Anda di halaman 1dari 5

ISOPREN, atau 2-metil-1,3-butadien, adalah suatu senyawa organik umum dengan rumus

CH2=C(CH3)CH=CH2.
Sifat-sifat : Dalam keadaan segar merupakan cairan tidak berwarna
2) Mempunyai bau yang khas
3) Indeks bias tinggi
4) Kebanyakan optik aktif
5) Kerapatan lebih kecil dari air
6) Larut dalam pelarut organic
7) senyawa ini sangat volatile
B.Sintesa Terpenoid
Secara umum biosintesa terpenoid terjadinya 3 reaksi dasar, yaitu:
1.
Pembentukan isoprena aktif berasal dari asam asetat melalui asam mevalonat.
2.
Penggabungan kepala dan ekor unit isoprene akan membentuk mono-, seskui-, di-, sester-, dan
poli-terpenoid.
3.
Penggabungan ekor dan ekor dari unit C-15 atau C-20 menghasilkan triterpenoid dan steroid.

Defenisi : Regulasi adalah aturan sistem yang ada di dalam tubuh makhluk hidup untuk dapat hidup
seimbang, mempertahankan keadaan teratur, konservasi energi, dan sebagai respon terhadap
perubahan lingkungan. Enzim bekerja dengan regulasi tertentu.
Regulasi enzim :
Regulasi non-kovalen
Regulasi modifikasi kovalen
Regulasi enzim pada metabolisme tersebut sangat kompleks. oleh karena itu, regulasi enzim dapat
dicapai dengan mengubah konsentrasi dan aktifitas enzimatik melalui :
1. Control genetic
Pada proses kontrol genetika, terdapat beberapa proses, yaitu Represi dan induksi enzim.
Represi enzim merupakan salah satu bentuk dari kontrol negatif pada transkripsi bakteri.
Proses tersebut, begitu pun dengan induksi enzim, disebut sebagai kontrol negatif karena
protein regulatornya akan menyebabkan inhibisi atau penghambatan dari sintesis mRNA
sehingga akan menyebabkan penurunan proses sintesis enzim-enzim.
2. Modifikasi Kovalen
Modifikasi kovalen pada enzim atau protein biasanya dilakukan oleh gugus asetil, fosfat,
metil, adenil, dan uridil. Modifikasi kovalen biasanya merupakan perlekatan dapat pulih
(tidak permanen).
3. Enzim Allosterik
Berdasarkan modulasinya, enzim allosterik dibedakan menjadi dua kelompok yakni enzim
allosterik homotropik dan enzim allosterik heterotropik. Pada enzim allosterik homotropik
substrat berperan sebagai modulator. Hal ini dikarenakan subtrat identik dengan modulator.
Sementara pada enzim allosterik heterotropik, modulasinya tidak dipengaruhi oleh
substratnya sendiri.
4. Kompartementasi
Kompartementasi enzim akan meningkatkan efisiensi banyak proses yang berlangsung
didalam sel, karena:

1)

Reaktan tersedia pada tempat dimana enzim tersedia

2) Senyawa yang akan dikonversi dikirim kearah enzim yang akan berperan untuk menghasilkan
produk sesuai yang dikehendaki dan tidak disimpangkan pada lintasan yang lain.

REGULAS
I
KERJA
ENZIM
Terbentuk melalui
REGULASI
KOVALEN

NON-

REGULASI
MODIFIKASI
KOVALEN
KONTROL
GENETIK
MODIFIKASI
KOVALEN
ENZIM
ALLOSTERIK

KOMPARTEMENTA
SI
ISOPRENOID
SIFAT KIMIA
SIFAT FISIKA
SINTESA
ISOPRENOID
DEFINISI