Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Siklus I

Sekolah
Mata Pelajaran

:
:

Kelas/ Semester

IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)


:

VIII (Delapan)/Semester I

Materi Pokok

Pertumbuhan dan Perkembangan

Alokasi waktu

2 X 40 menit (Pertemuan 1)

I.

Standar Kompetensi

1. Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.


II. Kompetensi Dasar

1.1 Menganalisis pentingnya pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.


III. Indikator
1. Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup
2. Menyimpulkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup
IV. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat:


1. Mendeskripsikan pengertian pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup
2. Membedakan antara pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup
3. Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup
4.

Membedakan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dan tumbuhan

Karakter siswa yang diharapkan :


Disiplin (Discipline)
Rasa hormat dan perhatian (respect)
Tekun (diligence)
Tanggung jawab (responsibility)
Ketelitian (carefulness)

V. Materi Pembelajaran

A. Pertumbuhan dan perkembangan


Pertumbuhan dan perkembangan merupakan salah satu ciri organisme. Pertumbuhan merupakan proses
bertambahnya ukuran (volume) sel dan jumlah sel makhluk hidup yang sifatnya tidak dapat kembali lagi
(irreversible). Artinya, individu yang telah tumbuh besar tidak akan kembali lagi keukuran semula. Bersifat
kuantitatif, tetap. Dimana proses pertumbuhan melalui proses membelah, memanjang dan melebar.
Perkembangan merupakan suatu perubahan teratur dan seringkali menuju keadaan yang lebih tinggi
(kompleks) atau kedewasaan. Pertumbuhan dapat diukur (kualitatif), dapat dilihat morfologisnya dan bersifat

reversible (dapat kembali keukuran semula) sedangkan perkembangan tidak dapat diukur. Pertumbuhan dan
perkembangan pada makhluk hidup berlangsung bersamaan.
B.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

1. Faktor Luar (Eksternal)


Faktor luar yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup berasal dari faktor
lingkungan. Beberapa faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup,
yaitu:

a. Makanan atau Nutrisi


Makanan merupakan bahan baku dan sumber energi dalam proses metabolisme tubuh. Kualitas dan
kuantitas makananakan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Zat gizi yang
diperlukan manusia dan hewan adalah karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Sedangkan bagi
tumbuhan, nutrisi yang diperlukan berupa air dan zat hara yang terlarut dalam air.
b. Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk menunjang pertumbuhan dan
perkembangannya. Suhu ini disebut suhu optimum, misalnya suhu tubuh manusia yang normal adalah sekitar
37C. Pada suhu optimum, semua makhluk hidup dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
c. Cahaya
Cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Tumbuhan sangat
membutuhkan cahaya matahari untuk fotosintesis. Namun keberadaan cahaya ternyata dapat menghambat
pertumbuhan tumbuhan karena cahaya dapat merusak hormon auksin yang terdapat pada ujung batang.
d. Air dan Kelembapan
Air dan kelembapan merupakan faktor penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Air sangat
dibutuhkan oleh makhluk hidup. Tanpa air, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup. Air merupakan tempat
berlangsungnya reaksi-reaksi kimia di dalam tubuh. Tanpa air, reaksi kimia di dalam sel tidak dapat berlangsung,
sehingga dapat mengakibatkan kematian.
Kelembapan adalah banyaknya kandungan uap air dalam udara atau tanah. Tanah yang lembab
berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tumbuhan. Kondisi yang lembab banyak air yang dapat diserap oleh
tumbuhan dan lebih sedikit penguapan.
e. Tanah
Bagi tumbuhan, tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya. Tumbuhan akan
tumbuh dan berkembang dengan optimal bila kondisi tanah tempat hidupnya sesuai dengan kebutuhan nutrisi
dan unsur hara.

2. Faktor Dalam (Internal)


Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan berasal dari dalam tubuh makhluk
hidup sendiri. Yang termasuk kategori ini adalah faktor gen dan keadaan hormon yang merangsang
pertumbuhan.

a. Gen

Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat
makhluk hidup,misalnya bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit, warna bunga, warna bulu, rasa buah, dan
sebagainya.
b. Hormon
Hormon merupakan zat yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun
kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh.
Hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup beragam jenisnya.

1) Hormon pada tumbuhan


Hormon pada tumbuhan sering disebut fitohormon atau zat pengatur tubuh. Beberapa di antaranya adalah:
a. Auksin
b. Sitokinin
c. Giberelin
d. Etilen, dan
e. Asam absisat

2) Hormon pada hewan


Beberapa hormon pertumbuhan pada hewan adalah sebagai berikut.
a. Tiroksin
b. Somatomedin
c. Ekdison dan juvenil

