Anda di halaman 1dari 20

11/25/2015

FOR PHYSICS
STUDENTS

INTRODUKSI UJI TAK RUSAK


(NDT INTRODUCTION)

Ditulis oleh : Baskan Hanurajie | Praktisi UTR,


Badan Tenaga Nuklir Nasional
Dibuat untuk FISIKA, UIN JAKARTA

PEMBUKA
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Mengetahui atas seluruh
kejadian di alam semesta ini. Dengan izin-Nya, penulis berbagi
pengetahuan yang sedikit dari ilmu-Nya yang Maha Luas.
Uji Tak Rusak merupakan pengetahuan (fisika) dasar yang diterapkan
dibidang industri dengan sangat meyakinkan dan signifikan. Sejak 1885
ketika X-ray dibuat oleh W.C.Roentgen ataupun zat radioaktif oleh H.
Becquerel hingga sekarang telah memberikan sumbangan yang sangat
berharga bagi kemaslahatan manusia. UTR modern telah berkembang
pesat namun hal itu tidak akan terwujud sebelum dimulai dengan UTR
konvensional. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang diimbangi
pula dengan kemampuan personel dalam menangani teknologi UTR yang
baru ini, dunia inspeksi semakin marak dan diperlukan.
Semoga buku kecil ini memberikan pengetahuan tambahan, bagaimana
diterapkannya pengetahuan dasar khususnya bidang UTR dan wawasan
bagi pembacanya terutama dalam dunia kerja dan dapat diamalkan
dalam mendukung kehidupan didunia yang lebih baik.
Wassalam
Baskan Hanurajie
ISO NDT Level III
Presentasi 3 Desember 2015 Fisika UIN Jakarta

1|Pa g e

DAFTAR ISI

PEMBUKA
1. INTRODUKSI.......................................................................................................... 3
2. UJI CAIRAN PENETRAN (PT).............................................................................4
3. UJI PARTIKEL MAGNETIK (MT)......................................................................6
4. UJI RADIOGRAFI (RT)......................................................................................... 8
5. UJI ULTRASONIK (UT)...................................................................................... 10
6. UJI EDDY CURRENT.......................................................................................... 11
7. APLIKASI UTR DI INDUSTRI........................................................................... 12
8. PELATIHAN DAN SERTIFIKASI......................................................................17
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................. 18
RIWAYAT PENULIS................................................................................................20

This small book for your information about NDT.

2|Pa g e

1 Introduksi
Uji Tak Rusak (UTR) dalam Bahasa Inggris Non destructive testing (NDT) adalah
pengujian suatu benda atau komponen tanpa merusak. Pemeriksaan dilakukan
sejak awal proses bahan atau material dibentuk, kemudian proses kedua sampai
inservice. Sehingga sekarang UTR adalah salah satu bagian dari fungsi kendali
kualitas dan proses industri dan saling melengkapi antara metode satu dengan
yang lainnya.
Definisi UTR adalah pengujian suatu bahan, komponen atau struktur pada bagian
permukaan atau internal atau kondisi metalurgi, tanpa merusak bahan tersebut
sehingga integritasnya terjaga dan masih layak untuk digunakan.
Teknik ini dapat diterapkan secara sampling untuk pemeriksaan individu atau
dapat digunakan untuk 100% memeriksa bahan dalam sistem kendali kualitas
produksi.
Sekarang ini telah menjadi konsep teknologi tinggi, dalam evolusi peralatan
sehingga telah membuat UTR ini menjadi cukup kuat untuk aplikasi dalam
lingkungan industri pada setiap tahap pabrikasi - dalam pembuatan baja dari
pembuatan awal hingga pemeriksaan insite bahkan sampai in-service.
Tingkat ketrampilan inspektur disyaratkan untuk menerapkan teknik secara tepat
sehingga mendapatkan jumlah informasi maksimum mengenai suatu produk,
dengan umpan balik secara konsekuen ke fasilitas produksi.
UTR bukan hanya sebuah metode untuk menolak bahan standar rendah; tetapi
itu juga memberi jaminan bahwa yang baik itu adalah baik. Teknik ini
menggunakan berbagai prinsip; tidak ada metode tunggal yang menjadi unggulan,
metode yang ada dibangun untuk memenuhi semua persyaratan dalam segala
situasi.
Berikut ini adalah penjelasan singkat dari metode yang paling umum digunakan
dalam industri, dengan rincian aplikasi sesuai, fungsi dan keuntungan. Metode
yang dibahas adalah:
Uji Cairan Penetran (PT)
Uji Partikel Magnetik (MT)
Uji Radiografi (RT)
Uji Ultrasonik (UT)
Uji Eddy Current (ET)
Namun, ini tidak berarti bahwa semua prinsip yang tersedia untuk Insinyur UTR,
ada metode lain seperti: potensial drop, soniks, infra-merah, emisi akustik dan
spectrography dan yang lainya. Disini tidak diberikan informasi ini, tetapi 5 UTR
yang sudah umum saja, semoga manfaat.

