Anda di halaman 1dari 36

ANALISIS PRODUKTIFITAS ALAT BERAT PADA

KEGIATAN PENAMBANGAN NIKEL DI PT. VALE


INDONESIA Tbk

PROPOSAL TUGAS AKHIR


Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Penyusunan Tugas Akhir Pada
Fakultas Teknik Jurusan TekPnik Pertambangan Universitas Cenderawasih

Oleh :

HENDRA PRASETYA IRIANTO LANGITAN


NIM: 011 064 0100

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS CENDERAWASIH
JAYAPURA
2015

HALAMAN PENGESAHAN

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan


Pendidikan Dari Program Studi S1 Teknik Pertambangan dan Memperoleh Gelar
Sarjana Teknik Dari Universitas Cenderawasih
Oleh :

HENDRA P. I. LANGITAN
0110640100

Fakultas Teknik, Universitas Cenderawasih


5 Mei 2015
Mengetahui,
Ketua Program Studi

Bevie M Nahumury, ST. MT


NIP. 1981 0421 2008 121 003

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan Rahmat dan Anugrah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
proposal penelitian dengan judul Analisis Produktifitas Alat berat pada Kegiatan
Penambangan Nikel di PT. Vale Indonesia Tbk yang merupakan salah satu
syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Pertambangan. Dalam penulisan
proposal penelitian ini penulis telah mendapatkan banyak bantuan dari berbagai
pihak.
Dalam Kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada :
1. ENDANG HARTININGSIH. ST.MT selaku ketua jurusan Teknik
pertambangan Uncen.
2. BEVIE NAHUMURY. ST.MT selaku ketua program study (S1) Teknik
Pertambangan Uncen.
3. Teman-teman mahasiswa angkatan 2011 yang telah membantu dalam
menyelesaikan proposal ini.
Penulis menyadari bahwa laporan penelitan ini masih belum sempurna,
karena itu penulis sangat mengharapakan kritik dan saran yang membangun
sehingga memperkaya wawasan keilmuan semua pihak khususnya saya sebagai
penulis. Semoga laporan penelitan ini bermanfaat bagi kita semua khususnya
mahasiswa Teknik Pertambangan.
Jayapura, 24 April 2015

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................. i
DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................. iv
DAFTAR TABEL ....................................................................................................v
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1
1.1 Latar belakang ..............................................................................................1
1.2 Permasalahan ................................................................................................2
1.2.1

Rumusan masalah ...........................................................................2

1.2.2

Batasan masalah .............................................................................2

1.3 Tujuan...........................................................................................................3
1.4 Manfaat .........................................................................................................3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................4
2.1 Pengertian Peralatan Tambang .....................................................................4
2.2 Alat Pengangkut Material.............................................................................4
2.2.1

Dump truck .....................................................................................4

2.2.2

Produksi Dumptruck .......................................................................5

2.2.3

Spesifikasi alat angkut pada HINO FM 260 JD .............................7

2.3 Alat gali dan muat ........................................................................................9


2.3.1

Excavator ........................................................................................9

2.3.2

Produksi Backhoe / Excavator......................................................10

2.3.3

Spesifikasi alat gali muat pada BACKHOE KOMATSU PC200-811

2.3.4

Bulldozer ......................................................................................12

2.3.5

Produksi bulldozer ........................................................................12


ii

2.3.6

Spesifikasi alat gali pada Bulldozer..............................................13

2.3.7

Wheel loader .................................................................................16

2.3.8

Produksi Wheel loader .................................................................16

2.3.9

Spesifikasi alat gali dan muat pada wheel loader .........................17

2.4 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kerja Alat ..........................18


2.4.1

Waktu Edar ...................................................................................18

2.4.2

Faktor Isian Mangkuk (Bucket Fill factor)...................................20

2.4.3

Faktor Pengembangan (Swell factor) ...........................................20

2.4.4

Efisiensi kerja ...............................................................................21

2.4.5

Kemampuan produksi alat ............................................................21

BAB III METODOLOGI PENELITIAN...............................................................23


3.1 Rencana penelitian .....................................................................................23
3.2 Alat dan Bahan ...........................................................................................23
3.3 Tahapan, Metode dan Teknik Penelitian ....................................................23
3.3.1

Tahapan ........................................................................................23

3.3.2

Jadwal penelitian ..........................................................................26

3.3.3

Metode dan teknik penelitian .......................................................27

Daftar Pustaka ........................................................................................................29

iii

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 dumptruck HINO FM 260 JD................................................................. 7
Gambar 2 Backhoe Komatsu PC-200 ................................................................... 11
Gambar 3 Bulldozer komatsu D65 ........................................................................ 13
Gambar 4 Wheel loader komatsu WA150 ............................................................ 17
Gambar 5 diagram alir penelitian .......................................................................... 27

iv

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Spesifikasi Dumptruck HINO ................................................................... 7
Tabel 2. Spesifikasi BACKHOE KOMATSU PC-200 ......................................... 11
Tabel 3 Spesifikasi Bulldozer komatsu D65 ......................................................... 13
Tabel 4 Spesifikasi Wheell Loader komatsu WA150 ........................................... 17
Tabel 5 tahapan penelitian .................................................................................... 23

