Anda di halaman 1dari 26

1

Rieza_moeet

FARMASETIKA
Pelajari kisi kisi ini, keluar semua buuukkkkkk

serbuk
1. jelaskan tentang sifat alir, faktor yang mempengaruhi, cara memperbaiki
sifat alir adalah resultan antara gaya berat dengan gaya tarik. Sifat alir serbuk
berpengaruh pada peningkatan reprodusibilitas pengisian ruang kompresi pada
pembuatan tablet dan kapsul , sehingga menyebabkan keseragaman bobot
sediaan lebih baik, demikian pula efek farmakologinya.
Faktor yang mempengaruhi
Distribusi ukuran partikel
Pemisahan dari suatu granulat
Kenaikan jumlah pelincir

Cara memperbaiki
Ditambahkan pelincir (glidant) pada serbuk granular. Ex. Mg stearat, talk,
amilum.
Penambahan fines yaitu partikel yang lebih kecil dari mesh 100 ke dalam
granul kasar.
Memperbesar ukuran partikel / granulasi (semakin besar ukuran partikel
semakin
baikantar
sifat partikel
alirnya) :
Mekanisme tarik
menarik
Pengeringan
terhadap
granul. basah mengikat partikel dg mek.jembtan cair).
a. Terbentuknya
jembatan
cair (mucilago
b. Terbentuknya jembatan padat (mucilago kring mengikat part dg mek.jembtan pdt).
c. Pengaruh elektrostatika
d. Adanya sifat deformasi plastik dan elastis
Evaluasi sifat alir :
a. Langsung
Kecepatan alir (sejumlah serbuk yg mengalir pd waktu ttt (gram/detik))
Waktu alir (waktu yg dibutuhkan untuk mengalirnya sebuah serbuk)
b. Tidak langsung
Sudut diam (sudut elevasi permukaan bebas setumpuk partikel thd bidang
datar)
Macam sudut diam
a. Sudut diam tuang metode corong tetap, metode corong bergerak.
b. Sudut diam alir metode silinder tetap tanpa penyanggan, metode
silinder tetap dengan penyangga, metode silinder bergerak tanpa
penyangga, metode silinder tetap tanpa penyangga.
c. Sudut kemiringan metode kotak miring, metode silinder putar.
Pengetapan (metode yang didasarkan pada penataan susunan partikel
/penyusun di dalam suatu wadah sebelum dan sesudah diberi getaran mekanik.
a. Kadar pemampatan, Persen kompresibilitas.

Rieza_moeet

Tablet
1. Keuntungan sediaan tablet (padat)
Cocok untuk BO dosis besar tapi volumenya kecil
Kering sehingga zat aktif lebih stabil
Tidak mengandung alkohol
Cocok untuk BO yang sulit larut dalam air
Pelepasan zat aktif dapat diatur (tablet lepas tunda, lepas lambat, lepas terkendali).
2. Sebutkan dan jelaskan bahan bahan yang digunakan dalam pembuatan tablet????
Zat aktif
Zat aktif adalah zat yang berkhasiat
Contoh : parasetamol

Bahan pengisi (Filler/Diluent)


Bahan pengisi ditambahkan jika jumlah zat aktif sedikit atau sulit
dikempa.
Bahan pengisi tablet yang umum adalah laktosa, pati, kalsium fosfat di
basa dan selulosa mikrokristal. (20 80 %)
Bahan pengikat (Binder)
Bahan pengikat memberikan daya adhesi pada massa serbuk sewaktu
granulasi dan pada tablet kempa serta menambah daya kohesi yang telah
ada pada bahan pengisi.
larutan gelatin (5-20%); PVP (21%); mucilago amili (5-10%);

Bahan penghancur (Disintegrant)


Bahan penghancur ditambahkan untuk memudahkan pecahnya atau
hancurnya tablet ketika berkontak dengan cairan saluran pencernaan.
Bahan penghancur dapat berfungsi menarik air ke dalam tablet,
mengembang dan menyebabkan tablet pecah menjadi bagian-bagian.
CMC (1-2%); starch (2-10%)

Bahan pelicin
Lubricant mengurangi gesekan antara tablet dg dinding punch/die;
mengurangi gesekan dinding punch dg dinding die. Talk (1-5%); mg
stearat (<1%); as.stearat (1-5%)
Glidant mengurangi gesekan antarpartikel. Talk (<5%); amilum(>10%).
Anti adherent mencegah lengketnya tablet pada dinding punch/die yg
karena bukan gesekan.

3. Sebutkandan jelaskan metode pembuatan tablet


Metode granulasi basah (Wet Granulation)
a. Untuk bahan obat yang tahan panas dan lembab.
b. Untuk BO yg tidk dapat dikempa langsung karena sifat alir dan
kompresibilitasnya jelek.

Rieza_moeet

c. Contoh : CTM
d. Keuntungan : memperoleh sifat alir yang baik; meningkatkan
kompresibilitas; meningkatkan disolusi
e. Kekurangan : banyak tahap; biaya tinggi; tidak dapat untuk BO yang
sensitif panas dan lembab.
Metode granulasi kering (Dry Granulation)
a. Untuk BO yang sensisif terhadap panas dan kelembaban
b. Untuk BO yang dosis efektifnya tinggi dalam tablet
c. Untuk BO yang susah mengalir
d. Contoh :
e. Keuntungan : peralatan sedikit dan tidak memakai pengikat; mempercepat
waktu hancur karena tidak terikat oleh pengikat; baik untuk BO sentitif
panas dan kelembaban.
f. Kekurangan :butuh mesin tablet khusus; tidak dapat mendistribusikan
warna seragam; proses menghasilkan debu jadi banyak kontaminan.
Metode kempa langsung (Direct Compression)
a. Untuk BO kecil
b. Untuk BO tidak tahan panas dan lembab
c. Untuk BO yang sifat alirnya baik
d. Contoh : NaCl; NaBr; KCl
e. Keuntungan : tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak, prosesnya
kering, tahapan prosesnya sedikit.
4. Sebutkan dan jelaskan evaluasi tablet sehingga sesuai standar
Penampilan fisik tablet.
Uji keseragaman bobot
Timbang 20 tablet. 2 tablet tidak boleh menyimpang dari A. Dan 1 tablet tidak
boleh menyimpang dari B.
BOBOT
A
B
< 25 mg
15 %
30 %
26 150 mg
10 %
20 %
151 300 mg
7,5 %
15 %
> 300 mg
5%
10 %
Uji keseragaman ukuran
Diameter tablet tidak boleh kurang dari 1 tebal dan tidak boleh lebih dari 3x
tebal.
Uji kekerasan tablet
Menggambarkan ketahanan tablet melawan tekanan mekanik seperti goncangan,
kikisan, dan retakan selama pembungkusan dan pengangkutan. Yang paling baik
4 8 kg. Dilakukan 10 tablet. Dengan alat hardness tester.
Uji kerapuhan
Merupakan % bobot yang hilang selama pengujian. Yang paling baik adalah < 1
%. (wawal wakhir)/wawal x 100%
Uji waktu hancur

