Anda di halaman 1dari 23

ANTIHIPERLIPIDEMIK

BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Lipid merupakan komponen organik yang umumnya tidak larut di dalam
air. Di dalam tubuh, lipid berfungsi sebagai sumber cadangan energi,
komponen struktur sel, sintesis hormon dan salah satu perlindungan tubuh.
Kolesterol, trigliserida dan fosfolipid merupakan komponen lemak utama
yang ditranspor sebagai kompleks dengan apoprotein membentuk lipoprotein.
Lipoprotein merupakan suatu makromolekul berbentuk bola dan bagian
dalamnya terdiri dari lemak-lemak netral seperti trigliserida dan kolesterol
ester, sedangkan permukaannya yang bersifat polar terdiri dari apoliporotein,
fosfolipid dan kolesterol bebas. Adanya komponen polar inilah yang
menyebabkan lipoprotein dapat larut dalam plasma.
Hiperlipidemia, lebih tepat disebut dislipidemia, adalah Kelainan
metabolisme lemak yang ditandai oleh peningkatan dari salah satu atau lebih
dari:kolesterol, kolesterol ester, posfolipid, dan trigliserida. Kelainan
komponen lemak yang utama meliputi kenaikan kadar kolesterol total dan
kolesterol LDL (disebut hiperkolesterolemia), kenaikan kadar trigliserida
(disebut hipertrigliseridemia), serta penurunan kadar kolesterol HDL.
Lipoprotein (LDL) dapat menimbulkan gangguan kesehatan. LDL ini
telah banyak membuktikan bahwa akan meningkat seiring bertambahnya usia
seseorang. LDL dalam keadaan normal kadarnya lebih tinggi pada pria
daripada wanita. Adapun dari segi klinis LDL yang mengangkut kurang lebih
80% dari kolesterol total lipoprotein yang paling penting dalam menimbulkan

Wiri Resky Amalia


115020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

ateskleroris yang dapat mengakibatkan gangguan kardovaskular dikemudian


hari. Sesorang yang memiliki kadar kolesterol LDL tinggi biasanya menderita
hiperkolesterolimia berdasarkan faktor keturunan
Secara

umum

penyebab

hiperlipidemia

adalah

faktor

genetik,

mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol, konsumsi alkohol,


konsumsi makanan berkalori tinggi, penyakit lain dan pengaruh obat-obatan.
Pada

praktikum

kali

ini,

akan

ditentukan

efek

dari

obat

antihiperlipidemia terhadap penurunan kadar kolesterol hewan coba tikus


(Rattus novergicus), setelah dilakukan penginduksian menggunakan diet
kolestrol dan obat propiltiourasil.
B. Tujuan Praktikum
Untuk menentukan efek obat hipofil dan esvat terhadap penurunan kadar
kolesterol hewan coba tikus (Rattus novergicus).

Wiri Resky Amalia


215020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


A. Teori Umum
Hiperlipidemia adalah suatu kondisi kadar lipid darah yang melebihi
kadar normalnya. Hiperlipidemia disebut juga peningkatan lemak dalam darah
dan karena sering disertai peningkatan beberapa fraksi lipoprotein, disebut juga
hiperlipoproteinemia. Hiperlipidemik dapat berupa hiperkolesterolemia dan
hipertrigliseridemia (Kumalasari, 2005).
Lemak (disebut juga lipid) adalah zat yang kaya energi, yang berfungsi
sebagai sumber energi utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak
diperoleh dari makanan atau dibentuk di dalam tubuh, terutama di hati dan bisa
disimpan di dalam sel-sel lemak untuk digunakan di kemudian hari. Sel-sel
lemak juga melindungi tubuh dari dingin dan membantu melindungi tubuh
terhadap cedera. Lemak merupakan komponen penting dari selaput sel,
selubung saraf yang membungkus sel-sel saraf serta empedu. Dua lemak utama
dalam darah adalah kolesterol dan trigliserida. Lemak mengikat dirinya pada
protein tertentu sehingga bisa larut dalam darah; gabungan antara lemak dan
protein ini disebut lipoprotein. Lipoprotein yang utama adalah (Kumalasari,
2005) :
1. Kilomikron
2. VLDL (Very Low Density Lipoproteins)
3. LDL (Low Density Lipoproteins)
4. HDL (High Density Lipoproteins)
1. Kilomikron
Kilomikron adalah lipoprotein yang paling besar, dibentuk di
usus dan membawa trigliserida yang berasal dari makanan. Beberapa
ester kolestril juga terdapat pada kilomikron. Kilomikron melewati
duktus toraksikus ke aliran darah. Trigliserida dikeluarkan dari

