Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum PJ untuk Hidrologi dan Pengelolaan DAS

Acara 1 &
2

ACARA I DAN II
I.
II.

Judul
Pengenalan Aspek-aspek Morfometri DAS
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah:
1. mampu memanfaatkan citra penginderaan jauh untuk dapat menyadap informasi
aspek-aspek morfometri DAS, dan
2. menganalisis dan mengkaitkan hubungan antara morfometri dengan proses hidrologi

III.

DAS.
Alat dan Bahan
Alat
1.
2.
3.
4.
5.

Seperangkat komputer dan printer


Perangat lunak ArcGIS 10.1
Alat tulis
Kertas HVS A4
Penggaris
6. Kalkulator
7. Spidol
8. Kerta milimeter block
Bahan
1. Citra satelit Alos
2. Shp kontur
3. Peta DEM
IV. Cara Kerja
1. Membka aplikasi ArcGIS 10.1 yang sudah terdapat citra dan kontur
2. Membatasi batas DAS dengan cara digitasi onscreen
3. Menentukan sungai utama dan anak sungai lalu dideliniasi sehingga diperoleh Peta DAS
Kayangan
Aspek morfometri linear
1. Menentukan orde sungai berdasar pada metode Stahler
2. Menghitung nisbah percabangan dari klasifikasi orde
3. Menentukan panjang alur
4. Menentukan panjang dan lebar DAS
5. Menghitung keliling DAS
6. Menentukan pusat gravitasi DAS dari perhitungan tiitk berat DAS
Aspek morfometri areal
1. Menghitung luas DAS
2. Menentukan batas DAS dari luas dan keliling DAS
3. Menentukan kerapatan alur berdasar pada panjang alur dan luas DAS
Aspek morfometri relief
1. Mengetahui profil sngai utama
2. Melakukan pengukuran ketinggian titik-titik sepanjang alur sungai utama
1

Kusuma Wardani Laksitaningrum


12/330894/GE/07285

Laporan Praktikum PJ untuk Hidrologi dan Pengelolaan DAS

Acara 1 &
2

3. Menghitung kemiringan alur dengan rumus yang sudah ditentukan


V. Hasil Praktikum
1. Peta Lokasi DAS Kayangan Kabupaten Kulon Progo (terlampir)
2. Peta Orde Sungai DAS Kayangan Kabupaten Kulon Progo (terlampir)
3. Perhitungan (Terlampir) :
Nisbah Percabangan
Panjang alur sungai
Panjang dan Lebar DAS
Keliling DAS
Pusat gravitasi
Luas DAS
Bentuk DAS
Kerapatan Alur
Kemiringan Alur
4. Peta Pusat Gravitasi DAS Kayangan Kabupaten Kulon Progo (terlampir)
VI.

Pembahasan
Daerah Aliran Sungai (DAS) menurut Undang-undang no 7 Tahun 2004 adalah suatu

wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan sungai dan anak-anak sungai, yang fungsinya
menampung,menyimpan, dan mengalirkan curah hujan ke danau dan laut secara alami, yang
batas darat merupakan pemisah topografi dan batas laut daampai dengan daerah perairan yang
masih terpengaruh oleh aktivitas daratan . Sub DAS adalah bagian dari Das yang mengalirkan
air hujan ke sungai utama, seperti pada DAS Kayangan Kab.Kulon Progo yang merupakan
sub DAS. Karaketeristik DAS meupakan gambaran spesifik mengenai morfometri, topografi,
tanah, geologi, vegetasi,penggunaan lahan,hidrologi, dan manusia, di mana bagian DAS
dibagi atas hulu, tengah, dan hilir, kajian pada praktikum ini adalah aspek morfometri DAS,
baik linear, areal, maupun relief. Morfometri DAS adalah jaringan alur sungai secara
kuantitaif yang diguankan untuk analisis aliran sungai.
Informasi morfometri diperoleh dari pemanfaatan teknologi citra satelit yang
keakuratannya tinggi dan lebih mudah jika harus survei lapangan. Dalam menginnterpretasi
suatu DAS terkdang tidak semua informasi diperoleh dengan cara visual saja, namun terdapat
informasi turunan dari informasi turunan dan dilakukan dengan menggunakan pendektan
untuk mengetahui informasi yang lebih detail. Salah satu contohnya adalah pendekatan
hidromorfometri dan variabel-variabel hidrologi oleh Seyhan(1976). Sebelum identifikasi
morfometri perlu menentukan batasan DAS dan sungai utamanya. Batas DAS diindera
melalui relief dan topografi pada citra, dimana batas dilihat berdasar intervensi pola igirnya.
Sungai sangat bisa diindera dengan mudah, dimana sungai utama merupakan sungai
terpanjang. Namun, dalam penentuan sungai utama harus memperhatikan percabagan
2

