Anda di halaman 1dari 26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

April 16, 2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding?


Salah Siapa?
By Cak Shon
Belajar pemrograman (ngoding) itu tidak seperti belajar matematika di jaman SMA, kalau
nilainya kurang bagus bisa ikut BimBel atau Les Privat, latihan ngerjakan soal-soal yang
mirip dengan soal-soal diujian. Karena ngoding itu tentang cara berfikir dan skill
menyelesaikan permasalahan komputasional A Random Thought

(https://muklason.files.wordpress.com/2015/04/belajar_coding.jpg)
Ilustarsi: Code Program Java
Hari ini di milis dosen jurusan saya isu itu muncul kembali. Lagi-lagi, para dosen
mengeluhkan semakin banyak mahasiswa yang tidak bisa ngoding di Jurusan yang meluluskan
para Sarjana Komputer itu. Dulu, kurikulumnya yang dituduh jadi biang kerok karena banyak
mata kuliah pemrograman yang tidak dimunculkan tapi disisipkan di mata kuliah yang lain.
Sekarang ketika kurikulum sudah diganti dengan yang baru, dimana mata kuliah mata
kuliah pemrograman itu dimunculkan kembali, nyatanya juga sama saja. Semakin banyak saja
mahasiswa yang masih tidak bisa. Mungkin, tidak lebih dari 20% saja mahasiswa yang
menguasai core skill sarjana komputer ini. Bahkan, bukan rahasia lagi yang sudah lulus dengan
gelar S.Kom dan IPK bagus pun, banyak yang tetep tidak bisa ngoding properly. Ndak malu apa
ya, dengan gelar Sarjana Komputer nya?
Benar memang, bahwa pekerjaan untuk lulusan sarjana komputer tidak terbatas
pada ngoding saja. Tetapi, rasanya ada yang salah ketika kurikulumnya didesain untuk
membuat mereka menguasai pemrograman, tetapi luaranya tidak seperti yang diharapkan.
Dan ini menurut saya menjadi semacam alarm menjelang dimulainya MEA. Jika bigini,
http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

1/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

bagaimana para sarjana yang diharapkan jadi pemain unggul di industri kreatif ini mampu
bersaing dengan pemain dari negara tetangga, seperti: Singapura, Thailand, Malaysia? Lalu,
siapa yang salah?
Mahasiswanya pasti menyalahkan dosen nya yang ndak becus ngajar. Sebaliknya, dosen nya
menyalahkan mahasiswanya yang tidak bisa diajar. Siapa yang benar, siapa yang salah?
Baiklah, saya sebagai mantan mahasiswa, pernah jadi dosen, dan sekarang menjadi
mahasiswa lagi, mencoba mengurai akar permasalahan ini secara lebih fair. Catat ya, ini
sekedar opini saya, benar tidaknya silah direfleksikan kepada sampean sendiri saja.
Mengapa Banyak Mahasiswa Calon Sarjana Komputer banyak yang merasa kesulitan
belajar ngoding?
Para calon sarjana komputer ini bisa mahasiswa Jurusan ilmu komputer, teknik informatika,
sistem informasi, dan jurusan yang serumpun lainya. Menurut saya penyebabnya adalah:
Pertama, karena banyak mahasiswa yang gagal move on dari cara belajar di bangku sekolah ke
cara belajar bangku kuliah. Dasar mata kuliah pemorgraman biasanya diberikan di semester 1
dan semester 2. Nah ketika cara belajar yang dipakai mahasiswa masih cara belajar di SMA
disitulah akan menimbulkan masalah. Apa sih bedanya cara belajar anak sekolahan sama anak
kuliahan? Filsosofinya sederhana sekali, anak sekolahan itu ibarat anak kecil yang belum bisa
makan sendiri sehingga harus disuapi, kalau anak kuliahan sampean itu dianggap sudah besar
(istilah keren nya adult learner), sudah bisa makan sendiri. Kalau lapar ya makan sendiri dan
tahu makanan apa yang terbaik untuk kamu. Hampir semua mahasiswa hanya mengandalkan
dan merasa sudah cukup belajar hanya dari perkuliahan di kelas, padahal kuliah dikelas itu
seharusnya hanya stimulus alias perangsang buat sampean untuk belajar sendiri lebih lanjut.
Analoginya, kuliah di kelas hanya petunjuk makanan apa yang bagus untuk
pertumbuhan sampean. Selanjutnya sampean sendiri yang harus mencari dan memakan
sendiri makanan itu.
Kedua, karena semakin banyak mahasiswa yang SPOILED alias MANJA alias Manis Jancuki.
Ini berdasarkan observasi saya membandingkan model mahasiswa jaman sekarang dan
mahasiswa jaman saya dulu (awal 2000 an). Mungkin karena lingkungan jaman anak sekarang
yang terlalu dimanja oleh teknologi dan dibalut budaya konsumerisme yang mengakibat
mental ora wani soro ini. Mahasiswa jaman sekarang ke kampus dandananya modis, wangi. Ke
kampus nyetir mobil. Peganganya berbagai Gadget. Tongkronganya (alasanya ngerjakan tugas
bareng) di mall. Dari keluarga miskin, dapat tunjangan biaya hidup beasiswa Bidik Misi.
Jaman saya kuliah dulu, baju andalanya jaket hima (dalamnya ndak ganti-ganti, bau pisan), ke
kampus kebanyakan jalan kaki atau ngontel, atau sekeren-kerenya pakek sepeda motor butut.
Handphone tuh yang punya masih beberapa orang dan masih handphone nokia monophonic
yang bisa buat ngelempar asu. Saya juga tahu dengan mata kepala sendiri, ada beberapa teman
saya yang harus kerja serabutan demi untuk bertahan hidup karena orang tua tak mampu
membiayai. Tetapi kalau bicara daya juang jangan tanya. Masih ingat jaman kuliah dulu, kalau
ngerjakan tugas harus di lab. Hampir tiap malam bahkan sabtu-minggu ngelembur ngerjakan
di Lab. Jangankan laptop, PC saja masih satu dua orang saja yang punya. Internet juga masih
barang mahal, tidak seperti sekarang yang tersedia WIFI dimana-mana. Sehingga semuanya
harus dikerjakan di Lab. Jamanya dosen saya (tahun 90-an) lebih soro lagi. Tetapi kemudahan
fasilitas yang dimiliki mahasiswa jaman sekarang itu anehnya tidak membuat mahasiswa
semakin pintar. Tapi sebaliknya. Kalau jaman dulu, seorang mahasiswa bisa menguasai 3-5
bahasa pemrograman itu sudah biasa, anak sekarang bisa satu bahasa pemrograman saja
http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