BAB I PENDAHULUAN
1.1

Latar belakang
Salah satu kegiatan dalam proses penambangan adalah kegiatan penggalian,

pemuatan, dan pengangkutan yang merupakan alat alat mekanis guna membantu
dalam kegiatan penambangan. Untuk itu peranan peralatan tambang merupakan
salah satu bagian yang penting untuk diperhatikan dalam suatu proses
penambangan.
Berdasarkan peranan pentingnya, alat dipisahkan sesuai jenis dan fungsi
kerjanya. Ada tiga jenis alat yang di bagi berdasarkan kemampuan kerjanya yaitu
alat untuk kegiatan penggalian, pemuatan, dan alat untuk kegiatan pengangkutan,
alat gali dan muat berfungsi sebagai alat penggali dan pemuat yang menggali
material dari front penambangan dan memuatya kedalam alat angkut. Dan alat
angkut sendiri berfungsi sebagai alat yang membawa material yang telah di
angkut menuju tempat penyimpanan atau Stockpile.
Salah satu contoh dari alat gali dan muat yaitu Backhoe yang mempunyai
fungsi ganda sebagai alat gali dan muat, contoh lain dari alat muat yaitu Loader.
Namun Loader biasanya berperan dalam kegiatan pemuatan ke dalam alat angkut,
sedangkan contoh lain dari alat angkut yaitu salah satunya adalah Dumptruck yang
berfungsi untuk mengangkut material dari hasil penggalian dan pemuatan untuk di
bawa ke Stockpile.
Hasil dari pembagian alat berdasarkan jenis dan fungsi kerjanya dibutuhkan
suatu perencanaan peralatan tambang yang patut di pertimbangkan dengan baik
sebagai bagian yang vital. Penentuan alat haruslah tepat sebab akan
mempengaruhi salah satu hal utama yaitu, produksi sebuah perusahaan.
Perancanaan peralatan tambang yang kurang baik dapat menimbulkan masalah
pada produksi, untuk itu diperlukan serangkaian perhitungan yang teliti agar
produksi dapat sesuai dengan yang sudah di targetkan sebuah perusahaan.
Salah satu perusahaan tambang yang melakukan kegiatan penambangan
adalah PT. Vale Indonesia Tbk merupakan perusahaan tambang nikel laterit yang

berlokasi Soroako, Sulawesi Selatan, dan sekarang sudah mencapai proses


penambangan.
Proses ini sangat berhubungan dengan alat gali muat dan alat angkut yang
berperan untuk membantu mempermudah proses penambangan, baik dalam
penggalian ataupun pemuatan dan juga pengangkutan endapan bijih (ore). Maka
dengan demikian peranan alat dalam mencapai produksi ditentukan oleh
produktifitas atau keberhasilan kerja alat.
Produksi alat juga penting untuk di pertimbangkan, sebab dari hal tersebut
dapat digunakan untuk menilai kinerja dari alat gali, muat dan alat angkut.
Semakin baik tingkat penggunaan alat maka semakin besar produksi yang
dihasilkan alat tersebut.
Oleh sebab itu maka penelitian ini akan mengkaji kinerja kinerja dari alat
alat tersebut guna untuk ,menghasilkan produksi yang baik, maka dilakukan
Analisis Produktifitas Alat berat pada Kegiatan Penambangan Nikel di PT. Vale
Indonesia Tbk

1.2

Permasalahan

1.2.1

Rumusan masalah
Dari uraian latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan dari

penelitian adalah menganalisis produksi alat untuk mencapai target produksi


perusahan.
1.2.2

Batasan masalah
Agar dalam pembahasan tulisan ini mengerah sesuai dengan topik, maka

diperlukan batasan batasan sebagai berikut:

Daerah penelitian dilakukan pada PT. Vale Indonesia Tbk, Soroako, Sulawesi
Selatan.
Menghitung faktor pengisian Bucket (Bucket fill facktor).
Menghitung faktor pengembangan (swell factor).
Menganalisis kemampuan produksi alat.
Menghitung waktu edar alat gali muat dan alat angkut.
Dan menghitung efisiensi kerja alat.

1.3

Tujuan
tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui dan menilai produksi pada alat gali muat dan alat
angkut
2. Melakukan perbandingan dengan hasil yang akan di analisis

1.4

Manfaat
Dan manfaat pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk peneliti, manfaat dari penelitian ini yaitu menambah pengetahuan
dan wawasan bagi peneliti khususnya pada bidang peralatan tambang pada
penambangan nikel di PT. Vale Indonesia Tbk, Soroako, Sulawesi Selatan.

2. Untuk akademisi, diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan


sebagai referensi bagi peneliti yang lain dalam mengembangkan penelitian
tentang peralatan tambang.

