Anda di halaman 1dari 17

BAB V

LAPORAN KEGIATAN
IMPLEMENTASI, EVALUASI, DAN TINDAK LANJUT
5.1

Pelaksanaan Managemen Keperawatan


Tabel 5.1 Pelaksanaan managemen keperawatan di Perinatologi RSWH
No
1

Kegiatan
Identifikasi dan
sosialisasi masalah

Rencana
27 Juli-1
Agustus
2015

Implementasi
program kegiatan
yang telah dibuat
dan disepakati

3-29
Agustus
2015

Rincian Kegiatan
a. Melakukan pengkajian masalah terkait
kegiatan managemen keperawatan di Unit
Perinatologi RSWH
b. Merumuskan masalah yang ditemukan
c. Mencari alternative pemecahan masalah
dalam bentuk progam kegiatan
d. Diskusi bersama dalam diseminasi awal
untuk menyamakan persepsi tentang
program kegiatan yang telah dibuat dan
prioritasnya
e. Sosialisasi permasalahan yang terjadi di Unit
Perinatologi RSWH kepada perawat yang
bertugas dan alternatiif penyelesaian
masalahnya yang telah disepakati bersama
a. Melakukan diskusi dengan perawat ruangan
untuk memutuskan pilihan pemecahan
masalah yang ditawarkan
b. Melakukan role play pre dan post
conference, serta operan
c. Memberi pemahaman kepada perawat akan
pentingnya pre dan post conference
d. Membagikan buku saku kepada perawat
yang berisi uraian tugas dan urutan prosedur
pelaksanaan pre-conference, operan, dan
post-conference yang telah disesuaikan
dengan pelaksanaan di RSWH
e. Mensosialisasikan terkait metode tim dan
penggunaan papan struktur penugsan dan
menekankan untuk membaca buku saku
untuk memahami uraian tugasnya masingmasing
f. Konsultasi rencana program kepada
pembimbing lahan dan tim PP terkait cuci
tangan, dan sosialisasi pekan cuci tangan
kepada perawat Unit Perinatologi
g. Mengobservasi tindakan cuci tangan 6
langkah, 5 moment oleh perawat dalam
pekan cuci tangan
h. Pengumuman dan pemberian reward untuk
pemenang lomba cuci tangan bagi perawat
di Unit Perinatologi dan ditunjuk sebagai
Duta Cuci Tangan Unit Perinatologi
i. Konsul dengan tim Penkes Wava Husada
terkait program penkes
j. Pembuatan flipchart dengan cara
mengumpulkan materi pendidikan kesehatan
yang biasanya disampaikan di Unit
Perinatologi sesuai dengan poin-poin materi
yang telah ada di ruangan

5.2

Evaluasi program
kegiatan yang telah
dilaksanakan

27-29
Agustus
2015

k. Mensosialisasikan mengenai pengadaan


media flipchart yang bisa digunakan ketika
penkes
l. Melakukan penkes dengan menggunakan
media flipchart dan mengajak perawat untuk
ikut mendampingi
a. Melakukan observasi guna melengkapi
format evaluasi yang telah dibuat
b. Melakukan tindak lanjut tentang hasil
evaluasi yang kurang baik supaya diperbaiki

Implementasi

1. Metode Penugasan dan Uraian Tugas


Tabel 5.2 Implementasi metode penugasan dan uraian tugas di Unit Perinatologi RSWH
No
1

Kegiatan
Melakukan sosialisasi
dan diskusi dengan
perawat ruangan untuk
memutuskan pilihan
pemecahan masalah

Rencana
31 Juli
2015

Implementasi
31 Juli 2015

Melakukan roleplay
pelaksanaan metode tim
dan penggunaan papan
struktur penugasan
perawat