Wiri Resky Amalia


315020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

kilomikron pada jaringan ekstrahepatis melalui suatu jalur yang


berhubungan dengan VLDL yang mencakup hidrolisi oleh sistem lipase
lipoprotein (LPL), suatu penurunan progresif pada diameter partikel
terjadi ketika trigliserida di dalam inti tersebut dikosongkan. Lipid
permukaan , yakni apo-A-1, apo-A-II, dan apo-C, ditransfer ke dalam
hepatosit (Katzung,2013).
2. Lipoportein berdensitas sangat rendah (VLDL)
Hati mensekresikan VLDL yang berfungsi sebagai sarana untuk
mengekspor trigliserida ke jaringan perifer. VLDL mengandung Apo-B100 dan Apo-C. trigliserida VLDL dihidrolisis oleh lipase lipoprotein
menghasilkan asam lemak bebas untuk disimpan didalam jaringan seperti
di otot jantung dan otot rangka. Hasil dari deplesi trigliserida
menghasilkan sisa yang disebut lipoprotein berdensitas menengah (IDL).
Partikel LDL mengalami endositosis secara langsung oleh hati, sisa HDL
dikonversi menjadi LDL dengan menghilangkan trigliserida yang
diperantaraioleh lipase hati. Proses tersebut menjelaskan fenomena klinis
pergeseran beta (beta shift). Peningkatan VLDL dalam plasma dapat
disebabkan karena peningkatan sekresi precursor VLDL dan juga
penurunan katabolisme LDL (Katzung,2013).
3. Lipoprotein berdensitas rendah (LDL)
Katabolisme LDL terutama terjadi didalam hepatosit dan dalam
sebagian besar sel bernukleus melibatkan endositosis yang diperantarai
oleh reseptor berafinitas tinggi. Ester kolesteril dari inti LDL kemudian
dihidrolisis, yang menghasilkan kolesterol bebas untuk sintesis
membrane sel. Ses-sel juga mendapatkan kolesterol dari sintesis de-novo

Wiri Resky Amalia


415020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

melalui suatu jalur yang melibatkan pembentukan asam mevalonat yang


dikatalisis oleh HMG koA reduktase. Hati memainkan peran utama
dalam pengolahan kolesterol tubuh. Tidak seperti sel lainnya, hepatosit
mampu mengeliminasi kolesterol dari tubuh melalui sekresi kolesterol
dalam empedu dan mengkonversikan kolesterol menjadi asam empedu
yang juga disekresikan dalam empedu (Katzung,2013).
4. Lipoprotein Berdensitas Tinggi (HDL)
Apolipoprotein disekresi oleh hati dan usus. Sebagian besar lipid
dari permukaan satu lapis kilomikron dan VLDL selama liposis. HDL
juga mendapatkan kolesterol dari jaringan perifer dari suatu jalur yang
melindungi homeostasis kolesterol sel. HDL juga dapat membawa ester
kolestril langsung ke hati melalui suatu reseptor pengait/ docking
(reseptor scavenger, SR-BI) yang tidak melakukan endositosis terhadap
lipoprotein (Katzung,2013).
Hiperlipidemia merupakan penyakit yang dapat bersifat primer atau
sekunder, tergantung penyebabnya. Hiperlipidemia primer berasal dari kelainan
gen tunggal yang diwarisi atau lebih sering, disebabkan kombinasi faktor
genetik lingkungan. Hiperlipidemia sekunder merupakan penyakit metabolik
yang lebih umum seperti diabetes mellitus, asupan alkohol yang berlebihan,
hipotiroidisme, atau sirosis biliar primer (Mycek, 2013).
Hipolipidemik adalah obat yang digunakan untuk menurunkan kadar
lipid plasma. Tindakan menurunkan kadar lipid plasma merupakan salah satu
tindakan yang ditunjukkan untuk menurunkan risiko penyulit aterosklerosis
(Farmakologi Dan Terapi, 2012). Lipoprotein adalah protein-protein yang
mengikat dan mengangkut lemak, sepeti lipid dan trigliserida, dalam darah.
Wiri Resky Amalia
515020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

