Anda di halaman 1dari 44

Permintaan, Pemeriksaan, Penerim

Spesimen, Pengambilan dan Penyim


Spesimen
No. Dokumen
No. Revisi

Puskesmas
Pagesangan

SPO

Tanggal Terbit
Halaman

Pengertian

1. Semua rangkaian yang dilakukan dalam rangka pemeliharaan alat yang dig
mendukung lancarnya proses pelayanan

Tujuan

1. Prosedur ini disusun untuk menjamin terpeliharanya sarana kerja maupun


pendukungnya sehingga dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk pela

Kebijakan

1. -

Prosedur
Langkah-langkah
A. Bila pengambilan 1. Petugas melakukan verifikasi nama
pasien sesuai dengan data di laporan
hasil uji sementara (LHUS).

2. Petugas mencatat jika sudah di


verifikasi, siapkan wadah sesuai
dengan jenis pemeriksaan.
3. Wadah spesimen diberi label yang
jelas berisi nomor identitas pasien.
4. Jika telah sesuai, catat nama, nomor
identitas pasien, alamat, pangirim,dan
jenis pemeriksaan di buku rekaman
penerimaan pasien
5. Petugas menggunakan centrifius/alat
pemusing sesuai dengan instruksi.
Melakukan centrifius dengan cara
yang benar yaitu tabung harus
tertutup rapat dan selongsong yang
terkunci, untuk melindungi petugas
laboratorium terhadap aerosol dan
sebaran partikel dari mikroorganisme.
Pastikan centrifius tertutup selama
dijalankan.

6. Petugas mencatat dalam


pendistribusian sampel ke masingmasing ruang pemeriksaan sebaiknya
sampel di tempatkan pada wadah
yang tertutup, sehingga mencegah
penyebaran mikroorganisme melalui
udara.
7. Petugas memastikan wadah yang
berisi dahak, urine harus tertutup
rapat berdiri tegak. Wadah jangan
dibiarkan terbuka, segera tutup
kembali jika terbuka.

Petugas hendaknya
Bagan
Alir
menggunakan
jas lab,
sarung
tangan dan masker.

Setiap petugas dianjurkan unt


mengikuti peraturan di dalam
laboratorium.

Petugas di anjurkan untuk beke


secara hati-hati supaya terhind
dari tusukan jarum suntik da
pecahan kaca objek.

Petugas segera melakukan


desinfeksi.

Petugas menggunakan
centrifius/alat pemusing sesu
Petugas mencatat dalam
dengan instruksi.
pendistribusian
sampel prosed
ke
ma
Petugas
Petugas menerapkan
membedakan
limba
masing
ruang
pemeriksaan
Tempat
kerja
dan
wadah
yan
penanganan
limbah
medis
padat
dan
ditampung
dalam
Mencuci tangan setelah
digunakan
harus
didesinfek
wadah yang semua
mengandung
menyelesaikan
pekerj
desinfektan.
Petugas menaggalkan jas l

sebelum meninggalkan
ruan
Pekerjaan
administrasi sebaik
Petugas memastikan
wadah h
laboratorium.
dikerjakan di luar ruangan
Dilarang
tertutupmenyimpang
rapat berdirimakan
tegak
minuman, kosmetik serta bar
yang lain.
Dokumentasi

8. Petugas membedakan limbah padat


seperti spuit, jarum vacutainer, sarung
tangan, pot plastik, tabung,
ditampung dalam wadah yang
mengandung desinfektan sebelum
dimusnahkan.
9. Petugas menerapkan prosedur
penanganan limbah medis sesuai
instruksi kerja pemusnahan limbah
medis.
10. Semua permukaan tempat kerja dan
wadah yang digunakan harus
didesinfeksi tiap selesai bekerja dan
segera setelah terjadi tumpahan.

11. Setiap petugas setelah menyelesaikan


semua pekerjaan cucilah tangan
dengan sabun sampai bersih pada air
mengalir.
12. Petugas menaggalkan jas lab sebelum
meninggalkan ruangan laboratorium.
13. Petugas mengerjakan administrasi
sebaiknya dikerjakan di luar ruangan
laboratorium.
14. Petugas dilarang menyimpan
makanan, minuman, kosmetik serta
barang lain yang tidak berkaitan
dengan pekerjaan laboratorium serta
dilarang makan, minum dan merokok
di dalam laboratorium.
Unit Terkait

1. Sanitarian

Rujukan/Referensi

1. Pedoman Praktek Laboratorium yang benar Depkes, RI. Tahun 2009.

saan, Penerimaan
n dan Penyimpanan
men
Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati

NIP. 19650502 199503 2 002


emeliharaan alat yang digunakan untuk

nya sarana kerja maupun fasilitas


iap digunakan untuk pelayanan

Petugas hendaknya
Bagan
Alir
nggunakan
jas lab,
sarung
tangan dan masker.

ap petugas dianjurkan untuk


Tida di dalam
ngikuti peraturan
k
laboratorium.

as di anjurkan untuk bekerja


a hati-hati supaya terhindar
tusukan jarum suntik dan
pecahan kaca objek.

etugas segera melakukan


desinfeksi.

Petugas menggunakan
trifius/alat pemusing sesuai
Petugas mencatat dalam
dengan instruksi.
istribusian
sampel prosedur
ke
masingugas menerapkan
tugas
membedakan
limbah
masing
ruang
pemeriksaan.
mpat
kerja
dan
wadah
yang
enanganan
limbah
medis.
adat
dan
ditampung
dalam
Mencuci tangan setelah
gunakan
harus
didesinfeksi.
wadah
yang semua
mengandung
yelesaikan
pekerjaan.
desinfektan.
etugas menaggalkan jas lab

elum meninggalkan
ruangan
erjaan
administrasi sebaiknya
gas memastikan
wadah harus
laboratorium.
dikerjakan di luar ruangan.
rang menyimpang
rtutup
rapat berdirimakanan,
tegak.
uman, kosmetik serta barang
yang lain.

Dokumentasi

es, RI. Tahun 2009.

