Anda di halaman 1dari 129

METROLOGI INDUSTRI

Pengertian
Metrologi : besaran Ilmu pengukuran teknik umum.
berkaitan dng perdagangan umum

Metrologi Industri : ilmu pengukuran besaran


geometrik benda ukur (komponen mesin-hasil indsti),
mempelajari alat ukur & cara pengukuran dng tujuan utk
mengetahui harga yg dianggap benar bagi suatu elemen
geometri.

Pengukuran : membandingkan suatu besaran dengan


besaran standar.
2

Jenis pengukuran
Dibedakan berdasarkan obyek pada benda ukurnya,
yaitu pengukuran :
1. linier
3. Kelurusan-kedataran
5. ulir
7. penyetelan posisi

2. sudut / kemiringan
4. profil
6. Roda gigi
8. Kekasaran permukaan

Klasifikasi alat ukur


Berdasarkan prinsip kerja :
mekanik , elektrik , optik , pneumatik , gabungan.

Berdasarkan sifat :
1. Alat ukur langsung :
- punya skala, hasil pengukuran dpt langsung dibaca.
- contoh : jangka sorong, mikrometer.

2. A. uk. pembanding / komparator :


- punya skala, lebih cermat, jangkauan ukur terbatas.
- contoh : jam ukur, jam ukur tes.

3. A. uk. standar :
- punya tanda/angka/skala, menunjukan/memberikan
uk. standar (jarak antar dua muka ukur) digu
nakan bersama komparator.
- contoh : blok ukur, blok sudut.

4. A. uk. bantu : membantu dalam proses pengukuran.


- contoh : meja rata, dudukan pemindah.
4

5. A. uk. batas (kaliber) : menunjukan apakah obyek ukur


(bagian dr benda ukur/produk) masih dalam daerah
toleransi.

untuk produksi masal.

Klasifikasi cara pengukuran


1. Dengan kaliber
2. Perbandingan dng bentuk
standar
utk bentuk yg sulit.

3. Pengukuran langsung :

4.Pengukuran tak langsung :

Konstruksi umum alat ukur


pengukur

Benda ukur
obyek ukur

Sensor pengubah|penunjuk/pencatat

Peraba,penghubug
-kontak langsung
- non kontak :
cahaya, listrik,
udara.

Meneruskan, meng
olah,mengubah isyarat
utk diperbesar - diper
jelas : kinematis,
optis, elektris,
pneumatis, gabungan

Menunjukan hasil
pengukuran :
- skala
- digital
-pencatat/grafik

Pengubah
Pengubah mekanis :
berdasarkan prinsip kerja kinematis yg meneruskan serta mengubah
gerakan (biasanya gerak translasi) menjadi gerakan lain
(biasanya gerak rotasi)

Pengubah mekanis optis


merupakan prinsip kerja gabungan, yaitu pengubah mekanis
(biasanya berupa batang kinematis) dan pengubah optis
(sbg pemantul berkas cahaya)

10

Pengubah elektris
mengubah isyarat perubahan besaran non elektris (misal, perubah
an panjang) dari sensor atau yg telah melalui pengubah primer
(biasanya pengubah mekanis), menjadi isyarat perubahan besaran
elektris.

Harga tegangan keluar V0 merupakan fungsi dari jarak l


11

Pengubah optis-elektris.
Contoh : photosel (sbg salah satu dari komponen dari sirkuit elek
tronik). Apabila intensitas cahaya yg diterima oleh
photosel berubah, maka arus listrik pd sirkuit elektronik
pun akan berubah.

12

Pengubah pneumatis.
bekerja berdasarkan suatu gejala, bhw kondisi suatu aliran udara
yg ttt (tetap) akan berubah apabila ada perubahan pada celah
antara permukaan benda ukur dng permukaan sensor.

Pd daerah linier
berlaku
Pb
A
a b 2
Ps
A1

Kepekaan :
dPb
b
PS
dA2
A1

13

Pada daerah linier berlaku :

F = -a + b A2
kepekaan :

dF
b
dA2

b : faktor kepekaan, tergantung konstruksi sirkuit aliran udara dng


tekanan dan kecepatan aliran udara yg ditentukan

14

15

Pengubah optis.
berfungsi sbg pembelok berkas cahaya yg menembus atau
memantul (berasal) dr suatu obyek, shg terbentuk suatu
bayangan (maya/nyata)dng ukuran/penyimpangan yg lebih
besar.

16

17

18

Penunjuk - pencatat
dengan jarum penunjuk
skala
Penunjuk

digital
Pencatat

dengan grs indeks


mekanik
elektronik

mekanik

elektrik

19

Penunjuk berskala.
Skala : susunan grs dng jarak tertentu (tetap atau menurut aturan
tertentu) yg menggambarkan suatu harga.
Skala nonius satu dimensi.
u :jarak satu bag. skala utama. n :jarak satu bag skala nonius k=u-n

20

Tabel berikut adl bbrp contoh kecermatan skala nonius, digunakan misal
nya pd mistar ingsut dan busur bilah.

21

Cara membaca skala mistar ingsut/jangka sorong

22

3,45 mm

3,74 mm

3.52 mm
23

Skala kiri, 47020

Skala kanan, 2020

24

Skala nonius dua dimensi


Nonius kanan

Posisi tepat 0

Nonius kiri

Posisi tergeser
2
A+ n

tepat 0

tergeser A +

2
n

25

Skala mikrometer
Skala nonius (kiri) dua dimensi

dibaca 53,93

dibaca 53,236
26

Pembacaan skala mikrometer, kecermatan 0,01 mm


grs indeks
pembacaan halus
1 putrn = 0,5 mm
= 50 skala
1 skala = 0,01 mm

6,48 mm

6,53 mm

6,98 mm

Pembacaan skala mikrometer dng skala nonius

6,487 mm

Skala tetap

27

Skala dengan jarum penunjuk


Biasanya digunakan pd a.u. pembanding/komparator.
Konstruksi : jarum bergarak relatip thd skala secara mekanik
dan elektrik (berdasarkan isyarat dr pengubah).
Kesalahan yg sering terjadi :
paralaks, kesalahan
pembacaan posisi jarum,
karena mata tidak terletak
pd bid pembacaan,
yaitu bid yg melalui jarum
penunjuk dan tegak lurus
bidang skala.
Posisi yg benar

28

Cara mengatasinya :
1. Membuat letak jarum sedekat mungkin dng bid skala.
2. Memakai cermin pd bid skala.
3. Memakai sistim penunjuk optik.

Bid skala

Berkas cahaya

jarum
Posisi yg benar,
bayangan tak
tampak

skala

bayangan
Posisi mata yg salah,
bayangan & jarum
tampak
29

Penunjuk berangka (digital)


Sistim mekanis

digital

30
Penghitung pulsa

Pencatat
- diperlukan utk mencatat hasil pengukuran
- prinsip : mekanis dan elektris

sbg : f (waktu dan posisi)


Jembatan wheatstone

jarum, melayang
diatas kertas ( + )
kertas elektrosensitip,
terbakar, timbul jejak
(kutub - )

prinsip galvanometer

prinsip servomotor

31

Sifat umum dari alat ukur


Sifat ini muncul karena ketidak sempurnaan dalam
proses pembuatannya, shg. dalam batas2 tertentu alat
ukur dianggap sbg cukup baik utk digunakan dlm suatu
proses pengukuran.

