Anda di halaman 1dari 11

BAB 5

HASIL PENELITIAN

Penelitian ini merupakan hasil suatu kajian dari lapangan tentang gambaran
tingkat pengetahuan penderita Hipertensi di Puskesmas Sempaja Samarinda
khususnya penderita yang berkunjungan di poli umum dan poli lansia. Sampel yang
diperoleh sebanyak 41 orang dengan mengalami pengurangan 6 orang dari hasil
keseluruhan 35 orang dikarenakan sampel memenuhi kriteria eksklusi pada saat
dilakukan penelitian. Penelitian telah dilakukan wawancara dan pengukuran tingkat
pengetahuan menggunakan kuesioner.

5.1

Analisa Data

5.1.1

Karakteristik Pasien Hipertensi

5.1.1.1 Distribusi Penderita Hipertensi Berdasarkan Klasifikasi JNC VII


Karakteristik pasien hipertensi yang berkunjung ke poli umum dan poli lansia di
Puskesmas Sempaja dapat dilihat pada grafik 5.1.11. berikut ini

Gambar 5.1.1.1
Distribusi
Tekanan
Darah
Pasien
Hipertensi
yang
berkunjung
di
Puskesmas
Sempaja

Gambar 5.1.1.1 memperlihatkan bahwa distribusi tekanan darah pasien hipertensi yang
berkunjung di Puskesmas Sempaja berdasarkan JNC VII, yaitu yang menderita pre hipertensi
sebanyak 2 orang (6%), hipertensi grade 1 sebanyak 19 orang (54%) dan hipertensi grade 2
sebanyak 14 orang (40%).
5.1.1.2 Distribusi Penderita Hipertensi Berdasarkan Jenis Kelamin

Gambar 5.1.1.2 Distribusi


Tekanan Darah
Pasien yang
berkunjung
berdasarkan jenis
kelamin di
Puskesmas
Sempaja

Dari

gambar

5.1.3 diatas menunjukkan bahwa jenis kelamin penderita hipertensi yang paling banyak
berkunjung yakni perempuan dengan jumlah 27 responden (77%) dan laki-laki berjumlah 8
responden (23%).

5.1.1.3 Distribusi Penderita Hipertensi Berdasarkan Pendidikan Terakhir


Gambar 5.1.1.3 Distribusi Tekanan Darah Pasien yang berkunjung ke Puskesmas Sempaja
berdasarkan Pendidikan Terakhir.

Dari hasil pengisian kuesioner terhadap 35 responden, menunjukkan bahwa


responden yang paling banyak yakni berpendidikan SMP berjumlah 13 responden
dengan presentase 37%, diikuti dengan pendidikan SMA yang berjumlah 12
responden dengan presentase 34%, pendidikan SD berjumlah 7 responden dengan
presentase 20%, pendidikan S1 berjumlah 2 responden dengan presentase 6% dan
pendidikan S2 berjumlah 1 responden dengan presentase 3%.

5.1.2

Pengetahuan terhadap Gejala Penyakit Hipertensi

5.1.2.1.Distribusi Pengetahuan terhadap gejala penyakit pada penderita hipertensi

G
e
ja
lP
e
n
y
a
k
it

T
i
n
g
k
a
t
P
e
n
g
e
t
a
h
u
a
n
P
e
n
d
e
r
i
t
a
H
i
p
e
r
t
n
s
i
t
e
r
h
a
d
p
G
e
j
a
l
P
e
n
1
0
9
8

7
6
5
4
3
2
1
02
04
0Per6
0
8
0
1
0
s
e
n
ta
s
e

Keterangan:

1: Sakit kepala
2: Pusing

3: Leher kaku
4: Sulit Tidur

5: Mudah Lelah

6: Penglihatan kabur
7: Jantung berdebar- debar
8: Sakit di dada
Gambar 5.1 Distribusi Pengetahuan Penderita Hipertensi Terhadap Gejala Penyakit

Dari gambar 5.1.2.1 memperlihatkan pengetahuan penderita hipertensi terhadap gejala penyakit
hipertensi di Puskesmas Sempaja Samarinda dari hasil wawancara pertama dan kedua dimana
gejala yang paling banyak diketahui penderita yaitu sakit kepala dimana pada wawancara I yaitu

32 responden (91,14 %), sedangkan pada wawancara II bertambah sebanyak 35 responden


