Anda di halaman 1dari 12

RINGKASAN EKSEKUTIF

Makanan adalah kebutuhan pokok bagi makhluk hidup, Selain sandang dan
papan. Manusia membutuhkan makanan rata-rata tiga kali sehari demi mencukupi
kebutuhan energinya untuk beraktivitas. Selain makan berat manusia juga
membutuhkan makanan ringan untuk menahan lapar, misalnya ketika mereka berada
sisaat-saat tidak jam makan. Biasanya yang dipilih untuk menahan lapar tersebut
adalah roti, snack, atau cemilan yang biasa dinikmati rasanya.
Mie ubi ini adalah suatu produk makanan yang di produksi untuk mengisi
potensi pasar yang ada. Karena sebagai produk yang disukai oleh berbagai kalangan
masyarakat dari anak-anak sampai yang orang tua. Peluang untuk memproduksi dan
memasarkan. Mie ubi masih terbuka seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk
dan semakin banyaknya produk-produk makanan ringan yang di produksi oleh
perusahaan besar.
Dengan cara produksi yang sederhana dan bahan yang mudah di dapat maka
diharapkan produk mie ubi bisa diterima oleh masyarakat sebagai makanan alternatif.
Dengan system pemasaran langsung kepada pelanggan dengan skala rumah tangga
dan tidak langsung maka di harapkan produk mie ubi dapat dikenal dan mudah di
dapat.

LATAR BELAKANG
Di Indonesia produk mie merupakan makanan yang banyak digunakan
sebagai pengganti nasi. Produk mie ini berbahan dasar tepung terigu yang berasal dari
tanaman gandum. Menurut Irviani dan nisa (2014), pada tahun 2012 impor gandum
telah menembus angka 6.3 juta ton. Upaya pelaksanaan diversifikasi pangan agar
tidak tergantung kepada tepung terigu. Menurut SNI 01-2987 (1992), mie basah
adalah produk pangan yang terbuat dari terigu dengan atau tanpa penambahan bahan
pangan lain dan bahan tambahan pangan yang diizinkan, berbentuk khas mie yang
tidak dikeringkan.
Kandungan yang terdapat pada mie cukup lengkap karena terdapat protein,
karbohidrat, dan lemak. Kandungan nutrisi terbesar pada mie adalah karbohidrat
karena bahan baku utamanya adalah tepung terigu, tepung tapioka atau tepung beras.
Sedangkan kandungan proteinnya rendah. Walaupun mie banyak dikonsumsi
masyarakat Indonesia, tetapi bukanlah menjadi makanan yang favorit, karena terdapat
persepsi di masyarakat bahwa mie adalah makanan kelas bawah, dan hanya
membutuhkan karbohidrat sebagai penghasil energi (Azwar,2003).
Bahan baku pembuatan mie pada umumnya adalah tepung terigu. Seperti yang
kita ketahui, negara kita masih mengimpor tepung terigu dari luar negeri khususnya
dari Cina. Padahal hasil pertanian Indonesia memiliki kekayaan pangan yang
berlimpah yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan mie menggantikan

tepung terigu seperti garut, ketela pohon, singkong dan lain-lainnya yang memiliki
kandungan gizi tak kalah dari tepung terigu.
Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir) merupakan salah satu jenis ubi jalar
yang banyak ditemui di Indonesia selain berwarna putih, kuning dan merah. Ubi jalar
ungu jenis Ipomoea batatas L. Poir memiliki warna yang ungu yang cukup pekat
pada daging ubinya sehingga banyak menarik perhatian. Dalam sistematika
(taksonami) tumbuhan yang dikutip dari Iriyanti (2012).
Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas) memiliki kulit dan daging umbi yang
berwarna ungu kehitaman (ungu pekat). Ubi jalar ungu mengandung pigmen
antosianin yang lebih tinggi daripada ubi jalar jenis lain. ubi jalar ungu mulai di kenal
menyebar ke seluruh dunia terutama negara-negara yang beriklim tropis.

RENCANA BISNIS
Usaha ini di buat karena melihat adanya sebuah peluang usaha yang sangat
besar dimana mie ubi adalah produk yang sangat diminati oleh berbagai kalangan dari
mulai anak-anak sampai orang dewasa karena digunakan sebagai makanan pokok.
Pengelolaan terhadap usaha ini sudah terbilang mudah dan cepat diterima masyarakat.
Diharapkan dari usaha ini nantinya dapat berkembang dan bias memberikan benefit
baik secara material maupun non material. Mie ubi ini dibuat bebas dari bahan
pengawet dan mempunyai rasa yang enak.

1. Produk
Produk yang dihasilkan berbentuk mie yang memiliki ukuran seragam yang
terbuat dari olahan umbi jalar ungu yang diberi bumbu-bumbu serta berbagai
macam penambahan penunjangnya. Bahan-bahan pembuatan mie ubi antara
lain :

200 gr ubi ungu kukus

300 gr tepung terigu protein tinggi

50 gr tepung beras

50 gr tepung tapioca

1 sdt garam

2 butir telur

50 gr tepung sagu untuk taburan

Peralatan yang dibutuhkan :

Kompor

Baskom

Pisau

Sendok

Mangkuk

Panci

Timbangan

Piring

2. Tempat
Tempat produksi dilaksanakan di Lab. Kuliner Poltekkes Tasikmalaya. Lokasi
ini di pilih karena lokasinya dekat dengan saran transportasi, alat yang
memadai dan menghemat biaya.
3. Proses produksi
Cara membuat mie ubi ini adalah :
1. Campur semua bahan mie, aduk sampai kalis. Bisa juga masukan semua
bahan ke dalam wadah bread maker, setel pilihan pasta tunggu sampai 15
menit adonan menjadi kalis.
2. Giling adonan menggunakan pasta maker sambil ditaburi tepung sagu
supaya tidak lengket.
3. Setelah adonan tipis dan mulus, giling dengan pemotong mie sambil
ditabur tepung sagu.

