Anda di halaman 1dari 10

1

BAB 1
PENDAHULUAN
A. JUDUL PROGRAM
Program Kreatif Masyarakat Berbasis Online (Web Desa) sebagai Sarana
Pengembangan dan Pemasaran Potensi Lokal Di Kabupaten Bojonegoro
B. LATAR BELAKANG MASALAH
Kabupaten Bojonegoro merupakan wilayah yang berada di Propinsi Jawa
Timur yang memiliki potensi lokal yang luar biasa mulai dari sumber daya alam,
infrastruktur, dan faktor penunjang lainnya. Di Wilayah tersebut mempunyai
beragam potensi lokal yang dapat dikembangkan seperti produk khas daerah,
Obyek Wisata dan banyak potensi lokal lainnya yang masih belum diketahui.
Selama ini upaya promosi yang dilakukan pemerintah daerah belum dikelola
dengan baik dan pelaksanaannya masih belum maksimal, sehingga potensi-potensi
lokal tersebut masih banyak yang belum diketahui. Padahal dengan informasi dan
dengan media promosi potensi lokal yang efektif akan menarik investor dan
wisatawan untuk menanamkan investasinya di Bojonegoro.
Pemerintah daerah harus merancang strategi yang sistemik untuk menjual
dan menawarkan potensi sumberdaya nasional di daerahnya masing-masing
kepada masyarakat konsumen secara luas maupun investor pada khususnya
(Bhinadi, 2005). Pemerintah Daerah seharusnya mengajak masyarakat dalam
mempromosikan potensi lokal di wilayah Bojonegoro karena Masyarakat
mempunyai kemauan tinggi untuk mengembangkan daerahnya. Masyarakat
berperan penting dalam promosi potensi lokal karena merekalah yang mengetahui
potensi-potensi lokal tersembunyi yang berada di Daerahnya. Dengan inovasi dan
kreatifitas yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam
mengembangkan informasi dan media pemasaran potensi lokal diharapkan dapat
meningkatkan pendapatan asli daerah pada jangka menengah dan panjang.
Disisi lain, dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang
pesat, terutama dalam bidang jaringan komunikasi dalam media internet yang
disebut website, penyampaian informasi akan lebih mudah dan efisien karena
informasi dapat di access langsung dengan media elektronik, seperti Smartphone
dan Gadget yang terkoneksi dengan internet. Dengan demikian, media internet
memegang peranan penting dalam pemasaran produk lokal karena terdapat
banyak cara dan bentuk untuk mempromosikan potensi lokal suatu daerah tersebut
secara global. Website sendiri adalah salah satu aplikasi yang berisikan dokumendokumen multimedia (teks, gambar, suara, animasi, video) didalamnya yang
menggunakan protokol HTTP ( hyper text transfer protocol ) dan untuk
mengaksesnya mengunakan perangkat lunak yang disebut browser (Arief: 2011).

Dengan demikian masyarakat seharusnya mampu mempromosikan potensi


lokal didaerahnya tersebut secara global dengan menggunakan media Internet
seperti pembuatan website. Namun pada kenyataannya, tingkat pengetahuan
masyarakat tentang media internet masih belum menguasai secara maksimal. Oleh
karenanya, diperlukan suatu program yang akan membekali masyarakat tentang
pengelolaan website dengan baik guna memaksimalkan pemasaran potensi lokal
secara global.
C. Rumusan Masalah
Mengacu pada uraian latar belakang di atas, maka rumusan pokok
permasalahan program kreatifitas mahasiswa di jabarkan sebagai berikut :
1. Bagaimana Strategi Pengembangan dan Pemasaran Potensi Lokal dalam
menunjang bidang Perekonomian di Bojonegoro?
2. Bagaimana proses Pengembangan dan Pemasaran Potensi Lokal berbasis
online sebagai sarana promosi di Bojonegoro?
D. Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam Program ini adalah :
1. Tidak mencari keuntungan dari Potensi Lokal yang ada di Bojonegoro
2. Tidak membahas pada trafik jaringan yang digunakan untuk hosting jaringan.
3. Tidak membahas pada sistem keamanan website.
E. Tujuan Program
Tujuan yang ingin dicapai dari program kreativitas mahasiswa ini adalah sebagai
berikut :
1. Untuk mengetahui manfaat media online khususnya website dalam menunjang
pemasaran potensi lokal oleh masyarakat.
2. Untuk mengembangkan dan mempromosikan potensi lokal di Bojonegoro
secara global melalui media internet.
3. Untuk memberikan Informasi dan publikasi kepada masyarakat umum secara
online agar keunggulan Potensi Lokal di Bojonegoro ini semakin dikenal oleh
masyarakat luas sehingga dapat membantu Pemerintah Daerah memaksimalkan
dalam promosi potensi lokal.
4. Untuk membantu kinerja Pemerintah Daerah dalam mempromosikan potensi
lokal di Daerah Bojonegoro sehingga dapat dipromosikan secara cepat dan
tepat.
5. Untuk menggantikan peranan promosi potensi lokal metode lama dengan
metode baru dengan media online yang efektif dan efisien.
F. Luaran yang Diharapkan

Adapun luaran yang di harapkan dari program kreativitas mahasiswa ini


adalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.

Terciptanya karya kreatif masyarakat berupa website yang akan


mempromosikan potensi lokal oleh masyarakat.
Pengetahuan akan manfaat dari media online untuk masyarakat.
Peningkatan pendapatan masyarakat maupun Pemerintah Daerah dengan
menjual potensi lokal di Bojonegoro.
Mengembangkan kemampuan berkreatifitas dalam mempromosikan
potensi lokal oleh masyarakat.
Membuka peluang penciptaan lapangan kerja untuk diri sendiri dan
maupun masyarakat dengan menjual potensi lokal.

G. Kegunaan Program
1. Membantu masyarakat yang mengalami permasalahan mempromosikan
potensi lokal.
2. Meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mempromosikan potensi lokal
di daerah Bojonegoro.
3. Meningkatkan kreativitas inovatif mahasiswa dalam menemukan hasil
karya yang dapat dimanfaatkan sebagai pengabdian kepada masyarakat.
4. Meningkatkan knowledge serta keterampilan dalam mempromosikan
potensi lokal bagi masyarakat.
5. Memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat umum .

BAB 2
GAMBARAN UMUM MASYARAKAT

a. Kondisi Masyarakat Bojonegoro


Kabupaten Bojonegoro menurut Buku Profil Bojonegoro memiliki luas
wilayah 30.706 hektar, jika dilihat secara topografis Kabupaten Bojonegoro
berada di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo dan sekitar 30 % dari wilayah
tersebut merupakan daerah persawahan. Sehingga pada umumnya masyarakat
desa di Kabupaten Bojonegoro bermata pencaharian sebagai petani, karena
pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan turun-temurun dan menurut mereka
pekerjaan tersebut cocok di wilayah Bojonegoro. Paradigma ini didasari oleh
kenyataan bahwa masyarakat hidup bergantung hanya pada bidang agraris
pertanian, namun sebagian besar dari masyarakat tidak memiliki lahan garapan
atau dikatakan sebagai buruh tani sehingga penghasilannya pun kurang
berkembang. Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan lahan yang
semakin berkurang maka dapat dipastikan kemiskinan juga akan bertambah.
b. Potensi Lokal Daerah Bojonegoro
Padahal sebenarnya Daerah Bojonegoro memiliki banyak potensi
unggulan yang bisa dikembangkan dan bahkan bisa menjadi sumber mata
pencarian utama bagi penduduk di sekitarnya. Potensi-potensi lokal yang berada
di wilayah Bojonegoro tersebut mulai dari Sumber daya Alam seperti kayu,
industri makanan seperti Ledre, industri kerajinan seperti Batu ONYX, wisata
alam seperti Kahyangan Api, pertanian seperti Belimbing Ngringin Rejo,
perkebunan dan lain-lain. Namun pada kenyataanya potensi-potensi lokal tersebut
masih belum dipromosikan secara global oleh masyarakat sehingga hanya warga
lokal saja yang mengetahui potensi tersebut dan potensi lokal tersebut tidak dapat
berkembang.
c. Promosi Potensi Lokal dengan media Online
Seharusnya masyarakat bisa mempromosikan Potensi Lokal tersebut
secara efektif menjadi potensi unggulan yang bisa bersaing dengan daerah lain.
Jika dilihat dari struktur penduduk, masyarakat Kabupaten Bojonegoro
didominasi oleh penduduk usia muda. Konsentrasi penduduk sebagian besar
berada pada kelompok usia 25-44 tahun. Dengan struktur penduduk yang
didominasi oleh usia produktif menjadikan modal utama untuk meningkatkan
produktifitas wilayah Bojonegoro. Hal tersebut menjadi hal utama dalam
mempromosikan potensi lokal oleh kalangan muda. Dengan diberikan sosialisasi
dan pelatihan tentang pengelolaan website, maka untuk mempromosikan potensi
lokal secara global bukanlah menjadi hambatan. Sehingga tujuannya dari
publikasi dengan media online ini, masyarakat akan mengidentifikasi potensi
daerahnya dan menuangkannya ke dalam profil investasi daerah dalam media

website. Di dalam website tersebut berisikan profil daerah beserta potensi lokal di
daerah tersebut. Dengan demikian Potensi lokal yang ditampilkan dapat cepat di
update sehingga dapat dikembangkan dengan maksimal dan berdaya saing.
d. Permasalahan dan Penyelesaiannya
Namun pada kenyataannya, tingkat pengetahuan masyarakat tentang
media internet masih belum dikuasai secara maksimal. Oleh karenanya,
diperlukan suatu program yang akan membekali masyarakat tentang pengelolaan
website dengan baik. Sehingga tujuan dari Program ini adalah untuk menjadikan
masyarakat mandiri guna mengembangkan dan memaksimalkan pemasaran
potensi lokal secara global melalui media online yang lebih efisien dan efektif.

BAB 3
METODE PELAKSANAAN

A. Tahapan-Tahapan Pelaksanaan Program


Pelaksanaan Program Kreatif Masyarakat berbasis online menggunakan
website untuk promosi potensi lokal wilayah Bojonegoro ini terdiri dari 4 (empat)
tahap yaitu: Perencanaan Program, Persiapan Program, Pelaksanaan Program,
dan Pengawasan Program.
1. Perencanaan Program
Sebelum mempersiapkan Program, langkah awal yang dilakukan adalah
perencanaan Program. Dalam Perencanaan program ini terdapat 3 kegiatan
utama yaitu perencanaan kegiatan, pemilihan tempat dan pemilihan
alat/bahan penunjang kegiatan.
2. Persiapan Program
Sebelum memulai Program, Diperlukan persiapan kegiatan yang terdapat
2 kegiatan utama yaitu Persiapan alat/bahan penunjang kegiatan dan
Perizinan melakukan kegiatan di Kecamatan.
3. Pelaksanaan Program
Tahapan Pelaksanaan Program ini adalah sebagai berikut :
a. Mengumpulkan Penggiat TIK ( Teknologi Informasi dan Komunikasi)
untuk membantu dalam proses pelatihan pengoperasian website kepada
Masyarakat.
b. Menemui Kepala Desa untuk menerangkan langkah awal program
masyarakat tentang pengenalan potensi lokal dan pengelolaan website.
c. Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang Kelebihan dan Manfaat
dari Potensi Lokal yang berada di Daerahnya untuk dijadikan sebagai
pendapatan Masyarakat atau Desa.
d. Mengumpulkan masyarakat yang berada di Desa untuk diberi arahan
bagaimana cara mempromosikan potensi lokal melalui media internet
dan pengelolaan website.
e. Memberikan pelatihan tentang pengelolaan website dan membekali
Buku Panduan Pengelolaan Website kepada Masyarakat yang akan
mengelola website tersebut.
4. Pengawasan Program
Setelah tahap pelaksanaan program kegiatan selesai, maka langkah
selanjutnya adalah Pengawasan Program. Dalam kegiatan pengawasan ini
terdapat 2 kegiatan utama yaitu Membantu dan mengawasi kinerja dari
masyarakat setelah diberikan pelatihan pengelolaan website agar tujuannya
masyarakat sudah mandiri untuk mengembangkan dan mempromosikan
potensi lokal di Daerahnya secara efektif, kreatif dan inovatif.
BAB 4
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 ANGGARAN BIAYA

Adapun rincian anggaran biaya kegiatan adalah sebagai berikut :


No
.
1.

2.

3.

Jenis Pengeluaran
Peralatan Penunjang
Penyewaan Laptop
Penyewaan Mesin Printer
Modem
Router Wifi
Seragam Kegiatan
ID Card
Pensil
Penghapus
Spidol
Bolpoint
Gunting
Blocknote
Cutter
Penggaris
Bahan Habis Pakai
Kertas Bufalo
Hekter
Selotipe
Kertas A4
Tinta
Pembelian Template Website
Penyewaan Domain (per 3 tahun)
Pembelian Hosting (per 3 tahun)
Perjalanan
Ke kabupaten Bojonegoro untuk merencanakan
dan memilih tempat sasaran yang membutuhkan
bantuan program
Ke kota Bojonegoro untuk pengadaan bahan
penunjang program
Ke Pemerintah kabupaten Bojonegoro untuk
perizinan
Menuju ke kecamatan Ngasem untuk sosialisasi
kelebihan dan manfaat potensi lokal yang ada di
daerahnya
Menuju ke Kepala Desa Ngasem untuk meminta
izin dan merencanakan hari pelatihan
Menuju ke Desa Ngasem untuk melakukan
pelatihan kegiatan
Menuju ke daerah Ngasem untuk memantau
kinerja masyarakat dalam pengelolaan website

Biaya (Rp)
650.000,575.000,330.000,721.500,330.000,45.000,12.500,11.000,21.000,30.000,5.000,5.000,7.000,7.000,75.000,45.000,25.000,435.000,250.000,270.000,1.500.000,1.800.000,-

52.000,13.000,13.000,26.000,13.000,13.000,26.000,-

untuk promosi potensi lokal


Menuju ke kota Bojonegoro untuk penyusunan
laporan akhir
Menuju ke kabupaten Bangkalan untuk
penyerahan Laporan akhir
Karcis kapal
Konsumsi (3x per hari)
Lain-lain
Administrasi
1. Print Proposal
2. Jilid Proposal
3. Print Laporan
4. Jilid Laporan
5. Foto Copy
6. Nota
7. Buku Tabungan
Komunikasi
1. Pulsa
Publikasi
1. Sewa Camera
Pelatihan
1. Banner (4mx1m)
2. Sewa LCD Proyektor
3. Sewa Tempat
4. Internet
Jumlah

4.

26.000,52.000,21.000,2.495.000,-

12.000,2.000,11.500,2.000,34.000,25.000,50.000,153.000,50.000,40.000 ,50.000 ,466.000 ,204.000,11.000.000,-

4.2 JADWAL KEGIATAN


Kegiatan ini dilakukan selama 4 bulan, Adapun rincian jadwal kegiatan adalah
sebagai berikut :
No.

Jenis Kegiatan

1. Perencanaan Program
2. Persiapan dan Pengadaan Bahan Penunjang

Bulan
2
3
4

Program
3. Perizinan Program
4. Pelaksanaan Program
5. Sosialisasi dan Pelatihan Program
6. Mengawasi Kinerja Masyarakat
7. Penyusunan Laporan
8. Penyerahan Laporan Akhir

DAFTAR PUSTAKA
Alex Fahrudin, Bambang Eka Purnama. Pembangunan Sistem Informasi
Layanan Haji Berbasis Web Pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Ar
Rohman Mabrur Kudus. Indonesian Jurnal on Computer Science - Speed
(IJCSS) 13 Vol 9 No 2 Agustus 2012, ISSN 1979 9330.

10

Bhinadi, Ardito. 2005. Kampanye Komunikasi Pemasaran Daerah Melalui


Branding Communication dalam Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No.1 Tahun
2005. Yogyakarta: Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UPN
Arief M. Rudyanto. 2011. Pemograman Web Dinamis Menggunakan PHP dan
MySQL. Yogyakarta.
Nur Marlena, Dimas Sasongko. Pembuatan Website Profil Pada Sekolah
Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Kartasura. Indonesian Jurnal on
Computer Science - Speed (IJCSS) 13 - FTI UNSA Vol 9 No 2 Agustus
2012, ISSN 1979 9330
Ika Nur Indah, Lies Yulianto. PEMBUATAN WEBSITE SEBAGAI SARANA
PROMOSI PRODUK KELOMPOK PIDRA DESA GAWANG KECAMATAN
KEBONAGUNG KABUPATEN PACITAN. Indonesian Jurnal on Computer
Science - Speed (IJCSS) 15 Vol 10 No 1 Februari 2013
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. 2012. Buku Profil Kabupaten Bojonegoro.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. 2013. Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah.