Anda di halaman 1dari 20

PAKET KEBIJAKAN EKONOMI JILID 1

Dengan tujuan menggerakkan ekonomi nasional, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada
Rabu (9/9) petang, di Istana Merdeka, Jakarta, telah meluncurkan Paket Kebijakan yang
dinamakan Paket Kebijakan Jilid I September 2015.
Presiden menyebutkan ada 3 (tiga) langkah dalam Paket Kebijaka tersebut, yaitu: 1.
Mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokratisasi, serta penegakan
hukum dan kepastian usaha; 2. Mempercepat proyek strategis nasional dengan menghilangkan
berbagai hambatan, sumbatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian proyek strategis nasional;
dan 3. Meningkatkan investasi di sektor properti.
sedikit lebih rinci mengenai Paket Kebijakan yang dimaksud, antara lain:
1. Penguatan pembiayan ekspor melalui National Interest Account. Regulasinya Peraturan
Menteri Keuangan tentang Penugasan Kepala Lembaga Pembiayaan Ekspor Nasional,
deregulasinya penerbitan Keputusan Menteri Keuangan mengenai Pembentukan Komite
Penugasan Khusus Ekspor, kata Darmin.
Komite ini yang anggotanya berasal dari beberapa kementerian/lembaga, menurut Menko
Perekonomian, akan bertugas memastikan pelaksanaan National Interest Account berjalan
efektif. Proyek yang terpilih harus memenuhi kriteria, ada 6246 kriteria.
2. Penetapan harga gas untuk industri tertentu di dalam negeri.
3. Kebijakan pengembangan kawasan industri. Ini menyangkut peraturan Menteri
Perindustrian, jelas Darmin.
4. Kebijakan memperkuat fungsi ekonomi koperasi.
Menurut Menko Perekonomian, deregulasi ini menyangkut Keputusan Menteri Koperasi dan
UKM. Adapun manfaat yang diberikan misalnya, koperasi tidak lagi jadi rancu fungsinya antara
fungsi ekonomi dan fungsi sosial, tetapi berubah dengan kuatnya fungsi ekonomi koperasi
menjadi mitra utama usaha mikro kecil dan menengah di daerah.

Meningkatnya kemampuan permodalan dan keuangan koperasi untuk mengembangkan


usahanya sebagai sumber pembiayaan masyarakat, menjadi trading house dalam bentuk usaha
mikro kecil dan menengah, untuk memproduksi barang-barang kebutuhan masyarakat industri
dan ekspor, termasuk menciptakan produk-produk ekspor ekonomi kreatif yang mampu bersaing
di pasar lokal, nasional, maupun global, terang Darmin.
5. Kebijakan simplikasi perizinan perdagangan.
6. Kebijakan simplifikasi visa kunjungan dan aturan pariwisata.
7. Kebijakan elpiji untuk nelayan. Adanya konverter yang mengefisienkan penggunaan biaya
yang digunakan oleh nelayan. Manfaat yang bisa diperoleh, menurut Menko Perekonomian
Darmin Nasution, apabila sekali melaut nelayan kecil membutuhkan solar sampai dengan 30 liter
dengan biaya bahan bakar Rp6.900/liter, akan hemat sebesar Rp144.900.
Artinya dengan modal solar Rp62.100, nelayan mendapatkan 10 kg ikan dengan asumsi seharga
Rp20.000/kg, maka nelayan memperoleh keuntungan tambahan dibanding sebelumnya sebesar
Rp137.900. Kebijakan ini tetu akan meningkatkan produksi ikan tangkap nasional, sekaligus
memperbaiki kesejahteraan nelayan, terang Darmin.
8. Stabilitas harga komiditi pangan, khususnya daging sapi. Menurut Darmin, ini adalah
memperluas cakupan perdagangan dan negara asal impor sapi maupun daging sapi, sehingga
dapat menciptakan harga sapi atau daging sapi harga yang lebih kompetitif. Memberikan
kemudahan bagi pemerintah untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga daging sapi.
9. Melindungi masyarakat berpendapatan rendah dan menggerakkan ekonomi pedesaan. tadi
yang dijelaskan oleh Presiden sebagai percepatan pencairan Dana Desa, serta mengarahkan
penggunaan dari Dana Desa, kata Darmin.
Deregulasi ini, kata Menko Perekonomian, adanya surat yang sifatnya khusus untuk Dana Desa.
Ada Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 (tiga) menteri yaitu Mendagri; Menteri Desa, PDT, dan
Transmigrasi, serta Menteri Keuangan yang membuat aturan dan penyederhanaan, sehingga

dengan melihat template bisa diganti langsung, juga tidak perlu ada RPJMDes (tinggal
lihat template-nya, dicoret-coret dan disesuaikan).
10. Pemberian Raskin atau Beras Kesejahteraan untuk bulan ke-13 dan ke-14.
PAKET KEBIJAKAN EKONOMI JILID 2
Berbeda dengan Paket Kebijakan Ekonomi I yang meliputi banyak regulasi, kali ini
Presiden Joko Widodo mengarahkan paket kebijakan ekonominya untuk fokus pada upaya
meningkatkan investasi. Bentuk upaya ini berupa deregulasi dan debirokratisasi peraturan untuk
mempermudah investasi, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman
modal

asing

Inilah

isi

1.

lengkap

kebijakan

Kemudahan

ekonomi

Layanan

(PMA).
jilid

II

Presiden

Investasi

Jokowi:

Jam

Untuk menarik penanaman modal, terobosan kebijakan yang akan dilakukan adalah memberikan
layanan cepat dalam bentuk pemberian izin investasi dalam waktu tiga jam di Kawasan Industri.
Dengan mengantongi izin tersebut, investor sudah bisa langsung melakukan kegiatan investasi.
Regulasi yang dibutuhkan untuk layanan cepat investasi 3 jam ini adalah Peraturan Kepala
BKPM dan Peraturan Pemerintah mengenai Kawasan Industri serta Peraturan Menteri
Keuangan.
2.

