Anda di halaman 1dari 56

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN DESAIN ELEMEN MESIN 3

Oleh :

Franco Federico
NIM : 2114121009

Jurusan Teknik Mesin


Fakultas Teknik
Universitas Jenderal Achmad Yani

Laporan Desain Elemen Mesin 3 ini telah diterima , disetujui, dan disahkan menjadi
syarat menyelesaikan mata kuliah Desain Elemen Mesin 3

Disetujui oleh:

Koordinator Praktikum :

Pembimbing Praktikum :

(Waran Rosihan, ST., MT.)

(Ir. Boyke tampubolon)

NID : 412147868

NID. 412123959

LEMBAR PERNYATAAN PENULIS


LAPORAN DESAIN ELEMEN MESIN 3
ANALISIS TEGANGAN TRANSMISI RODA GIGI KOPLING
YANG DI HITUNG PADA GIGI 4
PADA SEPEDA MOTOR SATRIA F 150

Saya yang bertanda tangan ibawah ini menyatakan bahwa laporan Desain Elemen mesin
3 ini adalah murni hasil pekerjaan saya sendiri tidak ada pekerjaan orang lain yang saya
gunakan tanpa menyebarkan sumbernya.

Materi dalam Desain Elemen Mesin 3 ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai
bahan untuk makalah Tugas Akhir/Laporan Desain Elemen Mesin lain kecuali saya
menyatakan dengan jelas bahwa saya menggunakannya.

Saya memahami bahwa laporan Desain Elemen Mesin 3 yang saya kumpulkan ini dapat
diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarism.
Bandung, 14 Juni 2014
Yang menyatakan

Franco Federico
NIM.2114121009
Mengetahui:
Koordinator Praktikum :

Pembimbing Praktikum

Laporan Desain Elemen Mesin 3 ini ku Persembahkan kepada :


(Waran Rosihan, ST., MT.)
(Ir. Boyke tampubolon)
NID : 412147868

NID. 412123959

Bapak dan Ibu Tercinta


Yang telah memberikan kasih sayang
Mendidik dan memberikan kesempatan kepadaku
Untuk belajar

Serta orang-orang yang membantu ku berjuang untuk menggapai


Cita - citaku

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur tidak henti hentinya penulis panjatkan kepada Allah SWT. dan kepada
junjunan besar kita Nabi Muhammad SAW. Sehingga penulis akhirnya
menyelesaika Laporan Desain Elemen Mesin 3

dapat

yang berjudul Analisis Tegangan

Transmisi Gigi kopling yang di hitung dari gigi 4 Pada Sepeda Motor Satria F 150 ini
tepat pada waktunya. Laporan ini merupakan salah satu syarat kelulusan Program
Pendidikan Studi S1 pada program studi mata kuliah Desain Elemen Mesin 3 Teknik
Mesin Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) Bandung tahun akademik
2014/2015, dimana setiap mahasiswa diwajibkan

membuat laporan Desain Elemen

Mesin 3 dan sebagai bentuk implementasi ilmu yang penulis dapat selama kegiatan
belajar di perkuliahan.

Dalam penyelesaian laporan Praktek Kerja Lapangan ini tentu banyak ditemukan
berbagai macam hambatan yang belum dapat penulis atasi tanpa bantuan berbagai pihak.
Maka pada kesempatan ini juga penulis sampaikan rasa terima kasih yang sebesar
besarnya kepada :

1. Keluarga penulis yang telah banyak memberikan support dalam segala


hal kepada penulis,
2. Bapak Waran Rosihan, ST., MT. Selaku Dosen yang telah memberikan
materi tentang perancangan pada saat perkuliahan berlangsung,
3. Bapak Bapak Boyke Tampubolon. ST. selaku pembimbing Desain
Elemen Mesin 3 yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing
dan juga mengoreksi kesalahan kesalahan dalam penulisan Laporan
Desain Elemen Mesin 3,
4. Teman teman Mahasiswa Teknik Mesin Reguler Sore yang selalu
memberikan semangat dan bantuan moril pada saat mengalami kendala
Kendala dalam menyelesaikan Laporan Desain Elemen Mesin 3.
Namun bagaimanapun juga laporan ini tentu tidak luput dari kekurangan. Maka
kritik dan saran yang sifatnya membangun sangatlah diharapkan oleh penulis.
Sehingga dengan adanya umpan balik berupa kritik dan saran dari pembaca maka
penulis dapat lebih menyempurnakan karyanya dikemudian hari.

Akhirnya segala puji hanyalah milik-Nya semata, dan hanya atas


petunjuk serta rahmat-Nya laporan ini dapat diselesaikan dan semoga pula dapat
memberikan manfaat pada seluruh pembaca.

Bandung, 14 Juni 2015

Franco Federico

ABSTRAK
Motor merupakan salah satu alat transportasi yang sering digunakan oleh manusia pada
saat ini. Selain itu, Sepeda Motor Sartia F 150 ini merupakan kendaraan yang banyak
diminati oleh masyarakat Indonesia khususnya kaum muda mudi. Ada beberapa komentar
dari para pengguna prihal transmisi Sepeda Motor ini, maka dari itu penulis mencoba
mengangkat materi ini dengan menghitung gaya dan tegangan yang terjadi pada transmisi
roda gigi Sepeda Motor Sartia F 150.

