Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PT.

MUSTIKA RATU Tbk


MENGGUNAKAN METODE RATIO PROFITABILITAS
DAN METODE ECONOMIC VALUE ADDED
ABSTRAK
Kinerja keuangan suatu perusahaan dapat disajikan melalui suatu laporan keuangan pada
satu periode, karena dengan laporan keuangan suatu analisis dapat dilakukan. Kinerja
keuangan merupakan salah satu hal yang penting dalam perusahaan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan pada PT. Mustika Ratu Tbk dengan
menggunakan ratio profitabilitas dan metode economic value added. Pengukuran tersebut
dapat menggambarkan keadaan perusahaan dalam menghasilkan laba yang optimal,
sehingga mampu memberikan informasi bagi pemegang saham atau investor sehingga
diharapkan para investor tertarik untuk menanamkan modalnya diperusahaan tersebut.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan keuangan
PT. Mustika Ratu Tbk selama periode 2007 - 2011. Metode yang digunakan adalah ratio
profitabilitas yaitu return on assets, return on equity, gross profit margin, net profit
margin, total assets turn over dan metode economic value added.
Analisis terhadap kinerja keuangan pada tahun 2007 sampai tahun 2011 pada PT. Mustika
Ratu Tbk ditinjau dengan menggunakan ratio profitabilitas dikatakan dalam keadaan
profitabel yang ditunjukkan dengan angka pada ROA dari tahun 2007-2011 mempunyai
nilai 3,5% - 6,6%, ROE dari tahun 2007-2011 mempunyai nilai 4,0% - 7,7%, gross profit
margin mempunyai nilai 5,9% - 9,0%, net profit margin mempunyai nilai 4,4% - 7,2%,
total assets turn over mempunyai nilai 79,8% - 96,2%. menghasilkan keuntungan cukup
baik. Demikian juga ditinjau dengan menggunakan metode economic value added kinerja
keuangan PT. Mustika Ratu menghasilkan nilai yang positif.
Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Metode Economic Value Adedd dan Ratio Profitabilitas
ABSTRACT
Financial performance of a company can be presented through a financial report on the
period, due to the financial report of an analysis can be performed. Financial performance
is one of the important things in the company. The aim of this research was to analyze the
financial performance of the PT. Mustika Ratu Tbk using profitability ratios and economic
value added methods. Such measurements can describe the state of the company in
generating optimal profit, so as to provide information to shareholders or investors and
interested investore are expected to invest the company of those.
The data used in this research was a secondary data from financial report of PT. Mustika
Ratu Tbk during the period from 2007 to 2011. The method used was the profitability ratio
that consists of return on assets, return on equity, gross profit margin, net profit margin,
total asset turnover and use the economic value added methods, too.
Analysis of the financial performance in 2007 to 2011 from PT. Mustika Ratu Tbk was
reviewed by using profitability ratios said to be in a profitable situation as indicated by
numbers on ROA from 2007 until 2011 has a value of 3.5% - 6.6%, ROE from 2007 until
2011 has a value of 4.0% - 7, 7%, gross profit margin has a value of 5.9% - 9.0%, net
profit margin has a value of 4.4% - 7.2%, total assets turnover has a value of 79.8% 96.2%, produce a respectable profit. Likewise reviewed using the economic value added
financial performance of PT. Mustika Ratu Tbk produces a positive value.
Keywords: Financial Performance, Economic Value Adedd Method and Profitability Ratio

