Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN PBL

NAMA KELOMPOK :
ARNI MARTINI
ARY AMALLYA
AYU SUHERNI
BEBY YOLANDA
DEWI SINTA NADEAK
DITA YUSNI MAISYAROH
LIANI MORA SARI NASUTION
MARIA ANGELINA SITORUS
MELSIPA SIREGAR
NOVRIDA SEMBIRING
SANTI HUTAGAOL
SEREVINA MARPAUNG
SOPHIA INDRIANI NASUTION
OLEH :
KELOMPOK 4 GELOMBANG I

PENDAHULUAN

Desa Saentis terletak di Kecamatan Percut Sei Tuan


merupakan desa padat penduduknya. Desa ini terdiri dari 20
dusun dan dipimpin oleh kepala lorong dari masing-masing
dusun tersebut. Dusun X lorong suka hati dengan 103 KK
( kepala keluarga), dusun XI lorong mulia 120 KK, dusun XII
lorong wonosari 70 KK dan dusun XIII lorong Samiaji 150
KK.

Mata pencaharian yang lebih dominan di desa ini adalah


pekerja perkebunan, pedagang, kuli bangunan dan ibu rumah
tangga. Pada umumnya penduduk di desa ini kurang peduli
terhadap kesehatan.

PEMERIKSAAN YANG DILAKUKAN


1.

KOLESTEROL, GLIKOSA DARAH DAN ASAM URAT

Metode

: Stik

Cara Kerja

1)

Siap kan alat dan strip untuk pemeriksaan yang dilakukan jika alat
tersebut hanya ada 1 jangan lupa setiap pergantian strip untuk
pemeriksaan yang lain chip terlebih dahulu di pasang

2)

Masukkan strip tes, alat akan hidup secara otomatis

3)

Alat akan menunjukkan nomor kode dan tanda tetesan darah

4)

Lalu bersihkan jari pasien yang akan di tusuk dengan kapas


alcohol, tekan sedikit jari pasien agar lebih mudah darah keluar,
setelah itu tusuk dengan lanset.

5)

Setelah darah keluar, tempelkan ujung test strip pada darah


sampai ada bunyi yang menandakan sempel sudah cukup, alat
akan membaca hasil

6)

Hasil akan muncul pada layar dalam 3 menit (kolesterol), 10 detik


(glukosa darah/as. Urat)

7)

Baca hasil pada alat tersebut

Rujukan Nilai :
Kolesterol :< 200 mg/dl
Glukosa darah :
Glukosa Darah (Puasa)

: < 120 mg/dl

Glukosa Darah (2 jam PP): 100-120 mg/dl


Glukosa Darah Adrandom: < 200 mg/dl
Asam Urat :
Wanita : 2,6-6,0 mg/dl
Laki-laki : 3,5-7,0 mg/dl

2.

HEMOGLOBIN (Hb)

Metode

: Sahli

Prinsip

: Hb ditambah HCL 0,1 N akan membentuk acid

hematin yang berwarna coklat. Di tetesi dengan aquadest hingga


sama dengan warna standart.

Cara Kerja

1)

Di pipet larutan HCl 0,1 N sebanyak angka 2 pada tabung reaksi

2)

Tambahkan 20 ul darah, campurkan pada larutan tersebut

3)

Biarkan selama 3 menit

4)

Setelah itu tambahkan aquadest sampai warna berubah dan


menyerupai warna standar

5)

Lihat hasil

Rujukan Nilai

: Perempuan
Laki-laki

: 12-14 gr%

: 13-16 gr%

3.

GOLONGAN DARAH DAN RHESUS (Rh)

Prinsip

: Aglutinasi

Cara kerja

1)

Sediakan objek glas yang bersih

2)

Bersihkan ujung jari dengan alkohol lalu tusuk

3)

Kemudian tetes kan darah pada slide

4)

Tambahkan anti sera A, B, dan Rh

5)

Homogenkan, lalu lihat aglutinasi nya

Rujukan Nilai :
Gol A

: terjadi aglutinasi A

Gol B

: terjadi aglutinasi B

Gol AB

: terjadi aglutinasi A dan B

Gol O

: tidak terjadi aglutinasi

Rh +

: terjadi aglutinasi pada anti Rh

5.