3|Pa g e

2. Uji Cairan Penetran


2.1 Introduksi Uji Cairan Penetran (PT)
Pemeriksaan
penetran
cairan
adalah metoda yang digunakan
untuk
menemukan
cacat
permukaan dengan munculnya
cairan berwarna atau floresen dari
cacat. Teknik ini didasarkan pada
kemampuan cairan membentuk
gambar pada permukaan bersih
yang ada cacatnya dengan aksi
kapilaritas. Perioda waktu setelah
itu disebut dengan dwell, kelebihan
cairan penetran dibersihkan yang
selanjutnya diberikan developer.
Aksi ini disebut dengan bleber
(blotter), seperti tinta yang muncul
di saku baju dimana pada
pemeriksaan ini penetran yang bleber sebagai akibat tertinggal didalam cacat.
Penetran kontras warna sesuai untuk cahaya putih sedangkan penetran floresen
digunakan pada kondisi gelap menggunakan cahaya hitam ultraviolet.
Teknik pemeriksaan yang sangat kuno ini pertama kali digunakan pada
pemeriksaan keramik lembut dengan menyebarkan karbon hitam pada
permukaannya, kemudian karbon hitam akan mengendap pada retak permukaan
sehingga gambarannya tampak. Selanjutnya dilakukan pada bengkel kerja kereta
api untuk menguji komponen besi dan baja dengan metoda minyak dan pemutih.
Pada metoda ini, minyak kental yang biasanya tersedia di bengkel kerja,
dilarutkan dengan kerosin (minyak tanah) pada tangki besar sehingga
pemeriksaan komponen kereta api seperti roda dapat dicelupkan. Setelah
diangkat dan dibersihkan, permukaan komponen dilapisi dengan suspensi lembut
kapur beralkohol sehingga terbentuk lapisan putih yang kemudian alkoholnya
mengalami penguapan. Benda uji selanjutnya digetarkan dengan pukulan palu
yang menyebabkan minyak sisa pada bagian retak permukaan muncul keluar dan
bleber / mengotori lapisan putih. Metoda ini digunakan sejak permulaan abad 19
hingga mendekati tahun 1940 ketika metoda partikel magnetik diperkenalkan dan
memberikan hasil yang lebih sensitif untuk besi dan baja feromagnetik.
Metoda berbeda yang dikenalkan pada tahun 1940-an, dimana permukaan uji
dilapisi dengan pernis mengkilat dan setelah kering diberi getaran dengan dipukul
dengan palu. Dikarenakan sifat getas lapisan pernis terhadap retak akan tampak
disekitar permukaan cacat. Pernis yang getas telah digunakan untuk menunjukan
distribusi stres pada komponen dan tidak untuk menemukan cacat.

