Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM INFUS, DEKOK, DAN REBUSAN

A.

TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mahasiswa mampu memahami cara pembuatan infus, dekok, dan rebusan serta
hal-hal yang harus diperhatikan.
2. Mahasiswa mampu membuat ekstrak kering/kental yang berasal dari simplisia
kunyit dengan cara infundasi, dekoktasi, dan rebusan.
3. Mahasiswa mengetahui perbedaan cara pembuatan ekstrak secara infundasi,
dekoktasi, dan rebusan.
4. Mahasiswa mengetahui perbandingan rendemen ekstrak kunyit secara infus,
dekok, dan rebusan.

B.

DASAR TEORI
Infus adalah sediaan cair yang dibuat dengan menyari simplisia dengan air pada
suhu 900 C selama 15 menit. Dekok adalah sediaan cair yang dibuat dengan menyari
simplisia dengan air pada suhu 900 C selama 30 menit. Rebusan merupakan cara
penyarian yang sedikit berbeda dengan infuse dan dekok. rebusan dilakukan
menggunakan panas yang bersumber dari api langsung bukan dari penangas air
seperti infus dan dekok. waktu ekstraksi biasanya lebih lama, namum lamanya
ekstraksi belum ada literatur pasti yang menentukannya. umumnya ekstraksi
dihentikan bila miscela sudah mencapai sampai 1/3 bagian dari ekstrak awal atau 2
-3 bagian pelarut menghasilkan satu bagian ekstrak. jumlah simplisia disesuaikan
dengan dosis simplisia masing masing. waktu yang diperlukan menurut percobaan
berkisar antara 45 60 menit dihitung mulai air mendidih. Cara ini terbatas untuk
simplisia yang tahan pemanasan atau yang tidak mudah rusak karena pemanasan
karena suhu ekstraksi mencapai 100

Berikut merupakan perbedaan antara infus, dekok dan rebusan antara lain:
Hal yang

Infus

membedakan
Suhu
Waktu Ekstraksi

Dekok

Rebusan

90 - 98

90 - 98

100

15 menit (dari

30 menit (dari

45 60 menit

suhu

suhu mencapai

(dari

90

mencapai 90

mencapai

90

suhu

C.

D.

Ditambahkan

Ditambahkan

Hasil Akhir

pelarut sampai

pelarut sampai

Ekstraksi

dengan

dengan

Sumber Panas

bagian
Penangas air

100

100

bagian
Penangas air

Tidak
ditambahkan
pelarut
Penangas air

ALAT DAN BAHAN

Alat
Panci infus, panci dekok,

Bahan
Serbuk simplisia kunyit dan aqua
destillata.

dan panci rebusan


Kompor listrik
Penangas air
Timbangan analitik
Oven pengering
Batang pengaduk
Termometer
Cawan uap
Kain saring/kain flanel
Botol berwarna gelap
Beaker glass
Erlenmeyer
Gelas ukur
Pot plastik
Perkamen

PROSEDUR KERJA
1. Serbuk simplisia kunyit ditimbang masing-masing 20 gram untuk infus, dekok,
dan rebusan. Setelah ditimbang, masing-masing serbuk tersebut dimasukkan ke
dalam panci infus, dekok, dan rebusan.
2. Untuk infus dan dekok, serbuk simplisia tersebut dibasahi dengan air ekstra
sebanyak 4 kali bobot simplisia yaitu 80 ml (4x20 gram).
3. Setelah dibasahi, ditambahkan air sebanyak 200 ml (10 bagian simplisia : 100
bagian pelarut) untuk infus dan dekok, dan sebanyak 600 ml sekaligus untuk
rebusan (10 bagian simplisia : 100 bagian pelarut, untuk 3 bagian bahan).
4. Kemudain dipanaskan di dalam penangas air dengan suhu 900C (untuk infus dan
dekok), dan suhu 1000C untuk rebusan di atas sumber api langsung dengan
nyala api sedang.