(100%), gejala berikutnya yaitu pusing dimana pada wawancara I sebanyak 30 responden (85,71
%) dan pada wawancara II bertambah sebanyak 31 responden (88,57 %), dan berikutnya yaitu
gejala Leher kaku dimana pada wawancara I sebanyak 29 responden (82,86 %) sedangkan pada
wawancara II meningkat sebanyak 35 responden (100 %), berikutnya gejala sulit tidur dimana
pada wawancara I sebanyak 19 responden (54,29%) sedangkan pada wawancara II meningkat
menjadi 25 responden (71,43%),gejala berikutnya yaitu mudah lelah yang diketahui responden
pada wawancara I sebanyak 17 responden (48,57 %) dan pada wawancara II menurun menjadi
14 responden (40 %), selanjutnya gejala penglihatan kabur sebanyak 14 responden (40 %) pada
wawancara I dan pada wawancara II meningkat menjadi 24 responden (68,57 %), selanjutnya
gejala jantung berdebar- debar sebanyak 13 responden (37,14 %) pada wawancara I, dan
meningkat sebanyak 16 responden (45,71 %) pada wawancara II, dan yang paling sedikit
diketahui responden pada wawancara I yaitu gelaja sakit di dada yaitu sebanyak 11 responden
(31,43 %) bertambah menjadi 23 responden (65,71 %) pada wawancara II.

5.1.2.2 Gambaran Tingkat Pengetahuan terhadap gejala penyakit pada penderita


hipertensi
Tabel 5.1 Gambaran Tingkat Pengetahuan terhadap gejala penyakit

Tingkat
Pengetahuan

Wawancara I

Wawancara II

Jumlah

Persentase (%)

Jumlah

Perentase (%)

Baik

19

54,29

19

54,29

Kurang Baik

16

45,71

16

45,71

Total

35

100

35

100

Sumber : Olahan Data Primer

Dari hasil pengisian kuesioner tentang gejala penyakit hipertensi terhadap


35 responden di Puskesmas Sempaja Samarinda, menunjukkan bahwa responden
dengan tingkat pengetahuan yang tetap dari wawancara pertama dan kedua,

dimana tingkat pengetahuan baik sebanyak 19 responden (54,29 %) dan tingkat


pengetahuan kurang baik yaitu sebanyak 16 responden (45,71 %).

T
i
n
g
k
a
t
P
e
n
g
e
t
a
h
u
a
n
P
e
n
d
e
r
i
t
a
H
i
p
e
r
t
n
s
i
t
e
r
h
a
d
p
M
o
d
i
f
k
a
s
i
G
y
d
u
8
7

6
5
W
a
w
n
c
a
r
2
1
4
3
2
102
04
06
0Perse8
0
1
0
1
2
0
n
ta
s
e
5.1.3

Pengetahuan terhadap Modifikasi Gaya Hidup

M
o
d
ifk
a
s
iG
a
yH
id
u
p

5.1.3.1 Distribusi Pengetahuan terhadap modifikasi gaya hidup pada penderita hipertensi

Gambar 5.1 Distribusi Pengetahuan Penderita Hipertensi Terhadap Modifikasi Gaya Hidup
Keterangan

1: Membatasi Konsumsi Garam berlebihan


2: mengkonsumsi buah-buahan
3: Mengkonsumsi sayuran
4: Membatasi konsumsi makanan berlemak
5: Berolahraga secara teratur
6: Mengurangi Berat Badan
7: Tidak Merokok
8: Membatasi konsumsi alkohol

Dari gambar 5.1.2.1 memperlihatkan pengetahuan penderita hipertensi terhadap modifikasi gaya
hidup di Puskesmas Sempaja Samarinda dari hasil wawancara pertama dan kedua dimana gejala
yang paling banyak diketahui penderita yaitu membatasi konsumsi garam berlebihan dimana
pada wawancara I yaitu 34 responden (97,14 %), sedangkan pada wawancara II berkurang
sebanyak 32 responden (91,43%), gejala berikutnya yaitu mengkonsumsi buah- buahan dimana
pada wawancara I sebanyak 30 responden (85,71 %) dan pada wawancara II bertambah sebanyak
31 responden (88,57 %), dan berikutnya yaitu gejala mengkonsumsi sayuran dimana pada
wawancara I sebanyak 30 responden (85,71 %) sedangkan pada wawancara II berkurang
sebanyak 28 responden (80 %), berikutnya gejala membatasi konsumsi makanan berlemak
dimana pada wawancara I sebanyak 29 responden (82,86%) sedangkan pada wawancara II
meningkat menjadi 33 responden (94,29%),gejala berikutnya yaitu berolahraga secara teratur
yang diketahui responden pada wawancara I sebanyak 29 responden (77,14 %) dan pada
wawancara II bertambah menjadi 33 responden (91,43 %), selanjutnya mengurangi berat badan
sebanyak 24 responden (68,57 %) pada wawancara I dan pada wawancara II meningkat menjadi
32 responden (91,43 %), selanjutnya tidak merokok sebanyak 21 responden (60 %) pada
wawancara I, dan meningkat sebanyak 30 responden (85,71 %) pada wawancara II, dan yang
paling sedikit diketahui responden pada wawancara I yaitu membatasi konsumsi alkohol yaitu
sebanyak 17 responden (48,57 %) bertambah menjadi 25 responden (71,43 %) pada wawancara
II.