3 26
Agustus
2015

3 - 26 Agustus
2015
PJ:
Adel & Dwi

Melakukan evaluasi
selama 3 hari

27,28,29
Agustus
2015

27,28,29
Agustus 2015

PJ:
Adel & Dwi

PJ:
Adel & Dwi

Keterangan
Menyampaikan hasil
identifikasi masalah oleh
kelompok kepada perawat
ruangan dan
mensosialisasikan
penggunaan metode Tim di
ruangan
Role play penggunaan
metode tim dilakukan oleh
mahasiswa mulai tanggal 3 26 Agustus 2015.
Mahasiswa berperan
menjadi Karu, Katim 1,
Katim 2, perawat pelaksana
1, dan perawat pelaksana 2.
Mahasiswa mengisi papan
struktur penugasan setiap
hari sesuai dengan jadwal
jaga ruangan, dimulai sejak
tanggal 12 26 Agustus
2015.
Mengobservasi penggunaan
papan struktur penugasan
perawat setiap harinya oleh
perawat yang berdinas di
malam hari dan memberikan
post-test untuk mengetahui
pengetahuan perawat
tentang uraian tugas.

2. Pre-conference, Operan, dan Post-conference


Tabel 5.3 Implementasi pre-conference, operan, dan post-conference di Unit Perinatologi
RSWH
No.
1.

Kegiatan
Sosialisasi masalah

Rencana
31 Juli
2015

Pelaksanaan
31 Juli 2015
PJ:
Zulva & Rita

Keterangan
Menyampaikan hasil
identifikasi masalah oleh
kelompok kepada perawat
ruangan, menyampaikan
alternative masalah, dan
memberikan pemahaman

2.

3.

PJ:
Zulva & Rita

akan pentingnya pre dan


post conference serta
operan.
Role play pre dan post
conference dilakukan oleh
mahasiswa mulai tanggal 127 Juni 2015. Mahasiswa
ada yang berperan menjadi
Karu, Katim 1, Katim 2,
Perawat pelaksana 1, dan
perawat pelaksana 2.

27,28,29
Agustus 2015
PJ:
Zulva & Rita

Pengamatan pelaksanaan
pre dan post conference
serta operan yang dilakukan
perawat ruangan.

Melakukan role play pre


conference, operan, dan
post conference

3 - 26
Agustus
2015

3 - 26 Agustus
2015

Pembagian buku saku


yang berisikan tentang
prosedur pelaksanaan
pre conference, operan,
dan post conference

7 Agustus
2015

7 Agustus 2015

Melakukan evaluasi
selama 3 hari

27,28,29
Agustus
2015

3. Cuci Tangan oleh Perawat


Tabel 5.4 Implementasi cuci tangan perawat
No
1.

Kegiatan
Pengkajian
Masalah

Rencana
27-30 Juli
2015

Pelaksanaan
27-30 Juli 2015
PJ : Jummani &
Andi

Keterangan
- Membuat instrumen penilain
cuci tangan 6 langkah 5
momen
- Mengkoordinasikan dan
mengkomunikasikan dengan
tim PPI terkait instrumen dan
cara penilaian pada program
pekan cuci tangan

2.

Sosialisasi
Masalah

31 Juli 2015

31 Juli 2015
PJ : Jummani &
Andi

3.

Sosialisasi
pekan cuci
tangan

13-15 Agustus
2015

13-15 Agustus
2015
PJ : Jummani &
Andi

4.

Mengadakan
pekan cuci
tangan yang
berlangsung
selama satu
minggu.

17-22 Agustus
2015

17-22 Agustus
2015

Menghitung
hasil

23-24 Agustus
2015

5.

PJ : Jummani &
Andi

23-24 Agustus
2015

Menyampaikan hasil identifikasi


masalah oleh kelompok kepada
perawat ruangan, dan
mensosialisasikan pentingnya
melakukan cuci tangan yang
benar (6 langkah cuci tangan dan
5 moment cuci tangan)
Melakukan sosialisasi pada saat
operan tentang akan
diadakannya pekan cuci tangan
kepada semua perawat
Penilaian pekan cuci tangan
diadakan selama satu minggu.
Dalam pekan cuci tangan
diharapkan akan memfasilitasi
perawat dalam cuci tangan 6
langkah serta 5 moment yang
baik dan benar. Pekan cuci
tangan ini berguna untuk saling
mengingatkan kembali
pentingnya cuci tangan antar
perawat dan memasukkan dalam
ritual kerja.
Menetapkan skor tertinggi
sebagai Duta Cuci Tangan dan

6.