PENDAHULUAN
Pertumbuhan dunia usaha dewasa ini, telah memacu tingkat persaingan yang semakin
kompetitif diantara berbagai perusahaan, baik perusahaan jasa, dagang, industri maupun
manufaktur. Perusahaan merupakan salah satu pelaku bisnis yang utama dituntut untuk
menciptakan inovasi serta mengembangkan konsep atau metode-metode baru dalam
perusahaan, selanjutnya yang akan digunakan oleh pihak manajemen dalam perhitungan
matematisnya agar mampu bertahan dalam persaingan serta meningkatkan nilai perusahaan
dimasa yang akan datang. Oleh karena itu kinerja keuangan adalah salah satu hal yang
penting dalam meningkatkan nilai perusahaan.
Untuk dapat mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan, informasi tersebut dapat
disajikan melalui suatu laporan keuangan pada satu periode. Laporan keuangan dapat
digunakan sebagai dasar untuk menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan,
dimana hasil analisis tersebut dapat digunakan oleh para pihak yang berkepentingan untuk
mengambil keputusan. Selain itu laporan keuangan dapat digunakan untuk menilai
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya, struktur modal usaha,
keefektifan penggunaan aktiva, serta hal-hal lainnya yang berhubungan dengan keadaan
finansial perusahaan. Kinerja sebuah perusahaan lebih banyak diukur berdasarkan rasiorasio selama satu periode tertentu.
PT. Mustika Ratu Tbk yang didirikan pada tahun 1975 merupakan salah satu industri
manufaktur khususnya dalam bidang jamu dan kosmetik, yang mengukur kinerja
perusahaannya dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Alat ukur utama untuk
mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan dalam kegiatan investasi yang umumnya
digunakan oleh para investor adalah metode rasio keuangan khususnya ratio profitabilitas.
Daya tarik utama bagi pemilik perusahaan pemegang saham terletak pada ratio
profitabilitas, yang menunjukkan hasil pengelolaan manajemen perusahaan atas dana yang
diinvestasikan. Ratio profitabilitas atau rasio keuntungan berkaitan erat dengan
kemampuan perusahaan dan efektivitas operasi perusahaan dalam menghasilkan
keuntungan. Kelebihan pengukuran perhitungan dengan menggunakan rasio keuangan
adalah kemudahan dalam perhitungannya selama data historis tersedia. Sedangkan
kelemahan dalam rasio keuangan adalah pengukuran kinerja dan prestasi manajemen
berdasarkan metode dan pedoman rasio keuangan akuntasi tidak memberikan indikator
yang sebenarnya tentang keberhasilan manajemen, khususnya pada ratio profitabilitas
dalam perhitungannya tidak memperhitungkannya biaya ekuitas, melainkan hanya
memperhitungkan jumlah laba setelah pajak sehingga sulit untuk mengetahui apakah suatu
perusahaan telah berhasil menciptakan suatu nilai atau tidak.
Untuk mengatasi kelemahan tersebut, dikembangkan suatu konsep baru yaitu
Economic Value Added (EVA) yang mencoba mengukur nilai tambah yang dihasilkan
suatu perusahaan dengan cara mengurangi beban biaya modal yang timbul sebagai akibat
investasi yang dilakukan. Kondisi EVA yang positif mencerminkan tingkat pengembalian
yang lebih tinggi dari pada tingkat biaya modal. EVA yang positif menunjukkan
kemampuan manajemen dalam menciptakan peningkatan nilai kekayaan perusahaan/
pemilik modal, dan sebaliknya EVA negatif menyiratkan adanya penurunan nilai
kekayaan. Perusahaan mempunyai kinerja yang semakin bagus bila mampu menghasilkan
nilai EVA yang semakin tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen telah
menjalankan tugasnya dengan baik.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk mengetahui kinerja PT.
Mustika Ratu Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan menggunakan ratio
profitabilitas dan metode Economic Value Added (EVA).

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis merumuskan masalah tentang:
Bagaimana kinerja keuangan PT. Mustika Ratu apabila diukur dengan menggunakan
metode ratio profitabilitas dan metode Economic Value Added (EVA) ?
Batasan Masalah
Penulis membatasi masalah penelitian yaitu:
1. Penelitian dilakukan pada PT. Mustika Ratu Tbk.
2. Penelitian menggunakan laporan keuangan PT. Mustika Ratu Tbk pada tahun 2007
2011 yang telah di audit.
3. Pengukuran kinerja keuangan menggunakan metode rasio keuangan khususnya ratio
profitabilitas dan menggunakan metode economic value added.
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kinerja keuangan PT. Mustika Ratu Tbk pada
tahun 2007 2011 yang dilihat dari:
- Ratio profitabilitas pada tingkat return on assets
- Ratio profitabilitas pada tingkat return on equity
- Ratio profitabilitas pada tingkat gross profit margin
- Ratio profitabilitas pada tingkat net profit margin
- Ratio profitabilitas pada tingkat total assets turn over
- metode economic value added

TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Laporan Keuangan
Menurut Darsono (2009:27), Laporan keuangan ialah laporan perusahaan yang disajikan
dalam bentuk neraca (balance sheet), perhitungan laba rugi (income statement), dan arus
kas (cash flows).
Menurut Baridwan (2000:7), mengatakan bahwa yang dimaksud dengan laporan keuangan
adalah ringkasan dari suatu proses pencatatan yang merupakan ringkasan dari suatu
transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan.
Menurut Sawir (2001:2), Laporan keuangan adalah media yang dapat dipakai unluk
meneliti kondisi kesehatan perusahaan yang terdiri dari neraca, perhitungan laba rugi,
ikhtisar laba ditahan, dan laporan posisi keuangan.
Sedangkan pengertian laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (2002),
menyatakan bahwa laporan keuangan meliputi neraca, laporan rugi laba, laporan
perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misalnya
sebagai laporan arus kas atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi
penjelasan merupakan bagian integral dari laporan keuangan.
Dari pengertian diatas maka penulis menyimpulkan bahwa analisa laporan keuangan
adalah proses penganalisaan / penyidikan terhadap laporan keuangan yang terdiri dari
neraca, dan laporan laba rugi beserta lampiran-lampirannya untuk mengetahui posisi
keuangan dan tingkat kesehatan perusahaan yang tersusun secara sistematis dengan
menggunakan teknik-teknik tertentu yang nantinya akan digunakan oleh pihak-pihak yang
berkepentingan.
Analisis Rasio
Rasio keuangan merupakan suatu perhitungan rasio dengan menggunakan laporan
keuangan yang dapat berfungsi sebagai alat ukur dalam menilai kinerja perusahaan.
Menurut Harahap (2004:297), rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil
perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai
hubungan yang relevan dan signifikan atau berarti.
Menurut Keown, dkk (2005:108), Rasio keuangan merupakan alat utama untuk melakukan
analisis keuangan dan memiliki beberapa kegunaan. Rasio keuangan dapat digunakan
untuk menjawab setidaknya 4 pertanyaan: bagaimana tingkat likuiditas perusahaan, apakah
manajemen efektif dalam menghasilkan laba operasi atas aktiva yang dimiliki perusahaan,
bagaimana perusahaan didanai, apakah pemegang saham biasa mendapat tingkat
pengembalian yang cukup.
Rasio menggambarkan suatu hubungan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang
lain dan dengan menggunakan alat analisa berupa ratio akan dapat menjelaskan dan
menggambarkan kepada penganalisa tentang baik buruknya keadaan posisi keuangan suatu
badan usaha terutama apabila angka ratio tersebut dapat dibandingkan dengan angka ratio
pembanding yang digunakan sebagai standart.