Penanganan Limbah Di Ruang Sam

SPO

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

Puskesmas
Pagesangan
Pengertian

1. Semua rangkaian yang dilakukan dalam rangka pengelolaan limbah yang di


kegiatan laboratorium di puskesmas

Tujuan

1. Untuk mengurangi resiko pemaran limbah terhadap kuman yang menimbulk


(patogen) yang mungkin berada dalm limbah tersebut

Kebijakan

1. -

Prosedur

Langkah-langkah
1. Petugas melakukan pemilahan limbah
dengan cara menyediakan wadah
sesuai dengan jenis limbah. Untuk
limbah infeksius wadah atau kantong
plastiknya warna kuning, sedangkan
kantong warna hitam untuk limbah
non infeksius. Atau cara lain
wadahnya diberi label berwarna sesuai
dengan jenis limbah agar terlihat jelas.

Petugas memilah limbah sesu


dengan jenis limbah

Membedakan limbah medis


infeksius dan limbah non
infeksius

2. Petugas membedakan limbah medis


yang infeksius berasal dari sampel dan
semua bahan/alat yang sudah kontak
dengan sampel (tip, tisu, spuit, slide,
sisa darah/serum, hanscoon, masker)
dan limbah non infeksius (kertas,
plastik, dll).

Petugas melakukan
dekontaminasi dengan sodium
Hipoklorid 0,5%-1% selam 1
(satu) malam untuk limbah
padat infeksius, kemudian
dibakar di insenerator

3. Untuk limbah padat infeksisus Petugas


melakukan dekontaminasi dengan
sodium Hipoklorid 0,5 % - 1 % selama
1 (satu) malam, kemudian dibakar di
insenerator.

Bila wadah sudah terisi limba


non infeksius 3/4 bagian mak
petugas segera membuang k
tempat pembuangan akhir.

4. Petugas mencatat untuk limbah pada


non infeksius bila wadah sudah terisi
3/4 bagian maka segera dibuang ke
tempat pembuangan akhir.

5. Memastikan pemusnahan tersebut


dilakukan oleh petugas yang
menangani dan harus selalu
menggunakan sarung tangan.
6. Petugas melakukan pemusnahan 2 kali
dalam sebulan atau tergantung
keadaan jumlah limbah yang akan
dimusnahkan.
Unit Terkait

Bagan Alir

1. Sanitarian

Petugas melakukan
pemusnahan dengan
menggunakan sarung tangan
dan sepatu

Petugas melakukan
pemusnahan 2 kali sebulan
atau tergantung jumlah
limbah yang dimusnahkan.

Dokumentasi

Rujukan/Referensi

1. Buku Pedoman Kewaspadaan Universal di Pelayanan Kesehatan, Depkes. RI,


Jenderal P2MPI, 2003.

Di Ruang Sampling
Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002

engelolaan limbah yang dihasilkan dari

ap kuman yang menimbulkan penyakit


ebut

Bagan Alir

ugas memilah limbah sesuai


dengan jenis limbah

embedakan limbah medis


nfeksius dan limbah non
infeksius

Petugas melakukan
ontaminasi dengan sodium
poklorid 0,5%-1% selam 1
atu) malam untuk limbah
adat infeksius, kemudian
dibakar di insenerator

wadah sudah terisi limbah


n infeksius 3/4 bagian maka
ugas segera membuang ke
empat pembuangan akhir.

Petugas melakukan
pemusnahan dengan
enggunakan sarung tangan
dan sepatu

Petugas melakukan
emusnahan 2 kali sebulan
atau tergantung jumlah
mbah yang dimusnahkan.

Dokumentasi

an Kesehatan, Depkes. RI, Direktorat

Akses Terhadap Rekam Medis

SPO

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

Puskesmas
Pagesangan
Pengertian

1. Akses rekam medis yaitu tahapan mulai pencatatan selama pasien mendap
pelayanan rekam medis, dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam med
meliputi penyelenggaraan penyimpanan serta pengeluaran berkas dari tem
penyimpanan untuk melayani permintaan / peminjaman apabila pasien atau
keperluan lainnya.

Tujuan

1. Meningkatkan ketertiban pemanfaatan data rekam medis

Kebijakan

1. SK Kepala Puskesmas Nomor .Tahun.tentang.

Prosedur
Penerimaan pasien

Langkah-langkah
1. Pada tahap ini pasien mendaftarakan
diri sesuai dengan permasalahan
kesehatan yang terjadi pada dirinya,
selanjutnya akan didistribusikan
sesuai dengan pelayanan kesehatan
yang ada di Puskesmas

Pencatatan

Pengolahan

2. Setiap unit pelaksana pelayanan


kesehatan yang ada di Puskesmas
(Poliklinik) akan mendokumentasikan
semua hasil anamnesis, pemeriksaan
dan pengobatan yang telah dilakukan
pada semua pasien.
3. Data yang telah didokumentasikan
berupa:
1) Coding (ICD 10)
Membuat kode atas setiap diagnosis
penyakit berdasarkan klasifikasi
penyakit yang ada, berdasarkan
pengelompokan penyakit yang
dituangkan dalam bentuk kode.
2) Nomor Rekam Medik

Bagan Alir

Penerimaan Pasien

Pencatatan

Pengolahan data

Pelaporan

Dokumentasi
Pelaporan dan
Dokumentasi

4. Setiap hasil pemeriksaan dan


pengumpulan data yang sudah di
dokumentasikan akan di simpan
sesuai dengan kebijakan puskesmas.
Puskesmas membuat laporan dan
pencatatan bulanan untuk dikirimkan
ke tingkat yang lebih tinggi Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota.

Unit Terkait

1. Unit pelayanan

Rujukan/Referensi

1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III


Rekam Medis

Rekam Medis
Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002
an selama pasien mendapatkan
nganan berkas rekam medis, yang
ngeluaran berkas dari tempat
jaman apabila pasien atau untuk

m medis

entang.
Bagan Alir

Penerimaan Pasien

Pencatatan

Pengolahan data

Pelaporan

Dokumentasi

Nomor 269/MENKES/PER/III/ 2008 tentang

Akses Terhadap Rekam Medis

SPO

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

Puskesmas
Pagesangan
Pengertian

1. Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang id
pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah d
kepada pasien yang harus terjamin kerahasiaannya

2. Tahapan mulai pencatatan selama pasien mendapatkan pelayanan rekam m


dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medis, yang meliputi penyele
penyimpanan serta pengeluaran berkas dari tempat penyimpanan untuk me
permintaan / peminjaman apabiladari pasien atau untuk keperluan lainnya.