5. Dipanaskan selama 15 menit untuk infus, 30 menit untuk dekok dan 45 menit
untuk rebusan; dihitung mulai dari ketika suhu telah mencapai 90C.
6. Hasil pemanasan disaring dan diperas pada saat masih panas menggunakan kain
saring/kain flanel.
7. Untuk infus dan dekok, jika volume filtrat kurang dari 200 ml, ditambahkan air
panas melalui ampas hingga diperoleh 200 ml ekstrak cair kunyit, sedangkan
filtrat rebusan sebanyak pemerasan pertama saja.
8. Cawan kosong ditimbang.
9. Filtrat dipindahkan ke dalam cawan tersebut), kemudian pekatkan dengan
diuapkan di atas water bath pada suhu 60-65C hingga menjadi ekstrak kental
atau berkerak, selanjutnya dipindahkan ke dalam oven pengering hingga
menjadi ekstrak kering.
10. Jika ekstrak sudah kering, cawan uap tersebut ditimbang beserta ekstrak kering
yang berada di dalamnya. Lalu diselisih dengan berat cawan kosong yang telah
ditimbang sehingga diperoleh berat ekstrak keringnya.
11. Jika sudah ditimbang, kerok ekstrak kering kunyit yang menempel pada dinding
cawan uap, lalu dimasukkan ke dalam wadah ekstrak atau pot plastik.
12. Hitung rendemen ekstrak kering kunyit dari masing-masing metode ekstraksi
infus, dekok, dan rebusan tersebut.
Bobot ekstrak
%Rendemen=
100
Bobot simplisia
E.
1)

*Bobor ekstrak = (Bobot cawan uap+ekstrak kering) Bobot cawan uap kosong
HASIL
Infus
Parameter
Berat Simplisia
Volume Filtrat
Lamanya
penguapan
Berat Ekstrak
Pemerian Ekstrak
Bentuk

A4
20 gram
200 ml
7 jam 37 menit

B4
20 gram
200 ml
10 jam 27

5,10 gram

menit
5,70 gram

Lempengan

Kering

Bau

Bau khas

Bau khas

Rasa

kunyit
Rasa khas

kunyit
Rasa khas

kunyit

kunyit
Cokelat

Warna
% Rendemen

Cokelat tua
25,50%

kehitaman
28,50%

C4
20 gram
194 ml

D4
20 gram
185 ml

12 jam

3 jam 27 menit

4,00 gram

3,2 gram

Kering seperti

Gumpalan

kerak
Bau seperti

kasar
Bau khas

cokelat

kunyit
Sedikit sepat

Asam
Kuning-cokelat
20,00%

dan pahit
Cokelat
kekuningan
16,00%

A 4 + B4 +C 4 + D 4 25,50 +28,50 +20,00 +16,00


=
=22,50
4
4

Rata-rata INFUS =

RENDEMEN INFUS
30.00%

28.50%

25.50%

25.00%
20.00%

20.00%

16.00%

15.00%

RENDEMEN INFUS

10.00%
5.00%
0.00%
A4

2)

B4

C4

D4

Dekok
Parameter
Berat Simplisia
Volume Filtrat
Lamanya
penguapan
Berat Ekstrak
Pemerian Ekstrak
Bentuk
Bau

