Anda di halaman 1dari 4

1.

Pemeriksaan Pupil
Pupil adalah lingkaran hitam terkecil di bola mata yang normalnya kedua ukurannya sama.
Pemeriksaan pupil adalah sangat penting untuk menentukan lokasi kerusakan yang
mengenai jalur lintas optic ( PERDAMI,2006). Pengetahuan mengenai neuroanatomi
jalannya reaksi pupil terhadap cahaya dan miosis yang berkaitan dengan akomodasi adalah
sangat penting.
A. Refleks cahaya : Jalur yang dilalui reflex cahaya seluruhnya adalah subkortikal.
Serabut-serabut pupil aferen yang didalamnya termasuk saraf optic dan jalur lintas optic
hanya sampai di tempatmeninggalkan traktus optic tepat sebelum sinapsis serabut-serabut
visual di dalam bagian genikulatum laterak.

B. Refleks Melihat dekat: Pada waktu mata melihat ke obyek dekat, akan terjadi tiga
reaksi: akomodasi,konvergensi dan penciutan pupil, dan memberikan bayangan terfokus
tajam pada titik-titik di retina yang bersangkutan.

Pemeriksaan Klinis
Sebelum dilakukan pemeriksaan dilakukan tahap preinteraksi dan tahap orientasi terlebih
dahulu. Pada tahap preinteraksi yakni tahap untuk mempersiapkan alat dan bahan dimana

alat yang diperlukan untuk pemeriksaan pupil adalah pen light. Tahap orientasi yakni tahap
untuk menjelaskan prosedur kepada pasien dan hal-hal yang perlu dilakukan pasien saat
pemeriksaan berlangsung.
Pada pemeriksaan pupil yang dinilai adalah:

Ukuran
Bentuk
Isokori
Reaksi terhadap cahaya langsung dan tidak langsung
Reaksi akomodasi dan konvergensi

Cara pemeriksaan:

Tentukan ukuran pupil kiri dan kanan. Dinyatakan dalam millimeter, normal : 2-5

mm.
Lihat bentuk pupil kiri dan kanan. Bandingkan bentuk kiri dan kanan, apakah isokor

atau anisokor.
Dinilai reaksi pupil terhadap cahaya, dengan cara:
- Salah satu mata diberi sinar, kemudian dilihat reaksi pupil pada mata yang disinar
dan mata sisi kontralateral. Pemeriksaan ini menilai reflex cahaya langsung dan tidak
langsung.
Interpretasi:
Normal: jika terjadi kontriksi pada mata yang diberi sinar dan mata kontralateral.
Reflex cahaya menurun jika respon kontriksi menurun.
Reflex cahaya (-) ; jika tidak ada respon sama sekali

Reflex akomodasi dan konvergensi :


- Pasien diminta melihat jauh, setelah itu diminta mengikuti jari pemeriksa yang
digerakan kearah hidung penderita.
Interpretasi:
Normal: terjadi kontraksi m. Rektus medial dengan respon kontriksi pupil.

Reflex siliospinal : diberikan rangsangan berupa cubitan pada leher pasien dan dilihat
reaksi pupil yang terjadi
Normal : Pupil akan dilatasi

Kelainan-kelainan pupil yang sering dijumpai

Tanda pupil Marcus Gunn : disebabkan lesi pada n. II parsial.


Cara pemeriksaan :
Mata pasien secara bergantian diberi sinar, pada sisi mata yang sakit pupil tidak
mengecil tapi menjadi besar. Kelainan ini menunjukan adanya lesi n. II pada sisi
tersebut.

Kegagalan satu atau kedua pupil untuk kontriksi pada pentinaran yang cukup kuat,
disebabkan oleh karena lesi pada n.III. Hal ini dapat terjadi pada penderita koma,
setelah cedera kranio-serebral, peningkatan tekanan intrakranial. Dilatasi pupil pada

satu sisi merupakan salah satu tanda-tanda herniasi transtentorial.


Pupil Argyl Robertson
Pupil tidak bereaksi terhadap stimulus cahaya tapi reaksi akomodasi baik (light near
dissociation). Sebagian besar kasusu Argyl Robertson bersifat bilateral dan bentuk
pupil biasanya irregular. Gambaran karakteristik sindroma Argyl Robertson adalah:

Fungsi visual utuh


Refleks cahaya menurun
Miosis
Bentuk pupil irregular
Bilateral, asimetrik
Atrofi iris
Penyebab paling sering adalah infeksi sifilis tapi dapat juga disebabkan oleh berbagai
lesi pada midbrain seperti: neoplasma, vaskuler, inflamasi atau demielinisasi.

Pupil Adies/ Sindroma Pupil Tonik


Sering terjadi pada wanita usia muda, unilateral pada 80 % kasus dan bersifat akut.
Pada mata yang terkena akan terjadi:

dilatasi pupil
tidak ada reflex cahaya langsung dan tidak langsung

pada akomodasi, pupil akan kontriksi perlahan-lahan


Ketika akomodasi dihilangkan akan terjadi dilatasi pupil secara perlahan-lahan
Pada pemberian pilokarpin 0,5 - 1% akan terjadi kontriksi
Penyebab belum diketahui dengan pasti, diduga kelainan terjadi pada midbrain atau
ganglion siliaris
Jika kelainan pupil ini disertai dengan berkurangnya atau hilangnya reflex fisiologis
pada tungkai disebut sindroma Holmes- Adie

Sindroma Horner
Gejala klinis :

miosis
ptosis
gangguan sekresi keringat
enoftalmus

Penyebabnya adalah : lesi pada sistem simpatis

Daftar Pustaka
1.Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia ( PERDAMI), Hasil- hasil Kongres Nasional
PERDAMI XI Medan,2006 p.36.
2. Saw SM : How blinding is pathological myopia? Br. J. Ophthalmol. 2006;90;525-526

Anda mungkin juga menyukai