Lipoprotein digolongkan berdasarkan kandungan lipid dan protein, fungsi


transport, dan mekanisme penghantaran lipid. Lipoprotein densitas tinggi
(HDL) sering disebut sebagai kolestrol terbaik. Sebaliknya, lipoprotein
densitas rendah dan sangat rendah (LDL dan VLDL) disebut sebagai
kolesterol jahat (Davey,2005)
Kolesterol dan trigliserida di transport dalam darah membentuk
kompleks bersama dengan fospolipid dan protein (apoprotein) dalam partikel
yang disebut dengan lipoprotein. Apoprotein berperan sebagai molekul atau
enzim pemberi sinyal dan memegang peranan sangat penting dalam
mengendalikan transport lipid. Terdapat beberapa golongan lipoprotein yang
mentranspor lipid antara jaringan yang berbeda dan mempunyai komposisi
lipid dan lipoprotein yang khas. Pada prinsipnya, kolesterol dimetabolisme di
hati. Kadar kolesterol dalam darah dikendalikan oleh keseimbangan antara
ambilan (uptake)dalam darah, produksi kolesterol (aktivitas jalur biosintesis
kolesterol dan eksresi dari saluran pencernaan) (Davey. 2005).
Hiperlipidemia primer dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni: (Tjay,
2013):
a. Hiperkolesterolemia dengan peningkatan kadar LDL (dan kolestrol total).
Gangguan pada metabolism lemak ini merupakan gangguan yang paling
umum dari kasus adalah familial (keturunan), tetapi dalam 95% dari
kasus tidak diketahui penyebabnya
b. Hipertrigliseridemia, pada mana kadar TG meningkat. Dalam kapiler
jaringan-otot

dan

lemak,

TG

dirombak

di

bawah

pengaruh

lipoproteinlipase menjadi produk yang masih mengandung banyak TG


dan kolestrol. Produk ini lazimnya diolah lebih lanjut oleh hati.

Wiri Resky Amalia


615020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

Disertai strategi komplementer, sasaran obat-obat antihiperlipidemik


adalah masalah peningkatan kadar lipid serum. Beberapa agen ini menurunkan
produksi karier lipoprotein kolestrol dan trigliserida, sedangkan obat-obat
lainnya meningkatkan degradasi lipoprotein. Obat-obat lainnya lagi juga
menurunkan absorbs kolestrol atau meningkatkan secara langsung pembuangan
kolestrol dalam tubuh. Obat-obat ini dapat digunakan secara tunggal atau
dalam bentuk kombinasi. Namun, pemberian obat-obat ini selalu disertai diet
tersaturasi dan lemak trans yang rendah, serta kandungan kalori diet harus
dipantau secara ketat. (Harvey, 2013)
a. Penghambat HMG KoA reduktase
Penghambat HMG KoA reduktase menurunkan kadar kolestrol LDL
yang meningkat, yang menyebabkan reduksi kejadian-kejadian koroner yang
bermakna dan kematian akibat PJK. Kelompk agen-agen antihiperlipidemik ini
menghambat langkah enzimatik pertama dalam pembuatan kolestrol dan
kelompok ini merupakan terapi lini pertama dan lebh efektif untuk pasien
dengan peningkatan kadar kolestrol LDL (Harvey, 2013).
b. Niacin (Nicotin acid)
Niacin dapat menurunkan kadal LDL (karier kolestrol Jahat sebanyak
10-20%dan merupakan agen terekfektif peningkat kadar HLD (karier kolestrol
baik). Niacin dapat digunakan dalam bentuk kombinasi dengan statin dan
kombinasi dosis tetap lovastatin dengan niacin kerja panjang telah tersedia
(Harvey, 2013).
c. Fibrat: Fenofibrate dan Gemfibrosil
Fenofibrate dan gemfibrosil merupar HLD. Keduanya kan suatu derivate
fibric acid yang menurunkan kadar triagliserol serum dan meningkatkan kadar
HLD. Keduanya memiliki mekanisme kerja yang sama. Namun fenofibrate