3. Untuk sebagai masukan pada perusahaan tersebut mengenai produksi


alat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1

Pengertian Peralatan Tambang


Pengertian

kegiatan

pemuatan

dan

pengangkutan

pada

kegiatan

penambangan adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk memindahkan material


hasil penggalian ke tempat penimbunan dengan menggunakan alat-alat mekanis.
Kondisi lapangan dimana lokasi penambangan dilakukan sangat mempengaruhi
kemampuan produksi alat muat maupun alat angkut. Suatu alat mekanis yang
digunakan sesuai dengan lapangan operasinya, maka kemungkinan besar
kemampuan produksi alat tersebut semakin baik.
2.2

Alat Pengangkut Material


Dump truck termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat

ini dapat mengangkut material secara vertikal dan kemudian memindahkannya


secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. Untuk pengangkutan
material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh, alat yang
digunakan dapat berupa belt, truck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain
yang membantu memuat material ke dalamnya.
2.2.1

Dump truck
Dump truck adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan

material pada jarak menegah sampai jarak jauh (500 m atau lebih). Muatannya
diisi oleh alat pemuat, sedangkan untuk membongkar alat ini bekerja sendiri.
Ditinjau dari besar muatannya, dump truck dapat di kelompokkan dalam 2
golongan yaitu:
1. On high way dumptruck muatannya < 20 m3
2. Off high way dumptruck muatanya > 20 m3
Kapasitas truck yang dipilih harus seimbang dengan alat pemuatnya
(loader), jika perbandingan ini kurang proporsioanal, maka kemungkinan loader
ini akan banyak menunggu atau sebaliknya. Beberapa pertimbangan (keuntungan
dan kerugian) yang harus diperhatikan dalam beberapa pemilihan ukuran truck
adalah sebagai berikut:
Truck Kecil
4

Keuntungan dalam menggunakan truck berukuran kecil antara lain:


1. Lebih lincah dalam beroperasi dan lebih mudah mengoperasikannya
2. Lebih fleksibel dalam pengangkutan jarak dekat
3. Pertimbangan terhadap jalan kerja lebih sederhana
4. Penyesuaian terhadap kemampuan loader lebih mudah
5. Jika salah satu truck dalam satu unit angkutan tidak bekerja, tidak akan
bermaslah terhadap total produksi.
Sedangkan kerugiannya adalah:
1. Waktu hilang lebih banyak, akibat banyaknya truck yang beroperasi,
terutama waktu pemuatan (loading)
2. Excavator lebih sukar memuatnya karena kecilnya bak
3. Biaya pemeliharaan lebih besar karena banyaknya truck, begitu pula
tenaga pemeliharaan.
Truck Besar
Keuntungan dengan menggunakan truck berukuran besar adalah:
1. Untuk kapasitas yang sama dengan truck kecil, jumlah unit truck besar
lebih sedikit
2. Sopir dan crew yang digunakan lebih sedikit
3. Cocok untuk angkutan jarak jauh
4. Pemuatan dari loader lebiih mudah, sehingga waktu hilang lebih sedikit.
Kerugiannya adalah:
1. Jalan kerja harus diperhatikan karena kerusakan jalan relatif lebih cepat
akibat berat truck yang besar
2. Pengoperasiannya lebih sulit karena ukurannya yang besar
3. Produksi akan sangat berkurang apabila satu truck tidak bekerja (untuk
jumlah yang relatif kecil).
2.2.2

Produksi Dumptruck
Pada pekerjaan pemindahan tanah mekanis dimana pemindahan tanah

memerlukan jarak angkut yang cukup jauh atau dalam memobilisasi alat-alat berat
dan mengangkut material. Pemilihan jenis alat pengangkutan tergantung kondisi

medan, volume material, waktu dan biaya. Alat angkut khusus itu salah satunya
adalah Dumptruck
Produksi perjam dari sejumlah Dumptruck yang bekerja di pekerjaan yang
sama secara simultan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Cmt

dimana,
P

= produksi per jam (m3/jam).

= produksi per siklus.

Et

= effisiensi kerja DUMPTRUCK

Cmt

= waktu siklus DUMPTRUCK (menit).

= jumlah DUMPTRUCK yang bekerja.

= jumlah siklus dari Loader untuk mengisi DUMPTRUCK.

q1

= kapasitas bucket (m3, cuyd).

= faktor bucket loader.

Es

= effisiensi kerja Loader.

Cms

= waktu siklus Loader (menit).

2.2.3

Spesifikasi alat angkut pada HINO FM 260 JD

Gambar 1 dumptruck HINO FM 260 JD


Tabel 1. Spesifikasi Dumptruck HINO

PRODUK
PRODUKSI
PERFORMANCE

Model

FM 260 JD

Kode Produksi

FM8JNKD-RGJ

Kecepatan

86

Maksimum(km/jam)
Daya Tanjak (tan )

MESIN

47.1

Model

J08E-UF

Tipe

Diesel 4 Stroke; In-Line

Tenaga Maks (PS/rpm)

