecamatan
Kota Bangkalan, kabupaten Bangkalan,. Subyek dari peneltian ini adalah siswa
kelas III semester 2. Adapun jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah
sebagai berikut:
Tanggal 16 Maret 2010 mata pelajaran Bahasa Indonesia siklus pertama.
Tanggal 23 Maret 2010 mata pelajaran Bahasa Indonesia siklus kedua.

B. Prosedur Penelitian
Tindakan Perbaikan Siklus I
Perencanaan
-

Menyiapkan Rencana Perbaikan Pembelajaran.

Menyiapkan materi pelajaran.

Menyiapkan media pembelajaran.

Menyiapkan instrument penelitian (lembar kerja siswa).

Pelaksanaan
-

Memotivasi dalam belajar dengan menunjukkan sebuah gambar sei


yang belum urut.

Memberikan beberapa pertanyaan tentang gambar seri yang belum


urut.

Siswa secara kelompok mendiskusikan tentang mengurutkan gambar


seri kemudian membuat

kalimat

untuk setiap gambar

menyebutkan nama-nama tokohnya.


-

Siswa mengumpulkan hasil kerja kelompok.

Membahas lembar kerja.

Siswa menyimpulkan materi dengan dipandu oleh guru.

Guru memberi soal-soal pekerjaan rumah.

Pengumpulan Data

12

serta

Untuk mendapatkan data hasil belajar siswa, peneliti mengambil


dengan

menggunakan

tes/hasil

pembelajaran.

13

evaluasi

pada

akhir

pertemuan

Refleksi
Berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan antara peneliti dan observer,
refleksi dilakukan dalam beberapa hal:
1. Kesesuaian RPP dengan pelaksanaan.
2. Cara guru memotivasi siswa.
3. Aktivitas siswa pada saat pembelajaran.
4. Sikap guru dalam menangani respon siswa.
5. Cara penggunaan alat peraga/media pembelajaran.
6. Penggunaan waktu secara efisien.
7. Pemantapan penguasaan materi.
8. Pelaksanaan evaluasi.
Tindakan Perbaikan Siklus II
Perencanaan
-

Menyiapkan Rencana Perbaikan Pembelajaran.

Menyiapkan materi pelajaran.

Menyiapkan media pembelajaran.

Menyiapkan instrument penelitian (lembar kerja siswa).

Pelaksanaan
-

Memotivasi dalam belajar dengan mengadakan tanya jawab tentang


gambar seri yang belum urut dengan pertanyaan yang sesuai.

Siswa secara kelompok mendiskusikan tentang membuat cerita


berdasarkan gambar.

Perwakilan dari setiap kelompok melaporkan hasil kerja kelompoknya.

Membahas materi kelompok.

Siswa mengerjakan tugas membuat karangan sederhana berdasarkan


pikirannya sendiri secara individu.

Siswa membacakan hasil karangannya di depan kelas.

Siswa mengerjakan lembar kerja.

Membahas lembar kerja.

Siswa menyimpulkan materi dengan dipandu oleh guru.

Guru memberi soal-soal pekerjaan rumah.

Pengumpulan Data

14

Untuk mendapatkan data keaktifan siswa, peneliti mengambil dengan


menggunakan tes/hasil evaluasi pada akhir pertemuan pembelajaran.

15

Refleksi
Berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan antara peneliti dan observer,
refleksi dilakukan dalam beberapa hal:
1. Kesesuaian RPP dengan pelaksanaan.
2. Cara guru memotivasi siswa.
3. Aktivitas siswa pada saat pembelajaran.
4. Sikap guru dalam menangani respon siswa.
5. Cara penggunaan alat peraga/media pembelajaran.
6. Penggunaan waktu secara efisien.
7. Pemantapan penguasaan materi.
8. Pelaksanaan evaluasi.