Wiri Resky Amalia


715020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

lebih efektif dibandingkan gemfibrosil dalam penurunan kadar kolestrol plasma


dan kadar triagliserida (Harvey, 2013).
d. Resin terikat-asam empedu
Sekuestran asam empedu (resin) memiliki efek penurunankadar kolestrol yang bermakna meskipun manfaatnya lebih kecil dibandingkan
dengan yang diamati pada statin (Harvey, 2013).
e. Penghambat absorbs kolestrol
Ezetimibe menghambat absorbs diet dan kolestrol empedu pada
usus kecil secara efektif, yang menyebabkan penurunan hantaran kolestrol usus
menuju harper. Hal ini menyebabkan reduksi simpanan kolestrol hepar dan
peningkatan bersihan kolestrol dari dalam darah. Ezetimibe menurunkan
kolestrol LDL sebanyak 17 persen dan triasilgliserol sebanyak 6 persen, serta
meningkatkan kolestrol HLD sebanyak 1,3 persen. Ezetimibe, terutama
dimetabolisme dalam usus kecil dan hepar melalui konjugasi glukoronida
(Harvey, 2013).
f. Terapi obat kombinasi
Penggunaan dua obat antihiperlipidemia sering diperlukan untuk
mencapai tujuan terapi kadar lipid plasma. Misalnya, pada hiperlipidemia Tipe
II, pasien umumnya diterapi dengan kombinasi niacin ditambah agen pemikat
asam empedu, seperti cholestryramine (Harvey, 2013).
B. Uraian Bahan dan Obat
1. Uraian Bahan
a. Air suling (Ditjen POM, 1979, hal : 96)
Nama Resmi
Nama Lain
Pemerian

:
:
:

AQUA DESTILATA
Aquades, air suling
Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak

Kelarutan

mempunyai rasa.
Larut dalam etanol.

Penyimpanan

Dalam wadah tertutup baik.

Wiri Resky Amalia


815020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

Kegunaan

Sebagai pelarut
b. Na-CMC (Dirjen POM, 1979: 401)
Nama Resmi
Nama Lain
Pemerian :

:
:

NATRII CARBOXYMETHYL CELLULOSUM


Natrium Karboksimetil Sellulosa
Serbuk atau butiran; putih atau putih kuning gading;

Kegunaan

tidak berbau atau hamper tidak berbau; higroskopik


Mudah mendispersi dalam air, membentuk suspense

koloidal; tidak larut dalam etanol (95%) P, dalam eter P,

dan dalam pelarut organik lain


Dalam wadah tertutup rapat

Zat tambahan

Kelarutan:

Penyimpanan

a. N

CMC (Dirjen POM, 1979)


2. Uraian Obat
a. Propiltiourasil (Ditjen POM, 1979 ; 535-536)
Nama resmi
: Propylthiouracilum
Nama lain
: Propiltiourasil
Pemerian
: Hablur atau serbuk hablur; putih atau kuning
Kelarutan

gading muda; tidak berbau; rasa pahit


: Sangat sukar larut dalam air; agak sukar larut
dalam etanol (95%) P; larut dalam larutan

Penyimpnan
Khasiat
Dosis

alkali hidroksida
: Dalam wadah tertutup baik
: Antitiroidum
: Maksimum sekali 250 mg, sehari 600 mg.

b. Hypofil (Gemfibrozil) (Ditjen POM,1979)


Nama Resmi

GEMFIBROZILUM

Nama Lain

Gemfibrozil

RM/BM

C15H22O3/250,34

Pemerian

Hablur padat serupa lilin, putih.

Wiri Resky Amalia


915020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

Kelarutan

Praktis tidak larut dalam air, larut dalam


etanol, dalam metanol dan dalam kloroform.

Penyimpanan

Dalam wadah tertutup rapat.

c. Esvat (Simvastatin) (Ditjen POM,1979)


Nama Resmi
: SIMVASTATIN
Nama Lain
:butanoic acid, 2,2-dimethyl-,1,2,3,7,8,8ahexahydro-3,7,5 dimethyl-8-[2-(tetrahydro-4hydroxy-6-oxo-2H-pyran-2yl)-ethyl]-1
Berat Molekul
Pemeriaan

naphthalenylester,
:418,57
:serbuk kristal berwaran putih sampai abu-abu,

Kelarutan

tidak higroskopis.
:Praktis tidak larut dalam air dan sangat larut
dalam kloroform, metanol dan etanol

