Anda di halaman 1dari 25

TEKANAN HIDROSTATIK

Arya Winandar Batara R*), Hasbia Firman, Purnama Puspita Dewi, Putri Nur
Inayyah
Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika FMIPA
Universitas Negeri Makassar 2015
Abstrak. Telah dilakukan percobaan mengenai tekanan hidrostatik. Percobaan ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh kedalaman dan massa jenis terhadap tekanan hidrostatik serta memahami
prinsip percobaan tekanan hidrostatik. Percobaan ini menggunakan beberapa alat dan bahan yakni
bahan berupa aquades, gliserin, minyak goreng, dan tissu serta alat berupa pipa berbentukk U,
gelas kimia, selang plastik, corong, gelas ukur, mistar, dan neraca ohaus 311. Percobaan ini terbagi
menjadi 2 kegiatan, kegiatan 1 untuk mengetahui pengaruh kedalaman terhadap tekanan
hidrostatik dan kegiatan 2 untuk mengetahui pengaruh massa jenis terhadapa tekanan hidrostatik.n
Berdasarkan percobaan yang telah kami lakukan didapatkan hasil yaitu pengaruh kedalaman
terhadap tekanan hidrostatik adalah berbanding lurus, semakin dalam corong maka tekanan
hidrostatiknya juga besar, sedangkan pengaruh massa jenis terhadap tekanan hidrostatik juga
berbanding lurus yaitu semakin besar massa jenis suatu zat cair maka tekanan hidrostatiknya juga
akan besar.
Kata kunci: kedalaman, massa jenis, tekanan hidrostatik.

RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana cara mengetahui pengaruh kedalaaman terhadap tekanan hidrostatik?
2. Bagaimana cara mengetahui pengaruh massa jenis zat cair terhadap tekanan
hidrostatik?
3. Bagaiamana prinsip percobaan tekanan hidrostatik?
TUJUAN
1. Mahasisawa dapat mengetahui pengaruh kedalaman terhadap tekanan hidrostatik
2. Mahasiswa dapat mengetahui pengaruh massa jenis zat cair terhadap tekanan
hidrostatik
3. Mahasiswa dapat memahami prinsip percobaan tekanan hidrostatik
TEORI SINGKAT
Tekanan ialah gaya yang bekerja pada tiap satuan luas. Dapat dituliskan dalam pernyataan
rumus yaitu [1]:

F
A
(6.1)

dimana P = tekanan (N/m2) atau Pascal (Pa)


F = gaya (N)

A = luas (m2)
catatan :1 Atmosfer (1 atm) = 76 Hg = 1,013. 105 N/m2
1 cm Hg= 1.333, 2 N/m2
1 torr = 1 mmHg = 133,32 N/m2 = 1 torricelli
Benda yang berada dalam zat cair akan mengalami tekanan. Besarnya tekanan yang
dialami tekanan diberikan dalam persamaan:

.g.h
Ph = Po +

(6.2)

METODE EKSPERIMEN
Eksperimen ini dilakukan dengan beberapa alat dan bahan diantaranya: pipa berbentuk U,
gelas kimia, selang plastik, corong, mistar biasa, aquades, minyak dan gliserin. Untuk
kegiatan pertama yaitu pengaruh kedalaman terhadap tekanan hidrostatik yang
pertamatama dilakukan adalah mengukur massa jenis zat cair yang digunakan (aquades,
minyak, dan gliserin), dengan mengukur massa dan volume masing-masing zat cair.
Corong dan selang plastik dihubungkan pada pipa U kemudian di isi dengan zat cair dan
atur keseimbangan zat cair pada pipa sebelum digunakan. Memasukkan corong kedalam
air, kemudian ditekan dengan kedalaman tertentu , mengukur kedalaman dengan mistar
biasa (diukur dari permukaan zat cair ke permukaan zat cair dalam corong). Mengamati
perubahan tinggi permukaan zat cair pada pipa U, mengukur selisih ketinggiannya dan
hasilnya dicatat dalam tabel. Mengulangi kegiatan tersebut dengan kedalaman yang
berbeda-beda.
Untuk kegiatan yang kedua yaitu mengetahui pengaruh massa jenis zat cair terhadap
tekanan hidrostatik. Memasukan corong kedalam gelas kimia yang berisi aquades sesuai
dengan zat yang ada didalam pipa U, menekan corong dengan kedalaman tertentu
mengukur kedalaman dengan mistar biasa (diukur dari permukaan zat cair ke permukaan
zat cair dalam corong). Amati perubahan ketinggian pada pipa, ukur selisih ketinggiannya
dan hasilnya dicatat dalam tabel. Mengulangi kegiatan tersebut dengan menggunakan zat
cair yang berbeda (minyak dan gliserin).
Alat dan Bahan
A. Alat
1. Pipa berbentuk U
2. Gelas kimia
3. Selang plastik
4. Corong
5. Mistar
6. Neraca ohauss 2610 gram
B. Bahan
1. Air 400 ml

1 buah
4 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah

2. Gliserin 300 ml
3. Minyak 300 ml
Identifikasi Variabel
Kegiatan 1
1. Variabel manipulasi
2. Variabel kontrol
3. Variabel respon

: kedalaman zat cair


: jenis zat cair
: perbedaan ketinggian zat cair pada pipa U

Kegiatan 2
1. Variabel manipulasi
2. Variabel kontrol
3. Variabel respon

: massa jenis zat cair


: kedalaman
: perbedaan ketinggian zat cair pada pipa U

Defenisi Operasional Variabel


Kegiatan 1
1. Kedalaman zat cair : kedalaman fluida yang di ukur dari permukaan dan tidak
bergantung pada luas penanmpang tempat fluida tersebut,serta tidak bergantung
pada bentuk penampangnya
2. Jenis zat cair : zat cair (air) yang digunakan dalam percobaan, dalam hal ini yang
diubah-ubah kedalamannya.
3. perbedaan ketinggian zat cair pada pipa U : selisih ketinggian zat cair pada pipa
U setelah diberikan tekanan
Kegiatan 2
1. massa jenis zat cair : Massa jenis adalah kerapatan dari suatu zat cair (air) yang
merupakan perbandingan antara massa dengan volumenya.
2. Kedalaman zat cair : kedalaman fluida yang di ukur dari permukaan dan tidak
bergantung pada luas penanmpang tempat fluida tersebut,serta tidak bergantung
pada bentuk penampangnya
4. perbedaan ketinggian zat cair pada pipa U : selisih ketinggian zat cair pada pipa
U setelah diberikan tekanan

Prosedur Kerja
Kegiatan 1: Menentukan massa dan volume zat cair, setelah itu menghitung massa jenis
zat cair dengan membagi massa zat cair dengan volume zat cair. Di kegiatan 1 ini, zat cair
yang digunakan adalah aquades (air). Pertama-tama menghubungkan pipa U yang berisi
aquades dengan sebuh corong gelas oleh selang plastik, kemudian memasukkan corong
ke dalam aquades yang berada dalam gelas kimia, selanjutnya menentukan kedalaman
corong yang diinginkan dan mengukur kedalaman tersebut menggunakan mistar atau

skala ukur pada gelas kimia (diukur dari permukaan zat cair ke permukaan zat cair dalam
corong). Setelah itu, mengamati perubahan tinggi permukaana zat cair pada pipa U.
Mengulangi kegiatan ini dengan kedalaman yang berbeda-beda sebanyak 7 kali.
Kegiatan 2: Di kegiatan 2 ini, zat cair yang digunakan adalah aquades, gliserin, dan
minyak goreng. Hal yang dilakukan sama dengan kegiatan 1, hanya saja pada kegiatan ini
kedalaman corong tidak berubah-ubah, yang berubah hanyalah jenis zat cairnya saja.
Setelah mengambil 3 data untuk satu jenis zat cair maka zat cair yang berada di pipa U
dan gelas kimia diganti dengan zat cair yang berbeda jenis dengan zat cair sebelumnya
untuk kemudian diambil datanya kembali.
HASIL EKSPERIMEN DAN ANALISIS DATA
Tabel hasil pengamatan
Tabel 1. Massa jenis zat cair
No.

Jenis zat cair

Massa (gram)

Volume (ml)

Air

|97,40 0,05|

|100 2,5|

Minyak

|85,40 0,05|

|100 2,5|

Gliserin

|125,40 0,05|

|100 2,5|

Kegiatan 1. Pengaruh kedalaman terhadap tekanan hidrostatik


Jenis zat cair =Air
Tabel 2. Hubungan antara kedalaman zat cair dengan tekanan hidrostatik
N
o

Kedalaman (cm)

Perbedaan ketinggian zat cair pada pipa U (cm)


1 |1,50 0,05|

|1,80 0,05|

|1,60 0,05|

3 |1,60 0,05|
1
2

|2,0 0 0,05|

2 |1,7 0 0,05|
3

|2,5 0 0,05|

|1,80 0,05|

|1,80 0,05|

1 |2,40 0,05|
2

|2,3 0 0,05|

|2,40 0,05|

1 |2,6 0 0,05|

|3, 00 0,05|

2|2,70 0,05|
3|2,70 0,05|
1

|3,5 0 0,05|

|2,9 0 0,05|

2 |3,0 0 0,05|
3

|3,00 0,05|

1 |3,2 0 0,05|

|4,0 0 0,05|

|3,3 0 0,05|

3 |3,3 0 0,05|
1

|4,5 0 0,05|

|3,4 0 0,05|

2 |3,4 0 0,05|
3

|3,5 0 0,05|

Kegiatan 2. Pengaruh massa jenis zat cair dengan tekanan hidrostatik


Kedalaman =

|3,00 0,05| cm

Tabel 3. Hubungan antara massa jenis zat cair dengan tekanan hidrostatik
No.
1

Massa jenis zat cair


(gr/ml)
Air

|0,974|

Perbedaan ketinggian zat cair pada pipa U (cm)


1 |2,60 0,05|
2

2
Minyak

|2,70 0,05|
3|2,70 0,05|

|0,854|

1|2,30 0,05|
3

2|2,20 0,05|
Gliserin |1,254|
3

|2,30 0,05|

1 |3,00 0,05|
2

|3,10 0,05|

3 |3,00 0,05|

ANALISIS DATA
1. Analisis Perhitungan
A. Massa Jenis Air

m
v

m 97,40 g
=
=0,974 g /cm3
v 100 cm3

m v1

| m |dm+| v |dv

d=

d=v dm+m v dv
d
v1
mv2
= 1 dm + 1 dv
mv
mv

| dmm + dvv|

d=

|mm + vv|

0,05 gram 12,5 cm 3


+
0,974 g /cm3
97,40 gram 100 cm 3

=|0,00051+0,125|0,974 g /cm3
=0,12551 x 0,974 g/cm3
=0,12225 g /cm3
KR=

X 100

KR=

0,12225 g /cm 3
X 100
0,974 g/ cm 3

KR=12,551

2 Angka Berarti

DK= 100% - 12,551% = 87,449%

=| |

=|0,97 0,12| g/cm3

B. Massa Jenis Minyak

m
v

m 85,40 g
=
=0,854 g /cm3
v 100 cm3

mv

|mm + vv|

0,05 gram 12,5 cm 3


=
+
0,854 g /cm3
3
85,40 gram 100 cm
=|0,0006+0,125| 0,854 g /cm 3
=0,1256 x 0,854 g /cm3

=0,10726 g /cm3
KR=

X 100

KR=

0,10726 g /cm 3
X 100
0,854 g/ cm 3

KR=12,56

2 Angka Berarti

DK= 100% - 12,56% = 87,44%

=| |

=|0,85 0,10| g/cm3

C. Massa Jenis Gliserin

m
v

m 125,40 g
=
=1,254 g /cm3
3
v 100 cm

mv

|mm + vv|

0,05 gram 12,5 cm3


+
1,254 g/cm3
3
125,40 gram 100 cm

=|0,0004+ 0,125|1,254 g /cm 3


3

=0,1254 x 1,254 g /cm


=0,15725 g /cm3
KR=

X 100

KR=

0,15725 g /cm 3
X 100
1,254 g / cm 3

KR=12,54

2 Angka Berarti

DK= 100% - 12,54% = 87,46%

=| |

=|1,25 0,15| g/cm3


Kegiatan 1
1. Rata- rata ketinggian
Untuk kedalaman

|1,80 0,05| cm

( 1,50+1,60+1,60 ) cm =1,57 cm
h=
3
h |1,501,57|cm=0,07 cm
1

h |1,601,57|cm=0,03 cm
2
h |1,601,57|cm=0,03 cm
3

KR=

h
X 100
h

KR=

0,07 cm
X 100
1,57 cm

KR=4,459

2 Angka Berarti

DK= 100% - 4,459% = 95,541 %

h=|h h|
h=|1,57 0,07| cm

P= gh

P= 0,974

g
cm
980 2 (1,57 cm )
3
cm
s

)(

P= 1498,59 g/c m s2

|P |d+| Ph |dh

dP=

| || |

dP g h d g dh
=
+
P
gh
gh

| || |

dP d dh
=
+
P

| + hh|P

P=

P=

0,12225 g/c m 0,07 cm


+
0,974 g /c m3 1,57 cm

1498,59 g/c m s2

P=|0,12551+0,04459| 1498,59 g/c m s2


P=0,1701 x 1498,59 g/c m s2
P=254,91 g/c m s2 = 25,491 kg /ms2
P=

1498,59 g/c m s2 = 149,859 kg /ms2

KR=

P
x 100
P

KR=

25,491 kg/ms
x 100
149,859 kg/ms2

KR=17,01

2 Angka Berarti

DK =100 17,01 =82,99

P=|P P|

P=|1,49 0,25|102 kg/ms2

|2,00 0,05|cm

Untuk kedalaman

( 1,80+1,70+1,80 ) cm =1,76 cm
h=
3
h |1,801,76|cm=0,04 cm
1

h |1,701,76|cm=0,06 cm
2
h |1,801,76|cm=0,04 cm
3

KR=

h
X 100
h

KR=

0,06 cm
X 100
1,76 cm

KR=3,4

3 Angka Berarti

DK= 100% - 3,4% = 96,6 %

h=|h h|
h=|1,76 0,06| cm
P= gh

P= 0,974

g
cm
980 2 (1,76 cm)
3
cm
s

)(

P=1679,95 g/c m s2

| + hh|P

P=

P=

0,12225 g/c m3 0,06 cm


+
0,974 g /c m3 1,76 cm

1679,95 g/c m s2

P=|0,12551+0,03409|

1679,95 g/c m s2

P=0,1596 x 1679,95 g/c m s2


P=268,12 g/c m s2 = 26,812 kg/ ms2
P=

1679,95 g /c m s 2=167,995 kg/ms

KR=

P
x 100
P

KR=

26,812 kg/ms
x 100
167,995 kg/ms2

KR=15,96

2 Angka Berarti

DK =100 15,96 =84,04


P=|P P| = |1,67 0,26|102 kg/ms2
Untuk kedalaman2,50 0,05

( 2,40+2,30+ 2,40 ) cm =2,36 cm


h=
3

h |2,402,36|cm=0,04 cm
1
h |2,302,36|cm=0,06 cm
2

h |2,402,36|cm=0,04 cm
3
h= h = 0,06 cm
maks

KR=

h
X 100
h

KR=

0,06 cm
X 100
2,36 cm

KR=2,54

2 Angka Berarti

DK= 100% - 2,54 % = 97,46 %

h=|2,36 0,06| cm
P= gh

P= 0,974

g
cm
980 2 (2,36 cm )
3
cm
s

)(

P= 2252,66 g/c m s2

| + hh|P

P=

P=

0,12225 g/c m 0,06 cm


+
3
2,36 cm
0,974 g /c m

2252,66g/c m s2

P=|0,12551+0,02542| 2252,66g/c m s2
P=0,15093 x 2252,66 g/c m s2
P=339,99 g/c m s2 = 33,999 kg/ ms2
P=

