Anda di halaman 1dari 8

Bab I

Pendahuluan
A. Latar Belakang
Pencemaran lingkungan adalah masuknya zat-zat pencemar ke dalam
lingkungan yang menyebabkan kualitas lingkungan menurun. Zat atau bahan yang
dapat mencemari lingkungan disebut

polutan. Suatu zat atau bahan disebut

polutan apabila memenuhi syarat sebagai berikut.


1.

Jumlahnya melebihi batas normal.

2.

Berada pada tempat dan waktu yang tidak semestinya.

3.

Merusak lingkungan.

4.

Mengganggu kesehatan atau menyebabkan penyakit.


Sifat polutan adalah merusak untuk sementara, tetapi bila telah bereaksi

dengan zat lingkungan tidak merusak lagi dan merusak dalam jangka waktu lama
Pb terakumulasi dalam tubuh sampai tingkat merusak.
Macam macam pencemaran dapat dibedakan :
1.

Pencemaran menurut tempat terjadinya

a. Pencemaran Air
b. Pencemaran Tanah
c. Pencemaran Udara
d. Pencemaran Suara
2.

Pencemaran Menurut Bahan Pencemar (Polutan)


a) Pencemaran Kimiawi
b) Pencemaran Fisik

c) Pencemaran Biologis

B.

Rumusan Masalah

A. Apa yang dimaksud dengan Pencemaran air?


B. Apa sumber-sumber pencemaran air?
C. Apa yang menyebabkan pencemaran air?
D. Apa akibat yang di timbulkan oleh pencemaran lingkungan?

C. Tujuan Penulisan
A. Untuk mengetahui tentang Pencemaran Lingkungan
B. Untuk memberi informasi mengenai sumber-sumber pencemaran air
C. Untuk memberi informasi tentang penyebab pencemaran air
D. Untuk memberi informasi tentang akibat yang di timbulkan oleh pencemaran
lingkungan

Bab II
Pembahasan
2.1 Pengertian Pencemaran Air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat
penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas
manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus
kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain
mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam
fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau,
sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum,
sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya
berpotensi sebagai objek wisata. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi,
badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap
kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran.
1.1.1 Aspek Kimia-Fisika Pencemaran air
Sifat-sifat kimia-fisika air yang
menentukan tingkat pencemaran air adalah :
2.1.1.1

Nilai pH

2.1.1.2

Suhu

2.1.1.3

Oksigen terlarut

2.1.1.4

Warna dan kekeruhan

2.2 Sumber-Sumber Pencemaran Air


Sumber-sumber pencemaran air antara lain sebagai berikut.
2.2.1 Limbah pertanian, zat organoklorin dari DDT dan pupuk organic yang terangkut
oleh aliran air sungai
2.2.1.1

Zat organoklorin dari DDT dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak
mati dan dimakan oleh hewan atau manusia, maka akan menyebabkan keracunan.

2.2.1.2

Pupuk organic yang larut dalam air menimbulkan eutrofikasi, yaitu penimbunan
mineral pada sungai yang menyebabkan ledakan populasi alga (booming alga)

sehingga tanaman dalam air tidak dapat berfotosintesis. Akibatnya terjadi


pendangkalan dan banyak ikan mati.
2.2.2 Limbah rumah tangga, antara lain sebagai berikut.
2.2.2.1

Limbah bahan organic (misalnya sisa sayur, nasi, minyak, lemak, air buangan
manusia) yang larut dalam air akan mengalami pembusukan. Akibatnya kadar
oksigen dalam air menurun sehingga biota mati.

2.2.2.2

Limbah bahan anorganik (plastic, alunimium, botol) dapat menyumbat saluran air
dan mengakibatkan banjir. Sisa detergen juga dapat mencemari air.

2.2.2.3

Limbah industri. Berupa buangan industry misalnya jenis logam berat (Pb,Hg,Zn)
dapat terakumulasi dan bersifat racun bagi manusia. Contohnya pencemaran
merkuri (Hg) di Teluk Minamata Jepang yang menyebabkan penyakit minamata.
Sehingga itu tumpahan minyak bumi akibat kebocoran tangker minyak dapat
mengancam kehidupan ikan, terumbu karang, dan organisme laut lainnya.
Bila terjadi pencemaran di air, maka terjadi akumulasi zat pencemar pada
tubuh organisme air. Akumulasi pencemar ini semakin meningkat pada organisme
pemangsa yang lebih besar. Proses peningkatan kadar bahan pencemar melewati
tubuh makhluk hidup dikenal sebagai pemekatan hayati (biomagnification).
Pengelolaan Limbah

1. Jenis-jenis limbah
Limbah atau sampah merupkan sumber daya alam yang telah kehilangan
fungsinya dan keberadaannya dalam lingkungan mengganggu. Limbah dihasilkan
dari berbagai aktivitas manusia.
Berdasarkan sifatnya, limbah dibedakan menjadikan menjadi dua
macam, yaitu limbah yang mudah terurai (degradable waste) dan limbah yang
tidak dapat terurai (nondegrable waste)

2. Daur Ulang dan Pemanfaatan Ulang Limbah


a) Daur Ulang Limbah(Recycle)
I. Limbah organic (sisa makanan dan daun-daunan)
dapat didaur ulang menjadi kompos.