Wiri Resky Amalia


1015020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

BAB 3 METODE KERJA


A. ALAT YANG DIGUNAKAN
Alat yang digunakan pada praktikum adalah batang pengaduk, gelas
kimia 100 ml, gelas ukur 10 ml, kanula, kertas perkamen, labu ukur 100 ml,
sendok tanduk, spoit oral, timbangan hewan, dan vial.
B. BAHAN YANG DIGUNAKAN
Bahan yang digunakan pada praktikum adalah aquadest, Hypofil,
Esvat, Natrium CMC, Propiltiourasil (PTU), Makanan Diet Kolesterol.
C. HEWAN YANG DIGUNAKAN
Hewan coba yang digunakan pada praktikum adalh tikus (Rattus
norvegicus).
D. CARA KERJA
1. Pembuatan Bahan
a. Na CMC
1. Ditimbang Na-CMC sebanyak 1 gr
2. Dipanaskan hingga 700C 50 ml air suling
3. Dilarutkan Na-CMC dengan air suling yang telah dipanaskan
sedikit demi sedikit sambil di aduk.
4. Larutan Na-CMC di masukkan dalam wadah dan di simpan dalam
lemari pendingin.
b. Makanan Diet Kolesterol
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Diambil lemak sapi, kuning telur, tepung, minyak lemak sapi dan
air. Kemudian dicampur dan dibentuk bulat.
3. Dimasukkan dalam oven.
2. Pembuatan Obat
a. Hypofil
1. Di siapkan alat dan bahan
2. Ditimbang 50 mg Hypofil
3. Dimasukan ke dalam labu ukur 10 mL
4. Dilarutkan dengan NaCMC sampai batas tanda
5. Dispoit larutan tersebut sebanyak 5,218 mL
6. Dimasukan ke dalam labu ukur 10 mL
7. Dilarutkan dengan NaCMC sampai batas tanda
8. Diberi etiket dan dimasukan ke dalam lemari pendingin
b. PTU (Propil Tiourasil)
Wiri Resky Amalia
1115020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.


2. Ditimbang PTU sebanyak 82,5 mg.
3. Dilarutkan dalam 50 ml aquadest.
4. Diaduk hingga larut.
5. Dimasukkan ke dalam wadah.
c. Esvat
1.
Di siapkan alat dan bahan
2.
Ditimbang 50 mg Esvat
3.
Dimasukan ke dalam labu ukur 10 mL
4.
Dilarutkan dengan NaCMC sampai batas tanda
5.
Dispoit larutan tersebut sebanyak 9,46 mL
6.
Dimasukan ke dalam labu ukur 10 mL
7.
Dilarutkan dengan NaCMC sampai batas tanda
8.
Diberi etiket dan dimasukan ke dalam lemari pendingin
3. Pra Perlakuan Hewan Coba
a. Disiapkan Hewan coba 3 ekor tikus
b. Diukur kadar kolesterol awal
c. Diinduksi dengan propiltiourasil sesuai dengan VP
d. Diberikan makanan diet kolesterol
e. Dilakukan selama 1 minggu
4. Perlakuan Hewan Coba
a. Di siapkan 3 hewan coba tikus (Rattus norvegicus) yang telah diberi
perlakuan selama 7 hari.
b. Di ukur kadar kolesterol tikus.
c. Diberikan obat Hypofil pada Tikus, obat Esvat pada tikus II, dan
NaCMC pada tikus III secara peroral pada masing-masing hewan coba
tikus.
d. Diukur kadar kolesterol pada menit ke 30, 60, dan 90.
e. Dicatat hasil pengamatan.

LAMPIRAN
A. Skema Kerja
1. Pra Perlakuan

Wiri Resky Amalia


1215020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

Disiapkan hewan coba tikus 3 ekor

Diambil serum (darah) tikus sebagai kadar awal kolesterol

Diinduksi dengan propilthiouracyl sesuai volume pemberian

Diberikan makanan diet kolesterol

Dilakukan selama 7 hari

Wiri Resky Amalia


1315020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

2. Perlakuan Hewan Coba


Disiapkan 3 ekor tikus

Diukur kadar kolesterol pada tikus

Diberikan Obat

Tikus I

Tikus II

Tikus III

(Hypofil)

(Esvat)

(NaCMC)

Diukur kadar kolesterol tikus pada menit ke 30, 60, dan 90

Dicatat hasil pengamatan

Wiri Resky Amalia


1415020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

B. Perhitungan Dosis
1. Propilthiourasil (PTU) 100 mg, Berat etiket rata rata = 242,705 mg
100 mg
=1,66 mg/kgBB
Dosis dewasa
= 60 kgBB

37
=10,23 mg/ Kg BB
6

Dosis tikus

= 1,66 mg/KgBB

Dosis tikus maksimal

10,23 mg
200 g=2,04 mg
1000 g

Larutan stock

50 mL
2,04 mg
3 mL

BYD

= 34 mg / 50 mL
34 mg
242,705 mg=82,5 mg/50 mL
= 100 mg

2. Hipofil 600 mg. Berat etiket = 300 mg, Berat etiket rata rata = 380,9
mg

600 mg
mg
=10
60 kgBB
kgBB

Dosis dewasa

Dosis tikus

= 10 mg/KgBB

Dosis tikus maksimal

61,6 mg
200 g=12,3 mg
1000 g

Larutan stock

5 mL
12,3 mg
3 mL

BYD

= 20,5 mg / 5 mL
20, 5 mg
380,9 mg=26,09 mg /5 mL
= 300 mg

Pengenceran

37
=61,6 mg/ Kg BB
6

= 50 mg 10 mL (50mg/10mL)

