Anda di halaman 1dari 2

Farmakodinamik

Obat ini dalam tubuh diubah menjadi bentuk aktif


ACE-inhibitor menghambat perubahan A I menjadi A II
sehingga terjadi vasodilatasi dan penurunan sekresi
aldosteron (ekskresi air dan natrium dan retensi kalium)
Selain itu menghambat degradasi bradikinin, sehingga
kadar bradikinin meningkat dalam darah maka disebut
vasodilatasi
Pada gagal jantung kongestif, efek ini akan sangat
mengurangi beban jantung
Di ginjal ACE-inhibitor menyebabkan vasodilatasi arteri
renalis sehingga meningkatkan aliran darah ginjal dan
secara umum akan memperbaiki filtrasi glomerolus. Efek
ini juga dimanfaatkan untuk mengurangi proteinuria
pada nefropati diabetik dan sindrom nefrotik

Namun, pada stenosis arteri renalis bilateral atau


stenosis unilateral pada ginjal tunggal ACEinhibitor dapat memperburuk fungsi ginjal.
Penurunan tekanan filterasi glomerolus pada
keadaan stenosis arteri renalis diatas dapat
menimbulkan kegagalan filtrasi.
Efek teratogenik, terutama pada pemberian
selama trimester 2 dan 3 kehamilan. Dapat
menimbulkan gagal ginjal fetus atau kematian
fetus akibat berbagai kelainan lainnya. Oleh
karena itu, begitu ada kecurigaan kehamilan,
maka ACE-inhibitor harus segera dihentikan.
Edema angioneurotik terjadi pada 0,1-0,2%
pasien berupa pembengkakan di hidung, bibir,
tenggorokan, laring, dan sumbatan jalan nafas
yang berakibat fatal.