Anda di halaman 1dari 2

Nama : Trixie Almira Ulimaz

NPM : 150510120133
Kelas : Agroteknologi D
Resume: Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan menurut FAO (1997) yaitu situasi dimana semua rumah tangga
mempunyai akses baik fisik maupun ekonomi untuk memperoleh pangan bagi seluruh
anggota keluarganya, dimana rumah tangga tidak beresiko mengalami kehilangan kedua
akses tersebut. Lima unsur yang harus dipenuhi dalam ketahanan pangan yaitu:

Berorientasi pada rumah tangga dan individu


Dimensi watu setiap saat pangan tersedia dan dapat diakses
Menekankan pada akses pangan rumah tangga dan individu, baik fisik, ekonomi dan

sosial
Berorientasi pada pemenuhan gizi
Ditujukan untuk hidup sehat dan produktif
Tujuan pembangunan ketahanan pangan yaitu:
Meningkatkan kemampuan membangun subsistim konsumsi dan distribusi yang

sinergik dan berkelanjutan


Meningkatkan kewaspadaan pangan ditingkat
Meningkatkan diversifikasi konsumsi pangan
Meningkatkan koordinasi dan peran aparatur serta masyarakat
Meningkatkan peran penyuluh dalam meningkatkan aktivitas ekonomi kerakyatan

berbasis agribisnis dan agroindustri.


Tiga aspek penting yang saling terkait satu sama lain dalam operasional yaitu
Ketersediaan pangan (food availability)
Keterjangkauan pangan (food accesibility)
Keterjaminan/kepastian mendapatkan pangan (food stability)
Kerawanan pangan dilihat dari sisi produksi, konsumsi dan distribusi sebagai berikut;
Aspek produksi rawan pangan adalah kemampuan menghasilkan tidak seimbang
dengan pemenuhan kebutuhan.
Aspek konsumsi adalah ketidakmampuan membeli pangan karena tidak ada daya
beli atau masyarakat miskin
Aspek distribusi adalah ketidakseimbangan supply memenuhi demand sehingga
terjadi kelangkaan pangan pada suatu tempat, waktu, jumlah dan harga yang
memadai.

Terdapat beberapa permasalahan dalam ketahana pangan yaitu kebutuhan pangan


penduduk, distribusi kurang baik dan tidak memiliki daya beli yang cukup. Faktor krisis
pangan terdiri dari:
Impor pasokan makanan seperti beras, sayuran dan buah yang dilakukan besarbesaran.
Penduduk Indonesia yang semakin bertambah.
Perubahan Cuaca ekstrem.
Penyempitan lahan pertanian/ alih fungsi lahan.
Pembatasan Ekspor.
Kualitas SDA yang semakin menurun.
Rendahnya penerapan teknologi budidaya.
Tantangan produksi pangan dunia yaitu:
Insentif dari kenaikan harga terbatas.
Perluasan lahan terbatas, kenaikan produksi

diharapkan

dari

kenaikan

produktivitas.
Investasi pertanian menurun.
Kelangkaan air dan perubahan iklim merupakan tantangan baru.
Sasaran dan peranan strategis ketahanan pangan yaitu masyarakat dan produksi.
Kendala, Tantangan, Peluang, serta Paradigma Baru Ketahanan Pangan yaitu pada arus pasar
internasional (Supply, demand). Kebijakan Ketahanan pangan Indonesia yaitu:
Menjamin ketersediaan pangan,
Pengembangan cadangan pangan,
Pengembangan sistem distribusi pangan yang efisien,
Meningkatkan aksesbilitas rumah tangga terhadap pangan,
Melaksanakan diversifikasi pangan,
Meningkatkan mutu dan keamanan pangan,
Mencegah dan menangani keadaan rawan pangan dan gizi,
Kebijakan perdagangan internasional berorientasi kepentingan produsen dan
konsumen.
Pengembangan pemberdayaan ketahanan pangan masyarakat dapat dilakukan program
aksi desa mandiri pangan, melakukan diversifikasi pangan dan Pengembangan pemberdayaan
ketahanan pangan masyarakat. Kebijakan makro dan sektoral terdiri dari kebijakan fiskal,
kebijakan pertanian, kebijakan perdagangan, kebijakan keuangan, dan kebijakan infrastruktur.