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN........................................................................i
LEMBAR PERNYATAAN PENULIS..............................................................ii
KATA PENGANTAR............................................................................... iv
ABSTRAK.............................................................................................. vi
DAFTAR ISI............................................................................................ vii
DAFTAR RUMUS.................................................................................. ix
DAFTAR GAMBAR................................................................................ xi
Bab I Pendahuluan............................................................................. 1
I.1

Latar Belakang.............................................................................1

I.2

Rumusan Masalah.........................................................................2

I.3

Tujuan......................................................................................... 2

I.4

Batasan Masalah...........................................................................2

I.5

Sistematika Penulisan.....................................................................3

BAB

II

LANDASAN TEORI................................................................4

2.1

Perkembangan Roda Gigi...............................................................4

2.2

Roda Gigi dengan Poros Sejajar...........................................5

2.3

Nama-nama Bagian Roda Gigi dan Ukurannya..................6

2.4

Profil Roda Gigi............................................................................ 7

2.4.1 Jarak Bagi Lingkar.............................................................9


2.4.2

Lingkaran Jarak Bagi.......................................................9

2.4.3

Diameter Kepala (dk).....................................................10

2.4.4

Diameter Kaki (Df).........................................................10

2.4.5

Tinggi Kepala Gigi (hk)..................................................11

2.4.6

Tinggi Kaki (hf)...............................................................11

2.4.7

Tinggi Gigi (H)................................................................11

2.4.8

Kelonggaran Puncak (Ck)..............................................11

2.4.9

Perbandingan Putaran dan Perbandingan Transmisi


12

2.5 Menaksir Ukuran Roda Gigi.............................................................12


2.6 TERMINOLOGI............................................................................. 13

Diametral pitch (P).........................................................................13


2.8 Profil roda gigi................................................................................16
2.9 Profil roda gigi (2)...........................................................................16

BAB III TAHAPAN ANALISA...............................................................18


3.1.

Diagram Alir Analisa Proses Perhitungan.........................................18

BAB IV PERHITUNGAN......................................................................27
Perhitungan:........................................................................................ 28
MencariNilaiBerat.................................................................................. 31
Analisa Gaya......................................................................................... 31
Mencari RR........................................................................................... 33
Mencari Torsi Pada Roda..........................................................................33
Kareana Ts berpudat pada poros roda maka...................................................33
BAB IV PENUTUP............................................................................... 43
5.1 Kesimpulan..................................................................................... 43
5.2 Saran............................................................................................. 44
referensi............................................................................................. 45

DAFTAR RUMUS

1. W
= Omega
2. Wt
= Beban yang dipindahkan
3. Wmt
= Berat Motor
4. Wbb
= Berat Bahan Bakar
5. Wbg
= Berat Bagasi
6. Wo 1
= Berat Orang 1
7. Wo 2
= Berat Orang 2
8. Wo 3
= Berat Orang 3
9. Aspal
= Koefisien Gesesk Aspal
10. Roda
= Koefisien Gesek Roda
11. <
= Kemiringan Tanjakan
12. Rr
= Hambatan Roda
13. Rrf
= Hambtan Roda Depan
14. Rrr
= Hambatan Roda Belakang
15. R
= Hambatan Tanjakan
16. Ri
= Hambatan Inersia
17. Mmt
= Massa dari motor
18. a
= Percepatan dari motor
19. dg
= Diameteral Gear
20. dp
= Diameteral Pinion
21. Ng
= Jumlah Gigi Gear
22. Np
= Jumlah Gigi Pinion
23. Nak
= Daya Aktual
24. Nmax
= Daya Maksima
25. m
= Modul
26. v
= Kecepatan
27. F
= Gaya
28. Fr
= Gaya Rantai
29. Ts
= Torsi Sprocket
30. Tt
= Torsi Pada Roda
31. Tak
= Torsi aksial
32. r
= Radius
33. rr
= Radius Rantai
34. rs
= Radius Sprocket
35. Kv
= Faktor Kecepatan
36. f
= Lebar gigi
37. y
= Factor luwis
38.
= Tegangan
39. t
= Waktu

( Rad/s)
(N)
(Kg)
(Kg)
(Kg)
(Kg)
(Kg)
(Kg)
()
(N)
(N)
(N)
(N)
(N)
(Kg)
(m/s)
(mm)
(mm)
(gigi)
(gigi)
(kW)
(kW)
(m/s)
( N)
(N)
(N/m)
(N/m)
( N/m))
(mm)
(mm)
(mm)
(mm)
(Mpa)
(s)

DAFTAR GAMB
gambar
gambar
gambar
gambar
gambar
gambar
gambar
gambar
gambar

2.
2.
2.
2.
2.
2.
2.
2.
2.

1
2
3
4
5
6
7
8
9

roda gigi lurus....................................................................5


nama nama bagian roda gigi.............................................6
Kaitan antara profil-profil roda gigi involut.........................8
Bagian Roda Gigi................................................................9
Teemonologi gear.............Error! Bookmark not defined.
SPUR GEAR......................Error! Bookmark not defined.
SPUR GEAR (2).................................................................15
profit roda gigi.................Error! Bookmark not defined.
profit roda gigi (2)............Error! Bookmark not defined.

Y
gambar 3. 1 Diagram alir proses perhitungan roda gigi.......................20
gambar 3. 2 DBB pasangan roda gigi kopling.....Error! Bookmark not
defined.

10

11

Bab I Pendahuluan
I.1 Latar Belakang
Rodagigi digunakan untuk mentransmisikan daya besar dan putaran yang
tepat. Rodagigi memiliki gigi di sekelilingnya, sehingga penerusan daya
dilakukan oleh gigi-gigi kedua roda yang saling berkait. Rodagigi sering
digunakan karena dapat meneruskan putaran dan daya yang lebih bervariasi dan
lebih kompak daripada menggunakan alat transmisi yang lainnya, selain itu
rodagigi juga memiliki beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan alat
transmisi lainnya, yaitu

Sistem transmisinya lebih ringkas, putaran lebih tinggi dan daya

yang besar.
Sistem yang kompak sehingga konstruksinya sederhana.
Kemampuan menerima beban lebih tinggi.
Efisiensi pemindahan dayanya tinggi karena faktor terjadinya slip
sangat kecil.

Kecepatan transmisi rodagigi dapat ditentukan sehingga dapat digunakan dengan


pengukuran yang kecil dan daya yang besar. Rodagigi harus mempunyai
perbandingan kecepatan sudut tetap antara dua poros. Di samping itu terdapat pula
rodagigi yang perbandingan kecepatan sudutnya dapat bervariasi. Ada pula
rodagigi dengan putaran yang terputus-putus. Dalam teori, rodagigi pada
umumnya dianggap sebagai benda kaku yang hampir tidak mengalami perubahan
bentuk dalam jangka waktu lama. Material yang dipilih adalah berdasarkan
analisa beban-beban yang kemungkinan terjadi atau mempengaruhi kerja roda
gigi.
Karena alasan tersebut disini penulis tertarik untuk melakukan perancangan
ulang terhadap roda gigi pada sisitem transmisi sepeda motor dengan analisa
beban-beban terlebih dahulu, motor yang digunakan untuk analisa perancangan ini
adalah Suzuki satria fu 150.