A5
20 gram
200 ml
7 jam 39 menit

B5
20 gram
200 ml
10 jam 43

C5
20 gram
195 ml

D5
20 gram
182 ml

9 jam 14 menit

3 jam 31 menit

5,60 gram

4,5 gram

Serbuk kasar

Serbuk kasar

Bau khas kunyit

Bau khas kunyit

4,60 gram

menit
5,90 gram

Serbuk
Bau khas

Keras
Bau khas

Rasa

kunyit
Rasa khas

kunyit
Rasa khas

Warna

kunyit
Cokelat

kunyit
Cokelat

kunyit
Cokelat

% Rendemen

kehitaman
23,00%

kehitaman
29,50%

kehitaman
28,00%

Rata-rata DEKOK

Rasa khas

Sedikit pahit
Cokelat
kekuningan
22,50%

A 5+ B5 +C 5 + D5 23,00 +29,50 +28,00 +22,50


=
=25,75
4
4

RENDEMEN DEKOK
29.50%
30.00%
25.00%

28.00%

23.00%

22.50%

20.00%
RENDEMEN DEKOK
15.00%
10.00%
5.00%
0.00%
A4

3)

B4

C4

D4

Rebusan
Parameter
Berat Simplisia
Volume Filtrat
Lamanya
penguapan
Berat Ekstrak
Pemerian Ekstrak
Bentuk

A6
20 gram
150 ml
7 jam 30 menit
6,30 gram
Kepingan
kasar

Bau
Rasa

Bau khas jamu


Rasa khas
kunyit

Warna
% Rendemen

Cokelat tua
31,50%

Rata-rata REBUSAN =

B6
20 gram
300 ml
11 jam 15
menit
4,60 gram
Keras, kering
Bau khas
kunyit

C6
20 gram
130 ml

D6
20 gram
177 ml

6 jam 9 menit

4 jam 31 menit

11,30 gram

4,90 gram

Lempengan
kasar
Bau khas kunyit

Serbuk kasar
Bau seperti

Pahit, rasa khas

caramel
Sedikit pahit

Cokelat

kunyit
Cokelat

dan asin
Cokelat tua

kehitaman
23,00%

kekuningan
56,50%

kekuningan
24,50%

Pahit

A 6+ B 6+ C6 + D6 31,50 +23,00 +56,50 +24,50


=
=33,88
4
4

RENDEMEN REBUSAN
60.00%

57%

50.00%
40.00%

32%

30.00%

RENDEMEN REBUSAN

23%

25%

20.00%
10.00%
0.00%
A4

F.

B4

C4

D4

PEMBAHASAN
Cara kerja pada praktikum ini yaitu serbuk simplisia kunyit sebanyak 20 g
dimasukkan ke dalam panci, kemudian ditambahkan air ekstra 4 kali berat simplisia
kunyit, lalu ditambahkan air sebanyak 200 ml ke dalam panci tersebut. Kemudian
dipanaskan di atas water bath atau penangas air selama 15 menit atau suhu mencapai
900C, lalu diamkan selama 15 menit untuk infus dan 30 menit untuk dekok,
sedangkan untuk rebusan dipanaskan di atas api langsung selama 45 menit. Setelah itu
disaring dan diperas dalam keadaan panas, tampung sebanyak 200 ml (jika kurang
dari 200 ml, tambahkan air panas melalui ampas). Lalu, filtrat dimasukkan ke dalam
cawan uap yang sudah ditimbang dalam keadaan kosong, lalu dipanaskan di atas
waterbath atau penangas air dan oven sampai menjadi ekstrak kering. Setelah didapat
ekstrak kering, cawan yang berisi ekstrak kering kunyit tersebut ditimbang. Hasil
timbangan diselisih dengan hasil timbangan cawan kosong sehingga didapat massa
ekstrak kering kunyit tersebut untuk menghitung nilai rendemennya. Ekstrak
dimasukkan ke dalam pot plastik.
Pada kelompok D4-D6 didapat nilai rendemen infus, dekok, dan rebusan paling
terkecil dibandingkan dengan kelompok A4-A6, B4-B6, dan C4-C6. Hal tersebut
terjadi karena filtrat infus, dekok, dan rebusannya dibawa pulang dikarenakan
keesokan harinya libur. Kemudian di rumah dipanaskan/diuapkan ad massa berkerak,
lalu dimasukkan ke dalam oven ad menjadi massa kering sehingga besar peluangnya

banyak massa yang hilang dikarenakan terlalu banyak perlakuan memindahkan


ekstrak dari wadah satu ke wadah lainnya. Banyak massa yang hilang mengakibatkan
nilai rendemen kecil.
Perbedaan prinsip kerja antara infus, dekok dan rebusan:

Waktu pemanasan setelah suhu mencapai 900C atau selama 15 menit dibiarkan
di atas penangas air. Untuk infus didiamkan lagi selama 15, untuk dekok

didiamkan selama 30 menit, dan untuk rebusan selama 45 menit.


