Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM

FARMAKOLOGI KEMOTERAPI
ABSORPSI
Tanggal Praktikum : 7 November 2015
Kelas : E
Kelompok: 1
Ketua :
Shelby Febriyani Rahayu (0661 13 164)
Anggota :
1. Handriana
2. Anggita Julia Putri

(0661 13
)
(0661 13 151)

Dosen Pembimbing :
1.
2.
3.
4.

Ir. E. Mulyati Effendi., MS


Yulianita, M.Farm
Nissa Najwa, M.Farm., Apt
Lusi Agus S., M.Farm.,Apt

Asisten Dosen :
1. Ardiliyas Chaniago
2. Vevy Helpida Jaffarelli
3. Jenny Aditya

LABORATORIUM FARMASI
PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
BOGOR
2015
LEMBAR PENGESAHAN
FARMAKOLOGI KEMOTERAPI
SISTEM EKSRESI
KELOMPOK I

TanggalPraktikum : 5 DESEMBER 2015


DOSEN PEMBIMBING :
1. Ir. E. Mulyati Effendi., MS
2. Yulianita, M.Farm
3. Nissa Najwa, M.Farm., Apt
4. Lusi Agus S., M.Farm., Apt

KETUA :

Shelby Febriyani
(066113164)
ANGGOTA :

Handriana

Anggita Julia Putri

(0661131

(066113151)

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan
1. Menentukan lamanya ekskresi dan sekresi
2. Mempelajari pengaruh beberapa macam zat terhadap volume asekresi urin
1.2. Latar Belakang

Sistem ekskresi merupakan hal pokok dalam homeostatis atau kondisi yang
mantap dalam tubuh karena sistem tersebut membuang limbah metabolisme dan
merespon ketidakseimbangan cairan tubuh dengan cara mengekskresikan ion-ion
tertentu sesuai kebutuhan. Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang
berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme
merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2), air
(H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu. Zat sisa metabolisme tersebut
sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus dikeluarkan karena bersifat racun dan
dapat menimbulkan penyakit.Organ atau alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari:
paru-paru, hati, kulit, dan ginjal.Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi
kehidupan manusia karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem
Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan KARBONDIOKSIDA (CO2) dan
UAP AIR (H2O). Hati merupakan kelenjar terbesar yang terdapat dalam tubuh
manusia. Hati merupakan organ yang sangat penting, berfungsi untuk menghasilkan
empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah, menetralkan racun yang
masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit dan lain sebagainya. Kulit
merupakan benteng pertahanan tubuh kita yang utama karena berada di lapisan
anggota tubuh yang paling luar dan berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar.
Fungsi kulit antara lain sebagai berikut: mengeluarkan keringat, pelindung tubuh,
menyimpan kelebihan lemak, mengatur suhu tubuh, dan tempat pembuatan vitamin D
dari pro vitamin D dengan bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet.
Ginjal bentuknya seperti kacang merah, berjumlah sepasang dan terletak di daerah
pinggang. Fungsi ginjal yaitu : menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa
metabolisme tubuh, mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan, reabsorbsi
(penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal,
menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia, dan menghasilkan zat
hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM) di
sumsum tulang.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
System ekskresi adalah system yang berperan dalam proses pembuangan zat yang
sudah tidak diperlukan atau zat yang membahayakan tubuh, dalam bentuk larutan. Urin atau
air seni adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian dikeluarkan dalam
tubuh melalui proses urinasi. Urin normal berwarna jernih transparan warna kuning muda.
Urin beraasal dari zat warna empedu.Urine berbau khas jika diberikan agak lama, berbau
ammonia pada kisar 6.8-7.2. kandungan air, urea, asam urat, ammonia, keratin, asam oksalat,

asam fosfat, asam sulfat, klorida.Volume urine normal, kisaran 900-1200ml.Manusia


memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme.
Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya:
karbondioksida (CO2), air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu.
Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus
dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit. Organ atau alat-alat
ekskresi pada manusia terdiri dari:
1. Paru-paru,
2. Hati,
3. Kulit, dan
4. Ginjal.
Dari beberapa organel ekskresi, salah satu organ yang mengekskresikan urin, yaitu
berupa ginjal. Dalam Dunia kedokteran biasa menyebutnya ren (renal/kidney). Bentuknya
seperti kacang merah, berjumlah sepasang dan terletak di daerah pinggang. Ukurannya kirakira 11x 6x 3 cm. Beratnya antara 120-170 gram. Struktur ginjal terdiri dari: kulit ginjal
(korteks), sumsum ginjal (medula) dan rongga ginjal (pelvis). Pada bagian kulit ginjal
terdapat jutaan nefron yang berfungsi sebagai penyaring darah. Setiap nefron tersusun dari
Badan Malpighi dan saluran panjang (Tubula) yang bergelung. Badan Malpighi tersusun oleh
Simpai Bowman (Kapsula Bowman) yang didalamnya terdapat Glomerolus.
FUNGSI GINJAL
1. Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh
2. Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan
3. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus
ginjal
4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia
5. Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah
merah (SDM) di sumsum tulang

PROSES PEMBENTUKAN URINE


Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin yang terjadi melalui serangkaian proses,
yaitu: penyaringan, penyerapan kembali dan augmentasi.
1. Penyaringan (filtrasi)

Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler
glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas
yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan.Selain penyaringan, di
glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar
protein plasma. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah, seperti glukosa, asam
amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi
bagian dari endapan.Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin
primer, mengandung asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya
2. Penyerapan kembali (reabsorbsi)
Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di
tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zatzat sisa dan urea.Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino
meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air
terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal.Substansi yang masih diperlukan seperti
glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin,
kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin. Setelah terjadi
reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan
tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat
racun bertambah, misalnya urea.
3. Augmentasi
Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus
kontortus distal. Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal, selanjutnya
menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin,
dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan
keluar melalui uretra.
Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam, urea dan sisa
substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.
KELAINAN PADA GINJAL
kelainan pada ginjal diantaranya adalah gagal ginjal dan batu ginjal. Gagal Ginjal
Gagal ginjal merupakan kelainan pada ginjal dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi
sebagaimana mestinya yaitu menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa
metabolisme.
Urine banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin belum tentu
dapat melarutkan semua itu. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing,
mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal.

Batu ginjal merupakan kristal yang terlihat seperti batu yang terbentuk di ginjal.
Kristal-kristal tersebut akan berkumpul dan saling berlekatan untuk membentuk formasi
batu. Apabila batu tersebut menyumbat saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih,
saluran kemih manusia yang mirip selang akan teregang kuat karena menahan air seni yang
tidak bisa keluar. Hal itu tentu menimbulkan rasa sakit yang hebat.
Gangguan pada sistem ekskresi:
a.Albuminuria yaitu terdapat albumin dan protein di dalam urine suatu gejala kerusakan alat
filtrasi dalam ginjal.
b.Diabetes melitus (kencing manis) yaitu adanya gula dalam urine hal ini disebabkan
kekurangan hormon insulin.
c.Diabetes insipidus yaitu jumlah urine menjadi berlipat ganda karena gangguan hormon
Antidiuretika (ADH)