Anda di halaman 1dari 5

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Deskripsi Hasil Tindakan
Berikut ini adalah nilai hasil tes formatif sebelum perbaikan dan
setelah diadakan perbaikan pembelajaran siklus pertama dan siklus kedua.

No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

I.

Mata Pelajaran

: IPA

Pokok Bahasan

: Cahaya

Nama
PITANTI
RIBAWA
SANGKO RAHAYU
SINGGIH SAMODONO
AGUS SULIS WALUYO
DENDI KRISTIYAN
DIAN REHANTO
DICKY RIDWANTORO
DIKI WAHYU SUMANTRI
ERLANGGA
NUR KHOTIFAH
NUR KHOTIMAH
SANDRAT AGUNG
YUDI
YUSAN BUDI NUGROHO
AGIL RETNO WASTI
ARIFAH ZAITUN
ARI SETIAWAN
ARIYANI
DAYINTA WITA RADYA
DHELSYA AYU SAHARA
GALIH CHANDRA MUKTI
LISTYOWATI
LUTVIA KHOIRUL FITRIA
PRASASTI PAMAWASTUTI
PRENADI PRAMUDIYA
RISKA IVANKA
ROHMAH PUJIYANI
SHEILLA INGE VERANTINA
YUNIYATI
JUMLAH
RATA-RATA
Siklus Pertama ( 06 Maret 2009 )

Setelah Perbaikan
Formatif Siklus
Siklus
I
II
5
6
8
7
8
9
4
8
10
8
8
8
7
8
10
9
9
10
7
8
10
6
7
9
7
6
8
7
8
10
6
7
8
8
8
8
7
6
8
6
6
9
7
8
9
6
6
8
8
8
8
8
8
10
9
9
9
7
7
8
7
8
9
8
9
9
6
6
8
7
8
9
7
8
10
7
9
10
7
8
10
7
8
9
6
8
9
4
5
8
205
224
268
6,83
7,46
8,93

Berdasarkan data hasil ulangan sebelum diadakan perbaikan,


terlihat bahwa rata-rata hasil Tes Formatif kurang berarti, yaitu 6,83. Hal
ini menjadi kendala bagi guru untuk melanjutkan pembelajaran
berikutnya, maka peneliti ingin memperbaiki proses pembelajaran supaya
hasil yang dicapai cukup menggembirakan.
Terkait hal tersebut maka peneliti minta bantuan teman sejawat dan
supervisor untuk memberikan masukan bagaimana cara meningkatkan
nilai Tes Formatif siswa agar hasilnya menjadi lebih baik.
Peneliti

disarankan

untuk

mengajar

menggunakan

model

pembelajaran penemuan dan alat peraga pada proses perbaikan


pembelajaran berikutnya dan penggunaan alat peraga tersebut lebih
dioptimalkan.
Setelah dipraktekkan ternyata menunjukkan adanya peningkatan
nilai untuk beberapa siswa, hal ini terlihat dari nilai rata-rata Tes Formatif.
Hasil Tes Formatif nilai rata-ratanya 6,83 setelah diadakan perbaikan
pembelajaran Siklus I menjadi 7,46. Jadi ada peningkatan nilai rata-rata
0,63. Meskipun hasilnya cukup bagus, tetapi masih ada 10 siswa yang
mendapatkan nilai di bawah ketuntasan yaitu :
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nama
Pitanti
Diki Wahyu Sumantri
Sandrat Agung
Yudi
Agil Retnawasti
Listyawati
Yuniyati