16

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Tabel I
Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I
Penguasaan Materi

Pilihan
Kata
Huruf
Kapital

Perbaikan I
Kalimat

Nama Siswa

Pilihan
Kata

No

Urutan
Gambar
Kalimat

Awal

1.

Sahid

15

20

15

50

30

30

25

85

2.

Reni

20

50

20

90

20

35

30

85

3.

Indra

20

20

45

85

25

30

25

80

4.

Maulud

10

15

15

40

20

25

20

65

5.

Halimatus

25

50

35

100

25

30

30

85

6.

Rita Yuliati

15

10

20

45

20

30

15

65

7.

Putra

15

15

20

50

25

30

20

75

8.

Sumaiyah

10

10

15

35

25

30

20

75

9.

Fernando

10

10

20

40

25

25

15

65

10. Irfan Maulana

15

20

15

50

20

30

25

75

11. Ach. Tauhid

15

15

20

50

25

25

15

65

12. Bagas Pratama

20

20

15

55

15

35

25

75

13. Risky Romadon

15

15

20

50

25

30

25

80

14. Bagus Romadon

22

23

25

70

25

30

30

85

15. Masitha Dwi Putri

25

20

20

65

25

35

30

85

16. Fitri

10

15

20

45

30

25

20

75

17. Anisa Putri

15

20

20

55

20

30

25

75

18. Ilham Wahyudi

20

25

35

80

20

35

30

85

19. Moh. Adi Sugianto

15

20

20

45

20

25

30

75

20. Faris

20

15

15

50

25

25

25

75

21. Cindy

10

15

20

45

30

25

20

75

22. Yuni

15

20

20

55

20

30

25

75

23. Muazzeh

20

25

35

80

20

35

30

85

17

24. Farok

15

20

20

45

20

25

30

75

25. Mardiyah

20

15

15

50

25

25

25

75

Tabel II
Hasil Belajar Siswa Pada Siklus II
Penguasaan Materi

Pilihan
Kata
Huruf
Kapital

Perbaikan II
Kalimat

Nama Siswa

Pilihan
Kata
Huruf
Kapital

No

Kalimat

Perbaikan I

1.

Sahid

30

30

25

85

35

25

20

80

2.

Reni

20

35

30

85

35

20

25

80

3.

Indra

25

30

25

80

35

25

20

80

4.

Maulud

20

25

20

65

30

25

15

70

5.

Halimatus

25

30

30

85

35

25

20

80

6.

Rita Yuliati

20

30

15

65

30

25

15

70

7.

Putra

25

30

20

75

35

30

15

80

8.

Sumaiyah

25

30

20

75

35

30

15

80

9.

