Anda di halaman 1dari 4

A.

Teknologi Budidaya Singkong


1. pembibitan
Bibit yang baik ialah dari indukan yang sudah cukup tua berkisar sekitar 10-12
minggu namun kelompok kita memakai bibit dari hasil stek yang berasal dari

kalimantan namun sudah banyak di budidayakan di pulau jawa.


Syarat bibit singkong :
a. umur stek harus seragam dan dalam keadaan sehat.
b. Batangnya telah berkayu dan berdiameter 2,5 cm lurus.
c. belum tunas-tunas baru
d. indukan yang sudah cukup tua berkisar 10-12 minggu

Penyiapan bibit
a. Bibit berupa stek batang
b. Sebagai stek pilih batang bagian bawah sampai tengah.
c. Setelah stek terpilih kemudian diikat, masing-masing ikatan berjumlah antara 25
30 batang stek.
d. Semua ikatan stek yang dibutuhkan, kemudian diangkut ke lokasi penanaman
2. Persiapan Lahan
Langkah awal dalam budidaya singkong gajah adalah pemberisihan lahan dari segala

macam gulma, batu dan bekas akar.Hal ini bertujuan agar pertumbuhan akar singkong
nantinya tidak terganggu.Selanjutnya, buatlah bedengan demi kemudahan saat pembersihan
gulma. Untuk jarak tanam sendiri 2x1 pada bedengan. Berikankaptan (dolomite) sebanyak 12.5 ton/ha.Pengapuran diberikan saat pembajakan atau saat pembuatan bedengan.Lakukan
bersamaan dengan pemberian pupuk kandang.
Untuk pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk cair organik, yakni MiG-6 Plus
sehingga bias mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 50%.Dengan demikian bias
menghemat biaya pupuk kimia.Tiga hari sebelum tanam diberikan 2 liter MiG-6 Plus dengan
dosis 1 liter MiG-6 Plus dicampur 200 liter air (jumlah air tidakharus 200 liter boleh kurang
asal cukup untuk 1 hektar).Disemprotkan pada lahan secara merata agar fungsi dari pupuk
kandang/kompos lebih maksimal.Disarankan saa tpengolahan lahan diberikan pupuk kandang
pada tiap lubang tanam sebanyak 5 ton/ha.
Pembuatan Bedengan

Bedengan dibuat pada saat lahan sudah 70% dari tahap penyelesaian. Bedengan atau
pelarikan dilakukan untuk memudahkan penanaman, sesuai dengan ukuran yang dikehendaki.
Pembentukan bedengan/larikan ditujukan untuk memudahkan dalam pemeliharaan tanaman,
seperti pembersihan tanaman liar maupun sehatnya pertumbuhan tanaman.
Pengapuran
Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam/tanah
gembut, perlu dilakukan pengapuran. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit/kaptan
(CaCO3). Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran adalah 1-2,5 ton/ha. Pengapuran
diberikan pada waktu pembajakan atau pada saat pembentukan bedengan kasar bersamaan
dengan pemberian pupuk kandang.
Penanaman
Penanaman bibit singkong gajah dilakukan setelah 3 hari sejak persiapan lahan.Waktu
tanam yang baik adalah saat awal musim hujan atau setelah penanaman padi. Buatlah jarak
tanam 80 x 120 cm, yang mana dalam satu hektar bias ditanam pohon singkong sebanyak
7.500-10.000 batang.
Sebelum bibit ditanam, ada baiknya bibit direndam dengan pupuk hayati MiG-6 Plus yang
telah dicampur dengan air selama 3-4 jam. Cara penanaman dilakukan dengan meruncingkan
ujung bawah stek ketela pohon. Kemudian tanam sedalam 5-10 cm atau sepertiga bagian
stek.
Pembubunan
Cara pembubunan dilakukan dengan menggemburkan tanah di sekitar tanaman dan
setelah itu dibuat seperti guludan. Waktu pembubunan dapat bersamaan dengan waktu
penyiangan, hal ini dapat menghemat biaya. Apabila tanah sekitar tanaman Ketela pohon
terkikis karena hujan atau terkena air siraman sehingga perlu dilakukan pembubunan/di tutup
dengan tanah agar akar tidak kelihatan.
Pemeliharaan

Lakukan pemberian MiG-6 Plus saat tanaman singkong berumur 2 bulan sebanyak 2 liter,
umur 4 bulan dengan dosis 2 liter, umur 6 bulan dengan dosis 2 liter dan 8 bulan dengan dosis
2 liter.
Selain itu, lakukan pemberian pupuk anorganik selanjutnya pada umur tanaman 60-90 hari
berupa campuran pupuk N:P:K dengan dosis Urea: 85 kg, dan KCL: 85 kg. Pada 5 hari
setelah tanam, berikan campuran pupuk NPK, berupa Urea: 50 kg, TSP/SP36: 75 kg dan
KCL: 50 kg pada lahan 1 hektar. Satu bibit cukup diberikan pupuk sebanyak 22.5 gram
dengan cara ditugal. Berikan jarak antar lubang pupuk dan tanaman 15 cm dan kedalaman
lubang pupuk 10 cm.
Jika bibit mati atau abnormal, segera sulam/ganti dengan bibit baru pada pagi hari atau sore
hari atau saat cuaca tidak terlalu panas. Selanjutnya, lakukan penyiangan/pembuangan gulma
sekitar tanaman.Biasanya dalam 1 periode tanam bisa 2 kali penyiangan gulma.
Jangan lupa juga untuk melakukan pembumbunan tanah dengan terlebih dahulu
menggemburkan tanah dan buat gundukan sekitar akar tanaman singkong. Selanjutnya
lakukan pemangkasan tunas cabang. Upayakan hanya mempertahankan cabang sebanyak 2
atau 3. Agar bias digunakan sebagai bibit di periode tanam mendatang. Kondisi lahan
singkong sebaiknya dalam keadaan lembab namun tidak becek sampai umur 5 bulan setelah
tanam.
Pada saat musim kering, penyiraman yang paling baik dengan cara genangan sehingga air
sampaikedaerahperakarandenganresapan. Cara inidapat dilakukan 2 minggu sekali.
Singkong merupakan tanaman tahan hama dan penyakit, sehingga tidak perlu penggunaan
pestisida. Kalaupun ada semut, bias menggunakan Decisdosis 2 ml per liter air.

Panen Singkong

Singkong Gajah mulai panen ketika telah berumur 8 bulan jika tujuannya untuk dijadikan
makanan, sedangkan untuk tepung bias dipanen saat umur 10 bulan karena kadar patinya saat
itu sudah tinggi. Ciri singkong siap panen, yakni daunnya menguning dan banyak yang
rontok. Lakukan pemangkasan batang dan sisakan 15 cm batang dari umbi untuk proses
pencabutan. Jangan gunakan cangkul karena bias melukai umbi.

@jitunewshttp://www.jitunews.com/read/5796/teknik-jitu-budidaya-singkonggajah#ixzz3vny8Rrae