X
10 mL (26,09mg/5mL)

26,09 mg
10 mL
50 mg

= 5,218 mL/10 mL
3. Esvat 40 mg, Berat etiket = 20 mg, Berat etiket rata rata = 769,8 mg

Wiri Resky Amalia


1515020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

40 mg
=0,6 mg/kgBB
60 kgBB

Dosis dewasa

Dosis tikus

Dosis tikus maksimal

3,7 mg
200 g=0,74 mg
1000 g

Larutan stock

5 mL
0,74 mg
3 mL

0,6

mg
37
=3,7 mg /Kg BB
kgBB 6

= 1,23 mg / 5 mL
1,23 mg
769,8 mg=47,3427 mg/5 mL
20 mg

BYD

Pengenceran

= 50 mg

10 mL (50mg/10mL)

X 10 mL (47,3427 mg/10mL)

47,3427 mg
10 mL
50 mg

=9,46 mL/10 mL

DAFTAR PUSTAKA
Wiri Resky Amalia
1615020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

anonim. 2015. Penuntun Praktikum Farmakologi dan Toksikologi 2. Makassar :


FF UMI.
Ditjen POM. 1979. Farmakope Inndonesia III. Jakarta : Depkes RI.
Harvey, A. Richard & Champe, Pamela C. 2013. Farmakologi Ulasan Bergambar.
Buku kedokteran EGC : Jakarta
Katzung, Bertram. 2013. Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta : EGC.
Mardjono, Maher. 2007. Farmakologi dan Terapi. Universitas Indonesia : Jakarta
MIMS. 2013. MIMS Petunjuk Konsultasi. PT. BIP : Jakarta

Wiri Resky Amalia


1715020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Pengamatan
Jenis

Berat

Kadar kolesterol

Kadar kolesterol

Kadar

obat

tikus

sebelum iduksi

setelah induksi

Hypofil

176 g

Esvat

153 g

NaCM

151 g

17 mg/dl
18 mg/dl
14 mg/dl
16 mg/dl
20 mg/dl

125 mg/dl
126 mg/dl
121 mg/dl
120 mg/dl
127 mg/dl

kolesterol
30 60 90
85 65 30
82 60 27
95 75 45
90 71 41
12 12 12

B. Pembahasan
Kolesterol

adalah

lemak

berwarna

kekuningan

9
berbentuk

sepertililin yang diproduksi oleh tubuh manusia, terutama di dalam lever


(hati).Kolesterol

terbentuk

secara

alamiah.

Dari

segi

ilmu

kimia,

kolesterolmerupakan senyawa lemak kompleks yang dihasilkan oleh tubuh


dengan bermacam-macam fungsi, antara lain untuk membuat hormon
seks,hormon korteks adrenal, vitamin D, dan untuk membuat garam empedu
yang membantu usus untuk menyerap lemak. Jadi, bila takarannya pasatau
normal, kolesterol adalah lemak yang berperan penting dalam tubuh. Namun,
jika terlalu banyak, kolesterol dalam aliran darah justru berbahaya bagi tubuh
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, kelebihan kolesterol
akanmenyebabkan zat tersebut bereaksi dengan zat-zat lain dalam tubuh
danakan mengendap dalam pembuluh darah arteri. Hal yang akan
terjadiselanjutnya adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah
(lazimdikenal

sebagai

atherosklerosis)