7.

skor/penilaia
n dari pekan
cuci tangan.
Pengumuma
n Duta dan
pemenang
pekan cuci
tangan dan
memberikan
doorprize.
Evaluasi

PJ : Jummani &
Andi
25 Agustus
2015

26 Agustus 2015
PJ : Jummani &
Andi

27, 28, 29
Agustus 2015

27, 28, 29 Agustus


2015
PJ : Jummani &
Andi

menetapkan terbaik kedua dan


ketiga dari perawat di unit
perinatoogi.
Pengumuman lomba ditunda
karena menyesuaikan dengan
jadwal dinas perawat pemenang
sehingga semua perawat bisa
hadir
Melakukan evaluasi cuci tangan
perawat dan kinerja dari duta
cuci tangan, setelah mahasiswa
selesai menetapkan duta dan
melakukan penilaian selama satu
minggu.

4. Pendidikan Kesehatan kepada Keluarga


Tabel 5.5 Implementasi pendidikan kesehatan kepada keluarga oleh perawat
No Kegiatan
1
Konsultasi flipchart
dengan dosen.

Rencana
11 Agustus
2015

Pelaksanaan
11 Agustus
2015
PJ :
Hesthi & Reny

Keterangan
Mendiskusikan metode
yang digunakan untuk
melanjutkan PKRS di
ruangan dengan hambatan
jumlah perawat yang
terbatas.

Merancang isi dari


flipchart

13 Agustus
2015

13 Agustus
2015
PJ :
Hesthi & Reny

Merancang isi yang harus


dimasukkan ke dalam
flipchart dengan berdiskusi
kelompok.

Mengumpulkan isi/bahan
untuk menyusun
flipchart.

15-17 Agustus
2015

15-17 Agustus
2015

Mencari bahan /materi:


1. Tanda bayi baru lahir
sehat
2. Tanda bahaya bayi baru
lahir
3. Pemeriksaan
kesehatan pada bayi
baru lahir
4. Cara memandikan bayi
5. Cara membersihkan
kemaluan bayi
6. Perawatan tali pusat
7. Pentingnya menjemur
bayi
8. Pentingnya ASI
9. Cara menyusui yang
benar

PJ :
Hesthi & Reny

Menyusun flipchart

18-19 Agustus
2015

18-19
Agustus 2015
PJ :
Hesthi & Reny

Flipchart tersusun dengan


jumlah 19 lembar dengan
ukuran A4

Konsultasi flipchart
dengan pihak ruangan
dan dosen.

20 Agustus
2015

20 Agustus
2015
PJ :

Mengkonsultasikan hasil
revisi materi flipchart
disesuaikan dengan materi

Hesthi & Reny

yang sudah ditentukan oleh


pihak rumah sakit

Mencetak flipchart

21 Agustus
2015

21 Agustus
2015
PJ : Andi

Flipchart dicetak sejumlah 2


buah.

Mensosialisasikan
penggunaan flipchart.

22 Agustus
2015

22 Agustus
2015
PJ :
Hesthi & Reny

Memberikan penjelasan
mengenai SPO flipchart
pada saat operan dinas.

Melakukan roleplay
pemberian pendidikan
kesehatan

22-26 Agustus
2015

22-26 Agustus
2015

Memberi pendidikan
kesehatan mengenai
perawatan bayi di rumah
dan cara menyusui yang
benar kepada pasien
dengan menggunakan
flipchart dengan didampingi
perawat Unit Perinatologi
RSWH
Mengobservasi
penggunaan flipchart oleh
perawat kepada pasien
rencana pulang.

PJ :
Hesthi & Reny

5.3

Mengevaluasi pendidikan
kesehatan oleh perawat
dengan menggunakan
media flipchart.

27,28, 29
Agustus 2015

27,28, 29
Agustus 2015
PJ :
Hesthi & Reny

Evaluasi

1. Metode Penugasan dan Uraian Tugas


Evaluasi penerapan metode tim tidak dapat dilakukan dikarenakan adanya
kesepakatan perawat unit perinatologi dan kebijakan dari rumah sakit bahwa
penerapan metode tim akan dilaksanakan mulai tanggal 1 September 2015. Tingkat
pengetahuan perawat dievaluasi melalui pemberian kuisioner tentang uraian tugas
perawat. Hasil evaluasi menunjukkan dari 12 orang perawat yang mengisi kuisioner
skor rata-ratanya adalah 82. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan setelah
dilakukan implementasi berupa pembagian buku saku. Dimana pada saat pengkajian,
10 orang perawat yang diwawancara mengatakan tidak mengetahui uraian tugasnya.
Dengan demikian, solusi/implementasi yang dilakukan dapat dikatakan berhasil dan
sesuai harapan.
Hasil evaluasi melalui observasi penggunaan papan struktur penugasan perawat
direkapitulasi dan disajikan dalam diagram batang berikut:

Gambar 5.1 Evaluasi pengunaan papan struktur penugasan perawat


di Unit Perinatologi RSWH
Dari diagram di atas menunjukkan bahwa angka penggunaan papan struktur
penugasan perawat di unit Perinatologi RSWH mengalami penurunan (dari 100%
menjadi 0%) ketika dilakukan evaluasi. Hambatan yang menyebabkan penurunan ini
adalah kurangnya kesadaran perawat untuk mengganti nama sesuai pembagian tugas
setiap hari.
2. Pre-conference, Operan, dan Post-conference
a. Pelaksanaan Operan

Gambar 5.2 Evaluasi pelaksanaan operan

Berdasarkan diagram batang diatas dapat dijelaskan bahwa pada saat


pengkajian yang dilakukan mulai tanggal 27-29 Juli 2015, pelaksaan operan yang
sudah sesuai prosedur sebanyak 60%. Pada saat implementasi pada tanggal 3-26
Agustus 2015, 100% kegiatan operan sudah dilakukan sesuai prosedur. Sedangkan
pada saat evaluasi pada tanggal 27-29 Agustus 2015, sebanyak 81% kegiatan
operan dilakukan sesuai prosedur.
b. Pelaksanaan Pre Conference dan Post Conference

Gambar 5.3 Evaluasi pelaksanaan pre dan post conference

Berdasarkan diagram batang diatas dapat dijelaskan bahwa pada saat


pengkajian yang dilakukan mulai tanggal 27-29 Juli 2015, perawat ruangan belum
melakukan pre dan post conference (0%). Pada saat implementasi, role play pre dan
post conference dilakukan oleh mahasiswa mulai tanggal 3-26 Agustus 2015, 100%
pre conference dan 85% post conference dilakukan bersama perawat ruangan.
Sedangkan pada saat evaluasi pada tanggal 27-29 Agustus 2015, sebanyak 67%
kegiatan pre conference dan 56% kegiatan post conference dilakukan sesuai
prosedur.
c. Tingkat Pengetahuan Pre Conference, Post Conference, dan Operan

Gambar 5.4 Evaluasi pengetahuan perawat mengenai Pre Conference, Post Conference,
dan Operan di Unit Perinatologi RSWH

Berdasarkan diagram batang diatas dapat dijelaskan bahwa tingkat pengetahuan


perawat mengenai pre conference, post conference dan operan pada saat pretest
yang dilakukan tanggal 27-29 Juli 2015 kepada 15 perawat sebesar 70% dan pada
saat post-test yang dilakukan tanggal 27-29 Agustus 2015 menjadi sebesar 85%.
3. Cuci Tangan oleh Perawat

Pekan cuci tangan dilaksanakan pada tanggal 17-22 Agustus 2015. Perawat
dinilai dalam hal mencuci tangan 6 langkah dan 5 moment yang benar. Penilaian
dilaksanakan pada shift pagi dan shift sore, selama penilaian 1 perawat diobservasi
oleh 1 mahasiswa. Dalam pelaksanaanya selama 1 hari/1 shift kerja perawat
mendapatkan kesempatan 5 kali penilaian yakni yang terhitung dalam 5 moment:
sebelum kontak dengan pasien, sebelum tindakan aseptik, setelah kontak dengan
cairan tubuh pasien, setelah kontak dengan pasien dan setelah kontak dengan
lingkungan pasien.
Selama pelaksanaan pekan cuci tangan dibedakan menjadi perawat yang
tergabung di level 1, level 2 dan level 3, namun tetap diberikan penilaian yang sama.
Hal ini dikarenakan posisi perawat yang bertugas di level tersebut. Berdasarkan hasil
pengamatan tingkat kesesuaian prosedur dalam melakukan 6 langkah cuci tangan dan
5 moment yang dilakukan selama 6 hari diperoleh data sebagai berikut:

Gambar 5.5 moment 6 langkah cuci tangan di unit perinatologi

Dari gambar diatas terlihat bahwa moment yang sering dilakukan adalah moment
pertama yakni sebelum kontak dengan pasien dengan prosentase 100%, hal ini sesuai
dengan ritual di Unit Perinatologi ketika operan semua perawat melakukan cuci tangan
bersama-sama. Gambar tersebut juga memperlihatkan bahwa moment yang jarang
dilakukan adalah ketika selesai kontak dengan cairan tubuh pasien dengan prosentase
77,88%. Sehingga dari data tersebut dapat dipecah menjadi masing-masing level
sebagai berikut:

Gambar 5.6 Tingkat Kesesuaian Prosedur Cuci Tangan Perawat yang Bertugas di Level 1

Berdasarkan gambar diatas, selama 6 hari pekan cuci tangan didapatkan paling
banyak perawat mencuci tangan sebanyak 10 kali, nilai tertinggi 100. Sedangkan
untuk hasil terbaik adalah mencuci tangan sebanyak 10 kali dengan skor 97.

Gambar 5.7 Tingkat Kesesuaian Prosedur Cuci Tangan Perawat yang Bertugas di Level 2
Berdasarkan gambar diatas, selama 6 hari pekan cuci tangan didapatkan paling banyak
perawat mencuci tangan sebanyak 13 kali dengan nilai tertinggi 100.

Gambar 5.8 Tingkat Kesesuaian Prosedur Cuci Tangan Perawat yang Bertugas di Level 3

Berdasarkan gambar diatas, selama 6 hari pekan cuci tangan didapatkan paling
banyak perawat mencuci tangan sebanyak 9 kali dengan nilai tertinggi 100. Dari ketiga
level tersebut kemudian dipilih satu dengan skor tertinggi dari masing-masing level
dan masing-masing skor dihitung dengan nilai sebagai berikut:

Gambar 5.9 Nilai tertinggi dari masing-masing level.

Dari gambar tersebut dapat dikatakan bahwa P10 menjadi skor tertinggi yakni 100
dengan 13 kali cuci tangan dan ditetapkan sebagai duta cuci tangan. Kemudian untuk
melihat tingkat keberhasilan program dilakukan evaluasi. Evaluasi dilaksanakan pada
tanggal 27 29 Agustus 2015.

Gambar 5.10 Nilai tertinggi dari masing-masing level.

Berdasarkan hasil evaluasi selama 3 hari (27-29 Agustus), Duta Cuci Tangan
dapat dikatakan cukup berhasil dalam menjalankan tugasnya dengan nilai rata-rata
71,66%. Pada tanggal 27 Agustus 2015 mendapatkan prosentase 83%, sedangkan
tanggal 28 dan 29 Agustus 2015 memperoleh prosentase sebesar 66%.

Gambar 5.11 Evaluasi cuci tangan 27 agustsus 2015.

Dari 8 orang perawat pada tanggal 27 Agustus 2015, semua perawat melakukan 6
langkah cuci tangan sebelum kontak dengan pasien dengan benar. Pada moment
sebelum tindakan aseptik hanya 1 orang perawat yang melakukan 6 langkah dengan
benar, 1 orang perawat melakukan 4 langkah cuci tangan dengan benar, 1 orang
perawat melakukan 3 langkah cuci tangan dengan benar, 1 orang perawat melakukan
2 langkah cuci tangan dengan benar namun pada urutan cuci tangan 1 dan 3 saja.
Dan 4 orang perawat tidak mencuci tangan. Pada moment setelah kontak dengan
cairan tubuh pasien hanya 3 orang perawat yang melakukan 6 langkah cuci tangan
dengan benar, 1 orang perawat melakukan 4 langkah cuci tangan dengan benar, dan 4
orang perawat tidak mencuci tangan. Pada moment setelah kontak dengan pasien
hanya 1 orang perawat yang melakukan 6 langkah cuci tangan dengan benar, 1 orang
perawat melakukan 5 langkah cuci tangan dengan benar, dan 6 orang perawat tidak
mencuci tangan. Pada moment setelah kontak dengan lingkungan pasien hanya 1
orang perawat yang melakukan 6 langkah cuci tangan dengan benar, 1 orang perawat
melakukan 3 langkah cuci tangan dengan benar, dan 6 orang perawat tidak mencuci
tangan.