2/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

sudah syukur. Indeed, semangat belajar mahasiswa jaman dulu jauh lebih tinggi dari
mahasiswa jaman sekarang. Benar filosofi huruf jawa, kalau dipangku mati, artinya kalau
seseorang itu terlalu diberi kemudahan malah kreatifitasnya mati, dan sebaliknya.
Ketiga, ada gap knowledge yang terlalu lebar antar dosen dan mahasiswanya. Dosen
setidaknya harus berijasah S2, banyak diantarnya yang bergerlar Doktor dan Professor. Nah,
ini sering kali beberapa dosen secara tidak sadar bahwa yang berada dihadapanya adalah
anak-anak yang baru lulus sekolah kemaren sore. Sering kali dosen ini menggunakan jargonjargon yang kurang membumi yang sangat biasa di kepala dosen, tapi masih sangat asing di
kepala para mahasiswa. Gap knowledge inilah yang sering kali membuat mahasiswa gagal
paham bahkan malah bingung. Idealnya, seorang dosen yang hebat adalah yang bisa
menjelaskan konsep-konsep yang rumit menjadi hal-hal sederhana yang mudah dipahami
mahasiswanya, mindset nya ketika mengajar sementara harus dirubah dulu ke mindset anakanak yang baru lulus sekolah kemaren sore. Tetapi, indeed pengalaman saya jadi dosen, ini
bukan perkara yang mudah.
Tips Belajar Bahasa Pemrograman
Seperti saya sebutkan diatas intinya adalah sampean harus bisa belajar sendiri tanpa menunggu
diajari dan tidak manja. Hidup ini akan terasa keras kalau sampean terlalu lunak
terhadap sampean sendiri. Sebaliknya, hidup akan terasa lunak kalau sampean keras terhadap
diri sampean sendiri. Sampean tidak bisa menuntut dosen seharusnya begini dan
begitu, karena sampean sudah dianggap dewasa, dianggap tahu apa yang harus dilakukan.
Kalau sampean merasa tidak tahu ya tanya langsung sama dosen nya atau sampean bisa tahu
sendiri dari tempat yang lain.
Belajar di jaman sekarang, apalagi belajar pemrograman dan skill IT lainya itu lo sebenarnya
sangat-sangat mudah. Sampean punya laptop, punya koneksi internet, dan bisa bahasa
Inggris. Sampean bisa belajar apa saja dari internet. Kalau tidak tahu tempatnya, tinggal tanya
sama mbah Google. Lah sampean sih laptop hanya dipakek untuk facebookan, twitteran,
ngepath, dan instragraman saja. Mas, Mbak mbok ya dipakai untuk belajar.
Belajar ngoding itu menurut saya ada dua hal yang harus dipahami. Pertama adalah conceptual
skill dan yang kedua adalah technical skill. Untuk kemampuan konseptual sampean harus
paham dasar-dasar algoritma dan struktur data. Algoritma itu akan membentuk pola
pikir sampean bagaimana menyelesaikan permasalahan komputasi secara logis. Untuk
kemampuan technical skill sampean hanya perlu membiasakan cara mengekpresikan conceptual
skill dalam bahasa pemrograman yang spesifik.
Untuk pemahaman konsep, sampean bisa ikutan kuliah online gratis di berbagai MOOC
(Massive Open Online Course) dari berbagai kampus terbaik dunia, seperti:
1.
2.
3.
4.
5.

https://www.coursera.org (https://www.coursera.org)
https://www.edx.org/ (https://www.edx.org/)
https://www.futurelearn.com (https://www.futurelearn.com)
https://www.udemy.com (https://www.udemy.com)
https://lagunita.stanford.edu (https://lagunita.stanford.edu/)

Tinggal ketikan saja kata kuncinya, algorithm atau programming atau computer science ada

http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

3/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

Tinggal ketikan saja kata kuncinya, algorithm atau programming atau computer science ada
ratusan kuliah online gratis disitu. Layaknya kuliah sungguhan, ada video, materi, exercise,
quiz, dan ujian disitu. Beberapa mata kuliah yang saya sarankan: Algorithm 1
(https://www.coursera.org/course/algs4partI) , Introduction to Computer Programming
(https://www.edx.org/course/introduction-computer-programming-part-1-iitbombayx-cs1011x) , Introduction to Java Programming (https://www.edx.org/course/introduction-javaprogramming-part-1-hkustx-comp102-1x-0), Java Tutorial for Complete Beginner
(https://www.udemy.com/java-tutorial/)
Sedangkan untuk kemampuan teknis, cara belajar yang terbaik adalah learning by doing yaitu
dengan coba nulis code langsung. Kalau sampean sudah paham konsepnya, dan familiar
dengan salah satu bahasa pemrograman saja. Untuk mencoba bahasa pemrograman yang lain
tidaklah sulit. Ada beberapa online learning by doing yang bagus, diantaranya adalah:
1. Codeacademy (http://www.codecademy.com/)
2. w3schools (http://www.w3schools.com/)
3. LearnJavaOnline (http://www.learnjavaonline.org/)
Intinya banyak sekali resource belajar di internet asal sampean mau belajar sendiri. Tinggal
googling saja. Sayangnya, resource belajar yang terbaik semuanya masih dalam bahasa Inggris.
Kalau sampean masih pusing dengan bahasa inggris yah, ya wassalam. Tapi kan sudah ada
google translate to? Dan mau tidak mau menurut saya sampean harus paksa diri untuk paham
itu bahasa Inggris. Terkadang yang perlu sampean lakukan adalah memaksa sampean sendiri
untuk tidak manja dan wani soro untuk belajar sendiri. Saya ingatkan sekali lagi, Jangan
manja! Seiring berjalanya waktu, resource belajar yang bahasa inggris itu akan menjadi terbiasa
buat sampean. Dan terjemahan google translate itu akan berpindah dan mengendap di otak
sampean. Kalau manja, ndak berani memaksa dan keras pada diri sendiri, ya selamanya ndak
bakalan bisa to? Jika merasa kesulitan, bingung, gagal paham, itu wajar bero ! namanya belajar
sesuatu yang baru. Belajar kadang terasa menyakitkan, jika begitu berbahagialah, karena itu
artinya sampean benar-benar belajar. Ibarat membuka berlian yang dibungkus ikatan kain yang
berlapis-lapis, dibutuhkan kesabaran, dan daya juang tanpa lelah. Kadang harus mengulang
dan mengulang lagi, mencoba dan mencoba lagi. Hingga akhirnya, ketemulah berlian itu.
Pengalaman saya belajar ngoding , saya merasa skill ngoding saya well-improved ketika saya
belajar sendiri. Dan memang kuliah di kelas itu hanya perangsang untuk belajar lebih lanjut.
Selanjutnya, terserah sampean. Satu lagi tips biar jago coding adalah by practice. Saya dulu sejak
semester 3 hingga lulus kuliah (4 tahun pas) nyambi kerja part-time di software house milik
salah satu alumni. Disanalah skill pemrograman saya terasah. Indeed, kalau sampean sudah
nemu cara belajar yang tepat buat sampean sendiri, belajar ngoding itu sangat menyenangkan
dan menantang. Sangat merangsang otak untuk mikir secara logis.
Kalaupun tidak harus kerja part-time, karena mengganngu kuliah sampean. Ada websitu untuk
mengasah problem solving sampean, dari yang level paling ecek-ecek sampai level dewa.
Disini sampean bisa submit code program, dan akan dicompile diserver. Sampean akan tahu
benar tidaknya, dan seberapa cepat dan hemat memori program sampean. Semakin banyak
problem yang bisa diselesaikan, semakin tinggi skor sampean layaknya sebuah permainan
game. Salah satunya adalah: SPOJ (http://www.spoj.com/)

4/26
Terakhir, menurut saya kemampuan ngoding adalah inti dari kuliah di jurusan ilmu komputer