Nilai
6
6
6
6
6
6
5

Melihat hasil Tes Formatif pada Siklus I, meskipun secara


keseluruhan nilai siswa ada peningkatan dengan dicapainya rata-rata
menjadi 7,46 tetapi peneliti merasa bahwa perbaikan pembelajaran belum

begitu berhasil, karena masih ada 7 siswa yang nilainya belum mencapai
ketuntasan yaitu 7,0.
Berdasarkan data tersebut peneliti akan mengadakan perbaikan
pembelajaran untuk siklus kedua untuk memperbaiki proses pembelajaran
pada siklus pertama yang masih terdapat beberapa kekurangan dengan
menggunakan model pembelajaran penemuan yang disertai alat peraga dan
lebih banyak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran.
II. Siklus Kedua ( 13 Maret 2009 )
Setelah diadakan perbaikan pembelajaran pada siklus kedua,
hasilnya cukup menggembirakan. Hal ini terbukti adanya kenaikan nilai
rata-rata dari siklus pertama 7,46 menjadi 8,93 peningkatan nilai rataratanya 1,47.
Berikut ini tabel nilai Tes Formatif dan jumlah siswa yang
memperoleh nilai dari setiap kali diadakan ulangan Tes Formatif sebelum
diadakan perbaikan pembelajaran dan sesudah diadakan perbaikan
pembelajaran.
Nilai Rata-rata Tes Formatif Kelas V
Semester II Tahun 2008 / 2009

No

Tes
Formatif

1.
2.
3.

Formatif
Siklus I
Siklus II

Mata Pelajaran

: IPA

Pokok Bahasan

: Cahaya

Siswa yang Memperoleh Nilai


1 2 3 4 5 6 7
8
9
2

1
1

6
6

14
3

5
16
11

2
4
10

Jumlah Jumlah
10

Siswa
30
30
30

Nilai
205
224
268

GRAFIK RATA-RATA TES FORMATIF SEMESTER II

Ratarata
6,83
7,46
8,93

KELAS V SDN SIGEDONG TAHUN 2008 / 2009


Mata Pelajaran

: IPA

Pokok Bahasan

: Cahaya
Keterangan :

B.

Formatif

: 6,83

Siklus I

: 7,46

Siklus II

: 8,93

Pembahasan Dari Setiap Siklus


I. Siklus Pertama ( 6 Maret 2009 )
Berdasarkan hasil diskusi dengan teman sejawat dan supervisor,
perbaikan pembelajaran siklus pertama sudah menunjukkan beberapa
kemajuan. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata perbaikan
pembelajaran siklus pertama dibanding nilai rata-rata Tes Formatif yaitu
6,83 menjadi 7,46.
Peningkatan hasil nilai rata-rata ini dikarenakan guru dalam
proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran penemuan yang
berguna untuk membantu siswa dalam mempermudah pemahaman siswa
tentang konsep cahaya.
Dari

hasil

pengamatan

teman

sejawat

pada

perbaikan

pembelajaran siklus pertama terdapat 18 siswa yang mengalami


peningkatan nilai Tes Formatif. Namun demikian tidak semua siswa
mengalami peningkatan nilai Tes Formatif, masih ada 10 siswa yang
nilainya tetap sama, bahkan ada 2 siswa yang nilainya lebih rendah setelah
diadakan perbaikan pembelajaran.

Peningkatan nilai yang di dapat disebabkan siswa sudah banyak


yang memahami konsep cahaya, sehingga siswa tidak banyak kesulitan
lagi dalam mengerjakan Tes Formatif.
II. Siklus Kedua (20 Pebruari 2008)
Pada proses perbaikan pembelajaran siklus kedua, pengunaan
model pembelajaran penemuan lebih dioptimalkan lagi dan siswa
dilibatkan secara aktif dalam setiap kegiatan, hal ini ternyata membuahkan
hasil yang sangat menggembirakan dengan diperoleh nilai rata-rata Tes
Formatif 8,93.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa siswa sudah memahami
konsep cahaya dengan model pembelajaran penemuan, sebab nilai siswa
sudah mencapai nilai ketuntasan yaitu 7,0 ke atas.
Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus kedua terlihat
juga bahwa minat siswa untuk mengikuti pelajaran sangat tinggi, minat
belajar siswa termotivasi dengan digunakannya model pembelajaran
penemuan dalam proses pembelajaran. Apabila motivasi belajar siswa
tinggi, maka materi pelajaran yang diterima akan mudah dipahami,
sehingga setelah diberikan Tes Formatif hasilnya cukup baik. Siswa tidak
banyak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan setiap soal.