Fernando

25

25

15

65

20

25

15

60

10. Irfan Maulana

20

30

25

75

35

30

15

80

11. Ach. Tauhid

25

25

15

65

30

25

15

70

12. Bagas Pratama

15

35

25

75

35

30

15

80

13. Risky Romadon

25

30

25

80

30

25

15

70

14. Bagus Romadon

25

30

30

85

35

30

15

80

15. Masitha Dwi Putri

25

35

30

85

35

25

20

80

16. Fitri

30

25

20

75

35

30

15

80

17. Anisa Putri

20

30

25

75

35

35

10

80

18. Ilham Wahyudi

20

35

30

85

35

25

20

80

19. Moh. Adi Sugianto

20

25

30

75

30

35

15

80

20. Faris

25

25

25

75

35

30

15

80

21. Cindy

30

25

20

75

35

30

15

80

18

22. Yuni

20

30

25

75

35

35

10

80

23. Muazzeh

20

35

30

85

35

25

20

80

24. Farok

20

25

30

75

30

35

15

80

25. Mardiyah

25

25

25

75

35

30

15

80

B. Pembahasan
Siklus I
Pada saat ini penggunaan kurikulum masih dalam transisi yaitu kurikulum
2006 yang dikenal dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Kurikulum 2006 merupakan penyempurnaan kurikulum sebelumnya yang
memiliki karakteristik antara lain; (1) menganut sistem semester, (2)
menggunakan pendekatan kompetensi, (3) tematis dan pragmatik, meskipun tidak
dinyatakan secara eksplisit tetap menjiwai pembelajaran Bahasa Indonesia, (4)
memilki sifat integrative, (5) pembelajaran kebahasaan dan kosakata diajarkan
dalam konteks wacana.
Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan
peserta didik untuk berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dengan baik dan
benar, baik secara lisan maupun tulis serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil
karya sastra manusia Indonesia (Permen Diknas, No. 22 Tahun 2006).
Hal tersebut sesuai dengan pendapat Widdowson (1978) yang menyatakan
bahwa

dalam

pelaksanaan

pengajaran

bahsa

siswa

didorong

untuk

mengekspresikan fungsi-fungsi bahasa. Pembelajaran bahasa yang menekankan


pada kemampuan siswa mengekspresikan fungsi-fungsi bahasa sejalan dengan
tujuan pembelajaran bahasa yang mengembangkan kompetensi komunikatif.
Sebagaimana dikemukakan oleh Hymes, bahwa penguasaan secara naluri yang
dipunyai seorang penutur sejati untuk menggunakan dan memahami bahasa secara
wajar dalam proses berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain dan dalam
hubungannya dengan konteks sosial (Stern, 1983:229).
Berdasarkan hasil diskusi dengan teman sejawat disimpulkan bahwa
pembelajaran yang dilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan. Hal ini
ditunjukkan dengan siswa mencapai tingkat penguasaan materi yang semakin
meningkat, yang dibuktikan dengan pencapaian nilai yang meningkat.

19

Pelaksanaan perbaikan pembelajaran I dilaksanakan dengan menggunakan


alat peraga yang sesuai materi dan disesuaikan dengan tahap perkembangan
berpikir siswa SD kelas 3. Peneliti bertindak sebagai guru yang dibantu guru kelas
IV sebagai pengamat sekaligus teman sejawat.
Hasil tes formatif yang dicapai oleh 16 subyek penelitian mencapai tingkat
keberhasilan 75% - 85%. Sedangkan 4 subjek ternyata masih mendapatkan hasil
yang belum optimal (65%).
Tindakan perbaikan pembelajaran I difokuskan agar siswa memahami cara
menulis karangan sederhana berdasarkan gambar seri. Penerapan pembelajaran
yang dilengkapi dengan alat peraga ini memang belum dapat dilaksanakan secara
optimal, karena siswa masih sangat tergantung pada instruksi guru (peneliti).
Namun demikian, hasil tes formatif 1 ternyata mencapai standar yang ditetapkan.
Untuk subjek penelitian yang masih melakukan kesalahan diberikan bimbingan
langsung.
Berdasarkan hasil tersebut ditetapkan bahwa tujuan tindakan perbaikan
pembelajaran I telah tercapai. Oleh karena itu tidak diperlukan mengulang
tindakan, dalam arti dapat dilanjutkan ke tindakan perbaikan II.
Hal-hal unik yang muncul pada saat pelaksanaan perbaikan pembelajaran
diantaranya adalah pada siklus pertama (1) terjadi perubahan suasana kelas.
Dengan kehadiran seorang guru ke dalam kelas (teman sejawat) mebuat siswa
terlihat tegang. Perhatian semua siswa tertuju ke depan kelas tanpa ada seorang
pun yang bicara. Tetapi setelah diberitahu maksud kedatangan guru tersebut,
siswa baru terlihat tenang.
Siklus II
Keefektifan pembelajaran bahasa yang menekankan pada fungsi bahsa
tersebut sangat ditentukan oleh guru. Guru dituntut mampu menerapkan
pendekatan komunikatif sebagaimana dituntut oleh kurikulum 2006. Pendekatan
komunikatif,

menurut

Littewood

(1981:1)

adalah

pendekatan

yang

mengintegrasikan pengajaran fungsi-fungsi bahasa dan tata bahasa. Dijelaskannya


bahwa pembelajaran bahasa yang komunikatif memberikan perhatian yang
sistematik pada aspek-aspek fungsional dan structural dari bahasa memusatkan
perhatiannya pada sistem tata bahasa, sedangkan pandangan fungsional