I.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan
beberapa masalah berikut :
1. Bagaimana beban-beban yang terjadi pada sepeda motor Suzuki satria
fu untuk pertimbangan perancangan roda gigi ?
2. Bahan apa yang akan digunakan untuk pembuatan roda gigi
berdasarkan analisa beban-beban yang terjadi?
I.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka tujuan
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui beban-beban yang terjadi pada sepeda motor Suzuki satria
fu, sehingga dapat mempertimbangkan beberapa parameter untuk
perancangan roda gigi.
2. Mendapatkan jenis bahan yang akan digunakan untuk perancangan
roda gigi berdasarkan analisa beban yang telah dianalisis.
I.4 Batasan Masalah
Dalam perancangan roda gigi ini, penulis tidak melakukan analisa secara
menyeluruh tetapi hanya pada beberapa bagian, sehingga ada beberapa masalah
yang penulis batasi, diantaranya:
1. Objek atau sepeda motor yang dianalisa adalah Suzuki satria fu 150.
2. Roda gigi yang dirancang adalah roda gigi lurus pada kopling yang di
transmisikan di percepatan 4 atau gigi ke 4 pada sepeda motor Suzuki
satria fu.
3. Anlaisa beban terhadap inersia roda dan akibat aerodinakika atau
udara tidak dilakukan

.
I.5 Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan pada laporan ini adalah sebagai berikut :

Bab 1 Pendahuluan
Dalam bab ini berisi latar belakang masalah, tujuan dari penelitian ini,
rumusan masalah yang akan dikaji, batasan masalah untuk mempersempit ruang
lingkup analisa ini, dan sistematika penulisan yang berisi tentang gambaran umum
mengenai isi setiap bab pada laporan ini.
Bab II Landasan Teori
Bab ini menjelaskan tentang dasar teori yang menyangkut sistem transmisi
roda gigi, teori perancangan roda gigi dan klasifikasi jenis roda gigi.
Bab III Tahapan Analisa
Bab ini berisi tentang tahapan urutan analisa dan perancangan roda gigi
serta persamaan-persamaan yang digunakan untuk analisa dan perancangan roda
gigi.
Bab IV Pembahasan
Bab ini berisi hasil perancangan dan perhitungan dan untuk perancangan
roda gigi.
Bab V Kesimpulan dan Saran
Bab ini berisi kesimpulan dan hasil dari analisa roda gigi lurus serta saran
untuk pengembangan laporan ini.

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Perkembangan Roda Gigi
Roda gigi berkembang dari suatu gagasan bahwa jika dua buah roda
yang berbentuk silinder atau kerucut saling bersinggungan pada

kelilingnya, jika roda yang satu diputar maka roda yang lain akan ikut
terputar. Prinsip seperti ini mengembangkan suatu alat penerus daya yang
disebut dengan roda gesek. Tetapi kemudian diketahui bahwa roda gesek ini
hanya baik untuk meneruskan daya yang kecil dan putaran yang rendah
(tidak terlalu tinggi), dan juga tidak dapat meneruskan putaran dengan
ketelitian yang baik. Hal ini disebabkan karena adanya sliding (slip)
diantara kedua permukaan roda gesek. Untuk mengatasi hal diatas, maka
dilakukan pengembangan sehingga akhirnya tercipta sistem roda gigi
seperti yang kita kenal sekarang ini.
Roda gigi sekarang ini banyak digunakan pada kehidupan sehari-hari,
mulai dari roda gigi kecil dan halus seperti pada jam tangan sampai roda
gigi untuk menggerakkan turbin berdaya puluhan mega watt pada
pembangkit tenaga listrik.
Pada sepasang roda gigi (transmisi roda gigi), putaran yang
dipindahkan dapat berlainan arah, atau searah (dengan tambahan roda gigi
perantara atau idler) dan jumlah putaran yang ditransmisikan dapat
dipercepat (increasing) atau diperlambat.
Selain putaran maka terjadi pula transmisi gaya dan daya yang secara
langsung terjadi pada profil gigi yang saling kontak, sehingga dalam
perencanaan roda gigi pemilihan ukuran profil gigi harus sesuai untuk
menerima gaya-gaya yang terjadi, sehingga sistem transmisi tersebut dapat
berfungsi.

2.2 Roda Gigi dengan Poros Sejajar.


2.2.1 Roda Gigi Lurus.
Merupakan roda gigi paling dasar dengan jalur gigi yang sejajar dengan
poros.

gambar 2. 1 roda gigi lurus

2.2.2 Definisi roda gigi lurus


Roda gigi gunanya untuk mentransmisikan daya besar dan putaran yang tepat
tidak dapat dilakukan dengan roda gesek..untuk itu ini, kedua roda gigi tersebut
harus dibuat bergigi pada kelilingnya, sehingga penerusan daya dilakukan oleh
kedua roda saling berkaitan. Orang pada umumnya tidak menyadari, banyak
pelajaran yang harus dipelajari tentang roda gigi lurus, alasan lainya untuk
pelajaran perencanan dan analisa roda gigi lurus. Langkah untuk mendesain roda
kita harus memahami yang terdiri diri dari empat bagian utama dibawah sebagai
berikut :

kinematik gigi roda gigi dan rangkaian roda gigi (gear).

Mempelajari tentang perbandingan kecepatan dari berbagai jenis rangkaian


roda gigi lurus.

Analisa gaya pada roda gigi dan rangkaian roda gigi.

Perencanaan yaitu, pencarian ukuran, dari roda gigi didasarkan pada kekuatan
bahan.

Perencanaan roda gigi didasarkan atas adanya perbandingan keausan sebagai


berikut :

Digunakan untuk mentransmisikan daya dan putaran antara 2 buah poros


yang paralel / sejajar, saling memotong dan saling menyilang.