Bbrp istilah yg akan dibahas a.l. :


* traceability (mampu usut) * sensitivity (kepekaan)
* readability (kemudahan baca) * hysterisis
* passivity (kepasifan)
* shifting (pergeseran)
* zero stability
* floating (pengambangan)
* accuracy (ketelitian)
* precision (ketepatan)
32

Traceability, mampu usut, kalibrasi


Kalibrasi/peneraan : mencocokan harga2 (bukan satu harga) yg
tercantum pd skala alat ukur dengan harga2 standar (harga
sebenarnya).
Kalibrasi diwajibkan bagi alat ukur yang :
* baru selesai dibuat (baru sama sekali)
* telah lama dipakai (karena aus)
Utk menjamin hub. antara alat ukur yg digunakan oleh operator dng
satuan standar panjang, maka digunakan rantai kalibrasi (guna meng
hindari peneraan langsung)
Keuntungan rantai kalibrasi/kalibrasi bertingkat :
1. memungkinkan kalibrasi alat ukur kerja.
2. mempercepat prosedur kalibrasi.
3. menjamin kwalitas a.u.
Pemberiaan sertifikat mampu usut
33

Rantai kalibrasi :
Tingkat :

1
2

Alat ukur kerja


A U standar kerja
A U standar

A U standar nasional

standar internasional
definisi 1 meter

kamar ukur
(pabrik)

lab metrologi
industri

lab metrologi
yg berwenang

tingkatan2 kalibrasi diatas sering disebut sbg mampu usut


dr ketelitian suatu alat ukur

34

Sensitivity, kepekaan
Kemampuan a.u. utk merasakan dan menunjukan suatu perbedaan yg
relatip kecil dr harga yg diukur (yg diditeksi sensor).
Contoh : dua alat ukur yg sejenis A dan B
y = f (x)
fungsi linier

a.u. A lebih
Kepekaan
tinggi dp a.u. B.

ditentukan oleh
mekanisme
pengubah
35

Readability, kemudahan baca.


Kemampuan a.u. (bag penunjuk) utk menunjukan harga dengan
jelas dan berarti, shg menghindarkan salah baca.

Usahanya a.l.:
- grs skala, grs indeks, jarum penunjuk : dipertipis
- pemakaian skala linier, skala nonius
- jarak grs skala cukup terpisah dng jelas.

Masih memung
kinkan salah
baca

pemakaian penunjuk digital/elektronik lebihdisukai

Floating, pengambangan.
Jarum ber-ubah2 posisinya dengan cepat (angka paling akhir penunjuk
digital ber-ubah2), krn adanya gangguan pd sensor (getaran) dan noise
padasistim pengubah.
Proses pengukuran harus bebas
getaran (sangat berpengaruh pd
komparator peka)
36

Histerisis
Perbedaan harga (sistematik) hasil proses pengukuran yg dilakukan secara
kontinyu/berurutan dlm dua arah yg berbeda (dr skala nol,maks, nol)

Histerisis tidak dapat dihilangkan.


Catatan : jam ukur sdh dikalibrasi,
-kestabilan nol.

merugikan
dapat diperkecil, dng mengguna
kan sebagian kecil dr skala
37 a.u.

Passivity, kelambatan reaksi.


* sensor berubah posisi (kecil), tetapi jarum penunjuk tetap diam
(benda ukur berubah) atau
* sensor berubah posisi, tetapi jarum penunjuk terlambat bereaksi.
Penyebab : - momen kelembaman : masa besar, pegas kurang kenyal.
- sifat kompresibel fluida : a.u. pneumatis sistim tek. balik.

Shifting, drift, pergeseran.


* sensor tetap diam (benda ukur tidak berubah), tetapi jarum penunjuk
berubah posisi.

Penyebab : - kurang sempurnanya sistim pengukuran : pemegang alat


ukur, benda ukur
- panas yg timbul pd bag pengubah elektris : mempengaru
hi sifat2 komponen elektroniknya (yg sudah tua)

38

Zero stability, kestabilan nol


Kemampuan jarum penunjuk utk kembali keposisinya semula, bila
benda ukur diambil.
Penyebab : - keausan pd mekanisme penggerak jarum histerises.

- sistim pengukuran belum stabil.


Kesalahan/penyimpangan dlm proses pengukuran
Proses pengukuran
Alat
ukur

Pengukur :
- methoda
- kecakapan

Ketelitian absolut

Benda
ukur
Tidak bisa dicapai

Tidak
Tidaksempurna
sempurna

Selalu ada kesalahan


39

Kesalahan : perbedaan hasil pengukuran dengan harga yg dianggap benar.


Pengulangan proses pengukuran (seidentik mungkin) tidak selalu
menghasilkan harga yg sama /tidak tepat sama, akan tersebar disekitar
harga rata2nya.

merupakan sifat umum dari pengukuran

ketelitian dan ketepatan

Accuracy, ketelitian
persesuaian antara hasil pengukuran dng harga sebenarnya
(yg diangga benar).
Ukuran yg dipakai utk menyatakan ketelitian adl. besar kecil
nya kesalahan sistematis (systematical error)
40

Precision, repeatability, ketepatan, mampu ulang


Kemampuan dr proses pengukuran utk menunjukan harga yg sama.
bila pengukuran diulang secara secara identik.
Ukuran yg dipakai utk menyatakan ketepatan adl. besar kecilnya ke
salahan rambang (random error)
Faktor2 yg membuat suatu proses pengukuran menjadi tidak teliti dan
tidak tepat adl.: alat ukur, benda ukur, posisi pengukuran,
lingkungan dan orang (sipengukur).

Penyimpangan yg berasal dr alat ukur.


* tergantung dr frequensi pemakaian, a.u. harus dikalibrasi setiap
jangka waktu tertentu.
* kesalahan sistematis (keausan pd bid kontak - sensor mekanik),
besarnya dpt ditentukan dng kalibrasi
41

* kesalahan rambang ditentukan dng melakukan pengukuran berulang


ulang yg identik penting bagi a.u. pembanding / komparator.

Penyimpangan yg berasal dr benda ukur.

benda
bendaukur
ukurelastis
elastis
lentur

beban

beratnya sendiri
tekanan :
- kontak sensor
-penjepit

Pd mikrometer, - pembatas momen puntir, utk menjaga tekanan pengukuran sekecil mungkin dan konstan.
Utk benda ukur yg dianggap kritis (melentur kena tek. sensor), diguna kan a.u. yg memp. sensor optis atau pneumatis
42

b u berdinding
tipis

sensor
lentur

b u lunak

Pengaruh tekanan kontak pada benda ukur


min

Benda ukur
lunak

min
min

Lenturan terkecil ada ditengah dan ditepi,


digunakan dlm mengukur kelurusan dng
metode straight edge
Grs netral mengalami deformasi terkecil,
digunakan dlm menumpu standar paris.

sisi sumbu Permukaan kedua ujung batang tetap sejajar


meskipun ada lenturan. Digunakan dlm
menyatukan batang ukur.
43

Akibat beratnya sendiri, batang uniform yg ditumpu simetris

lentur

klem
lentur

Pengaruh tekanan penjepit

Penyimpangan yg berasal dari posisi pengukuran


Gunakan prinsip ABBE : garis pengukuran harus berimpit dengan
garis dimensi.
44

Karena pengambilan posisi pengukuran yg salah, grs pengukuran mem


buat sudut thd grs dimensi
kesalahan kosinus

mikrometer

Kesalahan kosinussinus.
45

Kesalahan kosinus

Penyimpangan yg berasal dr pengaruh lingkungan.