3. Pihak-pihak yang bisa mengakses rekam medis dapat dibedakan menjadi 2


pihak internal dan pihak eksternal, adapun pihak eksternal yang dapat men
medis, yakni dalam hal: a.) untuk kepentingan kesehatan b.) Memenuhi per
aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan hukumatas perintah pe
Permintaan dan atau persetujuan pasien sendiri d.) Permintaan institusi ata
berdasarkan peraturan perundang-undangan e.) Untuk keperluan penelitian
dan audit medis sepanjang tidak menyebutkan identitas pasien

4. Permintaan rekam medis untuk keperluan tertentu diatas harus dilkakukan s


kepada pimpinan sarana pelayanan kesehatan
Tujuan

1. Meningkatkan ketertiban pemanfaatan data rekam medis

Kebijakan

1. Semua rekam medis tidak bisa diakses oleh sembarangan orang atau pihak

Prosedur

Langkah-langkah
1. Pemohon menghubungi petugas
rekam medis untuk meminjam
dokumen rekam medis

2. Petugas menulis pada buku


peminjaman dokumen rekam medis

3. Petugas meletakan tracer pada


tempat map RM yang diambil
4. Waktu peminjaman 1 x 24 jam, khusus
peminjam eksternal (Peminjaman
dilakukan selama jam kerja)

Bagan Alir
Pemohon menghubungi
perugas rekam medis

Dokumentasi
peminjaman

Petugas meletakan tacer


pada tempat dokumen
rekam medis yang diambil

waktu peminjaman 1 x 24 jam


khus pemohon internal dilakuk
selama jam kerja

5. Dokumen RM tidak boleh dibawa


keluar dari Puskesmas

Doken rekam tidak boleh diba


keluar dari Puskesmas
Unit Terkait

1. dokter
2. Paramedis
3. Tenaga kesehatan lainnya

Rujukan/Referensi

1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III


Rekam Medis

Rekam Medis
Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002
n dan dokumen tentang identitas
elayanan lain yang telah diberikan
ya

atkan pelayanan rekam medis,


dis, yang meliputi penyelenggaraan
at penyimpanan untuk melayani
u untuk keperluan lainnya.

apat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu


eksternal yang dapat mengakses rekam
sehatan b.) Memenuhi permintaan
n hukumatas perintah pengadilan c.)
.) Permintaan institusi atau lembaga
Untuk keperluan penelitian, pendiddikan,
entitas pasien

u diatas harus dilkakukan secara tertulis

m medis

arangan orang atau pihak


Bagan Alir

Pemohon menghubungi
perugas rekam medis

Dokumentasi
peminjaman

etugas meletakan tacer


pada tempat dokumen
am medis yang diambil

ktu peminjaman 1 x 24 jam,


pemohon internal dilakukan
selama jam kerja

en rekam tidak boleh dibawa


keluar dari Puskesmas

Nomor 269/MENKES/PER/III/ 2008 tentang

Sistem Pengkodean Rekam Med

SPO

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

Puskesmas
Pagesangan
Pengertian

1. Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang id
pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah d
kepada pasien yang harus terjamin kerahasiaannya

Tujuan

1. Rekam medis disimpan sesuai dengan sistem yang berlaku dan dapat ditem
apabila diperlukan

2. Pelayanan menjadi lebih cepat karena memudahkan petugas dalam mencar


Kebijakan

1. -

Prosedur

Langkah-langkah
1. Rekam medis dikelompokkan menurut
satu kepala keluarga
2. Masukan rekam medis tersebut dalam
satu Family Folder dengan cetakan
identitas keluarga pasien
3. Isi identitas pasien tersebut dengan
menanyakan kepada pasien saat
pertama kali datang
4. Pengelompokkan rekam medis
berdasarkan tempat tinggal pasien di
wilayah kerja puskesmas Pagesangan
(kode rekam medis) dalam rak
berbeda
5. Urutkan sesuai nomor rekam medis

Bagan Alir
Kelompokkan rekam medis
berdasar kepala keluarga

Masukkan rekam medis ke da


family folder

Mengisi ID pasien saat pertam


kali berkunjung

Kode rekam medis

Urutkan sesuai nomor


rekam medis

Unit Terkait

1. Unit pelayanan

Rujukan/Referensi

1. -'Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/


tentang Rekam Medis

n Rekam Medis
Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002
n dan dokumen tentang identitas
elayanan lain yang telah diberikan
ya

g berlaku dan dapat ditemukan kembali

an petugas dalam mencari rekam medis

Bagan Alir

lompokkan rekam medis


erdasar kepala keluarga

ukkan rekam medis ke dalam


family folder

ngisi ID pasien saat pertama


kali berkunjung

Kode rekam medis

Urutkan sesuai nomor


rekam medis

Nomor 269/MENKES/PER/ III/2008

Penyimpanan Rekam Medis

SPO

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

Puskesmas
Pagesangan
Pengertian

1. Rekam medis adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang id
pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah d
kepada pasien yang harus terjamin kerahasiaannya

Tujuan

1. Rekam medis disimpan sesuai dengan sistem yang berlaku dan dapat ditem
apabila diperlukan

2. Pelayanan menjadi lebih cepat karena memudahkan petugas dalam mencar


Kebijakan
Prosedur

1. SK Kepala Puskesmas Nomor .Tahun.tentang Penyimpanan rekam


Langkah-langkah
1. Rekam medis wajib disimpan
sekurang-kurangnya untuk jangka
waktu 2 (dua) tahun terhitung dari
tanggal terakhir pasien berobat