Gigi-gigi nya dipotong paralel terhadap sumbu aksial dari poros

Roda gigi yang lebih kecil disebut pinion dan yang besar disebut gear

2.3 Nama-nama Bagian Roda Gigi dan Ukurannya


Dalam laporan ini perancang akan menitik beratkan perhitungan pada roda
gigi lurusnya saja dimana setalah dianalisa kenapa sering terjadi slip? ternyata
trasmisi paga gear box nya terutama pada roda gigi lurusnya yang kurang
berfungsi maksimal, maka dari itu perancang akan mencoba mengganti transmisi
roda gigi lurus pada pinion dan gearnya atau merancang ulang.
Nama-nama bagian utama roda gigi diperlihatkan pada gambar dibawah ini.
Adapun ukurannya dinyatakan dengan diameter jarak bagi, yaitu lingkaran khayal
yang menggelinding tanpa slip. Ukuran gigi dinyatakan dengan jarak bagi
lingkar, yaitu jarak sepanjang lingkaran jarak bagi antara profil dua gigi yang
berdekatan.

gambar 2. 2 nama nama bagian roda gigi

Lingkaran puncak (pitch circle) adalah suatu lingkaran teoritis yang


merupakan dasar dari semua perhitungan.

Pinion adalah roda gigi yang terkecil diantara dua roda gigi yang
berpasangan. Yang lebih besar sering disebut roda gigi (gear).

Jarak lengkung puncak adalah jarak yang diukur pada lingkaran


puncak, dari (circular pitch) ke suatu titik yang berkaitan pada gigi
disebelahnya.

Jumlah tebal gigi dan lebar antara (width of space) sama dengan jarak
lengkung.

Modul (module) m adalah perbandingan antara diameter puncak


dengan jumlah gigi. Modul adalah indeks dari ukuran gigi pada standar
SI.

Puncak diametral (diametral pitch) adalah perbandingan antara


jumlah gigi pada roda gigi dengan diameter puncak.

Adendum adalah jarak radial anatara bidang atas dengan lingkaran


puncak.

Dedendum adalah jarak radial dari bidang bawah kelingkaran.

Tinggi keseluruhan (whole depth) adalah jumlah addendum dan


dedendum.

Lingkaran kebebasan (clearance circle) adalah lingkaran yang


bersinggungan dengan lingkaran addendum dari pasangan roda gigi
tersebut.

Clearance adalah besaran yang disediakan dedendum bagi addendum


dari roda gigi pasangannya.

2.4

Profil Roda Gigi


Roda gigi memindahkan momen melalui kontak luncur antara
permukaan gigi berpasangan. Selama kontak ini kecepatan sudut kedua roda
gigi harus dapat dijaga tetap yang berarti putaran harus dapat berlangsung

dengan halus dan perbandingan tetap. Untuk itu harus dipilih kurva yang
sesuai dengan profil gigi. Kurva involut (envolven) adalah yang biasa
digunakan untuk roda gigi.
Kurva involut dapat di lukiskan dengan membuka benang dari
gulungannya yang berbentuk silinder-lintasan yang di tempuh ujung benang
sejauh mulai lepas dari permukaan silinder akan membentuk involut
lingkaran silinder dimana benang di ulung disebut lingkaran dasar.
Pada dua roda gigi yang dipasang ( lihat gambar 2.3 ) titik kontak
antara profil gigi pinion dan roda gigi yang ditarik menyinggung kedua
lingkaran dasar dan memotong garis sumbu 0102.
Garis singgung bersama ini disebut garis kaitan atau garis tekanan.
Jika titik dimana lingkaran kepala pinion memotong garis tekanan disebut k1
dan titik dimana lingkaran kepala roda gigi besar memotong garis tekanan
disebut k2, maka k1 dan k2 adalah panjang lintasan kontak antara pasangan
gigi yang saling mengait jika 0 102 memotong garis tekanan pada titik P,
maka lingkaran yang mempunyai jari-jari 01P dan 02P menjadi lingkaran
jarak bagi yang berpasangan ini.

gambar 2. 3 Kaitan antara profil-profil roda gigi involut

Jika diameter lingkaran dasar dinyatakan dengan dg (mm) dan jumlah gigi Z,
maka jarak bagi normal (ta) dapat ditulis :
8

ta

........................................................(2.1)

.d g
Z

Hubungan antara lingkaran dasar dg (mm) dan diameter lingkaran jarak bagi
d (mm) adalah :
............................................(2.2)

d g d cos

dimana : = sudut tekanan ( sudut PO, I )


2.4.1 Jarak Bagi Lingkar
Jika diameter jarak bagi dinyatakan d (mm) dan jumlah gigi dengan Z,
maka jarak bagi lingkar t (mm) dapat di tulis sebagai berikut :

gambar 2. 4 Bagian Roda Gigi

......................................................(2.3)

.d
Z

Jarak bagi lingkar adalah keliling lingkaran jarak bagi dengan jumlah gigi.
Namun karena jarak bagi lingkar selalu mengandung faktor ,
Pemakaiannya sebagai ukuran gigi sangat kurang praktis. Untuk mengatasi
hal itu diambil suatu ukuran yang disebut modul dengan lambang " m "
dimana :
m

................................................(2.4)

d
Z

2.4.2

Lingkaran Jarak Bagi


Lingkaran Jarak Bagi adalah suatu lingkaran teoritis terhadap semua
perhitungan biasanya didasarkan. Dimana hubungannya dengan modul dan
jarak bagi lingkar seperti persamaan 2.5 adalah :
...........................................(2.5)

d m.Z

Untuk roda gigi berpasangan lingkaran jarak bagi adalah saling


bersinggungan satusama lain. Disini didapat hubungan bahwa:

d1 d 2

..................................(2.6)

dimana : a = jarak antara poros (mm)


d = diameter jarak bagi (mm)
Jika di hubungkan dengan " I " (perbandingan transmisi), lingkaran jarak
bagi adalah :

d1

2.a
1 i

........................................(2.7)

d2

2.a.i
1 i

........................................(2.8)

2.4.3 Diameter Kepala (dk)


Diameter Kepala (dk) adalah jarak radial puncak gigi, dimana diameter
kepala yaitu lingkaran bagi ditambah dengan tinggi kepala (lihat gambar
2.4). Hubungan dengan jumlah gigi dan modul adalah :

d k Z 2 .m

........................................(2.9)