Rieza_moeet

Waktu hancur tablet adalah waktu yang diperlukan untuk hancurnya tablet dalam
waktu yang sesuai sehingga tidak ada bagian yang tertinggal diatas kasa. Waktu
yang diperlukan untuk hancurnya tablet untuk medium yang sesuai kecuali
dinyatakan lain tidak lebih dari 15 menit.
Uji dissolusi
Didefinisikan sebagai proses melarutnya suatu zat kimia atau senyawa obat dari
sediaan padat kedalam suatu medium tertentu. Uji disolusi berguna untuk
mengertahui seberapa banyak obat yang melarut dalam medium asam atau basa
(lambung dan usus halus) (Ansel, 1989).
Penetapan kadar
Q : jumlah zat aktif yang terlarut dalam literatur.
TAHAP
JUMLAH
KRITERIA
S1
6
Tiap unit tidak boleh kurang Q+5%
S2
6
Rata2 (S1 + S2) lebih dari Q
Tidak satupun yang kurang dari Q-15%
S3
12
Rata2 (S1 + S2 + S3) lebih dari Q
Tidak ada 2 unit yang kurang dari Q-15%
Tidak satupun yang kurang dari Q-25%
5. Masalah pada tablet
Capping tablet terpisah sebagian/seluruhnya atas dan bawah. Karena terlalu
banyak tekanan.
Lamination tablet pecah menjadi beberapa lapisan. Karena udara yg terjerat
dlm granul tidak bisa keluar.
Sticking granul menempel pada dinding die shg punch bawah tidak bebas
bergerak. Karena punch kurang bersih.
Picking perpindahan bahan dan menempel pada diding puch. Karena
pengeringan granul yang belum cukup dan jumlah glidan kurang.
Filming adanya kelembaban tinggi dan panas tinggi akan melelehkan bahan
dg titik lebur rendah.
Molting distribusi zat warna yang tidak merata.
Binding kesulitan mengeluarkan tablet karena lubricant tidak cukup.
6. Faktor-faktor yang harus diperhatikan untuk formulasi sediaan tablet kunyah
Metode yang dipakai untuk membuat tablet kunyah (granulasi basah)
Kekerasan tablet(tidak begitu keras dan biasanya mengandung rasa dengan
jumlah yang banyak).
Bahan penghancur tidak dibutuhkan dalam tablet kunyah, karena di sini gigi
melakukan fungsinya (Aulton, 1994).
Disamping memiliki jumlah pengikat yang relatif tinggi, juga mengandung gula,
serbuk coklat, dan bahan aroma (Voigt, 1984).
Formula tablet kunyah kebanyakan jumlah manitolnya 50% atau lebih dari berat
formula itu sendiri. Kadang-kadang bahan pemanis lainnya seperti sorbitol,
7. ada dua formula dengan bahan aktif CTM 2 mg. metode A: granulasi kering.
Metode B: granulasi basah. Metode mana yang paling tepat?
Granulasi basah sebab CTM tahan terhadap pemanasan

Rieza_moeet

8. Penyebab tablet porous????????


9. Apa yg diatur oleh suatu mesin pencetak tablet?????

Kapsul
Pemilihan ukuran cangkang kapsul
Bobot kapsul = tapped bulk density x volume kapsul
000
= 1,36 mL
2
= 0,37
00
= 0,95
3
= 0,27
0
= 0,67
4
= 0,20
1
= 0,48
5
= 0,13

Suppositoria
10. Sebutkan dan jelaskan 2 macam suppositoria berdasarkan basisnya
Basis minyak (lemak)
Minyak teobroma (lemak coklat) Ideal sebagai basis supositoria. Pada suhu
kamar (15-25 0C) berupa padatan amorphous yang keras, pada suhu tubuh
(30-35 0C) akan meleleh membentuk minyak yang tidak mengiritasi
(nonirritating oil).
Trigliserida sintetik Merupakan minyak tumbuhan terhidrogenasi. Tidak
mempunyai bentuk polimorf. Relatif lebih mahal dibanding minyak teobroma.
Fattibase merupakan basis trigliserida yang terdiri atas trigliserida dari
palm, biji palm dan minyak kelapa.
Basis Larut Air
Gelatin tergliserinasi Terutama digunakan untuk supositoria vaginal. Cocok
dignk sbg basis supositoria utk obat alkaloid, asam borat dan Zn oksida.
Supositoria dgn basis gelatin tergliserinasi akan melarut secara perlahan dlam
sekresi mukus utk memberikan pelepasan bahan aktif.
Polimer Polyethylene Glycol (PEG). Banyak dignk karena : Stabil scr
kimia, tdk mengiritasi dpt campur dgn air dan sekresi mukus dan dapat di
formulasi secara pelelehan ataupun kompresi dgn berbagai rentang kekerasan
dan titik leleh.
11. Sebutkan dan jelaskan 2 macam suppositoria berdasarkan rute
Supositoria rektal
Pemberian lewat rektal digunakan utk mengobati kondisi seperti asma, mual dan
infeksi. Digunakan untuk obat efek lokal,misal antiinflamasi jaringan hemoroidal
dan pencahar ataupun untuk efek sistemik dari obat yang rusak dalam GI tract,
timbul muntah atau pada pasien yang tidak sadar. Supositoria rektal utk dewasa
2 gram dan anak 1 gram.
Supositoria vaginal
Digunakan utk obat kontrasepsi, antiseptik, antibiotik, pemulihan mukosa
vaginal. Biasanya berbentuk globular, oviform, atau cone-shaped dengan berat 3 5 grams.

Rieza_moeet

Supositoria uretral
Tidak dijelaskan secara spesifik dalam USP 24/NF19 dalam hal bentuk dan
beratnya. Umumnya berbentuk silindris dgn diameter 3 - 6 mm dan panjang 25 70 mm (wanita) dan 50 - 125 mm (pria).