Kondisi lingkungan yg tidak sesuai utk melakukan pengukuran dpt
mengakibatkan penyimpangan2 yg serius :
* Cahaya, penerangan yg tidak cukup:kesalahan pembacaan skala a u
* Lingkungan kotor - berdebu : kesalahan sistematis, debu menem
pel pd sensor mekanik dan permukaan obyek ukur.
* Getaran : pengukuran dng alat ukur peka akan terganggu.
* Temperatur : dimensi berubah.
Agar hasil pengukuran selalu sama, maka temperatur standar
internasional utk pengukuran geometrik ditetapkan :

20 0C
46

Pada pengukuran langsung :


Perubahan panjang yg terjadi akan mengikuti rumus :

l = l. . ( t ts )

mm

l : panjang obyek ukur, mm.


: koef. muai panjang, oC-1.
aluminium = 23,8 10-6
tembaga = 16,5 10-6
baja = 12,0 10-6
besi tuang = 10,5 10-6
t : temp obyek ukur, ts : temp standar 20 0C

Contoh :
Poros baja yg baru selesai dibubut sampai diameter nominal 100 mm,
memp temp 40 0C . Bila pengukuran dilakukan pd temp tsb, maka
dia poros akan > ~ 0,023 mm. Perbedaan ini besar daerah toleransi kwalitas IT 7.
47

Pada pengukuran tidak langsung / perbandingan.


Rumus :
l = ( l2 l1 ) + ( l2 2 l1 1 ) ( t - ts )

mm

l1 : panjang blok ukur,


l2 : panjang benda ukur, mm
1: koef muai panjang blok ukur,
2 : koef muai benda ukur, 0C-1
t = t ts : beda temp pengukuran dng temp standar.
Bila : 1 2 = , l = (l2 l1) + (l2 l1) t
karena : l2 l1 kecil , dlm beberapa mikron
t 10 0C, temp ruang dlm pabrik 30 0C
kecil, maka :
(l2 l1) t 0
berarti :
hasil pengukuran secara perbandingan harga sebenarnya
meskipun temp tidak standar.

48

Bila ada perbedaan temperatur kemungkinan akan ada kesalah


an pengukuran yg cukup berarti.
perlu diperhatikan

* tidak memegang terlalu lama.


* tidak mengukur benda ukur yg baru saja diproses.
* tidak mengukur pd tempat yg temp.nya berbeda dng tempat
penyimpanan benda ukur/alat ukur perlu penyesuaian

Penyimpangan yg bersumber dr sipengukur


ruang

terkontrol

Pengukur
A B

Alat
ukur

Benda
ukur

Hasil kemungkinan berbeda


Sumber :
-cara mengukur
- pengalaman & keahlian
- kemampuan
- perangai sipengukur
49

Pengukuran adl suatu pekerjaan yg memerlukan kecermatan.


Syarat sipengukur :
* mempunyai dasar pengetahuan alat ukur, cara pengukuran, cara
mengkalibrasi dan memelihara alat ukur
* punya pengalaman praktek didasari penguasaan pengetahuan peng
ukuran / training metrologi industri.
* waspada thd letak sumber penyimpangan & tahu cara mengeliminirnya
* mampu menganalisa persoalan pengukuran, menentukan cara yg sesuai
dng tingkat kecermatan yg diinginkan, memilih alat ukur yg sesuai dan
melaksanakan pengukuran.
* sadar akan tanggung jawabnya.
50

Alat ukur dan pemakaiannya


Ditinjau dr segi pemakaiannya, dpt dikelompokkan sbb.:
- Alat ukur linier langsung
- Alat ukur linier tak langsung
- Alat ukur sudut
- Alat ukur kelurusan, kedataran
- Metrologi ulir
- Metrologi roda gigi
- Alat ukur kebulatan dan beberapa kesalahan bentuk
- Alat ukur kekasaran permukaan.

Alat ukur linier langsung


Yg akan dibahas dr jenis ini adl :
1. Mistar ukur : - paling sederhana
- panjang skala ukur : 150 mm 300 mm ------- 50 m
- daya baca, resolusi, kecermatan : mm atau 1 mm
- a.l. mistar ukur berkait, meteran lipat, meteran gulung.
51

Vernier caliper, mistar ingsut, jangka sorong.


-

Kapasitas ukur mulai 150 mm 1000 mm.


Kecermatan, daya baca : 0,10 , 0,05 atau 0,02 mm.
Macam : mistar ingsut nonius, mistar ingsut jam, m.i. ketinggian, m. i.
tak sebidang, m.i. jarak senter, m. i. diameter alur dalam, m. i. pipa,
m. i. posisi dan lebar alur, m. i. putar, m. i. tekanan ringan dll

Mistar ingsut nonius


52

Mikrometer
- Kapasitas ukur terbatas : 25 mm (krn keterbatasan pembuatan ulir,
utk membatasi kesalahan kumulatip kisar).
- Kecermatan : umumnya sampai 0,01 mm, kadang2 ada yg 0,005,
0,002, dan 0,001 mm ( bahkan 0,0005 mm )
- Macam : mikrometer luar (nonius dan digit), mk. indikator, mk. batas,
mk. bangku, mk. uni, mk. dalam silinder, mk. dalam, mk. dalam tiga
kaki, mk. jenis rahang (luar dan dalam), mk. kedalaman, mk. landasan
V, mk. pipa, mk. roda gigi, mk. pana, mk. piringan, mk. alur, mk. kepala, dll

53

Pengukuran dia. dalam dng :


a. Mikrometer dalam (inside micr.)
b. Mikrometer dalam tiga kaki (holtest,triobor)

Pengukuran kedalama dng


Mikrometer kedalaman (depth micr.)