3) Hormon pada manusia


Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu, yaitu suatu kelenjar yang tidak mempunyai
saluran. Beberapa hormon pertumbuhan pada manusia antara lain sebagai berikut:
a. Hormon tiroksin
b. Hormon pertumbuhan (Growth hormon - GH)
c. Hormon testosteron
d. Hormon estrogen/progresteron
C. Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Berbunga
Pertumbuhan pada tumbuhan terjadi di daerah meristematis (titik tumbuh), yaitu bagian yang
mengandung jaringan meristem. Misalnya dilihat dari biji kacang tanah, bagian kulit biji (testa) dikupas maka kita
akan menemukan calon individu baru.
1. Perkecambahan
Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan embrio pada biji tumbuhan.
Berdasarkan letak kotiledonnya pada saat berkecambah, perkecambahan dibagi menjadi dua tipe,
yaitu hipogeal dan epigeal.
2. Pertumbuhan Primer
Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas jaringan meristem primer atau
disebut juga meristem apikal. Titik tumbuh primer terbentuk sejak tumbuhan masih berupa embrio. Jaringan

ajaran

ajaran

meristem ini terdapat di ujung batang dan ujung akar. Akibat pertumbuhan ini, akar dan batang tumbuhan
bertambah panjang.
Pada titik tumbuh, pertumbuhan terjadi secara bertahap. Oleh karena itu daerah pertumbuhan dapat
dibedakan menjadi tiga, yaitu daerah pembelahan, daerah perpanjangan, dan daerah diferensiasi.
3. Pertumbuhan Sekunder
Pertumbuhan sekunder disebabkan oleh aktivitas jaringan meristem sekunder. Contoh jaringan meristem
sekunder adalah jaringan kambium pada batang tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Sel-sel jaringan kambium
senantiasa membelah.

D. Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Hewan


Proses pertumbuhan dan perkembangan hewan dimulai dari proses pembelahan pada zigot. Zigot
merupakan hasil fertilisasi (pembuahan) sel telur oleh sperma. Zigot akan berkembang menjadi embrio.

1. Tahapan Perkembangan Hewan


Tahapan perkembangan pada hewan secara umum memiliki urutan sebagai berikut:

a. Pembelahan sel
Zigot merupakan satu sel yang berasal dari peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Zigot
mengalami pembelahan mitosis dari satu sel menjadi dua sel, kemudian menjadi empat sel, delapan sel, enam
belas sel, dan seterusnya.
Pembelahan terus berlanjut sampai berbentuk seperti bola padat yang disebut morula. Selanjutnya bagian
tengah dari morula membentuk lubang berisi cairan, dan lubang itu disebut blastosoel. Bentukan seperti ini
disebut blastula (embrio).

b. Gastrulasi (pembentukan usus)


Sel yang terus mengalami pembelahan sel akan membentuk lapisan-lapisan dan kumpulan yang berbeda.
Lapisan tersebut terdiri dari lapisan luar (ektoderm), endoderm, dan mesoderm.
Ektoderm membentuk struktur tubuh paling luarseperti kulit, sistem saraf, hidung, anus, kelenjar-kelenjar
kulit, dan mulut. Mesoderm akan membentuk struktur organ penyusun rangka tubuh seperti tulang belakang,
rongga perut dan rongga dada. Endoderm membentuk organ-organ dalam.

c. Pembentukan Organ
Setelah gastrulasi selesai, selanjutnya lapisan ektoderm, endoderm, dan mesoderm berkembang menjadi
jaringan khusus yang kemudian membentuk berbagai organ.

VI. Strategi Pembelajaran


: Kooperatif teknik Numbered Heads Together (NHT) dengan Two Stay Two Stray (TSTS)
: Diskusi kelompok, diskusi informasi, diskusi Kelas

VII.

Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan

Wak
tu

a. Apersepsi :
Guru memberikan pertanyaan kepada siswa : Saat kalian
kelas VII kalian telah mempelajari Ciri-Ciri Makhluk Hidup,
coba sebutkan apa saja ciri-ciri dari makhluk hidup?
b. Motivasi :
Guru memberikan motivasi kepada siswa dengan mengajukan
pertanyaan : Coba kalian perhatikan tumbuhan dan hewan
Pendahul
uan

yang ada di sekitar kalian, mengapa tumbuhan dan hewan


tersebut dapat tumbuh besar?

c. Menginformasikan tujuan pembelajaran

10
meni
t

d. Menjelaskan langkah-langkah pembelajaran Numbered Heads


Together (NHT) dengan Two Stay Two Stray (TSTS)
e. Pengelolaan Kelas:
Membagi siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan
jumlah siswa yang ada, masing-masing kelompok terdiri dari 4
orang siswa (heterogen) dan setiap siswa memiliki nomor diri.
Inti

1. Eksplorasi

Guru menyajikan materi pelajaran dengan menggunakan


media berupa charta.

Guru mengajukan pertanyaan dengan menunjuk beberapa

15
meni
t

siswa berdasarkan nomor kepala.


Numbered
2. Elaborasi

Guru membagikan Lembar Diskusi Siswa


(LDS) kepada setiap kelompok.

Heads

meni

Together (N

HT)

Setelah selesai mengerjakan LDS, dua orang dari masingmasing kelompok menjadi tamu ke-dua kelompok yang lain.

Dua orang yang tinggal dalam kelompok bertugas


membagikan hasil kerja dan informasi ke tamu mereka.

Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri


dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.

10
meni
t

Two Stay
Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka,
serta menentukan jawaban.

Guru memanggil nomor di


kepala siswa untuk menjawab pertanyaan yang
telah dikerjakandengan mengocok kartu.

Guru mempersilahkan kepada kelompok lain untuk


menanggapi hasil presentasi kelompok.

3. Konfirmasi

Guru memberikan penguatan dari jawaban yang telah

10

Two

meni

Stray (TST

S)

dilontarkan siswa kepada guru.

Guru memberikan penilaian terhadap setiap pertanyaan


yang dijawab.

5
meni
t

Numbered

Penutup

Guru bersama siswa merangkum kembali materi yang sudah


dipelajari.

20

Heads

meni

Together (N

HT)

5
meni
t

VIII. Media dan Sumber Pembelajaran :


1. Media Pembelajaran

: Charta Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan dan pada Hewan

2. Sumber Pembelajaran

: Buku Paket IPA Biologi untuk SMP Kelas VIII Penerbit Erlangga

Buku Paket Biologi SMP Kelas VIII Penerbit BSE


Browsing internet

IX. Penilaian

Jenis tagihan

: Tes tertulis, laporan kelompok

Bentuk Instrumen

: LDS

Contoh Instrumen

: Terlampir

Sukabumi, 4 September 2012

Mengetahui,

Guru Bidang Studi

Peneliti

Fenny Rachmasari, S.Pd.

Retno Ayu Purnamasari


NPM 036108075

LEMBAR DISKUSI SISWA (LDS)

Materi

: Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan dan Hewan I

Nama Kelompok

Nama Anggota

: 1.
2.
3.
4.

Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar !


1.

Sebutkan ciri dari pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dan hewan !

2. Sebutkan dan jelaskan faktor luar dan faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan !
3. Dua kecambah diletakkan di suatu tempat, yang satu terkena cahaya, sedangkan yang lain tidak terkena
cahaya. Kecambah yang diletakkan di tempat gelap jauh lebih panjang dari pada kecambah yang diletakkan di
tempat terang. Hal itu menunjukan bahwa.
4.

Tuliskan beberapa contoh masing-masing dari pertumbuhan dan perkembangan!

5. Sebutkan tiga daerah pertumbuhan primer yang terletak di ujung akar dan ujung batang pada tumbuhan biji!
Jelaskan!
6.

Mengapa pada tumbuhan monokotil tidak terjadi pertumbuhan sekunder? Jelaskan !

7.

Mengapa

8.

Perhatikan gambar berikut:

hormon

giberelin

dapat

menormalkan

tumbuhan

yang

tumbuh

kerdil?

Pertumbuhan tanaman tersebut dipengaruhi oleh

Jawaban Lembar Diskusi Siswa

1. Pertumbuhan pada tumbuhan dapat dilihat dari bertambah besar dan tingginya batang. Sedangkan
perkembangannya dapat dilihat dengan adanya perubahan-perubahan pada bentuk batang, daun, akar,
munculnya bunga, dan terbentuknya buah. Adapun pertumbuhan pada hewan dapat dilihat dari semakin
besarnya badan hewan tersebut, sedangkan perkembangannya dapat disaksikan dari perubahan pada tubuh
dan kelakuan hewan tersebut.
2. Faktor luar : makanan dan nutrisi, suhu, cahaya, air dan kelembapan, tanah.
Faktor dalam: gen dan hormone
3. Cahaya merupakan faktor penghambat pertumbuhan karena kecambah yang diletakkan di tempat terang justru
pertumbuhannya terhambat, sehingga kecambahnya lebih pendek daripada kecambah yang diletakkan di tempat
gelap, karena di tempat gelap pertumbuhan kecambah tersebut tidak terhambat.
4. Pertumbuhan : 1) manusia bertambah bobot tubuhnya. 2) biji akan tumbuh menjadi tumbuhan besar. 3) manusia
bertambah tinggi badannya.
Perkembangan : 1) perubahan biji menjadi kecambah. 2) munculnya bunga. 3) metamorfosis dari ulat menjadi
kupu-kupu
5. Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:
a.

Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat
meristematik)

b.

Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah ini memiliki kemampuan
untuk membesar dan memanjang.

c.

Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai
fungsi dan struktur khusus.

6. Pada tumbuhan monokotil tidak mengalami pertumbuhan sekunder dikarenakan tidak memiliki kambium
sehingga batangnya tidak dapat tumbuh membesar. Kambium adalah lapisan jaringan meristematik pada
tumbuhan yang sel-selnya aktif membelah dan bertanggung jawab atas pertumbuhan sekunder tumbuhan.
Kambium ditemukan pada batang dan akar.
7. Hal tersebut dikarenakan fungsi hormon giberelin yang merangsang pembelahan dan pemanjangan sel.
8. Cahaya matahari, karena tumbuhan mencari arah datangnya cahaya. Karena cahaya tidak tepat berada di atas
tumbuhan, tumbuhan tumbuh miring mengikuti arah datangnya cahaya mataha