Anda di halaman 1dari 29

Bab 12

SIKLUS PENDAPATAN:
PENJUALAN DAN
PENERIMAAN KAS
1.
2.

Nama Kelompok 3 :
Yuyung Wistriani
(1313015002)
Riski Puji Prasetyo
(1313015010)
3. Dian Martha N.S
(1313015013)
4. Nurul Musfirotin Janah(1313015018)

PENGERTIAN
Siklus pendapatan (revenue cycle)
adalah serangkaian aktivitas bisnis dan
operasi pemrosesan informasi terkait yang
terus-menerus dengan menyediakan barang
dan jasa kepada pelanggan dan menerima
kas sebagai pembayaran atas penjualan
tersebut.
Pertukaran informasi eksternal yang paling
utama dari siklus ini adalah dengan
pelanggan.

TUJUAN

Tujuan utama siklus pendapatan


adalah menyediakan produk yang
tepat di tempat yang tepat pada
saat yang tepat untuk harga yang
sesuai

Diagram Konteks Siklus Pendapatan

DIAGRAM ARUS DATA TINGKAT


0:
SIKLUS PENDAPATAN

Untuk mencapai tujuan tersebut, manajemen harus


membuat keputusan-keputusan penting sebagai berikut :
Sampai sejauh mana produk dapat dan harus
disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan
individu?
Seberapa banyak persediaan yang harus dimiliki dan di
mana persediaan tersebut harus ditempatkan?
Bagaimana seharusnya barang dagangan dikirim ke
pelanggan? Haruskah perusahaan menjalankan fungsi
pengiriman sendiri atau mengalihdayakan (outsourcing)
ke pihak ketiga yang berspesialisasi dalam bidang
logistik?
Berapakah harga optimal untuk setiap produk atau
jasa?
Haruskah kredit diperpanjang untuk pelanggan? Jika
demikian, persyaratan kredit apa yang seharusnya
ditawarkan? Seberapa banyak kredit yang dapat
diperpanjang untuk setiap pelanggan?
Bagaimana pembayaran pelanggan dapat diproses
untuk memaksimalkan arus kas?

EMPAT AKTIVITAS DASAR


PADA SIKLUS PENDAPATAN

1.
2.
3.
4.

Entri pesanan penjualan


Pengiriman
Penagihan
Penerimaan kas

SISTEM INFORMASI
SIKLUS PENDAPATAN
Proses
Para pelanggan AOE dapat
menempatkan pesanan
secara langsung melalui
Internet. Selain itu, tenaga
penjualan menggunakan
laptop portabel untuk
memasukkan pesanan ketika
menghubungi para
pelanggan.

UNTUK
MENDUKUNG SIKLUS
PENDAPATAN

ANCAMAN

PENGENDALIAN

Data induk yang tidak


akurat
atau tidak valid

Pengendalian integritas pemrosesan


data
Pembatasan akses ke data induk
Tinjauan atas seluruh perubahan
terhadap data induk
Pengendalian akses
Enkripsi

Pengungkapan yang tidak


diotorisasi atas informasi
sensitif
Kehilangan atau
penghancuran
data
Kinerja buruk
Pesanan yang tidak
lengkap/
tidak akurat
Pesanan yang tidak valid

Backup dan prosedur pemulihan


bencana
Laporan manajerial
Pengendalian edit entri data
Pembatasan akses ke data induk

Tanda tangan digital atau


tanda tangan tertulis
Piutang yang tidak tertagih Batas kredit
Otorisasi spesifik
Penuaan piutang

ANCAMAN

PENGENDALIAN

Kehabisan stok atau


kelebihan
persediaan

Sistem pengendalian persediaan perpetual


Penggunaan kode batang (bar code)atau RFID
Pelatihan
Perhitungan fisik persediaan secara periodik
Prediksi penjualan dan laporan aktivitas

Pengungkapan yang tidak Pengendalian akses


diotorisasi atas informasi Enkripsi
sensitif
Kehilangan atau
penghancuran
data

Backup dan prosedur pemulihan bencana

Memilih barang yang


salah atau kuantitas yang
salah
Pencurian persediaan

Teknologi kode batang dan RFID


Rekonsiliasi daftar pemilihan untuk detail
pesanan penjualan
Pembatasan akses fisik ke persediaan

ANCAMAN

PENGENDALIAN

Kesalahan pengiriman

Pembatasan akses fisik ke persediaan


Dokumentasi seluruh transfer persediaan
Teknologi RFID dan kode batang
Perhitungan fisik persediaan secara periodik dan
rekonsiliasi terhadap kuantitas tercatat
Pemisahan fungsi penagihan dan pengiriman
Rekonsiliasi secara periodik atas faktur dengan
pesanan penjualan, kartu pengambilan, dan
dokumen pengiriman
Konfigurasi sistem untuk memasukkan data
harga secara otomatis
Pembatasan akses ke data induk harga
Pengendalian edit entri data
Rekonsiliasi dokumen pengiriman
Pengendalian entri data
Rekonsiliasi total batch
Pengiriman laporan bulanan kepada para
pelanggan
Rekonsiliasi buku pembantu piutang di buku

Kegagalan untuk
menagih
Kesalahan penagihan

Kesalahan posting
dalam piutang

ANCAMAN

PENGENDALIAN

Memo kredit
yang tidak
akurat atau
tidak valid

Pemisahan tugas otorisasi memo kredit baik dari entri


pesanan penjualan aupun pemeliharaan rekening
pelanggan
Konfigurasi sistem untuk memblokir memo kredit
kecuali ada dokumentasi yang sesuai dengan
pengembalian barang rusak atau otorisasi yang spesifik
Pemisahan
tugas
oleh manajemen
Penggunaan EFT, FEDI, dan peti uang (lockbox) untuk
meminimalkan penanganan pembayaran pelanggan oleh
pegawai
Persetujuan yang segera dan terbatas atas seluruh
pengecekan pelanggan
Pengaturan
peti uang, EFT, atau kartu kredit
dll
Diskon atas pembayaran segera dari pelanggan
Anggaran arus kas

Pencurian kas

Masalah arus
kas

ENTRI PESANAN
PENJUALAN
Siklus pendapatan dimulai dengan menerima
pesanan dari para pelanggan.
Proses entri pesanan penjualan mengharuskan tiga
langkah:

mengambil pesanan pelanggan


mengecek dan menyetujui kredit pelanggan, dan
mengecek ketersediaan persediaan

MENGAMBIL PESANAN PELANGGAN


Data pesanan pelanggan dicatat dalam sebuah
dokumen pesanan penjualan, biasanya sebuah
formulir elektronik. Cara lain bagi pelanggan adalah
menggunakan electronic data interchange (EDI)
untuk mengirimkan pesanan secara elektronik
dalam format yang kompatibel dengan sistem
pemrosesan pesanan penjualan perusahaan.

PERSETUJUAN KREDIT

Batas kredit (credit limit) adalah saldo


rekening maksimum yang dizinkan manajemen
untuk seorang pelanggan berdasarkan sejarah
kredit masa lalunya dan kemampuan untuk
membayar. Jadi, untuk pelanggan yang sudah ada,
persetujuan kredit hanya melibatkan pengecekan
file induk pelanggan untuk memverifikasi adanya
rekening, mengidentifikasi batas kredit pelanggan,
dan memverifikasi bahwa jumlah dari pesanan plus
saldo rekening terbaru tidak melebihi batasnya.
Proses ini dapat dilakukan secara otomatis oleh
sistem.

MENGECEK KETERSEDIAAN
PERSEDIAAN
Tenaga penjualan juga perlu menentukan
apakah persediaan cukup tersedia untuk
mengisi pesanan sehingga para pelanggan
dapat mengetahui tanggal pengiriman yang
diharapkan.

PENGIRIMAN
proses ini terdiri atas dua langkah:
(1) memilih dan mengepak pesanan
(2) mengirimkan pesanan.
MENGAMBIL DAN MENGEPAK
PESANAN
Kartu pengambilan yang dibuat oleh
proses entri pesanan penjualan akan
memicu proses pengambilan dan
pengepakan.
Para pekerja gudang menggunakan
kartu pengambilan untuk
mengidentifikasi produk dan kuantitas
dari setiap produk untuk
mengeluarkannya dari persediaan.

DIAGRAM ARUS DATA


TINGKAT 1:
PENGIRIMAN

ANCAMAN

PENGENDALIAN

risiko pengambilan
barang yang salah
atau dalam kuantitas
yang salah

Pemindai kode batang dan RFID


Teknologi pergudangan otomatis

pencurian persediaan

Persediaan harus disimpan dalam sebuah


lokasi aman dengan akses fisik yang
terbatas
Seluruh transfer persediaan dalam
perusahaan harus didokumentasikan
Penggunaan teknologi komunikasi nirkabel
dan label RFID
rekonsiliasikan secara periodik
perhitungan fisik persediaan di tangan

MENGIRIM PESANAN
Setelah dikeluarkan dari gudang, barang dikirimkan
ke pelanggan.
Setelah petugas pengiriman menghitung barang
yang dikirim dari gudang, nomor pesanan penjualan,
nomor barang, dan kuantitas dimasukkan
menggunakan terminal online. Proses ini
memperbarui kolom kuantitas di tangan dalam file
induk persediaan. Proses ini juga menghasilkan
sebuah slip pengepakan dan berbagai salinan dari
bill of lading.
Slip pengepakan (packing slip) mencantumkan
kuantitas dan deskripsi setiap barang yang
disertakan dalam pengiriman.
Bill of lading atau konosemen adalah sebuah
kontrak hukum yang menjelaskan tanggung jawab
atas barang dalam transit.

ANCAMAN

PENGENDALIAN

Pencurian

Rekonsiliasi yang teratur atas informasi mengenai


pengiriman dengan pesanan penjualan
Sistem RFID dapat menyediakan informasi secara realtime mengenai status pengiriman sehingga dapat
menyediakan informasi tambahan mengenai
kemungkinan penundaan.
Kode batang dan label RFID
Pengendalian entri
Sistem ERP harus dikonfigurasi untuk memblokir
jalur barang pada pesanan penjualan setelah dokumen
pengiriman dicetak

Kesalahan
pengiriman

PENAGIHAN
PENAGIHAN FAKTUR

Penagihan yang akurat dan tepat waktu untuk


barang yang dikirim sangat penting. Aktivitas yang
terlibat hanyalah sebuah informasi yang
memproses aktivitas yang mengemas ulang dan
meringkas informasi dari entri pesanan penjualan
dan aktivitas pengiriman. Aktivitas ini memerlukan
informasi dari departemen pengiriman yang
mengidentifikasi barang dan kuantitas yang dikirim
dan informasi mengenai harga dan setiap
persyaratan penjualan khusus dari departemen
penjualan.
Sebuah sistem akuntansi yang didesain dengan
baik dapat mengeliminasi seluruh kebutuhan untuk
membuat dan menyimpan faktur, setidaknya
dengan pelanggan yang memiliki sistem yang sudah
canggih.

ANCAMAN

PENGENDALIAN

Kegegalan
penagihan

Pemisahan fungsi pengiriman dan penagihan


dokumen pengiriman dengan
faktur penjualan untuk menghasilkan laporan
pengiriman yang fakturnya belum dibuat
memiliki sistem yang memuat data yang tepat dari
file induk harga
membatasi kemampuan dari pegawai untuk
membuat perubahan data tersebut

Kesalahan
penagihan

PEMELIHARAAN PIUTANG
Fungsi bagian piutang, yang melapor kepada kontrolir,
menjalankan dua tugas utama:
1.

2.

Menggunakan informasi dalam faktur penjualan untuk


mendebit rekening pelangga, dan
Berikutnya mengkredit rekening tersebut ketika pembayaran
diterima.

Dua cara dasar untuk memelihara piutang adalah metode


faktur terbuka dan saldo maju.
Dalam metode faktur terbuka (open-invoice method),
pelanggan biasanya membayar berdasarkan setiap faktur.
Biasanya, dua salinan faktur dikirimkan ke pelanggan,
yang diminta untuk mengembalikan satu salinan dengan
pembayaran. Salinan ini adalah dokumen yang dapat
dikembalikan kembali (turnaround document) yang disebut
sebagai nota pengiriman uang (remittance advice).
Pembayaran dari pelanggan kemudian diterapkan dengan
faktur-faktur tertentu. Sebaliknya, dalam
Dalam metode saldo maju (balance-forward method),
para pelanggan biasanya membayar berdasarkan jumlah
yang ditunjukkan dalam laporan bulanan, bukannya
berdasarkan pada setiap faktur. Laporan bulanan
(monthly statement) mencantumkan seluruh transaksi,
termasuk penjualan dan pembayaran, yang terjadi selama
sebulan yang lalu dan informasi atas saldo piutang
terakhir pelanggan.