5.1.3.2 Gambaran Tingkat Pengetahuan terhadap modifikasi gaya hidup pada penderita
hipertensi
Tabel 5.2 Gambaran Tingkat Pengetahuan terhadap modifikasi gaya hidup

Tingkat
Pengetahuan

Wawancara I

Wawancara II

Jumlah

Persentase

Jumlah

Perentase

Baik

18

51,43

20

57,14

Kurang Baik

17

48,37

15

42,86

Total

35

100

35

100

Sumber : Olahan Data Primer

Dari hasil pengisian kuesioner tentang modifikasi gaya hidup

terhadap 35

responden di Puskesmas Sempaja Samarinda, menunjukkan bahwa responden


dengan tingkat pengetahuan yang meningkat, dimana tingkat pengetahuan baik
pada wawancara I sebanyak 18 responden (51,43 %) meningkat menjadi 20
responden (57,14 %) pada wawancara II, dan tingkat pengetahuan kurang baik
yaitu sebanyak 17 responden (48,37 %) pada wawancara I menurun menjadi 15
responden (42,86 %) pada wawancara II.

5.1.4

Pengetahuan terhadap Pengobatan Hipertensi

P
e
n
g
o
b
a
tn
H
ip
e
rtn
s
i

P
e
n
g
e
t
a
h
u
a
n
P
e
n
d
e
r
i
t
a
H
i
p
e
r
t
n
s
i
t
e
r
h
a
d
p
P
e
g
o
b
a
n
5
4
W
a
w
n
c
a
r
2
3
1
2

5.1.4.1 Distribusi Pengetahuan terhadap pengobatan pada penderita hipertensi

102
04
0P
6
0
8
0
1
0
1
2
0
e
rs
e
n
ta
s
e

Gambar 5.1 Distribusi Pengetahuan Penderita Hipertensi Terhadap Pengobatan Hipertensi

Keterangan:
1: Dosis

2: Kapan harus kontrol


3: Jenis obat
4: Kontinue
5: Efek samping obat
Dari gambar 5.1.2.1 memperlihatkan pengetahuan penderita hipertensi terhadap pengobatan
penyakit hipertensi di Puskesmas Sempaja Samarinda dari hasil wawancara pertama dan kedua
yang meningkat, dimana gejala yang paling banyak diketahui penderita yaitu dosis dimana pada
wawancara I yaitu 30 responden (85,71 %), sedangkan pada wawancara II bertambah sebanyak
32 responden (91,43%), gejala berikutnya yaitu kapan harus kontrol dimana pada wawancara I
sebanyak 26 responden (74,28 %) dan pada wawancara II bertambah sebanyak 28 responden (80
%), dan berikutnya yaitu jenis obat dimana pada wawancara I sebanyak 24 responden (68,57 %)
sedangkan pada wawancara II meningkat sebanyak 34 responden (97,14 %), berikutnya kontinue
dimana pada wawancara I sebanyak 23 responden (65,71%) sedangkan pada wawancara II
meningkat menjadi 32 responden (91,43 %), berikutnya yang paling sedikit diketahui yaitu
tentang efek samping obat yang diketahui responden pada wawancara I sebanyak 7 responden
(20 %) dan pada wawancara II menurun menjadi 9 responden (25,71 %).

5.1.4.2 Gambaran Tingkat Pengetahuan terhadap pengobatan pada penderita hipertensi


Tabel 5.2 Gambaran Tingkat Pengetahuan terhadap pengobatan

Tingkat
Pengetahuan

Wawancara I

Wawancara II

Jumlah

Persentase

Jumlah

Perentase

Baik

18

51,43

25

71,43

Kurang Baik

17

48,57

10

28,57

Total

35

100

29

100

Sumber : Olahan Data Primer

Dari hasil pengisian kuesioner tentang pengobatan Hipertensi terhadap 35


responden di Puskesmas Sempaja Samarinda, menunjukkan bahwa responden
dengan tingkat pengetahuan yang meningkat, dimana tingkat pengetahuan baik
pada wawancara I sebanyak 18 responden (51,43 %) meningkat menjadi 25
responden (71,43 %) pada wawancara II, dan tingkat pengetahuan kurang baik
yaitu sebanyak 17 responden (48,37 %) pada wawancara I menurun menjadi 10
responden (28,57 %) pada wawancara II.