10

2.4.4 Diameter Kaki (Df)


Adalah jarak radial bidang bawah gigi, atau lingkaran jarak bagi dikurangi
dengan tinggi kaki adalah :

d f m. Z 2 2.C k

..(2.10)

dimana : Z = jumlah gigi


m = modul
Ck= kelonggaran puncak
2.4.5 Tinggi Kepala Gigi (hk)
Tinggi Kepala Gigi adalah jarak antara lingkaran jarak bagi dengan
diameter kepala. Tinggi kepala gigi (hk) jika dihubungkan dengan modul
adalah :
..(2.11)

dimana :

k =

faktor tinggi kepala (0,8 ; 1 ; 1,2, dsb)

m =

modul

2.4.6 Tinggi Kaki (hf)


Tinggi Kaki Gigi adalah jarak antara lingkaran jarak bagi dengan diameter
dasar. Tinggi gigi (hf) adalah:
..................................(2.12)

2.4.7 Tinggi Gigi (H)

11

Tinggi Gigi adalah jarak antara diameter kepala dan diameter dasar atau
tinggi kepala ditambahkan dengan tinggi kaki.
dimana : m = modul
C k=KelonggaranPuncak

.(2.13)

2.4.8 Kelonggaran Puncak (Ck)


Agar profil pahat dapat Kelonggaran Puncak (Ck) Adalah celah antara
lingkaran jarak kepala dan lingkaran kaki dari gigi pasangannya. Berguna
untuk menghindari terjadinya titik kontak yang lain (supaya tidak slip) dan
juga untuk tempat masuknya pelumas agar pendinginan berlangsung. Harga
dari kelonggaran puncak adalah :
(2.14)

2.4.9 Perbandingan Putaran dan Perbandingan Transmisi


Jika putaran roda gigi yang berpasangan dinyatakan dengan n 1
(Rpm) pada poros penggerak dan n2 (Rpm) pada poros yang digerakkan.
Sedangkan lingkaran jarak bagi masing-masing gigi adalah d 1 dan d2 dan
jumlah giginya Z1 dan Z2, maka perbandingan putaran " u " adalah :
..((2.15)

Harga " i " yaitu perbandingan antara jumlah gigi pada roda gigi
atau disebut juga perbandingan transmisi. Perbandingan ini dapat sebesar 4
sampai 5 dalam hal roda gigi lurus standar dan dapat diperbesar sampai 7
dengan perubahan kepala.
Roda gigi biasanya untuk mereduksi (u < i) atau (1/i), tetapi
kadang-kadang juga dipakai untuk menaikkan putaran (u> i atau i< 1).

2.5 Menaksir Ukuran Roda Gigi

Diameter puncak d (in)

N
d
P
.........(
2.16 )

12

Kecepatan garis puncak V (feet per minute)

dn
12
.(
2.17 )

3310 H
V ..( 2.18 )
3

Wt

Beban yang dipindahkan Wt (pound)

Faktor kecepatan Kv, Persamaan Barth untuk gigi yang dipotong


atau dimiil atau gigi yang dibentuk secara kasar
1200
Kv
( 2.19)
(1200 V )

Wt P
K vY.(
p
2.20 )

Lebar muka gigi F (in)

Lebar muka gigi F (in) harus memenuhi 3p F 5p

13

2.6 TERMINOLOGI

Number of teeth of the gear (Nt)

Diameter of pitch circle (d)

Center distance (c)

Circular pitch (p)


Diametral pitch (P)

Gambar 2.5 Teemonologi gear

2.7 SPUR GEAR

Digunakan untuk mentransmisikan daya dan putaran antara 2 buah poros


yang paralel / sejajar, saling memotong dan saling menyilang.

Gigi-gigi nya dipotong paralel terhadap sumbu aksial dari poros

Roda gigi yang lebih kecil disebut pinion dan yang besar disebut gear

14

PINION

GEAR

gambar 2. 5 SPUR GEAR (2)

eksternal gear

internal gear

15

2.8 Profil roda gigi


di dalam industri manufaktur banyak jenis roda gigi yang dipakai. Ada yang profil
gigi bentuk sikloide, ada yang evolvente, dan ada yang bentuknya dari sistem
koordinat.

2.9 Profil roda gigi (2)

16

BAB
III
Start

Berat Motor Wmotor (Kg)


Berat Bahan Bakar Wbb (Kg)
Berat Bagasi Wbg (Kg)
Berat Orang Wo (Kg)
Jari-jari Roda r roda (mm)
Jari-jari Sprocket r sprocket (mm)
Keofisien Gesek Aspal aspal
Koefisien Gesek Roda roda
Kemiringan Tanjakan ( )
Jumlah Gigi Gear NG (gigi)
Jumlah Gigi Pinion NP (gigi)
Jarak Antar Poros (mm)
Lebar Gigi F (mm)
Faktor Lewis Y

TAHAPAN ANALISA
3.1. Diagram Alir Analisa Proses Perhitungan
Hambatan Tanjakan R (N)
Hambatan Roda RR (N)
Percepatan Motor gigi 3 a (m/s2)
Hambatan Inersia Ri (N)
Gaya Normal Nr dan Nf (N)
Gaya Tarik FT (KN)

17

FT (KN) FAspal (KN)

Torsi Roda TT (KNm)

Gaya Rantai F rantai (KN)

Daya Aktual Na (Ps)


Torsi Aktual Ta (Kgm)

Na (Ps) Nmaks (Ps)


Ta (Kgm) Tmaks (Kgm)

Diameter Pinion Dp (mm)


Diameter Gear DG (mm)
Modul m

DBB Pasangan Roda Gigi

18

Analisa Gaya Pada Pinion dan Gear

Gaya Tangensial WT (N)

Kecepatan V (m/s)
Faktor Kecepatan KV
Tegangan Aktual a (MPa)

aktual (MPa) bahan (MPa)