II. Limbah sabut kelapa, dapat diolah menjadi jok


mobil, serat springbed, media tanaman, dan pupuk organic.
III. Limbah industri plastik, dapat didaur ulang menjadi
alat-alat rumah tangga.
IV. Limbah industry kertas, dapat didaur ulang menjadi
kertas daur ulang.
b) Pemanfaatan Ulang Limbah(Reuse)
Pemanfaatan limbah langsung tanpa proses daur ulang disebut pemanfaatan
ulang (reuse). Jenis limbah seperti ini biasanya dapat dimanfaatkan secara
langsung atau dikonveksikan dengan produk lain seperti pangan, pakan, pupuk
organik, dan sumber energy.
Untuk memilih teknologi yang harus digunakan dalam pengolahan air
limbah, berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan :

Jenis dan permeabilitas tanah serta ketebalan lapisan batuan

Kedalaman air tanah pada segala musim

Iklim, termasuk data curah hujan dan variasi temperature

Kepadatan penduduk dan tingkat pertumbuhannya

Struktur dan komposisi perumahan

Tingkat pendapatan masyarakat

Budaya dan perilaku masyarakat

2.3 Penyebab
Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki
karakteristik yang berbeda-beda.

Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.

Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan


kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada
berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh
ekosistem.

Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya


seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air

limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh


pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.

Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum

pencemaran air oleh sampah

Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan

2.4 Akibat

Dapat menyebabkan banjir

Erosi

Kekurangan sumber air

Dapat membuat sumber penyakit

Tanah Longsor

Dapat merusak Ekosistem sungai

Kerugian untuk Nelayan

2.5 Peranan Ilmu Kimia Lingkungan antara lain:

Mempelajari sifat dan fungsi bahan kimia dalam lingkungan hidup.

Mempelajari dan menelaah bahan kimia terhadap suatu komponen lain dan
terhadap Lingkungan Hidup secara menyeluruh, terutama jika bahan kimia
itu

tersebar

dan

berkontaminasi

dengan

lingkungan,

sehingga

keseimbangan terganggu.

Menentukan jumlah batas penyebaran bahan kimia dalam lingkungan agar


tidak memberikan gangguan terhadap kelestarian lingkungan dan
kesejahteraan manusia.

Merekomendasikan hasil penelitian dan percobaan kepada pengelola


Lingkungan Hidup atau kepada masyarakat pada umumnya.

Bab III
Penutup
3.1

Kesimpulan
Pencemaran air merupakan masalah global utama yang membutuhkan

evaluasi dan revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat (dari tingkat
internasional hingga sumber air pribadi dan sumur). Telah dikatakan bahwa polusi
air adalah penyebab terkemuka di dunia untuk kematian dan penyakit, dan tercatat
atas kematian lebih dari 14.000 orang setiap harinya. Diperkirakan 700 juta orang
India tidak memiliki akses ke toilet, dan 1.000 anak-anak India meninggal karena
penyakit diare setiap hari. Sekitar 90% dari kota-kota Cina menderita polusi air
hingga tingkatan tertentu, dan hampir 500 juta orang tidak memiliki akses
terhadap air minum yang aman. Ditambah lagi selain polusi air merupakan
masalah akut di negara berkembang, negara-negara industri/maju masih berjuang
dengan masalah polusi juga. Dalam laporan nasional yang paling baru pada
kualitas air di Amerika Serikat, 45 persen dari mil sungai dinilai, 47 persen dari
danau hektar dinilai, dan 32 persen dari teluk dinilai dan muara mil persegi
diklasifikasikan sebagai tercemar.
Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan
antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air
minum, dan/atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk
mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti
gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan
perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air.
Pengendapan

asam

mengancam

kelestarian

lingkungan.

Melihat

ketergantungan seluruh kehidupan kepada air, maka pencemaran sungai, danau


dan lautan menjadi masalah lingkungan yang penting. Salah satu masalah serius
mengenai kualitas air adalah pengedapan asam

3.2 Saran

Limbah dapat dikurangi dan dimanfaatkan dengan cara daur ulang limbah
(recycle) dan pemanfaatan ulang limbah (reuse).
Usaha Mengurangi Limbah dalam Kehidupan Sehari-Hari adalah sebagai
berikut.
3.2.1

Reuse yaitu menggunakan kembali barang bekas tanpa pengolahan bahan.

3.2.2 Recycle yaitu mengolah kembali limbah untuk menghasilkan produk yang
berguna.
3.2.3 Reduce yaitu perilaku yang mengurangi produksi sampah, contoh: membawa tas
dari rumah apabila berbelanja, sehingga tidak perlu meminta tas plastik dari
penjual.
3.2.4

Replace yaitu mengubah kebiasaan menggunakan bahan yang mempunyai sifat


sukar diolah dan menggantikan dengan bahan yang bisa dipakai ulang.

3.2.5

Refill yaitu mengisi kembali wadah-wadah produk yang dipakai

3.2.6

Repair yaitu melakukan perawatan dan pemeliharaan barang yang di pakai agar
tidak menambah produk limbah.

Daftar Pustaka
Kirana, Candra,dkk. 2006. Biologi Untuk SMA / MA Kelas X. Jawa Tengah: Viva
Pakarindo
Kristanto, Philip,dkk. 2004. Ekologi Industri. Yogyakarta: Andi
Reece, Cample,dkk. 2006. Biologi Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Yahya, Harun. 2004. Kesempurnaan Penciptaan Atom. Jawa Barat: Zikra
id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_ai