54

Alat ukur linier tak langsung


Diperlukan bila :
- alat ukur langsung tidak dpt digunakan,krn kondisi obyek ukur.
- perlu pengukuran dng kecermatan yg lebih tinggi.
dengan bantuan rol atau bola.
perlu dua jenis alat ukur :
1. A. U. standar : gauge block (blok ukur), length bar (batang
ukur), height master (kaliber induk tinggi).
2. A. U. pembanding : dial indicator (jam ukur), dial test indi
cator (jam ukur tes / pupitas), comparator (pembanding).
* utk produk jumlah banyak : limit gauge (kaliber batas)
55

Blok ukur, gauge block, end gauge, slip gauge, jo gauge,


johannsen gauge.
t

p
l

muka ukur : halus, rata, sejajar


ukuran tertentu.
T

dapat disusun shg bersatu dng kuat.


ukuran standar

* Kalibrasi
* Pengukuran tak langsung

56

Bahan : - baja C tinggi


- baja paduan
- karbida logam

di
ke
nai
laku
panas

akan mempunyai :
Suatu set blok ukur

Sifat2 alat ukur standar :


- tahan aus, kekerasan tinggi
(65 RC).
- tahan karat, stainless steel
- koef. muai baja komponen
mesin (12. 10-6 0C-1)
-kestabilan dimensi yg baik
* halus, rata dan paralel (fisik)

Perlengkapan blok ukur

57

Set blok ukur


Tiap set, jumlah blok ber-macam2, menurut standar metrik :
27 , 33 , 50 , 87 , 105 , atau 112 buah.

Contoh set blok ukur 112 buah, tebal dasar 1 mm


selang / jarak antara
1,001 1,010 0,500 25
1,0005

kenaikan

1,009
1,490
24,500
100

Kelas blok ukur dr yg tertinggi (ISO) :

0,001
0,010
0,500
25
-

jumah blok

9
49
49
4
1
J u m l a h = 112

01, 0, 1, 2, 3 (jarang).
58

Pemeliharaan pemakaian,

- tugas baca -

Cara menyusun :
Ukuran yg sdh diketahui, misal : ukuran standar 58,975 mm.
digunakan set blok ukur 112 buah, tebal dasar 1 mm.
- lihat angka desimal terakhir 0,005 mm
ambil blok 1,005 mm

(sisa 57,970 mm)

- lihat dua angka desimal terakhir dr sisa 0,970 mm


ambil blok 1,470 mm
(sisa 56,500 mm)
- ambil blok ukuran 6,5 mm dan 50 mm.
Jadi susunan blok ukur adl :
1,005 + 1,470 + 6,500 + 50.

jumlah 4 buah.

Bila blok ukur pelindung digunakan, tebal dasar perlu diperhitungkan.


59

Utk ukuran yg belum diketahui, perlu diperkirakan terlebih dahulu dng


menggunakan alat ukur langsung sampai kecermatan, misal satu desimal.
Dengan mengikuti prosedur diatas dan beberapa kali pengukuran perban
dingan (mungkin dibantu jam ukur), akan diperoleh susunan blok
ukur yg tepat.
L . . . .a . . . . m . . . . .aaa

Batang ukur
Digunakan bila susunan blok ukur sulit dilakukan ( > 150 mm )

Ciri : - bahan dr baja karbon


- lebih panjang, penampang berdiameter 22 mm.
- pd kedua muka ukur tdp lubang berulir.
- biasanya pd kedua ujung dr suatu susunan ditambah satu batang
(polos) 25 mm sbg bidang datar referensi.
Pemakaian : - posisi tegak lurus.
- bila mendatar, gunakan tumpuan titik airy d = 0,557 L
- lab. Metrologi : - kalibrasi susunan blok ukur,
- penyetelan posisi 0 dr alat ukur besar.

60

Kaliber induk tinggi, height master

utk mempercepat dan mempermudah pengukuran


( dibandingkan blok ukur )

Prinsip kerja : gabungan antara susunan blok ukur dng mikrometer peka.
Jarak gerak dr mikrometer sesuai dng jarak antara tingkatan muka ukur ( 15, 20 atau 25 mm )
Pemakaian : ber-sama2 dng alat ukur pembanding dan benda kerja, ber
ada diatas meja rata.
Tata caranya sama dengan pemeriksaan harga nol, blok
ukur (bilangan bulat) berperan sbg benda kerja.
Kaliber induk tinggi dpt dipakai sbg alat ukur standar :
- dalam pengukuran tak langsung.
- utk penyetelan nol dari suatu mikrometer dalam

61

Kaliber induk tinggi


Pupitas elektronik

kaki peninggi

blok ukur /
benda ukur
dudukan pemindah

B
penunjuk digital

Cara membaca :
1. angka puluhan, misal 70 mm (A)
2. angka satuan dan dua desimal,
skala
misal 6,72 mm (B)
3. angka tiga desimal, misal
5 garis = 0,005 mm (C)
badan
Jadi tinggi benda ukur : 76,725 mm

mikrometer C
ring grs indeks
kunci ring, penyetelan 0.

muka ukur, atas - bawah

A
62

batang bergigi

pegas spiral,
menekan
sistim transm.
rg.
back lash

Pegas, menekan
btng bergigi, shg
sensor selalu
menekan keba
wah

piringan
jam

jarum

badan

sensor

roda gigi
sensor, dpt
diganti

kecermatan : 0,01 , 0,005 , 0,002 mm

kapasitas ukur :
20, 10, 5, 2,
atau 1 mm

macam2
Jam ukur

63

pocket gages

digit.electr.

Macam2 jam ukur


& jam ukur tes

stand

diameter
gages

pupitas

64

Contoh
pemakaian

65

Pupitas,
Jam ukur tes,
Dial test indicator
- sejenis jam ukur
- kapasitas ukur :
0,8 atau 0,2 mm
- spt jam ukur,
perlu dudukan
pemindah.

posisi sensor
benar
salah
U

L
M
M

D
sensor,
posisi dpt
diubah

Kesalahan kosinus
L = M cos
D : grs dimensi
U : grs pengukuran

L : dimensi b.u
M : yg terbaca
66

Dudukan pemindah, transfer stand

batang
fleksibel
Alas halus dan rata

dudukan pemindah

dudukan pemindah
bermagnit
67

Pembanding, comparator
Alat ukur yg peka, utk pengukuran yg cermat : kalibrasi a.u. standar
Sbg pembanding ukuran, antara a.u. standar (mis. blok ukur) yg akan
dikalibrasi dng a.u. standar lain (blok ukur) yg kualitasnya lebih tinggi
Kapasitas ukur : sangat terbatas.
Eden-Rolt millionth comparator
blok M tergeser
metal
pengikat

blok diam

d = 0,5 mm
F

landasan
obyek ukur

sensor

grs tipis

=
d

blok gerak

Pembesaran : pengubah mekanis : 400 x


pengubah optis : 50 x

20.000 x
68

rad

Johansson mikrokator
jarum gelas
sangat tipis

skala

Pegas spiral kiri

spiral kanan

batang pengatur

pegas siku

9,1
pembesaran : s = = 2 l =
w.n
5.000 x
l : panjang spiral, pd grs netral
w : lebar spiral 0,06 mm
n : jumlah puntiran

sensor

jarak ukur
sangat pendek
69

Sigma comparator

diapragma

F
penekan

baut
pengatur
jarak x

pita logam

pembesaran total
L R
s= x r

diapragma

sensor
70

Komparatur mekanis optis

s
pembesaran

s = .20.50.2

kaca
pemantul

batang kinematis

71

Limit gauge, kaliber batas


Utk pemeriksaan produk dlm jumlah banyak,
Menentukan, apakah dimensi obyek ukur masih berada dalam batas
toleransi yg diijinkan.
Dpt memeriksa elemen geometri yg lain.

