Anda di halaman 1dari 9

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Geometri Lobachevsky
Sekarang, diperkenalkan geometri non-Euclides dari Bolyai, dan Lobachevsky,
sebagai teori formal yang mendasarkan pada beberapa postulat. Teori ini dinamakan
Geometri Lobachevsky untuk memudahkan dan menandai karya Lobachevsky. Geometri
Lobachevsky dapat digolongkan pada geometri netral dengan memandang bahwa setiap
segitiga jumlah besar sudutnya kurang dari 1800. Meskipun demikian, kita lebih suka
mengikuti sejarah perkembangannya dan mempelajarinya

secara langsung dalam

hubungannya dengan postulat kesejajaran Euclides. Jadi, untuk menggolongkan pada


geometri Lobachevsky hanyalah dengan menerima semua postulat geometri Euclides dengan
membuang

postulat

kesejajarannya

dan

mengganti

dengan

postulat

berikut

ini :
Postulat Kesejajaran Lobachevsky
Paling tidak ada dua garis yang sejajar dengan suatu garis yang melalui suatu titik di luar
garis tersebut.
Jelaslah, geometri Lobachevsky merupakan jenis dari geometri netral. Jadi, teorema-teorema
pada geometri netral juga berlaku pada geometri Lobachevsky dan juga dapat dipakai pada
pembuktian-pembuktian.
2.2 Teorema non-metrical
Teorema pertama geometri Lobachevsky merupakan teorema dasar yang tidak
melibatkan ide-ide metrical (sistim perhitungan dengan dasar angka 10) seperti jarak,
ketegak-lurusan, atau luas. Teorema tersebut mengenai kedudukan atau sifat garis.
Teorema 1
Sebarang garis seluruhnya berada di dalam sudut tertentu.

Bukti :
Misalkan diketahui garis l. tentukan titik P di luar l. tentukan titik P diluar l. Menurut
postulat kesejajaran geometri Lobachevsky ada garis m dan n yang melalui P dan sejajar l.
Garis m dan n membagi bidang itu menjadi 4 daerah, masing-masing merupakan bagian
dalam suatu sudut, yakni bagian dalam APB, APB.
APB, dengan P terletak diantara A dan A pada garis m dan diantara B dan B pada garis
n. Misalkan Q adalah titik pada l. Karena l tidak memotong m atau n, berarti Q tidak terletak
pada m atau n. Jadi Q berada pada salah satu dari 4 bagian dalam sudut di atas, misalnya
APB.
Sekarang, dimana letak l ? Karena salah satu titiknya yaitu titik Q berada pada bagian dalam
APB dan l tidak memotong sisi-sisi sudutnya, yakni PA dan PB. Jadi jelaslah bahwa l
berada di dalam APB yang berarti garis l seluruhnya termuat di dalam APB.
Catatan : Sangat menarik bahwa Legendra membuktikan postulat kesejajaran Euclides
dengan mengasumsikan bahwa suatu garis yang memuat suatu titik dalam suatu sudut
pasti memotong sudut tersebut.
Teorema akibat
Ada tak berhingga garis yang sejajar dengan suatu garis yang melalui suatu titik di luar garis
itu.
Bukti :
Misalkan diketahui garis l dan titik P.Misalkan R sebarang titik yang terletak di dalam daerah
APB (Gambar 1). Maka garis PR (kecuali titik P) seluruhnya termuat dalam daerah APB
dan APBdan tidak memotong garis l yang termuat dalam APB. Jadi PR / / l. Karena
terdapat tak berhingga garis yang seperti PR, berarti teorema akibat terbukti. Sungguh
menarik kalau di bandingkan Teorema 1 di atas dengan situasi dalam geometri Euclides (yang
hanya sebagian garis dapat termuat dalam daerah suatu sudut). Karena dalam geometri
bidang Euclides sebuah garis yang melalui titik dalam daerah sudut akan memotong sudut di
dua titik atau satu titik. Jadi hanya sebuah segmen garis saja yang bisa termuat dalam daerah
sudut, atau hanya sebuah sinar garis saja.