2. Setelah batas waktu yang ditentukan


terlampaui, rekam medis dapat
dimusnahkan

Bagan Alir

Petugas menyimpan Rekam


medis disimpan sekurangkurangnya 2 (dua) tahun

Petugas dapat memusnahkan


rekam medis, apabila waktu ya
ditentukan terlampaui

Unit Terkait

1. Loket pendaftaran

Rujukan/Referensi

1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/ II


Rekam Medis

ekam Medis
Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002
n dan dokumen tentang identitas
elayanan lain yang telah diberikan
ya

g berlaku dan dapat ditemukan kembali

an petugas dalam mencari rekam medis

entang Penyimpanan rekam medis


Bagan Alir

tugas menyimpan Rekam


medis disimpan sekurangurangnya 2 (dua) tahun

ugas dapat memusnahkan


m medis, apabila waktu yang
ditentukan terlampaui

Nomor 269/MENKES/PER/ III/2008 tentang

Penilaian Kelengkapan dan ketepat


rekam medis, bukti pelaksanaan pen
hasil dan tindak lanjut
Puskesmas
Pagesangan

Pengertian

No. Dokumen
No. Revisi

SPO

Tanggal Terbit
Halaman

1. Rekam medis pasien merupakan berkas yang berisikan catatan dan dokum
identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain ya
diberikan kepada pasien

2. Penilaian kelengkapan dan ketepatan isi rekam medis adalah suatu kegiatan
memastikan pengisian rekam medis sesuai dengan ketentuan yang telah di

3. Hasil monitoring adalah menjadi umpan balik program yang memerlukan pe


kebutuhan yang belum terlayani, kemampuan dalam melakukan program, d
program terhadap perubahan perilaku, prestasi kerja, dan peningkatan mut

4. Tindak lanjut adalah memperbaiki hal hal yang di pandang lemah, kurang te
relevan dengan tujuan yang ingin di capai dan mengembangkan program d
menambah atau merubah beberapa hal yang di pandang dapat meningkatk
atau efektifitas program
Tujuan

1. Kelengkapan pengisian berkas rekam medis oleh tenaga kesehatan akan me


tenaga kesehatan lain dalam memberikan tindakan atau terapi kepada pasi

2. sebagai sumber data pada bagian rekam medis dalam pengolahan data ya
akan menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen dalam menen
langkah strategis untuk pengembangan pelayanan kesehatan.
Kebijakan

1. SK Kepala Puskesmas Nomor .Tahun.tentang Isi rekam medis

Prosedur

Langkah-langkah
1. Penilaian terhadap kelengkapan dan
ketepatan isi rekam medis dilakukan
tiap hari

Bagan Alir

Siapkan dokumen rekam


medis yang akan di nilai min
10% dari jumlah kunjungan

2. Berkas rekam medis yang dinilai 10%


dari jumlah kunjungan tiap harinya
3. Penilaian terhadap kelengkapan dan
ketepatan isi rekam medis dilakukan
dengan cheklist
4. Dilakukan rekapan hasil penilaian dan
melaporkan hasil penilaian kepada
Kepala Puskesmas
5. Dilakukan tindak lanjut oleh kepala
Puskesmas

Penilaian dilakukan dengan


menggunakan blangko chekli

Petugas merekap dan


melaporkan hasil kepada Kepa
Puskesmas

Kepala Puskesmas
menindaklanjuti hasil
penilaian

Unit Terkait

1. Unit pelayanan

Rujukan/Referensi

1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III


Rekam Medis

n dan ketepatan isi


aksanaan penilaian,
dak lanjut
Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002
isikan catatan dan dokumen tentang
kan dan pelayanan lain yang telah

edis adalah suatu kegiatan untuk


n ketentuan yang telah ditetapkan

gram yang memerlukan perbaikan,


am melakukan program, dampak
rja, dan peningkatan mutu

pandang lemah, kurang tepat, kurang


ngembangkan program dengan cara
andang dapat meningkatkan kualitas

enaga kesehatan akan memudahkan


n atau terapi kepada pasien selanjutnya;

alam pengolahan data yang kemudian


manajemen dalam menentukan langkahn kesehatan.

entang Isi rekam medis


Bagan Alir

Siapkan dokumen rekam


edis yang akan di nilai min
0% dari jumlah kunjungan

enilaian dilakukan dengan


nggunakan blangko cheklist

Petugas merekap dan


aporkan hasil kepada Kepala
Puskesmas

Kepala Puskesmas
menindaklanjuti hasil
penilaian

Nomor 269/MENKES/PER/III/ 2008 tentang

Kerahasiaan Rekam Medis

SPO

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

Puskesmas
Pagesangan
Pengertian

1. Informasi tentang identitas, diagnosis, riwayat penyakit, riwayat pemeriksaa


pengobatan harus dijaga kerahasiaannya oleh dokter, dokter gigi, tenaga ke
tertentu, petugas pengelola dan pimpinan sarana pelayanan kesehatan

2. Untuk keperluan tertentu rekam medis tersebut dapat dibuka dalam hal:
a. Untuk kepentingan kesehatan pasien;
b. Memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakan
perintah pengadilan;
c. Permintaan dan/atau persetujuan pasien sendiri;
d. Permintaan lembaga / institusi berdasarkan ketentuan perundang-undang
e. Untuk kepentingan penelitian, pendidikan dan audit medis, sepanjang tida
menyebutkan identitas pasien.
Tujuan

1. Agar informasi yang ada di rekam medis terjaga kerahasiaannya dalam rang
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan

Kebijakan

1. Setiap isi dokumen rekam medis wajib dijaga kerahasiaannya

Prosedur

Langkah-langkah
1. Permintaan rekam medis untuk
keperluan tertentu diatas harus
dilkakukan secara tertulis kepada
pimpinan sarana pelayanan kesehatan

2. Penjelasan isi rekam medis hanya


boleh dilakukan oleh dokter atau
dokter gigi yang merawat pasien
dengan izin tertulis pasien atau
berdasarkan peraturan perundangundangan
3. Pimpinan sarana pelayanan kesehatan
dapat menjelaskan isi rekam medis
secara tertulis atau langsung kepada
pemohon tanpa izin pasien
berdasarkan peraturan perundangundangan
Unit Terkait