20

memusatkan perhatiannya pada makna yang dikandung oleh bentuk-bentuk


linguistic.
Selain itu, guru dituntut pula memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran
bahasa. Lado (1979) mengemukakan sejumlah prinsip, yang antara lain adalah (1)
sebagian besar waktu siswa digunakan untuk berlatih dan praktik menggunakan
bahasa dan (2) mengembangkan sikap positif terhadap bahasa yang dipelajari.
Kedua prinsip ini dipandang sangat relevan dengan tujuan pembelajaran bahasa
dan pendekatan komunikatif di atas. Guru juga harus memperhatikan prinsipprinsip pembelajaran bahasa yang langsung berhubungan dengan aspek
pembelajaran menulis, mendengarkan, berbicara, dan membaca.
Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut di atas maka dalam pelaksanaan
penelitian penguasaan siswa dalam menulis karangan sederhana dengan
menggunakan alat peraga berupa gambar-gambar yang bagus dan menarik,
menunjukkan bahwa siswa cenderung prestasi belajarnya lebih meningkat.
Tindakan perbaikan pembelajaran II merupakan kelanjutan dari tindakan
perbaikan I. Pada tindakan perbaikan pembelajaran II difokuskan agar siswa
menguasai dan meningkatkan pemahamannya tentang penulisan karangan
sederhana melalui gambar seri dengan menggunakan pilihan kata, kalimat, huruf
besar, dan tanda titik dengan tepat.
Pada tindakan perbaikan II, peneliti telah berusaha menciptakan suasana
pembelajaran yang kondusif, dan subjek penelitian sudah menampakan
antusiasme dan motivasi yang tinggi. Hal ini nampak dari keberanian siswa untuk
bercerita dan mencoba menggunakan alat peraga yang disediakan. Hasil tes yang
dicapai sudah optimal.
Penerapan pembelajaran yang berorientasi pada penggunaan alat peraga
pada tindakan II ini sudah lebih baik dibanding tindakan I, tetapi belum optimal.
Alat peraga yang digunakan yang ada di sekitar kelas. Pada tindakan perbaikan
pembelajaran II ini, tujuan pembelajaran sudah tercapai.
Pada saat pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus kedua, siswa kelas 3
mengalami perubahan tingkah laku. Siswa penuh kosentrasi mengikuti
pembelajaran. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan yang kadang-kadang
tidak ada hubungannya dengan materi pelajaran, sehingga guru kelabakan
menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
21

BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Dari hasil perbaikan yang telah dilaksanakan dapt ditarik beberapa
kesimpulan sebagai berikut:
1. Penguasaan materi pembelajaran oleh siswa dapat ditingkatkan melalui
penjelasan dengan disertai contoh-contoh dan melibatkan siswa secara
langsung dalam pembelajaran.
2. Setiap siswa memiliki perbedaan individu dalam memenuhi kebutuhannya.
3. Siswa memerlukan motivasi dalam belajar, baik dari dalam dirinya sendiri
maupun dari luar dirinya.
B. Saran Tindak Lanjut
Bedasarkan kesimpulan tersebut, yang sebaiknya dilakukan oleh guru dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran khususnya meningkatkan keaktifan siswa
dalam kelas yaitu:
1. Untuk menjelaskan materi dalam pembelajaran, gunakan alat peraga yang
relevan.
2. Memotivasi belajar siswa melalui berbagai pendekatan pembelajaran agar
siswa tidak bosan.
3. Metode yang digunakan hendaknya bervariasi untuk menciptakan suasana
belajar yang menyenangkan.
4. Penggunaan alat peraga/media pembelajaran yang bagus dan relevan
menjadi bagian yang dapat memaksimalkan hasil belajar siswa, sehingga
keberadaannya mutlak diperlukan dalam sebuah pembelajaran.
Disamping

itu,

berdasarkan

pengalaman

melaksanakan perbaikan

pembelajaran melalui PTK, kiranya perlu buku penghubung di anatara guru


dan wali murid agar dapat saling mengisi kebutuhan siswa demi tercapainya
tujuan pendidikan secara keseluruhan.

22

DAFTAR PUSTAKA

Depdiknas, 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta.


Brown, H. Doulas. 1994. Teaching by Principles: An Interactive Approach to
Language Pedagogy. New Jersey: Prenice Hail Regent.
Dardjowidjojo, Soenjono, 1993. Kontroversi di dalam Pendekatan
Komunikatif dalam PELLBA 6 (Pertemuan Linguistik Bahasa Atma
Jaya: Keenam), Jakarta: Kanisius. Hal. 79-96.
Djeniah Alim, 1996. Lancar Berbahasa Indonesia 1 Kelas III, Jakarta:
Depdikbud.
Hamalik, Oemar, 1990. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan
Sistem. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Lado, Robert, 1989. Language Teaching: A Scientific Approsch. New Delhi:
Tata McGraw-Hill..
Littewood, William, 1981. Communicative Language
Introduction. New York: Cambridge University Press.

Teaching:

An

Nyoman Merdhana, 2002. Tindakan Kelas sebagi Salah Satu Alternatif


Pengajaran
Menyimak
dalam
PBIPA.
Jakarta:
http://www.ialf.edu/kipbipa/abstracts/nyomanmerdhana.htm.
Wardani, I.G.A.K., Wihardi, Kuswaya, Nasution Noehi, 2002. Penelitian
Tindakan Kelas. Jakarta, Universitas Terbuka.
Wardani, I.G.A.K., Siti Julaeha, M.A. Pemantapan Kemampuan Profesional.
Jakarta, Universitas Terbuka.
Widdowson, H.G, 1978. Teaching Language as Communication. Oxford:
Oxford University Press.
Stern, H.H, 1983. Fundamental Concept of Languagr Teaching. Oxford: Oxford
University Press.
Sri Anitah W, dkk. 2007. Strategi pembelajaran di SD. Jakarta, Universitas
Terbuka.

23

Lampiran 1

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:


Nama

: Hikmatul Maulidiyah

NIM

: 816442284

UPBJJ-UT

: SURABAYA

Menyatakan bahwa:
Nama

: Suparti, S.Pd

NIP

: 195703201979072001

Tempat Mengajar

: SDN Pejagan 03 Kec. Kota Bangkalan, Kab.


Bangkalan

Guru Kelas

: IV (Empat)

Adalah teman sejawat yang telah membantu dalam pelaksanaan perbaikan


pembelajaran, yang merupakan tugas mata kuliah Pemantapan Kemampuan
Profesional (PGSD 4412).

Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Teman Sejawat

Bangkalan,, Maret, 2010


Yang Membuat Pernyataan

Suparti, S.Pd
NIP. 195703201979072001

Hikmatul Maulidiyah
NIM. 816442284
Mengetahui,
Kepala Sekolah

Drs. Herdi Susanto


NIP. 195710041979071001

24

Lampiran 2
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN I
Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : III/2
Waktu

