Anda di halaman 1dari 23

SISTEM PERNAFASAN

INVERTEBRATA

PORIFERA
Sistem
Pernapasan
pada
Porifera - Porifera bernapas
dengan cara memasukkan air
melalui pori-pori (ostium) yang
terdapat
pada
seluruh
permukaan tubuhnya, masuk
ke dalam rongga spongocoel.
Proses pernapasan selanjutnya
dilakukan
oleh
sel
leher
(koanosit), yaitu sel yang
berbatasan langsung dengan
rongga spongocoel. Aliran air
yang masuk melalui ostium
menuju
rongga
spongocoel
membawa oksigen sekaligus
zat-zat makanan. Pengikatan
O2
dan
pelepasan
CO2
dilakukan
oleh
sel
leher
(koanosit). Selain melakukan
fungsi pernapasan, sel leher

COLENTERAT
A
Coelenterata tersusun dari
dari dua lapisan sel, yaitu
lapisan luar berasal dari
ectoderm
dan
lapisan
dalam
berasal
dari
endoderm. Lapisan sel
yang
berasal
dari
ectoderm
disebut
epidermis
dan
lapisan
yang
berasal
dari
endoderm
disebut
gastrodermis. Pertukaran
gas terjadi secara difusi
pada
sel
di
luar
permukaan tubuh yang
bersentuhan dengan air.
Untuk
respirasi,
coelenterata mempunyai
alat bantu berupa lekukan
jaringan yang terdapat

COLENTERAT
A

PLATYHELMINT
HES
Pernapasan
dilakukan
secara difusi oleh seluruh
sel tubuhnya. Proses ini
terjadi karena tubuhnya
yang pipih. Sistem eksresi
pada
kelompok
Platyhelminthes tertentu
berfungsi untuk menjaga
kadar air dalam tubuh.
Kelompok Platyhelminthes
tertentu memiliki sistem
saraf tangga tali. Sistem
saraf tangga tali terdiri
dari sepasang simpul saraf
(ganglia)
dengan
sepasang tali saraf yang
memanjang
dan
bercabang-cabang
melintang seperti tangga.

NEMATELMINTHE
S
Nemathelminthes tidak memiliki

sistem respirasi, pernapasan


dilakukan secara difusi melalui permukaan tubuh.Organ reproduksi
jantan dan betina terpisah dalam individu berbeda.

ANNELIDA
Tidak mempunyai sistem respirasi sehingga
pernapasan dilakukan melalui kulit atau dengan
insang dan hanya dapat terjadi ketika kulit lembab.

MOLUSCA
Hewan bertubuh lunak (Mollusca) yang hidup di air,seperti
siput, cumi-cumi, dan kerang (Bivalvia)
bernapasmenggunakan insang. Aliran airmasuk ke dalam
insang dan terjadi pertukaran udara dalamlamela insang.
Mollusca yang hidup di darat, seperti siputdarat (bekicot)
bernapas menggunakan paru-paru.
Sistem pernapasan dilakukan oleh satu atau banyak insang
yang disebut ktenidium atau sebuah paru-paru di dalam
rongga mantel, oleh mantel, atau oleh epidermis.

ARTHROPOD
Laba-laba
Kalajengking
A

- Laba-laba (Arachnida) dan kalajengking


(Scorpionida) bernapas dengan paru-paru buku. Paru-paru buku ini
merupakan invaginasi (pelekukan ke dalam) abdomen. Paru-paru
buku memiliki banyak lamela seperti halaman buku yang dipisahkan
oleh batang-batang sehingga udara dapat bergerak bebas. Udara
dari luar, masuk melalui spirakel secara difusi. Selanjutnya, udara
masuk di antara sel-sel lamela dan berdifusi dengan pembuluh
darah di sekitar lamela.

Arthropoda yang hidup di air,


misalnya dari golongan Crustacea
(udang-udangan), seperti udang
dan ketam, bernapas dengan
insang buku.

ECHINODERMA
TA
Echinodermata bernafas menggunakan

paru-paru kulit atau dermal


branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom)
yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada
bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada
pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas dengan
menggunakan kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di
dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel
amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar
tubuh.