260 / 2.500

Momen

Putir

Maks

(Kgm/rpm).
Jumlah Silinder
Diameter x Langkah Piston
(mm)
Isi Silinder
KOPLING

Tipe

76 / 1.500
6
112 x 130
7684
Single Dry Plate, with Coil
Spring

TRANSMISI

Diameter

380

Tipe

ZF-951115TD

Perbanding Gigi

KEMUDI

SUMBU

ke-1

12,728

ke-2

8,829

ke-3

6,281

ke-4

4,644

ke-5

3,478

ke-6

2,538

ke-7

1,806

ke-8

1.,35

ke-9

Mundur

12,040

Tipe

Integral Power Steering

Radius Putar Min. (m)

8,8

Depan

Reverse Elliot,

Belakang

REM

gear

Perbandingan gigi akhir

STD = 6,428

Sistem Penggerak

Rear 6x4

Rem Utama

Air Over Hydraulic,

Rem Pelambat

With on Exhaust Pipe

Rem Parkirr
RODA & BAN

Full floating type with hypoid

Internal Expanding tipe pada


transmisi output

Ukuran Rim

20X7.00T-162

Ukuran Ban

10.00-20-16PR

Jumlah Ban

10

SISTIM LISTRIK

Accu

12V-65Ah x2

TANGKI SOLAR

Kapasitas (L)

200

Jarak Sumbu Roda

4.130+1.300

Panjang bak

6.420

Total Panjang

8.480

DIMENSI (mm)

Total Lebar

2.450

Total Tinggi

2.700

Lebar Jejak Depan FR Tr

1.930

Lebar jejak Belakang RR Tr STD:1855(JIS-8)

SUSPENSI

Julur Depan FPH

1.255

Julur Belakang ROH

1.795

Depan & Belakang

Rigid Axle with Semi Elliptic

BERAT CHASSIS (kg) Depan

TIPE KAROSERI

2900

Belakang

3710

Berat Kosong

6610

GVWR

26000

Dump
Mobil Boks
Boks Berpendingin
Bak Terbuka
Crane
Mobil Derek
Tangki
Los Bak
Truk Logging
Tangki High Blow

2.3

Alat gali dan muat


Jenis alat gali dan muat dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat

berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam
kategori ini adalah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell.
2.3.1

Excavator
Karakteristik penting dari hydraulic excavator adalah pada umumnya

menggunakan tenaga diesel engine dan full hydraulic system. Excavating


operation paling efisien adalah menggunakan metode heel and toe (ujung dan
pangkal), mulai dari atas permukaan sampai ke bagian bawah. Power shovel dan
backhoe adalah alat berat yang termasuk dalam alat penggali hidrolis yang
dipasangkan bucket di depannya, dimana backhoe menggali material yang berada

10

dibawah permukaan tempat alat tersebut berada, sedangkan front shovel menggali
material dipermukaan tempat alat tersebut berada.
Backhoe biasanya digunakan untuk pekerjaan galian pada saluran,
terowongan, atau basement. Backhoe sama dengan front shovel dimana material
mempengaruhi produktifitas. Penentuan waktu siklus backhoe didasarkan pada
pemilihan kapasitas bucket.
2.3.2

Produksi Backhoe / Excavator


Pada penelitian ini produksi produksi menyatakan banyaknya volume

lapisan penutup yang dapat dikupas / dipindahkan oleh Backhoe, satuan yang
digunakan adalah bcm / jam. Produksi dirumuskan sebagai berikut :

Persamaan 1

Keterangan :
P

= Produksi Backhoe

KB

= Kapasistas Backhoe

EK

= Efisiensi kerja

CT

= cycle time

SF

= swell factor

Produksi dinyatakan dalam bcm / jam, sedangkan kapasistas bucket dalam


m3, efisiensi dalam persen, swell factor dalam persen, dan waktu edar dalam detik.
Angka 3600 merupakan faktor konversi untuk mengubah satuan waktu edar dari
jam ke detik. Dari rumusan diatas dapat kita ketahui bahwa kapasitas bucket,
faktor keterisian bucket, efisiensi, dan waktu edar adalah faktor utama yang
mempengaruhi produksi excavator. Ada pula faktor faktor lain yang
mempengaruhi produksi excavator. Secara tidak langsung, seperti match factor,
jumlah alat angkut, dan geometri jalan angkut.

