Anda di halaman 1dari 6

Diagnosis Typus

Untuk mengetahui penyakit tersebut lakukan pemeriksaan


laboratorium seperti :
- Terjadinya penurunan sel darah putih
- Anemia rendah karena pendarahan pada usus
- Trombosit menurun
- Menemukan bakteri salmonella typhosa pada kotoran,
darah, urin
- Peningkatan titer Widal
Reaksi Widal merupakan test imunitas yang ditimbulkan
oleh kuman Salmonella typhi/ paratyphi, yaitu kuman
yang terdapat di minuman dan makanan kita yang
terkontaminasi dengan tinja orang yang sakit. Dikatakan
meningkat bila titernya lebih dari 1/400 atau didapatkan
kenaikan titer 2 kali lipat dari titer sebelumnya dalam
waktu 1 minggu.
Pada pemeriksaan fisik dapat ditemui bradikardi (denyut
melemah) relatif, pembesaran limfa, tegangnya otot perut,
dan kembung. Serta, periksakanlah apakah kandung empedu
anda tidak mengalami peradangan menahun karena bakteri
Tipes dapat menempati kandung empedu.
TES WIDAL POSITIF TIDAK SELAMANYA TIFUS
Untuk mengetahui seseorang terjangkit tifus atau tidak, maka tes yang umum
digunakan adalah tes Widal. Jika positif berarti tifus, jika tidak maka mungkin
penderita terjangkit penyakit lain. Padahal, Widal positif tidak selalu berarti
penderita terjangkit tifus. Ini karena orang sehat sekalipun jika dites widal
hasilnya bisa positif. Seorang dokter penyakit dalam bahkan pernah berkelakar, jika
pasien, perawat, bahkan dokter yang berpraktik di kliniknya dites Widal, maka
bukan tidak mungkin hasilnya positif semua. Ingat, kebersihan merupakan sebuah hal
yang sulit dicari di negeri ini. Nasi goreng yang biasa kita santap bersama teman, es
jeruk yang diseruput di warung tegal, bahkan menu makanan di kantin, tidak ada
jaminan bebas tifus 100%. Namun, karena jumlah kuman yang masuk ke dalam tubuh
tidak sampai menginfeksi, sakit tifus pun tidak terjadi. Ini berbeda dengan kondisi
di Eropa atau Singapura yang sanitasinya sudah baik. Tes Widal positif berarti
kemungkinan besar terjadi infeksi tifus.
Namun, tidak berarti tes Widal diragukan akurasinya. Jika tesnya dilakukan di
waktu yang tepat, plus diagnosis klinisnya benar, maka penyakit tifus dapat dengan
mudah terdeteksi. Tes Widal idealnya dilakukan setelah hari ke-5 atau 6, sesudah
penderita mengalami gejala klinis tifus yaitu demam. Jika dilakukan sebelum itu
maka hasilnya tidak akurat. Selain itu, selidiki juga gejala lainnya seperti sembelit,

nyeri perut, lidah kotor, muntah, dan lain-lain. Dengan kombinasi tes Widal dan
deteksi gejala, maka penyakit tifus dapat dideteksi dengan mudah. Selain harganya
yang lebih ekonomis, tes Widal juga dapat mendeteksi penyakit paratifus, sebuah
penyakit dengan gejala mirip tifus tapi lebih ringan. Paratifus disebabkan bakteri
Salmonella paratiphy.Sedangkan tifus disebabkan bakteri Salmonella typhi.
Selain tes Widal, ada tes yang lebih akurat, yaitu tes TUBEXR yang merupakan tes
imunologi. Merupakan tes dengan menggunakan partikel yang berwarna untuk
meningkatkan sensitivitas. Tes ini sangat akurat dalam diagnosis infeksi akut pada
tifus. Beberapa penelitian menyimpulkan, tes ini mempunyai sensitivitas lebih baik
daripada uji Widal. Tes ini dapat menjadi pemeriksaan yang ideal, dapat digunakan
untuk pemeriksaan secara rutin karena cepat, mudah dan sederhana, terutama di
negara berkembang. Meski begitu, tes ini hanya dapat mendeteksi penyakit tifus,
tapi tidak paratifus yang kerap menyertai tifus. Tes yang lebih akurat adalah
pembiakan kuman dari darah, urine, feses, sumsum tulang, atau cairan lainnya. Hasil
biakan yang positif memastikan demam tifoid. Media pembiakan yang
direkomendasikan untuk S. typhi adalah media empedu. Ini karena S. typhi dan S.
paratyphi dapat tumbuh pada media tersebut. Namun, tes biakan kuman sebaiknya
dilakukan sebelum penderita diobati antibiotika. Meski sangat akurat dan dapat
mendiagnosis tifus dan paratifus, diagnosis biakan kuman membutuhkan waktu lama
(5-7 hari) serta peralatan yang lebih canggih untuk identifikasi bakteri sehingga
tidak praktis untuk diagnosis penderita.
TIFUS DIBAWA OLEH CARRIER
Banyak orang yang tidak terlihat sakit tapi berpotensi menyebarkan penyakit tifus.
Inilah yang disebut dengan pembawa penyakit tifus. Meski sudah dinyatakan sembuh,
bukan tidak mungkin mantan penderita masih menyimpan bakteri tifus dalam
tubuhnya. Bakteri bisa bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Ini karena
sebagian bakteri penyebab tifus ada yang bersembunyi di kantong empedu. Bisa saja
bakteri ini keluar dan bercampur dengan tinja. Nah, bakteri ini dapat menyebar
lewat air seni atau tinja penderita. (Seeful Imam)
MENCEGAH DAN MENGOBATI TYPHUS
Typus adalah penyakit infeksi akut usus halus. Nama lain typhus adalah
typus abdominalis. Penyebabnya adalah kuman Salmonella Typhi.
Penularan S. Typhi terjadi melalui mulut oleh makanan yang tercemar.
Sebagian kuman akan dimusnahkan dalam lambung oelh asam lambung.
Sebagian lagi msuk keusus halus, mencapai jaringan lemfe dan
berkembang biak. Kuman-kuman selanjutnya masuk ke jaringan
beberapa organ tubuh, terutama limpa,usus dan kandung empedu.
Demam pada typus disebabkan karena S, tyhpi dan endotoksinnya
merangsang sintesis dan pelepasan zat pirogen (menimbulkan panas)