PROTEIN URINE

Metode

: Asam Asetat

Prinsip

: Pemeriksaan protein di dasarkan pada pengendapan protein

yang ada pada pemanasan dalam suasana asam

Cara kerja :

1)

Tampung urine dalam wadah yang sudah di siapkan

2)

Masukkan urine ke dalam tabung reaksi 3 ml

3)

Panaskan pada waterbath atau diatas Bunsen selama 5 menit, apbila terlihat
kekeruhan atau gumpalan, tetesi dengan asam asetat 6% sebanyak 5 tetes

4)

Panaskan kembali , angkat dan baca hasil

Rujukan Nilai:
(-)

: Tetap jernih

(+++)

: Berkeping-keping

(+)

: Keruh

(++++)

: Menggumpal dan padat

(++)

: Keruh dengan Butir-butir

4.

GLUKOSA URINE

Metode

: Benedict

Prinsip

: Dalam suasana alkali di tambah dengan pemanasan

glukosa sebagai reduktor akan mereduksi ion supri menjadi cupro


dengan hasil terjadi CuO yang berwarna kuning atau Cu2O yang
berwarna merah tergantung dari jumlah glukosa yang terdapat dalam
urie

Cara kerja

1.

Tampung urine dalam wadah yang sudah di siapkan

2.

Isi 5 ml reagen benedict ke dalam tabung,

3.

Tambahkan 2 ml (4 tetes) urine , campurkan dan panaskan dalam


waterbath atau diatas Bunsen lebih kurang 5 menit

4.

Angkat dan baca hasil.

Rujukan Nilai

(-)

: Biru/ hijau

(+++)

: Jingga

(+)

: Hijau Kekuningan

(++++) : Merah Bata

(++)

: Kuning

ASAM URAT (GOUT


ARTHRITIS)
Dusun X-XIII Desa Saentis Kecamatan Percut Sei
Tuan Kabupaten Deli Serdang, Kota Medan.

ASAM URAT

Asam urat merupakan sebutan orang awam untuk rematik pirai (gout
arthritis).

Asam

urat adalah zat hasil akhir dari metabolisme purin yakni

guanine, dengan adanya guanine deaminase dimana guanine dirubah


menjadi xanthine oxidase dirubah lagi menjadi asam urat. Asam urat
dihasilkan dari pemecahan dan sisa-sisa pembuangan dari bahan
makanan tertentu yang mengandung nulkleotida purin yang diproduksi
oleh tubuh. Sebagian besar manusia membuang cukup asam urat di
dalam urine untuk mempertahankan agar kadarnya menurun , yang
merupakan suatu kecenderungan untuk membuang asam urat kurang
baik dari orang normal.

KLASIFIKASI ASAM URAT


Menurut Ns. Arif Muttaqin, S.Kep (2008) klasifikasi gout dibagi
menjadi dua yaitu:

Gout Primer
Gout primer dipengaruhi oleh faktor genetik.Terdapat produksi /
sekresi asam urat yang berlebihan dan tidak diketahui penyebabnya.

Gout Sekunder
Gout sekunder dapat disebabkan oleh dua hal yaitu Produksi asam
urat yang berlebihan dan sekresi asam urat yang berkurang.

FAKTOR PENYEBAB TINGGINYA ASAM


URAT
1.

Produksi asam urat dalam tubuh meningkat

2.

Pembuangan asam urat yang sangat berkurang

3.

Gangguan atau kelainan pada ginjal

4.

Penyebab lain

Suku Bangsa dan ras tertentu

Kegemukan / obesitas

Kelainan kongenital

Intoleransi fruktosa, penyakit penimbunan glikogen dan


defisiensi Glukosa-8-Phospat Dehidrogenase (G8PD)

PROSES TERJADINYA PENYAKIT ASAM


URAT

Konsumsi zat yang mengandung purin secara berlebihan

Zat purin dalam jumlah banyak masuk dalam tubuh, kemudian


melalui metabolismeberubah menjadi asam urat

Kadar sam urat dalam tubuh meningkat, sehingga ginjal tidak


mampu membuang kelebihan asam urat

Kristal asam urat yang berlebih menumpuk di persendian

Akibatnya sendi kita terasa nyeri, membengkak, meradang, panas


dan kaku

GAMBARAN SERANGAN GOUT (ASAM


URAT)
Berikut empat tahap berkembangnya gout (asam urat) :

Asimptomatik

Akut

Interkritikal

Kronis

GEJALA
Tanda awal terserang gout ialah rasa nyeri mendadak di persendian
dan pangkal ibu jari kaki, warna merah dan bengkak pada
persendian disertai demam

Biasanya serangan gout mendadak (kebanyakan menyerang pada


malam hari).

sendi-sendi yang terserang tampak merah, mengilat, bengkak, kulit


diatasnya terasa panas disertai rasa nyeri yang hebat dan
persendian sulit digerakkan.

suhu badan menjadi demam, kepala terasa sakit, nafsu makan


berkurang dan jantung berdebar.