Pengurusan

Tax

Allowance

dan

Tax

Holiday

Lebih

Cepat

Setelah dalam 25 hari syarat dan aplikasi dipenuhi, pemerintah mengantongi keputusan bahwa
investasi tersebut dapat menerima tax allowance atau tidak. Sedangkan untuk tax holiday,
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memutuskan pengesahannya maksimun 45 hari
setelah
3.

semua
Pemerintah

Tak

persyaratan
Pungut

PPN

Untuk

dipenuhi.
Alat

Transportasi

Kebijakan tersebut termaktub regulasi yang telah terbit, Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun
2015 tentang impor dan penyerahan alat angkutan tertentu dan penyerahan jasa kena pajak,

terkait angkutan tertentu yang tidak dipungut PPN. Pemerintah akan memberikan insentif berupa
tidak memungut PPN untuk beberapa alat transportasi, terutama adalah galangan kapal, kereta
api,
4.

pesawat,
Insentif

dan

fasilitas

termasuk

di

Kawasan

suku
Pusat

cadangnya

Logistik

Berikat

Dengan adanya pusat logistik, maka perusahaan manufaktur tidak perlu impor dan tidak perlu
mengambil barang dari luar negeri karena cukup mengambil dari gudang berikat. Rencananya
hingga menjelang akhir tahun akan ada dua pusat logistik berikat yang siap beroperasi, yakni di
Cikarang terkait sektor manufaktur dan di Merak terkait BBM. "Kita ingin dengan PP ini, daya
saing kita untuk pusat logistik berikat bisa diperkuat dan makin banyak pusat logistik berikat
yang

beroperasi

5.

di

Indonesia,"

Insentif

kata

Bambang

pengurangan

Brodjonegoro

pajak

Menteri

bunga

Keuangan.
deposito

Insentif ini berlaku terutama eksportir yang berkewajiban melaporkan devisa hasil ekspor (DHE)
ke Bank Indonesia. DHE disimpan dalam bentuk deposito 1 bulan, tarifnya akan diturunkan 10
persen, 3 bulan maka menjadi 7,5 persen, 6 bulan menjadi 2,5 persen dan di atas 6 bulan 0
persen. Jika dikonvert ke rupiah, maka tarifnya 1 bulan 7,5 persen, 3 bulan 5 persen, dan 6 bulan
langsung
6.

0
Perampingan

persen.

Izin

Sektor

Kehutanan

Izin untuk keperluan investasi dan produktif sektor kehutanan akan berlangsung lebih cepat. Saat
ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan sebanyak 14 izin. Dalam
paket kebijakan tahap dua, proses izin dirampingkan menjadi 6 izin . Perampingan ini
melibatkan revisi 9 peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
PAKET KEBIJAKAN EKONOMI JILID 3
Dalam paket kebijakan ketiga, pemerintah menambahkan satu poin, selain kemudahan
dan

kejelasan

usaha,

yaitu

menekan

biaya.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan ada dua pokok utama dalam
kebijakan ini yang menjadi kewenangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri

Agraria

dan

A.

Tata

Kebijakan

Ruang.

Berikut

penurunan

isi

paket

harga

kebijakan
BBM,

ekonomi
gas

paket

dan

tiga.
listrik:

Harga

BBM

-Harga avtur internasional turun 5,3 persen atau sekitar 10 sen per dolar dan harga avtur
domestik

turun

1,4

persen.

-LPG 12 kilogram turun dari Rp 141.000 menjadi Rp 134.300 atau turun 4,72 persen. Mulai
berlaku

16

September

2015.

- Harga pertamax turun Rp 9.250 menjadi Rp 9.000. Mulai berlaku 1 Oktober 2015.
- Harga pertralite turun Rp 8.400 menjadi RP 8.300. Mulai belaku sejak 1 Oktober 2015.
-Harga BBM jenis solar turun Rp 200 per liter. Penurunan juga berlaku untuk jenis solar subsidi
dan

nonsubsidi.

Mula

berlaku

hari

lagi,

Sabtu

10

Oktober

Harga

2015.
Gas

-Harga gas untuk pabrik dari lapangan gas baru dengan kontrak US$ 6 hingga 8 MMBTU
mendapat pengurangan harga 0 hingga 1 US$ per MMBTU. Sedangkan untuk pabrik dari
lapangan gas baru dengan kontrak di atas US$ 8 per MMBTU, harga gas turun US$ 1 hingga
US$ 2 per MMBTU. Hal ini untuk program hilirisasi dan mendukung industri padat karya seperti
industri

pupuk

dan

petrokimia.