Mencakup aspek dimensi dan bentuk


Contoh kaliber :
Kaliber poros

Kaliber celah

72

Toleransi pembuatan kaliber


kaliber

Kaliber , alat ukur

produk

Perlu toleransi
(1)

Dalam pemakaian :
Contoh : kaliber poros pemeriksa lubang : lubang dinyatakan bagus atau

diterima, bila :
GO

diberi warna merah

Perlu toleransi :
pembuatan
dan keausan

NOT GO

pembuatan saja

-kaliber GO :
- harus masuk kedalam lubang :
- memeriksa dimensi dan
bentuk lubang
- bergesekan
(2)

-kaliber Not Go : - tidak masuk.


BS 969

73

Menurut standar Inggris (BS 969) : utk toleransi obyek ukur yg cukup
besar, maka :
* besar toleransi pembuatan = 10 % dr toleransi obyek ukur
* besar kelonggaran keausan = 20 % dr toleransi pembuatan.
Diagram skematis besar dan posisi daerah toleransi pembuatan dan
kelonggaran keausan relatip thd toleransi produk.
Toleransi produk
Toleransi pembuatan

Batas ukuran maks

10%

Not Go

Arah keausan
Kelonggaran
keausan

Go
Toleransi pembuatan
10%

Batas ukuran min


Arah
keausan

Toleransi pembuatan

Go
Kelonggaran
keausan

Not Go
Toleransi pembuatan
74

Teori perencanaan kaliber ( Taylor ).


1. Kaliber Go harus memeriksa benda ukur dalam kondisi material
maks dan sekaligus memeriksa sebanyak mungkin obyek ukur yg
saling berhubungan.
2. Kaliber Not Go harus memeriksa benda ukur dalam kondisi mate
rial minimum dan hanya memeriksa satu obyek ukur saja.
pmaks
Kondisi
Jumlah kalib. Not Go dibuat
Material
sesuai dng jumlah obyek ukur

lmaks
lmin

Maks.
Min
Tol. lubang

pmin

Kaliber Go, dapat masuk (Taylor)

Kaliber Not Go, ternyata tidak masuk

(Taylor)

diterima,
padahal p > p maks
75

Pemeriksaan poros dng kaliber celah


Contoh : poros, hasil gerinda tanpa senter, mungkin terjadi ketidak
bulatan sbb.

Go
Diameter maksi
mum lingkaran
sempurna.

Seharusnya ditolak
(tidak masuk Go)

Jarak kaliber celah Go


sesuai dng diameter po
ros pd kondisi material
maks.
Diterima / baik

Jika digunakan kaliber ring Go, poros akan ditolak (tidak masuk)
Memeriksa dimensi, kelurusan dan kebulatan
Jenis kaliber batas : (baca !)
76

Pengukuran radius dan pemakaian rol dan bola


Bila pengukuran langsung tidak mungkin dilakukan, krn obyek
ukur (radius / diameter) besar.
Perlu alat bantu rol atau bola cara pengukuran tidak langsung
Prinsip :
menentukan R sbg fungsi diameter rol/ bola, & variabel
yg diukur (panjang, tinggi, dll)

R = f ( d, l, h, . . . )
Contoh :
Pengukuran radius dalam dng menggunakan tiga buah rol.
Rol diambil dr set standar rol (klas 0 atau klas 1) atau dr bantalan rol
yg baik.
77

O
Dari OBC :
(s/2)2 = R2 (R t)2
s2 = 8 Rt 4 t2

R-t

Posisi tiga rol saling


berimpit dan terletak
pd R, FH = GI

h
d

D
B
K

r E I
a h
F
C
b
t
G
s/2

h + r = t + r cos
=t+r
atau t =

R t
R

hR
Rr

Lihat DEF KCG dan KCG.


78

DEF KCG :

t
h
=
b
2r

atau

b2
= t2

h2
4r 2

2
2
2
s
s

4
t
dari KCG : b2 =
+ t2 =
4
4
2

h
4r 2

4t 2
= s 2 4t 2

h2
4r 2

t
=
2R
4r 2t
R = 2
2h

s2 = 8 Rt2 4t2

4r 2 hR
R= 2
=
2h R r

4r 2 2hr
2h

d 2 dh
R=
2h

d2
=
2h

hR
t = Rr

d
+ 2
79

Ketelitian metoda pengukuran


Kesalahan sistematik yg mungkin terjadi pd penghitungan radius (R),
karena adanya kesalahan sistematik pd pengukuran diameter rol (d) dan

ketinggian (h).

Teori Taylor :
kesalahan sistematik : y = f ( x1 , x2 , x3 , . , xk)
k

y =

R
d
1
=
+
d
h
2
2
R
d
=- 2
2h
h

df

d
i 1

xi

xi

R = d
Sekecil
mungkin

d 1

h 2

d
h

- h

Harus
kecil

d2
2h 2

d
besar
80

Misal :
Pada pengukuran radius R, digunakan rol d = 50 mm dan
hasil pengukuran h 10 mm. Kesalahan sistematis penen
tuan dia. rol d = 1 m dan penentuan ketinggian h =
- 1m. Tentukan R dan kesalahan sistematisnya.
R=

d 2 dh
2h

R = d

50 2 50.10
2.10

d 1
2
h

150 mm

2
d
- h
2h 2

R = 1 (5 + ) - (- 1) 52 = 18 m

Tugas : tentukan R dan kesalahan sistematiknya pd pengukuran :


A. radius dalam, B. radius luar, C. dia. lubang dng lima bola
D. lebar celah/alur dng dua rol, E. komparator radius/diameter.

81

Alat ukur sudut


Pengukuran sudut : tidak perlu standar sudut, lebih seder
dibandingkan pengukuran linier (perlu standar
panjang 1 meter)
Definisi sudut :
besar pembukaan antara dua garis yg ber
temu pd satu titik.
Satu derajat, 1O : sudut dr 1/360 bagian dari
lingkaran sempurna.
Satu menit, 11 : 1/60 bagian dari 1O.

Satu detik, 111 : 1/60 bagian dari 11.


82

Beberapa alat ukur yg akan dibahas :


* alat ukur sudut langsung :
busur baja, busur bilah, profil proyektor, clinometer.

* alat ukur sudut tak langsung:


blok sudut, pelingkup sudut, alat ukur sinus, angle
dekkor, pemakaian rol dan bola.

Steel engineer protractor, busur baja


Utk memperkira
kan harga sudut,
kecermatan 1O.
Benda ukur

Benda
ukur

penyiku
83

Bevel protractor, busur bilah


Pemakaian : sudut yg ditunjukkan pd skala = sudut antara
bilah utama dng plat dasar.
Harus dipastikan,
permukaan
harus bersih

sudut dr benda ukur = sdt dr busur bilah


berimpit

alat ukur

tekan
Benda ukur

benar,
bidang
normal
salah

ada celah

84

Beberapa jenis busur bilah

kecermatan
5 menit

skala utama
skala
00
nonius
kiri dan
kanan
900
piringan
dasar
kunci piringan

tempat bilah
bantu

bilah utama

900

plat dasar

sisi
kerja

00

kunci bilah

kecermatan 2 menit
pembacaan
skala lewat
okuler
busur bilah optis

85

bilah utama
plat dasar
90O

Pembacaan skala :
- utk sdt yg kecil / besar, harga

136O
CCW

nonius kanan
44O

sudut dapat diketahui tanpa ragu.


