Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA KONSELING

Topic

: Status Gizi Balita

Sub Topic

: Perbaikan Status Gizi Anak Balita

Sasaran

: Ibu balita

Tempat

: Ruang Konseling

Hari Tanggal

: 2 Mei 2015

Waktu

: 15 menit

I.

TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Pada akhir proses konseling ibu balita mampu memahami pentingnya mempertatikan
status gizi balita

II.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Setelah mengikuti konseling diharapkan :
Ibu dapat mengetahui pengertian status gizi anak
Ibu dapat mengetahui tanda-tanda menurunnya status gizi/gizi kurang pada anak
Ibu dapat mengetahui faktor yang mempengaruhi status gizi kurang pada anak
Ibu dapat mengetahui pengaruh gizi terhadap perkembangan balita
Ibu dapat mengetahui pemecahan masalah gizi

III.

Sasaran
Ibu yang memiliki balita

IV.

MATERI
1. Definisi status gizi anak
2. Tanda-tanda menurunnya status gizi anak
3. Faktor yang mempengaruhi status gizi pada anak
4. Pengaruh gizi terhadap perkembangan balita
5. Pemecahan masalah gizi

V.

METODE
Diskusi / Tanya Jawab

VI.

MEDIA
Leaflet

VII.

EVALUASI
1. Evaluasistruktur
Ibu dan balitanya hadir di tempat ruang konseling gizi
Penyelenggaraan konseling ditempat ruang konseling
2. Evaluasi proses
Ibu antusias terhadap materi konseling
Ibu mengikuti jalannya konseling sampai selesai
Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi hasil
Ibu balita mampu memahami pentingnya peningkatan status gizi anak
menjalankan diet untuk memperbaiki status gizi anak.

VIII. KEGIATAN PENYULUHAN


No WAKT
.

2 menit

KEGIATAN PENYULUH

KEGIATAN PESERTA

Pembukaan:

Membukakegiatandenganmengucapkans

Menjawabsalam

Mendengarkan

Memperhatikan

Berdiskusi

alam.

Memperkenalkandiri.

Menjelaskantujuandari konseling.

Ice breaking

dan

10 menit Pelaksanaan:

Assasment: Antripometri, fisik, ,klinis,

Melakukan

riwayat

pengukuran,

Pengkajian diagnosa, IMT, Recall

memberikan

Intervensi :

lab, memberi tahu

Memberikan konseling berupa diet

keluhan

Membuat kesepakatan diet

hasil

Menjawab
pertanyaan,
mendengarkan.

Memperhatikan dan
bertanya
Mendiskusikan

2 menit

Evaluasi:

Menanyakankepadaibu

pasien

tentangmateri yangtelahdiberikan,
4

1 menit

Menjawabpertanya
an

Membuat jadwal kunjungan ulang


Terminasi:

Mengucapkanterimakasihatasperanserta

Mendengarkan

Menjawabsalam

Mengucapkansalampenutup

MATERI GIZI KURANG PADA ANAK


A. Definisi Status Gizi Anak
Status gizi yaitu keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan
penggunaan zat-zat gizi.
Dibedakan antara status gizi kurang, baik dan lebih.Status gizi juga merupakan ekspresi
dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari
nutriture dalam bentuk variabel tertentu (Almatsier, 2004). Sementara menurut Jahari
(2004), merupakan keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara jumlah asupan
zat gizi dengan jumlah kebutuhan zat gizi oleh tubuh untuk berbagai proses biologis.
B. Tanda-Tanda Menurunnya Status Gizi Anak
Interpretasi dari keadaan gizi anak dengan indikator BB/U, TB/U dan BB/TB
yang digunakan pada survei khusus, akan menjadikan kesimpulan bisa lebih tajam.
Adapun kesimpulan dari penilaian indikator status gizi adalah sebagai berikut
(Soekirman, 2000).
1

Jika BB/U dan TB/U rendah sedangkan BB/TB normal ; kesimpulannya keadaan gizi
anak saat ini baik, tetapi anak tersebut mengalami masalah kronis, karena berat badan
anak proporsional dengan tinggi badan.

BB/U normal ; TB/U rendah; BB/TB lebih ; kesimpulannya anak mengalami


masalah gizi kronis dan pada saat ini menderita kegemukan (Overweight) karena
berat badan lebih dari proporsional terhadap tinggi badan

BB/U , TB/U dan BB/TB rendah ; anak mengalami kurang gizi beratdan kronis.
Artinya pada saat ini keadaan gizi anak tidak baik dan riwayat masa lalunya juga
tidak baik

BB/U, TB/U dan BB/TB normal ; kesimpulannya keadaan gizi anakbaik pada saat ini
dan masa lalu

BB/U rendah; TB/U normal; BB/TB rendah ; kesimpulannya anakmengalami kurang


gizi yang berat (kurus), keadaan gizi anak secara umum baik tetapi berat badannya
kurang proporsional terhadap Tinggi badannya karena tubuh anak jangkung

C. Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Anak


1. Penyebab langsung, yaitu makanan anak dan penyakit infeksi yang mungkin diderita
anak. Anak yang mendapat makanan yang cukup baik tetapi sering diserang penyakit
infeksi dapat berpengaruh terhadap status gizinya. Begitu juga sebaliknya anak yang
makannya tidak cukup baik, daya tahan tubuhnya pasti lemah dan pada akhirnya
mempengaruhi status gizinya.
2. Penyebab tidak langsung, yang terdiri dari :
a. Ketahanan pangan di keluarga, terkait dengan ketersediaan pangan (baik dari hasil
produksi sendiri maupun dari pasar atau sumber lain), harga pangan dan daya beli
keluarga, serta pengetahuan tentang gizi dan kesehatan.
b. Pola pengasuhan anak, berupa sikap dan perilaku ibu atau pengasuh lain dalam hal
keterdekatannya dengan anak, memberikan makan, merawat, kebersihan, memberi
kasih sayang dan sebagainya. Kesemuanya berhubungan dengan keadaan ibu
dalam hal kesehatan (fisik dan mental), status gizi, pendidikan umum,
pengetahuan tentang pengasuhan yang baik, peran dalam keluarga atau di
masyarakat, sifat pekerjaan sehari-hari, adat kebiasaan keluarga dan masyarakat,
dan sebagainya dari si ibu atau pengasuh anak.
c. Akses atau keterjangkauan anak dan keluarga terhadap air bersih dan pelayanan
kesehatan yang baik seperti imunisasi, pemeriksaan kehamilan, pertolongan
persalinan, penimbangan anak, pendidikan kesehatan dan gizi, serta sarana
kesehatan yang baik seperti posyandu, puskesmas, praktek bidan atau dokter, dan
rumah sakit. Makin tersedia air bersih yang cukup untuk keluarga serta makin
dekat jangkauan keluarga terhadap pelayanan dan sarana kesehatan, ditambah
dengan pemahaman ibu tentang kesehatan, makin kecil risiko anak terkena
penyakit dan kekurangan gizi (Soekirman, 2001)
D. Pengaruh Gizi Terhadap Perkembangan Balita
Status gizi balita harus diperhataikan oleh banyak orang tua.Karena dengan
mengetahui status gizi anakkita bisa mengukur dan mengira anak sehat atau tidak.Dan
bisa mengetahu anak sehat atu tidak. Dengan, gizi yang baik akan menciptakan anak
emas yang cerdas pintar dan cerdik pula.

Kekurangan gizi dapat terjadi mulai dari tingkat ringan sampai tingkat berat dan
terjadi secara perlahan-lahan dalam kurun waktu yang cukup lama. Anak yang
kekurangan gizi akan menurun daya tahan tubuhnya, sehingga medah terkena penyakit
ineksi, sebaliknya, anak yang menderita penyakit infeksi akan mengalami gangguan
nafsu makan dan penyerapan gizi sehingga menyebabkan kekurangan gizi.
Anak yangsering terkena infeksi dan gizi kurang akan mengalami gangguan
tumbuh kembangnya yang akan mempengaruhi tingkat kesehatan, kecerdasan dan
produktifitas di masa dewasa. Jika pada suatu wilayah terdapat satua tau beberapa balita
dengan malnutrisi berat atau gizi buruk, maka kemungkinan besar akan banyak terdapat
melnutrisi berat pada komunitas tersebut.
Hal ini perlu diwaspadai oleh berbagai pihak, karena timbulnya masalah gizi di
pengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan baik secara langsung maupun tidak
langsung. Untuk itu pemerintah harus sesegera mungkin dapat menanggulagi kasus gizi
buruk yang akan berdampak buruk terdahap masa depan generasi bangsa.

E. Pemecahan Masalah Gizi


Masalah gizi buruk, tidak dapat diselesaikan sendiri oleh sektor kesehatan. Gizi
Buruk merupakan dampak dari berbagai macam penyebab. Seperti rendahnya tingkat
pendidikan, kemiskinan, ketersediaan pangan, transportasi, adat istiadat (sosial budaya),
dan sebagainya. Oleh karena itu, pemecahannyapun harus secara komprehensip.
a. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
PHBS ( Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ) dapat merupakan titik pangkal bagi
terciptanya lingkungan sehat dan hilangnya pengganggu kesehatan. Hal ini dikarenakan
dalam praktiknya kedua hal tersebut diupayakan melalui perilaku manusia. Lingkungan
akan menjadi sehat, jika manusia mau berperilaku hidup bersih dan sehat. Pengganggu
kesehatan juga akan dihilangkan jika manusia mau berperilaku untuk mengupayakannya.
Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa penyebab utama timbulnya masalah-masalah gizi
dalam bidang kesehatan adalah masalah perilaku. Misalnya untuk mencegah terjadinya

kekurangan Protein pada balita, maka perilaku ibu dalam memberi makan balitanya harus
diubah, sehingga menjadi pola makan dengan gizi seimbang. Perilaku keluarga dalam
memanfaatkan pekarangan juga harus diubah, sehingga pekarangan menjadi taman gizi.
b. PUGS (Pesan Umum Gizi Seimbang)
1.