Ratio Profitabilitas
Menurut Riyanto (2001:35), Rasio ini berguna untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba dalam suatu periode tertentu.
a. Return On Assets
Rentabilitas ekonomi adalah rasio yang membandingkan antara laba sebelum bunga
dan pajak, dan jumlah aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Rasio
ini menunjukkan tingkat pengembalian dari semua investasi yang telah ditanamkan
sebelum dikurangi bunga dan pajak. Semakin tinggi rasio ini menunjukkan semakin
efisien modal atau dana yang ditanam.

Return On Assets =


Jumlah Aktiva

x 100%

b. Return On Equity
Rentabilitas modal sendiri adalah rasio yang membandingkan antara laba bersih dan
jumlah modal pemilik. Rasio ini menunjukkan kemampuan modal pemilik yang
ditanamkan oleh pemilik atau investor untuk menghasilkan laba bersih yang menjadi
bagian para pemilik. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi keuntungan para investor
karena semakin efisien modal yang ditanamkannya dalam perusahaan yang
bersangkutan.

Return On Equity =

c.


Modal Sendiri

x 100%

Gross Profit Margin


Rasio ini menunjukkan beberapa besar persentase pendapatan bersih yang diperoleh
setiap penjualan, semakin besar rasio ini semakin baik karena dianggap
menguntungkan bagi perusahaan.

Gross Profit Margin =


Penjualan Bersih

x 100%

d. Net Profit Margin


Rasio ini menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih pada tingkat penjualan tertentu. Rasio ini bisa diinterpretasikan juga sebagai
kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya di perusahaan pada periode tertentu.

Net Profit Margin =


Penjualan Bersih

x 100%

e. Total Assets Turn Over


Rasio ini menggambarkan perputaran aktiva diukur dari volume penjualan. Semakin
besar rasio ini maka semakin baik. Hal ini berarti bahwa aktiva lebih cepat berputar
dan meraih laba.

Total Assets Turn Over =

Penjualan Bersih
Jumlah Aktiva

x 100%

Analisis Economic Value Added


Pengertian Economic Value Added
Ecunomic Value Added (EVA) adalah suatu sistem manajemen keuangan untuk mengukur
laba ekonomi dalam suatu perusahaan yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya dapat
tercipta jika perusahaan mampu memenuhi semua biaya operasi (operating cost) dan biaya
modal (cost of capital) (Tunggal, 2001:1)
Ecunomic Value Added (EVA) merupakan tujuan perusahaan untuk meningkatkan nilai
(value) dari modal (capital) yang investor dan pemegang saham telah tanamkan dalam
operasi usaha (Nasution, 2009).
Berdasarkan definisi Economic Value Added yang dikemukakan diatas dapat disimpulkan
bahwa EVA merupakan sitem manajemen keuangan untuk mengukur laba yang diperoleh
dari hasil modal yang ditanamkan oleh para investor.
Pengukuran Economic Value Added
Metode EVA secara umum mengukur kinerja manajemen menjadi tiga bagian sebagai
berikut (Thomas, 2010:132):
1.

2.

3.

Nilai EVA > 0 atau berkorelasi positif, menunjukkan bahwa manajemen telah berhasil
menciptakan nilai tambah bagi perusahaan yang artinya laba yang dihasilkan melebihi
harapan para kreditor dan pemegang saham atas modal yang mereka tanamkan pada
perusahaan.
Nilai EVA < 0, berarti bahwa tidak terjadi nilai tambah bagi perusahaan atau laba
yang dihasilkan tidak dapat memenuhi harapan para kreditor dan pemegang saham
atas modal yang mereka tanamkan pada perusahaan.
Nilai EVA = 0, menunjukkan bahwa perusahaan berada dalam titik impas yang artinya
laba yang dihasilkan hanya dapat digunakan untuk memenuhi harapan para kreditor
dan pemegang saham atas modal yang mereka tanamkan pada perusahaan.

Langkah-langkah dalam Menghitung Economic Value Added


Ada beberapa langkah dalam menentukan nilai Economic Value Added, dalam
penelitian ini menggunkan rumus EVA menurut (Tunggal, 2001:1) :
a.

