Anda di halaman 1dari 6

1.

Gelombang Radio
Gelombang radio memiliki panjang gelombang antara 10 4 m hingga 0.1 m.
Wi-Fi
Wi-fi atau yang lebih dikenal dengan wireless network atau jaringan tanpa
kabel memanfaatkan gelombang elektromagnetik yakni gelombang radio.
Komunikasi melalui jaringan internet tanpa kabel (wireless network) sangat
mirip dengan komunikasi radio dua arah (seperti cara kerja radio walkietalkie) yakni di dalam komputer terdapat transmitter dan receiver dan sebuah
alat bernama router yang dapat menghubungkan komputer ke jaringan
internet. Sebuah router adalah alat untuk menghubungkan komputer ke
jaringen internet yang memanfaatkan gelombang radio dengan merubah
sinyal radio menjadi data digital.
Alat yang menghasilkangelombang radio dinamakan transmitter dan alat
yang digunakan untuk mendeteksi dan menangkap gelombang radio disebut
receiver. Agar transmitter dan receiver dapat lebih fokus menangkap atau
mengirim sinyal radio ke udara, dibutuhkanlah alat lain yaitu antena. Jika
semua alat yang dibutuhkan untuk berkomunikasi, mengirim dan menerima
data melalui gelombang radio telah dilengkapi, barulah komputer tersebut
dapat digunakan.
Radio AM dan FM
Pesawat radio AM (amplitude modulation) merupakan pesawat radio yang
menggunakan jenis gelombang HF, MF, dan LF. Gelombang AM adalah hasil
proses modulasi antara amplitude getaran-getaran pembawa dengan getaran
listrik suara yang diberikan. Pada stasiun pemancar radio AM, getaran listrik
yang dihasilkan oleh bunyi dimodulasikan atau dipengaruhkan terhadap
amplitude gelombang pembawa sehingga amplitude gelombang pembawa
berubah-ubah sesuai perubahan getaran pada getaran listrik dari bunyi.
Gelombang hasil modulasi tersebut dipancarkan mellui antena pemancar.
Pada antenna pesawat radio penerima , gelombang AM diterima oleh antenna
kemudian gelombang dipisahkan antara gelombang pembawa dengan
getaran listrik bunyi yang dibawanya. Getaran pembawa dibuang, sedangkan
getaran bunyi diperkuat sehingga gelombang bunyi yang dikirimkan melalui
pemancar dapat diperdengarkan melalui speaker pesawat radio. Adapun
gelombang radio FM dihasilkan oleh proses modulasi frekuansi dari getarangetaran gelombang pembawa dengan gelombang listrik suara.
Pada pemancar radio FM, getaran listrik yang dihasilkan bunyi yang akan
dikirimkan dimodulasikan dengan frekuansi gelombang pembawa. Dalam hal
ini frekuensi gelombang pembawa menjadi berubah-ubah sesuai dengan
frekuansi getaran yang dihasilan oleh bunyi.

Gambar 1 Skema pemancaran dan penerimaan gelombang radio dalam udara


dengan transmitter dan receiver (sumber: explainthatstuff.com)
Bluetooth
Bluetooth menghubungkn dan dapat dipakai untuk melakukan tukarmenukar informasi pada peralatan elektronik satu ke peralatan elektronik
lain. Bluetooth ini dikembangkan dan didistribusikan oleh kelompok Bluetooth
Special Interest Group. Bluetooth beroperasi dalam pita frekuensi 2,4 Ghz
dengan menggunakan sebuah frequency hopping traceiver yang mampu
menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real time antara
host-host bluetooth dengan jarak terbatas. (http://www.ekorahayu.com/apaitu-bluetooth-dan-cara-kerjanya.html)
Jaringan bluetooth mentransmisikan data melalui gelombang radio
berdaya rendah. Teknologi ini beroperasi pada frekuensi 2,45 gigahertz
(tepatnya antara 2,402 dan 2.480 GHz). Memastikan bahwa Bluetooth dan
perangkat lain tidak mengganggu satu sama lain telah menjadi bagian
penting dari proses desain Bluetooth. Salah satu cara perangkat Bluetooth
menghindari interfensi sistem lain adalah dengan mengirimkan sinyal yang
sangat lemah sekitar 1 milliwatt. Sebagai informasi, sinyal terkuat yang dapat
dikirim telepon seluler adalah 3 watt. Daya rendah membatasi jangkauan
perangkat Bluetooth sekitar 10 meter, mengurangi kemungkinan interfensi
antara sistem komputer dan telepon portabel atau televisi. Bahkan dengan
daya rendah, Bluetooth tidak memerlukan line of sight antara perangkat
komunikasi.