Gambar 5.12 Evaluasi cuci tangan 28 Agustsus 2015.

Dari 9 orang perawat pada tanggal 28 Agustus 2015, semua perawat melakukan 6
langkah cuci tangan sebelum kontak dengan pasien dengan benar. Pada moment
sebelum tindakan aseptik 3 orang perawat yang melakukan 6 langkah dengan benar,
1 orang perawat melakukan 4 langkah cuci tangan dengan benar, 2 orang perawat
melakukan 3 langkah cuci tangan dengan benar, 1 orang perawat melakukan 1
langkah cuci tangan dengan benar dan 2 orang perawat sisanya tidak mencuci tangan.
Pada moment setelah kontak dengan cairan tubuh pasien 2 orang perawat yang
melakukan 6 langkah cuci tangan dengan benar, 1 orang perawat melakukan 3
langkah cuci tangan dengan benar, dan sisanya 6 orang perawat tidak mencuci
tangan. Pada moment setelah kontak dengan pasien 2 orang perawat yang melakukan
6 langkah cuci tangan dengan benar, 1 orang perawat melakukan 3 langkah cuci
tangan dengan benar namun pada langkah 1, 3 dan 6, sedangkan sisanya 6 orang
perawat tidak mencuci tangan. Pada moment setelah kontak dengan lingkungan
pasien hanya 1 orang perawat yang melakukan 6 langkah cuci tangan dengan benar, 2
orang perawat melakukan 3 langkah cuci tangan dengan benar, 1 orang perawat
melakukan 2 langkah cuci tangan dengan benar dan 5 orang perawat tidak mencuci
tangan.

Gambar 5.13 Evaluasi cuci tangan 29 agustsus 2015.

Dari 9 orang perawat pada tanggal 29 Agustus 2015, semua perawat melakukan 6
langkah cuci tangan sebelum kontak dengan pasien dengan benar. Pada moment
sebelum tindakan aseptik 3 orang perawat yang melakukan 6 langkah dengan benar, 1
orang perawat melakukan 3 langkah cuci tangan dengan benar, 1 orang perawat
hanya melakukan 2 langkah cuci tangan, 1 orang perawat hanya melakukan 1 langkah
cuci tangan dengan benar. Dan 3 orang perawat tidak mencuci tangan. Pada moment
setelah kontak dengan cairan tubuh pasien hanya 3 orang perawat yang melakukan 6
langkah cuci tangan dengan benar, 1 orang perawat hanya melakukan 2 langkah cuci
tangan, 1 orang perawat hanya melakukan 1 langkah cuci tangan dan 4 orang perawat
tidak mencuci tangan. Pada moment setelah kontak dengan pasien 4 orang perawat

yang melakukan 6 langkah cuci tangan dengan benar, 1 orang perawat melakukan 5
langkah cuci tangan, 1 orang perawat hanya melakukan 3 langkah cuci tangan dan 3
orang perawat tidak mencuci tangan. Pada moment setelah kontak dengan lingkungan
pasien hanya 1 orang perawat yang melakukan 6 langkah cuci tangan dengan benar, 1
orang perawat hanya melakukan 1 langkah cuci tangan, dan 7 orang perawat tidak
mencuci tangan.

Gambar 5.14 Evaluasi keberhasilan program.

Dari gambar tersebut dapat dikatakan bahwa program cukup berhasil dengan
implementasi sebesar 99,16 % dan evaluasi 90,40%.
4. Pendidikan Kesehatan kepada Keluarga
Penggunaan media flipchart untuk pendidikan kesehatan tentang perawatan bayi
baru lahir serta cara menyusui yang benar selama 4 hari (22-26 Agustus 2015) dengan
didampingi oleh perawat Unit Perinatologi, didapatkan hasil bahwa sebanyak 17
pasien yang diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media flipchart, 17
pasien (100%) mengalami peningkatan kognitif dan psikomotor dilihat dari hasil pretest
posttest serta mampu mempraktikkan ulang terkait dengan perawatan tali pusat.