: 2 x 35 menit

A. Standar Kompetensi
Menulis
8. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam karangan sederhana
dan puisi.
B. Kompetensi Dasar
8.1. Menulis karangan sederhana berdasarkan gambar seri menggunakan pilihan
kata dan kalimat yang tepat dengan memperhatikan penggunaan ejaan, huruf
kapital, dan tanda titik.
C. Tujuan Pembelajaran
Diharapkan siswa dapat:
1. Mengurutkan gambar seri.
2. Menyebutkan nama-nama tokoh dan sifat-sifat tokohnya.
D. Indikator
1. Mengurutkan gambar seri.
2. Menyebutkan nama tokoh yang akan diceritakan.
E. Materi Pokok
Menulis karangan sederhana berdasrkan gambar seri menggunakan
pilihan kata dan kalimat yang tepat.
F. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Diskusi Kelompok
4. Penugasan
5. Presentasi
G. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal (5 menit)
Untuk memotivasi belajar siswa, guru menunjukkan gambar yang belum
25

urut.
Guru mengemukakan beberapa pertanyaan.
2. Kegiatan Inti (50 menit)
- Secara berkelompok mendiskusikan tugas "mengurutkan gambar seri"
kemudian membuat kalimat untuk setiap gambar serta menyebutkan namanama tokohnya.
- Guru dan siswa membahas tentang gambar seri yang belum diurutkan dan
mengurutkan bersama-sama.
- Siswa mengerjakan lembar kerja
- Pembahasan lembar kerja.
3. Kegiatan Akhir (15 menit)
Dengan dipandu guru, siswa menyimpulkan materi pelajaran
Guru memberi tugas PR.
H. Sumber Belajar / Alat dan Bahan
1. Buku "Lancar Berbahasa Indonesia 1" untuk SD Kelas III
2. Buku "Modul Bahasa Indonesia" untuk SD Kelas III
3.

Gambar seri

I. Penilaian
Tes: tertulis
Menulis:
1. Urutkan gambar di bawah ini sesuai dengan kegiatannya!
2. Buatlah sebuah karangan sederhana tentang gambar tersebut!
3. Gunakan pilihan kata yang tepat dalam kalimat yang tepat pula!

Bangkalan,,

Maret, 2010

Mahasiswa

Hikmatul Maulidiyah
NIM. 816442284

26

Menulis karangan berdasarkan rangkaian gambar

Urutan gambar yang benar adalah - - -

Minggu pagi Ibu dan Noni akan pergi ke pasar.


Ibu memasukkan payung kedalam tas karena langit tampak
mendung.
(Lanjutkan)
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
27

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN II


Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : III/2
Waktu

: 2 x 35 menit

A. Standar Kompetensi
Menulis
8. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam karangan sederhana
dan puisi.
B. Kompetensi Dasar
8.1. Menulis karangan sederhana berdasarkan gambar seri menggunakan
pilihan kata dan kalimat yang tepat dengan memperhatikan penggunaan
ejaan, huruf kapital, dan tanda titik.
C. Tujuan Pembelajaran
Diharapkan siswa dapat:
1. Membuat cerita berdasarkan gambar yang telah diurutkan.
2. Menulis karangan berdasarkan pikirannya sendiri.
D. Indikator
1. Membuat cerita berdasarkan gambar seri.
2. Menulis karangan berdasarkan pikirannya sendiri dengan
memperhatikan penggunaan huruf kapital.
E. Materi Pokok
Menulis karangan sederhana ber dasrkan gambar seri menggunakan
pilihan kata dan kalimat yang tepat.
F. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Diskusi Kelompok
4. Penugasan
5. Presentasi
G. Langkah-langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal (5 menit)
Untuk memotivasi belajar siswa, guru menunjukkan beberapa gambar
28

seri.
Guru mengemukakan beberapa pertanyaan yang sesuai.
2. Kegiatan Inti (50 menit)
Secara berkelompok mendiskusikan tugas "membuat cerita
berdasarkan gambar"
Perwakilan dari siswa melaporkan hasil kerja kelkompok.
Pembahasan hasil kerja kelompok
Secara individu siswa membuat karangan sederhana berdasarkan
pikirannya sendiri.
Siswa membacakan hasil karangannya ke depan kelas secara
bergantian.
3. Kegiatan Akhir (15 menit)
Dengan dipandu guru, siswa menyimpulkan materi pelajaran
Guru memberi tugas PR.