- utk sdt yg dekat dng 45O ,
mungkin timbul keraguan (apakah 44O atau 46O ?)

90O

bnd ukur

Utk menghilangkan keraguan,


posisi bilah utama diatur plat
dasar (grs nol nonius menunjuk 90O)

CW
134O

nonius kiri
bnd ukur

90O

46O
86

Pengukuran sudut yg kecil


bilah utama kurang panjang , perlu dipakai bilah bantu
atau digunakan meja rata.
bilah bantu

benda ukur
bilah bantu

harga sudut langsung


terbaca

harga sudut merupakan


penyiku dr harga yg
terbaca.

busur bilah universal


87

Profile projectos, proyektor profil


- pengukuran bayangan benda ukur fokus harus diatur agar tepi
bayangan terlihat jelas.

Cara pengukuran :
* Memakai grs silang dan skala sudut dr kaca buram.
a
b

skala nonius
kiri kanan
Kecermatan : 51, 11

kaca buram &


skala

a. Grs silang diimpitkan pd tepi


bayangan (meja digerakkan,
kaca buram diputar baca
b. Grs silang diimpitkan pd tepi
bayangan yg lain baca

Harga sudut = selisih pembacaan a dan b

88

Memakai gambar sudut standar (pengukuran perbandingan)


bisa dipakai utk memeriksa toleransi sudut.
(lihat klasifikasi proses pengukuran )

Berbagai model proyektor profil

89

Layar kaca buram

Model proyektor profil


90

Clinometer
Alat ukur kemiringan bidang dng menggunakan prinsip ga
bungan dr pendatar dan skala sudut dr busur bilah.

pembacaan skala sudut


lewat okuler
kecermatan 1i

posisi gelembung
tepat ditengah

(kecermatan 30ii)

pemutar halus

benda ukur

91

Clinometer optik

92

Angle gauge, blok sudut

9O

Bahan : baja dikeraskan, kestabilan


dimensi baik.
Muka ukur : digosok halus, rata,
memp sifat mampu lekat.

muka ukur

Utk memp suatu harga sudut tertentu, disusun beberapa buah blok
sudut dr suatu set :
Set Tomlinson, 13 buah

Set Starrett, 16 buah

- derajat : 1, 3, 9, 27, 41

- derajat : 1, 3, 5, 15, 30, 45

- menit : 1, 3, 9, 27

- menit : 1, 3, 5, 20, 30

- detik : 3, 6, 18, 30.

- detik : 1, 3, 5, 20, 30.

Jumlah 81O 401 5911

Jumlah 99O 591 5911

93

Penyusunan blok sudut.


Contoh :
*

37O

21O

Susun sudut sebesar : 57O 341 911 , gunakan set Tomlinson


- perhatikan detik :
+311 +611
= 911 (2 blok)
,,
menit : +11 -31 +91 +271
= 341 (4 blok) 11
,,
derajat : +1O -3O -9O +27O +41O = 57O (5 blok)
Apabila menit-nya sebesar 471 , dapat disusun sbg :
-11 -91 -31
= -131 (3 blok)
-1O -9O + 27O +41O = +58O (4 blok)
Utk membuat sudut > 81O digunakan blok siku, square
block

94

Pemeriksaan sudut dng blok sudut.


Utk sudut yg besar

benda ukur,
1 diukur kasar dng
busur bilah (51)

blok persegi

periksa dng
pisau lurus

blok ukur

blok sudut

dijajarkan

3
blok V
meja rata

5 Ada celah ?

blok sudut
disusun

ganti susunan blok.!!

Pengukuran memakan waktu


hasil, kadang2 tidak bisa
dipas
tikan angle dekkor
95

Angle dekkor
- menggunakan prinsip optis
- komponen utama berupa lensa kolimator
mata
skala pantul

2.prisma

skala tetap

10.okuler
1.sumber
cahaya

3.keping gelas
pd fokuskolimator

11.skala
pantul

skala tetap

5.kolimator

benda standar,
-blok ukur
-Batang sinus

7.benda ukur,
mengkilat
96

Pemakaian :

skala pantul
skala tetap

angle dekkor

baca 1

baca 2

1.benda standar,
sdt tertentu
blok sudut

2.benda ukur

y
perbedaan
harga sdt
bukaan dua
permukaan.

Kapasitas ukur : 60 menit, kecermatan : 1 atau menit.


97

Angle transfer, pelingkup sudut


- Digunakan bila penggunaan blok sudut terlalu sulit

3. dikunci dan
dilihat pd
proyektor profil
atau blok sudut

1.tidak berskala
terdiri dr 2 3
pelingkup yg di
satukan

2.melingkupi
benda ukur besar

98

Alat ukur sinus


Dng menggunakan ilmu ukur sudut, rumus sinus, pengukuran sudut
menjadi masalah pengukuran linier, yaitu pengukuran tinggi h dan
hipotenusa (sisi terpanjang) l .

h
sin =
l

rol

diukur dng
Mistar ingsut
ketinggian

batang pemegang

h1

h1

h2

h4
h3

meja rata

h1

= h2 h 1

h1
sin = 1
l

Sin =

h
l

= arc sin

h
l

; l tetap = 100 mm
atau 200 mm
99

Contoh :
h3 , h4 diukur dng mistar ingsut ketinggian, kecermatan 0,02 mm
misal h = 35,02 mm
utk harga l = 100 mm, sin = h/l = 0,3502 mm
- daftar sinus : sin 20O291 = 0,34993
sin 20O30O = 0,35021 lebih dekat : = 20O30O
interpolasi tidak diperbolehkan, krn kecermatan hanya 0,02 mm
(kalkulator : detik dibulatkan kemenit).
dibolehkan, bila digunakan alat ukur dng kecermatan sampai 1m

Bbrp cara pengukuran sudut dng alat ukur :


- batang sinus(utk sdt kecil),
- meja sinus, senter sinus, meja sinus gab. dan busur sinus (tugas baca)
100

Batang sinus, sine bar


penahan
toleransi
0,003 mm

toleransi kerataan
0,003 mm
permukaan kerja

Rol tetap d

L
tertentu 100, 200, 250, 300 mm
dng tol posisi & 0,005 mm

dudukan
pemindah

batang dan rol : di


keraskan dan diasah
halus

d rol
angkat

kesamaan dia. dan


kesilindrisan dng
toleransi 0,003 mm

permukaan benda ukur diperik


sa dng meja rata

jam ukur,
pupitas

penahan

benda ukur

diukur dng
bilah h

susunan blok ukur h


meja rata
101

Pemeriksaan kesejajaran:
Utk harga kecil

-d
y = d

-d

l1
0

dinaikkan

l : jarak antar senter rol


l1: jarak penggeseran
jam ukur
d : harga yg terbaca

+d

+d
rol tetap

l
l1

rol angkat
diturunkan sebesar y

Contoh : pelajari

102

Batasan ketelitian pemakaian batang sinus


Sudut , beda 20O :
sin 40O sin 20O =
0,300

sin 60O sin 40O = 0,224


sin 80O sin 60O = 0,118

Harga sin berubah dng cepat bila kecil,


lambat bila besar
Beda 1O : sin 2O sin 1O =
0,03490 0,01745 = 0,01745
sin 89O sin 88O =
80O
0,99985 0,99939 = 0,00046
60
O

40

Bila diinterpolasi, kelebihan menit :


1O : 1/60 x 0,01745 = 0,0002908
88O : 1/60 x 0,00046 = 0,0000076

20O

Semakin besar penentuan //


permukaan (b.k mj rt) menjadi
semakin kritis.
103

Utk menjaga ketelitian pengukuran sudut, besar sudut


dibatasi maks = 60O ( = 45O)
Utk mengukur sudut > 60O diusahakan utk mengukur
sudut penyikunya.