http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

Terakhir, menurut saya kemampuan ngoding adalah inti dari kuliah di jurusan ilmu komputer
dan jurusan turunanya termasuk sistem informasi. Seperti riset operasi di jurusan Teknik
Industri. Kalau sarjana komputer ndak bisa ngoding itu ibarat dokter ndak bisa nyuntik.
Mengapa? karena tanpa kemampuan ngoding yang proper sampean tidak akan bisa
mengimplementasikan algoritma-algoritma terbaru yang bisa sampean baca pada paper di
jurnal-jurnal ilmiah terbitan terbaru (http://www.journals.elsevier.com/information-sciences/).
Disamping, sampean juga harus paham betul konsep matematika diskrit untuk bisa membaca
paper jurnal tersebut, karena sudah pasti paper jurnal tersebut dijelaskan dengan simbol-simbol
konsep-konsep di matematika diskrit (termasuk aljabar linier dan
matrik). Tahukah sampean dibalik aplikasi-aplikasi cerdas yang sampean gunakan di smart
phone ataupun desktop adalah algoritma-algoritma yang sophisticated.
Pernahkah sampean berfikir apa yang terjadi dibelakang layar, ketika sampean terkagum-kagum
dengan terjemahan google translate lebih bagus dari bahasa
inggris sampean? Atau facebook yang bisa mengenali foto teman sampean? Tentu di belakangnya
adalah algoritma yang shopisticated. Jadi mahasiswa IT malu dong, jika hanya menjadi
pengguna teknologi IT. Saatnya, sampean yang seharusnya develop aplikasi-aplikasi cerdas
tersebut.
Sebagai tambahan dari komentar di bawah, ada yang bertanya:
Di perkuliahan, satu hal yang masih menjadi kendala bagi saya yaitu melogikakan suatu
permasalahan kedalam program. Apalagi tentang, mengenai pemahaman Matematika
Diskrit hampir semua soal yang berkaitan dengan logika seperti ini tak ada satupun yang
bisa saya jawab, pak -_Mohon sarannya pak, bagaiman seharusnya saya bisa mengatasi hal seperti ini
Well, ini pertanyaan menarik sekali menurut saya. Karena permasalahan ini saya yakin banyak
dihadapi oleh kebanyakan mahasiswa. Ada yang missing ketika mata kuliah Pemrograman
diajarkan di semester pertama. Bayangno!, seorang mahasiswa yang masih kosongan itu
dipaksa memahami coding oleh seorang dosen yang sudah berpuluh-puluh tahun bergumul
dengan pemrograman, yang tentu saja di kepala sang dosen sudah embedded algorithmic problem
solving skill atau logical thinking skill. Mungkin inilah, penyebab mata kuliah pemrograman
terasa sulit buat mahasiswa baru, yang pada akhirnya tidak menyukai pemrograman.
Di kampus saya, di Universitas Nottingham (http://www.nottingham.ac.uk), ternyata sebelum
mahasiswa mengambil mata kuliah Pemrograman, mereka wajib lulus mata kuliah
Algorithmic Problem Solving terlebih dahulu. Saya kebetulan pernah mengikuti mata kuliah ini,
atau menyusup lebih tepatnya (karena saya mahasiswa PhD yang sedang ngepoin sistem
pendidikan S1 ilmu komputer di Universitas Nottingham). Di mata kuliah ini, mahasiswa
sama sekali belum bersentuhan dengan komputer. Belajarnya hanya menggunakan kertas dan
bolpoin. Saat itu, kita dikelas sedang diskusi memecahkan permasalahan Pak Tani yang akan
menyebrang sungai. Intinya adalah bagaimana mahasiswa diajak memecahkan permasalahan
dengan memformulasikan dan mencari solusi permasalhan tersebut secara logis, step by step.
Kemampuan inilah kemampuan melogikakan suatu permasalahan kedalam program itu.
Profesor yang ngajar mata kuliah ini, Prof. Roland Backhouse (http://www.cs.nott.ac.uk/~rcb/),
kebetulan sudah membukukan bahan ajarnya dalam sebuah buku tipis. Buat sampean yang
tertarik dengan mata kuliah ini, bisa dilihat disini (http://algorithmicproblemsolving.org/) dan
disini (http://www.cs.nott.ac.uk/~rcb/G51APS/G51APS.html) (sampean bisa download lecture
notes, tugas-tugas, dan tutorial untuk mata kuliah ini). Dan bukunya bisa dibeli disini
http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

5/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

(http://www.amazon.co.uk/Algorithmic-Problem-Solving-RolandBackhouse/dp/0470684534/ref=sr_1_1?s=books&ie=UTF8&qid=1317206587&sr=1-1), jangan
tanyan pdf lo ya! Bondo Rek, Bondo! Untuk improve kemampuan logika sampean juga bisa
melatihnya dengan game-game atau puzzle logika. Search saja di google play dengan kata
kunci : logic. Barangkali bisa membantu.
Baiklah, semoga sampean jadi semangat dan tidak manja untuk berani
memaksa sampean sendiri belajar ngoding. Semoga sukses belajarnya ! Dan lulus jadi Sarjana
Komputer yang bisa ngoding. Good Luck!
About these ads (http://wordpress.com/about-these-ads/)

About Cak Shon


a dull student at University of Nottingham
This entry was posted on Thursday, April 16th, 2015 at 12:35 pm and tagged with
algoritma dan pemrograman untuk pemula, apa beda sekolah dan kuliah, bahasa
pemrograman, beda cara belajar di sekolah dan di perguruan tinggi, cara ngajar pemrograman
di luar negeri, kritik untuk para Sarjana Komputer, kuliah online gratis, kuliah pemrograman
gratis, manfaat belajar matematika diskrit?, mengapa belajar algoritma, mengapa belajar
matematika diskrit?, mengapa belajar pemrograman, mengapa mahasiswa sistem informasi
tidak bisa ngoding, mengapa sarjana komputer tidak bisa ngoding, metode pengajaran
pemrograman di kampus luar negeri, pengalaman belajar pemrograman, tips belajar
algoritma, tips belajar coding otodidak, tips belajar ngoding, tips belajar pemorgraman untuk
pemula, tips belajar pemrograman, tips belajar pemrograman sendiri and posted in Tips dan
Trik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

212 responses to Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding?


Salah Siapa?
Fergy
April 23rd, 2015 at 8:57 pm
http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

6/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

Tulisan nya inspiratif sekali.


Bnyk point yg jujur saja saya setuju, antara lain tentang gap knowledge dan kurangnya
motivasi mahasiswa.
Untuk perbandingan mahasiswa jaman dulu dan jaman skr, dalam hal ini, maaf saya
kurang setuju.
Memang kemudahan teknologi jaman skr seharusnya mendorong para pelajar ini untuk
lebih maju dan lebih mudah dalam belajar, tetapi ada bnyk faktor lain juga yg menghambat
di jaman skr ini.
Contoh : Ekspektasi/standar jaman dulu dan jaman skr berbeda, tidak jarang dosen
memberikan materi/tugas dgn standar kelulusan tinggi yang ckup berat untuk
mahasiswa(sebenar nya ini tidak relevan, tergantung kemampuan mahasiswa, kalo
jago/bakat coding ya mudah. ini jg salah satu penyebab dr gap knowledge).
Di satu sisi, mahasiswa yang mungkin baru belajar coding, atau masih belum menguasai
penuh jd kewalahan dan mengurangi motivasi mereka untuk belajar lanjut.
Di sisi lain, keinginan dosen adalah ingin memberikan standar yg cukup agar lulusan
mereka ber kompeten dan benar menguasai ilmu nya. Meski mungkin 70% dari seluruh
kelas nya blm menguasai coding, dosen kadang terpaksa memasang standar yg sesuai dgn
30% jago coding spy adil dan spy yg 30% jago coding ini jd tidak malas krn diberi soal
mudah( Bagi yang pernah pensiun coding pasti mengerti maksud saya, tidak coding 3 bln
saja, bisa karatan, apalagi teknologi terus maju dan bnyk hal baru).
Tapi tentu saja, semua nya berakar kepada niat dan ketekunan mahasiswa, asal mrk mau
sakit, pasti akan berbuah.
Gimana menurut agan?
Terima kasih, ijin share ya
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 9:57 am


ada pepatah urakan gini: Tuhan tidak akan menguji umatnya melebihi batas
kemampuan umatnya, dosen selalu menguji mahasiswa diatas kemampuanya. Dari
dulu, dihadapan mahasiswa dosen memang begitu kok mas, ndak jaman sekarang saja.
Hehe.. yang penting tetep semangat belajar. Monggo silahkan dishare.
nvldwiptr

Reply

April 23rd, 2015 at 11:20 pm


Bagus banget mas tulisannya, ane serasa makin jadi semangat belajar codingan ini..
Ya meskipun banyak kendala masih blum punya laptop buat ngoding pribadi, bisa ngebaca
bukunya sambil berimajinasi udah cukuplah
Moga moga ane bisa jadi programmer handal, aminnn..
Reply
http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

7/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

Cak Shon
April 24th, 2015 at 9:58 am
Alhamdulilah, kalo bisa menyemangati sampean. Indeed, it is my point. Good luck,
selalu!
Ade Budi Sanjaya