hingga

penyumbatan

dan

pemblokiranaliran darah (atherosklerosis). Akibatnya, jumlah suplai darah ke

Wiri Resky Amalia


1815020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

jantung berkurang, terjadi sakit atau nyeri dada yang disebut angina, bahkan
dapatmenjurus ke serangan jantung.
Kolesterol berasal dari organ binatang terutama bagian otak,kuning
telur, dan jeroan. Demikian juga produksi yang berasal darinya,seperti susu
asli, keju, mentega, dan lain-lain. Sementara bahan makanayang bersumber
dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol.Dengan demikian, cara
yang efektif untuk mengurangi kadar kolesteoldalam tubuh dapat dilakukan
dengan mengkonsumsi sayuran dan buah.
Adapun tujuan dilakukannya percobaan ini adalah untuk menentukan
efek obat hipofil dan esvat terhadap penurunan kadar kolesterol hewan coba
tikus (Rattus novergicus).
Adapun hewan coba yang di pakai pada percobaan ini adalah tikus
(Rattus novergicus), alasan digunakannya karena hewan yang digunakan
haruslah memiliki kesamaan struktur dan sistem organ dengan manusia, salah
satunya yaitu hewan tikus (Rattus novergicus). Selain itu haruslah juga
memperhatikan variasi biologik (usia, jenis kelamin) ras, sifat genetik, status
kesehatan, nutrisi, bobot dan luas permukaan tubuh, serta keadaan lingkungan
fisiologik. Dan juga karena tikus (Rattus novergicus) juga memiliki komponen
darah yang dapat mewakili mamalia lainnya khususnya manusia, dan juga tikus
(Rattus novergicus) mempunyai organ terlengkap sebagai hewan mamalia.
Obat yang digunakan untuk diketaui efeknya pada praktikum ini
adalah ESVAT, HYPOFIL, dan NaCMC (sebagai pembanding). Sedangkan
penginduksi hewan coba digunakan obat Propilthiourasil (PTU). Adapun
mekanisme kerja dari PTU menghambat sintesis hormon tiroid dengan
memhambat oksidasi dari iodin dan menghambat sintesistiroksin dan

Wiri Resky Amalia


1915020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

triodothyronin. Obat ini memperlambat fungsi tiroid dengan cara mengurangi


pembentukan hormon tiroid oleh kelenjar. PTU berfungsi meningkatkan
kadar kolesterol dengan cara menghambat sintesis hormon tiroid. Peningkatan
hormon tiroid dapat menurunkan kadar kolesterol dengan cara meningkatkan
kadar sekresi kolesterol menuju empedu dan selanjutnya dibuang bersama
feses. Mekanisme penurunan kadar kolesterol oleh hormon tiroid yaitu
hormon tiroid menginduksi peningkatan jumlah reseptor LDL pada sel-sel
hepar menyebabkan pembuangan yang cepat (Rapid removal) LDL dari
plasma oleh hati, dimana kolesterol yang tadinya ada pada LDL disekresi
lewat empedu menuju feses. Efek sampingnya adalah ruam kulit, nyeri sendi,
demam, nyeri tenggorokan, sakit kepala, ada kecendrungan pendarahan, mual
muntah, hepatitis.
Mekanisme dari HYPOFIL adalah, HYPOFIL merupakan turunan
dari golongan obat Fibrat yaitu Gemfibrozil. HYPOFIL merupakan suatu
regulator lipid plasma yang berkhasiat menurunkan trigliserida serum dan
kolesterol lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL), dan meningkatkan
kolesterol lipoprotein densitas tinggi (HDL). HYPOFIL juga dapat
meningkatkan kandungan lipoprotein densitas tinggi (HDL), subfraksi HDL2
dan HDL3 maupun apolipoprotein AI dan AII. Cara kerja Gemfibrozil belum
diketahui dengan pasti.
HYPOFIL menghambat lipolisis perifer dan menurunkan asam
lemak bebas yang diekstraksi oleh hepar, sehingga mengurangi produksi
trigliserida. HYPOFIL juga menghambat sintesa dan menaikkan bersihan
apolipoprotein B pembawa VLDL sehingga memberi manfaat untuk

Wiri Resky Amalia


2015020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

mengurangi produksi VLDL. Pada binatang percobaan, Gemfibrozil selain


meningkatkan kadar kolesterol HDL juga dapat menghambat ikatan asam-asam
lemak rantai panjang dengan trigliserida yang baru terbentuk, sehingga
mempercepat