-Penurunan harga gas untuk industri tersebut mulai efektif berlaku 1 Januari 2016.
Harga

Listrik

-Penurunan tarif listrik dilakukan secara adjustment yang ditentukan oleh harga ICP, kurs, dan
inflasi. Setiap penurunan ICP US$ 10 per barel, maka harga listrik dapat turun 5 persen; rupiah
menguat Rp1.000 per dolar dapat menurunkan listrik 2,32 persen serta inflasi membaik 1 persen
akan

menurunkan

listrik

0,189

persen.

-Tarif listrik untuk pelanggan industri jenis tiga dan empat turun sebesar Rp 12 hingga Rp 13 per
kWh

mengikuti

turunnya

harga

minyak

bumi

(automatic

tariff

adjusment)

-Diskon tarif hingga 30 persen untuk pemakaian listrik pada tengah malam pukul 23.00 hingga
08.00 pagi hari, yaitu pada saat beban sistem ketenagakistrikan rendah. Diskon 30 persen dari
tarif normal ini diharapkan dapat mulai pekan ini. Hal ini untuk mendorong industri berbasis

mekanik

untuk

menaikkan

kemampuan

produksi

di

malam

hari

-Penundaan pembayaran tagihan rekening listrik hingga 40 persen dari tagihan 6 atau 10 bulan
pertama dan melunasinya secara dicicil hingga 12 bulan, Ini untuk membantu industri-industri
rawan PHK dan mengalami kesulitan cashflow sehingga pembiayaan listriknya terus bengkak.
B.

Perluasan

wirausahawan

penerima

KUR.

Pemerintah telah menurunkan tingkat bunga KUR dari 22 persen menjadi 12 persen. Pada paket
ketiga, para keluarga yang memiliki penghasilan tetap, dapat menerima KUR untuk sektor usaha
produktif. Contohnya, istri pegawai yang membuka salon atau warung kopi dapat mendapat
KUR

C.

karena

Penyederhanaan

dikategorikan

izin

pertanahan

sektor

dalam

kegiatan

produktif.

penanaman

modal

Kementerian Agraria dan Tata Ruang akan revisi peraturan menteri nomor 2 tahun 2015 tentang
standar pelayanan dan pengaturan agraria. Isinya itu menyangkut pemberian hak atas tanah,
khususnya hak guna usaha (HGU). Selain pemberian hak, perpanjangan hak dan pembaharuan
hak

juga

akan

disederhanakan

menjadi

waktu

pelayanannya

lebih

pendek.

Pemohon mendapat informasi tentang ketersediaan lahan dalam 3 jam dari semula, 7 jam.
Seluruh permohonan didaftarkan sebagai bentuk kepastian bagi pemohon akan ketersediaan dan
rencana

penggunaan

lahan

dan

dikeluarkan

suratnya

dalam

waktu

jam.

Kelengkapan perizin prinsip memerlukan proposal, pendirian perusahaan, alas hak tanah menjadi
persyaratan awal untuk dimulai kegiatan lapangan. Ada persyaratan yang dapat menyusul smapai
dengan

sebelum

diterbitkan

keputusan

Jangka

waktu

pengurusan

yang

tentang
mewajibkan

hak

penggunaan
persyaratan

lahan.
lengkap:

-izin HGU dari 30 hingga 90 hari itu menjadi 20 hari kerja untuk lahan sampai 200 hektar.

Sedangkan

untuk

lahan

di

atas

200

hektar,

hanya

45

hari

kerja.

-Adapun perpanjangan atau pembaharuan izin HGU yang semula 20 hingga 50 hari, diperpendek
jadi 7 hari kerja untuk lahan 200 hektar. Untuk lahan di atas 200 hektar cukup 14 hari kerja.
-Permohonan HGB atau hak pakai dari 20 -50 hari kerja menjadi 20 hari kerja untuk tanah 15
hektar.

Sedangkan

di

atas

15

hektar

hanya

30

hari

kerja.

-Perpanjangan atau pembaharuan HGB atau Hak Pakai dari 20 - 50 hari kerja menjadi 5 hari
untuk lahan sampai 15 hektar. Adapaun di atas lahan 15 hektar, hanya 7 hari kerja.
-Hak

atas

-Penyelesaian

tanah

dari

pengaduan

5
dari

hari
5

kerja

hari

menjadi

kerja

menjadi

hari

kerja.

hari

kerja.

Dalam perpanjangan hak penggunaan lahan yang didasarkan pada evaluasi tentang pengelolaan
dan penggunaan lahan (termasuk audit luas) lahan oleh yang bersangkuan tak lagi memakai
persyaratan
D.

seperti

Dukungan

Paket

awal
Ketiga

dari

permohonan.
Sektor

Keuangan

Paket kebijakan ekonomi tahap ketiga didukung Otoritas Jasa Keuangan dengan menerbitkan
enam

peraturan

kemudahan

bagi

industri

keuangan.

1.Memberikan kemudahan atau relaksasi persyaratan bagi kegiatan usaha penitipan dan
pengelolaan

valuta

asing

oleh

bank.