2. Microwave
GPS (Global Positioning System)
Global Positioning System (GPS) merupakan hal yang sering digunakan
pada era sekarang ini untuk menunjukkan lokasi secara akurat. GPS
menerapkan system radar yang memanfaatkan gelombang mikro. Radar
adalah singkatan dari Radio Detection and Ranging. antena radar dapat
bertindak sebagai pemancar dan penerima gelombang elektromagnetik.
Waktu antara gelombang ditransmisikan dan diterima dipergunakan untuk
menghitung jarak suatu objek dri sebuah pemancar. Radar memancarkan dan
menerima sinyal secara bergantian dengan system switch.

Pada sistem GPS, setiap satelit secara periodis mengirimkan pesan yang
isinya adalah waktu pengiriman pesan dan informasi orbit satelit. Receiver
GPS akan menghitung jarak receiver dengan setiap satelit mengirimkan
pesan-pesan tersebut. Dengan membandingkan jarak antara beberapa satelit
ini dapat ditentukan letak GPS receiver tersebut.
Oven Microwave
Microwave oven menggunakan gelombang mikro dalam band
frekuensisekitar 2.45 GHz. Pemanasan dengan gelombang mikro mempunyai
kelebihan yaitu pemanasan lebih merata karena bukan mentransfer panas
dari luar tetapi membangkitkan panas dari dalam bahan tersebut.
Pemanasannya juga dapat bersifat selektif artinya tergantung dari dielektrik
properties bahan. Hal ini akan menghemat energi untuk pemanasan.
Misalkan dipakai untuk pemanasan bahan untuk body mobil maka chamber
untuk pemanasan tidak akan panas tapi body mobil akan panas sesuai
dengan yang diinginkan.
Telekomunikasi
Operator telekomunikasi juga memanfaatkan gelombang mikro untuk
komunikasi antara BTS ataupun antara BTS dengan pelanggannya. Pada
tower-tower operator telekomunikasi sangat sering dijumpai antena
directional untuk komunikasi antara BTS . Untuk komunikasi ke end user
operator GSM di Indonesia memakai frekuensi di sekitar 800 MHz, 900MHz
dan 1800MHz. Namun sistem seperti ini sudah tidak digunakan lagi bagi
hampi semua negara Eropa. Di Jerman contohnya sudah jarang terlihat
penggunaan gelombang mikro untuk komunikasi dengan metode WDM
antara BTS dengan BSC. Jaringan backbone komunikasi sudah memakai
jarinagn fiber optis. Untuk komunikasi ke end user pada sistem selular tetap
menggunakan gelombang mikro.

3. Inframerah
Sinar elektromagnet yang panjang gelombangnya lebih daripada cahaya
nampak yaitu di antara 700 nm dan 1 mm. Sinar inframerah merupakan
cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan dengan spektroskop cahaya
maka radiasi cahaya infra merah akan nampak pada spektrum elektromagnet
dengan panjang gelombang di atas panjang gelombang cahaya merah.
Dengan panjang gelombang ini maka cahaya inframerah ini akan tidak
tampak oleh mata namun radiasi panas yang ditimbulkannya masih
terasa/dideteksi.
Kacamata Night Vision
Sinar inframerah merupakan cahaya tak tampak, dalam keadaan gelap,
bukan berarti tidak ada cahaya namun dalam keadaan gelap masih ada
kemungkinan untuk terdapat cahaya inframerah hanya karena cahaya
inframerah yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Kacamata Night
Vision membantu manusia untuk dapat melihat bena-benda dalam keadaan
gelap dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik yaitu sinar
inframerah. Kacamata night vision menggunakan gambar teknologi
enhancement mengumpulkan semua cahaya yang tersedia, termasuk cahaya