H. Sumber Belajar / Alat dan Bahan


1.

Buku "Lancar Berbahasa Indonesia I" untuk SD Kelas III

2.

Buku "Modul Bahasa Indonesia" untuk SD Kelas III

3.

Gambar seri

1. Penilaian
Tes: tertulis
Menulis:
1. Urutkan gambar di bawah ini sesuai dengan kegiatannya!
2. Buatlah sebuah karangan sederhana tentang gambar tersebut!
3. Gunakan pilihan kata yang tepat dalam kalimat yang tepat pula!

Bangkalan,,

Maret, 2010

Mahasiswa

Hikmatul Maulidiyah
NIM. 816442284

29

Merangkai gambar seri


Urutkan gambar kegiatan sehari-hari Budi berikut ini menjadi sebuah peristiwa
yang runtut!
Tuliskan kalimat dari setiap gambar!

30

URUTAN GAMBAR
1...

KALIMAT
.
.
.
.
.

2. .

.
.
.
.
.
.

3. .

.
.
.
.
.
.

4. .

.
.
.
.
.
.

5. .

.
.
.
.
.
.
.

31

Lampiran 3
INSTRUMEN PENELITIAN
LEMBAR OBSERVASI
(SIKLUS I)

Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Hari / Tanggal
Fokus Observasi

No
1.

2.

3.

: Bahasa Indonesia
: III / 2
: Selasa, 23 Maret 2010
: Guru
Kemunculan
Ada
Tidak Ada

Aspek yang diobservasi


Persiapan
a. Menggunakan bahan pembelajaran yang sesuai
dengan kurikulum.
b. Merumuskan tujuan pembelajaran
c. Mengorganisasi materi
d. Menentukan alat bantu pembelajaran
e. Merencanakan scenario pembelajaran
f. Merencanakan prosedur dan jenis penelitian
Pelaksanaan
a. Memotivasi siswa
b. Menyampaikan tujuan pembelajaran
c. Mengadakan apersepsi
d. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tujuan
e. Menggunakan media
f. Menggunakan waktu secara efisien
g. Menangani pertanyaan dan respon siswa
h. Memantapkan penguasaan materi pembelajaran
i. Mengembangkan sikap positif
Evaluasi
a. Melaksanakan evaluasi dalam proses
b. Melaksanakan evaluasi diakhir pembelajaran
c. Pembahasan hasil evaluasi
d. Memberi tugas
e. Menutup pelajaran

Komentar

Pengamat

Suparti, S.Pd
NIP. 195703201979072001

32

LEMBAR OBSERVASI
(SIKLUS II)

Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Hari / Tanggal
Fokus Observasi

: Bahasa Indonesia
: III / 2
: Selasa, 30 Maret 2010
: Guru

No

Aspek yang diobservasi

1.

Persiapan
a. Menggunakan bahan pembelajaran yang sesuai
dengan kurikulum.
b. Merumuskan tujuan pembelajaran
c. Mengorganisasi materi
d. Menentukan alat bantu pembelajaran
e. Merencanakan scenario pembelajaran
f. Merencanakan prosedur dan jenis penelitian
Pelaksanaan
a. Memotivasi siswa
b. Menyampaikan tujuan pembelajaran
c. Mengadakan apersepsi
d. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tujuan
e. Menggunakan media
f. Menggunakan waktu secara efisien
g. Menangani pertanyaan dan respon siswa
h. Memantapkan penguasaan materi pembelajaran
i. Mengembangkan sikap positif
Evaluasi
a. Melaksanakan evaluasi dalam proses
b. Melaksanakan evaluasi diakhir pembelajaran
c. Pembahasan hasil evaluasi
d. Memberi tugas
e. Menutup pelajaran

2.

3.