Reply

April 24th, 2015 at 12:23 am


Saya pribadi dari era 90an berbasis teknik sipil, tak ada kaitan dgn dunia pemrograman.
Dikarenakan sama2 berbasis teknik dan sama2 diharuskan memiliki daya analisis dan juga
minat saya terhadap dunia komputer akhirnya tanpa sengaja saya menjadi seorang (ex-)
programmer. Bahkan saya pernah memimpin beberapa staff dari jurusan komputer pd
proyek yg saya buat dan keluhannya hampir semua kurang memiliki kemampuan coding
yg properly.
Byk dari mereka yg bertanya kenapa sy yg dari jurusan teknik sipil boleh (sedikit)
menguasa pemrograman dan analisa design sistem, jawapan saya adalah karena sy
menyenangi dunia tersebut dan berusaha semaksimal mungkin untuk memahami konsep
dari arsitektur hingga imlementasi. Dan saya balik bertanya, kenapa mereka yg justru dari
jurusan komputer kurang menguasai dan memahami keahlian dasar tsb, jawapan yg sering
sy dapat adalah kurangnya waktu mereka untuk mendalami bidang tersebut dikarenakan
harus menyelesaikan tugas2 yang kebanyakan tidak mereka pahami.
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:01 am


Nice sharing mas. Jadi intinya, paling besar depend on personalnya ya mas.
Lingkungan (dosen, kurikulum) justru ndak begitu pengaruh. Luar biasa, orang teknik
sipil saja, bisa jadi kepala staff orang-orang IT. Nuwun, sharing nya mas
idcybernews

Reply

April 24th, 2015 at 1:08 am


Hop tak semua lulusan IT harus bisa code, masih banyak profesi lainnya, prodev atau
system analys, monggo tinggal pilih
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:02 am


betul banget. Tapi saya yakin sistem analis yang bisa ngoding akan jauh lebih bijak
ketimbang sistem analis yang ndak bisa ngoding, setuju ndak? hehe Thanks anyway

bernard herjuna
http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

Reply

8/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

April 25th, 2015 at 2:49 am


awal dari semua lulusan IT minimal bisa code dulu si kalau saya.. entah nanti mau
jadi PM, System Analyst atau apapun..
basic.
Cak Shon
April 25th, 2015 at 4:52 pm
totally agree mas, tos !
Bayu Bismaka
April 24th, 2015 at 1:46 am
Mantap bgt mas!
saya salah satu anak SMK yang suka coding, tapi algoritma saya amburadul jelek. Mungkin
nanti msk kuliah bisa lebih baik lagi.
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:04 am


Betul mas bayu, belajar konsep yang mendalam tentang algoritma nya nanti di bangku
kuliah. Good luck !
iid

Reply

April 24th, 2015 at 2:10 am


nice post,emang bener pak.bahkan seorang yang mkompun banyak seperti itu pak,cuman
gelar doang.bahkan saya sendiri juga seperti itu pak.lulus SMK TKJ.bisanya cuman
instalasi OS,ngerakit PC,networking dikit2.itupun jika ada kendala saya kurang tahu
permasalahannya dimana.mungkin ilmu yang saya dapat emang lebih banyak dari luar
sekolah.malu rasanya,kalo ditanya2 sama temen banyak yang nggak ngerti.hahahahahaha

irnawati

Reply

April 24th, 2015 at 2:19 am


Keren artikelnya.. saya yang dari jurusan Sistem Informasi yang lagi skripsi dan insyaAllah
segera menyandang sarjana komputer merasa lebih tersadarkan.. ijin share juga buat
nyadarin adik2 tingkat dan temen2 saya..
saya tertarik dengan yang namanya ngoding dan punya keinginan jadi programmer,
bahkan penghasilan saya selama kuliah saya dapat dari hasil ngosing. tapi sering dapat
pertanyaan yang kadang kurang enak dihati dan kadang bikin down, kata2nya begini
cewek kok suka ngoding?, cewek kok jadi programmer? padahal kan itu bidangnya
cowok. nah sebenarnya apa sih salahnya cewek suka ngoding? apa itu emang
pekerjaannya cowok?
trimakasih atas tanggapannya, salam dari irna-ithniezt.blogspot.com ^_^
Reply
http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

9/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

irnawati
April 24th, 2015 at 2:23 am
maaf ada kesalahan penulisan, ngosing >> ngoding hehee
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:11 am


no problem
Cak Shon
April 24th, 2015 at 10:11 am
Seep mbak. Buat saya, cewek yang jago coding itu sexy banget nget, karena memang
sedikit sekali cewek yang suka dengan programming. Padahal salah satu programmer
pertama di dunia adalah cewek, yang namanya diabadikan menjadi salah satu nama
bahasa pemrograman, http://en.wikipedia.org/wiki/Ada_Lovelace . Hanya orang yang
pola pikirnya udik, yang masih melihat pekerjaan bias gender itu. Ada penghargaan
khusus buat Wanita di IT, check it out: http://womeninitawards.com
purwo

Reply

April 24th, 2015 at 2:42 am


saya sudah lulus kuliah dari jurusan teknik informatika, saya agak menyesal karena setelah
kuliah lama tetap saja saya belum bisa juga coding, bagaimana sebaiknya langkah yang
perlu saya ambil, apakah mungkin saya masih perlu kursus? -mohon sarannyaCak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:14 am


Ndak perlu kurusus mas. Sampean saya yakin sudah punya dasar-dasarnya. Tinggal
didalami saja, menurut saya, cara efektif belajar ngoding ya belajar sendiri learning by
doing. Monggo ikut kuliah gratis yang saya sebut di tulisan diatas. Tidak pernah ada
istilah terlambat dalam belajar mas. Belajar terus dimana dan sampai kapan pun jua.
Good luck !
joss tuan

Reply

April 24th, 2015 at 2:54 am


Setaju Cak Shon, satu lagi salah satu penyebab S.Kom. tidak bisa ngoding adalah motivasi
mereka kuliah di IT. Sebagian besar (ini sejauh yang saya tahu berdasar interview di
beberapa kelas pemrograman yg saya ampu) teman-teman Mahasiswa tidak ingin jadi
programmer mereka inginnya langsung jadi project manager, bisnis analis, ci ii o,
konsultan, pengusaha dll. Saya sering katakan ke teman-teman bahwa belajar
pemrograman tidak harus jadi seorang programmer tapi dengan mempelajari
http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

10/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

pemrograman anda akan bisa berfikir logic dalam rangka menyelesaikan berbagai masalah.
Kemampuan berfikir logis inilah yang akan membantu anda meraih cita-cita tinggi anda.
Tapi yaapola mikir sudah terlanjut diset bahwa belajar pemrograman itu sulit, lapo
angel-angel sinau koding wong engkok aku yo ra pingin dadi programer.. koding lak
kerjaane tukang..lha aku lak sarjana rek mosok dadi tukang. Wah gawat, penyakit pingin
semuanya instan inilah salah satu pendorong gagalnya koding teman-teman kuliah IT.
Btw, mengajar pemrograman menurut saya mirip dengan mengajar bermain musik,
misalnya bermain gitar. Guru gitar akan mengajarkan tentang semua teknik-teknik
bermain gitar kepada murid-muridnya, mulai kunci dasar C,C#, A dll sampai memainkan
lagu. Setelah sekian lama belajar main gitar tenyata tidak semua murid bisa jadi pemain
gitar atau pencipta lagu. Hanya murid murid yang menempa dirinya dengan latihanlatihan yang serius sampai berdarah-darahlah yang bisa jadi pemain gitar atau pencipta
lagu. Begitu pula belajar koding di kampus, dosen pemrograman tentu sudah mengajarkan
berbagai teknik, model, cara dan pendekatan dalam koding, memberikan contoh dan tugastugas untuk mengasah kemampuan koding mahasiswanya, namun hanya mahasiswa yang
punya gairah koding luar biasa dan belajar ekstra (tidak hanya belajar pada waktu kuliah
tatap muka dengan dosennya) yang bisa memiliki kemampuan koding yang baik. Seorang
pencipta lagu.. tentulah orang yang bisa bermain musik atau setidaknya dia pandai
bernyanyi. Jangan berharap jadi pencipta lagu kalau bermain musik atau menyanyi saja
tidak bisa. Begitu pula sulit bagi saya membayangkan bagaimana seseorang yang tidak bisa
ngoding tapi ingin langsung jadi sist analis, project manager, auditor..??
Jadiyang masih kuliah di IT tingkatkan semangat belajar koding anda..meskipun anda
tidak mau jadi programmer, tapi setidaknya kemampuan koding akan jadi pembeda antara
penyandang gelar S.Kom dengan penyandang gelar lainya, dan kemapuan koding akan
menjadi modal dan batu loncatan bagi anda yang ingin meningkatkan karir di IT..selamat
belajar
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:20 am