60O

30O

Benda ukur
60O
tinggi, sulit disusun

Pengukuran sudut dng bantuan rol dan bola


sdt dalam dan sdt luar (tugas !)
104

Ketegak lurusan
Satuan : - satuan sudut : detik, menit
- satuan linier : mm/m , m/mm
Pemeriksaan ketegak lurusan :
alat ukur : penyiku, square angle, right angle, normal angle.
benda
ukur

ada
celah ??

siku dalam

siku luar

* Cara
memeriksa
105

ukuran celah (mm)


0,003
0,002 0,001
< 0,0008

terlihat
jelas
merah
biru

sumber
cahaya
tersedia

* cara penyisipan kertas :


digunakan kertas rokok, tebal 0,025 mm

benda
ukur

kertas disisipkan

dicabut

disisipkan lagi
Bila kertas masih bisa dicabut
tidak

meja rata
106

Pengukuran ketegak lurusan


Ada empat cara pengukuran :
1. Perbandingan dng standar siku
2. Perbandingan dng batang paralel
3. Ketegak lurusan dari dua batang paralel
4. Pengukuran dng autokolimator
Cara

m
e
j
a

r s b
a b i
t g d
a

r
e
f
e

r
e
n
s

1 : dipengaruhi oleh kualitas standar siku


2, 3, 4 :
,,
,,
meja rata

dipakai meja rata kualitas 1 atau 0


107

Perbandingan dng standar siku


silinder siku
100,
h = 100, 150,
200.
halus &
mengkilat

jam ukur
peka

benda ukur
baca

Zero
setting
L

dudukan
pemindah

tekan
tekan

rol

meja rata

L : diukur dng mistar ingsut ketinggian (300 mm)


selisih pembacaan = 0,002 mm.
0,002 mm
Kemiringan =
300 mm

108

Perbandingan dng batang paralel


6.dihimpitkan, ada

Batang paralel

3.berimpit,

celah ?? Usahakan
celah menghadap
keatas

plat siku

tanpa celah

1.benda ukur

l2

4.klem,diken
cangkan

8.h
ukur

7.sisipkan blok
ukur

l1

2. tekan
meja rata
5.posisi benda ukur dibalik

Kemiringan =

l2 l1
2h

mm
mm
109

Ketegak lurusan dari dua bidang paralel


2. Jam ukur
peka
set 0

5.baca

benda
ukur
6.ukur

Kemiringan =

h2

1. tekan

tekan.4
rol

meja rata

3.posisi dibalik

Pengukuran ketegak lurusan dng autokolimator


silinder dng yg sama
autokolimator

cermin

Kemiringan =
3

benda ukur

detik
2

baca

meja rata

2.posisi dibalik

110

Alat ukur kedataran dan kelurusan


Bidang datar atau bidang horisontal dan kelurusan sangat pen
ting dlm dunia teknik, khususnya dlm proses pengukuran dan
pembuatan. perlu penguasaan utk mengukurnya
Alat ukur yg dibahas : pendatar dan autokolimator.
Pendatar, spirit level, water pass
tabung menyilang
pengatur
gelembung

111

tabung utama

Prinsip pendatar
Kepekaan tergantung : - jari2 kelengkugan tabung R
- panjang dr dasar (jarak kaki) pendatar L
d
pengatur
gelembung
B B1
posisi
engsel

gelembung

bidang horisontal
referensi

= d/R = h/L

A1
A

R besar, kepekaan tinggi

d=

Rh
L

L panjang, kepekaan turun


112

Utk d = 2 mm dan R = 200 m = 200.000 mm = 1.10-5 rad


= 1.10-5 .180O .1/ . 3600 2 detik

Utk L = 200 mm
Arti :

1 skala =

0,002
200

h = d L/R = 0,002 mm
mm
mm

= 0,01

mm/m

Jenis kepekaan :

2, 5, 10, 20, 30 detik,


jarak L ber-macam2 : 160, 200,

0,01 mm/m ,
teliti

0,02 mm/m,

1 menit, atau 1 derajat


250, 300, 400, 500 mm
0,04 mm/m,

kamar ukur

0,1 mm/m dst


kasar
113

Pembacaan skala
Kedudukan
Gelembung

harga pd kepekaan
skala
0,04 mm/m

0
+1

0
+ 0,04

-2

- 0,08

arti pembacaan bila


L = 200 mm

posisi horisontal
ujung kanan lebih tinggi
0,008 mm
ujung kiri lebih tinggi
0,016 mm

Cara baca : - skala kanan, lalu skala kiri (2x)


- posisi pendatar dibalik
- skala kanan, lalu skala kiri (2x)

dirata-ratakan (4)

kecermatan pembaca
an 1/10 skala dipenuhi

skala simetris : utk menghindari kesalahan pengukuran akibat


perubahan temperatur sewaktu proses pengukur
an berlangsung.
114

Penyetelan posisi horisontal (kalibrasi pendatar)


* Utk kepekaan 20 detik, dilengkapi baut pengatur kedudukan tabung
relatip thd dasar pendatar.
* Kalibrasi dilakukan oleh pabrik pembuat :
- memeriksa skala (kebenaran harga) batang sinus atau meja sinus
- menyetel posisi tabung gelas (alas pendatar tepat horisontal sewaktu ge
lembung tepat ditengah)
- meja rata - sebelum memakai
pendatar
3

1 gelembung ditengah
(nol)

meja rata,
tidak perlu harus
tepat horisontal

bila tidak nol,


posisi gelembung
diatur simpangan

dibalik

115

Pengukuran kelurusan
Ada dua cara :
- memakai pendatar peka ( kec. 0,01 atau 0,02 mm/m)
- memekai autokolimator (0,1 detik)
Prinsip :
- mengukur perubahan sudut setiap posisi sepanjang garis
- menentukan harga perubahan sudut secara komulatip
diagram perubahan kondisi permukaan thd grs refrnsi
- pembacaan dilakukan secara berurutan dr posisi perta
ma posisi akhir dan kemudian dibalik urutannya
- dianalisa dan disesuaikan dng kondisi yg diinginkan
116

Dual axis series autokolimator


with processing unit

Micro alignment telescope setting


wing jig for Airbus at BA

117

Two visual autokolimator checking


a pentagonal prism

118

Persiapan pengukuran
2.diberi tanda & nomor urut sesuai dng
jarak L
autokolimator

pendatar

reflektor/target

1.batang pembimbing
A
3.start
tiga kaki
(stabil)

diulang 4

gelembung
posisi

A : atur jarak autokol dan posisi sumbu autokol. dan target, awal dan
akhir posisi, grs pantul harus tetap terlihat.