Net Operating Profit After Tax


NOPAT adalah laba yang diperoleh dari operasi perusahaan setelah dikurangi pajak
penghasilan, tetapi biaya keuangan seperti biaya penyusutan (Tunggal, 2010:5).
Persentase pajak penghasilan harus ada penyesuaian dengan undang-undang

perpajakan yang berlaku. Pajak dibebankan berdasarkan persentase yang berlaku


dikalikan laba sebelum pajak
NOPAT = Laba bersih setelah pajak + Biaya bunga

b. Invested Capital
Kebijakan mengenai struktur modal melibatkan tradeoff antara risiko dan tingkat
penegembalian. Penambahan utang memperbesar risiko perusahaan tetapi sekaligus
memperbesar tingkat pengembalian yang diharapkan. Risiko yang semakin tinggi
akibat membesarnya utang cenderung menurunkan harga saham, tetapi meningkatnya
tingkat pengembalian yang diharapkan akan menaikkan harga saham tersebut. Oleh
karena itu manajer keuangan harus berhati-hati dalam mengambil keputusan mengenai
penggunaan struktur modal, manajer keuangan diharapkan mampu mengarahkan
struktur modal perusahaan kepada struktur modal yang dimiliki keseimbangan antara
risiko dan pengembalian sehingga dapat mamksimalkan harga saham atau dapat
meminimalkan cost of capital rata-rata tertimbang.
Invested Capital = Total Hutang & Ekuitas Hutang Jk. Pendek

c.

Weight Avarage Cost of Capital


Para Investor membutuhkan pengendalian lebih tinggi untuk pemebelian saham dalam
perusahaan tertentu dari pada ketika mereka memberikan pinjaman karena yang
terdahulu lebih beresiko. Oleh karenanya, biaya modal suatu perusahaan bergantung
tidak hanya pada biaya utang dan pembiayaan ekuitas tetapi juga seberapa banyak
masing-masing itu dimiliki struktur modal. Hubungan ini digabungkan dalam biaya
modal rata-rata tertimbang (WACC) dari perusahaan tersebut yang dihitung dengan
rumus berikut:
WACC = (D x R d ) (1 - T) + (E x R e )

Dimana:
D
: tingkat modal dari hutang
Rd
: cost of debt
T
: Pajak Penghasilan
E
: tinghat modal dari ekuitas
Re
: cost of equity

Tingkat Modal dari Hutang dan Tingkat Modal dari Ekuitas

Struktur modal dapat dihitung melalui penjumlahan hutang jangka panjang dengan
modal sendiri (ekuitas). Proporsi tingkat modal dari hutang (D) dapat dihitung dengan total

hutang dibagi dengan total hutang + total ekuitas. Sedangkan tingkat modal dari ekuitas (E)
dapat dihitung dengan total ekuitas digabi dengan total hutang + total ekuitas.

Cost of Debt
Biaya hutang (Cost of Debt) adalah tingkat pengembalian yang dikehendaki karena
adanya risiko kredit (credit risk), yaitu risiko perusahaan dalam memnuhi kewajiban
pembayaran bunga dan pokok hutang. Dengan kata lain, Cost of Debt adalah tarif yang
dibayar perusahaan untuk memperoleh tambahan hutang baru jangka panjang di pasar
sekarang, mengingat adanya biaya hutang (bunga) dibayar sebelum perusahaan
memperhitungkan pajak penghasilan (tax deductible), maka biaya riil yang ditanggung
perusahaan adalah hutang setelah pajak (cost of debt after tax).

Rd =

Biaya Bunga
Total Utang

x 100%

Cost of Equity
Biaya modal perusahaan terdiri dari biaya modal ekuitas dan biaya modal saham.
Dalam menghitung Cost of Equity digunakan prinsip bahwa tingkat kembalian yang
diharapkan dari suatu investasi beresiko sama dengan penegmbalian tingkat investasi bebas
resiko (risk free) ditambah suatu risk premium (menggunakan prinsip model CAMP).
Selain itu Cost of Equity dapat dihitung dengan menggunakan harga saham dibagi laba per
saham.

Re =

Capital Charge
Capital Charge adalah aliran kas yang dibutuhkan untuk menggantikan para investor
atas resiko usaha dari modal yang ditanamkan. Biaya modal adalah tingkat pengembalian
yang harus dihasilkan oleh perusahaan atas investasi proyek untuk mempertahankan nilai
pasar sahamnya.
Capital Charge = WACC x Invested Capital

d. Economic Value Added


EVA merupakan sistem manajemen keuangan untuk mengukur laba yang diperoleh
dari hasil modal yang ditanamkan oleh para investor. Hasilnya adalah suatu ukuran
dari kontribusi operasi perusahaan untuk sutu periode terhadap nilai perusahaan.
EVA = NOPAT Capital Charge

METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah dengan cara mengumpulkan data
sekunder berupa laporan keuangan tahunan tahun 2007-2011 yang telah diaudit yang
diperoleh dari www.mustika-ratu.ac.id (2012).
Alat Analisis yang digunakan
Untuk mengetajui kinerja keuangan sesuai dengan tujuan penulisan digunakan metode
ratio profitabilitas dan metode economic value added.
Metode Ratio Profitabilitas (Riyanto, 2001:35)
a. Return On Assets (ROA)
Rasio digunakan untuk mengetahui berapa besar laba bersih yang diperoleh
perusahaan bila diukur dari rata-rata jumlah aktiva
b. Return On Equity (ROE)
Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba berdasarkan
modal tertentu.
c. Gross Profit Margin
Rasio ini digunakan untuk mengetahui keuntungan kotor dari setiap barang yang
dijual.
d. Net Profit Margin
Rasio ini menghitung sejauh mana kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
pada tingkat penjualan tertentu.
e. Total Assets Turn Over
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat perputaran jumlah aktiva terhadap
penjualan.
Metode Economic Value Added (Tunggal, 2001:1)
Untuk mendapatkan nilai Economic Value Added dapat digunakan cara dengan
menghitung Net Operating Profit After Tax (NOPAT), Nilai Invested Capital, Working
Capital Requirement (WCR), Invested Capital, Weight Avarage Cost of Capital (WACC),
Total Hutang dari Hutang (D), Cost of Debt (rd), Total Modal dari Ekuitas (E), Cost of
Equity (re), Pajak (T), Chapital Charges, Economic Value Added (EVA).

HASIL DAN PEMBAHASAN


Analisis Ratio Profitabilitas dan Economic Value Added
Berikut ini adalah rangkuman perhitungan Return On Assets, Return On Equity,
Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Total Assets Turn Over, dan Economic value
added yang disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1.

Ratio Profitabilitas dan Economic Value Added PT. Mustika Ratu Tbk Pada
Tahun 2007-2011
Keterangan ROA ROE Gross
Net
Total
EVA
Growth
Profit
Profit
Assets
EVA
Margin Margin
Turn
Over
3,5% 4,0%
5,9%
4,4%
79,8% 8.957.736.189
2007

2008

6,3%

7,3%

10,3%

7,2%

86,6%

17.372.247.787

94%

2009

5,8%

6,6%

8,3%

6,1%

94,5%

16.015.597.722

7,81%

2010

6,3%

6,5%

8,9%

6,6%

95,6%

18.003.268.507

12%

2011

6,6%

7,7%

9,0%

6,8%

96,2%

20.271.939.095

11%

Berdasarkan Tabel 4.17, dapat dilihat hasil dari perhitungan Return On Assets PT.
Mustika Ratu Tbk setiap tahunnya selalu meningkat, kenaikkan tersebut dipengaruhi oleh
naiknya nilai EAT atau laba bersih yang disebabkan oleh meningkatnya nilai EBIT dan
menurunnya beban pajak yang harus dibayar, sedangkan menurunnya beban pajak
dipengaruhi oleh beban pajak penghasilan yang ditangguh dalam keadaan minus. Namun
pada tahun 2008 ke tahun 2009 mengalami penurunan 0,5% (6,3% - 5,8%), yang
disebabkan oleh naikknya jumlah aktiva Rp 354.780.623.962 menjadi Rp
365.635.717.933. Kenaikkan jumlah aktiva dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah aktiva
lancar dan aktiva tidak lancar. ROA adalah salah satu nilai yang dihitung berdasarkan
jumlah aktiva, yang dapat dilihat oleh para investor yang ingin menanamkan modalnya
terutama pada saat keadaan ROA perusahaan positif atau mempunyai nilai yang meningkat
pada setiap tahunnya. Dalam keadaan seperti inilah para investor atau kreditur tidak rugi
bila menginvestasikan uangnya pada PT. Mustika Ratu Tbk.
Pada perhitungan rasio Return On Equity PT. Mustika Ratu Tbk setiap tahunnya selalu
meningkat, kenaikkan tersebut dipengaruhi oleh naiknya nilai EAT atau laba bersih yang
dipengaruhi oleh meningkatnya nilai EBIT dan menurunnya beban pajak yang harus
dibayar, sedangkan menurunnya beban pajak disebabkan oleh beban pajak penghasilan
yang ditangguh dalam keadaan minus. Namun pada tahun 2008 ke 2009 mengalami
penurunan 0,7% yang disebabkan oleh, yang dipengaruhi oleh naiknya Modal Rp
303.622.641.425 menjadi Rp 316.412.409.850, dan menurunnya laba bersih setelah pajak
Rp 22.290.067.707 menjadi Rp 21.016.846.720. ROE adalah salah satu nilai yang dihitung
berdasarkan jumlah modal, yang dapat dilihat oleh para investor yang ingin menanamkan
modalnya terutama pada saat keadaan ROE perusahaan positif atau mempunyai nilai yang

meningkat pada setiap tahunnya. Dalam keadaan seperti inilah para investor atau kreditur
tidak rugi bila menginvestasikan uangnya pada PT. Mustika Ratu Tbk.
Pada perhitungan rasio Gross Profit Margin PT. Mustika Ratu Tbk setiap tahunnya
selalu meningkat, kenaikknya tersebut dipengaruhi oleh naiknya nilai EBIT atau laba
sebelum pajak dipengaruhi karena meningkatnya beban pengembangan perusahaan, beban
imbalan karyawan, beban bunga dan beban lain-lain. Namun pada tahun 2008 ke 2009
mengalami penurunan sebesar 2,2%, yang disebabkan oleh menurunnya laba sebelum
pajak Rp 31.841.901.395 menjadi Rp 28.869.090.957, dan naiknya penjualan bersih Rp
307.804.260.789 menjadi Rp 345.575.853.364. Kenaikkan penjualan bersih dipengaruhi
karena meningkatnya nilai penjualan pada tahun tersebut. Gross profit margin adalah salah
satu nilai yang dihitung berdasarkan penghasilan sebelum pajak terhadap penghasilan,
yang dapat dilihat oleh para investor yang ingin menanamkan modalnya terutama pada saat
keadaan gross profit margin perusahaan positif atau mempunyai nilai yang meningkat pada
setiap tahunnya. Dalam keadaan seperti inilah para investor atau kreditur tidak rugi bila
menginvestasikan uangnya pada PT. Mustika Ratu Tbk.
Pada perhitungan Net Profit Margin PT. Mustika Ratu Tbk setiap tahunnya selalu
meningkat, kenaikkan tersebut dipengaruhi oleh naiknya nilai EAT atau laba bersih
dipengaruhi karena meningkatnya nilai EBIT dan menurunnya beban pajak yang harus
dibayar, sedangkan menurunnya beban pajak dipengaruhi oleh beban pajak penghasilan
yang ditangguh dan beban pajak penghasilan kini dalam keadaan minus. Namun pada
tahun 2008 ke 2009 mengalami penurunan sebesar sebesar 1,2%, yang dipengaruhi oleh
naiknya penjualan bersih Rp 307.804.260.789 menjadi Rp 345.575.853.364. Kenaikkan
penjualan bersih dipengaruhi oleh meningkatnya nilai penjualan pada tahun tersebut. Net
Profit Margin adalah salah satu nilai yang dihitung berdasarkan penghasilan setelah pajak
terhadap penjualan bersih, yang dapat dilihat oleh para investor yang ingin menanamkan
modalnya terutama pada saat keadaan net profit margin perusahaan positif atau
mempunyai nilai yang meningkat pada setiap tahunnya. Dalam keadaan seperti inilah para
investor atau kreditur tidak rugi bila menginvestasikan uangnya pada PT. Mustika Ratu
Tbk.
Pada perhitungan Total Assets Turn Over PT. Mustika Ratu Tbk setiap tahunnya selalu
meningkat, kenaikkan tersebut dipengaruhi oleh naiknya penjualan bersih. Naiknya
penjualan bersih dipengaruhi oleh meningkatnya nilai penjualan pada tahun tersebut. Total
assets turn over adalah salah satu nilai yang dihitung berdasarkan penjualan bersih
terhadap jumlah aktiva, yang dapat dilihat oleh para investor yang ingin menanamkan
modalnya terutama pada saat keadaan total assets turn over perusahaan positif atau
mempunyai nilai yang meningkat pada setiap tahunnya. Dalam keadaan seperti inilah para
investor atau kreditur tidak rugi bila menginvestasikan uangnya pada PT. Mustika Ratu
Tbk.
Dapat dilihat dari penelitian yang dilakukan dari tahun 2007 sampai 2011 dengan
metode rasio keuangan khususnya ratio profitabilitas (Return on assets, return on equity,
gross profit margin, net profit margin, dan total assetes turn over) hasilnya cukup baik
meskipun memiliki nilai yang berfluktuasi dari tahun ke tahun namun selalu bernilai positif
dan dapat menghasilkan laba bagi perusahaan dan investor. Serta dapat menarik para
investor atau kreditor untuk menanamkan investasinya pada PT. Mustika Ratu Tbk.
Analisa rasio keuangan melakukan pendekatan dengan menggunakan data keuangan
yang tidak terlepas dari penafsiran atau estimasi yang dapat mengakibatkan berbagai
macam distoris. Serta pada ratio probabilitas dalam perhitungannya tidak menghitung
biaya ekuitas, melainkan hanya menghitung labanya. Namun pada ratio profitabilitas

untuk meningkatkan dapat digunakan dengan cara meningkatkan nilai laba usahanya serta
penjualannya.
Pada perhitungan Economic Value Added PT. Mustika Ratu Tbk setiap tahunnya
selalu meningkat, kenaikkan tersebut yang dipengaruhi oleh laba usaha setelah pajak
(NOPAT) lebih besar dari biaya modal (chapital charges), tetapi pada tahun 2009 EVA
mengalami penurunan yang dipengaruhi oleh dari biaya modal (chapital charges) lebih
besar dari laba usaha setelah pajak (NOPAT). Namun keadaan EVA masih dalam nilai
yang positif (EVA > 0). Jadi manajemen perusahaan telah mampu menciptakan nilai
tambah bagi perusahaan yang artinya laba yang dihasilkan melebihi harapan para kreditor
dan pemegang saham atas modal yang mereka tanamkan pada perusahaan. Sehingga
membuat para kreditor atau pemegang saham tidak ragu untuk menanamkan investasinya
pada PT. Mustika Ratu Tbk.
Dilihat dari growth eva pada tahun 2007 ke 2008 mengalami pertumbuhan 94% yang
dipengaruhi oleh meningkatnya nilai NOPAT dan peningkatan ini adalah yang terbesar
diantara 5 tahun dari tahun 2007 sampai tahun 2011. Pada tahun 2008 ke 2009 mengalami
penrtumbuhan hanya sebesar 7,81%, pada tahun ini terjadi penurunan yang dipengaruhi
menurunnya nilai NOPAT. Pada tahun 2009 ke tahun 2010 mengalami pertumbuhan 12%
yang dipengaruhi naiknya nilai NOPAT. Serta pada tahun 2010 ke tahun 2011 mengalami
pertumbuhan 11% dipengaruhi naiknya nilai NOPAT.
Pada metode EVA menggunakan pendekatan bahwa tidak ada modal (ekuitas) yang
gratis. Sehingga semua modal yang digunakan untuk operasional perusahaan dihitung
biayanya, sehingga dapat terlihat kemampuan riil perusahaan dalam menciptakan nilai
tambah. Perusahaan yang laba bersihnya baik, belum tentu memiliki nilai tambah dari
kegiatan operasionalnya. Sebaliknya, perusahaan yang mencatat EVA bagus, dipastikan
bahwa laba bersihnya bagus pula.
Economic Value Added merupakan laba operasi bersih perusahaan dikurangi oleh
biaya modal. Untuk memperoleh nilai EVA yang positif, maka harus memperhatikan
tingkat efisisensi yaitu besarnya biaya modal yang dikeluarkan. Terdapat beberapa cara
untuk meningkatkan nilai EVA yang dimiliki oleh perusahaan, yaitu dengan mencari
sumber pembiayaan yang murah, meningkatkan pendapatan, dan kombinasi dari dua cara
tersebut.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan yang dihitung
menggunakan rasio keuangan khususnya ratio profitabilitas dan metode economic value
added cukup dapat memberikan gambaran keadaan keuangan perusahaan, dari segi
penjualan dan laba yang dihasilkan cukup baik. Hasil tersebut dapat membuat serta
menarik para kreditur atau investor menginvestasikan uangnya pada PT. Mustika Ratu
Tbk.
SIMPULAN DAN IMPLIKASI
Simpulan
Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:
Jika dilihat dari keseluruhan perhitungan tersebut perusahaan mengalami peningkatan,
pada perhitungan yang menggunakan ratio profitabilitas perusahaan dalam keadaan cukup
baik atau profitabel, karena dapat memberikan laba yang cukup baik bagi perusahaan dan
investor.
- Ratio profitabilitas pada tingkat ROA dari tahun 2007 sampai tahun 2011 selalu
mengalami peningkatan karena bertambahnya nilai EAT (laba bersih) yang

disebabkan oleh meningkatnya nilai EBIT dan menurunnya beban pajak yang harus
dibayar, sedangkan menurunnya beban pajak disebabkan oleh beban pajak penghasilan
yang ditangguh dalam keadaan minus. Pada tahun 2008 ke tahun 2009 ROA
mengalami penurunan yang disebabkan oleh naiknya jumlah aktiva lancar dan aktiva
tidak lancar. ROE juga mengalami penurunan ditahun yang sama yang disebabkan
oleh naiknya modal.
Pada tingkat ROE dari tahun 2007 sampai tahun 2011 selalu mengalami peningkatan
karena bertambahnya nilai EAT (laba bersih) yang disebabkan oleh meningkatnya
nilai EBIT dan menurunnya beban pajak yang harus dibayar, sedangkan menurunnya
beban pajak disebabkan oleh beban pajak penghasilan yang ditangguh dalam keadaan
minus. Pada tahun 2008 ke tahun 2009 ROE mengalami penurunan yang disebabkan
oleh naiknya jumlah aktiva lancar dan aktiva tidak lancar.
Pada tingkat gross profit margin dari tahun 2007 sampai tahun 2011 selalu mengalami
peningkatan yang disebabkan oleh naiknya EBIT, kenaikkan tersebut didorong oleh
faktor meningkatnya beban pengembangan perusahaan, beban imbalan karyawan,
beban bunga dan beban lain-lain. Pada tahun 2008 ke tahun 2009 gross profit margin
mengalami penurunan yang disebabkan oleh naiknya penjualan.
Pada tingkat net profit margin dari tahun 2007 sampai tahun 2011 selalu mengalami
peningkatan karena bertambahnya nilai EAT (laba bersih) yang disebabkan oleh
meningkatnya nilai EBIT dan menurunnya beban pajak yang harus dibayar, sedangkan
menurunnya beban pajak disebabkan oleh beban pajak penghasilan yang ditangguh
dalam keadaan minus. Pada tahun 2008 ke tahun 2009 net profit margin mengalami
penurunan yang disebabkan oleh meningkatnya nilai penjualan.
Pada tingkat Total Assets Turn Over dari tahun 2007 sampai tahun 2011 selalu
mengalami peningkatan karena meningkatnya nilai penjualan.