12. Cara pembuatan Suppositoria


a. Hand Rolling
: dengan tangan
b. Compression Molding
: dicetak kompres
c. Fusion Molding
: peleburan
13. Macam Suppositoria berdasarkan cara hancurnya,,

Kelarutan
1. Sebutkan dan jelaskan cara meningkatkan kelarutan suatu bahan
Penggantian bentuk yg tepat, sesuai dg prinsip like dissolve like
Penggunaan pelarut campuran
Pembuatan kompleks yang larut
Penyesuaian pH
Pemakaian solubilizing agent
2. Yang mempengaruhi kelarutan
Hubungan solut-solvent
Solut terdistribusi dlm solvent. Solut akan menempati atau mengganti
kedudukan solvent. Penggantian ini bergantung pada:
daya tarik-menarik antara molekul- molekul solvent
daya tarik-menarik antara molekul- molekul solut
daya tarik-menarik antara molekul- molekul solvent dg solut
Hubungan sifat solut solvent
Prinsip Like dissove like
Reaksi antara solut-solvent
Adanya reaksi antara solut dan solvent. akan memperbesar kelarutan dari solut
tsb. Contoh:
gas CO2 dlm air : CO2 + H2O H2CO3
gas NH3 dlm air : NH3 + H2O NH4OH

Adanya zat lain


Salting out zat tertentu yang kelarutannya lebih besar dari zat utama
akan menurunkan kelarutan zat utama dan membentuk endapan.
Contoh : minyak atsiri/luminal dalam air + minyak berlebih minyak
atsiri/luminal mengendap.

Rieza_moeet

Salting in zat tertentu menyebabkan kelarutan zat utama menjadi


besar. Contoh : ribloflavin tidak larut air tetapi larut pada larutan yang
mengandung nicotinamida.

Stabilitas
1. Untuk menaikan stabilitas produk
a. Penambahan preservatif
b. Setting formula
2. Penyebab degradasi produk
a. Hidrolisis
b. Oksidasi Reduksi
c. Mikrobiologi
d. Incompatibilitas
3. apa pentingnya uji stabilita sediaan farmasi dan macam-macam uji stabilita
untuk menjamin keamanan, kualitas dan kemanjuran suatu produk obat sampai
dengan expire date
macam-macam uji stabiitas = uji stabilitas pada suhu kamar, uji stabilitas
dipercepat, uji stabilitas selama transportasi.
4. Fungsi Benzalkonikum klorida
pengawet 0.01 - 0.02 b/v.
Zat pensuspensi bersifat kationik
5. Macam Pengawet
Injeksi tunggal dan penggunaan
ganda
1. Klorkresol
2. Kresol
3. Fenol
4. Klorbutol
5. Benzilalcohol
6. Fenilmerkuri nitrat, asetat atau
borat
Obat tetes mata dan larutan
lensa kontak
1. Klorheksidin asetat atau glukonat
2. Benzalkonium klorida (BAK)
3. Tiomersal

4.
5.

1.
2.
3.

1.
2.
3.
4.
5.

Klorbutol
Fenil etanol
Sediaan oral cair
Ester p-hidroksi benzoat
Asam benzoat
Asam sorbat
Cream
Ester p-hidroksi benzoat (nipagin,
nipasol)
Klorokresol
Bronopol
Setiltrimetil amonium bromida
(CTAB)
Fenil merkuri nitrat


6. Pentingnya dapar, pengawet dalam formulasi
a. Pentingnya dapar
Mempertahankan pH sediaan agar sediaan tetap efektif dan stabil.
Menjaga stabilitas produk obat.
b. Pentingnya pengawet
Delays product spoilage
Extends life of the product
Meningkatkan kualitas produk
c. Pentingnya antioksidan
Untuk mengendalikan dekomposisi produk karena oksidasi.
Contoh : sodium metabisulfit

7. Evaluasi Preservatif
a. MIC
: konsentrasi terkecil untuk membunuh mikroorganisme
b. Viable count
: perbandingan daya preservatif satu dengan yang lainnya

8. Perhitungan waktu kadaluarsa

Regresi 1/T (kelvin) vs Log k

Log k = a(1/T) + b

T90 = 0,105/k

Viskositas dan Reologi


1. Yang mempengaruhi viskositas
a. Temperatur
b. Pengadukan
c. Waktu Rheopeksi; Tiksotropi (semakin diaduk semakin encer)

2. Jelaskan tentang Rheologi


Rheologi berasal dari bahasa Yunani yaitu rheo dan logos. Rheo berarti mengalir,
dan logos berarti ilmu. Sehingga rheologi adalah ilmu yang mempelajari tentang
aliran zat cair dan deformasi zat padat. Rheologi erat kaitannya dengan viskositas.
Viskositas merupakan suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir;
semakin tinggi viskositas, semakin besar tahanannya untuk mengalir. Viskositas
dinyatakan dalam simbol .

3. Fungsi dalam farmasi


Memperkirakan proses produksi selanjutnya
Pada pembuatan emulsi agar cream dapat dituang
Pada pembuatan cream agar menghasilkan cream yang sesuai dengan
konsistensi dan kelembaban.

4. Pembagiannya


Newtonian
Viskositas tetap seiring dengan perubahan F dan G

x=G, y=F
Non-Newtonian
o Pseudoplastic

Pengadukan dan peningkatan suhu dapat menambah keenceran


(viskositas kecil)

1 < 2

tg 1 < tg 2

1/ < 1/

1
2
o Dilatant

Pengadukan dan peningkatan suhu dapat menambah kekentalan


(viskositas besar)

Maka: 1 > 2
1 > 2

tg 1 > tg 2
1/1 > 1/2

o Plastic

Sifat mirip newtonian, tidak dipengaruhi pengadukan, besarnya suatu


1
2
gaya geser yang diberikan suatu cairan.

Maka: <

(F f )
G

5. Instrument
One Point Instrument (hanya bisa mengukur viskositas)

Oswald Viscometer

Prinsip: mengamati besarnya hambatan yg dilalui / dialami cairan yg


mengalir pada pipa kapiler.
Falling Ball Viscometer

Prinsip: mengamati besarnya hambatan yg dialami oleh bola yg jatuh


ke dlm cairan
Multi Point Instrument (dapat mengukur sifat alir, viskositas, yield value)
Stormer Viscometer