ANCAMAN

PENGENDALIAN

Kesalahan dalam
memelihara rekening
pelanggan

Pengecekan edit entri data


total batch dapat menyediakan sarana tambahan
untuk mendeteksi kesalahan posting
Mengirimkan laporan rekening bulanan kepada
setiap pelanggan
memverifikasi akurasi perbaruan terhadap
piutang yang terdapat di rekonsiliasi catatan
piutang buku besar pembantu dengan buku besar
Pemisahan tugas yang tepat
umum
Sistem ERP harus dikonfigurasikan untuk
memblokir memo kredit yang tidak ada di
dokumen tervalidasi yang barang tersebut telah
diretur oleh pelanggan

menerbitkan memo
kredit untuk
menghapus saldo
rekening untuk
seorang teman
atau untuk menutupi
pencurian kas atau
persediaan

PENERIMAAN KAS
Oleh karena kas dan cek pelanggan dapat dicuri
dengan mudah, penting untuk mengambil langkahlangkah yang tepat untuk mengurangi risiko
pencurian.
Fungsi piutang tidak harus memiliki akses fisik
terhadap kas atau cek. Sebaliknya, kasir
menangani pengiriman uang pelanggan dan
menyetorkannya ke bank.
Teknologi informasi dapat menyediakan efisiensi
tambahan dalam penggunaan peti uang. Dalam
sebuah pengaturan peti uang elektronik
(electronic lockbox), bank secara elektronis
mengirimkan informasi pada perusahaan mengenai
nomor rekening pelanggan dan jumlah yang
dikirimkan segera setelah bank menerima dan
memindai cek-cek tersebut.

ANCAMAN

PENGENDALIAN

Pencurian kas

1. Pemisahan tugasorang yang menangani (setoran)


pembayaran dari para pelanggan seharusnya tidak: memposting pengiriman uang ke rekening pelanggan;
membuat atau mengotorisasi memo kredit; merekonsiliasi
rekening bank.
2. Penggunaan EFT, FEDI, dan peti uang (lockbox) untuk
meminimalkan penanganan pembayaran pelanggan oleh
pegawai
3. Mendapatkan dan menggunakan sebuah UPIC untuk
menerima pembayaran EFT dan FEDI dari para
pelanggan.
4. Segera setelah membuka surat, membuat daftar seluruh
pembayaran pelanggan yang diterima
5. Persetujuan yang segera dan terbatas atas seluruh
pengecekan pelanggan
6. Memiliki dua orang yang membuka seluruh surat yang
1. Pengaturan
petipembayaran
uang, EFT, atau
kartu kredit
mungkin berisi
pelanggan
2.
atas pembayaran
7. Diskon
Penggunaan
mesin kasir segera dari pelanggan
3.
arus kas
8. Anggaran
Setoran harian
dari seluruh penerimaan kas

Masalah arus
kas

EFT
&
FED
I

RINGKASAN
Sistem akuntansi sebuah organisasi harus
didesain untuk memaksimalkan efisiensi dan
efektivitas dengan empat aktivitas siklus
pendapatan dasar (entri pesanan penjualan,
pengiriman, penagihan, dan penerimaan kas) yang
dijalankan. Sistem akuntansi tersebut juga harus
menggabungkan prosedur pengendalian internal
yang memadai untuk menanggulangi ancaman
seperti penjualan tidak tertagih, kesalahan
penagihan, dan hilangnya atau penyalahgunaan
persediaan dan kas. Prosedur pengendalian juga
diperlukan untuk memastikan bahwa informasi
yang disediakan untuk pembuatan keputusan
akurat dan lengkap.
Pada akhirnya, untuk memfasilitasi pembuatan
keputusan strategis, sistem akuntansi harus
didesain untuk mengakomodasi integrasi atas data
yang dihasilkan secara internal dengan data dari
sumber eksternal.