Anda di halaman 1dari 8

Dinamika Persaingan Rumah Sakit

Case Study Rumah Sakit Hermina – Bekasi

(Oleh : Trenggono S)

I. Latar Belakang Masalah

Bisnis rumah sakit saat ini mengalami persaingan yang ketat dengan semakin

mudahnya perijinan pendirian rumah sakit swasta. Lokasi rumah sakit – rumah sakit saat

ini sudah tidak lagi mempertimbangkan jarak antar rumah sakit, sehingga persaingan

sangat mengandalkan pada kualitas layanan, biaya perawatan dan tenaga medis yang

terdapat didalamnya. Akibat persaingan yang ketat ini, rumah sakit dituntut untuk

membuat inovasi dan strategi untuk mendapatkan pelanggan/pasien, bila gagal

berkompetisi maka akan mengakibatkan ditutupnya operasional rumah sakit tersebut.

Persaingan dalam industri jasa rumah sakit meliputi persaingan untuk perawatan

pasien inap, jasa dokter dan jasa apotek, sehingga dinamika persaingan yang terjadi

adalah kompetisi multipoint. Adapun segment pasar yang dilayani oleh rumah sakit –

rumah sakit ini bervariasi dari segmen penduduk dengan pendapatan rendah – tinggi.

Dalam tulisan ini, akan dianalisis strategi dan inovasi sebuah rumah sakit swasta

yaitu RS Hermina, pada khusunya RS Hermina Bekasi yang harus bersaing secara ketat

dengan rumah sakit lain di Bekasi dalam mendapatkan pelanggannya.

II. Prospek Bisnis Rumah Sakit Di Indonesia

Prospek bisnis rumah sakit di Indonesia saat ini masih memberikan peluang bagi

berbagai pihak untuk mendirikan dan mengoperasikan rumah sakit yang bersifat umum
maupun spesialisasi khusus. Prospek bisnis rumah sakit di Indonesia sangat baik,

didasarkan argumen :

1) Tingkat kesejahteraan masyarakat semakin meningkat yang dapat dilihat

dari angka GNP, sehingga diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan

layanan kesehatan yang lebih baik.

2) Masih banyaknya masyarakat yang berobat ke luar negeri diantaranya ke

Singapura karena kebutuhan layanan dokter dan rumah sakit yang prima

3) Perkembangan wilayah-wilayah pemukiman baru dengan pertumbuhan

penduduk dan peningkatan taraf hidup yang berkembang cepat

4) Banyaknya tenaga kerja asing dan turis yang datang ke Indonesia,

sehingga membutuhkan rumah sakit yang memiliki standar yang baik

5) Perijinan pendirian rumah sakit dari pemerintah yang lebih sederhana

Berdasarkan argumen tersebut, terbuka peluang bagi rumah sakit untuk membuka

dan menjalankan operasionalnya. Kunci persaingan dalam bisnis rumah sakit yang dapat

diidentifikasi oleh penulis adalah :

1) Kualitas dan kuantitas dokter yang melayani

2) Kualitas peralatan dan teknologi yang ditawarkan

3) Lokasi rumah sakit

4) Pengenalan nama rumah sakit

5) Kualitas pelayanan tenaga perawat

6) Kemudahan untuk pengurusan administrasi

7) Harga atau biaya perawatan yang ditawarkan


8) Segmen pasar yang dilayani

Hal penting yang harus dilakukan oleh rumah sakit untuk menjalankan

pelayanannya adalah :

1) Mengidentifikasi segmen masyarakat yang terdapat dalam radius

pelayanan

2) Menentukan target segmen yang menjadi fokus pelayanan

3) Menentukan posisioning yang jelas sehingga masyarakat mengetahui

bagaimana pelayanan yang dapat diberikan

4) Program-program pemasaran yang inovatif, karena saat ini rumah sakit

memiliki persaingan bisnis yang ketat sehingga diperlukan program

pemasaran yang mampu mendatangkan pelanggan/pasien bagi rumah

sakit tersebut.

III. Penjelasan Detail Mengenai Rumah Sakit Hermina

Dalam analisis kasus rumah sakit, dipergunakan RS Ibu dan Anak Hermina

sebagai obyek pembahasan. Rumah sakit ini dipilih sebagai obyek pembahasan karena

rumah sakit ini memiliki 8 buah rumah sakit, sehingga menarik untuk dianalisis

bagaimana strategi bersaing yang diterapkannya.