Prinsip kerja : mengamati besarnya hambatan yg dialami oleh rotor yg


berputar dlm cairan / sediaan yg diletakkan dlm mangkuk
Brookfield Viscometer

Prinsip : mengamati besarnya hambatan yg dialami oleh spindel yg


berputar dlm cairan
Cone and Plate

Prinsip kerja : mengamati besarnya hambatan yg dialami oleh kerucut


yg berputar dlm cairan

Isotonis
1. Apa yang dimaksud iso hidris, isotonis, pirogen dan batasnya dalam sediaan steril
inravena.
Isohidris pH injeksi = pH darah dan cairan tubuh lain = 7,4, kecuali kestabilan
obat. pH garam alkaloid, vit B1 = 3 4; pH adrenalin = 2 3; pH luminal, PAS =
> 8.
Isotonis konsentrasi larutan = kons dlm sel darah
Hipotonis tekanan osmosis larutan < tekanan osmosis darah dan cairan tubuh
Hipertoni tekanan osmosis larutan > tekanan osmosis darah dan cairan tubuh
Isoosmotik tekanan osmosis larutan = tekanan osmosis darah dan cairan tubuh.
Pirogen adalah senyawa yang menyebabkan kenaikan suhu tubuh akibat
penggunaan produk farmasi yang diberikan secara intravena. Batas endotoksin
untuk semua obat (kecuali intratekal) dari 2,5 EU kg-1 sampai 5,0 EU kg-1

2. perbedaan rentang isohidri sediaan tetes mata dan tetes hidung


tetes mata pH = 7,4-7,65
tetes hidung pH = 5,5 6,5 (dewasa); 5,0 6,7 (anak kecil)
3. hitung isotonisitas NaCl
metode Cryoscopic
penurunan titik beku sejumlah larutan obat ditentukan secara eksperimental
(tabel) dan teoritis (dengan diketahui Mr dan Liso)
berapakah NaCl yang dibutuhkan untuk membuat 100mL lar 1% Apomorfin
HCl isotonis dengan serum darah???
Tabel : 1% apomorfin HCl menurunkan t.b = 0,08
NaCl yang harus ditambahkan untuk menurunkan t.b sebesar 0,44 (0,52-0,08)
adalah :

1% NaCl menurunkan t.b sebesar 0,58 maka :


1% = 0,58
X
0,44
X = 0,76 %
metode NaCl ekivalen
Jumlah NaCl yg ekivalen dgn 1 g bhn obat
Nilai E : bobot NaCl yg setara dg penurunan t.b 1 g bhn obat, utk lar. NaCl yg
berisi E g per 1000ml
L
1gram LISO
E 17 ISO Tb LISO

Mr
Mr
Mr Rumus:

Metode white vincent


Melibatkan pe+an air dlm larutan obat
Disertai pe+an larutan pengencer isotonis atau pengencer dapar isotonis ad vol
akhir
Rumus: V = W x E x 111,1

Ket:

V = vol lar. Isotonis W = berat b.o E = ekivalensi b.o thd NaCl


Metode sprowls
Penyederhanaan metode White Vincent
W ditentukan 0,3 g ~ 1 fl oz 1% larutan
V = volume larutan isotonis yg dibuat dgn mencampur 0,3 g bahan obat dgn
sejumlah air
R/ Phenacaine HCl
0,10

Asam Borat
0,25

Aq Steril
ad
120 ml
Hitung V dg cara White Vincent!
V = {(0,1 x 0,2)+(0,25x0,5)} x 111,1

= 16,1095 ml
V = 16,1095 lar b.o tsb + lar NaCl 0,9% atau dapar isotonis ad 120 ml

Contoh lain
R/
Glukosa 5%

NaCl q.s

Aqua p.i ad 500 ml


Perhitungan Tonisitas
Perhitungan ekivalensi NaCl
E = 17 x L

M
E = 17 x 1,9

198,17

E = 0,163

Tonisitas
Glukosa = 5 % x 0,0163 = 0.815 %
glukosa = 0,9 % - 0,815

a = 0,085 %
Formula jadi

Glukosa 5 %

NaCl 0,085 %

Aqua p.i ad 500 ml

Contoh 2
R/
KCl
0,4%
KCl = 0,76,

Glukosa
qs
glukosa = 0,16

HCl
0,1 N

Norit
0,2 %

Aqua steril bebas pirogen 500mL..


a. Infus yang harus dibuat

V = v + 50 mL

= 500 + 50

= 550 mL
b. Infus yang harus dimasukan 502mL
c. Jumlah masing2 bahan
KCl =550 x 0,4 / 100 = 2,2 gram
Norit = 550 x 0,2 / 100 = 0,11 gram
Glukosa diserap absorben jadi ditambah 35 %
35/100 x 0,11 gram = 0,385 gram
1 gram KCL 0,769 NaCl
2,2 gram x 0,76 gram / 1 gram = 1,672 gram
NaCl dalam darah 0,9% 0,9 gram NaCl 100 ml
550 ml x 0,9 gram / 100 mL = 4,95 gram
4,95 gram 1,672 gram = 3,278 gram NaCl
glukosa 1gram glukosa 0,16 gram NaCl

X 3,278 gram

X = 20,4875 gram
Jumlah glukosa 20,4875 gram + 0,385 gram = 20,8725 gram

Larutan
1. Keuntungan larutan
a. Campuran homogen
b. Dosis mudah diubah dg pengenceran, diencerkan jika mengiritasi lambung
c. Absorpsi cepat
d. Lebih disukai pada anak-anak
2. Kerugian larutan
a. Tidak cocok untuk BO yang tidak stabil dalam air

b. BO yang rasa dan baunya tidak enak


c. Volumenya lebih besar daripada padat
3. Cara membuat larutan
a. Dengan bantuan panas
Gula + air yang dimurnikan. Panas digunakan sampai larutan terbentuk.
Komponen tahan panas ditambahkan pada sirup panas. Komponen tidak tahan
panas ditambahkan larutan yang telah terbentuk pada suhu ruangan. Sirup rentan
terhadap panas, jadi tidak bisa di autoklaf.
b. Dibuat dengan mengaduk tanpa bantuan panas.
Membutuhkan waktu lama tapi produk memiliki kestabilan maksimum.
c. Penambahan sukrosa kedalam cairan obat atau ke dalam cairan pemberi rasa
d. Perkolasi
Air murni/larutan air dari cairan pemberi rasa dibiarkan melewati kolom
kristal sukrosa dengan lambat untuk melarutkannya. Hasil perkolasi ditampung
dan dikembalikan kedalam alat perkolasi sampai semua sukrosa yang dibutuhkan
telah dilarutkan.
4. Evaluasi larutan
a. Evaluasi fisika
Organoleptis
Evaluasi sediaan : etiket; brosur; wadah; no bacth; leaflet, dll
Evaluasi kejernihan
Penentuhan pH larutan, berat jenis, viskositas
Penentuan volume terpindahkan
Penentuan stabilitas sediaan
b. Evaluasi kimia
Identifikasi dan penetapan kadar zat aktif dan sediaan.
c. Evaluasi biologi
Uji cemaran mikroba
- Untuk memperkirakan jumlah mikroba aerob viabel
- Meletakan wadah dalam ruangan terkendali pada suhu 30C dan 35C
selama 24 jam sampai 48 jam.
Uji sediaan antibiotik dilakukan penetapan potensi antibiotik secara
mikrobiologi
- Untuk mengatasi keraguan tentang hilangnya aktivitas.
- Ada dua metode yaitu lempeng dan turbidimetri.
Uji efektifitas pengawet
5. Eliksir adalah
Larutan oral jernih dan memiliki rasa dan bau yang enak, mengandung satu/lebih zat
aktif terlarut dalam pembawa, biasanya mengandung sukrosa tinggi atau alkohol,
dapat juga mengandung etanol 96% atau pelarut etanol.

6. Formula eliksir

R/

etanol:air
gliserol, sorbitol, propilen glikol

Flavoring agent (black current)

Pengawet (metil par0,0015-0,2; propil par


0,001-0,02

Anti cap-locking agent (gliserin, sorbitol)

pelarut utama
Pelarut tambahan
Bahan pembantu

Suspensi

1. Syarat suspensi
a. Stabil kimia fisika
b. Homogen
c. Tidak boleh mengendap
d. Bila ada bagian yang mengendap, tidak boleh menjadi massa yg keras, harus mudah
didispersikan
e. Kekentalan cukup dan dosis yang tepat
f. Mempunyai rasa, warna, dan bau yang acceptable
2. Formula
a. zak aktif
b. Weeting agent mendesak lapisan udara yg ada dipermukaan partikel dan melapisi
partikel tersebut, dg menurunkan sudut kontak antara partikel dan medium dispersi.
Ex. Gliserin, sorbitol, PEG, tween.
c. Zat pensuspensi melapisi seluruh permukaan partikel, shg partikel dapat
didispersikan dg baik. Penggolongan :
Berdasarkan organik/anorganik
Organik PGA, tragakan, CMC Na
Anorganik bentonit, veegum, attapulgit

Berdasarkan muatan
Anionik PGA, tragakan, Na alginat, CMC, bentonit
Kationik benzalkonium klorida
Non-ionik metil selulosa, tween, span

Berdasar cara mendapatkan


Alam PGA, tragakan, Na alginat
Semi sintetis metil selulosa, CMC
Sintetis carbopol
d. Bahan tambahan
Pengawet as.benzoat 0,1%, Nipagin 0,05% dan Nipasol 0,03%
Dapar/buffer dapar phospat-phospat, dapat phospat-sitrat
Pemanis sukrosa, glukosa, sakarin Na
Corrigens odoris (Ol.menthae); saporis (glukosa); coloris
3. Pembuatan suspensi
a. Cara langsung


Bahan obat tidak larut yang sudah dalam bentuk serbuk halus, langsung
didispersikan dalam cairan pembawa
b. Cara tidak langsung

Reaksi dua cairan yang menghasilkan endapan tidak larut


4. Stabilitas suspensi
V= d2 (-0)g

18
V vol kece mengendap
d diameter
bobot jenis
g kec gravitasi
viskositas
5. Ketidakstabilan suspensi
a. Tidak terjadi agregrasi dan koalesensi penyatuan mjd tetesan besar
b. Tidak terjadi sedimen/creaming membentuk dua lapis
c. Cracking pecahnya emulsi

Emulsi

1. Syarat emulsi
a. Stabil fisika kimia
b. Homogen
c. Ukuran partikel mendekati koloidal
d. Tidak terjadi creaming dan craking
e. Rasa dan bau enak
f. Dosis tetap dan memiliki kekentalan yg cukup
2. Jelaskan mengapa emulsi memiliki sifat alir tiksotropi?

Agar mudah dituang


3. Tipe emulsi
a. m/a
b. a/m
4. penentuan tipe emulsi
a. tes pengenceran emulsi dpt diencerkan dg fase luar
b. pewarnaan larut air (metylen blue), tidak larut air (Sudan III)
c. tes daya hantar listrik air dapat menghantarkan listrik m/a
d. tes florescensi minyak dpt berfloresensi jika dikenakan uv a/m
5. Formulasi emulgator
a. Gol karbohidrat gom, tragakan, pektin
b. Gol protein gelatin, kasein, kuning telur
c. Gol alkohol stearil alkohol, cetyl alkohol, gliserol monostearat
d. Zat pembasah kationik (benzalkonium klorida); anionik (Na lauryl sulfat); non
ionik (span 60 dan tween 60); bentoit, aluminium hidroksida dan magnesium
hidroksida
6. Metode pembuatan

a. Cara kering/metode kontinental

Minyak lemak : air :PGA = 4 : 3 : 2

Minyak + PGA gerus + air mucilago tambahkan sisa air dan bahan
lain
b. Cara basah/metode inggris

Minyak lemak : air :PGA = 4 : 2 : 1

PGA + air gerus + minyak mucilago tambahkan sisa air dan bahan
lain
c. Cara botol

Untuk mengemulsikan minyak menguap


7. Bagaimana mx. kerja surfaktan ma wetting agent
Surfaktan

membentuk lapisan film monolayer pada antar muka globul. Surfaktan harus
dipanaskan karena akan meningkatkan asosiasi globul dan menurunkan viskositas fase
terdispersi sehingga lebih mudah terbentuk.
Wetting agent

Wetting agent akan mendesak lapisan udara/kontaminan yang ada di


permukaan partikel dan melapisi partikel tersebut. Dg menurunnya sudut kontak
antara partikel dan medium dispersi, maka partikel dengan mudah didispersikan dan
penetrasi medium dispersi terhadap massa serbuk berlangsung dengan baik.
Kosolvent

Pelarut tambahan untuk meningkatkan kelarutan


8. Gimana cara bikin gom arab,,
Cabang acacia sinegal dilikai sampai kambium, eksudat keluar dapat dipanen 30 hari.
9. Sebutkan bahan yang digunakan dalam pembuatan emulsi oral
Fase internal
+ Emulsifying agent
Fase eksternal
10. pengertian HLB
Hidrofil-lipofil balance atau angka yang menunjukan perbandingan antara kelompok
senyawa hidrofilik (suka air) dan kelompok senyawa oleofilik (suka minyak).
11. bagaimana HLB yang baik
HLB tertentu yang berkisar 1,5-40
12. cara penentuan HLB
%A = (x HLBb) x 100%

(HLBa-HLBb)
%B = 100% - A%
Keterangan x = HLB yang diminta

A = HLB yang tinggi

B = HLB yang rendah


13. pada pembuatan 100 mL emulsi m/a diperlukan emulgator 5g dg HLB 12.
Emulgator yg dipakai span 20 (HLB 8,6) dan tween 20 (HLB 16,7). Berapa gram
berat span dan tween?
%tween 20 = 12 8,6 x 100% = 42 %