Teorema di atas menunjukkan perbedaan yang jelas antara geometri Euclides dan geometri
Lobachevsky jika dipandang dari sifat-sifat nonmetrik. Hal ini seharusnya tidaklah terlalu
mengherankan, karena postulat kesejajaran Euclides (dalam bentuk postulat Playfair) dan
postulat kesejajaran Lobachevsky memang berbeda sifat khusus grafiknya.
2.3 Jumlah sudut segitiga dalam Geometri Lobachevsky
Akan ditunjukkan dalam Teorema 2 bagaimana sifat metrical, jumlah besar sudut
dalam segitiga, tentu berubah jika kita mengubah postulat kesejajarannya. Diawali dengan
dua lemma yang valid dalam geometri netral. Lemma 1 merupakan pengulangan kembali
Teorema Saccheri Legendre
Lemma 1.
Jumlah besar dua sudut dalam segitiga adalah kurang atau sama dengan besar sudut luar
yang tida bersisian dengan sudut tersebut.
Bukti :
Perhatikan ABC. Menurut Teorema Sacheri Legendre : A + B + C 1800. Jika
kedua ruas ketidaksamaan dikurangi dengan C diperoleh : A B 1800 - C. Lemma
tersebut berlaku karena sudut luar C sama dengan 1800 - C.
Lemma 2
Misalkan diketahui garis l, titik P di luar l, titik Q pada l.
Misalkan diberikan sisi PQ. Maka ada titik R di l yang terletak satu pihak dengan PQ,
sehingga PQR sekecil yang diinginkan.

Bukti : Misalkan a adalah sudut yang kecil. Akan di tunjukkan bahwa ada titik R pada l yang
terletak di sebelah kanan PQ sedemikian hingga PRQ < a. Pertama, bentuk barisan sudutsudut: PR1Q, PR2Q, .., yang setiap suku tidak lebih besar dari suku sebelumnya.
Perhatikan gambar berikut ini.

Misalkan R1 titik pada l dan berada di sebelah kanan sisi PQ sedemikian hingga QR1 = PQ
(Gambar 4.5). Tarik PR1. Maka PQR1 adalah sama kaki dan
QPR1 = PR1Q = b1. Misal besar sudut luar PQR1 di Q = b. Menurut Lemma 7.1 b1 + b1
= 2b1 b, berarti :
b1

1
2 b .(1)

Sekarang dibentuk segitiga baru dan diulang lagi argumen di atas. Perpanjang QR1 melalui R1
ke R2, sedemikian hingga R1R2 = PR1. Tarik PR2. Maka PR1R2 adalah sama kaki dan
R1PR2 = PR2R1 = PR2Q =b2

Jadi, sesuai dengan Lemma 6.1


b2 + b2 = 2b2 b1
berarti :
b2

1
2 b1

b2

1
22

sesuai dengan persamaan (1) diperoleh :

Dengan melanjutkan proses di atas sebanyak n kali, maka akan diperoleh titik Rn
pada l dan di sebelah kanan sisi PQ sedemikian hingga :
bn = PRnQ

Dengan memilih n cukup besar maka bisa diperoleh

1
2n

1
2n

b < a.

Dengan demikian PRnQ < a. Jadi teorema berlaku untuk R = Rn.

Teorema 2
Ada sebuah segitiga dengan jumlah besar sudut kurang dari 1800.

Bukti : Misalkan l suatu garis dan P di luar l. Kita buat garis m melalui P sejajar l dengan
cara biasa sebagai berikut : Misal PQ l di Q, dan m PQ di P. Menurut postulat kesejajaran
Lobachevsky ada garis lain yaitu garis n yang melalui P dan sejajar l. Salah satu sudut yang
dibentuk n dengan PQ adalah lancip.
Misalkan : X titik pada n sedemikian hingga QPX lancip
Y titik pada m dan n di sebelah kanan sisi PQ seperti X.
a = XPY.
Maka QPX = 900 a
Sekarang gunakan Lemma 2. Misalkan R pada l dan berada di sebelah kanan sisi PQ yang
memuat X, sedemikian hingga PRQ < a.
Perhatikan PQR. Kita punya :
PQR = 900
QRP < a
RPQ < XPQ = 900 a
Jika di jumlahkan diperoleh :
PQR + QRP + RPQ < 900 + a + 900 a = 1800
Jadi PQR mempunyai jumlah besar sudut kurang dari 1800 dan teorema terbukti.

Urutan pembuktian di atas sungguh sangat sederhana. Untuk mengetahui lebih dalam,
perhatikan dulu situasi yang sama dalam geometri Euclides. Misal : l dan m tegak lurus pada
PQ di Q dan P. R sebarang titik pada l, di sebelah kanan sisi PQ Jika R menjauhi PQ sampai
6

tak terhingga, maka QRP mendekati 00 dan QPR mendekati 900. Dalam geometri
Lobachevsky agak sedikit berbeda. Garis l dan m tegak lurus pada PQ di Q dan P sedemikian
hingga m / / l. Tetapi sekarang (seperti pada pembuktian Teorema 2) ada garis lain PX yang
sejajar l, sedemikian hingga :
QPX < 900. Misalkan R sebarang titik pada l di sebelah kanan PQ seperti X. Jika R
menjauhi PQ sampai tak terhingga, maka QRP mendekati 00 seperti pada geometri
Euclides. Tetapi QPR tidak mendekati 900, karena QPR selalu kurang dari QPX. Jadi,
jika R cukup jauh, PQR akan memiliki jumlah besar sudut kurang dari 1800. Sebagai
contoh, jika QPX = 890 hanya perlu menempatkan R sedemikian hingga QRP < 10.

Akhirnya, mungkin menolak bahwa tidak akan dapat memperoleh QPR < QPX,
yakni sinar PR terletak dalam QPX. Perhatikan bahwa sinar PR dan sinar PX adalah
berbeda dan keduanya berada di dalam sudut yang dibentuk oleh sinar PQ dengan sinar yang
lain. Misalkan sinar PX terletak di dalam QPR, maka sinar PX akan memotong QR dan
sudah tentu memotong l. Karena hal ini tidak mungkin terjadi, berarti sinar PR harus berada
di dalam QPX. Teorema berikut merupakan teorema yang penting, dan merupakan
konsekuensi langsung dari Teorema 2
Teorema 3
Jumlah besar sudut setiap segitiga kurang dari 1800.
Bukti :
Menurut akibat 2 teorema geometri netral : Jika ada sebuah segitiga yang jumlah besar
sudutnya kurang dari 1800, maka setiap segitiga jumlah besar sudutnya juga kurang dari
1800 (1)
7

Menurut Teorema 2 (geometri Lobachevsky) :


Ada sebuah segitiga yang jumlah besar sudutnya kurang dari 180 0. (2)
Berdasarkan (1) dan (2) maka jumlah besar sudut setiap segitiga kurang dari 1800.
Akibat 1 Teorema 3
Jumlah besar sudut-sudut dalam segiempat kurang dari 1800.
Akibat 2 Teorema 3
Tidak ada persegipanjang.
Meskipun Teorema 3 tersebut berbeda dengan teorema serupa pada geometri
Euclides, mungkin anda masih tetap berasumsi bahwa jumlah besar sudut suatu segitiga itu
konstan, seperti pada geometri Euclides. Hal ini tidak mungkin pada geometri Lobachevsky,
di mana jumlah besar sudut suatu segitiga bervariasi antara 00 dan 1800.
2.4 Adakah segitiga-segitiga yang sebangun dalam Geometri Lobachevsky?
Berikut ini akan ditunjukkan bahwa segitiga segitiga yang sebangun tidak ada dalam
geometri Lobachevsky, tetapi yang ada hanyalah segitiga segitiga yang kongruen. Hal ini
sesuai dengan teorema berikut ini.
Teorema 4
Dua segitiga dikatakan kongruen jika sudut-sudut yang bersesuaian sama.

Bukti : Andaikan teorema 4 salah. Berarti ada dua segitiga, misal ABC dan ABC
sedemikian hingga : A = A, B = B, C tetapi kedua segitiga tersebut tidak
kongruen. Jadi AB AB (Jika AB = AB tentu kedua segitiga tersebut kongruen dengan sdss-sd). Demikian pula jika AC AC dan BC BC.
Perhatikan tripel segmen AB, AC, BC dan AB, AC, BC. Salah satu dari tripel
segmen tersebut pasti terdiri atas dua segmen yang lebih besar dari dua segmen yang
bersesuaian dari tripel yang lain. Akibatnya, kita dapat memisalkan AB > AB dan AC >
AC. Selanjutnya tentukan titik B pada AB dan C pada AC sedemikian hingga AB = AB
dan AB = AC Jadi ABC kongruen ABB. Akibatnya : BBC = B = B.
Berarti BB'C adalah suplemen B dan BCC adalah suplemen C, dengan demikian
segiempat BBCC mempunyai jumlah besar sudut sama dengan 3600 (bertentangan dengan
akibat 1 teorema 3). Di sini terlihat perbedaannya dengan geometri Euclides. Sesuai dengan
Teorema 4, dalam geometri Lobachevsky tidak ada teori tentang gambar-gambar sebangun
yang didasarkan pada definisi biasa, karena jika dua segitiga sebangun maka sudut-sudut
yang bersesuaian sama, dan oleh karena itu kedua segitiga pasti kongruen. Secara umum, dua
gambar yang sebangun pasti kongruen, dan juga mempunyai ukuran yang sama.