pada jaringan yang meradang.


Patologi
Kelainan patologik utama di usus halus, terutama di usus halus bagian
distal (bawah). Pada minggu pertama pernyakit terjadi hyperplasia
(pembesaran sel-sel) plaks Peyer, disusul minggu kedua terjadi nekrosis
(pembususkan) dan dalam minggu ketiga ulserasi plaks peyer dan
selanjutnya dalam minggu keempat penyembuhan ulkus (luka-luka)
dengan meninggalkan sikatriks (jaringan perut). Ulkus berbentuk lonjong
dengan sumbu memanjang sejajar dengan sumbu usus.
Hati membesar dengan infiltrasi limfosir, zat plasma dan sel
mononuclear, serta tedapatnekosis fokal. Sistem retiku loendotelial
menunjukkan hyperplasia dan kelenjar-kelenjar mesenterial dan disertai
pembesaran limpa.
Gambaran Klinis
Masa tunas penyakit typus berlangsung 10 sampai 14 hari. Gejala yang
timbul amat bervariasi. Gambaran penyakit bervariasi dari penyakit
ringan yang tidak terdiagnosis, sampai gambaran penyakit yang khas
dengan komplikasi dan kematian. Dalam minggu pertama penyakit,
keluhan dan gejala serupa dengan penyakit infeksi akut. Pada umumnya
yaitu demam,nyeri kepala, pusing, nyeri otot, tidak nafsu makan, mual,
muntah, obstipasi (diare ), perasaan tidak enak diperut, batuk. Pada
pemeriksaan fisik hanya ditemukan suhu badan meningkat. Dalam
minggu kedua gejala-gejala menjadi lebih jelas berupa demam, denyut
jantung relative lambat, lidah yang khas (kotoran ditengah, tepid an
ujung merah dan tremor/bergetar, hati membesar, limpa membesar,
gangguan mental bisa koma atai psikosis.
Reaksi widal adalah suatu reaksi pengendapan antara antigen dan
antibody (aglutinin). Agglutinin yang spesifik terdapat pada serum
penderita penyakit typus. Maksud reaksi widal adalah untuk menentukan
adanya aglutinin dalam serum penderita yang disangka menderita
penyakit typus.
Komplikasi yang mungkin timbul
1.Komplikasi intestinal
Perdarahan usus
Usus pecah (perforasi)
Lumpuhnya usus halus (ileus paralitik)
Komplikasi ekstra-intestinal
komplikasi kardiovaskuler seperti trombosit, renjatan
sepsis.
Komplikasi darah seperti anemi hemolitik
Komplikasi paru seperti pnemoni