2252,66 g /c ms 2=225,266 kg /ms2

KR=

P
x 100
P

KR=

33,999 kg/ms
x 100
2
225,266 kg/ms

KR=15,09

2 Angka Berarti

DK =100 15,09 =84,91

P=|P P|
P=|2,25 0,33|10

Untuk kedalaman

kg /ms

|3,00 0,05| cm

( 2,60+2,70+ 2,70 ) cm =2,66 cm


h=
3
h |2,602,66|cm=0,06 cm
1

h |2,702,66|cm=0,04 cm
2
h |2,702,66|cm=0,04 cm
3

h= 0,06
KR=

h
X 100
h

KR=

0,06 cm
X 100
2,66 cm

KR=2,25

2 Angka Berarti

DK= 100% - 2,25% = 97,75 %

h=|h h|
h=|2,66 0,06| cm
P= gh

P= 0,974

g
cm
980 2 (2,66 cm )
3
cm
s

)(

P= 2539,02 g/c m s2

| + hh|P

P=

P=

0,12225 g/c m 0,06 cm


+
0,974 g /c m3 2,66 cm

2539,02 g/c m s2

P=|0,12551+0,02256| 2539,02 g/c m s2


P=0,14807 x 2539,02 g/c m s2

P=375,95 g/c m s2 = 37,595 kg /ms2


2539,02 g /c m s 2=253,902kg /ms2

P=
KR=

P
x 100
P

37,595 kg/ms2
KR=
x 100
253,902 kg/ms2
KR=14,80

2 Angka Berarti

DK =100 14,80 =85,20


P=|P P|

P=|2,53 0,37|10
Untuk kedalaman

kg /ms2

|3,50 0,05| cm

( 2,90+3,00+3,00 ) cm =2,96 cm
h=
3

h |2,902,96|cm=0,06 cm
1
h |3,002,96|cm=0,04 cm
2

h |3,002,96|cm=0,04 cm
3
h= 0,06

KR=

h
X 100
h

KR=

0,06 cm
X 100
2,96 cm

KR=2

3 Angka Berarti

DK= 100% - 2 % = 98 %

h=|h h|
h=|2,96 0,06| cm

P= gh

P= 0,974

g
cm
980 2 (2,96 cm )
3
cm
s

)(

P= 2825,37 g/c m s2

| + hh|P

P=

P=

0,12225 g/c m3 0,06 cm


+
0,974 g /c m3 2,96 cm

2825,37 g/c m s2

2825,37g/c m s2

P=|0,12551+0,02027|

P=0,14578 x 2825,37 g/c m s2


P=411,88 g/c m s2 = 41,188 kg /ms2
P=
KR=

2825,37 g /c ms 2=282,537 kg /ms2


P
x 100
P

41,188 kg /ms2
KR=
x 100
2
282,537 kg /ms
KR=14,57

2 Angka Berarti

DK =100 14,57 =85,43


P=|P P|

P=|2,82 0,41|10

kg /ms

|4,00 0,05|cm

Untuk kedalaman

( 3,20+3,30+3,30 ) cm =3,26 cm
h=
3

h |3,203,26|cm=0,06 cm
1
h |3,303,26|cm=0,04 cm
2

h |3,303,26|cm=0,04 cm
3
h= 0,06

KR=

h
X 100
h

KR=

0,06 cm
X 100
3,26 cm

KR=1

3 Angka Berarti

DK= 100% - 1% = 99%

h=|h h|
h=|3,26 0,06| cm

P= gh

P= 0,974

g
cm
980 2 (3,26 cm )
3
cm
s

)(

P= 3111,73 g/c m s2

| + hh|P

P=

P=

0,12225 g/c m3 0,06 c m


+
0,974 g /c m3 3,26 cm

3111,73 g/c m s2

P=|0,12551+0,0184| 3111,73 g/c m s2

P=0,14391 x 3111,73 g/c m s2


P=447,80 g/c m s2 = 44,780 kg /ms2
P= 3111,73 g/c m s2 311,173 kg /ms2
KR=

P
x 100
P

KR=

44,780 kg/ms2
x 100
2
311,173 kg /m s

KR=14,39

2 Angka Berarti

DK =100 14,39 =85,61


P=|P P|

P=|3,11 0,44| 102 kg /ms2

Untuk kedalaman

|4,50 0,05|cm

( 3,40+3,40+3,50 ) cm =3,43 cm
h=
3
h |3,403,43| cm=0,03 cm
1

h |3,403,43| cm=0,03 cm
2
h |3,503,43| cm=0,07 cm
3

h= hmaks= 0,07 cm
KR=

h
X 100
h

KR=

0,07 cm
X 100
3,43 cm

KR=2

3 Angka Berarti

DK= 100% - 2 % = 98 %

h=|h h|
h=|3,43 0,07| cm
P= gh

P= 0,974

g
cm
980 2 (3,43 cm )
3
cm
s

)(

P= 3274 g/c m s2

| + hh|P

P=

P=

0,12225 g/c m3 0,07 cm


+
0,974 g /c m3 3,43 cm

3274 g/c m s2

P=|0,12551+0,02041| 3274 g/c m s2


P=0,14592 x 3274g/c m s2
P=477,74 g/c m s2 = 47,774 kg /ms2
P=

3274 n g/c m s

KR=

P
x 100
P

KR=

47,774 kg/ms2
x 100
327,4 kg /ms2

KR=14,59

327,4 kg /ms

2 Angka Berarti

DK =100 14,59 =85,41

P=|P P|
P=|3,27 0,47|10

kg /ms2

Kegiatan 2. Pengaruh massa jenis zat cair terhadap tekanan hidrostatik


Kedalaman3,00 0,05cm
Massa jenis air

0,974 g/cm3

( 2,60+2,70+ 2,70 ) cm =2,66 cm


h=
3

h |2,602,66|cm=0,06 cm
1
h |2,702,66|cm=0,04 cm
2

h |2,702,66|cm=0,04 cm
3
h= 0,06

KR=

h
X 100
h

KR=

0,06 cm
X 100
2,66 cm

KR=2,25

2 Angka Berarti

DK= 100% - 2,25% = 97,75 %

h=|h h|
h=|2,66 0,06| cm

P= gh

P= 0,974

g
cm
980 2 (2,66 cm )
3
cm
s

)(

P= 2539,02 g/c m s2

| + hh|P

P=

0,12225 g/c m3 0,06 cm


P=
+
0,974 g /c m3 2,66 cm

2539,02 g/c m s2

P=|0,12551+0,02256| 2539,02 g/c m s2


P=0,14807 x 2539,02 g/c m s2
P=375,95 g/c m s2 = 37,595 kg /ms2
P=

2539,02 g /c m s 2=253,902kg /ms

KR=

P
x 100
P

KR=

37,595 kg/ms
x 100
253,902 kg/ms2

KR=14,80

2 Angka Berarti

DK =100 14,80 =85,20

P=|P P|=|2,53 0,37|10

Massa jenis minyak

kg /ms

0,854 g/cm3

( 2,30+2,20+ 2,30 ) cm =2,26 cm


h=
3

h |2,302,26|cm=0,04 cm
1
h |2,202,26|cm=0,06 cm
2

h |2,302,26|cm=0,04 cm
3
h= 0,06

KR=

h
X 100
h

KR=

0,06 cm
X 100
2,26 cm

KR=2

3 Angka Berarti

DK= 100% - 2 % = 98 %

h=|h h|
h=|2,26 0,06| cm
P= gh

P= 0,854

g
cm
980 2 (2,26 cm )
3
cm
s

)(

P= 1891,43 g/c m s2

| + hh|P

P=

P=

0,10726 g /c m3 0,06 cm
+
0,854 g /c m3 2,26 cm

1891,43 g/c m s2

P=|0,1256+0,02655| 1891,43 g/c m s2


P=0,15215 x

1891,43g/c m s2

P=287,78 g/c m s2 = 28,778 kg /ms2


P= 1891,43 g/c m s2 189,143 kg/ms 2

KR=

P
x 100 ,
P

KR=

28,778 kg/ms2
x 100
189,143 kg/ms2

KR=15,21

2 Angka Berarti

DK =100 15,21 =84,79

P=|P P|
P=|1,89 0,28|1 0

kg /ms2

Massa jenis gliserin = 1,254 g/cm3

( 3,00+3,10+3,00 ) cm =3,03 cm
h=
3

h |3,003,03| cm=0,03 cm
1
h |3,103,03| cm=0,07 cm
2

h |3,003,03| cm=0,03 cm
3
h= 0,07

KR=

h
X 100
h

KR=

0,07 cm
X 100
3,03 cm

KR=2

3 Angka Berarti

DK= 100% - 2% = 98%

h=|h h|
h=|3,03 0,07| cm

P= gh

P= 1,254

g
cm
980 2 ( 3,03 cm )
3
cm
s

)(

P= 3723,62 g/c m s2

| + hh|P

P=

0,15725 g /cm3 0,07 cm


+
3723,62 g /cm2
3
3,03 cm
1,254 g /cm

=|0,1254+ 0,0231|3723,62 g/cm2

=0,1485 x 3723,62 g / cm2


P=552,95 g/c m s2 = 55,295 kg /ms2
P=

3723,62

g
2
=372,362 kg /ms
2
cms

KR=

P
x 100
P

KR=

55,295 kg/ms2
x 100
372,362kg /ms2

KR=14,85

2 Angka Berarti

DK =100 14,85 =85,15


P=|P P|

|3,72 0,55| 102 kg /ms2

PEMBAHASAN
Pada kegiatan pertama, yaitu pengaruh kedalamam zat cair terhadap tekanan hidrostatik,
adapun perbandingan hasil yang di dapatkan saat praktikum dengan analisis data yaitu:
Tabel 4. Hasil analisis data kegiatan 1 (pengaruh kedalaman)

kg /ms2

No.

Kedalaman (cm)

|1,80 0,05|

|1,49 0,25|10 2

|2,00 0,05|

|1,67 0,26|102

|2,50 0,05|

|2,25 0,33|10

|3,00 0,05|

|2,53 0,37|10

|3,50 0,05|

|2,82 0,41|10

|4,00 0,05|

|3,11 0,44| 102

|4,50 0,05|

|3,27 0,47|10

Tekanan hidrostatik

Seperti yang terlihat pada tabel 4 yang menggambarkan hasil dari kegiatan 1menunjukan
bahwa tingkat kedalaman berbanding lurus dengan nilai tekanan hidrostatik. Semakin
besar kedalaman, maka semakin besar pula tekanan hidrostatiknya.

Tabel 5. Hasil analisis data kegiatan 2 (pengaruh massa jenis)


2
Tekanan hidrostatik kg /ms

No.

Massa Jenis Zat Cair (g/cm3)

Air (0,974)

Minyak (0,854)

|1,89 0,28| 102

Gliserin (1,254)

|3,72 0,55| 102

|2,53 0,37|10

Jika kita melihat table dari kegiatan 2 dan juga berdasar kan hasil analisis data pada tabel
di atas terlihat bahwa massa jenis berpengaruh terhadap tekanan hidrosatatik, yaitu
semakin besar massa jenis zat cair maka akan semakin besar pula tekanan hidrostatiknya,
begitupula sebaliknya. Sehingga dapat dikatakan bahwa besar massa jenis zat cair
berbanding lurus dengan tekanan hidrostatik.

SIMPULAN
Berdasarkan percobaan tekanan hidrostatik yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa kedalaman dan massa jenis zat cair berpengaruh terhadap tekanan hidrostatik.
Pengaruh kedalaman berbanding lurus terhadap tekanan hidrostatik, yaitu semakin dalam
sebuah benda maka akan semakin besar tekanan hidrostatiknya. Begitupula dengan massa
jenis suatu zat cair yang berbanding lurus terhadap tekanan hidrostatik, yaitu semakin
besar massa jenis zat cair maka akan semakin besarpula tekanan hidrostatiknya.
REFERENSI

[ 1 ] Herman dan Asisten LFD. 2014. Buku Penuntun Praktikum Fisika Dasar 1 Unit
Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Makassar.