16,7-8,6

Bobot tween = 42/100 x 5gram = 2,1 gram


% span = 100% - 42% = 58 %

Bobot span = 58/100 x 5gram = 2,9 gram


14. R/ parafin oil
70
HLB 12

Lanolin
2
HLB 10

Cetyl alkohol 3
HLB 15

Emulsifier
14

Aqua ad 200
a. HLB butuh

Jumlah bahan minyak = 70 + 2 + 3 = 75

HLB campuran :

Parafin : 70/75 x 12 =11,2

Lanolin ; 2/75 x 10 = 0,27

Cety alkohol: 3/75 x 15 = 0,6

Jumlah 11,2 + 0,27 + 0,6 = 12,07


b. Gram span dan tween

%tween=12,07-4,7 x 100%= 72%

14,9-4,7

Bobot tween = 72/100 x 14 = 10,12 gram

%span = 100%-72% =28%

Span = 28/100 x 14 = 3,92 gram


15. R/ parafin cair 35% (HLB 12)
HLB tween=15

Lanolin
1%
(HLB 16)
HLB span = 4,3

Setil alkohol 1%
(HLB 15)

Emulgator 5% 5gram

Aqua ad 100%

a. HLB campuarn
Fase minyak = 35% + 1% + 1% = 37%
HLB minyak : 35/37x12 + 1/37x16 + 1/37x15 = 12,1
b. Berat span dan tween
Tween =
15 12,1 x 5 gram = .... gram

(15-12,1)+(12,1-4,3)
Span =
12,1 4,3
x 5 gram = .... gram

(15-12,1)+(12,1-4,3)

Gel
1. Keuntungan gel
a. Penampilan jernih
b. Efek shooting, non-oily
c. Elastis dan daya lekat tinggi
d. Mudah dicuci air
e. Pelepasan obat baik

2. Kerugian gel
a. Untuk hidrogel, BO harus larut air
b. Penggunaan emolient gol ester harus diminimalkan
c. Gel dg kandungan alkohol tinggi akan menyebabkan pedih pada wajah dan mata
3. Klasifikasi
a. Berdasar sifat fasa koloid
Gel anorganik; gel organik
b. Berdasar sifat pelarut
Hidrogel
terbentuk oleh molekul polimer hidrofilik yg saling
sambung silang melalui ikatan kimia.
Organogel
pelarut bukan air
Xerogel
gel yang telah padat dengan konsentrasi pelarut yang rendah
c. Berdasar jenis fase terdispersi
Fase tunggal makromolekul organik yang didistribusikan kedalam suatu
cairan, dimana tidak tampak adanya batas atara makromolekul terdispersi
dengan pendispersi.
Dua fase
merup jalinan partikel kecil dan terputus.
4. Sebutkan bahan bahan yang digunakan sebagai basis salam pembuatan gel
a. Gum alam natrium alginat; karagenan; tragakan; pektin; guar gum; chitosan
b. Derivat selulosa MC; CMC Na; HPC; HPMC
c. Polimer acrylic
d. Polietilen
e. Padatan terdispersi koloidal mikrokristalin silika; clay; mikrokristalin selulose
f. Surfaktan poloxamer 407
5. Sifat dan karakteristik gel
a. Swelling dapat mengabsorbsi pelarut mengembang
b. Syrenis
cairan yang terjerat akan keluar berada dipermukaan gel
c. Efek suhu
d. Efek elektrolit
e. Efek elektrolit
f. Elastisitas dan rigiditas
g. Rheologi pseudoplastis (pana n pngadukan makin encer)

Cream

1. Cream adalah
Sediaan semisolida yang mengandung > 20% air dan < 50% hidrokarbon
2. Sebutkan dan jelaskan ciri krim sehingga sesuai standar
Tiksotropi
Mengandung > 20% air dan < 50% hidrokarbon/pembawa.
3. Formulasi Cream
R/
Zat aktif

Basis

pH adjuster


humectant

antioksidant

emulgator
TEA-stearat, sorbitan, polisorbat,poligikol, dan sabun
m/a

adeps lanae, setil alkohol, stearil alkohol, setaseum, emulgid


a/m
4. Klasifikasi cream
o/w
w/o
5. Basis cream
Basis emulsi w/o
Contoh: lanolin, cold cream
Sifat: berminyak, emolien, oklusif, dan mengandung air.
Basis emulsi o/w
Contoh: Hydrophilic ointment, vanishing cr.
Sifat: tidak berminyak, tidak oklusif, mudah dicuci, dan dapat diencerkan
dengan air
6. Jelaskan mengenai metode pembuatan krim
Metode Pelelehan ( fusion)
Zat khasiat maupun pembawa dilelehkan bersama-sama, setelah meleleh diaduk
sampai dingin. Yang harus diperhatikan: kestabilan zat khasiat.
Metode Triturasi
Zat yng tidak larut dicampur dengan sedikit basis, sisa basis ditambahkan terakhir. Di
sini dapat juga digunakan bantuan zat organik untuk melarutkan zat khasiatnya.
7. Fenomena ketidakstabilan krim dan penyebabnya
Flokulasi dan Creaming

Merupakan pemisahan dari emulsi menjadi beberapa lapis cairan, dimana


masing-masing lapis mengandung fase dispersi yang berbeda. Penyebab: kurangnya
emulgator.
Koalesen dan pecahnya emulsi ( Craking atau breaking )

Pecahnya emulsi yang bersifat tidak dapat kembali. Penggojokkan sederhana


akan gagal untuk mengemulsi kembali butir-butir tetesan dalam bentuk emulsi yang
stabil. Disebabkan oleh : Tipe emulgator yang berlawanan, Emulgator ionik yg tidak
kompatibel, Dekomposisi emulgator, Salting out dari natrium atau kalium soaps,
Penambahan gum, protein, gelatin, dan kasein yang tidak larut dlm alkohol, Aksi
mikroba
Inversi

adalah peristiwa berubahnya tipe emulsi M/A ke tipa A/M atau sebaliknya.

Pasta
1. Pengertian
Oinment yang mengandung 50% serbuk terdispersi dalam basis lemak
2. Penggolongan pasta

a. Mengandung air pasta CMC Na


b. Pasta berlemak pasta ZnO
3. Basis
a. Hidrokarbon
Tidak di absorpsi kulit
Tertinggal diatas kulit membatasi hilangnya kelembaban
memperpanjang waktu kontak dg kulit
Lengket dan susah dibersihkan, serta tidak tercampur air
Ex. Vaselin; parafin; minyak mineral
b. Absorpsi
Non emulsi

Kurang oklusif tp emolien baik; lebih muda menyebar. Ex. Wool fat,
wool alkohol, bees wax, kolesterol
Emulsi a/m

Dapat mengabsorpsi air lebih banyak daripada basis no-emulsi. Ex.


Hydrius wool fat (lanolin)
c. Tercuci air
Misibel/bercampur dg luka
Mudah dibersihkan
Penerimaan thd kosmetik cukup baik
Kontak baik dg kuli karena kandungan surfaktannya
Ex. Salep hidrofilik
d. Larut air
Larut air
Absorpsi yang baik oleh kulit
Mudah melarutkan bahan lain
Tidak lengket
Nyaman dan kompatibel dg berbagai obat dermatologi
Ex. PEG

4. Formula
R/
zat aktif

Basis

Pengawet

Antioksidat

Emulsifier
anionik
Na lauryl sulfat, treatolamin stearat

Kationik
ammonium kuartener, cetrimide

Nonionik ester glikol, ester gliserol

Humektan
gliserol, PEG mengurangi khilangan air dr sed
semisolid

5. Metode pembuatan
a. Fusion
dicampur dan dilelehkan
b. Tirturasi pencampuran dan digerus\

Salep
1. Salep menurut daya penetrasi atau terapetiknya
a. Salep epidermik
Salep yang tidak dapat menembus kulit atau sedikit menembus kulit. Ex.
Vaselin, parafin, lilin.
b. Salep endodermik
Dapat menembus lapisan kulit yang lebih dalam. Ex. Minyak tumbuhan,
lemak bulu domba.
c. Salep diadermik
Dapat menembus kulit, kemungkinan terjadi absorpsi sampai peredaran darah.
2. Salep berdasarkan vehikulum atau pembawanya
a. Basis hidrokarbon
Betul-betul bebas air, memiliki effek melembutkan, menjaga agar air tidak
menguap, sulit dicuci. Ex.petrolatum/vaselin; white petrolatum;yellow
ointment;mineral oil
b. Basis absorpsi
Basis hidrokarbon (bersifat lemak) namun dapat bercampur dengan sejumlah
tertentu air. Tidak mudah dihilangkan dari kulit dengan pencucian air. Ex.
Hydrous lanolin, lanolin USP
c. Basis dapat dicuci dengan air
Dapat dicuci dari kulit dan pakaian dengan air. Merupakan emulsi w/o atau
o/w. Ex. Cold cream, hydropilic ointment
d. Basis larut air
Mudah melunak dengan penambahan air. Ex. PEG ointment
3. Pertimbangan pemilihan basis
a. Sifat pelepasan yang diinginkan
b. Sifat pelembaban basis salep yang diinginkan
c. Tingkat stabilitas BO pada basisi salep
d. Pengaruh obat pada konsistensi salep
4. Pembuatan salep
a. Trituration (pencampuran)
Dicampur dan dihaluskan
b. Fussion (peleburan)
Dicampur dan dilebur dalam temperatur yang lebih tinggi dari titik leleh
semua eksipient.

Sterilisasi
1. Metode sterilisasi

a. Sterilisasi panas
Basah sterilisasi uap
Digunakan untuk membunuh mikroorganisme
Metode sterilisasi yang digunakan untuk dekstruksi semua
mikroorganisme hidup. Efektif juga pada spora.
Dilakukan dalam otoklaf dengan menggunakan panas suhu 121C dan uap
jenuh tekanan 15 psi selama 30 40 menit
Adanya uap menyebabkan protein mikroorganisme terkoagulasi dan rusak
pada suhu yang lebih rendah dibandingkan jika tidak ada uap.
Menguraikan asam nukleat, protein, dan membran.
Untuk semua sediaan yang tahan terhadap panas dan pada suhu yang
digunakan dan uap dapat berpenetrasi sediaan larutan dalam kemasan;
ruahan larutan; alat-alat gelas.
Tidak untuk minyak; lemak; lain lain yang tidak bisa dipenetrasi oleh
uap.
Faktor kritis yang mempengaruhi : suhu; waktu sterilisasi; kesempurnaan
pergantian udara dan uap.
Kering sterilisasi panas kering
Umumnya dilakukan di oven
Kurang efisien, karena waktu lama (2-4jam) dan panas yg tinggi (160170C)
Suhu dan waktu bergantung pada ukuran sediaan; jenis sediaan; jenis
kemasan sediaan; karakteristik distribusi panas
Untuk minyak; gliserin; petrolatum; parafin; serbuk tahan panas; alat
gelas; perlengkapan operasi.
b. Sterilisasi dengan filtrasi
Penghilangan mikroorganisme dilakukan dengan cara absoprsi pada
medium filter atau mekanisme penapisan.
Untuk bahan yang tidak tahan panas
Efektifitas dipengaruhi oleh jumlah kandungan mikroba dlm larutan
Jenis filter
Filter terbentuk tabung reaksi filter candles, terbuat dari mineral
dikompres (berkefeld dan mandler)
Filter candles dari porselin (pasteur-chamberland, doulton, selas)
Filter kepinga terbuat dari abses yang dikompres (seitz dan swinney)
Buchner
milipore
Faktor penting filtrasi ukuran pori; muatan listrik filter dan mikroba.;
pH larutan; suhu; tekanan
Keuntungan
Cepat
Menjaga stabilitas produk/bahan

Relatif murah
Sifat penghilang mikroba dan partikulat lainnya sempurna.
Kerugian
Sifat adsorpsi zat tertentu (zat aktif) yang tidak diinginkan terutama
yang jumlahnya kecil
Terbatas penggunaan untuk larutan-larutan viskus
c. Sterilisasi dengan gas
Digunakan untuk bahan yang tidak tahan panas dan lembab
Contoh : gas etilen oksida, propilen oksida
Karakteriktik etilen oksida
Dengan mengganggu metabolisme bakteri
Mudah terbakar dan meledak
Pemakainnya terbatas
Merupakan gas tidak berwarna
Digunakan untuk sterilisasi produk yang tidak dapat dsterilkan dg uap
Keuntungan
Dapat digunakan untuk sterilisasi bahan yang sensitif terhadap panas
dan lembab (perlengkapan operasi, senyawa enzim, antibiotik) karena
penetrasinya yang baik.
Kerugian
Waktu lama
Mahal
Berbahaya untuk pasien dan pekerja
Perlu mengecek setelah sterilisasi untuk menjamin tidak terjadinya
reaksi kimia dan penguraian bahan
d. Sterilisasi dengan radiasi
Sterilisasi menggunakan sinar gamma dan radiasi katoda
Mekanisme : terjadi perubahan kimia dekstruktif pada mikroba yang dapat
merusak sel secara sempurna dan irrevesibel.
2. Syarat larutan infuse
Isotonis
Jernih, bebas partikel
Bebas pirogen
Steril