2.Meluncurkan skema asuransi pertanian, khususnya komoditas padi. Program ini dilakukan
dengan menggandeng Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN serta konsorsium perusahaan
asuransi.
3.Revitalisasi industri modal ventura. Industri modal ventura justru kerapkali kesulitan untuk
mendapat

perbankan

karena

minimnya

akses.

4. Membentuk konsorsium untuk pembiayaan industri berorientasi ekspor bagi ekonomi kreatif,
UMKM
5.

serta
Pemberdayaan

lembaga

koperasi.
pembiayaan

6. Penegasan terkait impelementasi one project konsep dalam penetapan kualitas kredit.

ekspor.

PAKET KEBIJAKAN EKONOMI JILID 4


Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV ini berfokus kepada kesejahteraan pekerja, antara lain
formula upah minimum provinsi (UMP), memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)
khususnya bagi pekerja yang terkena PHK dan pemberian kredit modal kerja untuk Usaha
Mikro, Kecil dan Menengah.
Ada dua topik penting yang menjadi perhatian pemerintah dalam mendorong penguatan
ekonomi masyarakat. Pertama, soal kebijakan pengupahan yang adil, sederhana dan terproyeksi.
Dan kedua, kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang lebih murah dan luas. Tujuan utama
dari penetapan Upah Minimum Provinsi adalah membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Kedua
juga berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, jelas enteri Koordinator Bidang
Perekonomian Darmin Nasution kepada wartawan.
Kebijakan itu merupakan bukti kehadiran negara dalam bentuk pemberian jaring
pengaman sosial melalui kebijakan upah minimum dengan sistem formula. Secara khusus
pemerintah ingin memastikan buruh tidak terjatuh ke dalam upah murah. Melalui kebijakan ini
upah buruh akan naik setiap tahun dengan besaran yang terukur. Kebijakan itu juga memberi
kepastian kepada pengusaha dalam berusaha.
Adapun untuk KUR, Darmin sudah menegaskan pada pengumuman paket kebijakan
sebelumnya, bahwa bunga KUR akan diturunkan dari 22% menjadi 12%. Selain itu, penerima
KUR baik individu atau perorangan akan diperluas, imbuh Darmin
PAKET KEBIJAKAN EKONOMI JILID 5
Pemerintah meluncurkan paket kebijakan ekonomi jilid lima pada hari ini, Kamis, 22
Oktober. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardoyo juga turut hadir dan menyampaikan
sejumlah hal.
Berikut poin-poin paket kebijakan ekonomi kali ini sebagaimana disampaikan oleh
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Bambang
Brodjonegoro serta tanggapan dari pihak BI.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution


Revaluasi aset diperlukan oleh banyak perusahaan kita. Tapi banyak yang tidak melakukan
karena harus membayar pajak. Dalam paket kelima ini, diberikan insentif pajak untuk mereka
yang melakukan revaluasi aset. Bisa sebagian bisa keseluruhan.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
1. Akan ada pemotongan tarif Pajak Penghasilan (PPH) revaluasi baik untuk badan usaha
maupun individu yang melakukan pembukuan.
Jika proposal revaluasi diserahkan sebelum akhir tahun, besaran tarif khusus revaluasi akan
menjadi 3 persen dari sebelumnya 10 persen. Apabila diserahkan pada semester pertama 2016,
menjadi 4 persen dan bila semester dua 2016, menjadi 6 persen.
2. Instrumen investasi Real Estate Investment Trust (REIT) akan bebas dari pajak berganda.
Gubernur BI Agus Martowardoyo
1. Langkah konkret pemerintah telah menimbulkan dampak positif terhadap fundamental
ekonomi, salah satunya terlihat dari angka inflasi.Bank Indonesia (BI) meyakini tahun ini akan
ada di bawah 4 persen.
2. Defisit transaksi berjalan akan membaik dari -27 miliar dolar AS menjadi -18 miliar dolar AS.
3. Semester dua pertumbuhan ekonomi akan lebih baik. Di 2015 secara total pertumbuhan
ekonomi diperkirakan ada di 4,7 persen hingga 5,1 persen. Sedangkan untuk kuartal ketiga
sendiri sebesar 4,85 persen.
Angka 4,85 menjadi titik balik karena di saat dunia memperhatikan perekonomian negara
berkembang yang sedang melambat, pertumbuhan kita meningkat dari sebelumnya

PAKET KEBIJAKAN EKOMONI JILID 6


Pemerintah kembali menerbitkan Paket Kebijakan Ekonomi ke-6 terdiri dari tiga paket
kebijakan, yakni (i) upaya menggerakkan perekonomian di wilayah pinggiran

