Anda di halaman 1dari 11

I

G
LO
IO
D
S
I
A
R OS H A
I
N
ID 89
N
A
R
O N 0
A
K
B O AN 20
A M UM I A 3 1
G E L
1
PN A 0 1
A

GAMBARAN RADIOLOGI

Foto Toraks

Computed Tomography (CT) Scan

CT SCAN
Bukan merupakan bagian dari klasifikasi
pneumokoniosis secara radiologi.
Bermanfaat untuk :
Memperkirakan beratanya fibrosis interstisial
Menilai luasnya emfisema dan perubahan
pleura
Menilai ada tidaknya nekrosis atau abses
yang bersamaan dengan opasiti yang ada

Kelebihan
Dapat menunjukan nodul yang tidak bisa terlihat
di x-ray
Parenkim terlihat jelas
HRCT direkomendasikan pada pasien yang
memiliki gambaran x ray yang normal dan lesi
pulmonary < 1.5 mm
Emfisema dapat terlihat jelas dengan HRCT
Kelemahan
Belum ada Standarisasi teknik dan scoring

HIGH RESOLUTION CT (HRCT)


Lebih
sensitif
dibanding
radiologi konvensional untuk
evaluasi
abnormalitas
parenkim pada asbestosis,
silikosis dan pneumokoniosis
lainnya.
Gambaran paling sering HRCT
pada pneumokoniosis adalah
nodular sentrilobular atau
high attenuation pada area
percabangan
seperti
gambaran lesi bronkiolar.
Fibrosis interstisial mungkin

Gambaran HRCT yang khas pada silikosis,


pneumokoniosis batubara dan asbestosis adalah
terdapat opasitas halus (small nodular opacities)
yang predominan pada zona paru atas (upper zone)
lobus atas bagian belakang
Gambaran opasitas halus pada HRCT ada 2
karakteristik
(1) ill-defined fine branching lines p
(2) well-defined discrete nodules q & r
Gambaran HRCT pada jenis pneumokoniosis lainnya
bervariasi dan tidak spesifik, masing-masing
mempunyai karakteristik sendiri

HRCT findings in Silicosis/CWP

Small well-defined nodules of 2 to 5mm in diameter in both


lungs.
Upper lobe predominance
Nodules may be calcified

Centrilobular and subpleural distribution

Sometimes random distribution

Irregular conglomerate masses, known as progressive


massive fibrosis (> 20mm)
Masses may cavitate due to ischemic necrosis.
Often hilar and mediastinal lymphnodes.

High-resolution CT images of advanced coal-worker's pneumoconiosis


with parenchymal nodules, calcifications, and progressive and massive
fibrosis. Advanced-stage silicosis is indistinguishable from this
condition.

SILIKOTUBERCULOSIS
Pulmonary tuberculosis dapat terjadi pada 25% penderita
silicosis
Penderita silikosis 2.8 kali lebih berisiko terkena
tuberculosis
Radiologic
features
of
silicotuberculosis
include
asymmetric nodules or consolidation, cavitation, and
rapid disease progression . Of these features,
cavitation is the strongest indicator of probable
silicotuberculosis, although cavitation also may be
caused by ischemic changes in a silicotic fibrotic mass.