Luar biasa mas, sharing nya ! saya jadi feel deeply inspired dengan analogi-analogi
sederhana sampean. Hatur nuwun komentarnya
twptn (@twptn)

Reply

April 24th, 2015 at 3:02 am


kalau ujung2nya jadi adult-learner, disuruh belajar sendiri, lah, ngapain kuliah? sudah
bayarnya mahal, ngabisin waktu, mbosenin, dipaksa belajar mata kuliah yg tidak
dibutuhkan, dsb.
mending ikut gerakan ini saja:
http://www.uncollege.org/program/
Cak Shon
http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

Reply

11/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

April 24th, 2015 at 10:25 am


lah kalau maunya diajari terus apa bedanya dengan sekolah? kuliah itu untuk learn how
to learn. But, overall Life is a matter of choice, jangankan kuliah. Ndak sekolah pun, bisa
home schooling. Yang jelas, bangsa yang maju adalah bangsa yang gemar belajar.
Wherever, whenever you are.
muhhusniaziz

Reply

April 24th, 2015 at 3:12 am


Setuju sekali pak argumennya, bagus sekali. Persis seperti yang saya alami, jadi gini
ceritanya.
Waktu semester 5 lalu (sekarang saya baru semester 6) saya nekat untuk cari project.
Kebetulan saya kenal dengan salah satu guru di sebuah smp yang (masih) belum punya
website. Akhirnya saya beranikan untuk menawarkan project website sistem informasi
sekolah dan disetujui, padahal disitu saya belum punya apa-apa hanya sekedar paham
dasar-dasar pemrograman php, belum pernah konfigurasi domain, hosting, keamanan, dll.
Yak cuma paham dasar-dasar PHP.
Akhirnya saya cari teman untuk menyelesaikan itu, tetapi benar apa yang bapak katakan,
belum ada yang bisa/berani untuk project itu -__-. Padahal kan bisa melatih skill coding.
Apa boleh buat akhirnya saya kerjakan sendiri, sebuah website sekolah sederhana saya
kerjakan dari nol selama 2,5 bulan.
Sisi baiknya dari project ini yaitu melatih skill, mulai dari beli buku-buku pemrograman,
cari di google, sampai tanya2 di grup-grup pemrograman di facebook. Dan akhirnya
terbukti sekarang, selain skill bertambah, saya juga sudah punya sebuah portofilio website
sekolah.
Jadi intinya, jika hanya mengandalkan materi kuliah itu sama sekali tidak cukup, karena di
kampus hanya diajarkan dasar-dasar sama analisisnya itupun kalau paham, bukan
penerapan, sedangan skill coding merupakan penerapannya, yang tidak akan pernah
bisa tanpa sebuah praktek. Terima Kasih Pak.
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:30 am


Betul sekali mas. You got my point. Thanks for sharing ya.
Jamiat Abdillah

Reply

April 24th, 2015 at 3:24 am


Setuju om, dan terus semangat memberi nasihat ke mahasiswa nya
Cak Shon
http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

Reply

12/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

April 24th, 2015 at 10:30 am


hehe, nuwun mas
Reply

[]

April 24th, 2015 at 3:26 am


Dosen ra pernah salah sih. Nek mahasiswa ne ga bisa coding itu semata2 karena
mahasiswane males. Dosen kan mung mem-fasilitasi. Nek mahasiswa ne ra teko takon karo
dosen, berarti mahasiswa ne pemalas. Dosen ki pasif wae, ngenteni jem ngajar, nek di takon
lagi njawab.
fair indeed mas.
Anyway, pendapat sampeyan ga salah kok. Suwun
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:32 am


hehe, biyen aku sakjane yo mikir ngunu haha.. Tos.
ss

Reply

April 24th, 2015 at 4:04 am


Jujur saja, post ini menggerakkan saya utk semakin bljr. Saya anak semester 2 di salah satu
univ di Jakarta, jurusan SI. Saya mengakui, kami mendapatkan matkul pengantar
programming dengan bahasa Java sejak semester 1, dan hingga skrg masih saja banyak
teman2 saya yg tidak ngoding (hingga sekarang). Padahal, dosen kami bukanlah dosen
yang menggunakan kosakata yang terlalu tinggi, tapi kosakata sehari2 supaya
mahasiswanya dapat mengerti.
Tapi, saya baru menyadari, kalau bukan semua anak jurusan SI atau pun TI itu memiliki
kemampuan untuk ngoding. Contohnya, teman2 saya tidak bisa ngoding, tapi analisa
mereka sangat baik. Terkadang kemampuan mahasiswa dalam sebuah jurusan berbedabeda. Menurut saya, ini juga salah satu contoh bagaimana kita bekerja sama dalam suatu
perusahaan, dimana dibutuhkan orang yang bisa atau memiliki analisa yang bagus dan
orang yang bisa ngoding
Selain itu, di generasi sekarang, menurut saya, tidak semuanya tidak bisa ngoding. Saya
masih melihat di kampus saya, banyak anak-anak IT dan SI yang masih memiliki keinginan
untuk belajar bahasa pemograman di luar kelas (bahkan dapat menguasai berbagai bahasa
pemograman). Di kampus saya ada tempat dimana anak-anak yang memiliki keinginan
yang tinggi untuk mengajar dan belajar bahasa pemograman, sehingga disitulah mereka
bisa berkumpul, bertukar pikiran tentang bahasa pemograman, bahkan bisa juga mencari
cara-cara aneh dalam bahasa pemograman yang biasanya tidak pernah diajarkan oleh
dosen.

Saya harap, post yang disampai kan oleh bapak/kakak (maaf saya bingung haha) dapat

http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

13/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

Saya harap, post yang disampai kan oleh bapak/kakak (maaf saya bingung haha) dapat
dibaca oleh mahasiswa yang masuk ke jurusan berbau bahasa pemograman. Sekian dan
terima kasih
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:37 am


Seep. Nice Sharing. Terima kasih sharing nya. Good luck, buat sampean !
Sonny Gunawan

Reply

April 24th, 2015 at 4:34 am


Pak problem sebenarnya adalah gap generation:
Genarasi dulu seseorang yangg jago programming dianggap hebat, pintar, dan sakti
sehingga bisa bangga atasnya bahkan kalau bisa programming yang aneh-aneh seperti
assembly, dan saudara2nya.
Generasi sekarang justru berbeda, terheran-heran mengapa orang-orang dulu kog ribet ya
harus pusing kalau mau melakukan sesuatu toh ada hal yang simple dan lebih efektif
untuk melakukannya.
Cara terbaik adalah meng-kolaborasi kemampuan generasi 1990 & 2000 yang ulet, pantang
menyerah, dan suka detil dengan generasi sekarang yang easy going dan sangat kreatif
sehingga mampu menciptakan peluang-peluang bisnis baru.
Dari Generasi 90
Mantan Mahasiswa Dosen Mahasiswa Praktisi
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:43 am


Great ! Terima kasih pencerahanya. Jadi, setiap generasi punya takdirnya masingmasing ya mas. Mudah2an kita bisa mewujudkan kolaborasi itu. dan generasi yang
akan datang semakin baik. Tugas kita yang tua mengingatkan yang muda jika ada yang
dirasa kurang bener. Terima kasih, sekali lagi.
Safira

