Anda di halaman 1dari 6

TONSILITIS MEMBRANOSA

Tonsillitis membranosa adalah radang akut tonsil disertai pembentukan selaput atau
membrane pada permukaan tonsil yang dapat meluas kesekitarnya. Bila eksudat yang menutupi
permukaan tonsil yang bengkak menyerupai membran. Membran ini biasanya mudah diangkat
atau dibuang dan berwarna putih kekuning-kuningan.
1. Tonsillitis difteri
Frekuensi penyakit ini sudah menurun berkat keberhasilan imunisasi pada bayi dan anak.
Penyebab tonsillitis difteri ialah kuman Coryne bacterium diphteriae, kuman yang termasuk
dalam gram positif dan hidung disaluran nafas bagian atas yaitu hidung, faring, dan laring.
Tonsillitis difteri sering ditemukan pada anak berusia kurang dari 10 tahun dan
frekuensinya tertinggi pada usia 2 5 tahun walaupun pada orang dewasa masih mungkin
menderita penyakit ini.
Gejala dan Tanda
Dibagi kedalam tiga golongan;
a. Gejala umum, sama seperti dengan gejala infeksi lainnya seperti; kenaikan suhu, tidak
nafsu makan, badan lemah, nyeri kepala, nyeri menelan, dan nadi melambat.
b. Gejala Lokal, tampak tonsil membengkak ditutupi oleh bercak putih kotor yang semakin
lama semakin meluas dan membentuk membrane semu, kemudian meluas hingga
palatume mole, uvula, nasofaring, laring, trakea, dan bronkus yang dapat menghambat
saluran nafas. Bila penyakit ini berkembang terus kelenjar limfe leher akan membengkak
dan disebut dengan bull neck ( leher sapi ).
c. Gejala akibat eksotoksin, yang dikeluarkan oleh kuman yang dapat menimbulkan
kerusakan jaringan tubuh seperti jantung menjadi miokarditis sampai dekompensasi
kordis, kemudian mengenai safar cranial yang dapat menyebabkan kelumpuhan otot
palatum dan otot-otot pernafasan dan ginjal menimbulkan albuminuria.
Diagnosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinik dan pemerikasaan refarat
kuman yang diambil dari permukaan membrane semu dan didapatkan kuman
Corynebacterium diptheriae.

Terapi
-

Antibiotic Penicilin / Eritromicin 25 50 mg/ kgBB dalam 3 dosis selama 14 hari


Kortikosteroid 1,2 mg/kgBB per hari
Anti difteri serum (ADS) diberikan tanpa menunggu hasil kultur dengan dosis 20.000
sampai dengan 100.000 rb unit, tergantung dari umur dan berat penyakit.

Komplikasi
Dapat terjadi laryngitis difteri dengan cepat, membrane semu menjalar ke laring
dan menyebabkan sumbatan. Makin muda usia pasien makin cepat timbul komplikasi.
Kelumpuhan otot palatum mole, otot mata akomodasi , otot faring serta otot laring.
Albuminemia sebagai akibat komplikasi ke ginjal.

2. Tonsilitis Septik
Penyebab tonsillitis septic adalah Streptococcus hemoliticus yang terdapat dalam
susu sapi sehingga dapat timbul epidemic. Oleh karena di Indonesia susu sapi dimasak
dulu dengan cara pteurisasi sebelum diminum. Gejalanya antara lain demam tinggi, sakit
sendi, malaise, nyeri kepala, mual dan muntah. Tanda klinis yaitu mukosa faring dan
tonsil hiperemis, bercak putih, edema sampai uvula, mulut bau. Terapi yaitu pemeberian
antibiotic dan terapi simptomatik.

3. Angina Plaut Vincent ( Stomatitis Ulsero Membranosa )


Penyebabnya adalah bakteri spinochaeta atau triponema yang didapatkan pada
penderita dengan hygiene mulut yang kurang dan defisiensi vitamin C.
Gejala
Demam sampai 39 C, nyeri kepala, badan lemah, gangguan pencernaan, nyeri
dimulut, hipersalivasi, gigi dan gusi mudah berdarah.
Pemeriksaan
Mukosa mulut dan faring hiperemis, tampak membrane putih keabuan diatas
tonsil, uvula, dinding faring, gusi serta prosesus alveoluris, mulut berbau dan kelenjar sub
mandibula membesar.

Terapi
Antibiotika spectrum luas selama 1 minggu. Memperbaiki hygiene mulut. Vitamin
C dan vitamin B kompleks.

4. Penyakit Kelaianan Darah


Tidak jarang tanda pertama leukemia akut, angina agranulositosis dan infeksi
mononucleosis timbul difaring atau di tonsil yang tertutup membrane semu. Kadang
kadang terdapat perdarahan di selaput lender dan mulut dan faring serta pembesaran
submandibula.
Leukemia Akut
Gejala pertama berupa epistaksis, perdarahan di mukosa mulut, gusi dan di bawah
kulit sehingga bercak kebiruan. Tonsil bengkak ditutupi membrane semu tetapi tidak
hiperemis dan rasa nyeri yang hebat di tenggorok.

Angina Agranulositosis
Penyebabnya adalah akibat keracunan obat dari golongan amidopirin, sulfa dan
asren. Pada pemeriksaan tampak ulkus di mukosa mulut dan faring serta di sekitar ulkus
tampak gejala radang. Ulkus ini juga dapat ditemukan di genitalia dan saluran cerna.

Infeksi Mononukleosis
Pada penyakit ini terjadi tonsilo faringitis ulsero membranosa bilateral. Membran
semu yang menutupi ulkus mudah diangkat tanpa timbul perdarahan. Terdapat
pembesaran kelenjar limfa leher, ketiak dan regioinguinal. Gambaran darah khas yaitu
terdapat leukosit mononukleus dalam jumlah besar. Tanda khas lain adalah kesanggupan
serum pasien untuk beraglutinasi terdapat sel darah merah domba ( reaksi Paul Bunnel ).