11

2.3.3

Spesifikasi alat gali muat pada BACKHOE KOMATSU PC200-8

Gambar 2 Backhoe Komatsu PC-200


Tabel 2. Spesifikasi BACKHOE KOMATSU PC-200

Bucket Capacity - m3

0.97

Bucket Width mm

1.200

Dig Depth mm

6.620

Reach at Ground Level mm

9.700

Dig Depth to Cut 2.44m mm

6.370

Vertical Wall Max Depth mm

5.980

Dump Height mm

7.110

Bucket Breakout kgf

15.200

Arm Breakout kgf

11.000

Engine Make-Model

Komatsu SAA6D170E-1

Net Engine Power SAE Rated kW

110

Engine Displacement lt

6,69

Number of Cylinders

Operating Weight MT

20,5

Transport Length mm

9.425

Transport Height mm

2.970

Width mm

2.800

12

Tailswing Radius mm

2.750

Ground Clearance mm

440

Track Length mm

3.275

Track Pad Width mm

600

Speed kph

Hi - 5.5, Mid - 4.1, Lo - 3.0

Gradeability - %

70
HydrauMind (Hydraulic
Mechanical Intelligence New

Pump Types

Design) system, closed-center


system with load sensing valves
and pressure compensated valves

Relief Valve Pressure Main Pumps bar

380

Main Pumps Flow lpm

439

Spare Attachments Spool

Yes

2.3.4

Bulldozer
adalah traktor yang mempunyai traksi besar. Unit ini dapat melakukan

pekerjaan menggali, menggusur, meratakan,menarik dan dapat dioperasikan pada


medan yang berlumpur, berbatu, berbukit dan di daerah yang berhutan. Pada saat
pembukaan lahan pertambangan yang baru, maka unit bulldozer inilah yang
pertama kali diterjunkan untuk proses land clearing.
2.3.5

Produksi bulldozer
Produksi bulldozer di hitung bila dipergunakan untuk mendorong tanah

dengan gerakan gerakan yang teralur. misalnnya pada penggalian selokan.


pembuatan jalan raya. penimbunan kembali (back filling) dan penumpukan atau
penimbunan (stock filling). Data yang diperlukan untuk menghitung produksi
perhitungan bulldozer adalah:
l. Waktu tetap (memindahkan gigi, berhenti)
2. Waktu mendorong muatan
3. Waktu kembali ke belakang
4. Jarak lintasan (pulang pergi)

13

5. Kapasitas bilah (Blade capacity)


6. Faktor pengembangan (swell factor)
7. Efisiensi Kerja

Berdasarkan data-data di atas, maka produksi bulldozer dapat di hitung


dengan menggunakan rumus:

Dimana :

2.3.6

= Produksi bulldozer

= Efisiensi kerja

=Swell factor (faktor pengembangan)

= Kapasitas Blade

Ct

= Cycle time (waktu daur/edar)

Spesifikasi alat gali pada Bulldozer

Gambar 3 Bulldozer komatsu D65


Tabel 3 Spesifikasi Bulldozer komatsu D65

14

Product Model
ENGINE
Model

PD165Y-1

PD165YS

Cummins
Cummins NT855
NT855
Type
Straight
Straight vertical, four-stroke,
vertical, fourwater cooling, PT pump
stroke, water
injection, turbocharged
cooling, PT
pump injection,
turbocharged
Flywheel power (kW) 122
122
Rated speed (r/min)
1850
1850
Number of cylinders- 6-139.7*152.4 6-139.7*152.4
bore*stroke (mm)
Starting method
Starting motor Starting motor 24V 11kW
24V 11kW
Battery
24V (12V*2)- 24V (12V*2)-195AH
195AH
Air cleaner
Dry type,
Dry type, precleaned paper
precleaned
element air cleaner
paper element
air cleaner
TRANSMISSION SYSTEM
Torque converter
3-element, single-stage, single phase
Transmission
Hand-operated, Hydraulic shift, Planetary gear,
multiple disc clutch, forced lubrication by gear
pump
Bevel gear
helical bevel gear, Splash lubricated
Steering clutch
Wet, Multiple disc, Spring loaded, Handoperated with booster and hydraulic-released
Steering brake
Wet, band brake, operated with hydraulic
booster
Final drive
Spur gear, double reduction, splash lubrication
UNDER CARRIAGE
Sprocket
Segmented
Segmented
Number of track shoes 6 (4 single, 2
7 (4 single, 3 double)
(each side)
double)
Track tension
Hydraulic
Hydraulic adjusted
adjusted
Floating seals are used in all track rollers,carrier rollers,sprocket and

15

front idlers
TRAVEL SPEED
(km/h)

PD165Y-1

PD165YS

1st
2nd
3rd
1st
2nd 3rd
Forward
3.8
6.6
10.6
3.5
6.1
9.7
Reverse
4.9
8.5
13.6
4.4
7.5
12
TRACK
PD165Y-1
PD165YS
Type
Sealed and lubricated single grouser or sealed
single grouser
Track pitch (mm)
203
203
Track width (mm)
560
1000
Number of track shoes 37
44
(each side)
Length of track on
2430
3140
ground (mm)
Ground clearance
400
500
(mm)
Ground pressure
0.064
0.029
(Mpa)
Track gauge (mm)
1880
2150
HYDRAULIC SYSTEM OF WORK EQUIPMENT
Working pressure
13.7
(Mpa)
Rated delivery
250
(L/min) (2000r/min)
Pump
Gear pump Gear pump
Control valve
Hydraulic- Hand-operated, sliding type
operated
plunger ,
servo
controlling
Valve position
Raise, Hold, Lower, Float
Cylinder,Boro*Rod*S 110*65*1026
troke (mm)
WORK EQUIPMENT PD165Y-1 PD165YS
Blade type
Straight tilt Angle Straight tilt blade
blade
Width*Height (mm)
3416*1150 4019*1 3725*1315
025