Bagan Alir
Pemohon mengajukan
permintaan tertulis kepada
Kepala Puskesmas

Penjelasan isi rekam medis kepa


pemohon hanya dapat disampai
oleh

dokter atau dokter


gigi yang merawat
pasien dengan izin
tertulis dari pasien

1. Rekam medis
2. Unit pelayanan
3. Tim Pengendali mutu

Rujukan/Referensi

1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III


Rekam Medis

ekam Medis
Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002
nyakit, riwayat pemeriksaan dan riwayat
kter, dokter gigi, tenaga kesehatan
pelayanan kesehatan

apat dibuka dalam hal:

m dalam rangka penegakan hukum atas

;
entuan perundang-undangan; dan
audit medis, sepanjang tidak

erahasiaannya dalam rangka

hasiaannya
Bagan Alir

Pemohon mengajukan
ermintaan tertulis kepada
Kepala Puskesmas

asan isi rekam medis kepada


hon hanya dapat disampaikan
oleh

atau dokter
ng merawat
dengan izin
dari pasien

Kepala
Puskesmas
baik secar
tertulis atau
langsung
tanpa izin
pasien

Nomor 269/MENKES/PER/III/ 2008 tentang

Pemantauan Lingkungan Fisik Pusk

SPO

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

Puskesmas Pagesangan
Pengertian

1. Aktifitas yang dilakukan untuk memastikan lingkungan fisik dalam kond


pada ruangan / gedung dan halaman dalam keadaan siap untuk diguna
dan nyaman.

Tujuan

1. Untuk memastikan pemantauan lingkungan secara fisik yaitu mengena


lingkungan Puskesmas selalu terjaga sehingga proses pelayanan berlan
dengan nyaman dan higienis.
.
1. Kebersihan ruangan, gedung dan halaman dilakukan oleh tenaga pelak

Kebijakan

2. Pemantauan lingkungan fisik tempat kerja dapat dilakukan secara haria


atau bulanan
Prosedur

Langkah-langkah
1. Sanitarian mengidentifikasi
semua ruangan, gudang dan
halaman untuk membuat
jadwal pemeliharaan
lingkungan kerja.
2. Sanitarian membuat jadwal
pemantauan sesuai identifikasi
lingkungan kerja, yaitu jadwal
pemeliharaan ruangan, gedung
dan halaman.
3. Sanitarian mengkoordinasi
dengan bagian ruangan.

Bagan Alir

Sanitarian mengidentifikasi
ruangan, gudang dan halaman

Sanitarian membuat
jadwal pemantauan

Sanitarian
mengkoordinasi dengan
unit terkait

4. Sanitarian menginformasikan
jadwal ke petugas yang terkait.
5. Petugas kebersihan atau
pelaksana kebersihan
menerima informasi jadwal
pemantauan lingkungan fisik /
kebersihan ruangan / halaman
setiap bulan dari sanitarian
6. Melaksanakan kebersihan
sesuai jadwal.
7. Jika pelaksanaan sesuai jadwal
maka meminta sanitarian untuk
melakukan verifikasi.
8. Jika pelaksanaan tidak sesuai
jadwal maka meminta informasi
ke koordinator ruangan kapan
bisa dilakukan kebersihan
ruangan.

Sanitarian
menginformasikan jadwal
dengan petugas terkait

pelaksana kebersihan
menerima informasi
jadwal pemantauan
lingkungan fisik /
kebersihan ruangan /
halaman setiap bulan
dari sanitarian

Pelaksana kebersihan
melaksanakan
kebersihan sesuai jadwal

9. Sanitarian dan Koordinator Unit


menerima informasi telah
dilaksanakan pemeliharaan
lingkungan, kemudian
memonitor atau melakukan
pengawasan pelaksanaan
pemantauan lingkungan fisik
tempat kerja.
10. Jika pemantauan lingkungan
fisik telah sesuai maka
menanda tangani checklist
pemantauan lingkungan kerja.
11. Jika pemantauan lingkungan
fisik tidak sesuai maka
meminta untuk dilaksanakan
ulang. Menuju langkah
Unit Terkait

1. Sanitarian
2. Petugas pemeliharaan lingkungan

Rujukan/Referensi

Ya

Sanitarian
melakukan
verifikasi

Hasil pemantauan
memenuhi syarat
Ya
Sanitarian
menadatangani checklist
pemantauan lingkungan
kerja
Dokumentasi

ngan Fisik Puskesmas


Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002
n lingkungan fisik dalam kondisi bersih
m keadaan siap untuk digunakan, higienis

n secara fisik yaitu mengenai kebersihan


ngga proses pelayanan berlangsung
dilakukan oleh tenaga pelaksana.
dapat dilakukan secara harian, mingguan
Bagan Alir

Sanitarian mengidentifikasi
uangan, gudang dan halaman

Sanitarian membuat
jadwal pemantauan

Sanitarian
mengkoordinasi dengan
unit terkait

Sanitarian
menginformasikan jadwal
dengan petugas terkait

pelaksana kebersihan
menerima informasi
jadwal pemantauan
lingkungan fisik /
kebersihan ruangan /
halaman setiap bulan
dari sanitarian

Pelaksana kebersihan
melaksanakan
kebersihan sesuai jadwal

Tida
k
Mengkonfirma
si dengan
koordinator
unit

nitarian
lakukan
erifikasi

l pemantauan
menuhi syarat

Tida
k
pelaksana
an ulang

Sanitarian
atangani checklist
ntauan lingkungan
kerja
Dokumentasi

Inventarisasi, Pengelolaan,
Penyimpanan, dan Penggunaaan Bah
No. Dokumen Berbahaya

SPO

Puskesmas
Pagesangan

No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

Pengertian

1. Suatu mekanisme mendata menyimpan dan menggunakan bahan berbahaya

Tujuan

1. Sebagai acuan dalam penggunaan bahan berbahaya dapat dipantau dan di m


penggunaannya sehingga dapat mengurangi resiko-resiko dari bahan berbah

Kebijakan
Prosedur

Langkah-langkah
1. Mendata bahan-bahan yang
berbahaya.
2. Bahan berbahaya
dikelompokkan sesuai
golongannya untuk
memudahkan pengenalan dan
cara penanganan

Bagan Alir
Mendata bahan-bahan berbahaya

Dikelompokkan sesuai
golongan

3. Stok bahan berbahaya


disimpan dalam ruang khusus
4. Bahan berbahaya yang mudah
terbakar harus disimpan dalam
ruang terpisah
5. Jangan menyimpan bahan
berbahaya berdasarkan urutan
abjad. Hal ini dapat
menyebabkan bahan yang
seharusnya tidak tercampur
terletak berdekatan satu sama
lain.
Unit Terkait

1. Petugas farmasi
2. Petugas pemeliharaan lingkungan
3. Petugas Lab

Rujukan/Referensi

Simpan dalam ruang


khusus

Simpan terpisah bahan


berbahaya yang mudah
terbakar

Dokumentasi

, Pengelolaan,
Penggunaaan Bahan
Ditetapkan Oleh
ahaya
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002
an menggunakan bahan berbahaya.

berbahaya dapat dipantau dan di monitor


ngi resiko-resiko dari bahan berbahaya itu.