119

Pelaksanaan pengukuran dng autokolimator


2
1

Autoko
limator

6. Garis nol

h1=0
Target
(pendatar)

II

III

h3

h2

IV

hu=(u-1)L

Faktor L = kepekaan x jarak kaki

grs pandangan
Auto
kolimator

n-1

n
hn

h5

h4

Kn-1

n-1
VI

Kn

VII u=Ku-u

Ku=Ku-1 + hi
u= u. Kn/n
120

Contoh analisa pengukuran kelurusan garis dng autokolimator


I
Posisi

II
Pembacaan

III
Selisih

(u- 1)

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

10
12
15
17
18
17
15
13
9
12
14
16

0
2
5
7
8
7
5
3
-1
2
4
6

IV
Kenaikan m

V
VI
Kumulatip m Penyesuaian m

hu= (u-1)L Ku=Kn-1 + hu


0
0
0
1
1
2,5
3,5
3,5
7
4
11
3,5
14,5
2,5
17
1,5
18,5
-0.5
18
1
19
2
21
3
24

Grafik kesalahan kelurusan garis(yg diijinkan)


(n=12)
max

u=u.Kn/n
0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
20
22
24

VII
Kesalahan m

u= Ku- u
0
-2
-3
-2,5
-1
1
2,5
3
2,5
0
-1
-1
0

Kn/n = 24/12 = 2

Faktor L utk :
Autokolimator = jarak kaki x konv dtk ke rad
= 100 x 0,000 004848 = 0,5 m
Pendatar = 200 mm x 0,02 mm/m = 4 m
121

Penyesuaian ketinggian titik dr ref. mula menjadi ref. Baru


- data kelurusan (metoda pendatar atau autokolimator) n titik, dari 0
sampai dengan (n-1).
- grs referensi mula hasil pengukuran kelurusan melalui 2 titik kaki
target pd posisi awal 0.
- grs ref. baru diinginkan ketinggian akhir 2 titik ( i, j ) adl x dan y
j11= j1- 2 (u)=y

Ketinggian titik (j-1)


data kelurusan

i11=x

11

j1 ketinggian

Ref.
baru

sementara

i1 ketinggian

II
III

sementara

j
tingi mula

Ref.
sementara

1= i - x

tinggi mula

(i 1)

koreksi
putar
Koreksi sejajar

i+1

i1 = i 1 ; j 1= j-1

j-1

Ref. mula

j y
1

Satuan koreksi putar 2 =

j i

j+1
2(u)=(u-i)
2
122

Contoh :
Data kelurusan grs AB yg diukur dng autokolimator spt pd tabel kolom 2,
merupakan tinggi titik thd grs referensi mula yg melalui kedua kaki target.
Data kelurusan diubah dng memb grs referensi baru, shg ttk 0 dan 6 memp
ketinggian baru : i 11 = 011 = x = 1 m ; j11 = 611 = y = -2 m.
Posisi
u

= u1-2(u)

u - 1

Satuan koreksi :
1=i-x = o-x = 0-1 m = - 1 m

grs ref
mula

grs
ref sementara
grs ref baru

2 =
+
-

j y
1

j i

j i x y
j i

6 0 1 (2)
60

= 1/6 (-9-0+1+2) = - 1 m

123

Analisa kerataan
Kerataan suatu bidang dpt diperiksa dng menggabungkan data
dr kelurusan garis2 pd bidang yg diperiksa.
Analisa : menyesuaikan tinggi setiap ttk yg didapat dr analisa
kelurusan setiap garis.
Beberapa kemungkinan, bila grs2 horisontal dan vertikal yg dipakai sebagai
referensi.
2 grs yg sejajar
2 grs yg tidak
sejajar
grs generator
yg digeser

grs2

generator
saling
berpo
tongan

diagonal berupa grs lurus & berpotongan


bidang rata

Cek kerataan : buat bidang diagonal

diagonal tidak berpotongan


bidang terpuntir

Bidang referensi harus


124
memp diagonal

Metoda Union Jack


Pola susunan grs yg terbaik adl pola kisi-kisi, ttp perlu waktu yg lama utk
menganalisanya. Utk keseragaman dan memperkecil jumlah garis, diguna
kan bidang referensi dng 8 buah grs yg disusun menurut pola Union Jack.

Pola kisi-kisi

Supaya diagonal dan grs tengah berpotongan, pembagian grs memp


perbandingan : 8 , 6 dan 10
125

1. Pilih 3 titik, misal A, C dan G. Koreksi mereka spy beharga nol


ACG bidang referensi
A = 0, C = 0, dan G = 0
2. Koreksi titik2 lain pd ke-3 grs tsb. Titik B, H, dan I sudah tertentu
posisinya.
3. Buat grs AE, dng ttk A = 0 dan ttk I = setinggi GC5, dpt ttk E
atau AE10.
AC4
A

GC5
AG3

E
126

C
4. Semua ttk pd grs CE
dikoreksi (C,E tetap)
Ttk D setinggi CE3

GC5=AE5
CE3

5. Semua ttk pd grs GE


dikoreksi (G,E tetap)
Ttk F setinggi GE4

GE4
AE10=CE6
=GE8

G
AC4=BF0

AG3=HD0

HD4

CE3=HD8
BF3

GE4=BF6

6. Semua ttk pd grs HD


dikoreksi (H,D tetap)
Cek pd ttk I (HD4 ?)
7. Semua ttk pd grs BF
dikoreksi (B,F tetap)
Cek pd ttk I (BF3 ?)

8. Periksa kebenaran analisa.


Apakah GC5=AE5 =? HD4=? BF3
ttk tengah I harus punya posisi
yg sama.
127

Semua ttk telah tertentu posisinya relatip thd bid referns ACG
ada harga ttk tertinggi & terendah , harga toleransi kerata
an tidak dihitung dr selisih harga tsb (bid ACG belum
tentu merupakan bid dng orientasi terbaik)
Bid ref terbaik : bid yg / dng 2 bid sejajar lain dng jarak
terkecil yg menutupi/melingkupi semua ttk pengamatan.
Secara matematik :
analisa regresi bidang
(analisa regresi multi dimensi)

Cara menentukan kualitas kerataan secara grafis.


128

5.gambar
bidang
tegak P

7. Ketinggian relatip
thd bidang
ref ACG

6.grs YY // XX diluar gbr pola


u j, sbg grs dasar utk mempro
yeksikan ttk2 pemgamatan

8. kesalahan maks.
bila dipilih bid
ref ACG

9.kesalahan maks yg
dicari dng memilih
2 grs // yg meling
kupi semua titik
(harga terkecil !!)

3. X
1. titik
tertinggi
pd bid.
ACG

2. ttk terendah

4. mel XX buat bid P pola union jack


(layar)

129