Kemunculan
Ada
Tidak Ada

Pengamat

Suparti, S.Pd
NIP. 195703201979072001

33

Komentar

Lampiran 4

DATA-DATA HASIL PELAKSANAAN PERBAIKAN


Tabel I
Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I
Penguasaan Materi

Pilihan
Kata
Huruf
Kapital

Perbaikan I
Kalimat

Nama Siswa

Pilihan
Kata

No

Urutan
Gambar
Kalimat

Awal

1.

Sahid

15

20

15

50

30

30

25

85

2.

Reni

20

50

20

90

20

35

30

85

3.

Indra

20

20

45

85

25

30

25

80

4.

Maulud

10

15

15

40

20

25

20

65

5.

Halimatus

25

50

35

100

25

30

30

85

6.

Rita Yuliati

15

10

20

45

20

30

15

65

7.

Putra

15

15

20

50

25

30

20

75

8.

Sumaiyah

10

10

15

35

25

30

20

75

9.

Fernando

10

10

20

40

25

25

15

65

10. Irfan Maulana

15

20

15

50

20

30

25

75

11. Ach. Tauhid

15

15

20

50

25

25

15

65

12. Bagas Pratama

20

20

15

55

15

35

25

75

13. Risky Romadon

15

15

20

50

25

30

25

80

14. Bagus Romadon

22

23

25

70

25

30

30

85

15. Masitha Dwi Putri

25

20

20

65

25

35

30

85

16. Fitri

10

15

20

45

30

25

20

75

17. Anisa Putri

15

20

20

55

20

30

25

75

18. Ilham Wahyudi

20

25

35

80

20

35

30

85

19. Moh. Adi Sugianto

15

20

20

45

20

25

30

75

20. Faris

20

15

15

50

25

25

25

75

21. Cindy

10

15

20

45

30

25

20

75

22. Yuni

15

20

20

55

20

30

25

75

23. Muazzeh

20

25

35

80

20

35

30

85

34

24. Farok

15

20

20

45

20

25

30

75

25. Mardiyah

20

15

15

50

25

25

25

75

Tabel II
Hasil Belajar Siswa Pada Siklus II
Penguasaan Materi

Pilihan
Kata
Huruf
Kapital

Perbaikan II
Kalimat

Nama Siswa

Pilihan
Kata
Huruf
Kapital

No

Kalimat

Perbaikan I

1.

Sahid

30

30

25

85

35

25

20

80

2.

Reni

20

35

30

85

35

20

25

80

3.

Indra

25

30

25

80

35

25

20

80

4.

Maulud

20

25

20

65

30

25

15

70

5.

Halimatus

25

30

30

85

35

25

20

80

6.

Rita Yuliati

20

30

15

65

30

25

15

70

7.

Putra

25

30

20

75

35

30

15

80

8.

Sumaiyah

25

30

20

75

35

30

15

80

9.

Fernando

25

25

15

65

20

25

15

60

10. Irfan Maulana

20

30

25

75

35

30

15

80

11. Ach. Tauhid

25

25

15

65

30

25

15

70

12. Bagas Pratama

15

35

25

75

35

30

15

80

13. Risky Romadon

25

30

25

80

30

25

15

70

14. Bagus Romadon

25

30

30

85

35

30

15

80

15. Masitha Dwi Putri

25

35

30

85

35

25

20

80

16. Fitri

30

25

20

75

35

30

15

80

17. Anisa Putri

20

30

25

75

35

35

10

80

18. Ilham Wahyudi

20

35

30

85

35

25

20

80

19. Moh. Adi Sugianto

20

25

30

75

30

35

15

80

20. Faris

25

25

25

75

35

30

15

80

21. Cindy

30

25

20

75

35

30

15

80

35

22. Yuni

20

30

25

75

35

35

10

80

23. Muazzeh

20

35

30

85

35

25

20

80

24. Farok

20

25

30

75

30

35

15

80

25. Mardiyah

25

25

25

75

35

30

15

80

36