Bahan / Material yang di pilih

19
End

gambar 3. 1 Diagram alir proses perhitungan roda gigi

Penjelasan diagram alir proses perhitungan roda gigi lurus pada motor Satria FU
sebagai berikut :
Start
Mengumpulkan data penunjang sebagai beban input untuk perhitungan roda
gigi berupa :
Berat Motor Wmotor (Kg)
Berat Bahan Bakar Wbb (Kg)
Berat Bagasi Wbg (Kg)
Berat Orang Wo (Kg)
Jari-jari Roda r roda (mm)
Jari-jari Sprocket r sprocket (mm)
Keofisien Gesek Aspal aspal
Koefisien Gesek Roda roda
Kemiringan Tanjakan ( )
Jumlah Gigi Gear NG (gigi)

20

Jumlah Gigi Pinion NP (gigi)


Jarak Antar Poros (mm)
Lebar Gigi F (mm)
Faktor Lewis Y
Dari data input di atas langkah selanjutnya yaitu dapat menentukan:
Menghitung Hambatan Tanjakan
R=( Wmotor +Wo 1+Wo 2+Wo3+ Wbg+Wbb ) g cos
Menghitung Hambatan Roda
RR =R RF + R Rr
atau
RR = aspal(N f + N r )

Menghitung Percepatan Motor Gigi 3


a3 =

V 3 V 2
t3

Menghitung Hambatan Inersia


Ri=( Wmotor +Wo 1+Wo 2+Wo 3+Wbg+Wbb ) a3

Menghitung Gaya Normal


N r + N f =R
Menghitung Gaya Tarik
FT =R x + Ri + R R
Berdasarkan perhitungan di atas maka dapat disimpulkan bahwa :
FT FAspal

21

Dimana :

F aspal =aspal N r
Menghitung Torsi Roda
T T =F T r roda
Menghitung Gaya Rantai
Frantai =

TT
r sprocket

Menghitung Daya Aktual


N a=T T
Dimana :
V
=
r
Menghitung Torsi Aktual
T a=F rantai r sprocketdepan
Dari perhitungan Daya Aktual dan Torsi Aktual ada hal yang di syaratkan bahwa :
N aktual N maksimal
dan
T aktual T maksimal
Menentukan Diameter Pinion
D p=N p m
Menentukan Diameter Gear
22

D G=N G m
Dimana :
Menentukan Modul gigi
m=

d
N

Menentukan DBB pasangan Roda Gigi

pinion

gear

23

Setelah DBB pasangan roda gigi didapat maka langkah selanjutnya adalah
melakukan analisa pada gaya gaya yang terjadi pada pasangan roda gigi
tersebut.
Analisa Gaya Pada Gear
+ Fx = 0
-F2r + Fax = 0
Fax = F2r.. (1)

Fy = 0
F2t - Fay = 0
Fay = F2t (2)

Ma = 0
Tsd - F2t (ra) = 0
t

F2 =

T sd
ra

F2t = F2 cos 20
t
F2
F2 = cos 20
F2r = F2 sin 20
Ke persamaan (1)
Fax = F2r
Ke persamaan (2)
Fay = F2t
Analisa Gaya Pada Pinion
+

Fx = 0
F3r Fbx = 0
dimana F3r = F2r

Fy = 0
-F3t + Fby = 0
Fby = F3t
dimana F3t = F2t
F3 = F2
+

Mb = 0
- F3t (rb) + T3= 0

24

Dari analisa gaya pada DBB Roda Gigi di atas maka didapatkan nilai Gaya
Tangensial (WT) yaitu :
WT = F3t
Menghitung Kecepatan
V = d p n
Menghitung Faktor Kecepatan
KV =

50
50+ V

Berdasarkan pada hasil perhitungan kecepatan dan faktor kecepatannya maka di


dapatkan :
Menghitung Tegangan Aktual pada Roda Gigi
=

KV W t
F m Y

Dari perhitungan Tegangan Aktual pada Roda Gigi di syaratkan bahwa :


aktual bahan
Berdasarkan syarat itulah maka dapat ditentukan bahan atau material apa
yang sesuai sebagai bahan roda gigi tersebut.
End

BAB IV PERHITUNGAN

Diketahuidarispesifikasi motor Suzuki SatriaF150 :


-

Berat motor = 950kg

Kapasitastangkibahanbakar = 4.9 liter

25

4.9 liter x

0.8 kg
=3.95 kg
1 liter

Jarakantar as rodadepandanbelakang = 1280 mm = 1.28 m

Ukuranroda :

Velg = 17 inch = 431.8 mm

Ban = 80/90 17
Tinggi ban = 80 x 90% = 72 mm

Jarakporosrodaterhadapaspal
43.18 mm
+ 72=287.9 mm=0.2879m
2

Gear sprocket = 172 mm


Rsprocket =

172 mm
=86 mm=0.086 m
2

Asumsidata :
-

Berat orang = 65 kg

Beratbagasi = 10 kg

Kemiringantanjakan = 15

Koefisiengesekroda(roda) = 0.07

Koefisiengesekaspal (aspal) = 0.7

26

Keterangan :
-

Wmt = Berat motor

Wbb = Berattangkibahanbakar

Wbg = Beratbagasi

Wo1 = Berat orang ke-1

Wo2 = Berat orang ke-2

Wo3 = Berat orang ke-3

RRf= Hambatanrodadepan

RRr= Hambatanrodabelakang

Perhitungan:

Beratmotor :
Wmt =95 kg x 9.81

m
=931.95 N
s2

Berattangkibahanbakar :
Wbb=3.92 kg x 9.81

m
=38.4552 N
s2

Beratbagasi :
Wbg=10 kg x 9.81

m
=98.1 N
s2

27

Berat orang ke-1, ke-2 dan ke-3:


Wo 1=Wo 2=Wo 3=65 kg x 9.81

m
=637.65 N
s2

HambatanTanjakan (R) :
R y = (Wmt +Wbb+Wbg +Wo 1+ Wo2+Wo 3 ) x cos
R y = ( 931.95+38.4552+ 98.1+637.65+637.65+637.65 ) x cos 15
R y =2879.86 N

R x =( Wmt +Wbb+ Wbg+Wo 1+Wo 2+ Wo3 ) x sin


R x =( 931.95+38.4552+98.1+637.65+637.65+637.65 ) x sin15
x

R =771.657 N

HambatanRoda (RR) :
RR =R Rf + RRr

RRf =N f x roda

RRr =N r x roda
maka,
RR =( N f + N r ) x roda

HambatanInersia (Ri) :
Ri=M mt x a

28

Ket:
Mmt = Massa total motor
a = Percepatan
maka,
Ri=M mt x a
Ri=( M wt + M bb + M bg + M o 1+ M o 2+ M o 3 ) x a
Untukmedapatkanpercepatan, makaharusdilakukanpercobaan;
V 1=V 0 +a x t

a=

V 1V 0
t

Setelahmelakukanpercobaansebanyak 4x denganmenggunakan motor satria F 150,


makahasilwaktu yang didapatkansebagaiberikut:

V0 V1

V0 V1

(km/jam)

(m/s)

0 15

0 4.2

15 30

4.2 8.4

7
3.

Gigi ke

30 40

t (detik)

t (detik)
1
2.

rata rata

2.1

2.4

2.5

2.4

2.1

2.7

2.3

2.6

8.4 11.1

2
2.

2.6

2.6

2.2

2.5

2.7

3.3

2.5

2.8

40 50

11.1 13.9

7
2.

50 60

13.9 16.7

7
4.

3.8

5.7

3.1

4.3

16.7 19.4

7
5.

7.1

9.5

5.0

6.8

60 70

29

Dalampengambilanhasilpercepatanini, hanyapadarodagigi ke-1 saja yang


dianalisis.
Percepatanpadarodagigi ke-1 :
a=

V 1V 0
t
4.2

a=

m
m
0
s
s
2.4 s

a=1.75

m
s

JadihambatanInersiapadarodagigi ke-1 dapatdiperoleh


Ri=( M wt + M bb + M bg + M o 1+ M o 2+ M o 3 ) x a
Ri=(95+3.92+10+65+ 65+65)x 1.75
Ri=531.86 N

MencariNilaiBerat
W mt y =W mt x cos 15=931.95 N x cos 15=900.2 N
W mt x =W mt x sin 15=931.95 N x sin 15=241.2 N
W bb y =W bb x cos 15=38.4552 N x cos 15=37.2 N

30

W bb =W bb x sin 15=38.4552 N x sin 15=9.95 N


y

W bg =W bg x cos 15=98.1 N x cos 15=94.75 N


x

W bg =W mt x sin 15=98.1 N x sin 15=25.39 N


W 01 y =W 02y =W 03 y =W 0 x cos 15=637.65 N x cos 15=615.92 N
W 01x =W 02 x =W 03 x =W 0 x sin 15=637.65 N x sin 15=165.03 N

Analisa Gaya
+ F x =0

F T R R R Ri=0
x

FT =R + R R + R i (1)

+ F y =0
N r + N f R y =0
N r + N f =R

N r + N f =2879.86 N (2)

31

+ M r =0
N f ( 1.28 m) W mt y ( 0.631 m) W bb y ( 0.475 m) W o 1 y ( 0.433m )W o 2 y ( 0.209 m )W o 3 y ( 0.005

N f ( 1.28 m ) 900.2 N ( 0.631 m )37.2 N ( 0.475 m )615.92 N ( 0.433 m) 615.92 N ( 0.209 m )


0

N f ( 1.28 m) 568.02 Nm17.56 Nm266.69 N m128.73 Nm3.08 Nm+33.16 Nm+88.28

N f ( 1.28 m) 800.31 Nm=0


N f=

800.31 Nm
1.28 m

N f =625.24 N (3)
(3)(2)
N r + N f =2879.86 N
N r +625.24 N =2879.86 N
N r =2879.86 N 625.24 N =2254.62 N

Mencari RR
RR =( N f + N r ) x roda

32

RR =( 2879.86 N +2254.62 N ) x 0.07


RR =201.59 N
(2)(1)

FT =R x + R R + R i
FT =771.657 N +201.59 N +531.86 N
FT =1505.107 N
Mencari Torsi Pada Roda
T T =T T . r roda
T T =1301.48 N X 0.2879 m
T T =374.69 N .m
Kareana Ts berpudat pada poros roda maka
T T T S =0
T T =T S
T S=347.69 N . m
F rantai x r sprocket = Ts
F rantai=

F rantai=

Ts
r Sprocket
374.69 Nm
0.086 m

= 4356.89 N
= 4.356 kN

33

FT F Aspal
F Aspal= Aspal X Nr

= 0.7 x 2254.62 N
= 1578.23 N
FT F Aspal
301.48 1578.23

Pada spesifikasi motor , diketahui :


Daya maksimum = 16 Ps / 9500 rpm
Torsi Maksimum = 1.27 kg.m / 8500 rpm
Jika kecepatan pada gig 4 = 50 Km/Jam

r r =Jari jari roda=0.2879 m


r s =Jari jari sprocket=0.086 m
Daya aktual pada motor adalah :
Na=T T .W

34

Dimana

T T =Torsi pada roda

W=

V
r

W=

50 x 10 /3600 m/ s
0.2879 m

rad/s

= 48,242 rad/s
Jadi N aktual = T T . W
= 0.368 kN.m x 42.242 rad/s
= 15.55 kW
1 kW = 1.36 Ps
18,075 kW = 21.148 Ps
( Nmax N ak )
Torsi aktual :
T ak = F rantai x r sprocket
Dimana : r sprocket dp = 29 mm (hasil pengukuran secara langsung)
= 0.029 m
T ak

= 4.356 kN x 0.029 m
= 0.126 kN.m
= 126 N.m

DBB transmisi padangan roda gigi kopling:


Dari spesifikasi didapat :

Np = 70 gigi
Ng = 20 gigi

Dari pengukuran langsung didapat :

35

Jarak antara poros

= 98.25 mm

Rumus dari buku perancangan teknik mesin Josep. E. Shigley


D=

N
d

Dimana :
D = diameter puncak (gigi/in)
d = diameteral
N = Jumlah gigi
m=

d
n

Dimana :

m = Modul
d = diameter puncak (mm)
n = Jumlah gig

dp= 70

dg = 21

dp

dg

98.25
Dari gambar diatas bisa diketahui bahwa :
Jarak antara poros=

Dimana :

dp+ dg
=98.25 mm
2

dp = Np x ( m ) = 23 ( m )