RSIA HERMINA Grup adalah Rumah Sakit swasta sosio-ekonomi yang

mengkhususkan diri dalam bidang pelayanan spesialistik kebidanan penyakit kandungan

dan kesehatan anak, serta ditunjang dengan unit-unit pelayanan spesialistik lainnya.

Fasilitas yang ditawarkan meliputi poliklinik, rawat jalan, rawat inap dan penunjang
medis dengan didukung oleh dokter-dokter spesialis antara lain : dokter spesialis

kebidanan dan kandungan, kesehatan anak dan penyakit dalam. RSIA Hermina Bekasi

tergabung dalam jaringan RSIA Hermina Group, tergabung di dalamnya RSIA Hermina

Jatinegara, RSIA Hermina Podomoro, RSIA Hermina Bekasi, RSIA Hermina Depok,

RSIA Hermina Daan Mogot, RSIA Hermina Bogor, RSIA Hermina Pasteur dan RSIA

Hermina Pandanaran.

Untuk mempertajam analisis persaingan RSIA Hermina, pembahasan akan

difokuskan pada RSIA Hermina Bekasi. Bahan untuk analisis rumah sakit ini didapatkan

dari informasi yang diambil dari website rumah sakit dan berdasarkan observasi

langsung. Lokasi RSIA Hermina Bekasi berdekatan dengan RS Mitra Keluarga Bekasi,

RSUD Bekasi dan RS Bhakti Kartini, dengan radius jarak kurang dari 5 kilometer. Bila

dilihat dari posisi persaingan pada keempat rumah sakit tersebut, maka RSIA Hermina

Bekasi memiliki pesaing utama RS Mitra Keluarga Bekasi karena memiliki segmen

pasar, target dan posisioning yang hampir sama.

Segmen pasar adalah ibu-ibu muda dan anak balita yang jumlahnya cukup besar

di kota Bekasi, sedangkan dari tingkat pendapatan keluarga, terdapat banyak penduduk

Bekasi memiliki tingkat pendapatan yang tergolong menengah – atas.

Target segmen yang dilayani oleh rumah sakit ini adalah ibu-ibu muda yang

sedang dalam masa kehamilan atau memiliki anak di usia balita dengan tingkat

pendapatan keluarga menengah – atas.

Posisioning yang dikembangkan adalah sebagai rumah sakit yang mengkhususkan

diri dalam bidang pelayanan spesialistik kebidanan penyakit kandungan dan kesehatan
anak. Posisioning ini hampir mendekati pesaing rumah sakit terdekat yaitu RS Mitra

Keluarga Bekasi yang memiliki posisoning sebagai rumah sakit keluarga.

Untuk menganalisis posisi bersaing rumah sakit-rumah sakit ini, dibuat matrik

profil kompetitif.

Tabel 1. Profil Kompetitif Rumah Sakit


RSIA Hermina RS Mitra Keluarga RSUD Bekasi RS Bhakti Kartini
Faktor Strategis Bobot
Rating Bobot Skor Rating Bobot Skor Rating Bobot Skor Rating Bobot Skor
Pengenalan nama 0.15 3 0.45 4 0.60 4 0.60 2 0.30
Lokasi 0.15 3 0.45 4 0.60 4 0.60 3 0.45
Fasilitas 0.15 3 0.45 3 0.45 3 0.45 2 0.30
Pelayanan 0.10 4 0.40 4 0.40 2 0.20 3 0.30
Pengurusan administrasi 0.10 3 0.30 3 0.30 3 0.30 3 0.30
Segmentasi Pasar 0.10 4 0.40 3 0.30 3 0.30 2 0.20
Kualitas Teknologi 0.10 3 0.30 3 0.30 2 0.20 2 0.20
Ketersediaan Dokter 0.10 4 0.40 4 0.40 3 0.30 2 0.20
Biaya perawatan 0.05 2 0.10 2 0.10 4 0.20 3 0.15
1 3.25 3.45 3.15 2.40

Berdasarkan profil kompetitif rumah sakit, RSIA Hermina bersaing dengan RS

Mitra Keluarga dalam hal pelayanan, fasilitas, kualitas teknologi, ketersediaan dokter,

serta segmentasi pasar yang jelas.

Untuk menggambarkan bagaimana peluang dan ancaman organisasi serta

kekuatan dan kelemahannya maka dilakukan Analisis SWOT.