Kusuma Wardani Laksitaningrum


12/330894/GE/07285

Laporan Praktikum PJ untuk Hidrologi dan Pengelolaan DAS

Acara 1 &
2

terpanjang dan sudut terkecila apabila sulit dalam meninginterpretsinya. Sungai utama juga
digunakan sebagai pembeda antara bagian hulu, tengah, dan hilir. Selain itu, terdapat anak
sungai sebagai kesatuan sistem sungai. Anak sungai perlu dideliniasi untuk menentukan arah
dan limpasan air hujan yang akan mengalir ke sungai utama.
Sistem sungai dengan sungai dan percabangannya dapat digunakan untuk menentukan
orde sungai. Orde sungai yang dihitung pada praktikum ini menggunakan metode Stahler
dimana perhitungan orde pertama kali pada cabang sungai. Klasifikasi yang diperoleh dari
orde sungai DAS Kayangan ada 4 orde. Orde 1 meupakan orde terendah dengan jumlah
percabangan paling sedikit dan lokasinya berada di lereng gunung atau perbukitan, sedangkan
orde 4 merupakan orde tertinggi dengan jumlah percabangan banyak sehingga sungai utama
pada DAS ini berorde 4. Berdasarkan jumlah ordenya dapat diperoleh informasi nisbah
percabangan. Nisbah percabangan berfungsi untuk menentukan adanya deformasi sungai.
Nilai nisbah dari DAS ini adalah 1,9 dimana sistem sungai mengalami deformasi lambat.
Berdasrkan teori jika nilai nisbah 3-4 maka tidak terjadi deformasi, sedangkan untuk nilai
nisbah lebih 4 maka mengalami deformasi cepat dan kurang dari 3 maka deformasinya
lambat. Orde merupakan salah satu aspek morfometri linear di samping panjang alur, panjang
dan lebar DAS, keliling DAS, dan pusat gravitasi. Panjang alur merupakan panjang dari
semua sistem sungai, semakin panjang maka debit air semakin tinggi. Panjang DAS
merupakan panjang garis lurus dari muara/ hiir sampai degan hulu terpanjang, sedangkan
lebar sungai merupakan hasil pembagian dari luas DAS dan panjang sungai utama yang terlah
diitung dengan calculate geometry. Panjang dari alur sebesar 97,9301 km, panjang DS 15,777
km, lebar 1,504 km, dan luasnya 35,41901 km2. Keliling DAS merupakan panjang batas DAS
atau panjang dari igir-igir yang melingkupi DAS, yaitu sebesar 41,9410 km. Pusat gravitasi
merupakan titik tengah dari DAS tersebut yang berfungsi untuk perhitngan hidrografik terkait
waktu yang diperlukan air dari hulu ke outlet. Pusat gravitasi dihitng berdasar pendekatan titik
berat yang menggunakan grid-grid koodinat kartesian dengan pusat gravitasi (7,11).
Aspek morfometri areal terdiri dari luas DAS, bentuk DAS, dan kerapatan alur.
Bentuk DAS diperoleh dari perhitungan luas dan keliling DAS, dimana bentuk sangat
menentukan pola aliran sungai, debit, dan kerapatan aliran. Nilai dari bentuk DAS ini adalah
0,25 yang menunjukkan bahwa DAS berbentuk linear yaitu memanjang sehingga alirannya
dapat cepat namun harus melewati sungai utama yang sangat panjang. Bentuk DAS juga
dapat dimanfaatkan untuk pemodelan banjir dan aspek bencana lain seperti erosi hulu di
sekitar wilayah tersebut.

Kusuma Wardani Laksitaningrum


12/330894/GE/07285

Laporan Praktikum PJ untuk Hidrologi dan Pengelolaan DAS

Acara 1 &
2

Aspek morfometri relief adalah kemiringan alur sungai. Kemiringan alur sungai sama
halnya dengan kemiringan lereng yang memperhatikan titik keitnggian dan luas sungai secara
horisontal untuk mengetahui kemirigan pada satuan derajad ataupun persen. Kemiringan alur
mempengaruhi limpasan air yang mengalir dari hulu ke outlet, dan empengaruhi debit puncak
yang ada di DAS tersebut. Semakin tinggi kemiringan lereng maka semakin cepat air
bergerak. Nilai dari kemiringan alur sungai pada DAS ini adalah 31,7 0. Perhitungn tersebut
menggunakan metode 85-10 slope factor dari Seyhan (1977). Nilai tersebut tergolong dalam
klasfikasi curam menurut klasifikasi Van Zuidam, dengan karakteristik mudah megalami erosi
secara intensif di bagian hulu sehingga perlu adanya pengeloaan DAS bagian huu supaya
tbagian hulu tidak mejadi lahan kritis dan bagian hilir tidak menaglami sedimentasi material.
Bagian hulu harus dijaga karena merupaka kawasa penyangga dan konservasi air sehingga
sebaiknya dibiarkan alami dan tidak dialihkan untuk penggunaan lahan lainnya.

VII.
Kesimpulan
1. Citra penginderan jauh dapat dimanfaatkan utnuk mengetahui informasi aspek
morfometri linear, areal, dan relief dimana informasi yang dapat dilihat secara langsung
adalah DAS dan sistem sungainya yang kemudian diturunkan informasi untuk
memeperoleh hasil perhitungan matematis pada morfometri DAS.
2. Morfometri DAS sangat berpengaruh pada berbagai proses hidrologi DAS seperti
kecepatan debit air, pola aliran, kerapatan aliran, jumlah limpasan air, dan bencana yang
terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
DPR bersama Preseiden. 2004 UU no 7 Tahun 2994 tentang SDA DAS. Republik Indonesia.
Widayani Prima. 2012. Petunjuk Praktikum Penginderaan Jauh Untuk Hidrologi dan
Pengelolaan DAS. Yogyakarta : Fakultas Geografi UGM

Kusuma Wardani Laksitaningrum


12/330894/GE/07285

Beri Nilai