Pemanasan pada infus dan dekok dilakukan di atas penangas air, sedangkan

untuk rebusan dipanaskan langsung di atas sumber panas atau api.


Untuk infus dan dekok, serbuk simplisia dibasahi dengan air ekstra sebanyak 4
kali bobot simplisia yaitu 80 ml (4x20 gram). Setelah dibasahi, ditambahkan air
sebanyak 200 ml (10 bagian simplisia : 100 bagian pelarut). Sedangkan pada
rebusan ditambahkan air sebanyak 600 ml sekaligus (10 bagian simplisia : 100
bagian pelarut, untuk 3 bagian bahan).
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam praktikum infus, dekok, dan rebusan:

Suhu pemanasan
Suhu waterbath pada saat pemanasan/penguapan harus sesuai dengan pedoman
yaitu sekitar 600C agar hasil yang didapatkan optimal.
Pemerasan yang maksimal
Pemerasan yang maksimal mampu mendapatkan hasil ekstrak yang banyak dan
mengurangi penambahan air dari luar.
Pengayakan serbuk simplisia
Apabila ukuran partikel serbuk terlalu kecil, maka proses penyaringan tidak
maksimal sehingga mempengaruhi hasil ekstrak.
Mencatat semua data dan jangan lupa difoto setiap perlakuan yang dianggap
perlu.
Air waterbath harus selalu terisi
Air waterbath sangat berperan penting terhadap pemanasan cairan ekstrak,
sehingga waterbath harus selalu terisi air.
Dari praktikum yang telah dilakukan, maka data rata-rata rendemen yang kami
dapatkan dari infus, dekok dan rebusan terdapat dalam tabel berikut:

Infus

Rata-Rata Rendemen
22,50

Dekok

25,75

Rebusan

33,88

RENDEMEN INFUS, DEKOK, DAN REBUSAN


33.88%

35.00%
30.00%
25.00%

22.50%

25.75%

20.00%

HASIL RENDEMEN

15.00%
10.00%
5.00%
0.00%
INFUS

DEKOK

REBUSAN

Sehingga nilai rendemen yang paling tinggi persentasinya adalah rebusan sehingga
cara rebusan adalah cara yang paling baik untuk ekstraksi simplisia kunyit.
G.

KESIMPULAN
Data yang diperoleh berdasarkan hasil praktikum, rata-rata nilai rendemen dari
ekstraksi simplisia kunyit dengan metode infus yaitu 22,50 %, metode dekoktasi
25,75 %, dan metode rebusan 33,88%. Sehingga rebusan merupakan cara yang paling
baik untuk ekstraksi simplisia kunyit diantara infus dan dekok karena menghasilkan
nilai rata-rata rendemen tertinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata pada infus dan
dekok.

H.

SARAN
Suhu waterbath pada saat pemanasan harus sesuai dengan pedoman yaitu sekitar

600C agar hasil yang didapatkan optimal.


Pemerasan yang maksimal mampu mendapatkan hasil ekstrak yang banyak dan

mengurangi penambahan air dari luar.


Ukuran partikel serbuk simplisia jangan terlalu kecil karena akan berpengaruh

pada saat penyaringan.


Air dalam waterbath harus selalu terisi, karena air waterbath sangat berperan
penting terhadap pemanasan cairan ekstrak, sehingga waterbath harus selalu
terisi air.