Tabel 2. Matrik SWOT RSIA Hermina - Bekasi

IFAS Strengths (S) Weaknesses (W)


- Pengenalan nama - Lokasi kurang strategis
- Pelayanan yang baik - Biaya perawatan tinggi
- Fasilitas - Pangsa pasar rendah
EFAS - Ketersediaan dokter
- Segmen pasar yang
jelas
Opportunities (O) Strategi SO Strategi WO
- Peningkatan jumlah - Mengikuti - Posisioning pelayanan
penduduk perkembangan rumah sakit
- Peningkatan teknologi kedokteran - Merekrut tenaga
kebutuhan kualitas mengenai ibu dan anak dokter yang telah
layanan yang selalu terkini memiliki reputasi
- Perkembangan - Ketersediaan program- tinggi
teknologi kedokteran program yang menarik
- Ketersediaan dokter bagi para ibu
spesialis di pasar - Melakukan promosi
Treaths (T) Strategi ST Strategi WT
- Berdirinya rumah sakit - Bekerjasama dengan - Program-program
berstandar jaringan rumah sakit inovatif dengan target
internasional internasional ibu hamil dan anak
- Pelanggan yang - Peningkatan kualitas balita
semakin kritis terhadap layanan - Identifikasi pesaing
mutu layanan - Pembuatan program dan bench marking
- Pesaing yang memiliki untuk lebih dekat terhadap program dan
segmen pasar dan dengan pelanggan kualitas layanan
posisioning hampir
sama

IV. Program – Program Inovatif

Program-program inovatif yang ditawarkan oleh RS Hermina adalah :

1) Pembuatan galeri bayi Hermina pada web site RSIA Hermina, program ini

menarik bagi ibu-ibu yang baru melahirkan

2) Lomba balita sehat tahunan, merupakan media yang sangat efektif untuk

memperkenalkan rumah sakit sebagai rumah sakit ibu dan anak.

3) Konsultasi dokter melalui SMS, merupakan program terobosan yang

memungkinkan dokter lebih dekat dengan pasiennya

4) Menyelenggarakan seminar-seminar, merupakan media yang bagus untuk

promosi rumah sakit

Produk unggulan yang ditawarkan selain kesehatan ibu dan anak adalah :

1) Klinik andrologi, pemeriksaan masalah kemandulan dan seksualitas pria

2) Klinik menopouse
3) Klinik tumbuh kembang

4) Terapi akupuntur

Produk unggulan ini sangat bagus karena merupakan diferensiasi produk yang tidak

dimiliki oleh RS Mitra Keluarga Bekasi.

V. Kesimpulan Dan Rekomendasi

Persaingan bisnis rumah sakit di Indonesia semakin ketat, sehingga diperlukan

program-program inovatif untuk memenangkan persaingan. Beberapa program inovatif

yang ditawarkan oleh RSIA Hermina sebagai first-mover adalah untuk mempromosikan

rumah sakit, menjadit lebih dekat dengan pasien dan meluncurkan diferensiasi produk

yang tidak dimiliki oleh pesaing.

Beberapa saran yang dapat diberikan :

 Produk unggulan yang dimiliki oleh Hermina akan tererosi dikemudian hari,

karena rumah sakit lain juga akan mulai meluncurkan produk pelayanan yang

sama untuk menarik konsumen/pasien yang saat ini menjadi pelanggan RS

Hermina dengan keunggulan spesifik masing-masing runah sakit, sehingga

diperlukan dokter-dokter spesialis yang handal untuk memberikan diferensiasi

bagi produk layanan tersebut.

 Saran lain yang diberikan adalah bagaimana harga pelayanan yang diberikan

lebih kompetitif dibandingkan pesaing terdekat yaitu RS Mitra Keluarga dengan

cara menambah benefit kenyamanan pasien dengan biaya yang lebih rendah dari

rumah sakit pesaing. Tambahan benefit yang diusulkan antara lain : kamar
tunggu bagi keluarga pasien yang menginap dan kelengkapan yang baik pada

ruang kelas III.

 Melakukan inovasi peralatan dan spesialisasi pelayanan tertentu yang unggul di

masing-masing rumah sakit, sehingga dapat terjadi co-opetition dimana

kerjasama ini akan mengurangi resiko tingginya biaya investasi peralatan dan

persaingan merebutkan pasien secara tidak sehat.