Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN KEPERAWATAN GERONTIK

PERTEMUAN II (RABU, 30 SEPTEMBER 2015)

A. Latar Belakang
Pengkajian merupakan tahap pertama dalam perencanaan asuhan
keperawatan, begitu juga halnya pengkajian pada keperawatan gerontik
dimana seorang perawat memperoleh informasi secara lengkap dan
komprehensif, sehingga dapat diidentifikasi masalah kesehatan yang dihadapi
lansia. Data yang diperoleh pada pertemuan pertama pada hari Jumat tanggal
18 September 2015 adalah: data demografi yang meliputi: klien berinisial R,
tempat lahir di Gampong Lamkeuneung, umur 68 Tahun, suku Aceh,
beragama Islam, pendidikan terakhir tidak sekolah, menikah dan sudah
menjadi janda sejak tahun 1997, alamat Gampong Lamkeuneung Dusun
Lamlhee Kecamatan Darussalam Aceh Besar.
Pada pengkajian riwayat keluarga lansia diperoleh bahwa suami nenek
R telah meninggal akibat penyakit paru-paru pada tahun 1997. Dari hasil
pernikahannya, nenek R memiliki 2 orang anak laki-laki dan 2 orang anak
perempuan, dan telah memiliki 5 orang cucu. Klien dulu bekerja sebagai
petani, tetapi saat ini tidak sanggup bekerja lagi dan hanya sesekali ke sawah
untuk memantau.
Pada pertemuan ini juga diperoleh data tentang riwayat kesehatan klien,
dimana klien mengatakan keluhan saat ini yaitu sakit kepala, kaki sering
kebas-kebas, dan cepat lelah jika beraktivitas. Klien juga menderita darah

tinggi, DM sudah 3 tahun, sering mengalami gangguan tidur, dan mengalami


masalah dalam BAK yaitu poliuria, nokturia dan inkontinensia. Nenek R tidak
memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu, tetapi alergi jika menyentuh
padi. Nenek R mempunyai pantangan terhadap makanan.
Pada pola kebiasaan klien, didapatkan data bahwa kebiasaan makan 3
kali sehari. Sedangkan untuk personal hygiene, Nenek R masih mampu
melakukannya secara mandiri seperti: mandi 2 kali sehari pada siang dan sore
hari, menyikat gigi setiap mandi, mencuci rambut seminggu sekali dengan
menggunakan shampoo. Pada pemeriksaan fisik nenek R didapatkan data:
tekanan darah = 150/90 mmHg, pernafasan = 18x/menit, Nadi = 90x/menit,
dan suhu tubuh = 36,4 oC. Pada sistem persarafan nenek R hanya mengalami
sakit kepala dan masalah memori (sering lupa). Pada sistem kardiovaskular
Nenek R mengatakan sering nyeri/dada berdebar jika mendengar berita buruk.
Pada sistem gastrointestinal nenek R mengeluh susah BAB (konstipasi).
Pada sistem genitourinaria nenek R mengalami poliuria, nokturia dan
inkontinensia. Pada sistem muskuloskeletal nenek R mengalami kelemahan
otot

ketika sudah kelelahan. Sistem penginderaan nenek R mengalami

penurunan fungsi penglihatan. Nenek R memiliki resiko jatuh dalam segi


kondisi yaitu gangguan keseimbangan dan pusing, sedangkan dari segi situasi
nenek R memiliki faktor resiko jatuh dimana lingkungan rumah nenek R
berbahaya karena ada tanjakan. Pada pengkajian spiritual nenek R kadangkadang mengikuti wirid di Desa.

Berdasarkan kondisi diatas maka pada pertemuan kali ini perawat


akan melakukan pengkajian lebih lanjut untuk mendapatkan data pengkajian
psikososial, pengkajian keseimbangan, pengkajian fungsional, dan pengkajian
status mental.
B. Rencana Keperawatan
1. Diagnosa Keperawatan
Belum dapat ditegakkan diagnosa karena pengkajian lengkap.
2. Tujuan Umum
Setelah dilakukan pertemuan sebanyak dua kali di harapkan akan
mendapatkan data pengkajian dengan lengkap.
3. Tujuan Khusus
Setelah 1 x 45 menit interaksi, diharapkan:
a. Dapat terbina hubungan saling percaya antara perawat dan klien
b. Didapatkan pengkajian lebih lanjut tentang pengkajian psikososial,
pengkajian keseimbangan, pengkajian fungsional, dan pengkajian status
mental.
C. Rencana Kegiatan
1. Topik : Pengkajian psikososial, pengkajian keseimbangan, pengkajian
fungsional, dan pengkajian status mental.
2. Metode: Tanya jawab, observasi dan diskusi
3. Waktu : 45 menit

4. Media :

Format

pengkajian,

sphygmomanometer,

stetoskop,

dan

termometer
D. Strategi Pelaksanaan
No
1.

2.

Alokasi Waktu
11.00 11.10

11.10 11.40

Kegiatan
Fase Orientasi

Mengucapkan salam

Validasi perasaan

Membuat kontrak (waktu, tempat)

Menjelaskan maksud dan bagian interaksi


Fase Kerja

Mengukur tekanan darah, suhu, dan nadi.

Melakukan pengkajian psikososial, pengkajian


keseimbangan, pengkajian fungsional, dan

3.

11.40 11.45

pengkajian status mental.


Fase terminasi

Membuat kontrak (waktu, tempat, dan topik)


pertemuan selanjutnya

E. Kriteria Evaluasi

Validasi perasaan klien

Mengucapkan salam

1.

Kriteria Struktur
a. Tersedianya format pengkajian
b. Telah membuat kontrak sebelumnya
c. Tempat pengkajian sesuai dengan yang disepakati.

2.

Kriteria Proses
a. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat
b. Klien dapat mengikuti dari awal sampai akhir kegiatan
c. Klien aktif memberikan jawaban selama interaksi
d. Tidak ada gangguan selama proses interaksi.

3.

Kriteria Hasil
a.

Terbinanya hubungan saling


percaya antara klien dengan perawat

b.

Didapatkan data pengkajian


selengkap-lengkapnya.