Anda di halaman 1dari 5

Nama : Bernadeta S. Atasoge

NIM

: 1306032043

MK

: Komunikasi Data

Chapter 6. Review Question : 6.2 (page 204)

Apa kerugian utama dari Transimi asynchronous? Jawab :

Kerugian utama dari transmisi asynchronous adalah kurang efisien dalam mengirimkan informasi karena memerlukan overhead dua atau tiga bit per karakter.

Chapter 6. Problems : 6.1 (page 204)

Misalkan file dari 10.000 byte akan dikirim melalui line pada 2400 bps.

  • a. Hitung overhead dalam bit dan waktu dalam menggunakan komunikasi asynchronous. Asumsikan mulai dari satu bit dan elemen berhenti dari panjang satu bit, dan 8 bit untuk mengirim byte sendiri untuk masing-masing karakter. 8-bit karakter terdiri dari semua bit data, tanpa paritas bit.

  • b. Hitung overhead dalam bit dan waktu menggunakan komunikasi sinkron. Asumsikan bahwa data yang dikirim dalam frame. Setiap frame terdiri dari 1000 karakter? 8000 bit dan overhead dari 48 bit kontrol per frame.

  • c. Apa jawaban dari (a) dan (b) untuk file dari 100.000 karakter?

  • d. Apa jawaban dari (a) dan (b) untuk file asli dari 10.000 karakter kecuali pada tingkat data 9600 bps?

Jawab :

  • a. Setiap karakter memiliki 25% overhead. Untuk 10.000 karakter, ada 20.000 tambahan bit. Ini akan mengambil tambahan 20.000 / 2400bps = 8,33 detik.

  • b. File membutuhkan waktu 10 frame atau 480 bit tambahan. Waktu transmisi untuk bit tambahan 480/2400 = 0,2 detik.

  • c. Sepuluh kali lebih banyak bit ekstra dan sepuluh kali lebih lama untuk keduanya.

  • d. Jumlah bit overhead yang akan sama, dan waktu yang akan menurun dengan faktor 4 = 9600/2400.

Chapter 7. Review Question : 7.6 (page 229)

Apa keu ntungan dari sliding-window flow control dibandingkan dengan stop-and-wait flow contro l?

Jawab :

Stop-and-wait flow mengirimkan sebuah frame dan kemudian menunggu acknowledgment sebelum memprosesnya lebih lanjut Sedangkan sliding-window flow control dapat mengirim beberapa frame sebelum menunggu acknowledgment. Efisiensi dapat ditingkatkan dengan memungkinkan beberapa frame menjadi transit pada waktu yang sama.

Chapter 7. Problems : 7.4 (page 230)

Mempertimbangkan penggunaan frame 1000-bit pada channel satelit 1-Mbps dengan 270-ms delay. Berapa maksimal utilisasi link maksimum untuk

  • a. Stop-and-wait flow control?

  • b. Continuous flow control with a window size of 7?

  • c. Continuous flow control with a window size of 127?

  • d. Continuous flow control with a window size of 255?

Jawab :

  • a. Delay Propagasi

Chapter 7. Review Question : 7.6 (page 229) Apa keu ntungan dari sliding-window flow control dibandingkan

L/R

270 x 10 -3

 

270

10 3 /10 6

  • b. Menggunakan Persamaan :

Chapter 7. Review Question : 7.6 (page 229) Apa keu ntungan dari sliding-window flow control dibandingkan

U = W / (1 + 2a) = 7/541 = 0,013

Maka,

  • c. U = 127/541 = 0,23

  • d. U = 255/541 = 0,47

Chapter 8. Review Question : 8.8 (page 271)

Pada Figure 8.14, indikasikan hubungan antara ukuran buffer dan line utilization.

Chapter 8. Review Question : 8.8 (page 271) Pada Figure 8.14, indikasikan hubungan antara ukuran buffer

Jawab :

Saat beban meningkat, ukuran buffer dan delay meningkat sampai beban mendekati kapasitas dari shared channel ketika keduanya menjadi tak terbatas.

Chapter 8. Problems : 8.1 (page 271)

Suatu informasi dalam empat sinyal analog harus multiplexing dan dikirimkan melalui saluran telepon yang memiliki bandpass 400 untuk 3100-Hz. Masing-masing dari baseband analog sinyal yang bandlimited 500 Hz. Rancangan sistem komunikasi (block diagram) yang akan memungkinkan transmisi empat sumber tersebut melalui saluran telepon menggunakan:

  • a. Frekuensi division multiplexing dengan SSB (sideband tunggal) subcarrier

  • b. Waktu division multiplexing menggunakan PCM; mengasumsikan sampel 4-bit Tampilkan diagram blok dari sistem yang lengkap, termasuk transmisi, saluran, dan bagian penerimaan. Termasuk bandwidth dari sinyal di berbagai titik di sistem.

Jawab :

  • a. Bandwidth yang tersedia adalah 3100 - 400 = 2700 Hz. Sebuah skema seperti digambarkan dalam Figure 8.4 dapat digunakan, dengan masing-masing empat sinyal dimodulasi ke 500-Hz bagian berbeda dari bandwidth yang tersedia.

b. Setiap sinyal 500 Hz dijadikan sampel rate 1 kHz. Jika sampel 4-bit yang digunakan, maka
  • b. Setiap sinyal 500 Hz dijadikan sampel rate 1 kHz. Jika sampel 4-bit yang digunakan, maka setiap sinyal membutuhkan 4 kbps, untuk total data rate dari 16 kbps. skema ini akan bekerja hanya jika line dapat mendukung data rate 16 kbps dalam bandwidth 2700 Hz.

Chapter 9. Review Question : 9.6 (page 291)

Apa hubungan antara bit rate sinyal sebelum dan sesudah dikodekan menggunakan DSSS?

Jawab:

Hubungan antara bit rate sinyal sebelum dan sesudah dikodekan menggunakan DSSS yaitu untuk N-bit spreading code, bit rate setelah menyebarkan (biasanya disebut chip rate) adalah N kali kecepatan bit rate asli.

Chapter 9. Problems : 9.1 (page 291)

Anggaplah kita ingin mengirimkan data stream 56-kbps menggunakan spread spectrum.

  • a. Temukan channel bandwidth yang diperlukan untuk mencapai kapasitas kanal 56-kbps saat 0,01, dan 0,001.

  • b. Pada (spektrum tidak menyebar) sistem, tujuan yang masuk akal untuk bandwidth Efisiensi mungkin 1 bps / Hz untuk mengirimkan aliran data 56 kbps, bandwidth dari 56 kHz digunakan. Dalam hal ini, berapa minimum SNR yang dapat bertahan untuk transmisi tanpa kesalahan yang cukup? Bandingkan dengan spread kasus spektrum. Petunjuk: Tinjau pembahasan kapasitas saluran dalam Bagian 3.4.

Jawab :

  • a. C = B log2 (1 + SNR) Untuk SNR = 0,1, B = 0,41 MHz; Untuk SNR = 0,01, B = 3,9 MHz; untuk SNR = 0,001, B = 38,84 MHz. Dengan demikian, untuk mencapai SNR yang diinginkan,sinyal harus tersebar sehingga 56 KHz dilakukan di bandwidth yang sangat besar.

  • b. Untuk 1 bps / Hz, persamaan C = B log2 (1 + SNR) menjadi log2 (1 + SNR) = 1. Pemecahan untuk SNR, kita memiliki SNR = 1. Jadi SNR jauh lebih tinggi diperlukan tanpa menyebarkan spektrum.