16

Max.lift above ground


(mm)
Max.drop below
ground (mm)
Pitch adjustment ()
Bit lifting speed (m/s)
Gradeability ()
Max.tilt (mm)
Dimensions
Length*Width*Height
(mm)
Weight (kg)
2.3.7

1090

1110

1210

530

530

440

552
0.35
30
860
4996*3416
*3240

55
0.35
30
860
5185*4
019*32
40
17480

552
0.35
30
860
5600*3950*3400

17860

20000

Wheel loader
Wheel loader merupakan salah satu alat yang digunakan untuk

memindahkan material ke tempat lain atau memuat material kedalam dump truck.
Cara kerja wheel loader adalah menurunkan bucket diatas permukaan
tanah atau material , mendorongnya ke depan (memuat atau menggusur material),
mengangkat bucket yang telah terisi, kemudian wheel loader bergerak
membawanya ketempat yang dikehendaki dan menumpahkan muatan.
2.3.8

Produksi Wheel loader


Wheel loader adalah salah satu alat muat yang di pergunakan karena

gerakannya yang lincah dan gesit. Tetapi apabila dipergunakan pada daerah yang
berlumpur dan berbatu tajam seperti Quary Andesit, maka sebaiknya roda roda
karet di lindungi menggunakan rantai baja (stell beast).
Wheel loader. Memiliki sebuah Bucket yang dipergunakan untuk menggali,
mengangkat dan mengangkut ke suatu tempat. Yang tak jauh atau langsung
dimuatkan ke alat angkut yang sama tinggi dengan tempat wheel loader bekerja.
Daya jangkau mangkuknya terbatas (tidak terlalu tinggi).
Untuk melakukan pekerjaan menggali, maka Bucket harus di dorong kearah
permukaan kerja. Jika Bucket telah penuh primer mover mundur dan Bucket
diangkut ke suatu tempat penimbunan atau di muatkan pada salah satu alat angkut.
Bila gerakan pemuatan itu berbentuk huruf V maka cara pemuatan ini disebut

17

:V-shape loading. Cara pemuatan yang lain disebut Cross loading yaitu bila
gerakan wheel loader hanya maju mundur dan gerakan Trucknya juga maju
mundur tetapi memotong arah gerak Wheel loader.
Untuk meghitung jumlah produksi Wheel loader rumus yang digunakan
sama dengan rumus produksi Backhoe, hanya di bedakan pada pengambilan data
cycle time. Untuk wheel loader gerakannya adalah menggali, manufer bermuatan,
memuat, manufer kosong.
Ada beberapa metode pengangkutan yang dapat dilakukan wheel loader
untuk memuat material ke dalam dump truck, yaitu:
1. metode V loading, yaitu untuk memuat material kedalam truck Wheel
loader bergerak dengan lintasan berbentuk seperti huruf V.
2. metode L loading, yaitu Wheel loader bergerak dengan lintasan seperti
membuat garis tegak lurus, truk berada dibelakang wheel loader.
3. metode Cross loading, yaitu cara pemuatan material ke dalam dump
truck dengan kondisi dump truck yang juga ikut bergerak aktif.
2.3.9

Spesifikasi alat gali dan muat pada wheel loader

Gambar 4 Wheel loader komatsu WA150


Tabel 4 Spesifikasi Wheell Loader komatsu WA150

18

2.4

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kerja Alat


Produksi alat gali dan alat muat dapat dilihat dari kemampuan alat tersebut

dalam penggunaannya dilapangan. Faktor - faktor yang mempengaruhi adalah :


2.4.1

Waktu Edar
Waktu edar merupakan waktu yang digunakan oleh alat mekanis untuk

melakukan satu siklus kegiatan. Lamanya waktu edar dari alat-alat mekanis akan
berbeda antara material yang satu dengan yang lainnya, hal ini tergantung dari
jenis alat dan jenis serta sifat dari material yang ditangani.
a. Waktu Edar Alat Muat
Merupakan penjumlahan dari waktu menggali, waktu ayunan bermuatan,
waktu menumpahkan material dan waktu ayunan kosong.

19

Keterangan :
CTm

= waktu edar alat muat

Am

= waktu menggali

Bm

= waktu ayunan bermuatan

Cm

= waktu menumpahkan material

Dm

= waktu ayunan kosong

b. Waktu Edar Alat Angkut


Merupakan penjumlahan dari waktu mengatur posisi, waktu isi material,
waktu angkut, waktu tumpah, waktu kembali kosong.

Keterangan :
CTa

= waktu edar alat angkut

Aa

= waktu mengatur posisi

Ba

= waktu isi material

Ca

= waktu angkut

Da

= waktu tumpah

Ea

= waktu kembali kosong

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu edar alat-alat mekanis adalah :


1. Berat alat, adalah berat muatan ditambah berat alat dalam keadaan
tanpa muatan yang akan berpengaruh terhadap kelincahan gerak alat.
2. Kondisi tempat kerja Tempat kerja yang luas dan keringakan
meningkatkan kelancaran dan keleluasaan gerak alat, sehingga akan
memperkecil waktu edar.
3. Kondisi jalan angkut Kemiringan dan lebar jalan angkut baik di jalan
lurus maupun pada tikungan sangat berpengaruh terhadap lalu lintas
jalan angkut. Apabila kondisi jalan sudah memenuhi syarat, maka akan
memperlancar jalannya lalu lintas alat angkut, sehingga akan
memperkecil waktu edar alat angkut.
4. Keterampilan dan pengalaman operator, semakin terampil dan
berpengalaman maka akan semakin memperkecil waktu edar.