3. Jenis sediaan steril


Injeksi

Larutan obat dalam pembawa yang sesuai dengan atau tanpa zat
tambahan, dimaksudkan untuk pemberian parenteral.Dapat sebagai single dose
dan multiple dose.
Infus


Cairan yang diberikan melalui intravena : nutrisi (dekstrosa); menjaga
keseimbangan elektrolit (larutan ringer); untuk cairan pengganti (kombinasi
dekstrosa dan NaCl);dan tujuan khusus (hiperalimentasi parenteral)
Solid

Misalnya sediaan parenteral rekontruksi.


Suspensi

Obat tersuspensi dalam pembawa yang sesuai untuk parenteral.


Obat mata

Khusus untuk salep mata, zat aktif baik dalam bentuk terlarut atau
serbuk tersuspensi halus dimasukkan kedalam basis non iritan. Salep
disterilkan dengan cara panas atau radiasi, dan sebagian dibuat dengan cara
aseptik. Sediaan ini harus dikemas dalam wadah tertutup dan bebas partikel
logam.
Larutan untuk irigasi

Larutan yang digunakan untuk mandi atau mencuci luka terbuka.


Larutan digunakan secara topikal.

9. Sediaan injeksi
a. Volume kecil (berupa larutan atau suspensi; <10 mL)
b. Volume besar (berupa larutan >=100mL, diberikan sebagai infus intravena)

10. Pirogen adalah


Senyawa organik yang dapat menimbulkan demam, berasal dari kntaminan mikroba.

11. Kriteria pirogen


a. Termostabil sterilisasi > 200C
b. Larut air
c. Tidak dipengaruhi bakterisida yang biasa
d. Tidak menguap
e. BM 15.000-4.000.000

12. Uji pirogen


Secara kimia fisika
a. Fotokolorimetri tetrabromphenoftalein
b. Polarografi panjang gelombang maksimum oksigen
c. Elektroforensis
d. Spektrofotometri absorpsi 265 m

Secara biologis
a. Menggunakan kelinci

Kelinci ditempatkan dalam kandang dengan suhu 20-23C.


Larutan parenteral yang diuji disuntikan dg dosis 10mL per kg BB badan

kelinci, melalui vena tepi telinga dan penyuntikan dilakukan selama 10


menit. Rekam suhu secara berurut antara jam pertama sampai jam ketiga
setelah penyuntikan dengan selang waktu 30 menit.
b.
Menggunakan Limulus Amoboecytes Lysate Test (LAL-Test)
mencampur larutan parenteral uji dengan LAL, campuran ini dipanaskan
suhu 37C selama waktu tertentu. Kemudian diamati terbentuknya jendal gel
(gumpalan) yang stabil. Bila ada gumpalan, maka ada pirogen dalam sediaan.

13. Karakteristik wadah steril..(lupa injeksi pa infus)


Infus

Untuk mewadahi larutan infus disarankan penggunaan botol


penyimpan darah (botol- Bluko), yang dilengkapi dengan sebuah pipa kecil
ventilasi sehingga memungkinkan cairan mengalir keluar. Diperdagangkan botol
tersebut dalam berbagai ukuran : 120 ml, 300 ml, dan 500 ml dan merupakan
botol yang dapat ditusuk. Tutup karet atau tutup lempeng kecil bahan sintetis yang
digunakan untuk menutupi botol infus atau botol yang dapat ditusuk tidak boleh
melepaskan bahan padat, bahan pewarna serta komponen toksis atau pirogen
kedalam larutan. Penggunaan tutup yang berulang kali tidak diijinkan.
Injeksi
Wadah dosis tunggal yang paling sering digunakan adalah ampul dimana
kisaran ukurannya dari 1-100 ml.
wadah dosis ganda dan sebagainya berupa vial serum atau botol serum.
Kapasitas vial serum 1-50 ml, bentuknya mirip ampul tetapi disegel dengan
pemanasan. Ditutup dengan penutup karet spiral. Botol serum juga dapat sebagai
botol tipe army dengan kisaran ukuran dari 75-100 ml dan memiliki mulut yang
lebar dimana ditutup dengan penutup karet spiral. Labu atau tutup yang lebih
besar mengandung 250-2000 ml, digunakan untuk cairan parenteral yang besar
seperti NaCl isotonis.
8. Cara sterilisasi bwt infus,,
sterilisasi yang digunakan adalah sterilisasi akhir. Proses sterilisasi akhir dari kemasan
dan isi di otoklaf (metode uap panas) pada suhu yang optimal sehingga tidak merusak zatzat yang rentan seperti dekstrosa, asam amino, albumin dll.
9. tujuan uji pirogen sediaan parenteral
untuk mengetahui keberadaan pirogen yang berada pada sediaan parenteral karena
pirogen dapat menyebabkan tejadinya kenaikan suhu badan jika diberikan
10. Karakteristik ruangan untuk pembuatan injeksi steril,,
a. Ruang kelas A
Area terlokalisasi untuk melakukan aktifitas yang memiliki resiko tinggi, seperti area
pengisian produk, tempat tindakan aseptik dilakukan.

b. Ruang Kelas B
Area melingkupi ruang bersih kelas A terutama untuk proses produksi dengan sistem
preparasi dan pengisian larutan produk secara aseptis.

c. Ruang kelas C
Area bersih untuk melakukan kegiatan dengan tingkat kekrtitisan yg lebih rendah di
dalam suatu proses pembuatan produk steril
d. Ruang kelas D
Area bersih untuk melakukan kegiatan dengan tingkat kekrtitisan yg lebih rendah di
dalam suatu proses pembuatan produk steril, meliputi :
Penimbangan
Preparasi larutan
Mesin pengisian larutan
Beberapa ruang antara luar di area yang melingkupi LAF untuk pengujian
sterilitas produk dan batas mikroba sampel.
11. Sebutkan dan jelaskan bentuk sediaan liquid yang dapat diformulasi untuk bahan
yang mudah terhidrolisis dalam air, tidak stabil
Emulsi a/m
12. Dikasih formulasi sed.suspensi,,disuruh nyebutin masing2 fungsi,,dan cara
bikinnya
13. Teksnik formulasi aseptis
14. Uji sterilitas