Anda di halaman 1dari 5

1.

Nyamuk Aides

Larva nyamuk Aedes


a. Perilaku saat menghisap darah

Nyamuk Aedes aegypti lebih suka mengigit pada dearah terlindung seperti di sekitar
rumah. Aktivitas mengigit mencapai puncak pada saat perubahan intensitas cahaya tetapi
bisa mengigit sepanjang hari dan tertinggi sebelum matahari terbenam.
b. Perilaku pada waktu hinggap dan beristirahat
Nyamuk akan istirahat pada tempat-tempat yang gelap dan sejuk apabila sudah
menghisap darah, sampai proses penyerapan darah untuk perkembangan telur selesai.
c. Perilaku pada saat berkembang biak (Breeding Place)

Aedes aegypti berkembangbiak di dalam tempat penampungan air seperti bak mandi,
tempayan, drum, vas bunga, dan barang bekas yang dapat menampung air hujan di daerah
urban dan suburban
2. Nyamuk Culex

Larva Nyamuk Culex


a. Perilaku saat menghisap darah

Nyamuk C u l e x s p suka menggigit manusia dan hewan


terutama pada malam hari "nocturnal & N y a m u k Culex sp menggigit
beberapa jam setelah matahari terbenam sampai sebelum matahari terbit dan puncak
menggigit nyamuk ini adalah pada pukul 01.00 02.00
b. Perilaku pada waktu hinggap dan beristirahat

setelah
nyamuk
menggigit
orang
atau
hewan
nyamuk
tersebut
akan beristirahat selama sampai 7 hari & setiap spesies nyamuk mempunyai kesukaan
beristirahat yang berbeda beda & Nyamuk Culex sp suka beristirahat dalam rumah
& Nyamuk ini sering berada dalam rumah sehingga di kenal dengan nyamuk
rumahan
.
c. Perilaku pada saat berkembang biak (Breeding Place)
Nyamuk C u l e x s p s u k a b e r k e m b a n g b i a k d i s e m b a r a n g t e m p a t misalnya
di air bersih dan air yang kotor yaitu genangan air, got terbuka dan empang ikan
3. Nyamuk Mansonia

Larva Nyamuk Mansonia


a. Perilaku saat menghisap darah

Nyamuk Mansonia bersifat agresif dan menghisap darah saat manusia berada dalam
aktivitas malam hari khususnya di luar rumah.
b. Perilaku pada waktu hinggap dan beristirahat

Nyamuk Mansonia hidup secara nocturnal, berada di wilayah hutan dan rawa endemik,
lingkungan kotor dan area peternakan ikan yang tidak terpakai.
c. Perilaku pada saat berkembang biak (Breeding Place)
Nyamuk mansonia berasosiasi dengan rawa-rawa, sungai besar di tepi hutan atau dalam
hutan, larvae dan pupa melekat dengan sifonnya pada akar - akar
ranting tanaman air,seperti enceng gondok, teratai, kangkung,
dan
sebagainya
.Bersifat zoofilik,eksofagik , eksofilik , nokturnal.
4. Nyamuk Anophles

Gambar larva Nyamuk Anopheles


a. Perilaku saat menghisap darah

Hanya nyamuk betina yang sering menghisap darah nyamuk Anophelessering menghisap
darah diluar rumah dan suka menggigit diwaktu senja sampai dini hari (Eksofagik) serta
mempunyai jarak terbang sejauh 1,6 Km sampai dengan 2 Km. Waktu antara nyamuk
menghisap darah yang mengandung Gametosit sampai mengandung sporozoit dalam kelenjar
liurnya, disebut masa tunasekstrinsik. Sporozoit adalah bentuk infektif.
Untuk terjadi penularan penyakit malaria harus ada empat faktor yaitu:

1. Parasit (agent / penyebab penyakit malaria)


2. Nyamuk Anopheles (vektor malaria)
3. Manusia (host intermediate)
4. Lingkungan (environment)

Empat faktor terjadinya penularan malaria


b. Perilaku pada waktu hinggap dan beristirahat
Nyamuk Anopheles lebih suka hinggap di batang-batang rumput, di alam atau luar rumah
(Eksofilik) yaitu tempat-tempat lembab, terlindung dari sinar matahari, gelap.
c. Perilaku pada saat berkembang biak (Breeding Place)
Nyamuk Anopheles dapat berkembang biak ditempat-tempat yang airnya tergenang
seperti sawah, irigasi yang bagian tepinya banyak ditumbuhi rumput dan tidak begitu deras
airnya.