Berdasarkan penilaian kinerja keuangan menggunakan metode Economic Value Added


(EVA), perusahaan pada tahun 2007 sampai tahun 2011 menunjukkan hasil yang positif
maka manajemen perusahaan telah mampu menciptakan nilai tambah bagi pemegang
saham atau investor.

Implikasi
Tingkat profitabilitas PT. Mustika Ratu Tbk sudah cukup baik, namun untuk
menghasilkan nilai yang lebih baik lagi pihak manajemen atau perusahaan bisa
menciptakan produk baru, membidik segmen pasar baru, serta menciptakan brand image
terhadadap produk yang sudah ada. Sehingga perusahaan mampu lebih mempertahankan
atau memaksimalkan volume penjualan agar laba yang dihasilkan dapat meningkat.
PT. Mustika Ratu Tbk perhitungan kinerja keuangan dengan metode economic value
added sudah sangat baik, untuk menghasilkan nilai yang lebih baik lagi pihak manajemen
atau perusahaan dapat mencari sumber pembiayaan yang murah dan meningkatkan
pendapatan. Hal tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak para investor yang akan
menginvestasikan dananya pada PT. Mustika Ratu Tbk.
Metode rasio keuangan pada PT. Mustika Ratu Tbk khususnya ratio profitabilitas dan
metode economic value added dapat diterapkan secara bersamaan. Ratio profitabilitas
dapat memberikan gambaran mengenai kinerja perusahaan secara historis, sedangkan

metode economic value added dapat memberikan gambaran mengenai kinerja perusahaan
yang berdasarkan nilai (value) karena EVA adalah ukuran nilai tambah ekonomis yang
dihasilkan oleh perusahaan sebagai dari aktivitas atau strategi manajemen.

DAFTAR PUSTAKA
Baridwan, Zaki. 2000. Intermedite Accounting, BPFE, Yogyakarta.
Darsono .2009. Manajemen Keuangan. Nusantara Consulting . Jakarta.
Dermawan Sjahrial. 2007. Manajemen Keuangan Lanjut. Mitra Wacana Madia. Jakarta.
Dykman, Thomas R. dkk. 2010. Akuntansi Intermediate. Edisi ke-3, Jilid 2, Penerbit
Erlangga, Jakarta.
Harahap, Sofyan Syafri. 2004. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, PT Raja Grafindo
Persada, Jakarta.
http://www.mustika-ratu.co.id/investor-financial-report.html diakses pada tanggal 28 April
2012.
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Empat,
Jakarta.
Indra Widjaja., dan Ario Adhiwibowo., 2009, Analisis Kinerja Keuangan PT. Telkom
Tbk Dengan Metode Economic Value Added, Jurnal organisasi dan manajemen. 2
(2), hal. 111-131.
Keown, Arthur J., et al, 2000. Basic Financial Management, Edisi ketujuh, Buku II, PT
Salemba Empat, Jakarta.
Madani. 2011. Neraca Di Mata Manajemen. http://www.madaniri.com/2009/06/17/neracadi-mata-manajemen/ pada tanggal 20 Maret 2011
Moses L. Singgih. 2008, Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Metode Economic
Value Added, Arthavidya : jurnal ekonomi. 1 (2), hal. 872-881.
Mugianto. 2007, Penggunaan analisa rasio keuangan dan konsep Economic Value Added
(EVA) untuk penilaian kinerja keuangan Perusahaan Real Estate yang Go Public di
Bursa Efek Jakarta (BEJ), Arthavidya : jurnal ekonomi. 8 (2), hal. 343-357.
Mulya, Hadi. 2010. Memahami Akuntansi Dasar, Edisi 2, Mitra Wacana Media, Jakarta.
Munawir. 2000. Analisis Laporan Keuangan. Liberty. Yogyakarta.
Nasution, Irma Yanti. 2009. Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Analisis Economic
Value Added (EVA) dan Financial Value Added (FVA) pada PT. Perkebunan
Nusantara IV. Medan
Riyanto, Bambang. 2001. Dasar Dasar Pembelanjaan Perusahaan. BPEF. Yogyakarta.

Sawir, Agnes. (2005). Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan.
PT Gramedia Pustaka, Jakarta.
Setiawan
Fahmi.
2011.
Tujuan
Laporan
Keuangan
Menurut
SAK.
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/presenting/2063103-tujuan-laporan
keuangan-menurut-sak/ pada tanggal 24 Maret 2011.
Suwardjono. (2008), Konservatisma. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan.
Edisi 3, Yogyakarta: BPFE
Tunggal, Amin Widjaja. 2001. Memahami Konsep Economic Value Added (EVA) dan
Value Based Management (VBM). Harvarindo, Jakarta.