Bagan Alir

data bahan-bahan berbahaya

Dikelompokkan sesuai
golongan

Simpan dalam ruang


khusus

Simpan terpisah bahan


berbahaya yang mudah
terbakar

Dokumentasi

Pemantauan Pelaksanaan Kebijakan


Prosedur Penanganan Limbah Berba

Puskesmas
Pagesangan

SPO

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

Pengertian

1. Setiap kegiatan yang berkaitan dengan penanganan limbah berbahaya oleh


personil.

Tujuan

1. Untuk memastikan pelaksanaan dan penanganan limbah berbahaya tidak


menimbulkan pencemaran dan membahayakan lingkungan sehingga jika te
sesuatu yang tidak diinginkan akan dapat ditelusuri penyebabnya.

Kebijakan

1. Pemantauan dilakukan oleh tenaga pelaksana.

2. Pemantauan penanganan limbah berbahaya dapat dilakukan secara harian,


mingguan atau bulanan.
Prosedur

Langkah-langkah
1. Masing-masing penghasil
limbah berbahaya
mengidentifikasi jenis dan
jumlah limbah berbahaya yang
secara periodik dihasilkan oleh
unit tersebut.
2. Identifikasi tersebut ditulis
dalam buku inventaris oleh
masing-masing unit
penanggung jawab.
3. Masing-masing unit melaporkan
hasil limbah berbahaya kepada
sanitarian tentang jenis dan
jumlah limbah yang akan
diserahkan dengan mengisi
laporan bulanan limbah
berbahaya
4. Limbah dari masing-masing unit
di tempat sampah dan jerigen
berwarna BIRU, apabila sudah
penuh maka sanitarian
mengkoordinir
pengangkutannya.

Bagan Alir

Masing-masing unit penghasil


limbah mengidentifikasi jenis
dan jumlah limbah berbahaya

Dokumentasi

Melaporkan kepada
sanitarian

Sanitarian mengkoordinir
pengangkutan limbah
berbahaya

Pengangkutan limbah
berbahaya ke gudang
penyimpanan sementara

5. Penghasil limbah berbahaya


mengangkut limbah berbahaya
ke gudang penyimpanan
sementara limbah berbahaya
6. Petugas sanitarian
memverifikasi jenis dan jumlah
limbah berbahaya yang
dihasilkan.
7. Limbah berbahaya, dipisahkan
menurut sifat/karakteristik
limbah berbahaya (mudah
terbakar, mudah meledak,
korosif dan reaktif, beracun.

Pengangkutan limbah
berbahaya ke gudang
penyimpanan sementara

Sanitarian memverifikasi
jenis dan jumlah limbah
berbahaya

Sanitarian memisahkan
limbah berbahaya menurut
sifat/karateristiknya

8. Petugas sanitarian bersama


petugas terkait memberikan
simbol dan label.
9. Masa Simpan dalam gudang
TPS limbah berbahaya
maksimal 90 hari sesuai
persyaratan yang ditetapkan
atau apabila limbah berbahaya
lebih dari 50 Kg/ hari.
10. Petugas terkait mengisi
inventori limbah berbahaya
yang ada di tempat
penampungan/ penyimpanan
serta penimbunan
menggunakan ceklist inventory
limbah berbahaya.

Sanitarian memberikan
simbol dan label

Penyimpanan limbah
berbahaya di gudang
sementara maksimal 90 hari

11. Petugas terkait mengisi neraca


limbah berdasarkan
inventarisasi Gudang limbah
berbahaya sementara.

Sanitarian mengisi ceklist


inventori limbah berbahaya

13 Sanitarian mengusulkan surat


penunjukan pengelola limbah
berbahaya kepada Kepala
Puskesmas.

Sanitarian mengisi neraca


limbah berdasarkan
inventarisasi limbah
berbahaya

14. Pihak ketiga sebagai


pengumpul/pengelola limbah
berbahaya harus mempunyai
ijin dari Kementrian Lingkungan
Hidup Republik Indonesia.

Sanitarian mengusulkan
surat penunjukan pengelola
limbah berbahaya kepada
Kepala Puskesmas

15. Pihak transportir harus


mempunyai ijin dari Dirjen
Perhubungan Darat Kementrian
Perhubungan RI dan mendapat
rekomendasi dari Kementerian
LHRI. Ijin sesuai dengan jalur
transportasi yang akan dilalui
limbah berbahaya.
16. Pihak ketiga yang
ditunjuk(pengumpul/ pengelola/
transportir) mengisi Berita
acara pemeriksaan Limbah
berbahaya bersama petugas
terkait dan Kepala Puskesmas.

17. Pihak ketiga yang ditunjuk


berkewajiban memberikan
Dokumen limbah berbahaya
yang sudah ditandatangani
Unit Terkait

1. Petugas farmasi
2. Petugas pemeliharaan lingkungan
3. Koordinator Unit
4. Petugas Laboratorium

Rujukan/Referensi

Pihak ketiga sebagai pengelola


limbah / transportir yang
memenuhi syarat mengisi
berita acara serah terima
pemeriksaan limbah berbahaya
bersama sanitarian dan Kepala
Puskesmas

Dokumentasi

anaan Kebijakan dan


an Limbah Berbahaya
Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002
nanganan limbah berbahaya oleh semua

ganan limbah berbahaya tidak


akan lingkungan sehingga jika terjadi
ditelusuri penyebabnya.

ana.