20

2.4.2

Faktor Isian Mangkuk (Bucket Fill factor)

Faktor isian mangkuk merupakan perbandingan antara kapasitas nyata material


yang masuk kedalam mangkuk dengan kapasitas teoritis dari alat muat tersebut
yang dinyatakan dalam persen.Faktor isian mangkuk ini menunjukkan bahwa
semakin besar factor isian maka semakin besar produktifitas alatmuat tersebut.
Faktor pengisian dipengaruhi oleh kapasitas mangkuk, jenis dan sifat material.
Untuk menghitung factor isian digunakan persamaan :

Keterangan :
FF

= Faktor isian (fill factor)

Vn

= Volume nyata (m3)

Vt

= Volume teoritis (m3)

2.4.3

Faktor Pengembangan (Swell factor)


Apabila material

digali

dari tempat

aslinya, maka

akan

terjadi

pengembangan volume (swell).


Untuk menyatakan besarnya pengembangan volume dikenal dua istilah, yaitu :
a. Faktor pengembangan (Swell factor)
b. Persen pengembangan (Percent swell)
Pengembangan volume suatu material perlu diketahui, karena yang
diperhitungkan pada penggalian selalu didasarkan pada kondisi material sebelum
digali, sedangkan material yang ditangani (dimuat untuk diangkut) selalu material
yang telah mengembang. Untuk menghitung swell factor dan percent swell
berdasarkan volume dapat menggunakan persamaan pada berat yang sama:

Sedangkan untuk menghitung swell factor dan percent swell berdasarkan densitas
(kerapatan) menggunakan persamaan pada volume yang sama:

21

2.4.4

Efisiensi kerja
Efisiensi kerja adalah penilaian terhadap suatu pelaksanaan pekerjaan atau

merupakan perbandingan antara waktu yang dipakai untuk bekerja dengan waktu
tersedia yang dinyatakan dalam persen (%). Efisiensi kerja ini akan
mempengaruhi kemampuan alat. Faktor manusia, mesin, cuaca dan kondisi kerja
secara keseluruhan akan menentukan besarnya efisiensi kerja.
Untuk menghitung efisiensi kerja dapat menggunakan persamaan :

Keterangan :
Ek

= Efisiensi kerja, %

We

= Waktu kerja efektif, menit

Wt

= Waktu kerja tersedia, menit

2.4.5

Kemampuan produksi alat


Kemampuan produksi alat dapat digunakan untuk menilai kinerja dari alat

muat dan alat angkut.Semakin baik tingkat penggunaan alat maka semakin besar
produksi yang dihasilkan alat tersebut.
a. Produksi alat gali muat

Persamaan 2

b. Produksi alat angkut

Persamaan 3

Keterangan:
Pm

= Produksi alat muat

22

CTm = Waktu edar alat muat, menit


Pa

= Produksi alat muat

CTa

= Waktu edar alat angkut, menit

KBm = kapasitas bucket alat gali muat, m3


KBa

= Kapasitas bak alat angkut, m3

FF

= Faktor pengisian, %

EK

= Efisiensi kerja, %

SF

= Faktor pengembangan, %

= Jumlah pengisian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


3.1

Rencana penelitian
Adapun rencana penelitian ini akan dilakukan pada perusahaan tambang

terbuka di PT. Vale Indonesia Tbk untuk mengetahui produksi alat dalam
menunjang produksi pada perusahaan. Waktu penelitian diperkirakan 2 bulan
dengan data yang diambil berupa data primer dan data sekunder (lihat gambar 5.
Diagram alir penelitian).
3.2

Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan pada proses penelitian ini antara lain

stopwatch, meteran, laptop beserta program Microsoft word dan Microsoft Excel
3.3

Tahapan, Metode dan Teknik Penelitian

3.3.1

Tahapan
Tabel 5 tahapan penelitian

o.

N
Kegiatan
1 Persiapan

Keterangan

Hasil

Mencari, mengumpulkan pustaka dan

Proposal
Surat bukti bimbingan

studi literatur
Konsultasi dan ujian proposal

Surat ijin penelitian

Konsultasi sebelum melakukan


penelitian
Surat bukti bimbingan skripsi yang
dikeluarkan oleh pengelola program
studi
Surat ijin penelitian yang dikeluarkan
oleh fakultas yang ditunjukkan kepada
instansi di lokasi penelitian
2 Studi
.

Kepustakaan

Membaca dan memahami buku-buku


kepustakaan dan jurnal maupun jurnal

23

Photo copy buku dan


jurnal ilmiah sebagai

24

ilmiah yang berisi teori, pendapat dari

referensi

peneliti buku yang akan dijadikan


referensi sebagai landasan teori yang
merupakan hasil analisis penelitian
3 Metode
.