Reply

April 24th, 2015 at 6:39 am


bener banget cak, kebetulan saya kerja di perusahaan software house tapi bagian Frontend
Designer. jadi kalau coding sih dikit dikit ngerti aja cuma kalau sampai dalem dalem
angkat tangan cak
suwon infone cak
http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

14/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:44 am


makasih mbak Safira sharing nya
kuat

Reply

April 24th, 2015 at 6:41 am


Ngoding itu bakat2 tan..kalo emang kurang suka ya susah mendalaminnya..makannya
kuliah itu ambil jurusan yang Kamu suka bukan jurusan asal jurusan
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:45 am


Seep.
dark horses

Reply

April 24th, 2015 at 8:34 am


di jurusan saya, teknik mekatronika, kami belajar cukup banyak bahasa pemrograman,
saya rasa begitu. tiap semester bisa ganti bahasa soalnya. hehe terutama di semester ini,
cukup berat saya rasakan, karena harus ganti bahasa pemrograman dan harus membuat
program fuzzy, jst, dan algoritma genetik. ada beberapa teman saya yang sudah
menumbangkan dirinya karena tidak sanggup berurusan dengan yang begituan. sejauh
yang saya tau, memang mereka tidak memiliki basic sebagai manusia IT, kalo orang IT
sudah pasti tidak akan menyerah cuma gara-gara bahasa pemrograman saja. nah, hal ini
sudah menunjukkan bahwa benar mahasiswa sekarang mentalnya lembek. bahkan untuk
ke kampus hari sabtu dan minggu saja berat. lalu kalau mereka hari sabtu dan minggu itu
ke kampus, begitu sebulan saja, pasti mereka berteriak uripku kurang piknik!!! lebay
banget.
yah mudah mudahan mereka sadar bahwa hidup bukan untuk memenuhi media sosial saja

Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:47 am


hehe. itulah bedanya anak jaman sekarang, sampean describe it very well. Mungkin
setiap generasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing2. Mudah2an bukan efek
negatif media, yang tidak kita sadari.
Mohamad Ali Murtadho

Reply

April 24th, 2015 at 9:36 am


http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

15/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

Ya, sy merasakan Dan kegalauan yg sama Cak shon, sy sempet membandingkan


mahasiswa PD era saya begitu semangat saat belajar, diawal perkuliahan sdh menanyakan
referensi perkuliahan Dan keyword 2 pencarian, kemudian cepat2 mendapatkan buku
diperpus, berburu buku diloakan Dan tokobiku, kmudian rajin diskusi Dan bikin klompok
belajar Dan berkomunitas.lah skrng, perpus sepi, diminta mencari buku pilih ngopi saja ke
dosennya, menjelang UTS Dan Uas baru cetak module Dan kerepek an. Menjlang Skripsi,
Wes ga usah susah2 Beli saja program,Skripsi Beli Dan gak paham is Isi. Miris
Sy pun menghidupkan konunitas2 pun sepi peminat mereka lbh suka nonhkrong di
warung n mall
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:49 am


Tetep semangat Mas Ali. Salam buat teman2 di Unipdu
irawan

Reply

April 24th, 2015 at 10:37 am


Salam kenal MAs. Saya lulusan teknik informatika Mas. Di bangku kuliah mapelnya
pemrograman java. Sy kurang begitu menguasai. Namun skrg sy menjadi guru multimedia
dan tkj di pulau laskar pelangi. Mengajar mapel pemrograman dasar (bahasa c).
Sebelumnya tdk pernah belajar bahasa C. Karena memang hny mata kuliah pemrograman
java saja. Skrg mau tdk mau hrs paham dan menguasai karena memang tanggung jawab
mendidik anak smk yg disiapkan untuk kerja. Alhamdulillah dengan belajar sendiri skrg
lebih paham Mas dan bs memberikan pemahaman anak didik dengan cara yg sederhana
serta mudah dimengerti. Betul sekali awalannya adalah algoritma,pseudocode. Kuatkan
dl,setelahnya jauh lebih mudah dalam mengurutkan logika. Wasalam
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 10:50 am


Thanks sharing nya mas. Ada pepatah bijak: Teaching is the best way of learning.
Semangat selalu membimbing anak-anak muda kita.
fhr93

Reply

April 24th, 2015 at 11:35 am


Reblogged this on { Between Two Brackets } and commented:
Setuju deh sama opin Cak Shon (y)
fhr93

Reply

April 24th, 2015 at 11:50 am


Setuju sama pendapat Bapak hehe.

http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

16/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

Setuju sama pendapat Bapak hehe.


Alhamdulillah saya dulu pernah diajar sama bapak ketika mata kuliah Matematika Diskrit.
Mahasiswa sekarang rasa kemauan untuk belajar ngodingnya rendah (sebagian besar).
Ujung-ujungnya masalah passion. Tapi kalau tidak passion komputer, ngapain masuk
jurusan yang berhubungan erat dengan komputer. Patut dipertanyakan itu.
Dengan semangat belajar yang tinggi, apapun menjadi bisa. Saya teringat ketika dulu saya
SMA, passion saya tentang dunia komputer lumayan tinggi. Saya beli buku tentang hack
dengan google, membuat website mudah dengan joomla, sampai akhirnya saya beli buku
tentang pemrograman PHP, walaupun baru dibaca ketika masuk kuliah hehe.
Jaman sekarang sudah enak. Mau tau sesuatu, punya pertanyaan, tinggal Googling. Tapi ya
itu, tinggal googling aja susah. Karena tidak ada rasa keinginan untuk belajar. Mungkin ini
yang dinamakan konsumtif dalam hal teknologi, hanya bisa memakai teknologi, tapi tidak
bisa membuatnya atau bahkan parahnya tidak mau tahu cara kerjanya. Siap-siap saja
menjadi generasi konsumtif.
Salam.
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 1:16 pm


wah, ketemu mahasiswa ane neh, angkatan 2010. Exactly agreed with you Mas Fahri.
Nice sharing. Semoga sukses karir nya, di tempat belajar sesungguhnya, di Insitut
Tempat Bekerja. Cheer.
Astomo Pancoro Putro

Reply

April 24th, 2015 at 11:56 am


kalau bukan sarjana komputer tapi mahir ngoding itu biasanya perusahaan yang butuh
programmer melihat sebelah mata, padahal realitasnya seperti yg sampeyan postingkan,
sarjana komputer tapi gelapan ngoding
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 1:20 pm


betul, sudah rahasia umum, di lnggris, kebetulan kapan hari saya ikut career week di
kampus. Saya kaget, ternyata perusahaan2 top dibidang IT justru sekarang sengaja
merekrut lulusan jurusan2 non-IT untuk bekerja dibidang IT. Katanya to harness rich
ideas from different background.
Cak Shon

Reply

April 24th, 2015 at 1:23 pm


Ini artikel menarik sbg ref. komen saya di atas: Why your computer science degree

http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

17/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

Ini artikel menarik sbg ref. komen saya di atas: Why your computer science degree
wont get you an IT job >> https://targetjobs.co.uk/career-sectors/it-andtechnology/323039-why-your-computer-science-degree-wont-get-you-an-it-job
oguds

Reply

April 24th, 2015 at 4:13 pm


Saya mencari kata kunci di artikel di atas dan komentar2 di bawahnya, tapi tidak
menemukan: tujuan programming itu apa? Mengapa proses yg diributkan sedangkan
tujuan dari proses itu tidak dijelaskan. Jangan salahkan mahasiswa kalau mereka gagal
paham dan gagal programming. Tujuan di era sekarang tidak bisa lagi sekedar tugas
kuliah, melainkan realitas lapangan.
Saya ditugaskan menangani inkubator TIK, banyak bertemu startup2. Menumbuhkan
keahlian hanya bisa dengan satu jalan: membuat tantangan nyata. Saya mendengar di Univ
Stanford, Silicon Valley, mahasiswa di sana sudah dilatih membuat startup sejak awal2
kuliah. Ini tantangan beneran, bukan semu, bukan buatan seperti tugas kuliah. Mungkin ini
hasil budaya kerja yg keras, tapi budaya adalah produk manusia. Tugas di sini, bagaimana
menumbuhkan budaya tersebut. Tanpa begitu, lulusan PT ini hanya mahasiswa2 manja yg
abal-abal.
Pram