4|Pa g e

2.2 Prinsip Dasar


Preparasi permukaan : Satu tahapan yang paling penting dalam
pemeriksaan cairan penetran adalah preparasi permukaan. Permukaan harus
bersih dari minyak, gemuk, air atau
pengotor
lain
yang
mungkin
menghalangi penetran ketika memasuki
cacat. Benda uji juga mungkin harus di
etsa jika setelah mengalami permesinan
seperti proses mesin, semprotan pasir
atau grit blasting. Proses tersebut dapat
menyapu permukaan benda uji sehingga
menutupi cacat.
1. Aplikasi
penetran
:
Setiap
permukaan
harus mengalami
pembersihan dan kering kemudian
bahan penetran diterapkan dengan
disemprotkan, dengan kuwas atau dicelupkan pada bak penetran.
2. Menetapnya penetran (Dwell): penetran tetap dipermukaan benda uji
dalam jangka waktu tertentu untuk memungkinkan penetran semaksimal
mungkin menjangkau atau menyusup ke dalam cacat. Waktu menetap
(dwell time) adalah waktu keseluruhan yang digunakan penetran dalam
berinteraksi dengan permukaan benda uji. Waktu menetap ini biasanya
ditentukan oleh pembuat penetran (fabrikator) atau sesuai persyaratan
tertentu. Waktu yang diberikan bergantung pada aplikasinya, bahan
penetran yang digunakan, bahan benda uji, bentuk bahan yang diuji, dan
tipe cacat yang diperiksa. Waktu minimum secara umum mempunyai
rentang antara 5 hingga 60 menit. Pada dasarnya tidak berbahaya apabila
waktu yang digunakan lebih lama dari waktu yang ditetapkan sejauh cairan
tersebut tidak menjadi kering. Waktu yang sesuai sering ditentukan secara
percobaan dan seringkali untuk aplikasi tertentu saja.
3. Pembersihan sisa penetran: Bagian ini adalah bagian yang sangat serius
dalam prosedur pemeriksaan disebabkan sisa penetran harus dibersihkan
dari permukaan benda uji sementara harus menyisakan penetran sedikit
mungkin didalam cacat. Hal ini bergantung pada sistem penetran yang
digunakan, tahapan ini mungkin juga diikuti dengan pembersihan
menggunakan solven, pencucian langsung dengan air, atau menggunakan
emulsifier yang selanjutnya menggunakan air.
4. Aplikasi developer: Lapisan tipis developer selanjutnya diterapkan pada
permukaan benda uji untuk menyerap penetran yang tersisa dalam cacat
muncul dan tampak dipermukaan. Developer diberikan dengan berbagai
cara diantaranya ditaburkan (untuk teknik kering), dicelupkan atau
disemprotkan (untuk teknik basah).
5|Pa g e

5. Pengembangan Indikasi: Developer diperbolehkan untuk tetap di


permukaan benda uji dengan periode waktu yang sesuai untuk menarik
keluar penetran yang terjebak didalam cacat, pada setiap permukaan.
Waktu pengembangan biasanya 10 menit minimum dan waktu yang lebih
panjang untuk cacat retak yang sangat halus.
6. Pemeriksaan: Pemeriksaan dilakukan dibawah pencahayaan yang tepat
untuk mendeteksi indikasi dari setiap cacat yang tampak.
7. Pembersihan permukaan: Tahapan akhir dalam proses adalah
membersihkan permukaan benda uji dari developer dimana hasil
pemeriksaan menyatakan cacat tersebut masih dapat diterima.

3. Uji partikel Magnetik


3.1 Introduksi Uji Partikel Magnetik (MPT/MT)
Pemeriksaan partikel magnetik
(MPI) adalah metoda UTR (uji
tak rusak) yang digunakan untuk
mendeteksi cacat. MPI adalah
cepat dan relative mudah dalam
aplikasi
dan
preparasi
permukaan benda uji tidaklah
begitu kritis dibanding dengan
UTR lain. Karakter inilah yang
menjadikan MPI secara luas
banyak digunakan pada metoda
UTR.
MPI menggunakan medan magnet dan partikel magnetik, seperti serbuk besi
untuk mendeteksi cacat pada komponen. Hanya satu persyaratan yang menjadi
titik utama adalah komponen yang diperiksa haruslah dibuat dari bahan
ferromagnetik seperti besi, nikel, kobal atau campurannya (alloys). Material
ferromagnetik adalah bahan yang dapat dimagnetisasi hingga level dimana
pemeriksaan menjadi efektif.
Metoda ini digunakan untuk pemeriksaan berbagai produk seperti cor (cast),
tempa (forging) dan las (weldment). Banyak industri menggunakan MPI untuk
menentukan komponen yang layak untuk digunakan. Beberapa contoh industri
yang menggunakan MPI seperti struktur baja, otomotif, petrokimia, pembangkit
energi dan industri ruang angkasa. Pemeriksaan bawah air juga bagian lain dari
MPI yang digunakan pada struktur lepas pantai dan jaringan pipa bawah air.

6|Pa g e

3.2. Prinsip Dasar


Secara teori, MT secara relative memiliki
konsep sederhana. Hal ini dapat dipandang
sebagai kombinasi dua UTR : uji magnetic
fluks bocor dan uji visual. Dengan
memandang sebuah magnet batang dimana
memiliki medan magnet didalam dan
disekitar magnet. Setiap tempat yang masuk
dan keluarnya terdapat garis gaya magnet disebut kutub. Kutub dimana garis
gaya magnet keluar dari kutub magnet disebut kutub utara sedangkan untuk yang
masuk kedalam disebut kutub selatan.
Jika magnet batang patah di bagian
tengah, sehingga menghasilkan dua
batang magnet dengan masing-masing
kutubnya. Jika magnet hanya retak
tetapi tidak patah keseluruhan, maka
kutub magnet akan terbentuk pada
bagian tepi dari retak tersebut. Medan
magnet keluar dari kutub utara dan
masuk kembali pada kutub selatan.
Medan magnet menyebar keluar bila terdapat rongga udara akibat retak sebagai
akibat udara tidak dapat membawa sebanyak garis gaya magnet per satuan
volume. Apabila medan menyebar, akan menimbulkan kebocoran pada material
dan kemudian disebut medan magnet bocor.
Jika partikel besi ditaburkan pada magnet retak, partikel akan ditarik ke dan
kumpul tidak hanya pada kutub di tepi magnet tetapi juga pada kutub dibatas tepi
retak. Kumpulan partikel ini sangat mudah terlihat dari pada retak yang actual dan
ini menjadi dasar pemeriksaan magnetic partikel.

7|Pa g e

Tahap pertama dari pemeriksaan


magnetic
partikel
adalah
memagnetisasi komponen yang
akan diperiksa. Jika setiap cacat
pada atau dekat permukaan mucul
(tampak), cacat akan terbentuk
pada medan bocor. Setelah
komponen dimagnetisasi, partikel
besi apakah itu kering atau bentuk
basah diberikan pada permukaan
bagian yang dimagnetisasi. Partikel akan tertarik dan kumpul pada fluks medan
bocor, sehingga membentuk indikasi tampak sehingga petugas dapat
mendeteksinya.

4. Uji Radiografi
4.1 Introduksi Uji Radiografi (RT)
Radiografi adalah salah satu uji tak
rusak yang menggunakan sinar x
atau sinar gamma dan mampu
menembus hampir semua logam
sehingga dapat digunakan untuk
mengungkap
cacat
atau
ketidaksesuain dibalik dinding metal
atau di dalam bahan itu sendiri. Radiografi menggunakan kemampuan radiasi
sinar-x atau gamma untuk menembus langsung pada material. Intensitas radiasi
yang akan ditembakkan pada material sangat bergantung pada berat jenis dan
ketebalan. Hasil dari pengujian akan ditampilkan pada film atau melalui komputer.
Dengan pesawat sinar-X atau sumber radioaktif, seperti Ir-192, Co-60, atau
dalam kasus langka menggunakan Cs-137 dalam X-ray computed tomography
sebagai sumber foton. Uji Neutron Radiografi (NR) adalah varian dari pengujian
radiografi yang menggunakan neutron bukan foton untuk menembus bahan. Ini
dapat melihat hal-hal yang sangat berbeda dari sinar-X, karena neutron dapat
menembus dengan mudah melalui Timah hitam (Pb) dan Baja tapi dihentikan oleh
plastik, air dan minyak.
Radiasi pengion merupakan perangkat yang sangat penting dalam
uji radiografi tetapi dapat menimbulkan bahaya bagi kesehatan
manusia. Untuk alasan ini, tindakan pencegahan khusus harus
diperhatikan ketika menggunakan dan bekerja di sekitar radiasi
pengion. Kepemilikan bahan radioaktif dan penggunaan perangkat
radiasi diatur oleh kontrol regulasi yang ketat. Otoritas utama bagi
8|Pa g e

sebagian besar jenis dan penggunaan bahan radioaktif diawasi oleh BAPETEN.
Untuk kebanyakan situasi, jenis dan jumlah
maksimum bahan radioaktif yang dimiliki,
cara di mana mereka dapat digunakan, dan
individu
yang
berwenang
untuk
menggunakan bahan radioaktif diatur dalam
peraturan regulasi sebagai pemberi izin
penggunaan radioaktif.
4.2 Prinsip Dasar
Dalam Uji Radiografi, benda uji ditempatkan
antara sumber radiasi dan film (atau detektor).
Kepadatan material dan perbedaan ketebalan
benda uji akan melemahkan (yaitu mengurangi) radiasi yang menembusnya
melalui proses interaksi yang melibatkan hamburan dan / atau absorpsi.
Perbedaan dalam penyerapan kemudian direkam pada film atau melalui sarana
elektronik. Dalam radiografi industri ada beberapa metode pencitraan yang
tersedia, teknik untuk menampilkan gambar
akhir, yaitu Film Radiografi, Real Time
Radiografi (RTR), Computed Tomography (CT),
Radiografi Digital (DR), dan Computed
Radiografi (CR).
Ada dua sumber radioaktif yang berbeda
tersedia untuk penggunaan industri; X-ray dan
Gamma-ray. Sumber radiasi ini menggunakan
tingkat energi yang lebih tinggi, panjang
gelombang yang lebih pendek yaitu, 100 keV
hingga 1,3 MeV bahkan lebih tinggi. Karena
radioaktivitas yang digunakan dalam pengujian
radiografi memiliki potensi bahaya maka sangat
penting untuk memastikan bahwa Peraturan
proteksi radiasi benar-benar dipatuhi selama operasi.
Computed Tomography (CT) adalah salah satu laboratorium berdasarkan metode
NDT canggih yang ditawarkan untuk industri. CT adalah teknik berdasarkan
radiografi yang menyediakan gambar Volume penampang dan 3D dari objek di
bawah pemeriksaan. Gambar-gambar ini memungkinkan struktur internal benda
uji yang akan diperiksa tanpa superimposisi melekat terkait dengan 2D radiografi.
Fitur ini memungkinkan analisis rinci dari struktur internal dari berbagai
komponen.
Kemajuan bidang ini dimulai di dunia kedokteran yang mana diterapkan kepada
manusia dengan melihat faktor keselamatan dan keamanan serta dengan hasil
yang memuaskan. Kemudian diterapkan di dunia industry yang memberikan hasil
9|Pa g e

yang luar biasa pula.

5. Uji Ultrasonik
5.1 Introduksi Uji Ultrasonik (UT)
Uji bahan tidak merusak dengan ultrasonik telah
berlangsung selama 40 tahun lebih. Dari pengujian
pertama menggunakan osilasi ultrasonic untuk
mendeteksi cacat pada bahan yang berbeda, Hal ini
telah menjadi metoda uji klasik untuk pengukuran
yang mengarah pada semua factor penting yang
mempengaruhinya. Saat ini uji ultrasonik dengan
didukung dengan teknologi instrumen yang sangat memadai, memberi hasil uji
yang dapat diulang dengan akurasi yang tinggi. Asumsi yang memberikan kesan
nyata bahwa ilmu pengetahuan merupakan faktor yang berpengaruh dan
kemampuan dalam penerapan teknologi uji ini. Tidak semua pengaruh harus
diacu secara serius oleh operator, Dalam beberapa hal yang berpengaruh dapat
diabaikan tanpa melebarkan toleransi pengukuran yang diizinkan. Disebabkan hal
ini, tahapan pengujian disederhanakan dan waktu pengujian dikurangi. Meskipun
demikian, kualifikasi operator yang melaksanakan tanggung jawab tugas ini dan
yang melanjutkan tantangan untuk tetap bertahan hingga kondisi mutakhir dari uji
ini.
5.2 Prinsip Dasar
Sistem pemeriksaan ultrasonic terdiri dari beberapa unit seperti pembangkit pulsa
/ penerima pulsa, probe dan perangkat monitor. Pembangkit / penerima pulsa
adalah perangkat elektronik yang dapat menghasilkan pulsa listrik tegangan tinggi.
Dengan diberinya pembangkit pulsa, probe menghasilkan energi ultrasonic
frekwensi tinggi. Energi suara akan mucul dan menjalar melalui bahan dalam
bentuk gelombang. Apabila terdapat diskontinuitas (seperti retak) dalam
penjalaran gelombang ini, sebagian energi akan dipantulkan dari permukaan
cacat. Pantulan sinyal gelombang ditransformasikan dalam bentuk gelombang
listrik oleh probe dan digambarkan dalam layar.

10 | P a g e

Pengujian ultrasonic di dunia industri telah


digunakan secara umum dari pengujian
ketebalan komponen sampai pemeriksaan
las, tempa dan cor sebagai proses kedua
(secondary process). Identik dengan
bidang radiografi, uji ultrasonik juga dimulai
kecanggihannya ketika diaplikasikan pada
bidang kedokteran. Pengujian pada
manusia
sangat
memperhatikan
keselamatan dan kesehatan sehingga
hasilnya sangat optimal. Hal ini menjadi
signifikan ketika diterapkan dibidang industri dimana hasil yang diberikan sangat
memuaskan.

6. Uji Eddy current


6.1 Introduksi Uji Eddy Current (ET)
Uji Eddy current (ET) sebagai teknik untuk pengujian menemukan dasarnya
dalam elektromagnetisme. Arus Eddy yang pertama kali terlihat oleh Franois
Arago pada tahun 1824, tetapi fisikawan Perancis Lon Foucault ditetapkan
dengan menemukan arus eddy pada tahun 1855. ET mulai dikenal akibat
ilmuwan Inggris, Michael Faraday menemukan induksi elektromagnetik pada
tahun 1831. Sederhananya, Faraday menemukan bahwa ketika dalam loop
tertutup di mana saat ini dapat bersirkulasi dan timbul medan magnet melewati
konduktor (atau sebaliknya), arus listrik mengalir melalui konduktor ini.
11 | P a g e

6.2 Prinsip Dasar


Uji Eddy Current (arus pusar) saat ini adalah salah
satu dari beberapa metode UTR yang menggunakan
prinsip "elektromagnetisme" sebagai dasar untuk
melakukan pemeriksaan. Beberapa metode lain
seperti Remote Field Test (RFT), Uji Kebocoran Flux
Magnet (MFLT) dan Barkhausen Noise juga
menggunakan prinsip ini.
Arus eddy diciptakan melalui proses yang
disebut induksi elektromagnetik. Ketika arus
bolak-balik yang diterapkan konduktor, seperti
kawat tembaga, medan magnet berkembang di
dalam dan sekitar konduktor. Medan magnet ini
menimgkat sebagai arus bolak-balik, naik hingga
maksimum lalu menurun berkurang hingga nol.
Jika ada konduktor listrik lain dibawa mendekat
medan magnet yang berubah ini, saat ini akan diinduksi dalam konduktor kedua
ini. Pusaran arus yang diinduksi arus listrik yang mengalir di jalur melingkar.
Mereka mendapatkan nama mereka dari "pusaran" yang terbentuk ketika cairan
atau gas mengalir dalam lintasan melingkar di sekitar hambatan ketika kondisi
benar.
Salah satu keuntungan utama dari pemeriksaaan
arus pusar (eddy-current) saat ini sebagai alat UTR
dalam berbagai inspeksi dan pengukuran yang dapat
dilakukan. Dalam keadaan yang tepat, arus eddy
dapat digunakan untuk:
Deteksi retak
Pengukuran ketebalan material
Pengukuran ketebalan lapisan
Pengukuran konduktivitas untuk:
identifikasi bahan
Deteksi kerusakan panas
Kasus penentuan kedalaman
Pemantauan perlakuan panas

7. Aplikasi UTR di Industri


a. Pemeriksaan pesawat terbang (AIRCRAFT INSPECTION)
Uji tak rusak digunakan secara luas selama pembuatan pesawat. NDT
juga digunakan untuk mencari retak fatigue dan kerusakan korosi selama
pengoperasian pesawat terbang. Bagian perawatan dalam dunia
12 | P a g e

penerbangan sangat penting dan kritis sehingga UTR selalu dilakukan


dalam menentikan kelayakan dari pesawat terbang.
-Pemeriksaan selama pembuatan dan MRO (maintenance, repair dan
overhaul)

- Pemeriksaan Boeing-747 dengan Uji Radiografi-RT. (Cengkareng)

13 | P a g e

- Pemeriksaan propeller untuk pesawat Viper Dakota di Curug

b. Pemeriksaan pembangkit energi (POWER PLANT INSPECTION)


Secara berkala, pembangkit listrik yang melakukan perawatan dengan
pemeriksaan UTR. Inspektur sedang memasukan probe eddy current ke
dalam tabung penukar panas (HE) untuk memeriksa kerusakan akibat
korosi.
- Pemeriksaan HE di Pembangkit listrik

- Pemeriksaan di fabrikasi Weld joint blender shaft dengan Uji


Ultrasonik- UT) PT. TEHA Bandung untuk DNX Indonesia

14 | P a g e

c. Pemeriksaan tanki timbun (TANK STORAGE INSPECTION)


Crawler robot menggunakan ultrasounik untuk memeriksa dinding tangki
yang besar terhadap penipisan akibat korosi.

d. Pemeriksaan Kawat Baja (WIRE ROOF INSPECTION)


Perangkat elektromagnetik dan inspeksi visual yang digunakan untuk
menemukan kabel yang rusak dan kerusakan lainnya pada tali kawat yang
digunakan di chair-lifts, crane dan perangkat angkat lainnya.

e. Pemeriksaan bejana tekan


(PRESSURE
VESSEL
15 | P a g e

INSPECTION)
Kegagalan bejana tekanan
dapat mengakibatkan ledakan
yang besar sehingga kerugian
jiwa dan material serta waktu
produksi. Untuk melindungi
terhadap
kejadian
yang
berbahaya ini, tank (vessel)
diperiksa
menggunakan
radiografi
dan
pengujian
ultrasonik.

f. Pemeriksaan lainnya dengan


UTR yang lain
- Cor (casting) dengan pesawat
sinar-X energy tinggi (Betatron)

- Korosi pipa bawah tanah dengan gradient arus searah (DCVG)

16 | P a g e

- Pemetaan panas
(IR)

dengan

infrared

8. Pelatihan dan Sertifikasi (Training and Certification)

Kemampuan personel UTR tidak lepas dari pelatihan yang diakhiri dengan lulus
ujian sertifikasi sebagai bukti kompetensi. Acuan yang digunakan untuk kegiatan
sertifikasi ini ada dua skema:
i. Sertifikasi sentral (ISO-9712, EN-473 (PCN), ACCP)
ii. Sertifikasi perusahaan (SNT-TC-1A, ASNT-CP-198)
17 | P a g e

Dengan mengacu kepada skema sertifikasi yang tersedia maka personel yang
telah disertifikasi diakui dikawasan dunia lain yang menggunakan sistem skema
yang sama.
Sehubungan dengan MEA 2015, maka sertifikasi personel menjadi utama
sebagai bagian dari profesionelisme personel untuk menjadikan tenaga kerja
Indonesia yang handal, mampu bersaing dan terpercaya terutama bidang UTR.
Dewasa ini pengguna personel UTR Indonesia melakukan aktifitas di ASEAN,
Kazakstan Oil and Gas, Azerbaizan (Baku), West Africa, PNG, Australia. Pasar
domestik juga merupakan komoditas yang signifikan terutama minyak dan gas
bumi, geothermal, pembangkit enerji, penerbangan, perkapalan dll.
Semoga dengan meningkatnya industri di negeri ini, personel UTR Indonesia
mampu memenuhi permintaan pasar dalam negeri dan mampu bersaing di
regional ASEAN.

DAFTAR PUSTAKA
1. Radiography in Modern Industry, fourth edition. Rochester, NY: Eastman Kodak Co.
1980.
2. Lawrence A., and Paul McIntire, Nondestructive Testing Handbook, Volume 3: Second
edition, Radiography and Radiation. American Society for Nondestructive Testing, 2008.
3. Pherigo G.L., Becker G. et al., NDT Training Program, Radiography Method, ASNT
Continuing Education In Nondestructive Testing, The American Society for
Nondestructive Testing, Ohio, 1980
4. Training Course Series No. 3, Industrial Radiography, Manual for Syllabi Contained in
IAEA-TEC DOC 628 Training Guidelines in Non-Destructive Testing Techniques,
IAEA, Vienna, 2000.
5. Non-Destructive Testing (Advanced Course), The Japanese Society for Non-Destructive
Inspection.
6. Bray Don E., Stanley Roderick K., Nondestructive Evaluation A tool in Design,
Manufacturing, and Service, CRC Press, USA, 1997
7. Halmshaw, Industrial Radiography, Agfa-Gevaert N.V., Belgium
8. Davis Joseph R. et all, ASM Handbook, Volume 17, Nondestructive Evaluation and
Quality Control, ASM International, USA,1989.
9. Bushong, Stewart C., Radiologic Science for Technologist, Fifth Edition, Mosby, 1993
10. Cartz, Louis, Nondestructive Testing, ASM International, 1995
11. IAEA Regional Training Course on Digital Industrial Radiography, Daejon, 2000
12. http://www.ndt-ed.org/EducationResources/CommunityCollege/.
Riwayat Penulis:
Baskan Hanurajie (Garut, 24-01-1967), menyelesaikan program S1 (Fisika) di UNPAD dan S2
(Material Safety Engineering) di Yokohama (YNU). Staf Pusdiklat BATAN dari tahun 1992 hingga
1999 sebagai pengajar dan instruktur uji radiografi, selanjutnya dipindah-tugaskan ke pusat
standardisasi dan mutu nuklir (PSMN BATAN, Serpong) hingga sekarang. Mengikuti kursus
UTR (NDT) dari level I hingga level III, NDI Technique course untuk seluruh metoda di Kyushu
(1996) dan NDT infrared di Ibaraki (1998), Jepang serta NDT technology di Daejon, Korea
(2007). Integrated Management System in Nuclear Power Plan di Argonne, Amerika Serikat
(2015). Pengalaman lapangan dalam pemeriksaan UTR untuk jaringan pipa, boiler, bejana tekan
dan penukar panas. Mengajar pada kursus UTR yang bersifat in-house. Menulis artikel UTR
18 | P a g e

pada majalah ilmiah dan asosiasi. Mengikuti seminar UTR pada JSNDI Spring Conference,
Tokyo, 2002 dan Nondestructive Characterization Material (NDCM), Berlin, 2002. Anggota
asosiasi profesi AUTRI, JSNDI (2004), ASNT (2017). Dari 2005 hingga sekarang diberi amanah
sebagai penguji untuk sertifikasi nasional personil UTR radiografi sesuai ISO-9712.

19 | P a g e