a dapat dilakukan secara harian,


Bagan Alir

Masing-masing unit penghasil


imbah mengidentifikasi jenis
an jumlah limbah berbahaya

Dokumentasi

Melaporkan kepada
sanitarian

Sanitarian mengkoordinir
pengangkutan limbah
berbahaya

Pengangkutan limbah
berbahaya ke gudang
penyimpanan sementara

Pengangkutan limbah
berbahaya ke gudang
penyimpanan sementara

Sanitarian memverifikasi
jenis dan jumlah limbah
berbahaya

Sanitarian memisahkan
imbah berbahaya menurut
sifat/karateristiknya

Sanitarian memberikan
simbol dan label

Penyimpanan limbah
berbahaya di gudang
mentara maksimal 90 hari

Sanitarian mengisi ceklist


ventori limbah berbahaya

anitarian mengisi neraca


limbah berdasarkan
inventarisasi limbah
berbahaya

Sanitarian mengusulkan
rat penunjukan pengelola
mbah berbahaya kepada
Kepala Puskesmas

ak ketiga sebagai pengelola


mbah / transportir yang
memenuhi syarat mengisi
erita acara serah terima
eriksaan limbah berbahaya
sama sanitarian dan Kepala
Puskesmas

Dokumentasi

Bantuan Peralatan

SPO

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

Puskesmas
Pagesangan
Pengertian

1. Penerimaan bantuan barang/pembelian alat yang diperlukan oleh petugas p


kegiatan pada petugas pengelola barang

Tujuan

1. Tertib administrasi dalam penerimaan bantuan alat/pembelian alat.

Kebijakan

1. -

Prosedur

Langkah-langkah
1. Petugas pelaksana kegiatan menulis
jenis barang dan jumlah barang yang
diterima pada Buku penerimaan
barang/inventaris.
2. Petugas pelaksana kegiatan menulis
jenis barang dan jumlah barang yang
akan dibeli pada Buku inventaris

Bagan Alir

Barang yang diterima dan yan


akan dibeli pada Buku inventa

Minta persetujuan kepala


puskesmas untuk barang yan
akan dibeli

3. Petugas pengelola barang meminta


persetujuan kepala puskesmas untuk
barang yang akan dibeli.
4. Kepala Puskesmas mengoreksi dan
atau menyetujui barang yang akan
dibeli.
5. Petugas meminta bukti pembelian
barang.
6. Petugas mencatat dibuku barang
Unit Terkait

1. Unit pelayanan

Rujukan/Referensi

1. -

Ya

Petugas inventaris melakuka


pembelian barang disertai buk

Bukti
pembelian

ralatan
Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002

diperlukan oleh petugas pelaksana

t/pembelian alat.

Bagan Alir

ang yang diterima dan yang


n dibeli pada Buku inventaris

Minta persetujuan kepala


skesmas untuk barang yang
akan dibeli

ugas inventaris melakukan


belian barang disertai bukti

kti
belian

Dokumen

Penggantian dan Perbaikan Alat yang

SPO

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

Puskesmas
Pagesangan
Pengertian

1. Semua rangkaian yang dilakukan dalam rangka pemeliharaan alat yang digu
mendukung lancarnya proses pelayanan

Tujuan

1. Prosedur ini disusun untuk menjamin terpeliharanya sarana kerja maupun f


pendukungnya sehingga dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk pelay

Kebijakan

1. -

Prosedur

Langkah-langkah
1. Petugas memastikan kelengkapan
sarana kerja yang dibutuhkan, bila
tidak lengkap segera meminta sarana
pengganti kepada petugas inventaris
dan mencatat dalam daftar
kelengkapan inventarisasi
2. Petugas memastikan bahwa sarana
kerja yang digunakan berfungsi
dengan baik, bila ada kerusakan
segera melapor kepada petugas
inventaris dan meminta sarana
pengganti
3. Petugas inventaris mencatat
kerusakan atau kekurangan sarana
kerja di sub unit tersebut dan
memberikan penggantinya
4. Petugas Inventaris, koordinator sub
unit bersama Kepala Puskesmas
mengevaluasi penyebab kerusakan
atau kekurangan sarana kerja di sub
unit dan merencanakan perbaikan
atau bila diperlukan petugas
mengadakan sarana baru.
5. Petugas memastikan menyimpan atau
meletakkan sarana kesehatan pada
tempat yang telah ditentukan seusai
pelayanan sehingga bisa digunakan
dan mudah dicari untuk pelayanan

Unit Terkait

1. Unit pelayanan

Rujukan/Referensi

1. -

Bagan Alir

Pastikan sarana kerja lengkap d


berfungsi dengan baik

Segera melapor dan memint


sarana pengganti ke petuga
inventaris

Petugas inventaris mencatat


kerusakan /kekurangan saran
kerja dan memberi penggant

Petugas inventaris, Koordinat


sub unit bersama Kepala
Puskesmas melakukan mone

Dokumentasi

Pastikan seusai pelayanan sara


kerja dirapikan dan disimpan
pada tempatnya

kan Alat yang Rusak


Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002

emeliharaan alat yang digunakan untuk

nya sarana kerja maupun fasilitas


iap digunakan untuk pelayanan

Bagan Alir

kan sarana kerja lengkap dan


berfungsi dengan baik

Tida
k
gera melapor dan meminta
rana pengganti ke petugas
inventaris

etugas inventaris mencatat


usakan /kekurangan sarana
rja dan memberi pengganti

tugas inventaris, Koordinator


sub unit bersama Kepala
uskesmas melakukan monev

Dokumentasi

kan seusai pelayanan sarana


rja dirapikan dan disimpan
pada tempatnya

Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Laboratorium Rua

SPO

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

Puskesmas
Pagesangan
Pengertian

1. Semua rangkaian yang dilakukan dalam rangka pemeliharaan alat yang dig
mendukung lancarnya proses pelayanan

Tujuan

1. Prosedur ini disusun untuk menjamin terpeliharanya sarana kerja maupun


pendukungnya sehingga dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk pela

Kebijakan

1. -

Prosedur

Langkah-langkah
1. Petugas laboratorium hendaknya
menyadari bahwa sedang bekerja
dengan alat dan bahan yang
berbahaya, karena itu harus memakai
jas lab, sarung tangan dan masker.
Sarung tangan hanya digunakan untuk
satu kali pakai untuk satu pasien
(disposable) dan tidak boleh
menyentuh alat tulis dan barang
lainnya saat masih menggunakan
sarung tangan. Sarung tangan setelah
digunakan dimasukkan ke wadah
limbah medis.

