Anda di halaman 1dari 16

NCP KOMPLIKASI

KEHAMILAN
(HIPEREMESIS)
Nurul Ulfa Ammatullah
Santiara Hema Saputri

Kasus
Seorang wanita usia 28 tahun, BB 54 tahun, TB
155 cm. Hamil anak ke 3, MRS dengan
Hiperemesis gravidarium, saat ini masuk
trimester 1. Nilai pemeriksaan gula darah dalam
batasan normal, tekanan darah 120/80. Hasil
assesment diketahui terdapat keluhan mual dan
muntah lebih dari 8x sehari. Dikhawatirkan
terjadi dehidrasi. Saat ini dirawat dan diinfus.
Sebelum hamil memiliki kebiasaan makan 3x
sehari, 3x selingan. Hasil recall menunjukkan
asupan sesuai kebutuhan.

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. Y

Jenis Kelamin : Perempuan


Umur

: 28 th

BB

: 54 kg

TB

: 155 cm

ASSESMENT GIZI

Antropometri
BB

: 54 kg

TB

: 155 cm

IMT

: BB

(TB)
: 22,47
BBI

54

(1,55)

54
2,4025

Normal

: (TB-100) 10% (TB-100)

Kurus

: (155-100) - 10% (155-100)


: 55 5,5
: 49,5 kg

Ambang
Batas

BB kurang
tk berat

< 17,0

BB kurang
tk ringan

17,0 18,5

Normal
Gemuk

Depkes, 1989

Kategori

> 18,5
25,0
BB lebih tk
rigan

> 25,0 27,0

BB lebih tk
berat

>27,0

Biokimia
- Nilai pemeriksaan Gula Darah dalam batasan normal.
Data fisik dan klinis
- Tekanan darah 120/80 mmHg
- Terdapat keluhan mual dan muntah lebih dari 8x sehari.

Riwayat Makan dan Gizi


- Sebelum hamil memiliki kebiasaan makan
3x sehari, 3x selingan
- Hasil recall menunjukkan asupan sesuai
kebutuhan
Riwayat Personal
- Hamil anak ke 3, dan masuk trimester 1
- MRS dengan diagnosa hiperemesis
gravidarium
- Saat ini dirawat dan diinfus

DIAGNOSA GIZI
Domain
Intake

Klinis

Problem

Etiologi

Sign and Symptom

NI.1.2
Asupan Energi
Inadekuat

Berkaitan dengan
hiperemesis
gravidarium

Ditandai dengan hasil


recall asupannya
sesuia dengan
kebutuhan namun di
keluarkan kembali
karna mual dan
muntah.

NI.3.1
Asupan cairan
Inadekuat

Berkaitan dengan
Hiperemesis
gravidarium

Ditandai dengan
muntah >8x sehari
dan dikhawatirkan
terjadi dehidrasi.

NC.1.4
Perubahan fungsi
Gastrointestinal

Berkaitan dengan
peningkatan asam
lambung karena
hiperemesis
gravidarium

Ditandai dengan
terdapat keluhan
mual dan muntah
lebih dari 8x sehari.

INTERVENSI GIZI
Tujuan Diet
- Mengganti persediaan glikogen dan mengkontrol
asidosis
- Bertahap pemberian cukup makanan berenergi dan zat
gizi
Preskripsi Diet
1. Prinsip Diet
-. Energi sesuai dengan kebutuhan
-. KH tinggi 75% dari kebutuhan energi total
-. Protein 10-15% dari kebutuhan energi total
-. Lemak rendah, 10% dari kebutuhan energi total

2. Syarat Diet
- KH tinggi, yaitu 75% dari kebutuhan energi total
- Lemak rendah, yaitu 10% dari kebutuhan energi total
- Protein sedang yaitu 15% dari kebutuhan energi total
- Makanan diberikan dalam bentuk kering, pemberian
cairan disesuaikan dengan keadaan pasien, yaitu 7-10
gls/hari
- Makanan mudah dicerna, tidak merangsang saluran
cerna dan diberikan sering dalam porsi kecil.
- Bila makan pagi dan siang sulit diterima, dioptimalkan
makan malma dan selingan malam
- Makanan secara berangsur ditingkatkan dalam porsi
dan nilai gizi sesuai dengan keadaan dan kebutuhan
gizi pasien.