pertukaran

dan

pengeluaran

kolesterol

dari

hati,

dan

meningkatkan ekskresi kolesterol dalam tinja. HYPOFIL diabsorpsi dengan


baik dari saluran pencernaan setelah pemberian oral. Kadar puncak dalam
darah terjadi dalam 1 - 2 jam dengan waktu paruh 1,5 jam setelah dosis
berganda. Kadar di dalam plasma sebanding dengan dosis yang diberikan dan
tidak terlihat adanya akumulasi selama pemberian dosis berganda.
Adapun mekanisme kerja dari obat ESVAT sebagai berikut. ESVAT
merupakan turunan dari obat antihiperlipidemik golongan Peghambat HMG
CoA Reduktase yaitu Simvastatin. Simvastatin merupakan obat yang
menurunkan kadar kolesterol (hipolipidemik) dan merupakan hasil sintesis dari
hasil permentasi Aspergillus terreus. Secara in vitro simvastatin akan
dihidrolisis menjadi metabolit aktif. Mekanisme kerja dari metabolit aktif
tersebut dengan cara menghambat kerja 3-hidroksi-3-metilglutaril koenzim A
reduktase (HMG Co-A reduktase), di mana enzim ini mengkatalisis perubahan
HMG Co-A menjadi asam mevalonat yang merupakan langkah awal dari
sintesis kolesterol.
PTU (Propiltiourasil) menghambat sintesis hormon tiroid dengan
memhambat oksidasi dari iodin dan menghambat sintesistiroksin dan
triodothyronin. Obat ini memperlambat fungsi tiroid dengan cara mengurangi
pembentukan hormon tiroid oleh kelenjar. PTU berfungsi meningkatkan
kadar kolesterol dengan cara menghambat sintesis hormon tiroid. Peningkatan

Wiri Resky Amalia


2115020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

hormon tiroid dapat menurunkan kadar kolesterol dengan cara meningkatkan


kadar sekresi kolesterol menuju empedu dan selanjutnya dibuang bersama
feses. Mekanisme penurunan kadar kolesterol oleh hormon tiroid yaitu
hormon tiroid menginduksi peningkatan jumlah reseptor LDL pada sel-sel
hepar menyebabkan pembuangan yang cepat (Rapid removal) LDL dari
plasma oleh hati, dimana kolesterol yang tadinya ada pada LDL disekresi
lewat empedu menuju feses. Efek sampingnya adalah ruam kulit, nyeri sendi,
demam, nyeri tenggorokan, sakit kepala, ada kecendrungan pendarahan, mual
muntah, hepatitis.
Berdasarkan pengamatan yang telah dilkukan didapatkan hasil yaitu
untuk obat Hypofil yang diinduksi pada tikus dengan berat badan 176 g yaitu
kadar kolesterol sebelum induksi adalah 17 mg/dl dan 18 mg/dl, kadar
kolesterol setelah induksi adalah 125 mg/dl dan 126 mg/dl. Dilakukan
pengukuran kadar kolesterol untuk menit 30,60,dan 90. Hasilnya adalah 85
mg/dl dan 82 mg/dl. Pada menit 60 hasilnya adalah 65mg/dl dan 60 mg/dl.
Pada menit 90 kadar kolesterolnya adalah 65 mg/dl dan 60 mg/dl.
Selanjutnya pada obat Esvat kadar kolesterol sebelum induksi pada
tikus dengan berat badan 153 g adalah 14 mg/dl dan 16 mg/dl. Kadar kolesterol
setelah innduksi adalah 121 mg/dl dan 120 mg/dl. Kadar kolesterol untuk darah
yang diambil pada menit 30 adalah 95 mg/dl dan 90 mg/dl. Pada menit 60
kadar kolesterol menjadi 75 mg/dl dan 71 mg/dl. Padaa menit 90 kadar
kolesterol menjadi 45 mg/dl dan 41 mg/dl.
Pada NaCMC dengan tikus yang berat badannya adalah 151 g
didapatkan hasil kadar kolesterol sebelum induksi adalah 20 mg/dl. Kadar

Wiri Resky Amalia


2215020140074

ANTIHIPERLIPIDEMIK

kolesterol setelah induksi adalah 127 mg/dl. Adaun kadar kolesterol pada menit
30 adalah 127, pada menit ke-60 dan 90 adalah 129 mg/dl.
Berdasarkan data pegamatan tersebut dapat diambil statement bahwa
obat Hypofil lebih efektif dalam menurunkan kadar kolesterol dibandingkan
dengan Esvat, namun kedua obat ini tetap memberikan efek antihiperlipidemik
yang

spesifik.

Sedangkan

pada

NaCMC

tidak

memberikan

efek

antihiperlipidemik, sehingga terbukti bahwa zat tambahan yang digunakan


dalam praktikum ini tidak memberikan efek farmakodinamik.

BAB 5 PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa obat
Hypofil dan Esvat terbukti memiliki efek sebagai antihiperlipidemik.
B. Saran
Sebaiknya asitsten mendampingi praktikan pada saat praktikum
berlangsung dan sebaiknya asisten berinteraksi dengan berdiskusi dengan
praktikan mengenai materi yang dipraktikumkan pada saat praktikum.

Wiri Resky Amalia


2315020140074