Gambar 5.15 Perbandingan hasil pretest posttest pada saat implementasi

Sedangkan berdasarkan hasil observasi penggunaan flipchart tentang perawatan


bayi di rumah dan cara menyusui yang benar oleh perawat selama 3 hari evaluasi (2729 Agustus) pada ibu dan keluarga pasien, didapatkan hasil sebagai berikut:
1. Hari/ Tanggal
Tempat
Jumlah pasien

: Kamis, 27 Agustus 2015


: R.205
: 5 orang

Gambar 5.16 Perbandingan hasil pretest posttest pada saat evaluasi

2. Hari/ Tanggal
Tempat
Jumlah pasien

: Jumat, 28 Agustus 2015


: R.204
: 9 orang

Gambar 5.17 Perbandingan hasil pretest posttest pada saat evaluasi

3. Hari/ Tanggal
Tempat
Jumlah pasien

: Sabtu, 29 Agustus 2015


: R.206
: 7 orang

Gambar 5.18 Perbandingan hasil pretest posttest pada saat evaluasi

Pasien yang keluar rumah sakit sejumlah 21 pasien selama 3 hari evaluasi (27-29
Agustus 2015). Dari 21 pasien yang keluar rumah sakit, perawat memberikan edukasi
dengan media flipchart kepada 16 pasien (76%) dan tidak menggunakan media
flipchart kepada 5 pasien (24%) pada saat tanggal 27 Agustus 2015. Sebanyak 16
orang yang diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan flipchart didapatkan
hasil bahwa 16 orang (100%) mengalami peningkatan kognitif dilihat dari hasil pretest
posttest dan 100% mampu mempraktikkan kembali tata cara perawatan tali pusat.
Sedangkan pada 5 orang yang diberikan pendidikan kesehatan tanpa menggunakan
media flipchart didapatkan bahwa 1 orang (20%) tidak mengalami peningkatan kognitif
dan semuanya (100%) tidak ada yang mampu menjawab posttest dengan sempurna
atau benar semua serta tidak ada yang mampu mempraktikkan kembali tata cara
perawatan tali pusat. Menurut pengkajian kepada perawat terkait alasan tidak
menggunakan flipchart untuk pendidikan kesehatan pada tanggal 27 Agustus 2015
adalah dikarenakan lupa untuk membawa media flipchart karena belum terbiasa.
Dari hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa selama evaluasi (27-29 Agustus 2015)
keefektifan pendidikan kesehatan di Unit Perinatologi adalah sebagai berikut:

Gambar 5.19 Evaluasi pendidikan kesehatan di Unit Perinatologi RSWH

Selama 3 hari evaluasi (27-29 Agustus 2015), didapatkan hasil bahwa pada saat
tanggal 27 Agustus 2015 perawat tidak menggunakan flipchart untuk pendidikan
kesehatan dikarenakan lupa. Jumlah peserta pendidikan kesehatan pada saat itu
sebanyak 5 orang. Namun pada tanggal 28-29 Agustus 2015, perawat menggunakan
flipchart untuk pendidikan kesehatan dengan peserta pendidikan kesehatan sebanyak
16 orang. Dari 16 peserta pendidikan kesehatan yang menggunakan flipchart
didapatkan hasil bahwa semuanya mengalami peningkatan kognitif dilihat dari hasil
pretest posttest serta semuanya mampu mempraktikkan kembali tata cara perawatan

tali pusat. Jadi, selama 3 hari evaluasi didapatkan bahwa pendidikan kesehatan yang
sudah dilakukan sesuai dengan SPO sebanyak 76%.
5.4