Reply

April 24th, 2015 at 7:20 pm


hehehe nah memang kadang dulu kayaknya sang anak kuliah ga sesuai dengan
keinginan hatinya. jadinya kurang sama konde..eh kodingnya hehehe.
Gak disangka yaa oom, malah saya yang kuliah manajemen ekonomi, sekarang nyangkul
di dunia IT, dengan skill koding pas pasan (pas butuh duit pas ada yang order web
wkwkwk) pengen bingit kuliah beneran di tehnik informatika ataupun manajemen
informatika.
Mungkin mereka mulai lelah, sementara orang seperti saya mulai lapar hehehe.
salam kenal oom Chakson
Cak Shon

Reply

April 25th, 2015 at 5:03 pm


Salam kenal mas Pram. Betul, mas sampean sepertinya baru nemu passin baru. Good
luck, ya!
chak

Reply

April 25th, 2015 at 12:15 am

oiya,untuk jago ngoding apakah dibutuhkan pengetahuan matematika yang baik?aku

http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

18/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

oiya,untuk jago ngoding apakah dibutuhkan pengetahuan matematika yang baik?aku


beranggapan kalau gag jago matematika berarti gak bisa jadi programmer,apakah itu
benar?
Cak Shon

Reply

April 25th, 2015 at 5:02 pm


sebenarnya ilmu komputer itu induk nya matematika. Kalau sekedar untuk develop
aplikasi proses bisnis, ndak perlu matematika. Tapi kalau arahnya sudah
pengembangan algoritma untuk problem yang kompleks, e.g. misal kombinatorik yang
np-hard jelas harus paham matematik. Apalagi sampean baca algoritma di paper
jurnal2 ilmiah, semuanya penuh simbol matematika mas.
Armadyah Amborowati

Reply

April 25th, 2015 at 1:43 am


suwon yo pak, infone apik.
Cak Shon

Reply

April 25th, 2015 at 4:57 pm


sami2
Yusuf Lim

Reply

April 25th, 2015 at 1:50 am


Kalo dikampus saya kasusnya adalah tidak adanya jurusan yang terarah ke satu pokok
bahasan pemrograman ( contohnya android (Java), php , desktop/web base, database,
jaringan, dll) jadi dikampus saya digabung semua dari semeester satu sampai semester
akhri tuh bahasa pemrograman-database-jaringan Meskipun sudah dibuat cabang
SI/TI/SK .. tapi tetap saja harusnya dibuat lagi cabangnya seperti fokus ke android kah /
database kah atau php kah atau jaringan kah.. yaa begitu mas.. hehehe.. Thanks for
sharingnya..
Cak Shon

Reply

April 25th, 2015 at 4:56 pm


Thanks juga mas sharing nya
maurisrx

Reply

April 25th, 2015 at 2:31 am


Terima kasih Pak Shon atas ilmu dan penceraannya. Saya sendiri adalah programmer

http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

19/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

Terima kasih Pak Shon atas ilmu dan penceraannya. Saya sendiri adalah programmer
otodidak, fokus saya ke technical skill sehingga kemampuan algoritma saya masih kurang.
Untuk tambahan learning sources, ada khanacademy.com dan ocw.mit.edu, keduanya
sangat bagus. Saya sendiri awalnya belajar di w3schools.com kemudian ambil premium
courses di learnable.com. Kunci belajar sendiri menurut saya ada di Bahasa Inggris, jika
kita bisa paham mendengarkan lecture berbahasa Inggris, ilmu apa saja ada di internet.
Cak Shon

Reply

April 25th, 2015 at 4:55 pm


sama2 mas. thanks banget sharing nya
harrisfadhil

Reply

April 25th, 2015 at 2:59 am


makin semangat belajar ngoding
Cak Shon

Reply

April 25th, 2015 at 4:49 pm


Seeep and Good luck!
Asmaradhana D'Amour

Reply

April 25th, 2015 at 5:20 am


Saya salut dengan tulisan ini mas, saya termasuk salah satunya, faktor paling nyata karena
usia saya yang sudah out of limit tapi masih pengen lebih bisa komputer, ujungnya sering
kelupaan sepulang kuliah karena langsung mikir cicilan
Cak Shon

Reply

April 25th, 2015 at 4:48 pm


Thanks mas, sama mas aku yo nduwe cicilan wkwkwk
arif007

Reply

April 25th, 2015 at 8:21 am


mantap bnr nih artikel, wajib di save
Cak Shon

Reply

April 25th, 2015 at 4:47 pm


http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

20/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

Thanks mas arif


David Frogg

Reply

April 25th, 2015 at 10:55 am


kalau menurut saya, knp gak bisa ngoding?, mnrut saya masalahnya terletak pada
Perkembangan Teknologi,
ya,
-pertama Dosen mengajarkan hanya inti pelajaran tersebut dengan slidenya, jika
pemrograman mungkin hanya diberikan latihan contoh membuat program sederhana,
dengan coding sederhana, itupun pasti mahasiswa hanya melihat dan menyalin Source
Code yang ada di di Proyektor terus langsung Debugg.
-kedua untuk lebih banyak memahami dan menguasai mngkin cukup sulit dijaman
sekarang, ya, sangat mudahnya didapat berbagai macam Source Code di Internet,
sehingga skill sangat memungkinkan programmer jaman sekarang jadi skill Copy-Paste,
tidak repot untuk membuat sebuah aplikasi yang sangat banyak dishare di Internet,
lengkap dengan tahap-tahap, bahkan Source Codenya yang bisa di Copy-Paste, mungkin
berbeda dengan jaman dulu, yang mengharuskan mahasiswa untuk dapat mengerti harus
membeli banyak buku runtuk berbagai Source Code dan Mau gak mau mengetik ulang di
apliaksi Bahasa Pemrogramannya utk benar atau tidaknya, sehingga secara tidak langsung
dapat membiasakan diri bagi mahasiswa untuk lebih mengenal bahasa pembrograman
yang dipakai, cara pengetikan, dan membuat mengerti, memahami, menghapal sedikit
demi sedikit dari sana, dibandingkan dengan membuka bahasa pembrograman-buka web
untuk cara membuat apliaksi tersebut-dan mengcopy-paste sorce code tersebut-lalu
debugg-jalan, bahkan untuk pelajaran lain saja dalam perkuliahan, jaman sekarang jrg
mahasiswa yang membeli buku untuk dibaca dan dibawa kekampus, ya karena itu
masalahnya Copy-Paste dan tidak ngerti untuk mengetik kembali, dll,
kalau menurut saya seperti itu, bagaimana dengan dibawah ane ya?
Cak Shon

Reply

April 25th, 2015 at 4:47 pm


Thanks sharing nya mas David. memang kenyataan kok apa yg sampean ceritakan.
hehe.
Yudhi Irwanto

Reply

April 25th, 2015 at 11:36 am


saya jurusan SI.dan saya tidak bisa ngoding, tapi skripsi saya membuat web. dan
alhamdulillah saya lulus.menurut saya sendiri (ini menurut saya ya), coding itu bukan
sesuatu yg begitu diajarkan, anda langsung bisa mengembangkannya. menurut saya,
ngoding itu hanya kebiasaan,kemudian mereka mengembangkan karna menjadi
penasaran.bisa juga ngoding itu keterpaksaan, terpaksa mengajukan judul skripsi berbasis
web, dan hebohnya malah diterima.akhirnya mau tidak mau kita harus menyelesaikannya.
(haha)
http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

21/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

mohon jangan pernah menyalahkan dosen atau guru private kalian wahai para programer
gagal,salahkan diri anda yang tidak berfikir luas di jaman seperti sekarang ini.
saya lulus, semua berkat Google. terima kasih Google
Cak Shon

Reply

April 25th, 2015 at 4:45 pm


sependapat mas, nuwun
thya

Reply

April 25th, 2015 at 12:09 pm


inspiratif banget artikelnya mas, tp disini kalo ngomongin minat, knp sya gak banget ya?
hahahah bawaannya males dan ogah utk belajar ngoding. apa sugesti saya, ngoding itu
terlalu rempong??. akan tetapi, tiap kelar ngerjain tugas ngoding dan hasilnya bagus. saya
jadi senang sekali. seperti mendapatkan undian berhadiah. wkwkwkw makasih mas,
artikel ini membantu sekali.
Cak Shon

Reply

April 25th, 2015 at 4:44 pm


sama2 mbak, terima kasih sharing nya, lucu
f1reza

Reply

April 25th, 2015 at 1:34 pm


Reblogged this on f1reza's Blog and commented:
Sangat menginspirasi..
Ahmad Safar

Reply

April 25th, 2015 at 4:05 pm


keren mas artikelnya
saya setuju dgn gap knowledge dan (kebanyakan) mahasiswa jaman skarang yg manja
Jujur, saya lulusan dari SMK Akuntansi. Saya waktu dri klas 1 SMK udh mulai coba
ngoding web programming, gk tau kenapa saya malah merasa enang sma koding, padahal
dlu gk pnya laptop/PC (maklum dri kluarga biasa sja) jadi saya belajar ngoding di warnet.
Setelah 3 tahun menggeluti dunia koding, baru saya lanjut kuliah tepatnya di LP3I
Balikpapan. Ekspektasi saya, saya berfikir bakal ketemu teman yg jago ngoding spy bsa
bkin project utk aplikasi/web, dan ternyata malah kebalikannya, banyak dari tman sekelas
saya yg sulit belajar Algoritma dan basic programming. Mereka betul dari nol.

http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

22/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

tetapi seiring berjalannya waktu mereka sdh mengerti basic coding. saya percaya itu karna
motivasi dosen komputer saya, pak Bambang. karena di setiap matkul pada saat mulai
perkuliahan kita selalu diberi motivasi oleh dosen yg sdg mengajar.
terima kasih bwt artikelnya yg bermanfaat mas, saya jadi termotivasi nih berkat
postingannya
saya jg mau bagikan artikel ini ke teman saya supaya mereka termotivasi
jg
oiya saya skrg kuliah di LP3I Balikpapan jurusan Informatika Komputer, skrg lg semester 2
nih.
waktu semester 1 saya dpt piagam 1st Best of the best student angkatan junior (maaf bkn
brmaksud smbong)
Lanjutkan postingannya mas! good luck
Cak Shon

Reply

April 25th, 2015 at 4:43 pm


Thank sharing nya mas. Salut buat Pak Bambang. Sukses terus buat sampean
Johny

Reply

April 25th, 2015 at 4:14 pm


Kalau dari pengalaman profesional saya selama ini, programmer2 terbaik yang pernah saya
temui di dunia kerja justru biasanya bukan lulusan IT. Yang lulusan IT biasanya malah
melempem, skill koding payah dan gak ada kemauan belajar (sudah gitu minta gaji tinggi
pula)
Saya rasa karena lulusan IT terbiasa dimanja dan disuapin selama kuliah. Kalau gak diajari
gak mau belajar sendiri. Sedangkan yang non IT tapi senang koding biasanya punya
semangat belajar lebih tinggi sehingga lebih maju
Cak Shon

Reply

April 25th, 2015 at 4:41 pm


betul mas, di Inggris perusahaan2 IT malah sengaja ngrekrut lulusan2 non-IT.
sdb

Reply

April 26th, 2015 at 4:59 am


saya juga lulusan non IT applied physics tepatnya, jadi programmer dan game
developer secara otodidak dan hasil tidur diatas jam 2 malam mempelajari bahasa
pemrogramman, suatu saat saya berkesempatan untuk merekrut sarjana IT dan jadi
tukang ng interview..saya bener2 shock mas ada sarjana IT lulusan institut almamater
saya tak suruh ngerjakan paka bahasa yg tertera di loker ternyata g bisa katanya dulu
dikampus tidak pernah mrogram yg begituan..aku ngowoh mas..jancuk plg lebay pun
http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

23/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

kurang mas bwt nggambarin itu..besoknya lagi ada yg agak bisa ya udah tak terima
aja..jreng tak kasih assignment eh koding nya amburadul semua g tau kapan bikin kelas
kapan bikin cuman method atau yg lainnya..
Reply

Cak Shon

April 26th, 2015 at 6:26 pm


matur nuwun sharing nya mas, saya jadi tahu hal-hal seperti ini. Mudah2an yang
sampean interview itu bukan mahasiswa saya. xixixi.
MW
April 26th, 2015 at 2:02 am
Mantap sekali tulisannya Cak Shon! Kapan2 saya juga pengen nyoba belajar ngoding
semoga kesampean.
Reply

Cak Shon
April 26th, 2015 at 6:28 pm

waduh sampek Bu Mahe ikutan komentar


. Tak sabar menunggu Bu Mahe ngajar Al
Pro yang selalu dirindukan mahasiswanya di kelas.
Reply

juliomakangiras
April 26th, 2015 at 2:46 am
Wah sangat menginspirasibener pak terlalu manja jadi halangan buat maju.

Reply

Cak Shon
April 26th, 2015 at 6:27 pm
matur nuwun

Reply

Arfinda Setiyoutami
April 26th, 2015 at 4:57 am
Bagus banget tulisannya Pak
Semoga nggak telat belajar meski sudah lulus.

Reply

Cak Shon
April 26th, 2015 at 6:26 pm
Thanks arfinda

. Sukses selalu buat sampean

http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

24/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

muslimmuda15

Reply

April 26th, 2015 at 5:25 am


ngoding itu memang tantangan, klo bisa selesai suenengnya luar biasa.
tp klo udah buntu banget, nguelu luar biasa.
Cak Shon

Reply

April 26th, 2015 at 6:24 pm


setuju, thanks
wisnuwidiarta

Reply

April 26th, 2015 at 6:49 am


Mereka yang nggak jago atau gak suka coding waktu lulus biasanya jadi boss yang dapat A
hahaha
Cak Shon

Reply

April 26th, 2015 at 6:23 pm


mudah2an mas, ammiiin
wisnuwidiarta

Reply

April 26th, 2015 at 8:00 pm


Wkwkwkwkwk
nurkholis
April 26th, 2015 at 10:55 am
matur suwon sanget cak info ne
Cak Shon

Reply

April 26th, 2015 at 6:23 pm


sami2
comardy

Reply

April 26th, 2015 at 3:28 pm

Jauh sekali dari perkiraan saya kalau semua sarjana komputer pasti memahami

http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

25/26

27/4/2015

Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa? | ngaji di Nottingham

Jauh sekali dari perkiraan saya kalau semua sarjana komputer pasti memahami
pemrograman. Tapi saya gak terlalu kaget karena guru saya sendiri pun bergelar S.kom
juga tidak bisa ngoding.
Saya justru suka kalau terjadi gap knowledge. Batas saya bisa terima gap knowledge hanya
sakit.
Btw, saya perempuan yang masih berstatus pelajar smk multimedia. Cuma sedikit
mengerti bahasa html, css, php. Hehe
Reply

Cak Shon
April 26th, 2015 at 6:22 pm
keren mbak,cewek, masih SMK sudah jago coding. Luar biasa! terus belajar ya!

Reply

purwo

April 27th, 2015 at 1:09 am


akhirnya saya nyebur buat latihan coding di http://www.codecademy.com/, tidak pernah
ada kata terlambat untuk kembali belajar. barangkali semangat dan latihanya yang terus
dipertahankanterimakasih sebelumnya cak
Reply

Subscribe to RSS
Create a free website or blog at WordPress.com. The Elegant Grunge Theme.
Follow

Follow ngaji di Nottingham


Build a website with WordPress.com

http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

26/26