2. Selama bekerja, partikel dan droplet


akan terlepas ke udara dan menempel
pada permukaan meja serta tangan
petugas laboratorium, untuk itu
dianjurkan mengikuti hal-hal sebagai
berikut : Pertama, mencuci tangan
dengan sabun/desinfektan sebelum
dan sesudah bekerja. Kedua, tidak
makan, minum, merokok, mengunyah
permen atau menyimpan
makanan/minuman dalam
laboratorium. Ketiga, tidak memakai
kosmetik ketika dalam laboratorium.
Keempat, menggunakan alat
pelindung muka jika terdapat resiko
percikan bahan infeksi saat bekerja.

3. Petugas melakukan pencegahan


infeksi melalui tusukan. Jarum suntik
dan pecahan kaca obyek dapat
menyebabkan luka tusuk, untuk itu
dapat dihindari dengan bekerja secara
hati-hati. Jika terdapat kaca objek
yang pecah diambil dengan pinset.

Bagan Alir

Petugas hendaknya
menggunakan jas lab, sarun
tangan dan masker.

Setiap petugas dianjurkan un


mengikuti peraturan di dala
laboratorium.

Petugas di anjurkan untuk bek


secara hati-hati supaya terhin
dari tusukan jarum suntik da
pecahan kaca objek.

Petugas segera melakuka


desinfeksi.

4. Petugas melakukan desinfeksi segera


meja kerja yang terkena tetesan
cairan/bahan infeksi dengan kapas
yang dibasahi desinfektan.
5. Petugas menggunakan centrifius/alat
pemusing sesuai dengan instruksi.
Melakukan centrifius dengan cara
yang benar yaitu tabung harus
tertutup rapat dan selongsong yang
terkunci, untuk melindungi petugas
laboratorium terhadap aerosol dan
sebaran partikel dari mikroorganisme.
Pastikan centrifius tertutup selama
dijalankan.

6. Petugas mencatat dalam


pendistribusian sampel ke masingmasing ruang pemeriksaan sebaiknya
sampel di tempatkan pada wadah
yang tertutup, sehingga mencegah
penyebaran mikroorganisme melalui
udara.
7. Petugas memastikan wadah yang
berisi dahak, urine harus tertutup
rapat berdiri tegak. Wadah jangan
dibiarkan terbuka, segera tutup
kembali jika terbuka.
8. Petugas membedakan limbah padat
seperti spuit, jarum vacutainer, sarung
tangan, pot plastik, tabung,
ditampung dalam wadah yang
mengandung desinfektan sebelum
dimusnahkan.
9. Petugas menerapkan prosedur
penanganan limbah medis sesuai
instruksi kerja pemusnahan limbah
medis.
10. Semua permukaan tempat kerja dan
wadah yang digunakan harus
didesinfeksi tiap selesai bekerja dan
segera setelah terjadi tumpahan.

11. Setiap petugas setelah menyelesaikan


semua pekerjaan cucilah tangan
dengan sabun sampai bersih pada air
mengalir.

Petugas menggunakan
centrifius/alat pemusing ses
dengan instruksi.

Petugas mencatat dalam


pendistribusian sampel ke ma
masing ruang pemeriksaa

Petugas memastikan wadah h


tertutup rapat berdiri tega

Petugas membedakan limb


padat dan ditampung dala
wadah yang mengandung
desinfektan.

Petugas menerapkan prose


penanganan limbah medi

Tempat kerja dan wadah ya


digunakan harus didesinfek

Mencuci tangan setelah


menyelesaikan semua peker

Petugas menaggalkan jas


sebelum meninggalkan ruan
laboratorium.

Pekerjaan administrasi seba


dikerjakan di luar ruanga

12. Petugas menaggalkan jas lab sebelum


meninggalkan ruangan laboratorium.
13. Petugas mengerjakan administrasi
sebaiknya dikerjakan di luar ruangan
laboratorium.

Dilarang menyimpang maka


minuman, kosmetik serta ba
yang lain.

14. Petugas dilarang menyimpan


makanan, minuman, kosmetik serta
barang lain yang tidak berkaitan
dengan pekerjaan laboratorium serta
dilarang makan, minum dan merokok
di dalam laboratorium.

Dokumentasi

Unit Terkait

1. Sanitarian

Rujukan/Referensi

1. Depkes, RI., Pedoman Praktik Laboratorium Kesehatan Yang Benar (Good La


Practice), Jakarta, 2008.

ratorium Ruang Pengambilan Contoh


Ditetapkan Oleh
Kepala Puskesmas

dr. Lindawati
NIP. 19650502 199503 2 002

emeliharaan alat yang digunakan untuk

nya sarana kerja maupun fasilitas


iap digunakan untuk pelayanan

Bagan Alir

Petugas hendaknya
enggunakan jas lab, sarung
tangan dan masker.
Tida
k

ap petugas dianjurkan untuk


engikuti peraturan di dalam
laboratorium.

gas di anjurkan untuk bekerja


ra hati-hati supaya terhindar
ri tusukan jarum suntik dan
pecahan kaca objek.

Petugas segera melakukan


desinfeksi.

Petugas menggunakan
ntrifius/alat pemusing sesuai
dengan instruksi.

Petugas mencatat dalam


distribusian sampel ke masingmasing ruang pemeriksaan.

gas memastikan wadah harus


ertutup rapat berdiri tegak.

etugas membedakan limbah


adat dan ditampung dalam
wadah yang mengandung
desinfektan.

tugas menerapkan prosedur


penanganan limbah medis.

mpat kerja dan wadah yang


gunakan harus didesinfeksi.

Mencuci tangan setelah


nyelesaikan semua pekerjaan.

etugas menaggalkan jas lab


belum meninggalkan ruangan
laboratorium.

kerjaan administrasi sebaiknya


dikerjakan di luar ruangan.

arang menyimpang makanan,


numan, kosmetik serta barang
yang lain.

Dokumentasi

atan Yang Benar (Good Laboratory