4. Mie ubi ungu siap digunakan.


*Cara menyimpan mie :
Timbang mie per 100 gram, sambil ditaburi sagu lalu gulung mie dan
susun dalam wadah, lakukan sampai habis. Tutup rapat wadah mie,
simpan dalam kulkas.

ASPEK PEMASARAN
Kegiatan pemasaran mempunyai peran sangat penting dalam kelancaran suatu
usaha. Lancer tidaknya usaha ini selain dilihat dari kualita sproduk, juga tergantung
dari bagaimana cara kita sebagai produsen memasarkannya dengan strategi yang
baik. Dalam usaha ini kami melakukan pemasaran dengan pemasaran langsung.
Kegiatan pemasaran langsung, yaitu memasarkan produk secara langsung
kepada konsumen tanpa perantara lain. Cara ini dilakukan pada usaha dengan
kapasitas yang sangat kecil atau secara skala rumah tangga. Keuntungan
memperoleh laba dalam menggunakan jalur ini lebih besar karena kita bias langsung
mempromosikan produk mie ubi.
Sebagai identitas produk, mie ubi ini diberi merek BLABLA yang
mempunyai arti BLABLA karena diharapkan produk mie ubi mempunyai rasa
yang enak daripada pesaing yang sudah ada dan lebih laku dipasaran. Merk

diberikan kepada suatu produk sebagai bentuk identitas/nama agar pelanggan lebih
mudah mengenalinya suatu produk.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA
Ada beberapa strategi untuk pengembangan usaha yang akan dilaksanakan,
yaitu :
a. Promosi yang menarik dan berkesinambungan
b. Menciptakan mie ubi yang berbentuk menarik, tidak berwarna putih tetapi
berwarna ungu
c. Menjual di tempat yang ramai, seperti event-event , car free day
ANALISIS SWOT
a. Kekuatan (strength)

Harga terjangkau

Kualitas terjamin

Bahan baku yang mudah didapat

Tidak menggunakan bahan pengawet

Proses produksinya mudah sehingga tidak membutuhkan banyak waktu


dan tenaga

b. Kelemahan (weakness)

Rasa dan bentuk mie ubi yang seragam

Management tradisional

Sarana dan prasarana sederhana

c. Peluang (opportunity)

Pasar yang masihluas

Bahan baku yang mudah didapatkan

d. Ancaman (treath)

Munculnya variasi makanan jajanan

Munculnya pesaing baru

SDM yang masih rendah pendidikan

ANALISIS BIAYA
Rincian biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan mie ubi untuk 1 hari
yaitu :
A. Biaya Bahan Baku

Ubi ungu

Rp. 5.050,00

Tepung terigu protein tinggi

Rp. 4.000,00

Tepung beras

Rp. 4.500,00

Tepung tapioca

Rp. 3.500,00

1 sdt garam

Rp. 2.000,00

2 butir telur

Rp. 3.000,00

50 gr tepung sagu untuk taburan

Rp. 2.000,00

Jumlah Biaya Bahan Baku

Rp. 24.050,00

B. Biaya Peralatan

Gas (3kg)

Rp. 20.000,00

Baskom

Rp. 10.000,00

Pisau

Rp. 10.000,00

Sendok

Rp. 5.000,00

Mangkuk

Rp. 10.000,00

Panci

Rp. 18.000,00

Timbangan

Rp. 60.000,00

Piring

Rp. 10.000,00

Jumlah Biaya Peralatan

Rp. 143.000,00

C. Biaya Penyusutan Pelaratan


BPP = jumlah Biaya Peralatan/ umur ekonomis
= Rp. 143.000,00 / 12
= Rp. 11.916
D. Biaya Pengeluaran per Hari
Biaya transportasi dan pemasaran

Rp. 15.000,00

Biaya tenaga kerja 2 org @125000

Rp. 25.000,00

Jumlah pengeluaran per hari

Rp. 40.000,00

PERHITUNGAN PENERIMAAN
1. Produksi
Mie ubi yang diproduksi adalah 50 mangkuk dalam 1 hari dengan berat mie
ubi per mangkuk 75 gram. harga per mangkuk mie ubi ialah Rp. 5.000,00
2. Penerimaan
Penerimaan = produksi x harga per unit produksi

BIAYA PRODUKSI
Berikut jumlah rincian biaya produksi mie ubi untuk menghasilkan 50
mangkuk :
1. Biaya bahan baku

Rp. 24.050,00

2. Biaya gaji 2 orang

Rp. 25.000,00

3. Biaya transoprtasi dan pemasaran

Rp. 15.000,00

4. Biaya penyusutan peralatan per hari

Rp. 11.916,00

Jumlah

Rp. 75.966,00

Keuntungan (pendapatan)

Rp. 174.034,00

Keuntungan

= penerimaan biayaproduksi
= Rp. 250.000,00 - Rp. 75.966,00
= Rp. 174.034,00

Dari hasil analisis biaya diatas maka keuntungan yang didapatkan untuk
memproduksi mie ubi dalam periode 1 hari adalah Rp. Rp. 174.034,00
PENUTUP
Keyakinan dan harapan dalam usaha mie ubi adalah ingin usaha ini berjalan
dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan dan juga dapat member keuntungan
bagi masyarakat luas. Selain itujugaberharap agar usaha ini mendapatkan perhatian

dari pemerintah agar setiap kendala yang dihadapi oleh usaha ini dapat ditanggulangi
sehingga kedepannya usaha ini dapat berkembang menjadi lebih baik lagi dan dapat
bersaing dengan industry-industri terkemukan yang ada.