inframerah, dan memperkuatnya sehingga manusia dapat dengan mudah


melihat apa yang terjadi di dalam gelap.
Cara lain menggunakan teknologi yang disebut thermal imaging, yakni
berhubungan dengan panas. Benda panas, termasuk tubuh manusia,
memancarkan beberapa panas dalam bentuk sinar inframerah. Kacamata
night vision menggunakan teknologi thermal imaging menangkap cahaya
inframerah yang dipancarkan sebagai panas oleh benda-benda di bidang
pandang. Dengan cara ini, manusia dapat melihat gambar dari apa yang
terjadi di dalam gelap berdasarkan jumlah panas yang dihasilkan oleh
berbagai benda.
Thermal imaging bekerja dengan baik ketika mencoba untuk mendeteksi
orang dalam gelap. Ini juga lebih cocok untuk kondisi mendekati kegelapan
mutlak. Kebanyakan malam peralatan visi, bagaimanapun, menggunakan
teknologi peningkatan gambar. Teknologi night vision memiliki banyak
kegunaan untuk lembaga militer dan penegakan hukum. Sebagai contoh,
dapat digunakan untuk menemukan orang-orang dalam gelap, serta untuk
navigasi dan pengawasan.
Remote Control
Remote control infra merah memanfaatkan sinar infra merah untuk
mengendalikan benda lain dari jarak jauh. Biasanya di aplikasikan pada
televisi, radio, dvd, ac, dll. Remote jenis ini memiliki jangkauan yang relatif
lebih pendek dibanding dengan remote RF. Dalam pemakaiannya agak susah
sebab cahaya infra merah harus tepat mengenai penangkap sinyal. Remote
ini dapat bekerja pada jarak maksimal 10 m, dan bisa turun bila daya baterai
melemah.
Untuk dapat memerintah peralatan elektronika lain, harus ada beberapa
komponen. Yakni transmitter, papan rangkaian serta tombol, dan reciever.
Transmitter berfungsi sebagai pengirim perintah ke peralatan elektronika,
berupa LED (light emiting diode) yang memancarkan sinar infrared atau infra
merah. Umumnya berada di ujung atau di bagian depan remote yang
diarahkan ke peralatan elektronika.
Papan rangkaian adalah sejumlah tombol-tombol di remote control,
bentuk perintahnya tergantung dari tombol yang ditekan. Berisi rangkaian
yang terintegrasi dalam IC (integrated circuit) yang membaca tombol yang
ditekan, kemudian membangkitkan transmitter untuk mengirim sinyal sesuai
perintah ke peralatan eletronika lainnya. Sementara receiver adalah
komponen yang terdapat pada alat elektronika yang menerima perintah,
Receiver berupa fototransistor infra merah yang berperan mendeteksi pola
sinyal infra merah yang dikirimkan remote control.
Cara kerjanya ialah, ketika kita memencet suatu tombol pada remote
control, papan rangkaian akan membaca perintah sesuai tombol yang
ditekan. Kemudian saat papan rangkaian sudah mengetahui perintahnya, hal
itu akan membangkitkan transmitter untuk mengirim sinyal sesuai perintah.
Receiver yang ada pada peralatan elektronika lain pun akan mendeteksi
perintah yang dikirim oleh transmitter, yakni mendeteksi pola sinyal infra
merah.
4. Cahaya Tampak

Daftar Pustaka
http://computer.howstuffworks.com/wireless-network1.htm
November 2015

diakses

pada

25

http://www.explainthatstuff.com/wirelessinternet.html diakses pada 25 November


2015
http://cara-kerja-wifi.blogspot.co.id/ diakses pada 25 November 2015
http://aprisalmaindahpratiwi91.blogspot.co.id/2012/12/gelombang-mikro.html
diakses pada 25 November 2015
http://www.ekorahayu.com/apa-itu-bluetooth-dan-cara-kerjanya.html
http://explorecuriocity.org/Explore/ArticleId/711/how-do-bluetooth-signals-travelthrough-the-air-711.aspx
http://wonderopolis.org/wonder/how-do-night-vision-goggles-work/ diakses pada
26 November 2015
http://zonaelektro.net/infra-merah-media-komunikasi-cahaya/
http://carakerjasesuatu.blogspot.co.id/2015/04/cara-kerja-remot-control.html