Rencana Tindak Lanjut

1. Metode Penugasan dan Uraian Tugas


Pada saat evaluasi, pelaksanaan metode tim belum dapat diterapkan di unit
perinatologi dikarenakan kebijakan rumah sakit dan kesepakatan perawat unit
perinatologi untuk menerapkan metode tim mulai tanggal 1 September 2015. Evaluasi
penggunaan papan struktur penugasan perawat dan pengetahuan perawat di unit
perinatologi tentang metode tim telah dilaksanakan dengan baik. Tindak lanjut yang
dapat dilakukan adalah pemberian motivasi dari kanit agar perawat dapat menerapkan
metode tim dengan baik dan melakukan tugasnya sesuai dengan uraian tugas masingmasing.
2. Pre-conference, Operan, dan Post-conference
a. Operan
Pada saat dilakukan evaluasi, kegiatan operan yang sudah sesuai dengan prosedur
sebanyak 81%. Tindak lanjut yang akan kami lakukan adalah mengingatkan kembali
perawat terkait prosedur pelaksaan operan yang benar dan berkoordinasi dengan
Kanit/katim untuk tetap melakukan operan yang benar dan sesuai prosedur.
b. Pre dan Post Conference
Pada saat evaluasi, pelaksanaan pre conference yang sudah sesuai dengan
prosedur sebanyak 67% dan pelaksanaan post conference yang sudah sesuai
dengan prosedur sebanyak 56%. Tindak lanjut yang akan kami lakukan adalah
mengingatkan kembali perawat terkait prosedur pelaksaan pre dan post conference
yang benar dan berkoordinasi dengan Kanit/katim untuk tetap melakukan pre dan
post conference sesuai prosedur.
c. Tingkat Pengetahuan Perawat
Dari tingkat pengetahuan perawat mengenai prosedur pre dan post conference serta
operan sudah mengalami peningkatan sebanyak 15%. Tindak lanjut yang akan kami
lakukan adalah mengingatkan kembali perawat pada saat dimulainya penerapan
metode tim tentang prosedur pelaksanaan operan yang benar, pentingnya pre
conference dan post conference, dan berkoordinasi dengan Kanit/Katim untuk tetap
melakukan kegiatan operan, pre dan post conference sesuai prosedur.
3. Cuci Tangan oleh Perawat
Pada saat evaluasi program, masih ada perawat yang belum menerapkan cuci
tangan 6 langkah dalam 5 moment, oleh karena itu rencana tindak lanjut dari program

cuci tangan adalah dengan memotivasi setiap perawat untuk saling mengingatkan
agar selalu mencuci tangan dengan 6 langkah dan 5 moment. Selain itu dapat juga
dengan memaksimalkan peran duta cuci tangan agar lebih aktif memotivasi rekan
sejawatnya untuk aktif dan selalu ingat cuci tangan. Duta cuci tangan juga dapat
berperan sebagai panutan/contoh yakni salah satunya dengan melakukan role play
cuci tangan setiap kali operan agar dapat diingat dan diperhatikan oleh perawat yang
lain.
4. Pendidikan Kesehatan kepada Keluarga
Pada saat pengkajian (27-29 Juli 2015) didapatkan hasil bahwa perawat sudah
melakukan pendidikan kesehatan kepada pasien namun dilakukan per individu dengan
media leaflet, dan dilakukan dalam waktu yang terbatas karena banyaknya pasien
yang rencana pulang dan keterbatasan jumlah perawat yang memberikan penkes,
selain itu ketika leaflet habis, perawat tidak menggunakan media apapun. Oleh
karenanya,

kami

memberikan

solusi

dengan

membuat

media

yang

dapat

memudahkan perawat dalam memberikan edukasi kepada klien yaitu dengan


menggunakan flipchart, selain itu juga pendidikan kesehatan diberikan secara
berkelompok pada pasien-pasien yang rencana pulang, sehingga tidak hanya per
individu.
Pada saat sosialisasi media flipchart dan SPO penkes dengan menggunakan
flipchart kepada perawat, perawat mampu memahami dan menyatakan bersedia untuk
mengaplikasikannya, namun pada saat evaluasi (27-29 Agustus) masih ada 1 perawat
yang belum menggunakan media flipchart pada saat melakukan pendidikan
kesehatan.
Evaluasi secara keseluruhan flipchart sudah dapat digunakan oleh perawat
dengan baik sehingga rencana tindak lanjutnya adalah masih perlu dilakukan
koordinasi lagi dengan pihak PKRS maupun kepala unit Perinatologi untuk mengontrol
penggunaan dari flipchart. Diperlukan pula kesadaran dari masing-masing perawat
untuk menyampaikan penkes dengan media flipchart kepada pasien rencana pulang
untuk lebih memudahkan perawat dan lebih meningkatkan pemahaman pasien.