36

dG = Ng x ( m ) =21 ( m )
Jadi

70 .( m)+20 .(m)
=98.25
2
90
=98.25
2

m=

98.25 x 2
90

= 2.18
Diameter puncak pinion
dp = Np x m
= 70 gigi x 2.18 mm
= 152.6 mm

rp = 76.3 mm
= 0.0763 m

Diameter puncak gear


dg = Ng x m
= 20 gigi x 2.18 mm
= 43.6 mm

rg = 21.8 mm
= 0.0218

37

pinion

gear

gambar 3.2 DBB pasangan roda gigi kopling

38

Pada Pinion
+ F x =0

F 2 r + F a =0
x

F a =

F2

. . . . . . . . .(1)

+ F y =0
y

F 2 t F a =0
y

F a =

F2

. . . . . . . . . .(2)

+ M a =0
d
t
T s F 2 ( rp ) =0

0.138 kN.m -

F 2t

( 0.08 m ) = 0

Tsd = T3
T3 adalah perhitungan torsi pada gigi ke 4 yang sebelumnya telah di hitung oleh saudara M. Ikhwanudin
F2 t=

0.138 kN .m
0.08 m

F2 t

= 1.7 kN

F2 t

F2 t=

F2 t
1.7 kN
=
=1.8 kN
cos 20 cos 20

F2 r

F2 . cos 20

F2 . sin20

39

= 1.8 kN . sin 20
= 0.6 kN
Ke persamaan . . . . (1)
Fa x

F2 r

= 0.6 kN

Ke persamaan . . . . (2)
Fa y

F2 t

= 1.7 kN

Pada Gear
+ F x =0

F 3 r+ F b =0
F3 r

F b x =
Dimana :
FG

Jadi

F3 r=F 2 r=0.6 kN
= 0.6 kN

+ F y =0
F 3 t + F b y =0
F b y =
Dimana :
Jadi :

Fb

F3 t =
y

F3 t

F2 t = 1.7 kN

= 1.7 kN

F3 =F2=1.8

40

+ M b =0
F 3 t ( RG )+T 3=0
1.7 kN ( 0.0174 m ) +T 3=0

T 3 =1.7 kN ( 0.02 m )
= 0.03 kN.m

Kv .Wt
F.m. y

Faktor Kecepatan :
50
Kv=
50 v

Dimana :
V =.d.n
= . 0.043 x 9500
= 1283,3 m/min
= 21.3 m/s
Wt =

F3 t=1.7 kN =1.7 x 10 N

Didapat :
f = Lebar gigi = 10 mm
m = Modul
= 2.18 mm
y = Faktor luwis (dari table 14 2 . Mechanical Engineering Design hal
738)
Jadi factor luwis untuk jumlah gigi 21 adalah :
Jumlah gigi 21 = factor luwis 0.40797

Kv .Wt
F.m. y

( 0,922 ) x( 2.3 x 103 N )


=
( 10 mm ) x ( 2.18 ) x (0.40797)

41

=298.73 Mpa

4.5 Mencari material roda gigi

Material yang mendekati untuk perencanaan roda gigi ini dari table (A-21.
Mechanical Engineering Design Halaman 1017) adalah

Aisi 4340 diantara

temperatur 540 C untuk 1080 Mpa dan 650 C untuk 855 Mpa. Material ini
termasuk baja paduan rendah kekuatan tinggi (High Strength Low Alloy - HSLA
steel). Dari table Mechanical Steel memberikan keterangan bahwa Aisi 4340 ini

42

yang memiliki Tensile strength antara 1170 dan 965 Mpa (kpsi) gradenya adalah
SCM 439. Komposisi kimia dari SCM 439 adalah 0.36
0.60

0.90 Mn, Max. 0.030 P, Max. 0.030 S, 0.60

1.60

2.00 Ni,.

0.43 O, 0.15
1.00 Or, 0.15

0.35 Si,
0.30 Mo,

BAB IV PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa tegangan yang terjadi pada
transmisi roda gigi kopling pada sepeda motor satria FU harus diketahui terlebih
dahulu dari :
Kv : Faktor Kecepatan
Wt : Beban yang dipindahkan
F

: Lebar gigi

m : Modul
Kemudian mencari y, y adalah faktor luwis, dimana factor luis didapat (dari table
14 2 , Mechanical Engineering Design hal 738).
Faktor luis untuk jumlah gigi 20 adalah 0.407
Maka :
=

Kv .Wt
F.m. y

( 0,938 ) x (2,3 x 103 N )


=
( 10 mm ) x ( 2.18 ) x (0.407)

=298,73 Mpa

Jadi tegangan yang terjadi pada tranmisi gigi kopling adalah 298.73 Mpa.
Material yang dipakai

: Aisi 4340

Temperatur

: 540 C untuk 1080 Mpa dan 650 C untuk 855


Mpa

43

Grade

: SCM 439

Komposisi Kimia

: 0.36 0.43 O, 0.15

0.35 Si, 0.60

Max. 0.030 P, Max. 0.030 S, 0.60


0.15

0.30 Mo, 1.60

0.90 Mn,
1.00 Or,

2.00 Ni,.

5.2 Saran
Pada penulisan laporan ini banyak sekali kekurangan, terutama tidak
membahasan secara khusus tentang transmisi dan komponennya lainnya yang
saling berhubungan. Dalam perhitungan yang ada pada laporan ini bersifat
seadanya hal tersebut dikarenakan juga keterbatasan penulis. Untuk ke
depannya diharapkan ada literatur yang berisikan bahasan untuk komponen
yang berhubungan dengan transmisi lainnya.

44

referensi
1. joshep. E. Shigley, Larry D.mitchel. 1983. perancangan teknik mesin,
edisi ke 4 jilid ke 2. jakarta. Erlangga.
2. E.P.Popov. 1984. Mekanika teknik. edisi ke 2. Jakarta. Erlangga.

45