CIRI-CIRI ASAM URAT


kriteria diagnostik untuk asam urat adalah :

Adanya kristal urat yang khas dalam cairan sendi.

Thopus terbukti mengandung kristal urat berdasarkan pemeriksaan kimiawi dan


mikroskopik dengan sinar terpolarisasi.

Lebih dari sekali mengalami serangan artthritis akut.

Terjadi peradangan secara maksimal dalam satu hari.

Oligorthritis (jumlah sendi yang meradang kurang dari 4).

Kemerahan di sekitar sendi yang meradang.

Sendi metatarsophalangeal pertama (ibu jari kaki) terasa sakit atau membengkak.

Serangan unilateral (satu sisi) pada sendi metatarsophalangeal pertama.

Serangan unilateral pada sendi tarsal (jari kaki).

Thopus (deposit besar dan tidak teratur dari natrium urat) di kartilago artikular (tulang
rawan sendi) dan kapsula sendi.

Hiperuricemia (kadar asam urat dalam darah lebih dari 7,5 mg/dL).

Pembengkakan sendi secara asimetris (satu sisi tubuh saja).

Serangan arthritis akut berhenti secara menyeluruh.

BAHAYA ASAM URAT


Jika kadar asam urat terlalu tinggi dalam darah, maka organorgan tubuh akan terganggu dan bahkan rusak, terutama
organ ginjal. Hal ini terjadi karena saringan pada ginjal akan
tersumbat.
Dapat menyebabkan gagal ginjal dan jantung koroner akibat
dari rusaknya pembuluh darah.

KOMPLIKASI
Komplikasi yang sering terjadi akibat gout
arthritis antara lain :

Erosi, deformitas dan ketidakmampuan aktivitas karena inflamasi


kronis dan tofi yang menyebabkan degenerasi sendi.

Hipertensi dan albuminuria.

Kerusakan tubuler ginjal yang menyebabkan gagal ginjal kronik.

DIAGNOSA
Untuk memastikan seseorang terkena gout,
dapat dilakukan pemeriksaan berikut ini,

Pemeriksaan kadar asam urat di dalam darah.


NN : Laki laki = 3,4 7 mg/dL
Perempuan = 2,4 6 mg/dL
Diharapkan kadar asam urat yang stabil di dalam darah adalah 5 mg/dL

Pemeriksaan kadar asam urat dalam urin per 24 jam,


Kadar asam urat dalam urin berlebihan jika kadarnya lebih dari 800 mg/24 jam
pada diet biasa atau lebih dari 600 mg/24 jam pada diet bebas purin.

Pemeriksaan cairan sendi.

Sinar X
Guna mengetahui adanya kerusakan pada tulang dan tulang rawan

MAKANAN PANTANGAN BAGI PENDERITA PENYAKIT


ASAM
URAT:

Jeroan, Seafood, Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden), Daging
kambing, daging sapi, daging kuda, Bebek, angsa dan kalkun

Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe, tauco, oncom,
susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping

Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong, daun
pepaya, kangkung

Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental

Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa

Makanan

yang

digoreng

atau

bersantan

atau

dimasak

dengan

menggunakan

margarin/mentega

Makanan kaya protein dan lemak Selain pantangan makanan di atas, penderita asam urat
juga harus banyak minum air putih (terutama bagi mereka yang mempunyai batu ginjal).
Air putih akan membantu mengeluarkan kristal asam urat dari dalam tubuh melalui urine.

TIPS TAMBAHAN BAGI PENDERITA ASAM URAT:

Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti kentang, yogurt, dan pisang

Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan strawberry

Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing
wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat

Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi

Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis,
gulali dan sirup

Jangan minum aspirin

Jangan bekerja terlalu keras / kelelahan

Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi
pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup

Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan.

PENGOBATAN
a.

Obat Tradisional Asam Urat

Sirsak dimakan begitu saja atau dijuice, dimakan/minum tiap


hari

b.

Diet bagi penderita asam urat

Pembatasan purin

Kalori sesuai kebutuhan

Tinggi karbohidrat

Rendah protein

Rendah lemak

Tinggi cairan

Tanpa Alkohol

DATA PASIEN DAN NILAI ASAM URAT


DUSUN X LORONG SUKA HATI
N0.

NAMA

L/P

USIA

NILAI ASAM
URAT mg/dl

1.