d.Komplikasi hati dan kandung empedu berupa radang hati


dan kolesistitis (radang kandung empedu)
Komplikasi ginjal : glomerulone phritis
Komplikasi tulang : arthritis, osteomielitis
Komplikasi neuropsikiatrik seperti meningitis, polyneuritis.
Pencegahan
1. Untuk pencegahan penyakit typus dapat dibagi dalam :
2. Usaha terhadap lingkungan hidup
Penyediaan air minum yang memenuhi syarat
Pembuangan kotoran manusia yang higenis
Pemberantasan lalat
Pengawasan terhadap rumah-rumah makan dan penjualpenjual makanan
3. Usaha terhadap manusia
Imunisasi
Menemukan dan mengawasi carrier typhoid
Pendidikan kesehatan kepada masyarakat
Penggunaan Tanaman Obat untuk mengatasi penyakit Thypus
Selain beberapa usaha pencegahan diatas, jika sudah terjadi penyakit
perlu dilakukan pengobatan. Pengobatan medis konvensial sudah umum
dilakukan utnuk mengatsi ganguan typus. Namun disisi lain obat herbal
dapat dijadikann sebagai suatu pilihan untuk kesembuhan pasien.
Beberapa tanaman obat sepetri Sambiloto, Bidara Upas, rumput mutiara
dan temulawak dapat digunakan untuk membantu mengatasi penykait
typus. Herbal tersebut mempunyai fungsi penurun panas, anti radang,
meningkatkan kekebalan, menghilangkan racun dan melancarkan
peredaran darah.
Tanaman obat yang digunakan :
1. Sambiloto (Andrographis paniculata)
Tanaman ini mempunyai fungsi penurun panas /demam, selain sebagai
antiracun dan antibengkak. Cukup efektif untuk mengatasi infeksi dan
merangsang phagocytosis dan meningkatkan kekebalan tubuh seluler.
Bagian tanaman ini diolah menjadi obat berbentuk kapsul. Cara
pengunaannya : 3 x 1 kapsul (pagi, siang, sore ) 1 jam sebelum makan.
2. Bidara Upas (Merremia mammosa)
Tanaman ini mempunyai fungsi sebagai anti ardang dan juga mengurangi
rasa sakit (analgesic) serta menetralkan racun. Bagian tanaman ini diolah
menjadi obat berbentuk kapsul. Cara pemakaian : 3 x 1 Kapsul / hari.
3. Rumput Mutiara
Tanaman ini mempunyai fungsi sebagai penghilang panas dan anti
radang, selain itu juga berperan dalam mengaktifkan peredaran darah.

Bagian tanaman ini diolah menjadi obat berbentuk kapsul. Cara


pemakaian: 3 x 1 kapsul/hari.
4. Temulawak
Tanaman ini mempunyai sifat bakteriostatik dan berfungsi meningkatkan
kekebalan tubuh dan anti inflasma (pembengkakan). Bagain tanaman ini
diolah menjadi obat berbentuk kapsul. Cara pemakaian : 3 x 1 kapsul /
hari.
Idealnya, penderita tyfus tetep minum obat antibiotik
(chloramphenicol or thiamphenicol ato obat pilihan lainnya)
setidaknya selama 1-2 minggu sejak bebas demam.
Selain itu, hendaknya sedini mungkin makan nasi dengan lauk
pauk berkalori tinggi dan multivitamin, misalnya Sofero,
Lexavit, dan sejenisnya, diminum 11 bersama dengan obat
lain hingga benar-benar sehat.
Antibiotik pilihan untuk tipus
Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk membunuh bakteri
penyebab infeksi. Dalam ilmu farmakologi, ada beberapa golongan obat
antibiotik dengan tujuan penggunaan yang berbeda masing-masingnya.
Penggunaan antibiotik adalah sangat penting untuk mengobati penyakit
infeksi (baca: membunuh bakteri penyebab infeksi), karena selagi
bakteri penginfeksi masih aktif maka gejala penyakit akan tetap
muncul.
Dalam ilmu farmakoterapi, setiap penyakit dibahas dengan strategi
terapi dan obat-obat pilihannya. Dalam hal pemilihan obat, ada urutanurutan pilihan obat berdasarkan prioritasnya. Ada obat pilihan utama
yang harus diprioritaskan dibandingkan dengan obat sejenis lainnya
dengan tujuan yang sama. Dan untuk kasus tipus, antibiotik pilihan
utamanya adalah Ciprofloxacin (golongan fluoroquinolone) atau
Ceftriaxon (golongan cephalosporin ).
Ciprofloxacin (untuk dewasa) dan Ceftriaxon (untuk anak-anak)
merupakan antibiotik pilihan utama untuk kasus typhoid infection.
pada umumnya pada minggu pertama perjalanan penyakit
typhus, ditandai dengan keluhan-2, diantaranya: Demam,
nyeri kepala, pusing, nyeri otot, kehilangan nafsu makan,
mual, muntah, obstipasi (kesulitan buang air besar) atau
bisa juga diare, dan perasaan tidak nyman di perut.
Pada minggu kedua, tanda-tanda (gejala klinis) makin jelas,
yakni demam, adakalanya disertai pembesaran liver,

pembesaran limpa, kembung, denyut jantung lebih pelan dari


normal (bradikardi), dan kondisi fisik makin lemah.
Pemeriksaan Widal dapat dipercaya hasilnya jika dilakukan
pada minggu kedua demam dan makin meningkat pd 5 hr
brikutnya.
(obat pilihan pertama pada typus adalah Tiamfenikol (merk
dagang: bioticol, dll) dan kloramfenikol. Kedua obat tersebut
di dunia medis disebut Drug of Choice pada typus.
Jika karena berbagai hal obatpilihan pertama tidak bisa
diberikan (misalnya karena efek samping mual, lemas, dll),
maka dapat diberikan obat pilihan kedua.
Adapaun obat pilihan kedua pada typus diantaranya: (a)
obat golongan amoksisilin, (b) cotrimoxazole, (c) sefalosporin
dan (d) obat golongan quinolone.
Nah, levofloxacin adalah salah satu dari obat golongan
quinolone. Gak ada jaminan obat mahal lebih efektif
ketimbang obat yang lain)