dengan

pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), (ii) penyediaan air untuk masyarakat secara
berkelanjutan dan berkeadilan, (iii) simplifikasi perizinan di Badan Pengawasan Obat dan
Makanan (BPOM).
KAWASAN EKONOMI KHUSUS
Paket yang pertama mengenai upaya untuk menggerakkan perekonomian di wilayah
pinggiran dengan pengembangan KEK. Secara sederhananya, melalui paket ini ada beberapa
kawasan di daerah yang ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus yang tujuan utamanya
adalah mengolah sumber daya yang ada di wilayah itu dan sekitarnya.
Walaupun ada kegiatan yang bukan termasuk sumber daya utama yang ada di daerah itu
tetap diberikan perhatian walaupun fasilitasnya lebih rendah. Nah, ada sekarang ini 8 kawasan
ekonomi yang ditetapkan melalui peraturan pemerintah menjadi wilayah khusus yang akan
dikembangkan, ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor
Presiden.
Kedelapan kawasan itu adalah Tanjung Lesung (Banten), Sei Mangkei (Sumatera Utara),
Palu (Sulawesi Tengah), Bitung (Sulawesi Utara), Mandalika (NTB), Morotai (Maluku Utara),
Tanjung Api-Api (Sumatera Selatan) dan Maloi Batuta Trans Kalimantan/MBTK (Kalimantan
Timur). Pada saat ini baru dua KEK yang pengoperasiannya sudah dicanangkan oleh Presiden
Jokowi pada awal tahun 2015 dan selebihnya sedang dalam tahap pembangunan, kata Darmin.
Tapi, ucap Darmin, fasilitas yang diberikan baru tuntas pembahasannya sekarang ini,
sedangkan draft Peraturan Pemerintah baru saja diparaf olehnya, dan saat ini telah dikirim ke
Sekretariat Kabinet. Mudah-mudahan akan segera diproses lebih lanjut, kata Darmin.
Tujuan dan manfaat yang diharapkan dari kebijakan ini adalah untuk memberikan
kepastian dan juga daya tarik bagi penanaman modal sehingga menciptakan lapangan kerja dan

memberikan penghasilan bagi para pekerja di wilayah masing-masing. Fasilitasnya ditetapkan


dalam bentuk peraturan pemerintah dengan sejumlah insentif dan bertujuan untuk mendorong
pengembangan dan pendalaman kluster industri berbasis sumber daya lokal yang dimiliki oleh
masing-masing wilayah di sekitar KEK, ucap Darmin.
Mendorong keterpaduan upaya menciptakan iklim investasi yang baik, yang dilakukan
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Pelaksanaan PP ini akan efektif apabila Pemda
setempat berkomitmen untuk memberikan fasilitas daerah yang diperlukan.
Pokok-pokok fasilitas dan kemudahan yang akan diberikan di KEK meliputi:
1. Pajak Penghasilan (PPh)
Kegiatan Utama (Tax Holiday) meliputi pengurangan PPh sebesar 20-100% selama10-25
tahun dengan nilai investasi lebih dari Rp. 1 triliun; pengurangan PPh sebesar 20-100% selama
5-15 tahun dengan nilai investasi lebih dari Rp. 500 milyar.
Kegiatan di luar Kegiatan Utama (Tax Allowance) meliputi pengurangan penghasilan netto
sebesar 30% selama 6 tahun; penyusutan yang dipercepat.
PPh atas deviden sebesar 10%
Kompensasi kerugian 5-10 tahun.
2. PPN dan PPnBM
Impor: tidak dipungut
Pemasukan dari Tempat Lain Dalam Daerah Pabean (TLDDP) ke KEK tidak dipungut
Pengeluaran dari KEK ke TLDDP tidak dipungut
Transaksi antar pelaku di KEK: tidak dipungut
Transaksi dengan pelaku di KEK lain: tidak dipungut

3. Kepabeanan
Dari KEK ke pasar domestik: tarif bea masuk memakai ketentuan Surat Keterangan Asal
(SKA)
4. Pemilikan Properti Bagi Orang Asing
Orang asing/badan usaha asing dapat memiliki hunian/properti di KEK (Rumah Tapak atau
Satuan Rumah Susun).
Pemilik hunian/properti diberikan izin tinggal dengan Badan Usaha Pengelola KEK sebagai
penjamin
Dapat diberikan pembebasan PPnBM dan PPn atas barang sangat mewah (luxury)
5. Kegiatan Utama Pariwisata
Dapat diberikan pengurangan Pajak Pembangunan I sebesar 50-100%
Dapat diberikan pengurangan Pajak Hiburan sebesar 50-100%
6. Ketenagakerjaan
Di KEK dibentuk Dewan Pengupahan dan LKS Tripartit Khusus
Hanya 1 Forum SP/SB di setiap perusahaan
Pengesahan dan perpanjangan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di KEK
Perpanjangan Ijin Menggunakan Tenaga kerja Asing (IMTA) di KEK
7. Keimigrasian
Fasilitas Visa Kunjungan Saat Kedatangan selama 30 hari dan dapat diperpanjang 5 (lima) kali
masing-masing 30 hari

Visa Kunjungan Beberapa Kali (multiple visa) yang berlaku 1 tahun


Izin tinggal bagi orang asing yang memiliki properti di KEK
Izin tinggal bagi orang asing lanjut usia yang tinggal di KEK Pariwisata
8. Pertanahan
Untuk KEK yang diusulkan Badan Usaha Swasta diberikan HGB dan perpanjangannya
diberikan langsung bersamaan dengan proses pemberian haknya.
Administrator KEK dapat memberikan pelayanan pertanahan
9. Perizinan
Administrator berwenang menerbitkan izin prinsip dan izin usaha melalui pelayanan terpadu
satu pintu di KEK
Percepatan penerbitan izin selambat-lambatnya 3 jam (dalam hal persyaratan terpenuhi)
Penerapan perizinan dan nonperizinan daftar pemenuhan persyaratan (check list)
Proses dan penyelesaian perizinan dan non perizinan keimigrasian, ketenagakerjaan, dan
pertanahan di Administrator KEK.
PENYEDIAAN AIR
Kebijakan dalam penyediaan air berhubungan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi
(MK) No.85/PUU-XI/2013 yang memutuskan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang
Sumber Daya Air bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. Untuk mengisi kekosongan hukum sebagai
dampak pembatalan undang-undang tersebut, maka diberlakukan kembali Undang-Undang No.
11 Tahun 1974 tentang Pengairan.