S-01

39 Tahun

3,0 mg/dl

2.

S-02

59 Tahun

12,1 mgdl

3.

S-03

43 tahun

2,9 mg/dl

4.

S-04

49 Tahun

3,1 mg/dl

5.

S-05

29 Tahun

7,0 mg/dl

6.

S-06

45 Tahun

2,9 mg/dl

7.

S-07

38 Tahun

2,7 mg/dl

DUSUN XI LORONG MULIA


N0.

NAMA

L/P

USIA

NILAI ASAM
URAT mg/dl

1.

M-01

65 Tahun

3,6 mg/dl

2.

M-02

63 Tahun

4,0 mg/dl

3.

M-03

55 Tahun

5,5 mg/dl

4.

M-04

54 Tahun

6,3 mg/dl

5.

M-05

57 Tahun

2,0 mg/dl

6.

M-06

45 Tahun

2,9 mg/dl

7.

M-07

57 Tahun

4,4 mg/dl

DUSUN XII LORONG WONOSARI


NO

NAMA

L/P

USIA

1.

W-01

74 Tahun

NILAI ASAM
URAT mg/dl
5,7 mg/dl

2.

W-02

52 Tahun

8,1 mg/dl

3.

W-03

28 Tahun

2,6 mg/dl

4.

W-04

28 Tahun

3,6 mg/dl

5.

W-05

61 Tahun

5,1 mg/dl

6.

W-06

54 Tahun

4,1 mg/dl

7.

W-07

49 Tahun

5,8 mg/dl

8.

W-08

62 Tahun

3,0 mg/dl

9.

W-09

47 tahun

3,5 mg/dl

10.

W-10

64 Tahun

6,8 mg/dl

DUSUN XIII LORONG SAMIAJI


NILAI ASAM URAT

NO

NAMA

L/P

USIA

1.

S-01

67 tahun

2,9 mg/dl

2.

S-02

47 tahun

3,6 mg/dl

3.

S-03

57 tahun

4,7 mg/dl

4.

S-04

61 tahun

6,2 mg/dl

5.

S-05

53 tahun

5,7 mg/dl

6.

S-06

61 tahun

5,3 mg/dl

7.

S-07

52 tahun

3,0 mg/dl

8.

S-08

44 tahun

4,9 mg/dl

9.

S-09

34 tahun

6,4 mg/dl

10.

S-10

63 tahun

7,9 mg/dl

mg/dl

NO

NAMA

L/P

USIA

NILAI ASAM URAT


Mg/dl

11

S-11

48 Tahun

3,0 mg/dl

12

S-12

70 Tahun

9,3 mg/dl

13

S-13

38 Tahun

3,5 mg/dl

14

S-14

34 Tahun

5,3 mg/dl

15

S-15

59 Tahun

6,6 mg/dl

16

S-16

62 Tahun

5,9 mg/dl

17

S-17

41 Tahun

5,7 mg/dl

18

S-18

39 Tahun

3,1 mg/dl

19

S-19

45 Tahun

3,1 mg/dl

20

S-20

39 Tahun

2,6 mg/dl

21

S-21

39 Tahun

2,6 mg/dl

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pemeriksaan asam urat pada 50


sampel Masyarakat di Dusun X-XIII Desa Saentis maka diperoleh
kesimpulan :

Dusun X : dari 7 orang yang diperiksa terdapat 1 orang dengan kadar


asam urat tidak normal

Dusun XI : dari 7 orang yang diperiksa terdapat 1 orang dengan kadar


asam urat tidak normal.

Dusun XII : dari 10 orang yang diperiksa terdapat 2 orang dengan kadar
asam urat tidak normal

Dusun XIII : dari 21 orang yang diperiksa terdapat 4 orang dengan kadar
asam urat tidak normal

Jadi, dari 45 orang yang diperiksa terdapat 8 orang dengan kadar asam
urat tidak normal.

SARAN

Setelah melakukan pemeriksaan kadar asam urat pada masyarakat


di Dusun X-XIII Desa Saentis maka penulis menyarankan beberapa
hal yang perlu diperhatikan yaitu :

a.

Memeriksa kadar asam urat secara rutin dan berkala di pusat-pusat


kesehatan terdekat seperti puskesmas, laboratorium maupun rumah
sakit.

b.

Membatasi diri dari makanan yang tinggi purin serta mengurangi


konsumsi makanan jeroan, seafood dan kacang;kacangan.

c.

Membiasakan diri dengan pola hidup sehat seperti olahraga dan


banyak konsumsi air putih.

TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai