Anda di halaman 1dari 5

Case-finding

Case-finding digunakan untuk menemukan kasus baru sebagai identifikasi awal


individu atau keluarga dengan penyakit tertentu atau berisiko terhadap penyakit
tertentu, Liebman, Lamberti, dan Altice (2002) mencatat bahwa case-finding
sangat penting dalam beberapa sudut pandang. Pertama, dengan mengidentifikasi
individu dengan penyakit tertentu, pengobatan dini dapat diberikan secara tepat
waktu, sehingga dapat menurunkan morbiditas. Kedua, identifikasi dapat
mencegah penyebaran penyakit lebih jauh. Akhirnya, selain identifikasi awal
individu, proses case-finding juga signifikan dalam identifikasi individu berisiko
tinggi dan berfungsi sebagai kesempatan penting untuk pendidikan kesehatan dan
pengajaran untuk mempromosikan pencegahan primer penyakit, bahkan di antara
mereka ternyata tidak terinfeksi.
1. Identifikasi orang-orang dan keluarga yang memiliki risiko tertentu
melalui informasi dari surveilans, investigasi, dan / atau outreach.
Keparahan Risiko diintensifkan oleh faktor-faktor yang membuat individu dan
keluarga tidak menyadari, tidak dapat, atau tidak mau menanggapi. Risiko
meningkat ketika individu dan keluarga:
Tidak menyadari risiko
Kurang informasi atau pengertian mengenai risiko
Terisolasi dari media
Tidak dapat menanggapi
Tidak dapat menerima atau mengerti pesan, karena hal-hal tertentu,
seperti buta huruf, gangguan pendengaran dan penglihatan, atau
gangguan kognitif
Tidak berbicara dalam bahasa Indonesia atau hambatan bahasa
lainnya
Memiliki kepercayaan yang berlawanan dengan kesehatan
Kurang sumber daya, seperti keuangan, transportasi, perawatan anak,

atau keterampilan social


Tidak mau menanggapi, karena, takut konsekuensi negative yang
ditimbulkan lebih banyak daripada manfaatnya

Ibu tunggal yang anak-anaknya membutuhkan imunisasi tetapi


asuransi tidak mencakup layanan layanan pencegahan dan tidak
mampu membayar secara pribadi
2. Berhubungan dengan jaringan formal

maupun

informal

untuk

menemukan orang-orang yang teridentifikasi sebagai berisiko


Jaringan formal termasuk tenaga professional dan agensi yang berhubungan
dengan perawat secara regular dan memelihara sebuah hubungan, contoh,
rumah sakit dengan perencana pemulangan outpatient(pasien yang diobati di
rumah sakit tetpi tidak tinggal di rumah sakit), bertindak bersama coordinator
program untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, pekerja social, ahki
epidemiologi dll.
Jaringan informal adalah orang-orang atau organisasi yang berhubungan
dengan individu/ keluarga secara regular dan memelihara sebuah hubungan.
Case-finding yang berhasil sering kali bergantung pada perawat komunitas
dalam mengembangkan hubungan saling percaya dengan individu atau
keluarga.
3. Memulai aktifitas untuk memberikan informasi megenai sifat-sifat risiko,
apa yang bisa dilakukan tehadap risiko tersebut, dan bagaimana
pelayanan kesehatan dapat diperoleh
Perawat komunitas harus mendasarkan pendekatan kepada individu atau
keluarga pada alasan mereka untuk tidak mencari layanan kesehatan sendiri
Apabila individu aoatu keluarga yang berisiko tidak meyadari atau tidak
memahami

keparahan

atau

kemungkinan-kemungkinan

yang

membahayakan, Perawat komunitas harus memberikan pengajaran


mengenai kesehatan untuk mengurangi deficit pengetahuan dan mengajak

mereka menggunakan strategi mengajar dan konseling lebih jauh.


Apabila individu atau keluarga tidak menanggapi, perawat komunitas harus
bekerja bersama mereka untuk mengatasi hambatan-hambatan yang
dihadapi. Hal ini dapat digerakkan melalui memberikan konseling,
konsultasi, dan/atau advokasi untuk referral dan follow-up untuk

transportasi, bantuan keuangan, menyiapkan juru bahasa, penyediaan

perawatan anak, dll.


Apabila individu atau keluarga tidak mau menanggapi, perawat komunitas
harus mengembangkan hubungan saling percaya dengan mereka dan
kemudian mengidentifikasi sumber dari ketidakmauan mereka, seperti rasa
takut

atau

kecemasan.

dikembangkan,

perawat

Ketika

hubungan

saling

percaya

komunitas

harus

memberikan

telah

pengajaran

mengenai kesehatan, konseling, konsultasi, advokasi, atau referral


dan follow-up sesuai dengan kebutuhan
4. Jika tingkat risiko membahayakan individu, keluarga, atau masyarakat,
perawat komunitas harus menyediakan akses langsung ke layanan yang
diperlukan.
Contoh membahayakan yang menuntut respon segera perawat komunitas
meliputi:
Seseorang

yang

mendapatkan

manajemen

regimen

medikasi

psikotropik gagal untuk datang pada kunjungan ke perawat setiap


minggunya. Dalam usaha menghubungi klien, perawat mendapati
teleponnya tidak tersambung. Perawat dapat mengunjungi klien di
apartement klien, bicara dengan pemilik, cek dengan keluarga klien

untuk mencoba menemukannya dan menjamin kesejahteraan klien.