Terdapat 6 prinsip batasan MK, yaitu setiap pengusahaan atas air tidak boleh
mengganggu, mengesampingkan, dan menghilangkan hak rakyat atas air; negara harus
memenuhi hak rakyat atas air; kelestarian lingkungan hidup sebagai salah satu hak asasi
manusia; pengawasan dan pengendalian atas air sifatnya mutlak; prioritas utama pengusahaan air
diberikan kepada BUMN/BUMD sebagai kelanjutan hak menguasai dari negara; apabila semua
pembatasan tersebut sudah terpenuhi dan ternyata masih ada ketersediaan air, Pemerintah masih
dimungkinkan untuk memberikan izin kepada usaha swasta untuk melakukan pengusahaan atas
air dengan syarat-syarat tertentu dan ketat.
Di pihak lain, kata Darmin, Pemerintah sudah memberikan sejumlah izin kepada dunia
usaha untuk mengolah dan menggunakan air. Ada yg berupa air bersih, tapi ada juga untuk
minuman lain, kata Darmin.
Untuk memberikan kepastian hukum dalam pengelolaan sumber daya air khususnya
dalam hal pengusahaan dan/atau penyediaan air oleh para pelaku usaha yang berinvestasi di
Indonesia, maka pemerintah menyusun RPP tentang Pengusahaan Sumber Daya Air (RPP
Pengusahaan SDA) dan RPP tentang Sistem Penyediaan Air Minum (PP SPAM).
Melalui kedua RPP tersebut, pemerintah tetap menghormati kontrak kerjasama
pengelolaan sumber daya air hingga berakhirnya perjanjian kerjasama. Namun pemerintah akan
meningkatkan pengendalian pelaksanaan kerjasama tersebut melalui penguatan tata kelola
perijinan penggunaan air sesuai amanat Putusan Mahkamah Konstitusi untuk memenuhi
kebutuhan air masyarakat.
Selain itu, perizinan dalam Pengelolaan Sumber Daya Air melalui PP SDA
diselenggarakan untuk memberikan perlindungan terhadap hak rakyat atas air, pemenuhan
kebutuhan para pengguna sumber daya air dan perlindungan terhadap sumber daya air.
Perizinan dalam penyelenggaraan SPAM melalui PP SPAM diselenggerakan dengan
tujuan tersedianya pelayanan air untuk memenuhi hak rayat; terwujudnya pengelolaan dan
pelayanan air minum yang berkualitas dengan harga terjangkau; tercapainya kepentingan yang
seimbang antara pelanggan dengan BUMN, BUMD, UPT, UPTD, Kelompok Masyarakat, dan

Badan Usaha; dan tercapainya penyelenggaraan air minum yang efektif dan efisien untuk
memperluas cakupan pelayanan air minum.
SIMPLIFIKASI PERIZINAN BPOM
Selama ini BPOM sudah melakukan sejumlah penyederhanaan khususnya di bidang
impor obat atau bahan baku obat, dan juga makanan. Pada paket deregulasi pertama
menyebutkan adanya penyederhanaan. Seperti apa penyederhanaannya itu? Semakin banyak
yang dilakukan online, ujar Darmin.
Meski belum semuanya dilakukan secara online karena sebagian masih dilakukan secara
manual menggunakan kertas, sehingga masih harus mengurus sedikit di sana-sini. Melalui paket
deregulasi pertama itu, penyederhanaannya berhasil memperpendek upaya pekerjaan untuk
mengimpor obat-obatan dan bahan baku obat menjadi 5,7 jam selesai, ujar Darmin.
Setelah Paket Kebijakan Ekonomi pertama itu dikeluarkan, BPOM melakukan perbaikan
dan penyederhanaan sehingga saat ini betul-betul 100 persen tanpa kertas dan dilakukan secara
online. Tidak ada tandatangan lagi, sehingga tidak perlu ketemu Bapak Ibu pejabat untuk
melakukan impor bahan baku obat, ujar Darmin.
Darmin mengingatkan bahwa hingga saat ini hampir seluruh obat, seluruh bahan bakunya
merupakan barang impor karena industri bahan baku obat di dalam negeri berlum berkembang.
Mudah-mudahan ke depan kita bisa, ujar Darmin.
Setelah dilakukan perbaikan ini, maka proses pengimporan bahan baku obat bisa cepat
selesai. Saya lebih baik mengatakannya kurang dari 1 jam. Sebenarnya bisa lebih cepat dari
itu, kata Darmin. Turut hadir dalam konferensi pers ini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung,
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan,
Kepala BKPM Franky Sibarani dan Kepala BPOM Roy Alexander Sparringa.

RANGKUMAN DARI KEBIJAKAN EKOMONI DI ATAS


Paket ekonomi pertama: Insentif untuk semua pemangku kepentingan
Dalam paket kebijakan pertama, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi. Berbagai kebiijakan diambil untuk memberikan insentif dan kemudahan
bagi aktivitas para pemangku kepentingan dalam perekonomian.
Ada proses deregulasi untuk investor, subsidi bunga kredit untuk sektor Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga rumah murah untuk masyarakat pekerja.
Kelemahan dari paket jilid pertama adalah sifatnya yang baru berdampak nyata dalam
jangka menengah panjang.
"Nature dari paket kebijakan ini lebih bersifat jangka menengah dan jangka panjang.
Saya masih belum melihat paket kebijakan ini akan berdampak segera di tahun ini," kata ekonom
Universitas Indonesia, Fithra Faisal ketika itu.
Paket kebijakan ekonomi kedua: Fokus undang investasi dengan lima jurus
Mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia menjadi fokus dari paket kebijakan
ekonomi jilid kedua. Sejumlah strategi telah disiapkan untuk mencapai tujuan tersebut. Apa saja?
1. Proses perizinan yang lebih sederhana
Pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan proses perizinan yang
lebih sederhana dalam proses penanaman investasi. Hal ini diharapkan dapat membuat iklim
investasi di Indonesia menjadi semakin kondusif.
"Izin lingkungan di kawasan industri sudah diberikan kepada kawasannya, sehingga
untuk investasi di dalamnya tidak perlu izin lagi. Dengan demikian, waktu untuk mengurus izin
investasi di kawasan industri menjadi jauh lebih cepat, sekitar tiga jam saja," ujar Menteri
Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam pernyataan persnya Istana Negara saat
peluncuran.
2. Pengesahan tax allowance dan tax holiday yang lebih cepat
Dalam paket kebijakan ekonomi kali ini, pemerintah juga berusaha mengoptimalkan
insentif tax allowance dan tax holiday yang sebelumnya telah disahkan masing-masing dengan
Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 dan No. 159 tahun 2015.

Caranya adalah dengan memastikan proses pemberian persetujuan dapat berlangsung


relatif cepat bagi wajib pajak yang mengajukan permohonan untuk memperoleh kedua insentif
tersebut.
3. Pembebasan PPN untuk impor alat angkut tertentu
Melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 69 tahun 2015, pemerintah akan membebaskan
pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor alat angkutan tertentu. Dengan kebijakan
ini, biaya pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia diharapkan dapat ditekan.
Apa saja alat angkut yang impornya akan bebas PPN? Di antaranya adalah galangan
kapal dan pesawat udara dengan suku cadangnya.
4. Pajak bunga deposito yang lebih rendah bagi eksportir
Pemerintah siap untuk memberikan pajak bunga deposito yang lebih rendah bagi para
eksportir Indonesia yang menyimpan dananya di bank-bank tanah air. Langkah ini diharapkan
dapat menjadi insentif bagi mereka agar tak "memarkir" Devisa Hasil Ekspor (DHE) di luar
negeri.
5. Pemerintah daerah siap mendukung
Dalam proses implementasinya, berbagai kebijakan yang termuat dalam paket kebijakan
ekonomi jilid dua ini juga akan memperoleh dukungan penuh pemerintah daerah, demikian
ditegaskan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
"Kalau di pusat perizinan cepat, maka di daerah juga harus cepat," kata Pramono.
Paket kebijakan ketiga: Kuatkan daya saing dunia usaha
Paket kebijakan ketiga meluncur di tengah tekanan terhadap daya saing dunia usaha
dalam negeri. Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat biaya impor semakin
tinggi. Meskipun menguntungkan para eksportir, hal ini di sisi lain membuat situasi
perekonomian Indonesia menjadi tak kondusif.
Karena itu dalam paket kebijakan jilid tiga ini diluncurkan sejumlah insentif untuk
menurunkan biaya perusahaan dalam proses produksi dan memperoleh tambahan modal. Apa
saja?
1. Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), gas, dan listrik: Harga avtur,Liquified
Petroleum Gas (LPG) 12 kg, Pertamax, dan Pertalite efektif turun sejak 1 Oktober 2015.

Sedangkan harga gas untuk pabrik dari lapangan gas baru ditetapkan sesuai dengan
kemampuan daya beli industri pupuk dan harga listrik untuk pelanggan industri I3 dan I4 akan
turun sebesar Rp 12 Rp 13 per kWh mengikuti turunnya harga minyak dunia.
2. Perluasan wirausahawan penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR): Untuk meningkatkan
akses wirausahawan kepada kredit perbankan, pemerintah telah menurunkan tingkat bunga KUR
dari sekitar 22 persen menjadi 12 persen.
3. Penyederhanaan izin pertanahan dalam kegiatan penanaman modal: Di bidang
pertanahan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional merevisi Peraturan
Menteri No. 2 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan dan Pengaturan Agraria, Tata Ruang, dan
Pertanahan dalam Kegiatan Penanaman Modal. Tujuannya, membuat proses mengurus izin
pertanahan menjadi lebih efisien.
Paket kebijakan ekonomi keempat: Formula baru perhitungan upah minimum dan kredit
modal kerja untuk produsen barang ekspor
Produktivitas pekerja adalah salah satu fondasi untuk mendorong laju pertumbuhan
ekonomi.
Untuk memberikan insentif kepada pekerja sekaligus menjamin kesejahteraan mereka,
pemerintah meluncurkan formula baru untuk menghitung besaran kenaikan upah minimum
tahunan yang tertuang dalam PP No. 78 tahun 2015 tentang pengupahan.
Namun demikian, PP Pengupahan ini justru menuai protes dari sejumlah kelompok buruh
karena dinilai tak menguntungkan mereka.
Juga diumumkan dalam peluncuran paket keempat, Lembaga Pembiayaan Ekspor
Indonesia (LPEI) sudah melakukan pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan produsen
komoditas ekspor di Tanah Air. Hasilnya, terdapat 30 perusahaan yang berpotensi untuk
memperoleh kredit modal kerja.
Paket kebijakan kelima: Insentif untuk revaluasi aset dan penghapusan pajak berganda
dalam Real Estate Investment Trust (REIT)
Dalam paket kebijakan ekonomi lima ini, pemerintah memberikan insentif pajak bagi
individu atau badan usaha yang ingin melakukan revaluasi aset.
Akan ada pemotongan tarif Pajak Penghasilan (PPH) revaluasi. Jika proposal revaluasi
diserahkan sebelum akhir tahun, besaran tarif khusus revaluasi akan menjadi 3 persen dari
sebelumnya 10 persen. Apabila diserahkan pada semester pertama 2016, menjadi 4 persen dan
bila pada semester kedua 2016, menjadi 6 persen.

Selain itu, instrumen investasi Real Estate Investment Trust (REIT) akan bebas dari pajak
berganda.
Paket Kebijakan keenam : (i) upaya menggerakkan perekonomian di wilayah pinggiran dengan
pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), (ii) penyediaan air untuk masyarakat secara
berkelanjutan dan berkeadilan, (iii) simplifikasi perizinan di Badan Pengawasan Obat dan
Makanan (BPOM).
Paket yang pertama mengenai upaya untuk menggerakkan perekonomian di wilayah
pinggiran dengan pengembangan KEK. Secara sederhananya, melalui paket ini ada beberapa
kawasan di daerah yang ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus yang tujuan utamanya
adalah mengolah sumber daya yang ada di wilayah itu dan sekitarnya.
Walaupun ada kegiatan yang bukan termasuk sumber daya utama yang ada di daerah itu
tetap diberikan perhatian walaupun fasilitasnya lebih rendah. Nah, ada sekarang ini 8 kawasan
ekonomi yang ditetapkan melalui peraturan pemerintah menjadi wilayah khusus yang akan
dikembangkan, ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor
Presiden.
Kedelapan kawasan itu adalah Tanjung Lesung (Banten), Sei Mangkei (Sumatera Utara),
Palu (Sulawesi Tengah), Bitung (Sulawesi Utara), Mandalika (NTB), Morotai (Maluku Utara),
Tanjung Api-Api (Sumatera Selatan) dan Maloi Batuta Trans Kalimantan/MBTK (Kalimantan
Timur). Pada saat ini baru dua KEK yang pengoperasiannya sudah dicanangkan oleh Presiden
Jokowi pada awal tahun 2015 dan selebihnya sedang dalam tahap pembangunan, kata Darmin.
Tapi, ucap Darmin, fasilitas yang diberikan baru tuntas pembahasannya sekarang ini,
sedangkan draft Peraturan Pemerintah baru saja diparaf olehnya, dan saat ini telah dikirim ke
Sekretariat Kabinet. Mudah-mudahan akan segera diproses lebih lanjut, kata Darmin.
Tujuan dan manfaat yang diharapkan dari kebijakan ini adalah untuk memberikan
kepastian dan juga daya tarik bagi penanaman modal sehingga menciptakan lapangan kerja dan
memberikan penghasilan bagi para pekerja di wilayah masing-masing. Fasilitasnya ditetapkan
dalam bentuk peraturan pemerintah dengan sejumlah insentif dan bertujuan untuk mendorong
pengembangan dan pendalaman kluster industri berbasis sumber daya lokal yang dimiliki oleh
masing-masing wilayah di sekitar KEK, ucap Darmin.
Mendorong keterpaduan upaya menciptakan iklim investasi yang baik, yang dilakukan
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Pelaksanaan PP ini akan efektif apabila Pemda
setempat berkomitmen untuk memberikan fasilitas daerah yang diperlukan.

Referensi :
http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/09/29/092705027/ini-isi-lengkap-paket-kebijakanekonomi-jokowi-tahap-dua
http://kominfo.go.id/index.php/content/detail/6215/Paket+Kebijakan+Ekonomi+Jilid+IV/0/berita
#.Vnadb7Z97Dc
http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/10/07/090707407/ini-isi-lengkap-paket-kebijakanekonomi-iii
http://setkab.go.id/inilah-pokok-pokok-paket-kebijakan-ekonomi-tahap-i-september-2015/
http://www.rappler.com/indonesia/111803-paket-kebijakan-ekonomi-pemerintah-jokowi
http://ksp.go.id/ini-paket-kebijakan-ekonomi-jilid-6/
http://www.rappler.com/indonesia/110208-paket-kebijakan-ekonomi-kelima

Anda mungkin juga menyukai