Jenis Diet

: Diet Hiperemesis 1 1100 kkal

Jenis Makanan : Oral


Bentuk Makanan : Makanan Biasa
Frekuensi Makan : 3x makan utama, 4x selingan
Pemberian Makan
mulut/oral

: Makanan diberikan melalui

Perhitungan Kebutuhan
- R. Haris Benedict : 655 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) (4,7 x U)
: 655 + (9.6 x 54) + (1,8 x 155) (47 x 28)
: 655 + 518,4 + 279 131,6
: 1320,8 kkal
- HBN x AF x IF : 1320,8 kkal x 1,2 x 1,3
: 2060,44 kkal
- Penambahan kalori trimester I (100-200 kkal) : 2060,44 kkal x
150 kkal
: 2210,44 kkal
Note :
Kebutuhan kalori perhari untuk Ny.Y dalam keadaan normal adalah 2558,64 kkal. Namun
karena keadaan Ny.Y sedang mengalami hiperemesis gravidarium dan tidak memungkinkan
jika dalam sehari harus mengkonsumsi makanan dg kalori 2558,44 kkal, maka untuk
pemenuhan kebutuhan kalori perharinya sesuai/disesuaikan dengan diet Hiperemesis I yaitu
sebesar 1100 kkal/hari

Kebutuhan Nutrisi
- Protein : 15% x 1100 kkal / 4 = 41,25 gr
- Lemak : 10% x 1100 kkal / 9 = 12,22 gr
- KH

: 75% x 1100 kkal / 4 = 206,25 gr

Makanan yang dianjurkan dan tidak


dianjurkan
Makanan yang Dianjurkan
- Roti Panggang, biskuit, krekers
- Buah segar, sari buah
-Minuman botol ringan, sirop, kaldu tak
berlemak, the dan kopi encer

Makanan yang tidak dianjurkan


Makanan yang merangsang saluran cerna
dan berbumbu tajam. Bahan makanan yang
mengandung
alkohol,
kopi
dan
yang
mengandung zat tambahan ( pengawet,
pewarna, dan bahan penyedap)

Edukasi dan Konseling Gizi


Sasaran : Pasien dan keluarga pasien.
- Memberikan informasi dan pengetahuan mengenai
hiperemesis gravidarium
- Menjelaskan tujuan diet yaitu untuk mengganti
persediaan glikogen tubuh dan mengontrol
asidosis yaitu dengan cara memberikan makanan
berenergi dan zat gizi yang cukup secara
berangsur.
- Memberikan pemahaman tentang pelaksanaan
diet hiperemesis I 1100 kkal, meliputi : tujuan diet,
BM yang dianjurkan dan tidak dianjurkan, standar
makanan, penggunaan BM penukar, serta kriteria
pengendalian hiperemesis gravidarium.
- Mendiskusikan perubahan pola makan sesuai
dengan selera pasien dan kebutuhan yang

Koordinasi Asuhan Gizi


- Dokter, mendiskusikan status gizi pasien
yang dihubungkan dengan status kesehatan
pasien.
- Dietesien, mendiskusikan pemberian anjuran
diet yang baik dan terapi penyembuhan
tehadap pasien
- Farmasi, mendiskusikan pengaturan konsumsi
obat.

MONITORING DAN EVALUASI


Monitoring

Evaluasi

Asupan Energi

Mengevaluasi asupan energi pasien, apakah


terjadi peningkatan atau tidak

Asupan Oral Pasien

Mengevaluasi asupan pasien

Daya Terima Makanan

Mengevaluasi daya terima pasien terhadap


makanan yang diberikan.