Bayi baru lahir yang gagal untuk mengembangkan berat badan yang
wajar dari serangkaian kunjungan. Perawat mmenentukan sang ibu
ambivalen dan tidak memiliki ikatan yang baik dengan bayinya. Perawat
mendatangi klien (ibu) untuk kunjungan ketiga dalam serangkaian
kunjungan yang direncanakan dan mendengar bayi menangis dalam
apartement tetapi tidak ada yang menjawab pintu. Setelah memeriksa
tetangga (yang tidak tahu keberadaan sang ibu), perawat menemui
manajer gedung, meyakinkan dia untuk membuka pintu, dan kemudian
menghubungi komisi perlindungan anak.

Seorang wanita anggota caregivers support group datang mengenakan


kacamat hitam dan syal yang menutupi kepala dan lehernya. Dia
mengatakan berpenampilan demikian karena rambut dan matanya
terkena debu setelah membersihkan rumah ibunya. Dia tampak tidak
mampu rileks selama acara berlangsung. Setelah anggota yang lain
pergi, dia masih tetap tinggal. Wanita tersebut takut untuk pulang karena
pacarnya sudah mulai memukulinya. Pacarnya menuduh wanita
tersebut berselingkuh karena dia seringkali pergi dan menghabiskan
banyak waktu sedangkan pacarnya menolak untuk percaya bahwa
wanita tersebut benar-benar sedang merawat ibunya yang sakit.
Perawat membantunya mengembangkan rencana untuk melindungi
dirinya mengingat semua undang-undang Negara dan peraturan yang

relevan saat ini.


5. Memenuhi semua persyaratan pelaporan yang diamanatkan oleh undangundang dan peraturan Negara seperti tentang penyakit menular yang
dilaporkan atau tentang indicator penganiayaan anak.
Best Practices for Case Finding
Best practices adalah rekomendasi untuk meningkatkan keunggulan dalam
melaksanakan intervensi case finding. Ketika peraawat mempertimbangkan
beberapa statement dibawah ini, kemungkinan keberhasilan akan meningkat. Best
practices didapat dari diskusi panel para pakar Public Health Nursing pendidik dan
praktisioner yang disatukan dengan evidence based dari literature keahlian
mereka. Best practices dibawah ini tidak disajikan dalam urutan peringkat tertentu
dan masing-masing best practices tidak selalu digunakan dalam seriap intervensi.
1. Gunakan data dari intervensi yang medahului case finding seperti
surveillance, investigasi penyakit, dan outreach.
Case finding paling sering mengikuti pelaksanaan intervensi yang lain. Adanya
surveillance, investigasi penyakit, dan outreach bertujuan untuk mengidentifikasi individu maupun keluarga yang tidak menanggapi intervensi.

Dengan demikian individu dan keluarga dijamin untuk lebih intensif terkait
dengan proses case finding.
2. RESORTS TO MORE INTENSIVE AND LESS CONVENTIONAL berarti
tergantung

pada

sumber

daya

yang

tersedia

dan

urgensi

yang

berhubungan dengan penemuan orang yang disebut KASUS.


Bechtel and Shriver menulis khusus tentang metode untuk menemukan lansia
yang tingkat fungsionalnya dapat menempatkan mereka pada risiko sakit atau
cedera. Penelitian Johnson ditargetkan pada kelompok pecandu heroin yang
berisiko terpapar HIV. Meskipun perbedaan antara sub-kelompok penelitian
tampak besar, namun kesamaan dalam metode yang digunakan dalam case
finding keduanya menawarkan banyak rekomendasi yang sama.
Berdasarkan hasil telaah literature dan kolektif pengalaman praktik, para pakar
mengembangkan daftar strategi penemuan kasus yang efektif meliputi:

Penggambaran lingkungan dengan cara door-to-door


Mendaftar bantuan dari layanan dan lain-lain mungkin dibutuhkan untuk
mengadapi individu atau keluarga seperti penjual Koran, teller bank, piata

rambut, dsb.
Mampir di tempat-tempat seperti binatu, pusat perbelanjaan, took video, bar,
dsb. Perawat mungkin tidak pergi ke tempat-tempat tersebut di hari kerja tetapi

klien (individu/keluarga) mungkin.


Pelatihan individu dari populasi sasaran untuk melakukan case finding di

lingkungan mereka
Memberikan pelatihan privat investigator yang melibatkan antar kegiatan
lainnya