Penelitian

Observasi : pengamatan langsung


dilapangan

Memahami metode
yang digunakan

Dokumentasi : mengumpulkan
dokumen-dokumen terkait penelitian
dan mengambil atau memotret gambar
lokasi penelitian
Data
1. yang Diteliti Data primer adalah data yang diambil
dan diolah sendiri oleh peneliti seperti

Data-data yang didapat


dilapangan

data waktu edar (cycle time).


Data sekunder adalah data yang di
ambil dari laporan perusahaan seperti
layout penambangan dan curah hujan.
5 Pengolahan Data

Dengan melakukan serangkaian perhitungan Produksi alat


dari :

Waktu edar alat


Efisiensi kerja alat
Faktor pengisian
Faktor pengembang
Kemampuan produksi alat
6 Penyusunan
.

Laporan

Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Gambar
Daftar Tabel
Daftar Pustaka

25

Bab I Pendahuluan

1.1. Latar belakang


1.2. Permasalahan
1.3. Tujuan
1.4. Manfaat Penelitian
1.5. Keadaan Lingkungan
1.6. Profil Perusahaan
Bab II Tinjauan Pustaka

2.1. Pengertian peralatan tambang


2.2. Alat pengangkut material
2.3. Alat gali dan muat
2.4. Produksi Bulldozer
2.5. Produksi Backhoe
2.6. Produksi Wheel loader
2.7. Faktor faktor yang
mempengaruhi produksi kerja
alat.
Bab III Metodologi Penelitian

3.1. Rencana Penelitian


3.2. Bahan dan Peralatan
3.3. Tahapan, Metode dan Teknik
Penelitian
Bab IV Hasil dan Pembahasan

4.1 Hasil
4.2 Pembahasan
Bab V Penutup
5.1. Kesimpulan
5.2. Saran
7 Pelaksanaan
.

Ujian

Pembimbingan

Nilai dan pengesahan

Seminar Hasil

hasil Tugas Akhir

Kolekium

26

Ujian Sidang

3.3.2

Jadwal penelitian
April

N
o

Mei

Juni

Kegiatan

3
Persiapan
1
Pengambilan
2
Data
Pengolahan
3
Data
Penyusunan
4
Laporan

27

3.3.3

Metode dan teknik penelitian


a. Diagram alir penelitian

Persiapan
Penentuan topik
Pemilihan judul
Pengurusan surat ijin
Pengajuan proposal

Pengambilan data

Data sekunder

Data primer

Spesifikasi alat

Curah hujan

Waktu edar / sycle time

Layout penambangan

Jam kerja perusahaan

Profil perusahaan

Peta jalan angkut

Pengolahan data
Data data yang di peroleh akan di olah menggunakan perhitungan produksi
alat dan akan diolah menggunakan software Microsoft word dan Excel

Hasil
Hasil yang di harapkan adalah sebagai berikut:

Memperoleh hasil perhitungan dari produksi alat

Membandingkan hasil perhitungan dan terhadap perhitungan sebelumnya

Kesimpulan dan Saran


Gambar 5 diagram alir penelitian

28

b. Studi pustaka
Langkah selanjutnya yang peneliti ambil adalah studi pustaka yaitu
peneliti terlebih dahulu mencari, mengumpulkan, dan mempersiapkan beberapa
literatur yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas pada
penelitian ini yaitu terkait dengan perhitungan produksi alat.
c. Pengambilan data
Dimana

peneliti

melakukan

Penelitian.

pengumpulan

data

dan

mengelompokan data untuk mempermudah proses perhitugan.


d. Pengolahan data
Tahap Pengolahan data ini merupakan tahap terpenting dari suatu
penelitian, karena hasil dari penelitian ini akan dijadikan sebagai solusi untuk
permasalahan yang akan dibahas. Pada tahap ini, peneliti menggunakan
perhitungan manual dengan perhitungan produksi alat.
e. Hasil
Hasil pengolahan data merupakan total perhitungan dari elemen elemen
produksi alat yang kemudian dijadikan sebagai bahan untuk dianalisis dan
kemudian dibahas.
f. Analisa Dan Pembahasan
Pada tahap ini, semua hasil-hasil yang telah diperoleh dari pengolahan data
yang berupa perhitungan produksi alat pada lokasi penelitian dianalisis dan
dibahas

untuk

penambangan.

menentukan penilaian terhadap kerja alat

pada

lokasi

Daftar Pustaka
Anonim. (2004). Handbook Performance Caterpillar Edition 34. Peoria,
Illnois, U.S.A: Caterpillar Inc.
Anonim. (2003). Spesification & Aplication Handbook Edition 24. Japan:
Komatsu.
Indonesianto, Y. (2010). Pemindahan Tanah Mekanis. Yogyakarta: Teknik
Pertambangan UPN.
Projosumarto, P. (1996). Pemindahan Tanah Mekanis. Tanjung Enim: PT.
Tambang Batubara Bukit Asam (Persero).